Anda di halaman 1dari 72

Aliran Biaya Produksi

Bab
3
Akuntansi Keuangan
Biaya produk dipakai untuk menilai
persediaan dan menghitung biaya barang
dijual.

Akuntansi Manajemen
Biaya produk dipakai untuk perencanaan,
pengendalian, pengarahan, dan
pembuatan keputusan manajemen.

BIAYA PRODUKSI
Produk
Overhead
Pabrik
Tenaga
Langsung
Bahan
Baku
Bahan Baku


Contoh:
Baja yang dipakai
untuk membuat
mobil.
Bahan yang digunakan untuk
membuat produk dan mudah ditelusur
ke produk jadi
Tenaga Langsung
Gaji, upah, dan tunjangan
untuk karyawan yang terlibat langsung
dengan pembuatan produk.
Contoh:
Upah yang dibayarkan
kepada karyawan
perakit mobil.
Overhead Pabrik
Semua biaya produksi lainnya
Bahan yang dipakai untuk
mendukung proses
produksi. Contoh: bahan
pelumas dan pembersih
yang dipakai di sebuah
perusahaan perakitan mobil.
Tenaga Tidak
Langsung
Bahan
Penolong
Biaya-biaya
Lainnya
Overhead Pabrik
Semua biaya produksi lainnya
Tenaga Tidak
Langsung
Bahan
Penolong
Biaya-biaya
Lainnya
Upah karyawan yang
tidak mengerjakan
produk secara langsung.
Contoh: karyawan
pemeliharaan, mandor
dan satpam pabrik.
Overhead Pabrik
Semua biaya produksi lainnya
Tenaga Tidak
Langsung
Bahan
Penolong
Biaya-biaya
Lainnya
Contoh: depresiasi
peralatan pabrik, PBB,
asuransi, utiliti, premi
lembur, dan waktu
menganggur yang tidak
dapat dihindari.
Aliran Persediaan
Bahan Baku
Barang Jadi
Barang Dalam
Proses
Bahan menunggu
untuk diproses.
Produk jadi yang
menunggu untuk
dijual.
Produk sebagian
selesai bahan yang
sudah ditambahi
sejumlah tenaga
langsung dan/atau
overhead pabrik.
Aliran Persediaan
Tersedia
$$$$$
=
Saldo
akhir
$$
=
Pengambilan
$$$
_
Tersedia
$$$$$
Saldo
awal
$$
Tambahan
$$$
+
Kuis -
Jika anda punya saldo tabungan di bank pada awal
bulan sebesar Rp1.000, anda menyetor Rp100
selama sebulan, dan mengambil Rp300 selama
sebulan, berapakah saldo tabungan di bank pada
akhir bulan?
A. Rp1.000.
B. Rp 800.
C. Rp1.200.
D. Rp 200.
Kuis -
Jika anda punya saldo tabungan di bank pada awal
bulan sebesar Rp1.000, anda menyetor Rp100
selama sebulan, dan mengambil Rp300 selama
sebulan, berapakah saldo tabungan di bank pada
akhir bulan?
A. Rp1.000.
B. Rp 800.
C. Rp1.200.
D. Rp 200.
Rp1.000 + Rp100 = Rp1.100
Rp1.100 - Rp300 = Rp800
Aliran Persediaan
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan
awal periode
Persediaan awal adalah
persediaan akhir periode
sebelumnya.
Aliran Persediaan
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan baku Bahan baku
awal periode
+ Bahan baku yang
dibeli
= Bahan baku yang
tersedia dipakai
untuk produksi
Persediaan bahan baku
akhir periode
= Bahan baku dipakai
untuk produksi
Setelah bahan dipindahkan dari
persediaan bahan dan dimasukkan
ke dalam proses produksi, hal itu
disebut bahan baku.
Kuis -
Persedian bahan awal bulan sebesar Rp32.000.
Selama sebulan, bahan dibeli Rp276.000.
Perhitungan pada akhir bulan menunjukkan bahwa
bahan yang masih ada Rp28.000. Berapakah biaya
bahan yang dipakai?
A. Rp276.000
B. Rp272.000
C. Rp280.000
D. Rp 2.000
Kuis -
Persedian bahan awal bulan sebesar Rp32.000.
Selama sebulan, bahan dibeli Rp276.000.
Perhitungan pada akhir bulan menunjukkan bahwa
bahan yang masih ada Rp28.000. Berapakah biaya
bahan yang dipakai?
A. Rp276.000
B. Rp272.000
C. Rp280.000
D. Rp 2.000
Persediaan bahan awal 32.000 Rp
+ Bahan dibeli 276.000
= Bahan tersedia dipakai
untuk produksi 308.000 Rp
Persediaan bahan akhir 28.000
= Bahan yang dipakai
untuk produksi 280.000 Rp
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan baku Bahan baku
awal periode + Tenaga langsung
+ Bahan baku yang + Overhead pabrik
dibeli = Jumlah biaya
= Bahan baku yang produksi
tersedia dipakai
untuk produksi
Persediaan bahan baku
akhir periode
= Bahan baku dipakai
untuk produksi
Biaya konversi
adalah biaya
yang terjadi
untuk
mengubah
bahan baku
menjadi produk
jadi.
Aliran Persediaan
Kuis -
Bahan baku yang dipakai untuk produksi Rp280.000.
Tenaga langsung yang terjadi sebesar Rp375.000 dan
overhead pabrik sebesar Rp180.000. Berapa jumlah
biaya produksi yang terjadi dalam satu bulan?
A. Rp555.000
B. Rp835.000
C. Rp655.000
D. Tidak dapat dihitung.
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan baku Bahan baku
awal periode + Tenaga langsung
+ Bahan baku yang + Overhead pabrik
dibeli = Jumlah biaya
= Bahan baku yang produksi
tersedia dipakai
untuk produksi
Persediaan bahan baku
akhir periode
= Bahan baku dipakai
untuk produksi
Aliran Persediaan
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan baku Bahan baku Persediaan barang
awal periode + Tenaga langsung dalam proses awal
+ Bahan baku yang + Overhead pabrik + Jumlah biaya
dibeli = Jumlah biaya produksi
= Bahan baku yang produksi = Jumlah barang dalam
tersedia dipakai proses selama
untuk produksi satu periode
Persediaan bahan baku
akhir periode
= Bahan baku dipakai
untuk produksi
Aliran Persediaan
Semua biaya produksi yang terjadi
selama satu periode ditambahkan ke
saldo persediaan barang dalam
proses awal periode.
Biaya Barang Dalam
Bahan Baku Produksi Proses
Persediaan bahan baku Bahan baku Persediaan barang
awal periode + Tenaga langsung dalam proses awal
+ Bahan baku yang + Overhead pabrik + Jumlah biaya
dibeli = Jumlah biaya produksi
= Bahan baku yang produksi = Jumlah barang dalam
tersedia dipakai proses selama
untuk produksi satu periode
Persediaan barang
dalam proses akhir
= Biaya barang yang
produksi.
Aliran Persediaan
Biaya barang yang selesai diproduksi
selama satu periode ditransfer ke
persediaan barang jadi.
Kuis -
Persediaan barang dalam proses awal sebesar
Rp125.000. Biaya produksi yang terjadi selama
sebulan Rp835.000. Masih terdapat Rp200.000
barang dalam proses pada akhir bulan. Berapakah
biaya barang yang diproduksi selama sebulan?
A. Rp1.160.000
B. Rp 910.000
C. Rp 760.000
D. Tidak dapat dihitung.
Barang Dalam
Proses Barang Jadi
Persediaan barang Persediaan barang
dalam proses awal jadi awal
+ Biaya produksi selama + Biaya barang yang
satu periode produksi
= Jumlah barang dalam = Biaya barang
proses selama satu tersedia untuk
periode dijual
Persediaan barang - Persediaan barang
dalam proses akhir jadi akhir
= Biaya barang yang Biaya barang yang
produksi dijual
Aliran Persediaan
Kuis -
Persediaan barang jadi awal sebesar Rp130.000.
Biaya barang yang diproduksi selama sebulan
sebesar Rp760.000. Persediaan barang jadi pada
akhir bulan adalah Rp150.000. Berapakah biaya
barang yang dijual selama sebulan?
A. Rp 20.000.
B. Rp740.000.
C. Rp780.000.
D. Rp760.000.
Aliran Biaya Produksi
Harga
Pembelian
Neraca
Laporan
Rugi-Laba
Bahan
Baku
Barang Dalam
Proses
Barang
Jadi
Bahan
Dipakai
Tenaga lgs.
Overhead
Persediaan
Akhir
Jumlah biaya
produksi
yang terjadi
Persediaan
Akhir
Biaya
Barang
diproduksi
Persediaan
Akhir
Biaya
Barang
Dijual
Aliran Biaya Dalam Perusahaan Jasa
Akuntan
Publik
Usaha
Penerbangan
Usaha
Asuransi
Perusahaan
Jasa
Rumah
Sakit
Bank
Lembaga
Bantuan Hukum
Hotel
Usaha
Angkutan
Perusahaan jasa tidak memiliki
rekening persediaan barang
dalam proses dan barang jadi
yang digunakan untuk menyimpan
biaya sebelum ditransfer ke
rekening biaya barang dijual.
Aliran Biaya Dalam Perusahaan Jasa
Mari dilihat aliran biaya
dalam perusahaan
manufaktur. Kita gunakan
rekening T dan dimulai dari
bahan.
Aliran Biaya Produksi
Barang Dalam Proses
Bahan
Overhead Pabrik
Pembelian
Bahan
Bahan
Baku
Bahan
Baku
Bahan
Penolong
Bahan
Penolong
Aliran Biaya Produksi
Berikutnya kita
tambahkan biaya tenaga
kerja dan overhead pabrik
dibebankan ke aliran
biaya.
Aliran Biaya Produksi
Tenaga
Langsung
Bahan
Penolong
Overhead
Dibebankan
ke Barang
Dalam
Proses
Tenaga
Tidak
Langsung
Tenaga
Langsung
Overhead
Dibebankan
Tenaga
Tidak
Langsung
Utang Gaji & Upah
Barang Dalam Proses
Overhead Pabrik
Bahan
Baku
Aliran Biaya Produksi
Sekarang kita selesaikan
barang dan menjualnya
Aliran Biaya Produksi
Biaya
Barang
Diproduksi
Barang Jadi
Biaya
Barang
Dijual
Biaya
Barang
Diproduksi.
Biaya Barang Dijual
Biaya
Barang
Dijual
Barang Dalam Proses
Bahan
Baku
Tenaga
Langsung
Overhead
Dibebankan
Aliran Biaya Produksi
Mari kita lihat
transaksi bulan
Januari di sebuah
perusahaan
manufaktur, PT
Natura.
Aliran Biaya Produksi
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membayar tunai Rp26.500 untuk membeli
bahan.
Bahan
O26.500
Kas
Sal. 64.500
O26.500
Sal. 500
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura memakai bahan Rp1.100 untuk
proses produksi makanan dalam kemasan.
Bahan
O1.100
Barang Dalam Proses
Sal. 0
O26.500
Sal. 500 O1.100
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membayar tunai Rp2.000 untuk
membeli supplies produksi.
Supplies Produksi
O26.500
Kas
Sal. 64.500 O2.000
O 2.000
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membayar tunai upah karyawan
produksi sebesar Rp1.400.
O26.500
Kas
Sal. 64.500
O 2.000 O 1.100
Barang Dalam Proses
Sal. 0
O 1.400 O 1.400
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membebankan taksiran biaya overhead
pabrik sebesar Rp1.680 pada akhir bulan Januari.

Dibebankan
Overhead Pabrik
Sesungguhnya
O 1.100
Barang Dalam Proses
O 1.400
O 1.680
O 1.680
Sal. 0
Overhead dibebankan = 500 bungkus Rp3,36 per bungkus
Aliran Biaya Produksi
Taksiran jumlah overhead
dalam satu tahun
Taksiran jumlah unit dasar
alokasi dalam satu tahun
TODD =
Sebuah tarif overhead ditentukan di muka (TODD)
yang digunakan untuk membebankan overhead ke
produk ditentukan sebelum periode dimulai.
Aliran Biaya Produksi
Rp40.320
12.000 bungkus
TODD =
=
Rp3,36
per
bungkus
Overhead dibebankan = TODD Aktivitas sesungguhnya
Jumlah sesungguhnya dari
dasar alokasi misalnya
unit diproduksi, jam tenaga
langsung, atau jam mesin.
Didasarkan pada
taksiran, dan ditentukan
sebelum periode dimulai.
Aliran Biaya Produksi
Pemakaian tarif ditentukan di muka memungkinkan
untuk menaksir jumlah biaya produk secepatnya.







Overhead sesungguhnya dalam satu periode
tidak dapat diketahui sebelum akhir periode.
R
p
Aliran Biaya Overhead
OPT Natura mentransfer biaya produksi 500 bungkus
makanan dalam kemasan dari barang dalam proses
ke barang jadi.
Barang Jadi
O 1.100
Barang Dalam Proses
O 1.400
O 1.680
Sal. 0
O4.180
Sal. 836
O4.180
100 bungkus @ Rp8,36
Biaya per unit = Rp4.180 500 bungkus = Rp8,36 per bungkus
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura mencatat biaya barang yang dijual untuk
400 bungkus makanan yang sudah dijual kepada para
pembeli.
Barang Jadi
O4.180
Bal. 836
Biaya Barang Dijual
O3.344 O3.344
400 bungkus @ Rp8,36 per bungkus = Rp3.344
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura mengakui pendapatan penjualan sebesar
Rp5.600 dari 400 bungkus makanan yang sudah
dijual.
Pendapatan
O5.600
400 bungkus @ Rp14,00 per bungkus = Rp5.600
O26.500
Kas
Sal. 64.500
O 2.000
O 1.400
O5.600
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membayar tunai Rp1.200 untuk biaya
overhead yang sesungguhnya terjadi, termasuk
tenaga tidak langsung, utiliti, sewa, dll.
O26.500
Kas
Sal. 64.500
O 2.000
O 1.400
O5.600
Dibebankan
Overhead Pabrik
Sesungguhnya
O 1.680 O 1.200
O 1.200
Aliran Biaya Produksi
OPT Natura membayar tunai Rp1.200 untuk biaya
overhead yang sesungguhnya terjadi, termasuk
tenaga tidak langsung, utiliti, sewa, dll.
O26.500
Cash
Bal. 64.500
O 2.000
O 1.400
O5.600
Dibebankan
Overhead Pabrik
Sesungguhnya
O 1.680 O 1.200
O 1.200
Overhead pabrik lebih
dibebankan Rp480 pada akhir
bulan Januari. Jika ada
perbedaan antara overhead
sesungguhnya dan
dibebankan pada akhir tahun,
jumlah tersebut akan ditutup
ke biaya barang dijual.
Aliran Biaya Produksi
Pada akhir tahun,
PT Natura mempunyai saldo
rekening sebagai berikut:
Aliran Biaya Produksi
Aliran Biaya Produksi
Supplies: Rp2.000 dibeli, Rp1.700 dipakai.
Lihat perhitungan
Biaya Barang
Diproduksi dan
Dijual
Aliran Biaya Produksi
Penjelasan
mengenai saldo
overhead pabrik
sebagai berikut:
Aliran Biaya Produksi
Dibebankan
Overhead Pabrik
Sesungguhnya
39.648 43.400
3.752
Overhead pabrik kurang
dibebankan Rp3.752.
11.800 bungkus diproduksi Rp3,36 TODD
Aliran Biaya Produksi
Dib.
Overhead Pabrik
Ses.
39.648 43.400
3.752
Overhead pabrik kurang
dibebankan Rp3.752.
Biaya Barang Dijual
83.600
10.000 bungkus @ Rp8.36
3.752
3.752
Overhead kurang dibebankan
ditutup ke Biaya Barang
Dijual sehingga saldo
rekening overhead nol.
87.352
Aliran Biaya Produksi
Analisis Overhead Kurang Dibebankan
Selisih pengeluaran
Rp3.080 merugikan
Selisih Volume
Rp672 merugikan
Rp43.400 Rp40.320 Rp39.648

Overhead Pabrik Overhead Overhead
Sesungguhnya Pabrik Pabrik
Terjadi Dianggarkan Dibebankan
Jumlah selisih adalah Rp3.752 merugikan, jumlah
overhead kurang dibebankan.
Mari dibuat sebuah
Perhitungan Biaya Barang
Diproduksi dan Dijual
untuk PT Natura.
Aliran Biaya Produksi
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
PT Natura
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
Bahan Baku Dipakai 25.960 Rp
Tenaga Langsung 33.040
Overhead Pabrik Sesungguhnya 43.400
Jumlah Biaya Produksi 102.400 Rp
Plus: Persediaan Barang Dalam Proses Awal
0
Jumlah Persediaan Barang Dalam Proses 102.400 Rp
Minus: Persediaan Barang Dalam Proses Akhir
8.360
Biaya Barang Diproduksi 94.040 Rp
Plus: Persediaan Barang Jadi Awal
836
Biaya Barang Tersedia Dijual 94.876 Rp
Minus: Persediaan Barang Jadi Akhir
7.524
Biaya Barang Dijual 87.352 Rp
PT Natura
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
Bahan Baku Dipakai 25.960 Rp
Tenaga Langsung 33.040
Overhead Pabrik Sesungguhnya 43.400
Jumlah Biaya Produksi Rp102.400
Plus: Persediaan Barang Dalam Proses Awal
0
Jumlah Persediaan Barang Dalam Proses 102.400 Rp
Minus: Persediaan Barang Dalam Proses Akhir
8.360
Biaya Barang Diproduksi 94.040 Rp
Plus: Persediaan Barang Jadi Awal
836
Biaya Barang Tersedia Dijual 94.876 Rp
Minus: Persediaan Barang Jadi Akhir
7.524
Biaya Barang Dijual 87.352 Rp
Perhitungan Bahan Baku Dipakai
Persediaan Bahan Baku Awal 500 Rp
Plus: Pembelian
26.500
Bahan Baku Tersedia Dipakai 27.000 Rp
Minus: Persediaan Bahan Baku Akhir
1.040
Bahan Baku Dipakai 25.960 Rp
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
PT Natura
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
Bahan Baku Dipakai 25.960 Rp
Tenaga Langsung 33.040
Overhead Pabrik Sesungguhnya 43.400
Jumlah Biaya Produksi 102.400 Rp
Plus: Persediaan Barang Dalam Proses Awal
0
Jumlah Persediaan Barang Dalam Proses 102.400 Rp
Minus: Persediaan Barang Dalam Proses Akhir
8.360
Biaya Barang Diproduksi 94.040 Rp
Plus: Persediaan Barang Jadi Awal
836
Biaya Barang Tersedia Dijual 94.876 Rp
Minus: Persediaan Jadi Akhir
7.524
Biaya Barang Dijual 87.352 Rp
Perhitungan Overhead Pabrik Sesungguhnya
Tenaga Tidak Langsung, Sewa, Utiliti 31.700 Rp
Supplies 1.700
Depresiasi Peralatan Pabrik 10.000
Overhead Pabrik Sesungguhnya 43.400 Rp
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
PT Natura
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
Bahan Baku Dipakai 25.960 Rp
Tenaga Langsung 33.040
Overhead Pabrik Sesungguhnya 43.400
Jumlah Biaya Produksi 102.400 Rp
Plus: Persediaan Barang Dalam Proses Awal
0
Jumlah Persediaan Barang Dalam Proses 102.400 Rp
Minus: Persediaan Barang Dalam Proses Akhir
8.360
Biaya Barang Diproduksi 94.040 Rp
Plus: Persediaan Barang Jadi Awal
836
Biaya Barang Tersedia Dijual 94.876 Rp
Minus: Persediaan Barang Jadi Akhir
7.524
Biaya Barang Dijual 87.352 Rp
Dilaporkan dalam bagian aktiva
lancar di neraca.
Perhitungan Biaya Barang Diproduksi dan Dijual
Mari dilihat
Laporan Keuangan
PT Natura.
Laporan Keuangan
PT Natura
Laporan Rugi-Laba
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 20X3
Pendapatan penjualan (10.000 bungkus @Rp14,00) 140.000 Rp
Biaya barang dijual 87.352
Laba kotor 52.648 Rp
Biaya pemasaran dan administrasi 31.400
Laba bersih 21.248 Rp
Laporan Keuangan
Mari dilihat
Neraca
PT Natura.
Laporan Keuangan
Aktiva
Kas 79.860 Rp
Persediaan Bahan Baku 1.040
Persediaan Barang Dalam Proses 8.360
Persediaan Barang Jadi 7.524
Supplies Produksi 300
Peralatan Produksi 40.000 Rp
Minus Akumulasi Depresiasi 20.000
Nilai Buku Peralatan Pabrik 20.000
Jumlah Aktiva 117.084 Rp
Modal Pemegang Saham
Modal Saham 76.000 Rp
Laba Ditahan 41.084
Jumlah Modal Pemegang Saham 117.084 Rp
PT Natura
Neraca
Pada Tanggal 31 Desember 20X3
Laporan Keuangan
Mari dilihat
Laporan Arus Kas
PT Natura.
Laporan Keuangan
Laporan Keuangan
Arus Keluar Kas untuk Persediaan
Pembelian Bahan Baku 26.500 Rp
Tenaga Langsung 33.040
Supplies 2.000
Tenaga Tidak Langsung, Sewa, utiliti 31.700
Total 93.240 Rp
Laporan Keuangan
Dari perhitungan Biaya
Barang Diproduksi dan Dijual
Mari
membandingkan
penentuan biaya
penuh dan
variabel.
Motivasi Untuk Produksi Berlebih
Penentuan Biaya Penuh
PT Ronaldo mengeluarkan biaya berikut ini
untuk memproduksi 2.000 unit produk:
Mari dilihat apa yang terjadi terhadap biaya
jika PT Ronaldo menaikkan produksi.
Motivasi Untuk Produksi Berlebih
Penentuan Biaya Penuh
Sekarang mari kita hitung laba pada tiga tingkat
produksi jika PT Ronaldo menjual 2.000 unit.
Motivasi Untuk Produksi Berlebih
Penentuan Biaya Penuh
Tingkat Produksi 2000 3000 4000
Penjualan @ Rp20 per unit 2.000 unit 40.000 Rp 40.000 Rp 40.000 Rp
Biaya Barang Dijual
Rp15 per unit 2.000 unit 30.000
Rp13 per unit 2.000 unit 26.000
Rp12 per unit 2.000 unit 24.000
Laba Kotor 10.000 Rp 14.000 Rp 16.000 Rp
Secara internal, banyak perusahaan yang
menggunakan penentuan biaya variabel untuk
memotivasi manajer meningkatkan profitabilitas tanpa
mendorongnya untuk berproduksi secara berlebihan.
Motivasi Untuk Produksi Berlebih
Penentuan Biaya Penuh
Penentuan Biaya Variabel
Laba bersih tidak dipengaruhi oleh peningkatan
produksi.