Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN KEPERAWATAN

PASIEN DM TIPE 2
DATA OBJEKTIF :

GDS: 291mg/dl
TD= 130/83mmHg
Nadi = 80x/menit
Pernapasan=80x/menit
Suhu=36,9C
GCS=15
Turgor kulit kurang elastis dan kering
Bibir kering dan pecah-pecah,mukosa agak pucat.
Kuku pucat
Ureum darah =28mg/dl (normal: 8-25mg/dl)
Natrium darah = 133mmol/L (normal : 135-145mmol/L)
EKG= abnormal left axis deviation


DATA SUBJEKTIF :
Pasien mengatakan terasa baal dan mati
rasa pada kedua ekstremitas bawah, terasa
lemas dan sakit kepala.
Pasien mengatakan biasanya BAB 3 sampai
4 kali sehari dengan bantuan obat pencahar.
PENGELOMPOKAN DATA (BERDASARKAN
GORDON)
1. Cognition and perception

2. Activity and exercise
Klien akan mengalami kesulitan aktivitas
akibat kelemahan, hilangnya rasa,
paralisis,hemiplegi, mudah lelah.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Risiko cedera berhubungan dengan
penurunan sensasi sensori

2. Gangguan pemenuhan aktivitas sehari-hari
berhubungan dengan kelemahan akibat
penurunan produksi energi

PERENCANAAN
1. Diagnosa 1: Risiko cedera berhubungan
dengan penurunan sensasi sensori
Tujuan : Tidak terjadi cedera / injuri
Kriteria Evaluasi :
Pasien dapat menyebutkan tiga risiko yang
dapat menyebabkan cedera
Identifikasi metode koping dengan penurunan
sensasi sensori

Intervensi Rasional
Anjurkan klien untuk selalu
mengontrol kadar gula darah


Ajarkan orang terdekat klien
untuk menyediakan dan
memberikan insulin
Rujuk ke diagnosa
keperawatan risiko tinggi
inefektif penatalaksanaan
regimen terapeutik untuk
strategi penyuluhan
tambahan
Pemantauan gula darah yang
cermat dapat mendeteksi gula
darah sebelum mengakibatkan
cedera serius.
Insulin bekerja dengan menurunkan
gula darah dalam tubuh
2. Diagnosa 2:
Gangguan pemenuhan aktivitas sehari-hari
berhubungan dengan kelemahan akibat
penurunan produksi energi
Tujuan : Aktivitas sehari-hari klien terpenuhi
Kriteria Evaluasi :
1. Kelemahan klien berkurang
2. Mengungkapkan peningkatan energi
3. Menunjukkan perbaikan kemampuan untuk
berpartisipasi dalam aktivitas yang diinginkan
Intervensi Rasional
Diskusikan dengan klien
jadwal perencanaan klien
dan identifikasi aktivitas
yang menimbulkan kelelahan

Pantau tanda-tanda vital
sebelum dan sesudah
beraktivitas

Tingkatkan partisipasi klien
dalam melakukan aktivitas

Libatkan keluarga dalam
pelaksanaan aktivitas klien
Memotivasi klien untuk
meningkatkan aktivitas meskipun
klien sangat lelah dan mencegah
kelelahan berlebihan

Mengidentifikasi tingkat aktivitas
yang dapat ditoleransi secara
fisiologis

Meningkatkan kepercayaan diri
dan harga diri yang positif

Meningkatkan peran aktif
keluarga dalam perawatan klien
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (1995). Rencana Asuhan &
Dokumentasi Keperawatan Edisi 2. Jakarta :
EGC.
Brooker, C. (2001). Kamus Saku
Keperawatan Edisi 31. Jakarta : EGC