Anda di halaman 1dari 27

Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

PROPOSAL

EDU ECO ECOGREEN DI GAJAHAN


KEGIATAN UPAYA PERWUJUDAN KOTA LESTARI
Disusun oleh
LKM : GAJAH PUTIH
KELURAHAN : GAJAHAN
KECAMATAN : PASARKLIWON
KOTA : SURAKARTA

PADA
SAYEMBARA NASIONAL
PRAKARSA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG
UNTUK KOTA LESTARI
TAHUN 2009

DAFTAR USULAN KEGIATAN

No Nama Pekerjaan Lokasi Volume Perkiraan Biaya


1 Pemberian tutup plat beton RW I dan II 750 m 97.297.987,50
untuk saluran air terbuka
2 Pembuatan Lubang RW I dan II 700 titik 36.730.290,00
Resapan Biopori
3 Pembuatan sumur resapan RW I dan II 10 titik 9.363.525,00
air hujan
4 Pengadaan KOmposter RW I dan II 50 unit 16.600.000,00
5 Pengadaan bak sampah RW I dan II 50 unit 18.000.000,00
terpadu
6 Pengadaan TOGA RW I dan II 200 unit 14.728.000,00
7 Administrasi 3.880.000
JUMLAH 196.599.802,50

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -1-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

BAB I
PENDAHULUAN

Pemanasan global dan perubahan iklim merupakan gejala yang saat ini sedang terjadi
dan dialami oleh umat manusia. Peristiwa ini merupakan penurunan kondisi lingkungan akibat
kegiatan manusia tanpa mempertimbangkan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam
memacu pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan peri kehidupan pada umumnya.
Menurut UN World Population Projection dan proyeksi Bappenas, pada tahun 2009
jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 234 juta jiwa. Angka itu akan terus
meningkat menjadi 238 juta jiwa di tahun 2010. Bisa dibayangkan, berapa banyak sampah
yang dihasilkan, berapa banyak air yang dibutuhkan, berapa banyak tanah yang disediakan
untuk perumahan dan lain sebagainya. Semua itu akan memberikan dampak negatif bagi
kehidupan masyarakat jika tidak ada upaya membangun lingkungan yang lebih ramah sejak
saat ini.
Semula upaya penyelamatan kehidupan di bumi dari dampak pemanasan global
hanya menjadi tanggung jawab pihak-pihak tertentu. Namun, dengan semakin banyaknya
fakta bahwa pemanasan global akan mempengaruhi iklim dan menyebabkan degradasi
kualitas lingkungan hidup, maka diperlukan kerjasama antar semua pihak (termasuk
masyarakat awam) dalam upaya membangun dunia baru yang lebih ramah lingkungan dan
berkelanjutan. Salah satunya upaya tersebut adalah dengan mewujudkan kota lestari.
Kota lestari adalah kota yang berkelanjutan. Sebuah kota yang dibangun dengan tidak
mengikis atau mengorbankan aset wilayah. Tetapi justru mempertahankan aset tersebut agar
lebih memberikan daya dukung terhadap perikehidupan masyarakatnya.
Sebuah kota dapat disebut sebagai kota lestari jika kota itu dapat mengakomodasi tiga
pilar, yaitu fisik lingkungan, sosial dan ekonomi. Secara fisik lingkungan, kota harus mampu
memberikan jaminan kehidupan fisik lingkungan yang baik kepada masyarakatnya. Dari sisi
sosial, kota mampu menghadirkan ruang sebagai tempat interaksi dalam waktu yang lama.
Dan dari segi ekonomi, kota dapat bertahan dan memberikan keuntungan secara
berkelanjutan.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -2-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Ternyata, ide dan cita-cita perwujudan kota lestari sudah dapat ditangkap oleh LKM
Gajah Putih, Kelurahan Gajahan Kota Surakarta. Sebagai sebuah “civil society” yang
terbentuk pada akhir tahun 2008 berkat adanya Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
(PNPM) Mandiri Perkotaan, LKM Gajah Putih telah mengakomodasi upaya perwujudan kota
lestari. Hal tersebut tampak dari banyaknya program yang ramah lingkungan, yang tertuang
dalam PJM (Program Jangka Menengah) 3 tahunnya.
Saat ini beberapa program ramah lingkungan telah berhasil direalisasikan, walau
masih terbatas pada lingkungan tertentu. Keterbatasan pembiayaan adalah tantangan
terbesar untuk membuat program ini dapat lebih luas dirasakan manfaatnya oleh warga
masyarakat di semua wilayah Kelurahan Gajahan. Untuk itulah, LKM Gajah Putih berupaya
menggandeng banyak pihak yang peduli dengan upaya pembangunan yang berwawasan
lingkungan. Salah satunya adalah mengikuti sayembara nasional ini. Diharapkan jika upaya ini
berhasil, akan lebih mempercepat dan memperluas perwujudan program-program
lingkungannya. Sehingga pada akhirnya, upaya ini dapat memberikan daya dukung yang
luarbiasa besar pengaruhnya terhadap perwujudan kota lestari sekaligus mempercepat upaya
pengentasan kemiskinan.

A. LATAR BELAKANG MASALAH


Kelurahan Gajahan adalah salah satu kelurahan di Kota Surakarta. Seperti halnya
kebanyakan daerah perkotaan, maka sebagian besar wilayahnya telah digunakan untuk
berbagai kepentingan warga seperti perumahan, sarana dan prasarana umum, dan lain
sebagainya. Sebagai konsekuensi dari hal itu, daerah terbuka yang menjadi daerah resapan
air menjadi sangat kurang.
Sebenarnya di sebelah timur wilayah kelurahan Gajahan, terdapat ruang terbuka yaitu
alun-alun selatan Keraton Surakarta. Dengan luas lebih kurang 10 hektar, sebenarnya alun-
alun tersebut dapat menjadi daerah resapan air yang besar. Tetapi kenyataannya air hujan
yang jatuh di luasan alun-alun tidak diresapkan ; namun justru dialirkan ke sungai terdekat
yang berada di wilayah kelurahan Gajahan. Padahal sungai itu merupakan sungai yang
merupakan muara dari berbagai aliran sungai di berbagai wilayah, yaitu wilayah kelurahan

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -3-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

gajahan sendiri dan dua kelurahan di sekitarnya – kelurahan Baluwarti dan kelurahan
Kratonan. Perlu diketahui kontur tanah di wilayah kelurahan Gajahan adalah miring ke timur,
sehingga aliran air pun mengarah ke wilayah timur. Sehingga pada akhirnya terjadi overload
limpasan air hujan yang masuk ke dalam sungai tersebut, sebagai akibat minimnya daerah
resapan air hujan di berbagai wilayah kelurahan. Sungai tidak dapat menampung volume air
hujan, sehingga daerah pemukiman dekat dengan sungai (RW I dan RW II) menjadi
langganan banjir.
Kondisi saluran air di berbagai wilayah kelurahan Gajahan masih banyak yang terbuka.
Hal ini menyebabkan sering tersumbatnya saluran air dengan sampah baik organik (daun-
daun yang jatuh), anorganik maupun tanah yang masuk ke dalam saluran air. Sumbatan ini
juga memberikan kontribusi terjadinya banjir lokal di berbagai wilayah. Selain itu, keadaan
saluran air yang terbuka membuat ruang di tepi jalan menjadi terbatas. Aktivitas warga
menjadi tidak leluasa, bahkan sering menimbulkan kecelakaan (motor, sepeda atau becak
yang terperosok). Bahkan jika seandainya terjadi musibah, akses mobil ambulans ataupun
pemadam kebakaran tidak mungkin masuk ke wilayah tersebut dikarenakan sempitnya jalan.
Selain itu sampah yang ada langsung dibuang dan belum diolah. Hal ini menyebabkan
terjadinya tumpukan sampah yang luarbiasa banyaknya di TPS (Tempat Pembuangan
Sampah) wilayah kelurahan. Padahal menurut survey yang dilakukan pemerintah, 52% total
sampah yang ada saat ini berasal dari rumah tangga. Dan sekitar 65% di antaranya adalah
sampah organik. Sehingga jika tiap rumah dapat mengelola sampahnya sendiri, maka sampah
yang dibuang tentu akan berkurang drastis. Selain itu sampah organik yang telah diolah
menjadi kompos dapat menjadi salah satu tambahan penghasilan yang berarti dapat
meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Kompos yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik, dapat digunakan untuk
memupuk tanaman terutama Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang dikembangkan sebagai
upaya back to nature. Sehingga tanaman menjadi subur dan mampu menjalankan fungsinya
sebagai penyerap panas dan karbondioksida, pensuplai oksigen, dan tanaman obat.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -4-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Berdasarkan latar belakang masalah seperti tersebut di atas, maka program menuju
kota lestari yang diusulkan berjudul “Edu-Eco-EcoGreen di Gajahan” , yang berarti edukasi
(pembelajaran), ekonomi (peningkatan penghasilan) dan penghijauan di Gajahan.

B. TUJUAN PENGAJUAN PROPOSAL


Pengajuan proposal ini memiliki tujuan sebagai berikut :
1. Menata dan menciptakan ruang untuk terciptanya lingkungan hidup yang nyaman dan
lestari :
a. Mengurangi resiko banjir dengan membuat sebanyak mungkin daerah resapan air
hujan, tanpa merusak / mengubah lingkungan yang telah ada. Sehingga
lingkungan akan menyerap air yang jatuh sebanyak-banyaknya ke dalam tanah
(zero run off)
b. Menciptakan tambahan ruang terbuka, dengan memberikan penutup plat beton
yang diberi lubang bagi saluran air terbuka.
2. Mempercepat upaya perwujudan kota lestari.
a. Mengelola sampah rumah tangga, sehingga sampah yang dibuang jumlahnya
makin sedikit dikarenakan sebagian besar diolah menjadi barang yang bernilai
ekonomi.
b. Membuka peluang menambah ekonomi / penghasilan masyarakat sebagai hasil
dari proses pengolahan sampah.
c. Menggunakan lahan kosong dan terlantar sebagai kebun TOGA.
3. Upaya memberdayakan masyarakat, dengan menggunakan KSM (Kelompok
Swadaya Masyarakat) yang telah terbentuk di setiap RW sebagai aktor pelaksana
lapangan dan LKM (Lembaga Keswadayaan Masyarakat) sebagai pendampingnya.
4. Sebagai upaya melakukan konservasi air dan tanah.
5. Mengembangkan agribisnis perkotaan, dengan perkembangan hasil TOGA yang baik
maka terbuka kemungkinan hasil TOGA akan dipasarkan
6. Menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk “back to nature”.
a. Mengembangkan TOGA sebagai tanaman obat sekaligus sarana penghijauan.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -5-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

b. Mengenalkan pembuatan kompos sebagai pupuk alamiah yang dapat digunakan


sebagai pupuk TOGA maupun dapat dijual sebagai sarana menambah ekonomi
keluarga.
7. Sebagai upaya terhadap adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

C. MANFAAT PROPOSAL BAGI WARGA DAN LINGKUNGAN


Manfaat proposal ini adalah :
1. Bagi warga masyarakat :
a. Mendapatkan kenyamanan hidup sebagai akibat daerah pemukimannya
terbebas dari bahaya banjir musiman.
b. Mendapatkan tambahan ruang publik yang nyaman, aman, hijau dan lestari.
c. Dapat melakukan pengelolaan sampah dengan baik, sehingga lingkungan lebih
bersih, rapi, sehat dan indah.
d. Dapat menambah ekonomi keluarga sebagai akibat proses pengolahan sampah
yang bernilai ekonomi.
e. Terbuka kemungkinan untuk mengembangkan budidaya TOGA, sehingga
hasilnya pun dapat berimbas ke peningkatan ekonomi.
f. Sarana pembelajaran dan pemberdayaan potensi wilayah untuk mendukung
terwujudnya kota lestari
2. Bagi lingkungan :
a. Bertambahnya daerah resapan air hujan, sehingga secara tidak langsung akan
berdampak pada upaya konservasi air dan tanah.
b. Bertambahnya Koefisien Dasar Hijau sehingga secara lingkungan dapat
mempengaruhi iklim mikro lingkungan sekitar.
c. Peningkatan kualitas lingkungan setempat sebagai hasil dari berbagai kegiatan
seperti :
1). Penggunaan pupuk kompos sebagai pupuk tanaman.
2). Pelestarian sumber daya alam hayati, berupa tanaman obat.
3). Sampah yang terbuang menjadi berkurang.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -6-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

4). Gas polutan diolah tanaman menjadi oksigen.


5). Hawa panas lingkungan setempat menjadi lebih berkurang sebagai dampak
penghijauan tanaman.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -7-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

BAB II
ANALISA DAN RENCANA KEGIATAN

A. ANALISA POTENSI DAN KEGIATAN


Sebelum penentuan jenis kegiatan yang nanti akan diusulkan dalam proposal ini,
terlebih dahulu dilakukan analisa potensi dan kegiatan. Adapun hasilnya adalah :
Tabel 1 : Analisa SWOT potensi LKM dan warga Kelurahan Gajahan dalam program Tridaya
(Lingkungan, Sosial dan Ekonomi)
STRENGTH 1. Program yang diusulkan dalam proposal ini sesuai dan telah dijadikan
(Kekuatan) program kerja bagi LKM.
2. Beberapa program telah berhasil dilaksanakan dan mendapat apresiasi
positif baik oleh warga maupun donatur (PNPM Mandiri Perkotaan).
3. Kelembagaan LKM adalah kelembagaan yang bersifat non profit dan
telah mendapat kepercayaan dari pemerintah.
4. Telah terbentuk KSM (kelompok Swadaya Masyarakat) sebagai upaya
pemberdayaan warga. KSM telah melakukan beberapa kali kegiatan.
5. Sudah ada rintisan untuk mewujudkan semua usulan dalam proposal ini,
berupa percontohan untuk biopori, sumur resapan, pemberian tutup plat
beton untuk saluran air terbuka, budidaya TOGA, pembuatan kompos.
6. Telah terhubung dengan beberapa instansi pendamping, misal untuk
budidaya TOGA dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan
Tanaman Obat dan Obat Tradisional.
7. Terdapat sumber daya manusia yang dapat mengelola dan menjalankan
semua kegiatan dalam proposal ini.
WEAKNESS 1. Biaya yang terbatas, sehingga sulit mengembangkan dan membutuhkan
(Kelemahan) waktu relatif lama untuk mencapai hasil optimal.
2. Pengetahuan dan pemahaman masyarakat yang masih lemah, sehingga
perlu penguatan secara berkala dengan penyuluhan dan pendampingan.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -8-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

OPPORTUNITY Kegiatan dalam proposal dapat dikembangkan sehingga dapat memberikan


(Peluang) daya dukung baik lingkungan, sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.
TREAT 1. Perilaku negatif warga lingkungan lain yang belum mengetahui fungsi
(Ancaman) berbagai kegiatan dalam proposal ini.
2. Perilaku warga setempat yang terkadang acuh dan masa bodoh
terhadap upaya kelanjutan program kegiatan.
ANTICIPATION 1. LKM dan KSM secara berkala melakukan penyuluhan dan
(Antisipasi) pendampingan dengan memanfaatkan berbagai pertemuan warga
seperti arisan, ibu-ibu PKK, rapat RT/RW.
2. LKM dan KSM melakukan berbagai kegiatan lain untuk membuat
chanelling dengan berbagai pihak, sehingga manfaat dan fungsi
kegiatan ini dapat dirasakan oleh warga tidak sesaat, melainkan
berkelanjutan. Jika warga telah merasakan manfaatnya, maka warga
dengan semangat tetap memberikan dukungan terhadap kegiatan ini.

Sedangkan hasil capaian yang telah berhasil dikerjakan, ada yang merupakan rintisan
kegiatan dari PNPM Mandiri Perkotaan tahun anggaran 2008 dan ada pula yang merupakan
swadaya masyarakat.
Tabel 2 : Hasil capaian kegiatan tahun 2009
No Jenis kegiatan Volume Lokasi Sumber
1. Lubang Resapan Biopori 350 titik RW VII PNPM – MP
2. Sumur Resapan 2 titik RW VII PNPM – MP
3. Pemberian tutup plat beton untuk 182.32 m RW I, II PNPM – MP
saluran air terbuka dan VI
4. Normalisasi saluran air 98.32 m RW I, II PNPM – MP
5. Budidaya Tanaman Obat Keluarga 1 titik RW II Swadaya Masyarakat
6. Pemilahan dan pengolahan sampah 1 titik RW II Swadaya Masyarakat

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta -9-


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

B. JENIS DAN LOKASI DAN WAKTU KEGIATAN YANG DIUSULKAN


1. Jenis Kegiatan yang diusulkan
Dari latar belakang masalah, analisa potensi serta capaian yang telah berhasil
dilaksanakan, maka jenis kegiatan yang diusulkan adalah :
a. Pemberian tutup plat beton untuk saluran terbuka – sepanjang 750 m (Kegiatan 1)
b. Pembuatan Lubang Resapan Biopori – sebanyak 700 titik (Kegiatan 2)
c. Pembuatan Sumur Resapan Air Hujan – sebanyak 10 titik (Kegiatan 3)
d. Pengadaan bak sampah terpadu ( 1 unit terdiri dari 3 bak sampah : organik,
anorganik dan bahan beracun berbahaya) – sebanyak 50 unit. (Kegiatan 4)
e. Pengadaan komposter – sebanyak 50 unit. (Kegiatan 5)
f. Pengadaan Tanaman Obat Keluarga – sebanyak 200 buah (Kegiatan 6)
SIMULTAN DAN • Pembelajaran
KOHEREN Program “Back to Nature
DENGAN Pemberdayaan dan ramah
PROGRAM LAIN Sosial lingkungan
• Penggunaan
9 PNPM – MP TOGA untuk
9 Dana Pemb Sosial obat tradisional
Kelurahan • Sehat alamiah
9 Sumber lain

Edu Eco
Ecogreen
Gajahan

Program Program
Pemberdayaan Lingk Ekonomi Pemberdayaan
Lingkungan Ekonomi

• Plat beton saluran air • Penjualan


• Biopori dan sumur resapan kompos hasil
• Bak sampah terpadu olahan sampah
• Komposter KAMPUNG WISATA • Penjualan
• Penghijauan dengan TOGA TOGA LESTARI TOGA

Gambar 1 : Hubungan antar kegiatan

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 10 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

2. Lokasi Kegiatan yang Diusulkan


Lokasi kegiatan adalah wilayah RW I dan RW II Kelurahan Gajahan. Pemilihan lokasi
kegiatan tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan sebagai berikut :
a. RW I dan RW II adalah wilayah yang secara kontur geografis paling rendah dari
wilayah lain. Sehingga aliran air permukaan selalu mengarah ke wilayah tersebut.
Secara realitas, setiap musim hujan wilayah tersebut mengalami banjir musiman.
Sehingga jika di daerah tersebut mulai dibuat daerah resapan, maka resiko luapan
air permukaan dapat diminimalisir.
b. RW I dan RW II telah memiliki Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang
secara teknis telah berpengalaman dalam menjalankan kegiatan berbasis
pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan perempuan.
c. RW I dan RW II memiliki ruang publik terbatas. Sehingga dengan penambahan
ruang di atas saluran air yang diberi penutup plat beton dapat memberikan
tambahan ruang.
d. RW I dan RW II telah melakukan kegiatan pemberdayaan lingkungan melalui
PNPM Mandiri Perkotaan. Dan menurut penilaian dari tim monitoring evaluasi
tingkat Kota Surakarta, mendapatkan apresiasi yang luarbiasa.
e. RW I dan RW II telah memiliki rintisan swadaya masyarakat untuk program
penghijauan berbasis back to nature.
f. RW I dan RW II memiliki daftar keluarga miskin yang besar. Sehingga upaya
penataan ruang ini akan memberikan dampak yang besar terhadap upaya
pengentasan kemiskinan sesuai dengan Millenium Development Goals.
3. Waktu Kegiatan
Waktu kegiatan ini terhitung sejak keluarnya kepastian didanainya kegiatan ini adalah
= 10 bulan.

C. RENCANA KERJA
Rencana kerja yang akan disusun untuk merealisasi kegiatan-kegiatan tersebut
adalah :

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 11 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

1. Melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholders yang akan berperan dalam


kegiatan ini, meliputi : Pemerintah Kota Surakarta melalui Kelurahan Gajahan, seluruh
tokoh masyarakat, RT dan RW, Dinas terkait, pihak PNPM Mandiri Perkotaan, LKM
Gajah Putih beserta jajarannya. Tujuan dilakukannya koordinasi :
a. Menyatukan pandangan tentang pelaksanaan kegiatan sehingga iklim tetap
kondusif.
b. Membentuk SC (Stering Comitte) yang akan memberikan arahan, saran dan
petunjuk kepada KSM yang akan melaksanakan kegiatan. SC juga mempunyai
tugas untuk melakukan monitoring evaluasi terhadap kegiatan.
2. Melakukan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga masyarakat, terdiri dari :
a. Warga di wilayah lokasi kegiatan.
b. Warga wilayah luar lokasi kegiatan.
3. Melakukan coaching kepada KSM termasuk membuat petunjuk teknis pelaksanaan
masing-masing kegiatan.
4. Melakukan kegiatan secara simultan dan terpadu di masing-masing lokasi, dengan
penanggung jawab dan pelaksana adalah KSM di RW yang menjadi lokasi kegiatan.
5. Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan, termasuk
pertanggungjawaban keuangan sehingga prinsip transparan dan akuntabel dapat
terjaga.
6. Memberikan laporan kepada seluruh warga terhadap hasil akhir kegiatan termasuk
kemungkinan pengembangan program di waktu-waktu mendatang. Laporan juga akan
dilakukan secara instansi vertikal ke atas, sampai ke tingkat Kota Surakarta.
7. Menjalin komunikasi dengan pihak-pihak lain, chanelling dengan berbagai lembaga
dan institusi untuk mengembangkan kegiatan ini baik secara kuantitas maupun
kualitas.
8. Melakukan upaya pemeliharaan dengan memberdayakan masyarakat sekitar lokasi
kegiatan.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 12 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

9. Mengembangkan kegiatan tersebut sehingga dapat mewujudkan kota lestari serta


kelurahan Gajahan sebagai kampung percontohan untuk Kampung Wisata TOGA
Lestari.

Sedangkan rencana jadwal pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut :


Tabel 3 : Jadwal pelaksanaan kegiatan
No Jenis kegiatan Bulan ke Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Koordinasi Semua stakeholders
2 Pembentukan SC LKM dan unit pelaksana
3 Sosialisasi dan LKM, Kelurahan, RT, RW
penyuluhan
4 Pelatihan KSM LKM, Unit pelaksana,
fasilitator
5 Pembuatan juknis LKM dan Unit pelaksana
6 Kegiatan 1 KSM
7 Kegiatan 2 KSM
8 Kegiatan 3 KSM
9 Kegiatan 4 Pemberdayaan perempuan
10 Kegiatan 5 Pemberdayaan perempuan
11 Kegiatan 6 Pemberdayaan perempuan
12 Monitoring dan LKM, KSM, warga
evaluasi masyarakat
13 Pelaporan LKM
14 Komunikasi Semua stakeholders
15 Pemeliharaan KSM dan warga masyarakat
16 Pengembangan LKM dan warga masyarakat

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 13 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

D. STRATEGI
Agar terwujud tujuan yang hendak dicapai, maka strategi yang akan dilaksanakan
adalah :
1. Mendorong proses terjadinya komunikasi dalam masyarakat tentang penataan kota
lestari.
Intervensi untuk mampu mewujudkan proses terjadinya komunikasi dalam
masyarakat tentang penataan kota lestari, setidaknya terdiri dari 2 hal :
a. Sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya kota lestari kepada masyarakat
secara terus-menerus.
b. Penggunaan berbagai media termasuk buletin LKM dalam rangka
menyebarluaskan tentang kota lestari.
2. Mendorong proses transformasi perilaku masyarakat dari kurang peduli lingkungan
menjadi lebih peduli lingkungan.
Intervensi untuk mampu mewujudkan proses transformasi perillaku masyarakat dari
kurang peduli lingkungan menjadi lebih peduli lingkungan setidaknya terdiri dari 4
hal :
a. Penguatan Lembaga Masyarakat melalui pendekatan pembangunan bertumpu
pada pemberdayaan masyarakat, termasuk pemberdayaan perempuan.
b. Internalisasi nilai-nilai dan prinsip-prinsip kota lestari kepada masyarakat
sehingga hal ini mendorong perilaku warga masyarakat untuk lebih peduli
lingkungan demi kehidupan di masa depan yang lebih baik.
c. Pembelajaran penerapan konsep kota lestari dalam upaya mewujudkan
lingkungan yang lebih ramah.
d. Penguatan akuntabilitas masyarakat, dengan menekankan pada proses
membangun dan menumbuhkembangkan segenap lapisan masyarakat untuk
peduli melakukan kontrol sosial secara objektif.
3. Mendorong proses chanelling masyarakat untuk dapat mengakses berbagai
kegiatan menuju terwujudnya kota lestari.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 14 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Intervensi untuk mampu mendorong proses chanelling masyarakat untuk dapat


mengakses berbagai kegiatan menuju terwujudnya kota lestari, setidaknya terdiri
dari 2 hal :
a. Pembelajaran kemitraan antar stakeholders strategis, yang menekankan pada
proses pembangunan kolaborasi dan sinergi terhadap upaya-upaya pewujudan
kota lestari antara masyarakat, pemerintah kota, kelompok peduli lingkungan.
Termasuk sinergi dengan upaya penanggulangan kemiskinan.
b. Penguatan jaringan antar pelaku pembangunan, dengan membangun
kepedulian dan jaringan sumberdaya dan mendorong keterlibatan aktif dari
masyarakat dan semua stakeholders yang peduli terhadap perwujudan kota
lestari.

E. AKTOR PELAKSANA
Untuk merealisasi kegiatan yang diusulkan dalam proposal ini agar tujuan dapat
terwujud, maka perlu dibentuk dan ditunjuk aktor pelaksana kegiatan. Aktor pelaksana
dalam kegiatan ini adalah :
1. Steering Comitte (SC)
SC terdiri dari :
a. Anggota LKM Gajah Putih, sebanyak 11 orang.
b. Unit pelaksana lingkungan, unit pelaksana sosial dan unit pelaksana ekonomi,
sebanyak 12 orang.
c. Perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK)
d. Tokoh masyarakat.
e. Perwakilan pemerintah kota / kelurahan
2. Organizing Comitte (OC)
OC terdiri dari :
a. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Nogogini RW I.
b. Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brotoseno RW II.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 15 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

c. Seluruh organisasi kemasyarakatan di wilayah lokasi, termasuk organisasi


perempuan.
d. Organisasi peduli lingkungan di wilayah kelurahan / Kota Surakarta.
Secara teknis operasional, KSM tersebut di atas telah berpengalaman dalam
mengelola dan menggunakan dana untuk pemberdayaan lingkungan melalui PNPM
Mandiri Perkotaan.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 16 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

BAB III
RENCANA ANGGARAN

Adapun rencana anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasi kegiatan-kegiatan


dalam proposal ini adalah sebagai berikut :
SAYEMBARA NASIONAL
PRAKARSA MASYARAKAT DALAM PENATAAN RUANG UNTUK KOTA LESTARI
PERHITUNGAN KEBUTUHAN DAN BIAYA
TENAGA KERJA / BAHAN / ALAT DAN ADMINISTRASI
(Per Item Pekerjaan)

Propinsi : Jawa Tengah LKM : Gajah Putih


Kota : Surakarta Lokasi keg : RW I dan II
Kecamatan : Pasarkliwon
Kelurahan : Gajahan
No Koefi Uraian Volume Satuan Harga satuan Jumlah harga
sien
1 Pekerjaan Pembuatan Plat Beton Penutup Saluran air ( 750 m)
1. Pasang bouwplank
BAHAN
Kayu 5/7 4,5 M3 950.000 4.275.000,00
Paku biasa 2’ – 5’ 7,5 Kg 12.000 90.000,00
Papan 3/20 2,625 M3 1.750.000 4.593.750,00
UPAH
Tukang kayu 37,125 hok 40.000 1.485.000,00
Pekerja 37,125 hok 35.000 1.299.375,00
Kepala tukang 3,75 hok 45.000 168.750,00

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 17 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

2. Begisting untuk plat


BAHAN
Kayu begisting 11,8125 M3 900.000 10.631.250,00
Paku 267,375 kg 12.000 3.208.500,00
UPAH
Tukang Kayu 18,1875 hok 40.000 727.500,00
Pekerja 55,3125 hok 35.000 1.935.937,50
Kepala Tukang 1,875 hok 45.000 84.375,00
3. Tutup Plat Beton
BAHAN
Pasir cor 16,125 M3 125.000 2.015.625,00
Batu pecah 2/3 24,375 M3 175.000 4.265.625,00
Semen Portland (50 201,375 Zak 55.000 11.075.625,00
kg)
Besi beton 3831 kg 12.800 49,036.800,00
Kawat bendrat 0,375 kg 13.000 4.875,00
UPAH
Tukang batu 7,875 hok 40.000 315.000,00
Pekerja 51,375 hok 35.000 1.798.125,00
Kepala tukang 0,75 hok 45.000 33.750,00
PERALATAN
Kasutan 0,9375 Hak 15.000 14.062,50
Ember 0,375 Bh 7.500 2.812,50
Kotak adukan 5,25 Bh 45.000 236,250,00

Sub Total (1) 97.297.987,50

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 18 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

2 Pekerjaan Pembuatan Lubang Biopori (700 titik)


Pengeboran tanah
BAHAN
Sampah humus 12,38 M3 1.500 18.570,00
PVC 4 ‘ 30,12 Btg 195.000 5.873.400,00
Besi beton D 8 138,14 kg 13.000 1.795.820,00
UPAH
Tukang 10,50 hok 40.000 420.000,00
Pekerja 90,00 hok 35.000 3.150.000,00
Kepala Tukang 10,50 hok 45.000 472.500,00
PERALATAN
Bor 10 Bh 2.500.000 25.000.000,00

Sub total (2) 36.730.290,00

3 Pekerjaan Pembuatan sumur resapan air hujan (10 titik)


Galian tanah
Upah Pekerja 13.60 hok 35.000 476.000,00
Pasangan batubata
BAHAN
Batu bata 4704,00 Bj 350 1.646.400,00
Pasir 4,90 M3 100.000 490.000,00
Semen Portland (50 17,50 zak 55.000 962.500,00
Kg)
UPAH
Tukang batu 7,50 hok 40.000 300.000,00
Kepala tukang batu 0,75 hok 45.000 33.750,00
Pekerja 22,50 hok 35.000 787.500,00

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 19 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

PERALATAN
Ember 11,25 Bh 7.500 84.375,00
Kotak adukan 0,75 Bh 45.000 33.750,00
Timbunan Batu kosong
BAHAN
Batu belah 7,50 M3 100.000 750.000,00
UPAH
Tukang batu 2,40 hok 40.000 96.000,00
Kepala tukang batu 0,25 hok 45.000 11.250,00
Pekerja 4,85 hok 35.000 169.750,00
Tutup plat beton
BAHAN
Pasir cor 1,00 M3 125.000 125.000,00
Batu pecah 2/3 1,25 M3 175.000 218.750,00
Semen Portland (50 9,00 Zak 55.000 495.000,00
kg)
Besi beton 145,00 kg 13.000 1.885.000,00
Kawat bendrat 2,50 kg 13.500 337.500,00
UPAH
Tukang batu 0,40 hok 40.000 16.000,00
Kepala tukang batu 0,50 hok 45.000 22.500,00
Pekerja 2,50 hok 35.000 87.500,00
PERALATAN
Kasutan 0.05 Hak 15.000 750,00
Ember 0,20 Bh 7.500 1.500,00
Kotak adukan 0,20 Bh 45.000 9.000,00

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 20 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Pembuangan tanah
Upah Pekerja 9,25 hok 35.000 323.750,00

Sub total (3) 9.363.525,00

4. Pekerjaan pengadaan bak sampah terpadu (50 unit)


Bak sampah terpadu 50 unit 300.000 15.000.000,00
Transportasi 2,00 paket 250.000 500.000,00
Pemasangan 50 titik 50.000 2.500.000,00

Sub total (4) 18.000.000,00

5. Pekerjaan pengadaan komposter (50 unit)


Komposter 50 unit 300.000 15.000.000,00
Transportasi 1 paket 100.000 100.000,00
Pelatihan 6 paket 250.000 1.500.000,00
pembuatan kompos

Sub total (5) 16.600.000,00

6. Pekerjaan pengadaan tanaman obat keluarga (200 tanaman)


Pot dari gerabah 200 bh 40.000 8.000.000,00
Bibit tanaman 200 bh 30.000 6.000.000,00
Seng papan nama 10 M2 20.000 200.000,00
Cat phylox untuk 8 bh 22.500 180.000,00
dasar
Cat untuk menulis 3 kaleng 36.000 108.000,00
nama tanaman

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 21 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Kayu penancap 40 m 6.000 240.000,00

Sub total (6) 14.728.000,00

7 Administrasi
Papan proyek 30 Ls 100.000 3.000.000,00
Proposal dan 10 Ls 50.000 500.000,00
pelaporan
Dokumentasi 1 Ls 200.000 200.000,00
Meterai 30 Ls 6.000 180.000,00

Sub total (7) 3.880.000,00

Jumlah biaya konstruksi dan pengadaan 192.719.802,50


Jumlah biaya administrasi 3.880.000,00
Total biaya 196.599.802,50
Dibulatkan 196.600.000,00

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 22 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

BAB IV
PENUTUP

A. PRODUK AKHIR YANG DIHARAPKAN


Setelah semua kegiatan dalam proposal ini dapat dilaksanakan, maka produk akhir
yang diharapkan adalah sebagai berikut :
1. Mulai adanya daerah resapan air hujan di wilayah RW I dan RW II. Dengan
adanya lubang biopori dan sumur resapan air hujan, maka jumlah air hujan yang
terbuang ke saluran air dapat dikurangi. Sebagian besar justru akan kembali
meresap ke dalam tanah sehingga akan mengurangi resiko banjir sekaligus
menyediakan tandon air yang cukup di dalam tanah . Secara tidak langsung
langkah ini juga merupakan upaya pembelajaran tentang pentingnya konservasi
air dan tanah kepada masyarakat.
2. Saluran air yang semula terbuka sekarang menjadi ditutup dengan plat beton. Hal
ini berdampak kepada penambahan ruang di kanan kiri jalan sehingga jalan
menjadi bertambah lebar 80 cm (40 cm di kiri dan 40 cm di kanan). Hal ini akan
menguntungkan aktivitas warga, sebab ruang tambahan itu dapat digunakan
untuk berbagai aktivitas, misal di beberapa tempat diberi pot besar untuk ditanami
tanaman obat. Selain itu dengan penutupan plat beton, kemungkinan saluran air
tersumbat oleh sampah yang jatuh / daun yang diterbangkan angin menjadi
sangat minimal. Disamping itu air permukaan tetap dapat masuk ke saluran,
sebab plat beton diberi lubang, yang juga difungsikan untuk kemudahan membuka
plat tersebut jika dilakukan upaya pembersihan saluran air secara rutin.
3. Pemilahan sampah rumah tangga merupakan awal dari upaya pengelolaan
sampah sekaligus mengubah sampah menjadi sumber ekonomi baru. Di kota
Surakarta, upaya tersebut telah dimulai di beberapa Kelurahan. Dengan
diberikannya bak sampah terpadu, maka warga dapat belajar untuk memilah
sampah. Memang upaya ini tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tapi dari

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 23 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

sinilah awal warga untuk belajar. Di sini, LKM akan menggandeng Dinas
Lingkungan Hidup Kota Surakarta.
4. Dari proses pemilahan sampah, maka sampah organik mulai diolah menjadi
kompos melalui komposter. Dengan pengolahan ini, akhirnya volume sampah
yang terbuang menjadi berkurang. Kompos hasil olahan dapat digunakan warga
untuk memupuk tanamannya, termasuk tanaman obat disamping juga dapat dijual.
Inilah sisi pemberdayaan ekonomi warga.
5. Penghijauan yang dilakukan dengan tanaman obat, memiliki ciri khas dan
keunggulan tersendiri. Selain berfungsi untuk penghijauan, keberadaan tanaman
obat juga dapat digunakan warga untuk mengobati berbagai gangguan kesehatan
melalui khasiat tanaman tersebut. Dengan demikian, secara tidak langsung akan
memberikan pembelajaran kepada warga untuk kembali ke alam dengan
menggunakan berbagai khasiat tanaman herbal di sekeliling kita. Dalam hal ini,
LKM bekerjasama dengan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman
Obat dan Obat Tradisional Departemen Kesehatan.
Berikut disampaikan beberapa gambar yang dapat digunakan sebagai progress
kegiatan dalam proposal ini.

Gambar 2 : Penutupan Plat Beton hasil PNPM Mandiri Perkotaan (RW I dan II)

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 24 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Gambar 3 : Lubang Biopori dan Sumur resapan air hujan

Gambar 4 : Koleksi tanaman obat milik swadaya masyarakat RW II

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 25 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Gambar 5 : Koleksi Tanaman Obat milik swadaya masyarakat RW II

B. KEBERLANJUTAN PROPOSAL PASKA PELAKSANAAN


Semua yang diusulkan dalam proposal ini telah menjadi program bagi LKM Gajah
Putih. Jadi setelah pelaksanaan kegiatan ini, LKM akan terus melakukan perluasan kegiatan
serupa di wilayah-wilayah lain. Hal ini didukung dengan telah berjalannya KSM di semua RW,
sehingga secara pemberdayaan masyarakat akan memiliki 2 sisi : pemberdayaan masyarakat
sendiri (termasuk pemberdayaan perempuan) dan pemberdayaan kota lestari.
Oleh karena itu, tidak ada program / kegiatan yang berhenti. Paska pelaksanaan,
warga di setiap wilayah telah memiliki komitmen untuk merawat dan mengembangkan sarana
dan prasarana yang telah ada. Hal itu dibuktikan bahwa di setiap KSM terdapat tim
Pemeliharaan dan Perawatan.
Pada akhirnya jika upaya ini berhasil, kota lestari akan segera terwujud. Dan hal
tersebut semakin mendekatkan tekad warga untuk menjadikan kelurahan Gajahan sebagai
Kampung Wisata TOGA Lestari melalui proposal Edu Eco Ecogreen ini.

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 26 -


Proposal Sayembara Kota Lestari 2009

Contact :
LKM GAJAH PUTIH Kelurahan Gajahan
Kota Surakarta
Koordinator LKM : Hari Wiradi
Gajahan Rt 01/II Surakarta
Telp (0271) 7950989 – 085640047166
Email : Hariwiradi@yahoo.co.id

LKM Gajah Putih Kelurahan Gajahan Kota Surakarta - 27 -