Anda di halaman 1dari 15

TUTORIAL

KATARAK
Disusun :
Marica Hervianti
Pembimbing :
Dr. Ratna M, Sp. M
AKULTAS K!DOKT!RA" DA" K!S!HATA"
U"I#!RSITAS MUHAMMADI$AH %AKARTA
&'('
KATA P!")A"TAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT. Penulis ucapkan karena dengan rahmat
dan hidayah-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas tutuorial ini tepat pada
waktunya.
Tutorial ini penulis susun untuk memenuhi tugas pada kepaniteraan klinik
stase mata di Rumah Sakit slam Pondok !opi.
Terima kasih penulis ucapkan kepada pihak-pihak yang telah mem"antu
tersusunnya tutorial ini terutama dr. Ratna #, Sp.# selaku pem"im"ing di
Rumah Sakit slam Pondok !opi.
Penulis menyadari "ahwa dalam pem"uatan laporan tutorial ini masih jauh
dari sempurna dan memiliki "anyak kekurangan. Penulis mengharapkan kritik
dan saran yang "ersi$at mem"angun dari semua pihak yang mem"aca ini, agar
penulis dapat mengoreksi diri dan dapat mem"uat laporan tutorial yang le"ih
sempurna di lain kesempatan.
Semoga tutorial ini dapat "erman$aat "agi semua pihak, sekarang maupun
masa yang akan datang.
%akarta, &' april &()(
Penulis

*A* I
A"ATOMI L!"SA
A. A"ATOMI L!"SA
%aringan ini "erasal dari ectoderm permukaan yang "er"entuk lensa di
dalam mata dan "ersi$at "ening. *ensa di dalam "ola mata terletak di "elakang
iris yang terdiri dari +at tem"us cahaya "er"entuk seperti cakram yang dapat
mene"al dan menipis pada saat terjadinya akomodasi.
*ensa "er"entuk lempeng cakram "ikon,eks dan terletak di dalam "ilik
mata "elakang. *ensa akan di"entuk oleh sel epitel lensa yang mem"entuk
serest lensa di dalam kapsul lensa. -pitel lensa akan mem"entuk serat lensa
terus-menerus dehingga mengaki"atkan memadatnya serat lensa di "agian
sentral lensa sehingga mem"entuk nucleus lensa.
.agian sentral lensa merupakan serat lensa yang paling dahulu di"entuk
atau serat lensa yang tertua di dalam kapsul lensa. /idalam lensa dapat
di"edakan nucleus em"rional, $etal dan dewasa.
/i"agian luar nucleus ini terdapat serat lensa yang le"ih muda dan dise"ut
se"agai korteks lensa. !orteks yang terletak dise"elah depan nucleus dise"ut
se"agai korteks anterior, sedang di "elakangnya korteks posterior. Nucleus
lensa mempunyai konsistensi le"ih keras di "anding korteks lensa yang le"ih
muda. /i "agian peri$er kapsul lensa terdapat +onula 0inn yang menggantung
lensa di seluruh ekuatornya pada "ahan siliar.
*. !M*RIOLO)I L!"SA
Setelah gelem"ung lensa mengam"ang "e"as pada tepi cekungan optic terjadi
pemanjangan sel-sel pada dinding posterior mengisi rongga yang kosong pada
usia kehamilan minggu ke-1 sera"ut-sera"ut lensa memanjang dari daerah
ekuator dan tum"uh ke depan mencapai epitel su"kapsular dan tum"uh ke
"elakang di "awah kapsul lensa. Sera"ut-sera"ut lensa ini saling "ertemu dan
mem"entuk sam"ungan lensa "er"entuk huru$ 2 di depan dan 2 ter"alik di
"elakang. Proses ini selesai pada minggu ke-&3.
+. ISIOLO)I
*ensa mata merupakan struktur glo"ular yang transparan, terletak di
"elakang iris, di depan "adan kaca. .agian depan ditutupi kapsul anterior dan
"elakang oleh kapsul posterior. /i "agian dalam kapsul terdapak korteks dan
nucleus.
Secara $isiologik lensa mempunyai si$at tertentu, yaitu 4
). !enyal atau lentur karena memegang peranan terpenting dalam akomodasi
untuk menjadi cem"ung
&. %ernih atau transparan karena diperlukan se"agai media penglihatan
5. Terletak di tempatnya
6ungsi lensa adalah 4
). Re$raksi
Se"agai "agian optic "ola mata untuk mem$okuskan sinar ke "intik
kuning, lensa menyum"ang 7 )3,(-/ioptri
&. 6ungsi akomodasi
/engan kontraksi otot-otot siliaris ketegangan +onula 0inn "erkurang
sehingga lensa le"ih cem"ung untuk melihat o"yek dekat.
!eadaan patologik lensa ini dapat "erupa 4
). Tidak kenyal pada orang dewasa yang akan mengaki"atkan pres"iopia
&. !eruh atau apa yang dise"ut katarak
5. Tidak "erada di tempat atau su"luksasi dan dislokasi
*A* II
P!M*AHASA" KATARAK
A. De,inisi
!elainan pada lensa "erupa kekeruhan lensa yang menye"a"kan tajam
penglihatan penderita "erkurang. !ata katarak "erasal dari 2unani
8katarraktes9 :air terjun; karena pada awalnya katarak dipikirkan se"agai
cairan yang mengalir dari otak ke depan lensa.
*. )e-a.a K.inis
!ekeruhan mungkin dapat menurunkan ketajaman penglihatan secara
langsung atau menghasilkan peru"ahan indeks re$raksi lensa menye"a"kan
astigmatisma iregular dan kadang diplopia monokular. Pasien mungkin le"ih
marasa nyaman "ila menggunakan topi atau kaca mata gelap untuk
mengurangi cahaya yang masuk. <ejala tidak termasuk nyeri, sekret, atau
mata merah.
+. K.asi,i/asi
!eadaan patologi lensa dapat dalam "entuk-"entuk "erikut 4
). !atarak perkem"angan=pertum"uhan
a. !atarak congenital
". !atarak ju,enil
&. !atarak /egenerati$ :senil;
5. !atarak !omplikata
>. !atarak Trauma
D. Pemba0asan
(. Katara/ Per/embangan1pertumbu0an
!atarak !ongenital dan ju,enil dise"ut juga katarak
perkem"angan=pertum"uhan karena secara "iologik serat lensa masih
dalam perkem"angannya. !ekeruhan se"agian pada lensa yang sudah
didapatkan pada waktu lahir umumnya tidak meluas dan jarang sekali
mengaki"atkan keruhnya seluruh lensa. *etak kekeruhan tergantung pada
saat mana terjadi gangguan pada kehidupan janin.
!atarak kongenital terse"ut dapat dalam "entuk katarak lamelar
atau +onular, katarak polaris posterior :piramidalis posterior, kutu"
posterior;, polaris anterior :piramidalis anterior, kutu" anterior;, katrak inti
:katarak nuklearis;, dan katrak sutural.
a. !atarak *amelar atau 0onular
/i dalam perkem"angan em"riologik permulaan terdapat
perkem"angan serat lensa maka akan terlihat "agian lensa sentral yang
le"ih jernih. !emudian terdapat serat lensa keruh dalam kapsul lensa.
!ekeruhan "er"atas tegas dengan "agian peri$er tetap "ening. !atarak
lamelar ini mempunyai si$at herediter dan ditransmisi secara dominan,
katarak "iasanya "ilateral.
!atarak +onular terlihat segera sesudah "ayi lahir. !ekeruhan dapat
menutupi seluruh celah pupil, "ila tidak dilakukan dilatasi pupil sering
dapat mengganggu penglihatan.
<angguan penglihatan pada katarak +onular tergantung pada
derajat kekeruhan lensa. .ila kekeruhan sangat te"al sehingga $undus
tidak dapat terlihat pada pemeriksaan o$talmoskopi maka perlu
dilakukan aspirasi dan irigasi lensa.
". !atarak Polaris Posterior
!atarak polaris posterior dise"a"kan menetapnya selu"ung
,askular lensa. !adang-kadang terdapat arteri hialoid yang menetap
sehingga mengaki"atkan kekeruhan pada lensa "agian "elakang.
Pengo"atannya dengan melakukan pem"edahan lensa.
c. !atarak Polaris Anterior
<angguan terjadi pada saat kornea "elum seluruhnya melepaskan
lensa dalam perkem"angan em"rional. ?al ini juga mengaki"atkan
terlam"atnya pem"entukan "ilik mata depan pada perkem"angan
em"rional. Pada kelainan yang terdapat di dalam "ilik mata depan
yang menuju kornea sehingga memperlihatkan "entuk kekeruhan
seperti piramid. !atarak polaris anterior "erjalan tidak progresi$.
Pengo"atan sangat tergantung keadaan kelainan. .ila sangat
mengganggu tajam penglihatan atau tidak terlihatnya $undus pada
pemeriksaan o$talmoskopi maka dilakukan pem"edahan.
d. !atarak Nuklear
!atarak semacam ini jarang ditemukan dan tampak se"agai "unga
karang. !ekeruhan terletak di daerah nukleus lensa. Sering hanya
merupakan kekeruhan "er"entuk titik-titik.
<angguan terjadi pada waktu kehamilan 5 "ulan pertama. .iasanya
"ilateral dan "erjalan tidak progresi$, "iasanya herediter dan "ersi$at
dominan. Tidak mengganggu tajam penglihatan.
Pengo"atan, "ila tidak mengganggu tajam penglihatan maka tidak
memerlukan tindakan.
e. !atarak Sutural
!atarak sutural merupakan kekeruhan lensa pada daerah sutura
$etal, "ersi$at statis, terjadi "ilateral dan $amilial.
!arena letak kekeruhan ini tidak tepat mengenai media penglihatan
maka ia tidak akan mengganggu penglihatan. .iasanya tidak dilakukan
tindakan.
&. Katara/ %uveni.
!atarak ju,enil merupakan katarak yang terjadi pada anak-anak
sesudah lahir yaitu kekeruhan lensa yang terjadi pada saat masih terjadi
perkem"angan serat-serat lensa sehingga "iasanya konsistensinya lem"ek
seperti "u"ur dan dise"ut se"agai so$t cataract. .iasanya katarak ju,enil
merupakan "agian dari suatu gejala penyakit keturunan lain.
Pem"edahan dilakukan "ila kataraknya diperkirakan akan
menim"ulkan am"liopia.
Tindakan untuk memper"aiki tajam penglihatan ialah pem"edahan.
Pem"edahan dilakukan "ila tajam penglihatan seduah mengganggu
pekerjaan sehari-hari. ?asil tindakan pem"edahan sangat "ergantung pada
usia penderita, "entuk katarak apakah mengenai seluruh lensa atau
se"agian lensa apakah disertai kelainan lain pada saat tim"ulnya katarak,
makin lama lensa menutupi media penglihatan menam"ah kemungkinan
am"liopia.
2. Katara/ Seni.
Peru"ahan yang tampak ialah "ertam"ah te"alnya nukleus dengan
"erkem"angnya lapisan korteks lensa. Secara klinis, proses ketuaan lensa
sudah tampak sejak terjadi pengurangan kekuatan akomodasi lensa aki"at
mulai terjadinya sklerosis lensa yang tim"ul pada usia dekade > dalam
"enuk keluhan pres"iopia.
/ikenal 5 "entuk katarak senil, yaitu katarak nuklear, kortikal, dan
kupuli$orm.
a. !atarak Nuklear
nti lensa dewasa selama hidup "ertam"ah "esar dan menjadi
sklerotik. *ama kelamaan inti lensa yang mulanya menjadi putih
kekuningan menjadi cokelat dan kemudian menjadi kehitaman.
!eadaan ini dise"ut katarak "runesen atau nigra.
". !atarak !ortikal
Pada katarak kortikal terjadi penyerapan air sehingga lensa menjadi
cem"ung dan terjadi miopisasi aki"at peru"ahan indeks re$raksi lensa.
Pada keadaan ini penderita seakan-akan mendapatkan kekuatan "aru
untuk melihat dekat pada usia yang "ertam"ah.
c. !atarak !upuli$orm
!atarak kupuli$orm dapat terlihat pada stadium dini katarak
kortikal atau nuklear. !ekeruhan dapat terlihat di lapis korteks
posterior dan dapat mem"erikan gam"aran piring. #akin dekat
letaknya terhadap kapsul makin cepat "ertam"ahnya katarak. !atarak
ini sering sukar di"edakan dengan katarak komplikata.
!atarak Senil dapat di"agai atas > Stadium
a. !atarak nsipien
!ekeruhan yang tidak teratur seperti "ercak-"ercak yang
mem"entuk gerigi dasar di peri$er dan daerah jernih mem"entuk gerigi
dengan dasar di peri$er dan daerah jernih di antaranya. !ekeruhan
"iasanya teletak di korteks anterior atau posterior. !ekeruhan ini pada
umumnya hanya tampak "ila pupil dile"arkan.
Pada stadium ini terdapat keluhan poliopia karena indeks re$raksi
yang tidak sama pada semua "agian lensa. .ila dilakukan uji "ayangan
iris akan positi$.
". !atarak matur
Pada stadium yang le"ih lanjut, terjadi kekeruhan yang le"ih te"al
tetapi tidak atau "elum mengenai seluruh lensa sehingga masih
terdapat "agian-"agian yang jernih pada lensa.
Pada stadium ini terjadi hidrasi korteks yang mengaki"atkan lensa
menjadi "ertam"ah cem"ung. Pencem"ungan lensa ini akan
mem"erikan peru"ahan indeks re$raksi dimana mata akan menjadi
miopik. !ecem"ungan ini akan mengaki"atkan pendorongan iris ke
depan sehingga "ilik mata depan akan le"ih sempit.
Pada stadium intumensen ini akan mudah terjadi penyulit
glaukoma. @ji "ayangan iris pada keadaan ini positi$.
c. !atarak #atur
.ila proses degenerasi "erjalan terus maka akan terjadi
pengeluaran air "ersama-sama hasil disintegrasi melalui kapsul. /i
dalam stadium ini lensa akan "erukuran normal. ris tidak terdorong ke
depan dan "ilik mata depan akan mempunyai kedalaman normal
kem"ali. !adang pada stadium ini terlihat lensa "erwarna sangat putih
aki"at perkapuran menyeluruh karena deposit kalsium. .ila dilakukan
uji "ayangan iris akan terlihat negati$.
d. !atarak ?ipermatur
#arupakan proses degenerasi lanjut lensa sehingga korteks
mengkerut dan "erwarna kuning. Aki"at pengeriputan lensa dan
mencairnya korteks, nukleus lensa tenggelam ke arah "awah :katarak
morgagni;. *ensa yang mengecil akan mengaki"atkan "ilik mata
menjadi dalam. @ji "ayangan iris mem"erikan gam"aran
pseudopositi$.
Aki"at masa lensa yang keluar melalui kapsul lensa dapat
menim"ulkan penyulit "erupa u,eitis $akotoksik atau glaukom
$akolitik.
3. Katara/ K4mp.i/ata
Penyakit intraokular atau penyakit di "agian tu"uh yang lain dapat
menim"ulkan katarak komplikata. Penyakit intraokular yang sering
menye"a"kan kekeruhan pada lensa ialah iridosiklitis, glukoma, a"lasi
retina, miopia tinggi dan lain-lain. .iasanya kelainan terdapat pada satu
mata.
Pada u,eitis, katarak tim"ul pada su"kapsul posterior aki"at
gangguan meta"olisme lensa "agian "elakang. !ekeruhan juga dapat
terjadi pada tempat iris melekat dengan lensa :sinekia posterior; yang
dapat "erkem"ang mengenai seluruh lensa.
<laukoma pada saat serangan akut dapat mengaki"atkan gangguan
keseim"angan cairan lensa su"kapsul anterior. .entuk kekeruhan ini
"erupa titik-titik yang terse"ar sehingga dinamakan katarak pungtata
su"kapsular diseminata anterior atau dapat dise"ut menurut penemunya
katarak 1ogt. !atarak ini "ersi$at re,ersi"el dan dapat hilang "ila tekanan
"ola mata sudah terkontrol.
A"lasio dan miopia tinggi juga dapat menim"ulkan katarak
komplikata. Pada katarak komplikata yang mengenai satu mata dilakukan
tindakan "edah "ila kekeruhannya sudah mengenai seluruh "agian lensa
atau "ila penderita memerlukan penglihatan "inokular atau kosmetik.
%enis tindakan yang dilakukan ekstraksi linear atau ekstraksi lensa
ekstrakapsular. ridektomi total le"ih "aik dilakukan dari pada iridektomi
peri$er.
!atarak yang "erhu"ungan dengan penyakit umum mengenai
kedua mata, walaupun kadang-kadang tidak "ersamaan. !atrak ini
"iasanya "tim"ul pada usia yang le"ih muda. !elainan umum yang dapat
menim"ulkan katarak adalah dia"etes melitus, hipoparatiroid, miotonia
distro$ia, tetani in$antil dan lain-lain.
/ia"etes melitus menim"ulkan katarak yang mem"erikan
gam"aran khas yaitu kekeruhan yang terse"ar halus seperti te"aran kapas
di dalam masa lensa.
Pada hipoparatiroid akan terlihat kekeruhan yang mulai pada
dataran "elakang lensa, sedang pada penyakit umum lain akan terlihat
tanda degenerasi pada lensa yang mengenai seluruh lapis lensa.
Pengo"atan pada katarak komplikatan dilakukan "ila sudah
mengganggu pekerjaan sehari-hari.
5. Katara/ Se/un6er
!atarak sekunder atau sering dise"ut a$ter cataract yaitu katarak
yang tim"ul "e"erapa "ulan setelah ekstraksi katarak ekstakapsular atau
setelah emulsi$ikasi $akoA "erupa pene"alan kapsul posterior proli$erasi
sel-sel radang pada sisa-sisa korteks yang tertinggal. .ila mengganggu
tajam penglihatan pene"alan terse"ut di"uka dengan sayatan sinar laser,
memakai alat Nd. 2A< laser.
7. Katara/ Trauma
!ekeruhan lensa aki"at ruda paksa atau katarak traumadapat terjadi
aki"at ruda paksa tumpul atau tajam. Ruda paksa ini dapat mengki"atkan
katarak pada satu mata atau monokular katarak.
Pengo"atan pada katarak trauma "ila tidak terdapat penyulit dapat
ditunggu sampai mata menjadi tenang. Penyulit yang dapat terjadi dapat
dalam "entuk glaukoma lensa yang mencem"ung atau u,eitis aki"at lensa
keluar melalui kapsul lensa.
!. Penata.a/sanaan
(. Katara/ K4ngenita.
!atarak kongenital merupakan katarak yang terjadi sejak "ayi
dalam kandungan dan segera dapat terlihat sesudah "ayi lahir. !orteks dan
nukleus lensa mata "ayi mempunyai konsistensi yang cair. .ila kekeruhan
lensa sudah demikian "erat sehingga $undus "ayi sudah tidak dapat dilihat
pada $unduskopi maka untuk mencegah am"liopia dilakukan pem"edahan
secepatnya. !atarak kongenital sudah dapat dilakukan pem"edahan pada
usia & "ulan pada satu mata. Paling lam"at yang lainnya sudah dilakukan
pem"edahan "ila "ayi "erusia & tahun.
Sekarang dilakukan pem"edahan lensa pada katarak kongenital
dengan melakukan di sisi lensa. /i sisi lensa ialah menyayat kapsul
anterior lensa dan mengharapkan masa lensa yang cair keluar "ersama
akuos humor atau di$agositosis oleh makro$ag. .iasanya sesudah "e"erapa
waktu terjadi penyerapan sempurna masa lensa sehingga tidak terdapat
lensa lagi, keadaan ini dise"ut a$akia.
Penyulit di sisi lensa
#asa lensa yang telah keluar dari kapsulnya merupakan "enda
asing untuk jaringan mata sehingga menim"ulkan reaksi radang terhadap
masa lensa tu"uh sendiri yang dise"ut u,eitis $akoana$ilaktik. !adang-
kadang massa lensa yang keluat ini mengaki"atkan penyum"atan jalan
keluar akuos humor pada sudut "ilik mata sehingga terjadi pem"endungan
akuos humor di dalam "ola mata yang akan mengaki"atkan naiknya
tekanan "ola mata yang dise"ut glaukoma sekunder.
.ila sisa lensa tidak diserap seluruhnya dan menim"ulkan jaringan
$inrosis akan terjadi katarak sekunder. !atrak sekunder yang kecil
walaupun terletak di depan pupil dapat tidak akan mengganggu tajam
penglihatan. !adang-kadang katarak sekunder ini sangat te"al sehingga
mengganggu perlihatan maka dalam keadaan demikian dapat dilakukan di
sisi lensa.
&. Pembe6a0an Katara/ Seni.
Pengo"atan pada katarak adalah pem"edahan. @ntuk menentukan
waktu kapan katarak dapat di"edah ditentukan oleh keadaan tajam
penglihatan dan "ukan oleh hasil pemeriksaan.
/igunakan nama insipien, imatur, dan hipermatur didasarkan atas
kemungkinan terjadinya penyulit yang dapat terjadi. .ila pada stadium
imatur terjadi glaukoma maka secepatnya dilakukan pengeluaran lensa
walaupun kekruhan lensa "elum total. /emikian pula pada katarak matur
dimana "ila masuk ke dalam stadium lanjut hipermtur maka penyulit
mungkin akan tam"ah "erat dan se"aiknya pada stadium matur sudah
dilakukan tindakan pem"edahan.
-kstraksi lensa se"enarnya suatu tindakan yang sederhana, namun
resikonya "erat. !esalahan pada tindakan pem"edahan atau terjadinya
in$eksi akan mengaki"atkan hilangnya penglihatan tanpa dapat diper"aiki
lagi. Pem"edahan "iasanya dengan anestesi lokal. ?anya orang-orang
yang tidak tenang, neurosis atau takut dilakukan dalam narkosa umum.
Pem"edahan katarak senil dikenal & "entuk yaitu intrakapsular atau
ekstrakapsular. -kstraksi katarak intrakapsular merupakan tindakan umum
pada katarak senil karena "ersamaan dengan proses degenerasi lensa juga
terjadi degenerasi +onula 0inn sehingga dengan memutuskan +onula ini
dengan menarik lensa, maka lensa dapat keluar "ersama-sama dengan
kapsul lensa.
!atarak ekstraksi ekstrakapsular dilakukan dengan mero"ek kapsul
anterior lensa dan mengeluarkan dilakukan pada katarak senil "ila tidak
mungkin dilakukan intrakapsular misal pada keadaan terdapatnya "anyak
sinekia posterior "ekas suatu u,eitis sehingga "ila kapsul ditarik akan
mengki"atkan penarikan kepada iris yang akan menim"ulkan perdarahan.
-kstrakapsular sering dianjurkan pada katarak dengan miopia
tinggi untuk mencegah mengalirnya "adan kaca yang cair keluar, dengan
meninggalkan kapsul posterior untuk menahannya. Pada saat ini
ekstrakapsular le"ih dianjurkan pada katarak senil untuk mencegah
degenerasi makula pasca "edah.
Bara lain mengeluarkan lensa yang keruh adalah yang keruh adalah
dengan terle"ih dahulu menghancurkan masa lensa dengan gelom"ang
suara $rekuensi tinggi :>(.((( #?+;, dan masa lensa yang sudah seperti
"u"ur dihisap melalui sayatan yang le"arnya cukup 5.& mm. @ntuk
memasukkan lensa intraokular yang dapat dilipat :$olda"le C*; lu"ang
sayatan tidak sele"ar sayatan pada ekstraksi katarak ekstrakapsulat.
!euntungan "edah dengan sayatan kecil ini adalah penyem"uhan yang
le"ih cepat dan induksi terjadinya astigmatismat akan le"ih kecil.
Persiapan "edah katarak
/ilakukan pemeriksaan tajam penglihatan, @ji Anel, Tonometri
dari ada atau tidak adanya in$eksi di sekitar mata.
Pemeriksaan keadaan umum penderita se"aiknya sudah terkontrol
gula darah, tekanan darah selain penderita sudah diperiksa paru untuk
mencegah kemungkinan "atuk pada saat pem"edahan atau pasca "edah.
DATAR PUSTAKA
<anong, William 6. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. -disi &(. %akarta 4 -<B.
&((5.
lyas,Sidharta. Ilmu Penyakit Mata. %akarta 4 "alai pener"itan 6!@. &(('
P-R/A#. Ilmu penyakit mata untuk dokter umum dan mahasiswa kedokteran.
%akarta 4 sagung seto. &()(
1aughan, taylor, paul. Oftalmologi umum. -disi )>. %akarta A widya medika. &((&.
www.medicastore.com
www.klinikmataonline.com