Anda di halaman 1dari 4

Sumber : Rahasia Hidup Sehat dengan Keajaiban Enzim

Kekurangan Enzim Picu Sindrom


Malabsorbsi

MASYARAKAT kita sudah amat terbiasa dengan
penyakit lambung gastritis atau dalam pandangan
awam disebut maag. Rasa penuh di lambung, produksi
gas berlebih dan nyeri di ulu hati memang merupakan
gejala-gejala gastritis.
Kelainan di saluran cerna, tidak selalu berasal
dari lambung. Ada begitu banyak organ saluran cerna
yang dibagi menjadi saluran cerna atas dan bawah,
yang bila salah satunya terganggu akan menimbulkan
gejala klinis yang memang kadang tumpang tindih.
Untuk gangguan saluran cerna bawah, penyebabnya
tak kalah banyak. Misalnya enterokolitis, IBS,
sumbatan usus, divertikulosis usus, tumor usus, atau
sindroma malabsorbsi. Sindroma malabsorbsi adalah

Sumber : Rahasia Hidup Sehat dengan Keajaiban Enzim
kelainan-kelainan yang terjadi akibat penyerapan zat
gizi yang tidak adekuat dari usus kecil ke dalam
aliran darah.
Dalam keadaan normal, makanan dicerna dan
zat-zat gizinya diserap ke dalam aliran darah,
terutama dari usus kecil. Malabsorbsi dapat terjadi
karena kelainan yang berhubungan langsung dengan
pencernaan makanan maupun karena kelainan yang
secara langsung mempengaruhi proses penyerapan
makanan. Salah satu penyebab adalah kurangnya
enzim pencernaan.
Enzim merupakan suatu protein yang dibutuhkan
tubuh untuk memecah makanan sehingga menjadi
bagian yang lebih mudah diserap oleh dinding dalam
usus. Pada sebagian orang, enzim yang dihasilkan
tubuh tidak mencukupi karena berbagai faktor,
misalnya genetic, usia, atau mengidap penyakit
tertentu.

Sumber : Rahasia Hidup Sehat dengan Keajaiban Enzim
Pada beberapa penyakit, tubuh menghasilkan
enzim atau empedu yang jumlah atau jenisnya tidak
sesuai dengan yang diperlukan untuk mencerna
makanan, di antaranya pankreatitis, fibrosis kistik,
penyumbatan saluran empedu, dan sebagainya.
Penderita sindroma malabsorbsi biasanya
mengalami gejala seperti kembung di perut, nafsu
makan menurun yang menyebabkan penurunan berat
badan, diare, rasa tidak nyaman di perut, dan suara
usus meningkat. Gejalanya bervariasi tergantung dari
kekurangan enzim apa yang dialami penderita.
Contohnya jika terjadi kekurangan enzim laktase
mungkin akan mengalami diare yang menyemprot,
perut kembung dan flatulen (banyak mengeluarkan
gas) setelah minum susu.
Pada pasien yang dicurigai mengalami sindroma
malabsorbsi perlu dilakukan anamnesis, pemeriksaan
fisik, dan laboratorium. Pada pemeriksaan feses
biasanya ditemukan adanya lemak, protein dan

Sumber : Rahasia Hidup Sehat dengan Keajaiban Enzim
karbohidrat. Jika lemak tidak diserap sebagaimana
mestinya, feses akan berwarna terang, lembek,
berbau busuk dan jumlahnya sangat banyak. Feses
semacam ini disebut steatorrhea. Adanya sisa-sisa
makanan yang tidak dicerna, juga menunjukkan bahwa
makanan terlalu cepat melewati usus.
Pengobatan untuk sindrom malabsorbsi
diantaranya diet yang tepat. Pasien diminta
mengurangi makanan berlemak seperti cokelat dan
keju. Bila sindruma malabsorbsi disebabkan infeksi
bisa diberi antibiotik. Jika masalahnya ada di enzim,
pasien bisa diberi suplemen enzim lengkap.
Pilihlah suplemen yang memiliki kandungan enzim
lengkap terutama amilase, protease, dan lipase untuk
membantu mencerna karbohidrat, protein, dan lemak.
Suplemen enzim juga kadang dilengkapi dengan zat
anti kembung seperti dimetilpolisiloksan dan vitamin
B kompleks untuk membantu metabolisme energi.