Anda di halaman 1dari 7

Perkembangan Ilmu Baru Tentang Keperawatan Menurut

Peplau

KATA PENGANTAR
Segala puji hanya bagi Allah Tuhan Semesta Alam, yang amat jelas bukti
kebenaranNya, Maha Tinggi KemulianNya dan Maha Agung KedudukanNya yang telah
melimpahkan rahmat dan KaruniaNya kepada kita semua sehingga Makalah yang
berjudul Kebijakan Pemerintah Dalam Kesehatan Dan Keperawatan ini dapat selesai
dengan baik.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah banyak
membantu dalam penyelesaian Makalah ini. Sedikit yang dapat kami sampaikan,
diantara mereka adalah :
1. Nurul Hayati, S.Kep., Ners, MM sebagai Direktur Akper Lumajang yang kami cintai
2. Kedua orang tua yang telah memberi dukungan baik moril maupun materiil yang dapat
menjadikan suatu pendorong semangat bagi kami dalam menyelesaikan Makalah ini.
3. Kakak-kakak BEM Akper Lumajang yang senantiasa sabar.
4. Teman teman mahasiswa baru Akademi Keperawatan Kelompok 6 Peplau, yang
telah memberikan support dalam menyelesaikan Makalah ini.
Pada awalnya Makalah ini kami buat berjuta harapan agar nantinya Makalah ini
dapat bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Maka dari itulah, pada akhirnya
Makalah ini kami selesaikan, kami sadar Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan
baik mengenai isi dalam pembahasan maupun dari segi sistematika penulisannya.
Untuk itu kami selalu mengharapkan suatu kritik dan saran yang dapat menjadikan
bahan pertimbangan untuk memperbaiki Makalah ini.

Lumajang, 28 Oktober 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Dalam praktek kerja nanti mahasiswa dituntut untuk dapat melaksanakan
tugasnya dengan baik, oleh karena itu makalah ini disusun atas dasar memberikan
pengetahuan kepada para mahasiswa bagaimana peran perawat dan proses
interpersonal.
Dalam ilmu keperawatan sering sekali teori yang digunakan adalah teori yang
merupakan pendapat dari tokoh-tokoh yang ahli di bidang ilmu keperawatan, tokoh
tersebut salah satunya adalah Peplau.
Makalah ini disusun dengan tujuan untuk menjelaskan kepada
mahasiswa tentang model konsep dan teori keperawatan menurut peplau, selain itu
dengan adanya makalah ini diharapkan mahasiswa dapat mengerti bagaimana tugas
dan sikap perawat yangseharusnya serta dapat mengimplementasikannya dalam
lingkungan kerja nanti.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa yang dimaksud dengan teori Peplau?
b. Apa saja komponen sentral pada teori Peplau?
c. Apa saja relevan teori yang diterapkan?
d. Apa saja implementasi teori Peplau?
e. Apa saja kelebihan dan kekurangan teori Peplau?
1.3 Tujuan
Memberikan pemahaman tentang teori keperawatan Peplau kepada mahasiswa.

BAB II ISI
2.1 Sejarah Peplau

Hildegard E. Peplau, PhD, RN, FAAN, yang dikenal sebagai jiwa ibu menyusui,
meninggal di usia 89 tahun pada tanggal 17 Maret 1999. Satu-satunya perawat untuk
melayani ANA sebagai direktur eksekutif dan kemudian sebagai presiden, ia menjabat
dua istilah di Dewan International Council of Nurses (ICN). Pada tahun 1997, ia
menerima kehormatan tertinggi keperawatan, yang Christiane Reimann Prize, pada
Kongres ICN yg berlangsung empat tahun. Pada tahun 1996, American Academy of
Nursing Peplau dihormati sebagai Legenda Hidup, dan, pada tahun 1998, ANA
dilantik-nya ke dalam Hall of Fame. (Kutipan dari warisan daun Peplau prestasi artikel
di bawah ini Keperawatan Dunia Mei 1999 ).
Hildegard Peplau lima puluh tahun karirnya di panti kiri cap yang tak terhapuskan
pada profesi keperawatan, dan pada kehidupan para sakit jiwa di Amerika Serikat. Dia
mengenakan banyak topi pendiri keperawatan jiwa modern, inovatif pendidik, advokat
bagi penderita penyakit mental, pendukung pendidikan lanjutan untuk perawat, Direktur
Eksekutif dan kemudian Presiden American Nurses Association, dan penulis produktif.
Hidupnya sering ditandai dengan kontroversi, yang dia dihadapkan dengan keberanian
dan tekad.

2.2 Teori Peplau
Keperawatan adalah suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia
lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia). Pendidikan
atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif
dan kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan
cara hidup bermasyarakat.
Model konsep dan teori keperawatan peplau berfokus pada individu, perawat dan
proses interaktif (peplau .1952). Teori ini menjelaskan tentang kemampuan dalam
memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar
manusia yang mencakup proses interpersonal, perawatklien ,dan kecemasan yang
terjadi akibat sakit. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan
perasaan ,dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik.
Pada saat klien mencari bantuan, pertama perawat mendiskusikan masalah dan
menjelaskan jenis pelayanan yang tersedia. Dengan berkembanganya hubungan
antara perawat dan klien, perawat dan klien bersamasama mendefinisikan masalah
dan kemungkinan penyelesain masalahnya, dari hubungan ini klien mendapatkan
keunngtungan dengan memanfaatkan pelayanan yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhannya dan perawat membantu klien dalam hal menurunkan kecemasan yang
berhubungan dengan masalah kesehatannya, teori peplau merupakan teori yang unik
dimana hubungan kolaborasi perawat dengan klien membentuk suatu kekuatan
mendewasakan melalui hubungan yang efektif dalam memenuhi kebutuhan klien
ketika kebutuhan dasar telah diatasi kebutuhan yang baru mungkin muncul (Beeber,
Anderson dan Sills, 1990).

2.3 Komponen Sentral Pada Teori Peplau
Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh peplau menjelaskan
tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan
dasar hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien,
perawat, masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit (sumber kesulitan), dan proses
interpersonal.
a. Klien
Klien adalah sistem yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis,
interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan
mengintegrasikan belajar pengalaman. Klien adalah subjek yang langsung dipengaruhi
oleh adanya proses interpersonal.
b. Perawat
Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan
pasien yang bersifat pertisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi
tujuan. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien, perawat berperan sebagai
mitra kerja, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai
dengan fase proses interpersonal. Pendidik atau pematangan tujuan yang dimaksud
untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam
berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat.
c. Peran Perawat:
Mitra kerja, berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada pasien. Perawat
menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru. Sebagai mitra kerja,
hubungan P-K merupakan hubungan yang memerlukan kerja sama yang harmonis atas
dasar kemitraan sehngga perlu dibina rasa saling percaya, saling mengasihi dan
menghargai antara perawat dan klien.
d. Nara sumber
Nara sumber (resources person) memberikan jawaban yang spesifik terhadap
pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area
permasalahan yang memerlukan bantuan. Perawat mampu memberikan informasi yang
akurat, jelas dan rasional kepada klien dalam suasana bersahabat dan akrab.
e. Pendidik
Pendidik (teacher) merupakan kombinasi dari semua peran yang lain. Perawat
harus berupaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan pada klien/keluarga
terutama dalam mengatasi masalah kesehatan.
f. Kepemimpinan
Kepemimpinan (Leadership) mengembangkan hubungan yang demokratis
sehingga merangsang individu untuk berperan. Perawat harus mampu memimpin
klien/keluarga untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan
partisipasi.
g. Pengasuh pengganti
Pengasuh pengganti (surrogate) membantu individu belajar tentang keunikan
tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. Perawat merupakan
individu yang dipercaya klien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau
rohaniawan guna untuk membantu memenuhi kebutuhannya.
h. Konselor
Konselor (consellor) meningkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat
yaitu kehidupan yang kreatif, instruktif dan produktif. Perawat harus dapat memberikan
bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan mudah
dilakukan.
i. Sumber Kesulitan
Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman
interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila kominukasi
dengan orang lain mengancam keamanan psikologik (sakit jiwa) dan biologic individu.
Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena
berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasannya tingkat
ansietas meningkat. Oleh karena itu perawat pada saat ini harus mengkaji tingkat
ansietas klien. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi klien semakin
membaik.

2. 4 Hubungan Interpersonal
Dalam ilmu komunikasi, proses interpersonal didefinisikan sebagai proses
interaksi secara simultan dengan orang lain dan saling pengaruh-mempengaruhi satu
dengan yang lainnya, biasanya dengan tujuan untuk membina suatu hubungan.

Hubungan interpersonal yang merupakan faktor utama model keperawatan
menurut Peplau mempunyai asumsi terhadap 4 konsep utama yaitu:
Manusia atau individu dipandang sebagai suatu organisme yang berjuang
dengan caranya sendiri untuk mengurangi ketegangan yang disebabkan oleh
kebutuhan. Tiap individu merupakan makhluk yang unik, mempunyai persepsi yang
dipelajari dan ide yang telah terbentuk dan penting untuk proses interpersonal.
Masyarakat/lingkungan budaya dan adat istiadat merupakan faktor yang perlu
dipertimbangkan dalam menghadapi kehidupan.
Kesehatan didefinisikan sebagai perkembangan kepribadian dan proses
kemanusiaan yang berkesinambungan kearah kehidupan yang kreatif, konstruktif dan
produktif.
Keperawatan dipandang sebagai proses interpersonal yang bermakna. Proses
interpersonal merupakan materina force dan alat edukatif yang baik bagi perawat
maupun klien. Pengetahuan diri dalam konteks interaksi interpersonal merupakan hal
yang penting untuk memahami klien dan mencapai resolusi masalah.
Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau ini
menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang
menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup proses interpersonal,
perawat-klien, dan masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit.
Proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dengan klien ini memiliki
empat tahap diantaranya:
Tahap orientasi, lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari
ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan
serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Pada tahap ini
perawat dan klien melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan
terjadi proses pengumpulan data.
Fase identifikasi, Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilku pasien dan
memberikan asuhan keperawatan yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan
pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali
perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien. Respon pasien
pada fase identifikasi dapat berupa :
a. Partisipasi mandiri dalam hubungannya dengan perawat.
b. Individu mandiri terpisah dari perwat.
c. Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.
d. Pada tahap identifikasi ini peran perawat apakah sudah melakukan atau bertindak
sebagai fasilitator yang memfasilitasi ekspresi perasaan klien serta melaksanakan
asuhan keperawatan.
Fase eksplorasi, memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan
nilai hubungan sesuai pandangan/persepsi terhadap situasi. Fase ini merupakan inti
hubungan dalam proses interpersonal. Dalam fase ini perawat membantu klien dalam
memberikan gambaran kondisi klien dan seluruh aspek yang terlibat didalamnya.
Fase resolusi, dimana perawat berusaha untuk secara bertahan kepada klien
untuk membebaskan diri dari ketergantungan kepada tenaga kesehatan dan
menggunakan kemampuan yang dimilikinya agar mampu menjalankan secara sendiri.
Pada model Peplau ini dapat dilihat adanya tindakan keperawatan yang diarahkan
kepada hubungan interpersonal atau psikoterapi. Secara bertahap pasien melepaskan
diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi
kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kearah realisasi potensi.
Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana
perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi
yang saling tergantung dalam lingkungan sosial. Artinya seorang perawat berusaha
mendorong kemandirian pasien.

2.5 Relevan Teori yang Diterapkan
Pemaparan ini menunjukkan bahwa teori Hildegard E. Peplau (1952) berfokus
pada individu, perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara
perawat dan klien. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan
perasaan, dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Artinya suatu
hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau
tetap sehat (hubungan antar manusia).
Tujuan keperawatn adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk
membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian. Oleh sebab itu,
perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat dan klien melalui peran yang
diembannya (narasumber, konselor dan wali).
Adapun kerangka kerja praktik dari teori Peplau memaparkan bahwa keperawatn
adalah proses yang penting, terapeutik, dan interpersonal. Keperawatn berpartisipasi
dalam menyusun struktur system asuhan kesehatan untuk memfasilitasi kondisi yang
alami dari kecenderungan manusia untuk mengembangkan hubungan interpersonal.

2.6 Implementasi Teori Peplau
Pada awalnya, Peplau mengembangkan teorinya sebagai bentuk
keprihatinannya terhadap praktik keperawatan Custodial Care, sehingga sebagai
perawat jiwa, melalui tulisannya ia kemudian mempublikasikan teorinya mengenai
hubungan interpersonal dalam keperawatan. Dimana dalam memberikan asuhan
keperawatan ditekankan pada perawatan yang bersifat terapeutik.
Aplikasi yang dapat kita lihat secara nyata yaitu pada saat klien mencari bantuan,
pertama perawat mendiskusikan masalah dan menjelaskan jenis pelayanan yang
tersedia. Dengan berkembangnya hubungan antara perawat dan klien bersama-sama
mendefinisikan masalah dan kemungkinan penyelesaian masalahnya. Dari hubungan
ini klien mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan pelayanan yang tersedia
untuk memenuhi kebutuhannya dan perawat membantu klien dalam hal menurunkan
kecemasan yang berhubungan dengan masalah kesehatannya.
Teori peplau merupakan teori yang unik dimana hubungan kolaborasi perawat
klien membentuk suatu kekuatan mendewasakan melalui hubugan interpersonal yang
efektif dalam membantu pemenuhan kebutuhan klien. Ketika kebutuhan dasar telah
diatasi, kebutuhan yang baru mungkin muncul. Hubungan interpesonal perawat klien
digambarkan sebagai fase-fase yang saling tumpang tindih seperti berikut ini orientasi,
identifikasi, penjelasan dan resolusi.
Teori dan gagasan Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik
keperawatan jiwa. Penelitian keperawatan tentang kecemasan, empati, instrument
perilaku, dan instrument untuk mengevaluasi respon verbal dihasilkan dari model
konseptual Peplau.

2.7 Kelebihan dan Kekurangan Teori Peplau
Kelebihan:
Dapat meningkatkan kejiwaan pasien untuk lebih baik.
Dapat menurunkan kecemasan klien dalam teori keperawatan.
Dapat memberikan asuhan keperawatan yang lebih baik.
Dapat medorong pasien untuk lebih mandiri.

Kekurangan: Hanya berfokus pada kejiwaan pasien dalam penyembuhannya.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Teori Hildegard Peplau (1952) berfokus pada individu, perawat, dan proses
interaktif (Peplau, 1952) yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien
(Torres, 1986). Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan,
dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Tujun keperawatan
adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan unutuk membantu klien mencapai
kemantapan pengembangan kepribadian (Chinn dan Jacobs, 1995). Teori dan gagasan
Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. Oleh sebab
itu perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawat dank lien dimana
perawat bertugas sebagai nara sumber, konselor, dan wali.

3.2 Saran
Seperti yang kita ketahui bahwa manusia dipandang sebagai sistem holistic yang
terdiri dari bio-psiko-sosial-spiritual. Pada teori Peplau ini mempunyai kelemahan yaitu
lebih menitikberatkan pada keperawatan jiwa, hal ini dapat dibuktikan pada gagasan
Peplau yang di kembangkan pada pemantapan perkembangan kepribadian.


http://peplau.blogspot.com/