Anda di halaman 1dari 17

LAPORAN PRAKTIKUM 2

FARMASI FISIKA
MIKROMERITIK
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5 FARMASI III B
ATI MARYANTI (1111102000037)
FARADHILLA NUR SARASWATI (111110200003)
SIL!IA ARYANI (111110200003")
ARINI EKA PRATIWI (1111102000051)
MERY#A SONIA (1111102000052)
RA$HMA AYUNDA (111110200005%)
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
&AKARTA
2012
PRAKTIKUM 2
1
A' &()(* P+,-./-(0
Mikromeritik
B' T(1(,2 P+,-./-(0
Memahami pengaruh ukuran partikel zat aktif dalam pembuatan
sediaan farmasi.
Mengerti dan dapat menentukan ukuran partikel rata-rata dan luas
permukaan spesifk zat aktif dengan metode pengayakan.
$' P3+456,,2
Penentuan ukuran partikel rata-rata serbuk dengan metode pengayakan
D' L,2),7,2 T35+/
Mikromeritik adalah ilmu yang mempelajari tentang ukuran partikel,
bentuk partikel, distribusi ukuran partikel dan luas permukaan spesifk,
fowability, dan porosity. . Dispersi koloid dicirikan oleh partikel yang terlalu
kecil yang dapat menggunakan mikroskop biasa, sedang partikel emulsi dan
suspensi farmasi serta serbuk halus berada dalam dapat menggunakan
mikroskop optik. Partikel yang mempunyai ukuran serbuk lebih kasar, granul
tablet, dan garam granular dapat menggunakan ayakan.
kuran partikel
kuran partikel dari suatu bulatan dapat dinyatakan dalam garis
tengahnya. !etapi, begitu derajat ketidaksimestrisan dari partikel naik,
menyebabkan sulitnya menyatakan ukuran dalam garis tengah. Dalam
keadaan seperti ini, tidak ada garis tengah yang didapat. "leh karena itu,
harus dicari jalan untuk menggunakan suatu garis tengah bulatan yang
ekuivalen, yang menghubungkan ukuran partikel dan garis tengah bulatan
yang mempunyai luas permukaan, #olume, dan garis tengah yang sama. $adi,
garis tengah permukaan ds, adalah garis tengah suatu bulatan yang
mempunyai luas permukaan yang sama seperti partikel yang diperiksa. %aris
tengah suatu bulatan yang mempunyai #olume yang sama seperti partikel
adalah garis tengah #olume &d#', sedang garis tengah yang diproyeksikan
&dp' adalah garis tengah suatu bulatan yang mempunyai luas pengamatan
yang sama seperti partikel bila dipandang tegak lurus ke bidangnya yang
paling stabil.
(
)etiap kumpulan partikel biasanya disebut polidispersi. *arenanya
perlu untuk mengetahui tidak hanya ukuran dari suatu partikel tertentu, tapi
juga berapa banyak partikel-partikel dengan ukuran yang sama ada dalam
sampel. $adi kita perlu mengetahui perkiraan kisaran ukuran tertentu yang
ada dan banyaknya atau berat fraksi dari tiap-tiap ukuran partikel, dari sini
kita bisa menghitung ukuran partikel rata-rata untuk sampel tersebut.
kuran suatu partikel obat dalam sediaan farmasi mempunyai peranan
penting, sebab ukuran suatu partikel dapat memperngaruhi sifat fsika, sifat
kimia, dan farmakologi dari suatu obat.
Distribusi ukuran partikel
+ila jumlah atau berat partikel yang terletak dalam suatu kisaran
ukuran tertentu diplot terhadap kisaran ukuran atau ukuran partikel rata-rata,
akan diperoleh kurva distribusi frekuensi. Dalam kur#a distribusi ada istilah
mode, yaitu keadaan dimana dua sampel yang mempunyai garis tengah rata-
rata yang sama tetapi distribusi partikelnya berbeda.
Metode-metode yang digunakan untuk menentukan ukuran partikel,
Mikroskopi "ptik
Pada mikroskop optik, dapat mengguanakan mikroskop biasa untuk
ukuran partikel yang bekisar dari -,( .m sampai k i r a - k i r a 1 - - . m.
Menurut metode mikroskopis, suatu emulsi atau suspensi, diencerkan atau
tidak diencerkan, dinaikkan pada suatu slide dan ditempatkan pada pentas
mekanik. Di ba/ah mikroskop tersebut, pada tempat di mana partikel
terlihat, diletakkan mikrometer untuk memperlihatkan ukuran partikel
tersebut. Pemandangan dalam mikroskop dapat diproyeksikan ke sebuah
layar di mana partikel-partikel tersebut lebih mudah diukur, atau pemotretan
bisa dilakukan dari slide yang sudah disiapkan dan diproyeksikan ke layar
untuk diukur. Partikel-partikel diukur sepanjang garis tetap yang dipilih
sembarang. %aris ini biasanya dibuat horizontal mele/ati pusat partikel.
Disebabkan kemudahannya, cara mikroskopik mempunyai suatu
pengalaman perluasan lebih lanjut, disamping ukuran dari setiap partikel juga
0
bentuknya dan bila perlu dipertimbangkan pembuatan anglomerat, dengan
bantuan sebuah mikrometer okuler yang tertera berlangsung setiap analisa
ukuran partikel dari 1-- 2 1--- partikel. Perbesaran maksimal yang tercapai
artinya perbesaran yang sesuai dengan daya resolusi mata manusia &kira-kira
-,1 mm' adalah 11- kali .
*erugian dari metode ini adalah bah/a garis tengah yang diperoleh
hanya dari dua dimensi dari partikel tersebut, yaitu dimensi panjang dan
lebar. !idak ada perkiraan yang bisa diperoleh untuk mengetahui ketebalan
dari partikel dengan memakai metode ini. $umlah partikel yang harus dihitung
&sekitar 0---1--' agar mendapatkan suatu perkiraan yang baik dari
distribusi , menjadikan metode tersebut memakan /aktu dan jelimet. 3amun
demikian pengujian mikroskopis dari suatu sampel harus selalu dilaksanakan,
bahkan jika digunakan metode analisis ukuran partikel lainnya, karena
adanya gumpalan dan partikel-partikel lebih dari satu komponen seringkali
bisa dideteksi dengan metode ini.
Pengayakan
Metode ini menggunakan suatu seri ayakan standar yang telah
dikalibrasi oleh !he 3ational +ureau of )tandards. 4yakan umumnya
digunakan untuk partikel yang kasar, tetapi jika digunakan dengan hati-hati
ayakan bisa digunakan untuk mengayak bahan sampai sehalus 55
mikrometer. Menurut )P, untuk menguji kehalusan serbuk suatu massa
sampel tertentu, letakkan sampel tersebut dalam ayakan yang cocok dan
digoyangkan secara mekanik. )erbuk tersebut digoyangkan dalam /aktu
tertentu dan bahan yang melalui ayakan akan ditahan oleh ayakan
berikutnya yang lebih halus serta dikumpulkan kemudian ditimbang. 4yakan
ini memiliki nomor dan ukuran partikel yang berbeda-beda. )ebelum
melakukan percobaan, ayakan ini disusun berdasarkan nomor ayakan &mesh'
atau ukuran partikel yang tertera pada ayakan. $ika ayakan disusun
berdasarkan nomor, maka disusunnya berdasarkan nomor terkecil sampai
terbesar dari atas sampai ba/ah. $ika ayakan disusun berdasarkan ukuran
partikel, maka disusunnya berdasarkan ukuran partikel terbesar sampai
terkecil dari atas sampai ba/ah. *euntungan dari metode pengayakan ini
5
adalah alat yang digunakan sangat sederhana, penggunaannya mudah dan
cepat, serat pengontrolan kecepatan dan /aktu pengayakan yang konstan.
Metode ini adalah metode yang paling sederhana dilakukan. 4yakan
dibuat dari ka/at dengan lubang diketahui ukurannya. 6stilah 7mesh7 adalah
nomor yang menyatakan jumlah lubang tiap inci. 4yakan standar adalah
ayakan yang telah dikalibrasi dan yang paling umum adalah ayakan menurut
standar 4merika.
8aktor-faktor yang mempengaruhi proses pengayakan antara lain ,
1. 9aktu atau lama pengayakan
9aktu atau lama pengayakan &/aktu optimum', jika pengayakan
terlalu lama akan menyebabkan hancurnya serbuk sehingga serbuk yang
seharusnya tidak terayak akan menjadi terayak. $ika /aktunya terlalu lama
maka tidak terayak sempurna.
(. Massa sampel
$ika sampel terlalu banyak maka sampel sulit terayak. $ika sampel
sedikit maka akan lebih mudah untuk turun dan terayak.
0. 6ntensitas getaran
)emakin tinggi intensitas getaran maka akan semakin banyak terjadi
tumbukan antar partikel yang menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan
demikian partikel tidak terayak dengan ukuran tertentu.
5. Pengambilan sampel yang me/akili populasi
)ampel yang baik me/akili semua unsur yang ada dalam populasi,
populasi yang dimaksud adalah keanekaragaman ukuran partikel, mulai yang
sangat halus sampai ke yang paling kasar.
)edimentasi
1
:ara ini pada prinsipnya menggunakan rumus sedimentasi )tocks.
Penggunaan ultrasentifugasi untuk penentuan berat molekul dari polimer
tinggi. Penggunaan ultrasentifugaasi dapat menghasilkan kekuatan sejuta
kali gaya gra#itasi. +eberapa metode sedimentasi yang digunakan adalah
metode pipet, metode timbangan dan metode hidrometer.
Partikel dari serbuk obat mungkin berbentuk sangat kasar dengan
ukuran kurang lebih 1-.--- mikron atau 1- milimikron atau mungkin juga
sangat halus mencapai ukuran koloidal, 1 mikron atau lebih kecil. 4gar
ukuran partikel serbuk ini mempunyai standar, maka )P menggunakan
suatu batasan dengan istilah ;#ery coarse, coarse, moderately coarse, fne
and #ery fne7, yang dihubungkan dengan bagian serbuk yang mempu
melalui lubang-lubang ayakan yang telah distandarisasi yang berbeda-beda
ukurannya, pada suatu periode /aktu tertentu ketika diadakan pengadukan
dan biasanya pada alat pengaduk ayakan secara mekanis.
:ara analisisnya adalah suspensi 1 atau (< dari partikel-partikel dalam
suatu medium yang mengandung zat pende=okulasi yang sesuai dimasukkan
ke dalam bejana silinder sampai tanda 11- ml. +ejana tertutup itu dikocok
untuk mendistribusikan partikel-partikel secara merata ke seluruh suspensi
dan alat tersebut, dengan pipet di tempatnya, dijepit dengan kuat dalam
suatu bak yang temperatur konstan. Pada berbagai inter#al /aktu, diambil 1-
sampel dan dikeluarkan melalui penutupnya. )ampel tersebut dilupkan,
kemudian ditimbang atau dianalisi dengan cara lain untuk mengoreksi zat
pende=okulasi yang telah ditambahkan.
Pengukur #olume partikel
4lat yang digunakan untuk mengukur #olume partikel adalah :oulter
counter. 4lat ini bekerja berdasarkan prinsip bah/a jika suatu partikel
disuspensikan dalam suatu cairan yang mengkonduksi melalui suatu lubang
kecil, yang pada kedua sisinya terdapat elektroda, akan menjadi suatu
perubahan tahanan listrik. Dalam pengerjaan, suatu #olume suspensi encer
dipompakan melalui lubang tersebut. *arena suspensi tersebut encer, maka
partikel dapat mele/atinya satu per satu pada suatu /aktu. !egangan listrik
yang konstan digunakan mele/ati elektroda-elektroda tersebut sehingga
menghasilkan suatu aliran. *etika partikel mele/ati lubang, partikel akan
menggantikan #olume elektrolitnya. >al ini mengakibatkan kenaikan tahanan
?
diantara kedua elektroda tersebut. 4lat tersebut mencatat secara elektronik
semua partikel-partikel yang menghasilkan pulsa yang ada dalam dua nilai
ambang penganalisis. Dengan mem#ariasi nilai ambang secara sistematik
dan menghitung jumlah partikel dalam suatu ukuran sampel yang konstan,
maka dapat diperoleh suatu distribusi ukuran partikel. 4lat ini dapat
menghitung partikel pada laju 5---@detik. :oulter counter sangat berguna
dalam bidang farmasi untuk menyelidiki pertumbuhan partikel dan disolusi
serta efek zat antibakteri terhadap pertumbuhan mikroorganisme.

E' A*,. ),2 B,8,2
)erbuk mikrokristalinselulosa
4milum
)atu seri ayakan dengan diameter tertentu
!imbangan
*uas
*ertas perkamen &alas'
F' $,+, K3+1,
Menimbang berat masing-masing ayakan yang masih kosong
Meletakkan sejumlah serbuk yang telah ditimbang &1-- gram' di
ayakan paling atas dengan diameter paling besar
Menjalankan ayakan selama ? menit dan kemudian menimbang
kembali ayakan yang berisi granul hingga dapat berat fraksi yang
tertinggal pada masing-masing ayakan
Menentuka presentase jumlah partikel yang lolos pada masing-masing
ayakan
Membuat grafk distribusi ukuran partikel antara persen fraksi yang
tertinggal pada masing-masing ayakan #ersus ukuran ayakan atau
ukuran partikel.
A
9' H,7/* P32:,0,.,2 ),2 P306,8,7,2
>asil Pengayakan dengan /aktu 0 menit dan amplitudo 1-
+erat a/al granul B 1-- gr
3o.
Mesh
Centang
ukuran
partikel
&.m'
+erat
4yakan
kosong
&gr'
+erat
4yakan
D 8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &<'
1( E1A-- 00F 0A5 01 05,?1
15 15---
1A--
0(0 0(A 5 0,F?
1? 11G--
15--
010 001 (( (1,AG
1G 1----
11G-
0-? 01? 1- F,F-
(- G1--
1---
0-1 001 1( 11,GG
9adah H G1- 00? 015 1G 1A,G(
!otal 1-1 FF,--
*et , 8raksi tertinggal &<' B
+erat akhir granul setelah fraksi 2 fraksi yang tertinggal dikumpulkan
dikertas perkamen lalu ditimbang B 1-- gram
G
K(+;, )/7.+/6(7/ <,+./-3* <,), =,-.( <32:,>,-,2
73*,0, 3 032/.
>asil Pengayakan dengan /aktu ? menit dan amplitudo 1-
+erat a/al granul B 1-- gr
3o.
Mesh
Centang
ukuran
partikel
&.m'
+erat
4yakan
kosong
&gr'
+erat
4yakan
D 8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &<'
1( E1A-- 05- 0A0 (( ((.((
F
15 15---
1A--
0(0 0(A 5 5,-5
1? 11G--
15--
010 00A (5 (5,(5
1G 1----
11G-
0-A 015 A A,-A
(- G1--
1---
0-1 01( 11 11,11
9adah H G1- 00? 01? (- (-,(-
!otal FF 1--
*et , 8raksi tertinggal &<' B
+erat akhir granul setelah fraksi 2 fraksi yang tertinggal dikumpulkan
dikertas perkamen lalu ditimbang B FF gram
K(+;, )/7.+/6(7/ <,+./-3* <,), =,-.( <32:,>,-,2
73*,0, ? 032/.
1-
>asil Pengayakan dengan /aktu F menit dan amplitudo 1-
+erat a/al granul B 1-- gr
3o.
Mesh
Centang
ukuran
partikel
&.m'
+erat
4yakan
kosong
&gr'
+erat
4yakan
D 8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &g'
8raksi
!ertingg
al &<'
1( E1A-- 05- 0?1 (1 (1,11
15 15---
1A--
0(0 00- A A,15
1? 11G--
15--
010 00A (5 (5,5F
1G 1----
11G-
0-A 0(1 15 15,(G
(- G1--
1---
0-( 01- G G,1?
9adah H G1- 00? 01? (- (-,5-
!otal " ""@"
*et , 8raksi tertinggal &<' B
+erat akhir granul setelah fraksi 2 fraksi yang tertinggal dikumpulkan
dikertas perkamen lalu ditimbang B 1-- gram
K(+;, )/7.+/6(7/ <,+./-3* <,), =,-.( <32:,>,-,2 73*,0, "
032/.
11
K(+;, )/7.+/6(7/ <,+./-3* 63+),7,+-,2 <3+63),,2
=,-.( (3@?@" 032/.)
1(
Pembahasan
)uatu ukuran partikel bahan obat padat mempunyai peranan atau
pengaruh besar dalam pembuatan sediaan obat dan juga terhadap efek
fsiologisnya. Pada percobaan kali ini dilakukan pengukuran partikel granul
menggunakan metode ayakan.
Pada percobaan mikromiretik ini, pengukuran yang kami gunakan
untuk mengukur partikel adalah metode ayakan.
*euntungan dari metode pengayakan antara lain ,
Iebih cepat dan praktis.
Dapat diketahui ukuran partikel dari kecil sampai besar.
Dalam /aktu relatif singkat dapat diperoleh hasil yang diinginkan.
!idak bersifat subyektif.
Iebih mudah diamati.
!idak membutuhkan ketelitian mata pengamat.
*erugian dari metode pengayakan antara lain ,
10
!idak dapat mengetahui bentuk partikel secara pasti seperti pada
metode mikroskopi.
kuran partikel tidak pasti karena ditentukan secara kelompok
&berdasarkan keseragaman'. !idak dapat menentukan diameter
partikel karena ukuran partikel diperoleh berdasarkan nomor mesh
ayakan.
4danya agregasi karena adanya getaran sehingga mempengaruhi
#alidasi data.
!idak dapat melihat bentuk partikel dan dapat menyebabkan erosi
pada bahan-bahan granul.
Dalam metode ayakan, terlebih dahulu sampel granul dan masing-
masing ayakan yang kosong ditimbang, kemudian didisusun enam ayakan
berturut-turut mulai dari ukuran ayakan kasar & no. mesh kecil', sampai
dengan yang terhalus diba/ah &no.mesh besar' . )ampel yang telah
ditimbang tadi ditempatkan pada ayakan paling atas, kemudian ditutup dan
digoyangkan dengan amplitudo 1- yang masing-masing /aktu selama 0
menit, ? menit, dan F menit. )erbuk yang tertinggal disetiap saringan
ditimbang beserta ayakannya. )etelah ditimbang dibersihkan kemudian di
timbang kembali granulnya saja.
Dari hasil praktikum, didapatan hasil granul setelah ditimbang
beratnya FF gram, dan hasil dari perhitungan selisih ayakan yang berisi
granul dengan ayakan kosong didapatkan hasil FF gram. 3amun sebelum
penimbangan a/al granul adalah 1-- gram. >al ini, kemungkinan disebabkan
hilang saat pemindahan bahan dari ayakan ke timbangan maupun hilang saat
pemindahan berlangsung. )ehingga pada pengayakan selanjutnya yang
dihasilkan hanya FF gram.
)elain itu, didapatkan hasil akhir ayakan pada /adah yaitu 1G gram & 0
menit', (- gram & ? menit dan F menit'. Dari hal ini, dapat disimpulkan
semakin lama pengayakan, menyebabkan getaran pada pengayakan semakin
lama , dan partikel bertumbukan lebih sering, sehingga ukuran partikel jadi
lebih kecil dan jadi lebih banyak partikel yang lolos dari ayakan. >asilnya,
15
pada /adah terakhir yaitu fraksi yang tertinggal meningkat jumlahnya seiring
dengan peningkatan /aktu pengayakan.
H' K37/0<(*,2
Pengamatan yang kami lakukan, di dapat data berupa massa granul
sebelum pengayakan 1-- gram sedangkan setelah pengayakan FF gram. >al
ini disebabkan karena adanya partikel yang berjatuhan saat menuangkan
garnul pada ayakan pertama.
Dari data di atas dapat disimpulkan, semakin lama pengayakan,
menyebabkan getaran pada pengayakan semakin lama , dan partikel
bertumbukan lebih sering, sehingga ukuran partikel jadi lebih kecil dan jadi
lebih banyak partikel yang lolos dari ayakan. >asilnya, pada /adah terakhir
yaitu fraksi yang tertinggal meningkat jumlahnya seiring dengan peningkatan
/aktu pengayakan.
)elain dari faktor /aktu atau lama pengayakan , ada beberapa faktor
lain yang dapat mempengaruhin proses pengayakan, yaitu, massa sampel,
intensitas getaran, pengambilan sampel yang me/akili populasi. Massa
sampel, jika sampel terlalu banyak maka sampel sulit terayak. $ika sampel
sedikit maka akan lebih mudah untuk turun dan terayak. )emakin tinggi
intensitas getaran maka akan semakin banyak terjadi tumbukan antar
partikel yang menyebabkan terkikisnya partikel. Dengan demikian partikel
tidak terayak dengan ukuran tertentu. )ampel yang baik me/akili semua
unsur yang ada dalam populasi, populasi yang dimaksud adalah
keanekaragaman ukuran partikel, mulai yang sangat halus sampai ke yang
paling kasar.
Dalam dunia farmasi fungsi pengayakan antara lain ,
Membedakan bahan serbuk yang kadaluarsa atau belum
Mengurangi perbedaan ukuran
Memperkecil ukuran partikel
ntuk meningkatkan spesifkasi suatu material sebagai produk akhir.
11
$ika kita salah dalam mengayak atau salah dalam memilih ayakan,
akibatnya ukuran pertikel dapat berbeda dengan apa yang kita inginkan.
*etidakseragaman ukuran partikel inilah yang sangat berpengaruh pada
sediaan tablet diantaranya ,
kuran partikel yang tidak seragam dapat menyebabkan masalah
segregasi
Disolusi obat tidak terkontrol
Distribusi senya/a obat yang tidak homogen merupakan hasil
pencampuran yang kurang bagus
*esalahan akurasi kandungan obat &dosis'
Peningkatan gaya elektrostatik menghambat pencampuran yang
sempurna
Mengubah bentuk kristalin dapat mempengaruhi kelarutan
Pada granul tablet, distribusi pengikat dan senya/a obat yang tidak
homogen memberikan fnes kaya-obat atau miskin-obat.
kuran granul yang tidak beraturan &terlalu banyak atau terlalu sedikit
fnes' menyebabkan masalah kompaksi atau keseragaman.
1?
D,A.,+ P(7.,-,
Moechtar. 1990. 8armasi 8isika. Yogyakarta : !M "ress
Martin# $lfred# dkk. %00&. 'armasi 'isika (disi )etiga *ilid %. *akarta : + "ress
,oigt# -. 199.. /uku "ela0aran teknologi 'armasi edisi , 1etakan +. Yogyakarta :
niversitas !ad0ah
Mada "ress
"arrot# 2# (. 1930. "harmaceutical 4echnologi. Mineapolish : /urgess
"ublishing 1ompany
1A