Anda di halaman 1dari 20

MCQ Integrasi Blok 20 2009

Skenario Biostatistik soal nomor 1-10


Sex Umur Berat Tinggi Kolestrol Trigliserid HDL LDL GDS Genetik PJK PJK
1 80 49 166 230 97 57 154 120 0 0
1 48 62 163 184 60 27 145 84 1 1
2 70 69 151 182 74 40 127 106 0 1
2 45 45 162 158 121 24 110 113 0 0
2 50 42 149 243 108 36 185 404 0 0
2 40 49 159 195 67 46 136 142 1 1
2 30 62 168 178 91 30 130 112 0 0
1 53 64 154 290 147 23 238 105 1 1
1 43 64 149 226 175 46 145 138 0 0
1 51 38 159 227 50 42 175 146 0 0
2 41 61 174 100 70 25 61 226 0 0
1 65 51 145 119 59 16 91 244 0 0
1 63 63 146 195 67 30 152 117 0 1
2 56 78 150 212 112 29 161 105 0 0
1 40 88 175 183 171 33 116 108 0 0
1 55 86 146 163 92 37 108 119 1 1
2 45 55 184 194 132 26 142 102 0 0
2 50 39 157 145 95 26 100 97 1 1
2 60 70 184 209 63 35 161 208 0 1
2 43 30 168 100 50 15 75 146 0 0
2 60 47 175 203 87 17 169 102 0 0
1 46 62 182 186 123 33 128 101 0 0
1 42 65 149 163 110 42 99 106 1 1
1 47 58 169 272 198 56 176 121 0 0
1 40 68 155 169 50 26 133 123 0 0
2 24 49 171 191 50 68 113 105 1 1
2 59 41 166 184 50 55 119 143 0 1
2 59 53 167 158 84 28 113 111 0 0
2 45 36 159 204 60 34 158 110 0 0

1. Nilai rata umur adalah
a. 50
b. 48
c. 54
d. 60

2. Nilai median umur adalah
a. 48
b. 49
c. 50
d. 51

3. Nilai modus umur adalah
a. 40
b. 50
c. 60
d. 70

4. Standar deviasi umur adalah
a. 11,726
b. 12,726
c. 13,726
d. 15,726

5. Angka kejadian DM adalah
a. 13,8%
b. 13,9%
c. 14%
d. 15%

6. Nilai chi square pada uji DM dan PJK adalah
a. 0,507
b. 0,607
c. 0,707
d. 0,807

7. Hasil chi square genetik PJK dan PJK adalah
a. 0,000
b. 0,100
c. 0,200
d. 0,300

8. Hasil uji T trigliserid untuk PJK dan non PJK adalah
a. 1,474
b. 1,574
c. 1,674
d. 1,774

9. Hasil uji T cholestrol untuk PJK dan non PJK adalah
a. -2,50
b. -3,50
c. -4,50
d. -5,50

10. Hasil uji T LDL untuk PJK dan non PJK adalah
a. -0,115
b. -0,135
c. -0,145
d. -0,155
Skenario vital statistik soal nomor 11-36
Pada tahun 1984, total populasi dari suatu komunitas 1220 (590 pria dan 630 wanita) terbagi
dalam umur dan jenis kelamin sebagai berikut:
Struktur populasi suatu komunitas pada 1984 (1 Januari)
Jenis Kelamin
Umur (th) Pria Wanita Total
0-1 20 21 41
1-4 51 60 111
5-9 87 93 180
10-14 73 71 144
15-19 74 62 136
20-24 38 51 89
25-29 43 52 95
30-34 43 32 75
35-39 29 41 70
40-44 39 33 72
45-49 23 23 46
50-54 16 21 37
55-59 20 22 42
60-64 12 18 30
65-69 12 10 22
70-74 4 12 16
75-79 2 5 7
80-84 3 2 5
85-89 0 1 1
90-94 1 0 1
Total 590 630 1220
Pada 1984 terdapat :
8 orang imigrasi, yaitu
5 pria umur 1,3,10,25 dan 35 tahun
3 wanita, umur 8, 10, dan 15 tahun
5 orang imigrasi yaitu
3 pria, umur 4,9, dan 15
2 wanitam umur 2 dan 10 tahun

20 kelahiran baru (12 laki-laki dan 8 perempuan)
Jumlah kelahiran baru, laki-laki yang mati karena pneumonia
3 diantaranya berumur < 1 minggu
3 diantaranya < 1 bulan
2 diantaranya berumur 1 bulan-1 tahun
3 dari kelahiran baru mempunyai berat < 2500 gram saat lahir
2 mati saat lahir atau dalam kandungan
2 ibu mati karena toksemia kehamilan
3 mati dengan tuberkulosis yaitu :
2 pria, usia 20 dan 25 tahun
1 wanita, umur 26 tahun
2 mati karena gagal jantung yaitu :
1 pria, umur 45 tahun
1 wanita umur 60 tahun
2 mati karena rabies yaitu pria berumur 12 dan 17 tahun
2 mati karena diare yaitu wanita umur 2 dan 3 tahun
1 mati karena sebab lain yaitu pria umur 52 tahun
Morbiditas :
Tuberkulosis : sebelum 1984 20 orang
Pada 1984 10 orang
Diare : 120 orang
360 kali
Chicken pox :
Terdapat 46 anak sekolah dasar. Satu dari siswa masuk kelas pada hari
pertama suatu bulan, dua hari kemudian seorang siswa tersebut terkena rash chicken pox.
Kemudian pada bulan yang sama siswa sekolah yang lain terkena chicken pox sebagai
berikut :
2 siswa pada pagi hari tanggal 15
5 siswa pada pagi hari tanggal 16
3 siswa pada pagi hari tanggal 17
dan 1 siswa pada pagi hari tanggal 26
Dalam kelas, 23 siswa mempunyai riwayat terkena chicken pox. Durasi penyakit
diasumsikan 20 hari
11. Populasi tengah tahun 1984 adalah
a. 1223 orang
b. 1200 orang
c. 1180 orang
d. 1000 orang

12. Populasi pria tengah tahun 1984 adalah
a. 591,5 orang
b. 600 orang
c. 550 orang
d. 601 orang

13. Populasi wanita tengah tahun 1984 adalah
a. 631,5 orang
b. 591,5 orang
c. 500 orang
d. 600 orang

14. Angka kelahiran kasar adalah
a. 16.35 / 1000 populasi/tahun
b. 16.00 / 1000 populasi/tahun
c. 19.00 / 1000 populasi/tahun
d. 20.00 / 1000 populasi/tahun

15. Angka fertilitas umum adalah
a. 74.07 / 1000 wanita umur 15-44 tahun
b. 80.00 / 1000 wanita umur 15-44 tahun
c. 87.00 / 1000 wanita umur 15-44 tahun
d. 84.07 / 1000 wanita umur 15-44 tahun

16. Rasio berat lahir rendah
a. 15%
b. 21%
c. 24%
d. 15%

17. Rasio jenis kelamin pada kelahiran
a. 3 : 2
b. 3 : 1
c. 1 : 1
d. 2 : 3

18. Indeks vital adalah
a. 117 : 100
b. 121 : 100
c. 50 : 50
d. 25 : 50

19. Angka kematian kasar adalah
a. 13.9 / 1000 populasi/tahun
b. 23.9 / 1000 populasi/tahun
c. 15.9 / 1000 populasi/tahun
d. 17.9 / 1000 populasi/tahun

20. Angka pertumbuhan alami adalah
a. 0.245% / tahun
b. 0.450% / tahun
c. 0.150% / tahun
d. 0.345% / tahun

21. Angka mortalitas bayi adalah
a. 25 / 1000lahir hidup/tahun
b. 15 / 1000lahir hidup/tahun
c. 35 / 1000lahir hidup/tahun
d. 45 / 1000lahir hidup/tahun

22. Angka mortalitas neonatal dini
a. 15 / 1000 lahir hidup/tahun
b. 5 / 1000 lahir hidup/tahun
c. 25 / 1000 lahir hidup/tahun
d. 35 / 1000 lahir hidup/tahun

23. Angka mortalitas neonatal adalah
a. 15 / 1000 lahir hidup/tahun
b. 25 / 1000 lahir hidup/tahun
c. 35 / 1000 lahir hidup/tahun
d. 5 / 1000 lahir hidup/tahun

24. Angka mortalitas pos neonatal adalah
a. 40 / 1000 kelahiran hidup/tahun
b. 20 / 1000 kelahiran hidup/tahun
c. 30 / 1000 kelahiran hidup/tahun
d. 10 / 1000 kelahiran hidup/tahun

25. Angka kematian janin adalah
a. 10 / 1000 lahir hidup/tahun
b. 15 / 1000 lahir hidup/tahun
c. 20 / 1000 lahir hidup/tahun
d. 25 / 1000 lahir hidup/tahun

26. Angka mortalitas perinatal adalah
a. 25 / 1000 lahir hidup/tahun
b. 15 / 1000 lahir hidup/tahun
c. 10 / 1000 lahir hidup/tahun
d. 20 / 1000 lahir hidup/tahun

27. Angka kematian ibu adalah
a. 10 / 1000 lahir hidup/tahun
b. 20 / 1000 lahir hidup/tahun
c. 15 / 1000 lahir hidup/tahun
d. 35 / 1000 lahir hidup/tahun

28. Angka kematian khusus utuk TB adalah
a. 2.45 / 1000/tahun
b. 1.45 / 1000/tahun
c. 3.45 / 1000/tahun
d. 4.45 / 1000/tahun

29. Angka kematian spesifik pada pria adalah
a. 18.60 / 1000 populasi pria/tahun
b. 18.60 / 1000 populasi pria/tahun
c. 18.60 / 1000 populasi pria/tahun
d. 18.60 / 1000 populasi pria/tahun

30. Angka kematian spesifik pada wanita adalah
a. 9,50 / 1000 populasi wanita/tahun
b. 9,00 / 1000 populasi wanita/tahun
c. 8,50 / 1000 populasi wanita/tahun
d. 7,50 / 1000 populasi wanita/tahun

31. Angka mortalitas proporsional untuk 50 tahun ke atas adalah
a. 11,76 %
b. 10 %
c. 15 %
d. 21 %

32. Angka kematian kasus untuk rabies adalah
a. 100 %
b. 99 %
c. 50 %
d. 60 %

33. Angka insiden untuk TB (1984) adalah
a. 8.18 / 1000 populasi/tahun
b. 8.00 / 1000 populasi/tahun
c. 6.00 / 1000 populasi/tahun
d. 5.00 / 1000 populasi/tahun

34. Angka prevalensi untuk TB (1984) adalah
a. 24.53 / 1000 populasi/tahun
b. 24.00 / 1000 populasi/tahun
c. 25.00 / 1000 populasi/tahun
d. 26.00 / 1000 populasi/tahun

35. Angka insiden untuk diare adalah
a. 98.12 orang / 1000 populasi/tahun
b. 88.12 orang / 1000 populasi/tahun
c. 78.12 orang / 1000 populasi/tahun
d. 68.12 orang / 1000 populasi/tahun

36. Angka serangan sekunder dari chicken pox
a. 45.5 %
b. 40.0 %
c. 20.0 %
d. 30.0 %

37. Dalam PMK 492 tentang air minum, syarat untuk kandungan E. coli adalah
a. 0/100 cc
b. 0/1000 cc
c. 10/100 cc
d. 100/Liter

38. Dalam PMK 492 tentang air minum, syarat untuk kandungan total coliform adalah
a. 0/100 cc
b. 0/1000 cc
c. 10/100 cc
d. 100/Liter

39. Dalam PMK 492 tentang air minum, baku mutu untuk arsen adalah
a. 0,1 mg/L
b. 0,1 mg/100 cc
c. 0,01 mg/L
d. 0,001 mg/L

40. Dalam PMK 492 tentang air minum, baku mutu untuk flouride adalah
a. 15 mg/L
b. 1,5 mg/L
c. 1,5 mg/100 cc
d. 150 mg/L

41. Dalam PMK 492 tentang air minum, baku mutu untuk kadmium adalah
a. 0,003 mg/L
b. 0,03 mg/L
c. 0,003 mg/100cc
d. 3 mg/L

42. Dalam PMK 492 tentang air minum, baku mutu untuk nitrit adalah
a. 30 mg/L
b. 3 mg/L
c. 3 mg/100 cc
d. 300 mg/L

43. Dalam PMK 492 tentang air minum, baku mutu untuk nitrat adalah
a. 5 mg/L
b. 50 mg/100 cc
c. 50 mg/L
d. 500 mg/L

45. Berikut ini adalah syarat untuk kualitas air domestik, kecuali
a. Fisik
b. Radiologik
c. Ekonomik
d. Religius

46. Dalam PP 41 tahun 99, baku mutu untuk Pb di udara dalam pengukuran 24 jam adalah
a. 0,2 mikrogram/m
3

b. 2 mikrogram/m
3

c. 20 mikrogram/m
3

d. 200 mikrogram/m
3


47. Dalam NAAQS USA 2008, baku mutu untuk Pb diudara dalam pengukuran Quaterly
Average adalah
a. 15 mikrogram/m
3

b. 1,5 mikrogram/m
3

c. 150 mg/m
3

d. 1500 mikrogram/m
3


48. Dalam PP 41/99 baku mutu untuk SO2 dalam rata-rata tahunan adalah
a. 60 mikrogram/m
3

b. 165 mikrogram/m
3

c. 360 mikrogram/m
3

d. 60 mg/m
3


49. Dalam PP 41/99 baku mutu untuk CO dalam pengukuran 24 jam adalah
a. 1000 mikrogram/m
3

b. 100 mikrogram/m
3

c. 10 mikrogram/m
3

d. 10.000 mikrogram/m
3


50. Dalam PP 41/99 metode pengukuran untuk CO adalah
a. Saltzman
b. Gravimetrik
c. NDIR
d. Pararosaniline

51. Dalam PP 41/99 teknik pengukuran untuk particulate matter 2,5 mikron atau lebih kecil,
adalah
a. NDIR
b. Pararosaniline
c. Chemoluminiscent
d. Gravimetrik

52. Dalam PP 41/99 metode analisis untuk NO2 adalah metode
a. NDIR
b. Chemoluminiscent
c. Gravimetrik
d. Saltzman

53. Dalam PP 41/99 alat untuk sampling particulate adalah
a. Low volume sampler
b. Spectrometer
c. AAS
d. Hi volume sampler

54. Dalam pergub sumsel no 17 tahun 2005, baku mutu kebisingan untuk rumah sakit adalah
a. 50 dBA
b. 75 dBA
c. 80 dBA
d. 55 dBA

55. Dalam pergub sumsel no 17 tahun 2005, baku mutu kebisingan untuk sekolah dan
sejenisnya adalah
a. 50 dBA
b. 75 dBA
c. 80 dBA
d. 55 dBA
Untuk soal nomor 56-60 :
Salah satu desa di kecamatan Maimana adalah desa Madudu, terletak dipegunungan
yang ditengahnya dialiri sungai kecil, yang merupakan sumber utama air di desa ini. Hampir
semua penduduk desa Madudu ini merupakan petani yang berpendidikan rendah namun
sangat kental dengan traditional culture nya.
Saat ini desa Madudu dilaporkan oleh kepala desanya kepada camat Maimana bahwa
banyak sekali penduduknya terjangkit penyakit Demam Dengue, sehingga camat Maimana
merasa penting untuk membicarakan hal ini kepada Pimpinan Puskesmas.
Pertanyaan :
56. Langkah pertama apa yang akan dilakukan oleh pimpinan puskesmas tersebut berkenaan
dengan laporan camat Maimana ?
a. Langsung melakukan regulasi
b. Langsung melakukan implementasi
c. Langsung melakukan advokasi
d. Langsung melakukan social need
e. Langsung melakukan social assesment

57. Apa yang dilakukan oleh pimpinan puskesmas
a. Melakukan diagnosa sosial dari masyarakat sekitar perkebunan karet tersebut
b. Melakukan diagnosis epidemiologi dari masyarakat sekitar perkebunan karet
tersebut
c. Meminta petani karet untuk memusnahkan semua tanaman karet tersebut
d. Melakukan penghitungan berapa masyarakat yang sakit di daerah kebun karet
tersebut
e. Melakukan penghitungan areal perkebunan karet tersebut

58. Prioritas apa yang dilakukan oleh pimpinan puskesmas untuk masyarakat desa Madudu
yang telah terjangkit Demam Dengue ?
a. Memberikan pengobatan
b. Memberikan pendidikan pada masyarakat tentang pentingnya berperilaku sehat
c. Melakukan pengasapan di daerah-daerah yang terkena demam dengue
d. Menyadarkan masyarakat tentang bahayanya demam dengue
e. Melakukan pembagian bubuk ABATE

59. Apa yang diharapkan (prioritas) oleh pimpinan puskesmas terhadap camat Maimana,
berkenaan dengan strategi yang dilakukan untuk menurunkan morbiditas Demam Dengue
di desa Madudu ?
a. Menyiapkan bantuan keuangan
b. Memberikan dukungan aturan kebijakan yang sesuai/sejalan dengan strategi
komunikasi/promosi yang dibuat oleh puskesmas
c. Melakukan kerjasama dengan puskesmas dalam membasmi nyamuk Aedes
Aegypti
d. Memberikan dukungan moral kepada pimpinan puskesmas untuk menurunkan
morbiditas demam dengue
e. Melakukan penyebaran informasi pentingnya hidup sehat pada masyarakat

60. Termasuk faktor determinan prilaku bagian mana traditional culture dari penduduk
Desa Madudu tersebut ?
a. Faktor reinforcing
b. Faktor enabling
c. Faktor evaluasi kesehatan
d. Faktor analisis kesehatan
e. Faktor predisposisi
Untuk soal nomor 61-66 :
Ida penduduk desa Madudu yang sedang endemi Demam Dengue ini membawa 2 dari tiga
anaknya ke puskesmas yang ternyata disana Ida bertemu dengan tetangganya dengan
membawa anaknya dengan gejala yang sama. Dan Ida mengetahui anaknya menderita
Demam Dengue setelah diberi tahu dr. Eko
Pertanyaan :
61. Termasuk golongan apakah virus Dengue yang menyebabkan penyakit Demam Dengue
ini ?
a. Kelompok arthrimapoda borne viruses
b. Kelompok arthropoda borne viruses
c. Kelompok arytropoda borneo viruses
d. Kelompok arthimapoda borneo viruses
e. Kelompok arytropoda borne viruses

62. Nyamuk Aedes aegepty yang betina akan menggigit dan menghisap darah umumnya pada
waktu ?
a. Pagi hari
b. Pagi sampai sore / petang hari
c. Siang hari
d. Sepanjang hari
e. Pagi dan sore / petang hari

63. Apakah cara yang paling efektif untuk mencegah terjadi berkembangnya nyamuk Aedes
aegepty ini ?
a. Melakukan 3 M plus
b. Melakukan 3 M plus, abate, fogging focus
c. Melakukan fogging focus pada semua daerah sumber nyamuk
d. Melakukan manajemen nyamuk secara konprehensif dan terintegrasi
e. Melakukan pemeriksaan jentik nyamuk oleh jumantik

64. Yang dimaksud dengan source reduction pada siklus nyamuk Aedes aegypti adalah
a. Melakukan pemeriksaan berkala terhadap jentik nyamuk
b. Melakukan pendidikan pada masyarakat untuk membunuh jentik nyamuk Aedes
aegypti
c. Melakukan eliminasi dan reduksi habitat jentik nyamuk sehingga populasi
nyamuk menurun atau berkurang
d. Melakukan pendidikan pada lintas sektor untuk membantu promosi kesehatan
e. Melakukan advokasi pada pemerintah untuk membuat kebijakan terhadap strategi
promosi kesehatan
65. Yang dimaksud dengan chemical control meliputi
a. Penggunaan insektisida secara langsung ke nyamuk dewasa
b. Penggunaan insektisida sebagai predator jentik nyamuk dan nyamuk dewasa
c. Melakukan pendidikan pemakaian bahan kimia untuk membasmi nyamuk dewasa
d. Penggunaan insektisida pada telur sampai nyamuk dewasa
e. Pendidikan pemakaian alat foging untuk membasmi nyamuk dewasa

66. Apa yang dimaksud dengan biological control
a. Menggunakan zat lain yang dapat mengontrol pertumbuhan jentik nyamuk
tersebut
b. Menggunakan organisme lain yang dapat mengontrol pertumbuhan jentik nyamuk
tersebut
c. Menggunakan jaring jentik yang dapat mengontrol pertumbuhan jentik nyamuk
tersebut
d. Menggunakan abate lain yang dapat mengontrol pertumbuhan jentik nyamuk
tersebut
e. Menggunakan udara/suhu panas yang dapat mengontrol pertumbuhan jentik
nyamuk tersebut.
Untuk Soal nomor 67-70 :
Sebagai seorang ibu yang tinggal di desa Madudu yang memiliki 3 orang anak dan
dua, diantaranya sakit demam dengue merasa cemas karena walau anak bungsunya rutin
dibawa ke posyandu ternyata masih tetap sakit demam Dengue. Ida sedih karena anak
sulungnya Rio terpaksa tidak masuk sekolah di PAUD Melati karena demam dengue ini juga.
Ida pergi ke puskesmas dan meminta pertolongan dr.Eko untuk menyembuhkan anak-
anaknya tersebut
67. Anak bungsunya Ida sudah dibawa ke posyandu, apa yang dimaksud dengan posyandu
a. Sarana kesehatan khusus dari masyarakat, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat
b. Sarana kesehatan dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat
c. Sarana promosi kesehatan dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh masyarakat
d. Sarana kesehatan pemerintah dari masyarakat, untuk masyarakat dan oleh
masyarakat
e. Sarana kesehatan yang merupakan bagian dari puskesmas dari masyarakat, untuk
masyarakat dan oleh masyarakat

68. Kecuali pengobatan terhadap anak-anaknya, prioritas apa yang harus di berikan oleh
dr.Eko kepada Ida secara spesifik untuk mengatasi penyebaran demam dengue
dilingkungan keluarganya
a. Melakukan 3M plus di lingkungannya
b. Memberi dan meningkatkan gizi anak-anaknya yang terjangkit demam dengue
c. Melakukan pengobatan tradisional pada anaknya yang demam Dengue tersebut
d. Mengobati dengan obat yang sama bila ada keluarga yang sakit dengan gejala
serupa
e. Melakukan penyebaran informasi tentang demam dengue pada masyarakat sekitar

69. Kebijakan puskesmas untuk memberantas nyamuk Aedes aegypty dewasa adalah dengan
melakukan
a. Melakukan 3M plus yang diduga sebagai sumber penyebaran demam dengue
b. Fogging terhadap semua daerah di desa Madudu
c. Fogging terhadap fokus-fokus yang diduga sebagai sumber penyebaran demam
dengue (Fogging focus)
d. Penyuluhan daerah yang diduga sebagai sumber penyebaran demam dengue
e. Sebarkan abate terhadap fokus-fokus yang diduga sebagai sumber penyebaran
demam dengue

70. Minimal yang harus dilakukan Ida dalam promosikan kesehatan saat ini tentang 3M plus
adalah
a. Menutup, menguras, menimbun plus menabur abate serta memelihara ikan
tempalo sebagai predator
b. Menutup, menguras, menimbun plus menabur abate serta memelihara ikan
tempalo sebagai predator, pakai kelambu, pakai obat nyamuk
c. Menutup, menguras, menimbun plus menabur abate serta memelihara ikan
tempalo sebagai predator, pakai kelambu, menghindari daerah-daerah lembab di
dalam rumah
d. Menutup, menguras, menimbun plus menabur abate serta memelihara ikan
tempalo sebagai predator, pakai kelambu, memeriksa jentik
e. Menutup, menguras, menimbun plus menabur abate serta memelihara ikan
tempalo sebagai predator, pakai kelambu
Untuk soal nomor 71-72
Dokter Eko telah membuat laporan kepada kepala dinas kesehatan tentang kurangnya
social support dan accesibility of information adalah salah satu penyebab dari tersebarnya
penyakit demam dengue di desa Madudu ini. Dokter Eko juga menyadari sejak awal untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa Madudu ini diperlukan analisa sistem yang
komprehensif dan holistik. Demam dengue di desa Madudu ini tidak akan pernah
terselesaikan bila tidak menggunakan strategi komunikasi/promosi kesehatan
71. Apa yang dimaksud dengan social support
a. Semua kegiatan yang dimaksudkan untuk mencari dukungan keuangan dari tokoh-
tokoh masyarakat baik formal atau informal
b. Semua kegiatan yang dimaksudkan untuk mencari dukungan dari pemerintah
setempat
c. Semua kegiatan yang dimaksudkan untuk mencari dukungan sosial dari tokoh-
tokoh masyarakat baik formal atau pun informal
d. Semua kegiatan pelatihan sosial dari tokoh-tokoh masyarakat baik formal ataupun
informal
e. Semua kegiatan yang dimaksudkan untuk mendidik tokoh-tokoh masyarakat baik
formal ataupun informal

72. Dr Eko adalah pimpinan puskesmas, apa yang dimaksud dengan puskesmas
a. Unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab melaksanakan pembangunan kesehatan suatu wilayah
b. Unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab melaksanakan pembangunan kesehatan
c. Unit pelaksana fungsional dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab melaksanakan pembangunan kesehatan satu wilayah
d. Unit pelaksana struktural dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung
jawab melaksanakan pembangunan kesehatan satu wilayah
e. Unit pelaksana dinas kesehatan kabupaten atau kota yang bertanggung jawab
melaksanakan pembangunan kesehatan satu wilayah

73. Apa tujuan utama dari strategi promosi kesehatan
a. Mewujudkan kemampuan individu dalam memelihari dan meningkatkan
kesehatan mereka secara individu
b. Mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kemampuan melakukan penyuluhan kesehatan mereka secara individu ataupun
bersama-sama
c. Mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatan mereka secara individu ataupun bersama-sama
d. Mewujudkan kemampuan teknis masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
kesehatan mereka secara individu ataupun bersama-sama
e. Mewujudkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan
keakhlian evaluasi di bidang kesehatan mereka secara individu ataupun bersama-
sama.

74. Salah satu pendekatan strategi promosi kesehatan adalah dengan theori L Green yaitu
PRECEDE and PROCEED. Yang dimaksud dengan PRECEDE and PROCEED adalah
a. PRECEDE adalah predisposing, reinforcing, and enabling causes in educational
diagnosis and evaluation dan PROCEED adalah policy, regulatory, organizational
construct in educational and environment development.
b. PRECEDE adalah predisposing, reinforcing, and enabling causes in educational
diagnosis and evaluation dan PROCEED adalah policy, regulatory, organizational
commitment in educational and environment development
c. PRECEDE adalah predisposing, reinforcing, and enabling causes in educational
diagnosis and evaluation dan PROCEED adalah policy, reinforcement,
organizational construct in educational and environment development
d. PRECEDE adalah predisposing, reinforcing, and enabling causes in educational
diagnosis and evaluation dan PROCEED adalah policy, reinforcing,
organizational construct in educational and environment development
e. PRECEDE adalah predisposing, reinforcing, and enabling case in educational
diagnosis and evaluation dan PROCEED adalah policy, regulatory, organizational
construct in educational and environment development.

75. Apa yang dimaksudkan dengan sosial assesment
a. Proses promosi kesehatan masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap
kualitas hidupnya
b. Proses penentuan persepsi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap
kualitas hidupnya
c. Proses penentuan aspirasi masyarakat terhadap kebutuhannya atau terhadap
kualitas hidupnya
d. Proses penentuan kebutuhan masyarakat terhadap kualitas hidupnya
e. Proses penentuan persepsi dan aspirasi masyarakat terhadap kebutuhannya atau
terhadap kualitas hidupnya

76. Apa yang dimaksudkan dengan predisposing faktor
a. Faktor-faktor yang paling menentukan dalam terjadinya perilaku kesehatan
seseorang
b. Faktor-faktor yang mempermudah atau yang mempredisposisikan terjadinya
perilaku kesehatan seseorang
c. Faktor-faktor yang harus terjadi dalam mengevaluasi perilaku kesehatan seseorang
d. Faktor-faktor yang mendasari terjadinya perilaku kesehatan seseorang
e. Faktor-faktor yang mengawali terjadinya perilaku kesehatan seseorang

77. Enabling faktor adalah
a. Faktor-faktor yang harus terjadi dalam perilaku atau tindakan masyarakat untuk
mempengaruhi perilaku kesehatannya
b. Faktor-faktor yang memungkinkan atau memfasilitasi perilaku atau tindakan
masyarakat dalam mempengaruhi perilaku kesehatannya
c. Faktor-faktor yang paling menentukan dalam perilaku atau tindakan masyarakat
untuk mempengaruhi perilaku kesehatannya
d. Faktor-faktor yang mengawali perilaku atau tindakan masyarakat dalam
mempengaruhi perilaku kesehatannya
e. Faktor-faktor yang mendasari perilaku atau tindakan masyarakat dalam
mempengaruhi perilaku kesehatannya

78. Reinforcing faktor adalah
a. Faktor-faktor yang dapat memperkuat atau mendorong individu/komunitas untuk
berperilaku sehat
b. Faktor-faktor yang mengawali untuk berperilaku sehat
c. Faktor-faktor yang mendasari untuk berperilaku sehat
d. Faktor-faktor yang paling menentukan untuk berperilaku sehat
e. Faktor-faktor yang harus terjadi dalam proses untuk berperilaku sehat

79. Upaya apa yang harus dilakukan dr Eko untuk mengintervensi faktor perilaku masyarakat
di desa Madudu untuk menurunkan morbiditas demam dengue ini
a. Input, proses dan evaluasi terhadap demam berdarah
b. Penyuluhan kepada masyarakat terhadap demam dengue
c. Education dan ... terhadap demam dengue
d. Predisposing, enabling, dan reinforcing terhadap demam berdarah
e. Pendidikan kesehatan terhadap demam dengue

80. Dalam keberhasilan strategi program komunikasi / promosi kesehatan paling tidak
terdapat 3 langkah strategi adalah tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap
evaluasi. Secara rinci tahapan perencanaan dalam strategi komunikasi / promosi
kesehatan ini
a. Analisis masalah kesehatan, pengembangan strategi , uji coba, rencana
operasional, dan riset pengembangan
b. Riset pengembangan, analisis masalah kesehatan, pengembangan strategi, uji coba
dan rencana operasional.
c. Analisis masalah kesehatan, riset pengembangan, uji coba, rencana operasional
dan pengembangan strategi
d. Analisis masalah kesehatan, pengembangan strategi, riset pengembangan, uji coba
dan rencan operasional
e. Analisis masalah kesehatan, riset pengembangan, pengembangan strategi, uji coba
dan rencana operasional.

81. Wilayah kerja puskesmas makmur, sedang terjadi KLB-DBD, angka bebas jentik (ABJ)
50% di akhir bulan Desember. Masalah apa yang paling mungkin ditemukan pada
keadaan ini ?
a. Wilayah kerja puskesmas makmur belum pernah disurvei
b. Petugas surveilance belum melakukan fogging
c. Tidak terdapat data ABJ di wilayah kerja puskesmas makmur
d. Masih banyak bak-bak penampungan air yang belum tertutup
e. Kebersihan lingkungan yang kurang di wilayah kerja puskesmas makmur

82. Puskesmas makmur dikatakan KLB-DBD, karena
a. Timbul kasus DBD sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal di puskesmas
makmur
b. Peningkatan kasus DBD terus menerus selama 3 kurun waktu tertentu berturut-
turut, dalam jam, hari dan minggu
c. Jumlah penderita baru dengan kasus DBD, dalam waktu satu bulan menunjukkan
kenaikan dua kali atau lebih
d. Angka kematian DBD kenaikan 50% atau lebih, kurun waktu tertemtu,dibanding
tahun sebelumnya
e. Angka DBD baru pada satu periode, naik dua kali lipat dibanding periode sebelum
dalam kurun waktu yang sama.

83. Angka bebas jentik (ABJ) di puskesmas makmur adalah
a. Jumlah rumah atau bangunan yang ditemukan jentik di wilayah kerja puskesmas
makmur
b. Makna ABJ 50% di wilayah kerja puskesmas makmur, sebagian rumahnya
ditemukan jentik nyamuk.
c. Dihitung dengan rumus jumlah rumah/bangunan yang tidak ditemukan jentik,
dibagi jumlah rumah bangunan di wilayah puskesmas makmur.
d. Jumlah jentik nyamuk penyebab DBD yang dipantau terus menerus setiap hari
sesuai dengan siklus hidupnya
e. Jumlah jentik nyamuk penyebab DBD yang terdapat dalam bak penampungan
tiap-tiap rumah di wilayah puskesmas makmur

84. Hubungan rendahnya ABJ di puskesmas makmur dengan penggunaan bak-bak
penampungan terbuka adalah
a. Penggunaan bak-bak penampungan air terbuka dapat menurunkan ABJ, karena
dapat ... tempat perindukan nyamuk
b. Karena penggunaan bak penampungan air terbuka, jentik lamabat menjadi
nyamuk dewasa.
c. Penggunaan bak-bak penampungan air terbuka, asal melaksanakan 3 M, sehingga
nyamuk bertelur dan menjadi jentik
d. Masyarakat wilayah puskesmas makmur, sulit mendapatkan air bersih pada
musim kemarau
e. Masyarakat wilayah kerja puskesmas makmur sulit merubah perilaku setelah ...
pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

85. Apa tugas surveilance dalam penanggulangan KLB-DBD
a. Melaksanakan fogging. Baru kemudian melakukan ...
b. Melakukan pelacakan kasus DBD, berdasarkan laporan rumah sakit setempat dan
membasmi semua bentuk nyamuk.
c. Merencanakan penatakaksa tingkat puskesmas dengan langkah-langkah
administratif
d. Melakukan penatalaksanaan kasus DBD di rumah sakit
e. Melakukan pemantauan sebelum masa penularan

86. Dokter Agung selaku pemimpin puskesmas dalam menghadapi KLB ini
a. Melakukan gerak cepat pemberantasan vektor darurat di tingkat rumah tangga,
tingkat sekolah dan masyarakat dan rumah sakit
b. Ditingkat sekolah memberikan pendidikan kesehatan ...
c. Melakukan penyemprotan sarang nyamuk di wilayah kerja puskesmas makmur
dengan gerak cepat
d. Melakukan pemantauan kasus DBD secara harian, mingguan, bulanan dan
tahunan
e. Bekerja sama lintas sektoral bersama dengan dinkes,... peran jumantik siswa
sekolah
87. Prinsip administrasi yang harus diterapkan oleh dokter Agung adalah
a. Pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan dan monitoring
b. Dalam pengorganisasian membentuk tim gerak cepat di setiap tingkat
administratif
c. Melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak sekali saja
d. Perencanaan setelah ada KLB-DBD dilakukan sekali setahun
e. Monitoring dilakukan setelah penatalaksanaan KLB

88. Langkah perencanaan tingkat puskesmas pada puskesmas makmur, agar kasus tidak
berlanjut di masa mendatang
a. Mengidentifikasi masalah penyebab KLB-DBD
b. Menentukan prioritas masalah dan merumuskan masalah
c. Mencari akar penyebab masalah KLB-DBD
d. Menyusun RUK dan RPK dengan memasukkan kegiatan pencegahan kasus DBD
e. Semua diatas benar

89. Pada penyusunan RUK dan RPK
a. Lebih mementingkan kegiatan penggerakan masyarakat
b. Penyuluhan yang memuat penatalaksanaan kasus DBD di rumah
c. Pencegahan yang mengarah kepada contoh nyata yang canggih
d. Pendanaan yang murni dari masyarakat
e. Kerjasama lintas program dan lintas sektor yang terpisah

90. POAC singkatan dari
a. Planning, otomatisasi, activation, converting
b. Planning, organizing, actualization, controlling
c. Planning, organizing, actuating, controlling
d. Planning, organizing, acting, controlling
e. Planning, otomatization, actuating, controlling

91. Sarjana yang menyampaikan proses administrasi dengan singkatan POAC adalah
a. Prof Gullok
b. George R. Terry
c. Prof Winslow
d. Barton
e. Henry Fayol

93. Lintas sektor yang terkait dengan kegiatan UKS dan berperan penting dalam mencegah
berlanjutnya kasus DBD adalah
a. Dinas pendidikan
b. Dinas kesehatan
c. Organisasi masyarakat
d. Sekretaris daerah
e. camat
94. Juru pemantau jentik, disingkat dengan
a. Jupentik
b. Jutautik
c. Jumantik
d. Jurantik
e. Jupertik

95. Juru pemantau jentik dapat dilaksanakan oleh siswa sekolah, dengan
a. Alih tanggung jawab
b. Alih ketrampilan
c. Alih pengetahuan
d. Alih teknologi
e. Alih peran

Recreated by : Voo
Special thanks : Fadeg, Benny, M.Ricky