Anda di halaman 1dari 8

PERAWATAN

FUEL INJECTION PUMP DIESEL ENGINE


PT. INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA. Tbk.


Oleh:
NOVI DYAH CAHYANI
112100-15


Untuk Mata Kuliah:
Pemeliharaan Pabrik






FAKULTAS TEKNIK
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDOCEMENT
Oktober 2014
ANALISA
Diesel merupakan motor bakar torak yang berbeda dengan motor bensin, proses
pembakarannya terjadi bukan dengan loncatan api listrik melainkan dengan udara panas.
Pada langkah hisap hanya udara segar saja yang masuk ke dalam silinder. Pada waktu torak
hampir mencapai titik mati atas (TMA) bahan bakar disemprotkan oleh injection pump
kedalam silinder melalui pengabut. Pada saat udara didalam silinder sudah mencapai
temperatur tinggi yang melampaui titik bakar ( 500-600
0
C), maka akan terjadi proses
pembakaran.

Mesin diesel merupakan suatu mesin internal combustion engine dengan kerja 4
langkah, yaitu mesin yang melengkapi satu siklus dalam 2 putaran poros engkol atau 4
langkah torak gerakan bolak-balik dari titik mati atas ke titik mati bawah dan sebaliknya.
Prisip kerja mesin 4 langkah :
1. Langkah 1 (Pengisian)
Torak (piston) bergerak kebawah, katup masuk terbuka sedangkan katup buang tertutup.
Disini udara bersih masuk ke dalam cylinder (ruang bakar) melalui katup masuk.
2. Langkah 2 (Kompresi)
Sementara katup masuk dan buang masih tertutup, torak bergerak dari bawah ke atas
sambil mengkompresi udara. Pada saat langkah kompresi mencapai tekanan 38 kg/cm.
Beberapa saat sebelum torak menempati titik atas, bahan bakar disemprotkan oleh
injection pump melalui injector kedalam ruang bakar dan terjadi pembakaran.
3. Langkah 3 (Usaha)
Katup masuk dan buang sama sama tertutup, karena proses pembakaran memerlukan
waktu maka temperatur dan tekanannya terjadi beberapa saat setelah piston bergerak ke
bawah karena di dorong gas pembakaran dan selanjutnya memutar poros engkol.
4. Langkah 4
Beberapa saat sebelum torak mencapai titik bawah, katup buang mulai terbuka,
sehingga gas pembakaran keluar dari dalam cylinder dan selanjutnya gas pembakaran
dipaksa keluar oleh piston yang bergerak dari titik bawah ke titik atas.








Mesin diesel dengan langkah kerja seperti diatas digunakan oleh PT. Indocement
Tunggal Prakarsa. Berikut ini merupakan spesifikasi dari motor diesel dan generator yang
digunakan :
Spesifikasi Motor Diesel
Merk : SEMT Pielstick Diesel Engine
Type : 18 PC 4.2 V 570
Daya : 27000 HP
Tahun : 1981
Siklus operasi : 4 Langkah
Diameter silinder : 570 mm
Jumlah silinder : 18 buah dengan konfigurasi V bersudut 45
o

Arah putaran : searah jarum jam
Putaran kerja : 428 rpm
Putaran idle : 200 rpm

Spesifikasi Generator
Merk : ALSTHOM STLANTIQUE
Type : KP 335-23
Tegangan : 13000 volt
Ampere : 1005
Daya : 23750 KVA
Frekuensi : 50 Hz
Power Factor : 0,8

RCM dikatakan sebagai proses maintenance yang paling efektif. Hal ini dikarenakan
RCM mengandung komponen-komponen pemeliharaan terbaik yang dilakukan agar proses
produksi dapat terus berjalan dan tujuan dari pemeliharaan itu sendiri tercapai secara optimal.
Salah satu komponen dari RCM adalah PM atau Preventive Maintenance.
Preventive maintenance disebut juga time based maintenance, adalah pekerjaan
perawatan yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kerusakan, atau cara perawatan yang
direncanakan untuk pencegahan (preventif). Tujuan preventive maintenance adalah untuk
dapat mencapai suatu tingkat pemeliharaan terhadap semua peralatan produksi agar diperoleh
suatu kualitas produk yang optimum.
Dalam ruang lingkup Preventive Maintenance terdapat Pemeliharaan Rutin.
Pemeliharaan rutin (condition monitoring) adalah usaha pemeliharaan terhadap unit-unit
instalasi yang dilakukan secara rutin dan periodik dengan interval waktu pelaksanaan yang
tetap dan singkat. Jenis pekerjaan yang termasuk dalam pemeliharaan rutin pada dasarnya
adalah usaha pemeliharaan yang dilakukan tanpa melalui proses pembongkaran.
Perawatan injection pump diatur agar operasional injection pump dapat berjalan
dengan baik dan terhindar dari kerusakan sehingga operasional diesel engine tidak
tergganggu. Perawatan ini meliputi :
a. Pengaturan Jadwal Perawatan
Tiap minggu inspeksi terhadap injection pump yang ada di mesin diesel
Tiap 12000 R/H service injection pump
Tiap 24000 R/H Over Haul
b. Pemeliharaan, yang meliputi :
Inspeksi kebocoran bahan bakar di injection pump seminggu sekali
Perawatan pada batang rackdengan melumasi seluruh batang rack yang ada ada
injection pump, yaitu dengan menggerakkn counter rack agar minyak pelumasi
masuk ke dalam rack.
Untuk melakukan perawatan pada fuel injection pump diperlukan peralatan kerja
serta perlengkapan untuk melindungi diri dari adanya kecelakaan yang mungkin terjadi saat
proses perawatan tersebut. Berikut beberapa peralatan kerja yang biasa dipakai untuk
perawatan fuel injection pump dan APD atau alat pelindung diri :
Peralatan Kerja
1. Alat special tool untuk meletakkan injection pump
2. Alat special tool untuk mengangkat injection pump
3. Kunci shock 27 mm dan 24 mm
4. Alat tracker (baut 6 mm)
5. Kunci L 14 mm, L 12 mm, L 10 mm, dan L 6 mm
6. Kunci pas kombinasi 24 mm, 19 mm, dan 17 mm
7. Kunci ring 30 mm
8. Kunci Rachet dan Moment
9. Kunci pas 42 mm
10. Alat ukur (measuring tool)
11. Alat special tool untuk mengangkat tappet roller
12. Palu besi dan palu karet
APD (Alat Pelindung Diri)
1. Safety Shoes, untuk menghindari potensi bahaya terpleset akibat minyak dan
kejatuhan material atau alat kerja
2. Sarung tangan
3. Ear Plug, untuk mereduksi kebisingan yang terjadi akibat kerja mesin
4. Penerangan yang cukup
5. Blower ventilation, blower ini harus dihidupkan pada saat perawatan dilakukan agar
ada sirkulasi udara sehingga bau dari minyak yang digunakan dapat dikurangi
Berikut merupakan bagian-bagian dari fuel injection pump yang mendapat perhatian
penting dan perlu mendapat perawatan :
Bagian yang
diperiksa
Pemeriksaan
Tolak Ukur
Pemeriksaan
Perbaikan
yangdiperlukan
Tappet Roller
1
Pin Roller dan
Housing Pin
Kerusakan Di ganti
2 Shim Kerataan dan tebal
Di bubut atau di
ganti
3 Spring Collar
Keretakan atau
kerusakan
Di ganti
4 Tappet Seal Kerataan Di ganti
Rack
1 Rachet Gear Keausan Di ganti
2 Packing Collar Kerataan dan tebal Di bubut
3 Spring
Keretakan atau
kerusakan
Di ganti
4 Rack Indicator Keausan pada gigi Di ganti
Plunger Barel 1
Plunger dan
Barel
Keausan atau cacat pada
permukaan
Di ganti
Delivery
Valve
1 Needle Keausan Di ganti
2 Spring Keretakan Di ganti
3 Delivery Valve Tidak rata Di Lapping
Head Pump
1 Head Pump
Permukaan tidak rata
yang menandakan ada
kebocoran atau goresan
Di Lapping
2 Screw Pipe H/P Bekas kebocoran Di Lapping
Dumper
1 Tappet Seal Tidak rata Di Lapping
2 Piston Adanya keausan Di ganti
3 Ring Piston Macet dan goresan Di ganti
4 Liner Adanya bekas goresan Di Lapping
H/P Pipe
1 H/P Pipe Adanya goresan Di Lapping
2 Conduct Adanya goresan Di Lapping
Antisplas 1 Antisplas Korosi atau aus Di ganti

Selain hal-hal diatas yang perlu, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan dalam
pemeliharan fuel injection pump. Lingkungan sekitar motor diesel juga perlu dirawat dan
diperhatikan agar nantinya tidak menjadi penyebab terjadinya kerusakan pada fuel injection
pump. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan contohnya adalah sebagai berikut :
Membersihkan lingkungan sekitar motor diesel
Membersihkan sisa-sisa minyak
Mengontrol dan mengecek bahan bakar yang digunakan untuk motor diesel. Kualitas
dari bahan bakar harus selalu sesuai dengan tipe motor diesel dengan nilai toleransi
yang telah ditetapkan oleh perusahaan
Menyediakan peralatan serta kelengkapan sederhana yang mungkin dibutuhkan
untuk perawatan fuel injection pump disekitar motor diesel, agar dapat
meminimalisir waktu yang diperlukan untuk mengambil peralatan lain saat adanya
gangguan pada mesin
Selain hal tersebut, prosedur perawatan fuel injection pump juga perlu diperhatikan dan
tidak melakukannya tanpa adanya prosedur. Contohnya adalah seperti berikut :
Memenuhi SOP (Standart Operasional ProcedureI) yang ada, sehingga kecelakaan
selama pekerjaan dapat diminimalisir
Mengikuti jadwal perawatan yang ada sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh
perusahaan
Memberikan data inventory untuk mengatur dan menjaga ketersediaan peralatan
yang diperlukan selama perawatan
Menyediakan Print-Out jadwal perawatan mesin (Preventive Maintenance) untuk
disimpan di kantor Mechanical Department, sehingga para pekerja dapat membaca
dan mengetahui jadwal PM tersebut.
Menyediakan Form Check Point dan Form Laporan Pekerjaan untuk ditulis oleh
pekerja setelah selesai melakukan perawatan atau pemeriksaan mesin (condition
monitoring), Form tersebut berfungsi sebagai data untuk memonitor hasil
pemeriksaan dan perawatan mesin sekaligus untuk data statistic Preventive
Maintenace Drag Chain Conveyor.