Anda di halaman 1dari 2

2 hari penuh cerita

Awal pekan yang sangat istimewa dengan kakak-kakak hebat, pembicara yang sangat
inspiratif, ditambah lagi dengan keceriaan adek-adek SABS (Sekolah Alam Bengawan Solo)
yang lucu, unik dan mudah akrab dengan kami. Siang itu sekitar pukul 11 siang kami, berangkat
ke SABS dengan menaiki motor untuk melakukan makrab RHI. Jalan yang tidak semulus di kota
Solo dan cuaca yang sedikit mendung tak menggoyahkan kaki kami untuk terus melangkah
maju. Tapi keadaan yang seperti inilah yang sebenarnya sering saya bayangkan. Saya sering
membayangkan akan berada ditempat seperti ini suatu hari nanti. Ya, mungkin ini efek dari
ketertarikan yang luar biasa terhadap Indonesia mengajar dan impian saya untuk menjadi salah
satu pengajar muda. Sehingga khayalan-khayalan itu sering memenuhi pikiran saya,
membayangkan diri ini berada di pelosok Indonesia, berdiri di antara anak-anak yang selalu
berbinar matanya ketika memperoleh pengetahuan baru, dan hal-hal lain yang tentunya sering
membuat saya senyum-senyum sendiri. Tapi sekarang fokus pembicaraan kita sebenarnya bukan
tentang ini, tapi tentang pengalaman saya dan kakak-kakak hebat RHI selama dua hari di SABS.
Oke, kembali ke topik awal pembicaraan.
Tanggal 6 dan 7 Januari 2014,akan menjadi dua hari yang sulit dilupakan dan penuh cerita.
Dua hari penting yang mengawali awal tahun ini. Sungguh dua hari yang luar biasa, bahkan bisa
dikatakan lebih dari luar biasa. Saya yakin, saya akan sangat menyesal seandainya melewatkan
salah satu moment berharga di RHI ini. Selama dua hari, saya belajar banyak hal dari semua
yang ada di sini. Saya belajar mengenai kepemimipinan dan organisasi dari kak Yuli, mendengar
pengalaman kak Pidi mengenai kelas pintar merapinya serta hal-hal apa saja yang telah beliau
raih. Selain itu kami juga memperoleh pengetahuan baru mengenai cara mendampingi anak dari
pengalaman yang disampaikan kak Dian dalam mendampingi anak-anak di lapas, etika apa yang
harus diterapkan dan hal apa saja yang tidak boleh kita lakukan bila kita mendampingi anak-
anak. Di samping itu semua kami juga memperoleh pengetahuan-pengetahuan lain yang tentunya
sangat bermanfaat bagi kami, dan akan sangat panjang jika dituliskan disini. Bertemu ketiga
orang itu adalah hal yang sangat berharaga dan tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.
Apalagi ditambah dengan perjumpaan istimewa dengan pak Yepe, yang benar-benar memompa
semangat saya untuk berkarya lebih, selalu semangat dan optimis dengan apa yang kita lakukan.
Beliau juga memberi nasehat yang berharga, membuat kita merenung untuk intropeksi diri, dan
hal-hal lain yang sangat bermanfaat. Beliau juga mengatakan mengenai betapa pentingnya
keberadaan orang tua dan bagimana membahagiaan mereka, kejelasan menetapkan tujuan, dan
banyak hal lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu disini.
Oiya dan satu hal yang juga berkesan adalah game yang diberikan pak Yepe kepada kami
yaitu game tuna daksa dan tunanetra ya begitulah saya menyebutnya. Disini kami bermain
berpasangan dengan teman kami yang masih kurang akrab, dimana masing-masing dari kami ada
yang berperan sebagai tuna daksa dan yang satu menjadi tunanetra. Dengan peran ini kami
disuruh sarapan bersama dengan kondisi yang tidak seperti biasanya. Dalam keadaan satu orang
yang tunanetra dan yang lain tundaksa kami mengambil makanan dan memakannya dengan
bekerja sama antara satu dengan yang lainya, kelihatannya memang hanya sepele dan sekedar
permainan tapi keadaan ini justru membuat kami saling melengkapi, saling membantu dan saling
mengenal satu dengan yang lain. Kalo kata kak nasionalisme (hayo, masih inget gak ini
maksudnya siapa hehe..) katanya gini ini bukan mengenai apa yang tidak kita punya, tapi
bagaimana kita bisa melakukan sesuatu dengan ketidakpunyaan ini. Beda lagi menurut kakak
yang lain (maaf saya lupa, ini kata-kata siapa), kurang lebih kata-katanya begini ini bukan
tentang sempurna atau tidak sempurna, tapi tentang apa yang bisa kita lakukan dengan
ketidaksempurnaan itu. Dan kalo menurut saya, disini kita diajarkan bahwa kita harus percaya
dengan apa yang ada didalam diri kita, tak peduli bagaimana keadaaan kita yang penting selalu
yakin, tetap berusaha dan jangan pernah putus asa, sebab banyak tangan-tangan yang siap
membantu kita, ingatlah bahwa kita tidak sendirian.
Hari itu saya sadar betapa pentingnya keberadaan teman-teman di RHI yang sekarang sudah
menjadi bagian dari keluarga saya. Indahnya kebersamaan bersama mereka, kehangatan yang
dibalut dengan kepedulian satu dengan yang lain, semangat untuk berbagi, bermanfaat untuk
sesama serta kesolidan yang sangat terasa kuat membuat saya merasa beruntung bisa berada
ditengah-tengah mereka. Dan hal yang paling membuat saya terharu adalah ketika kami
saling mendoakan, saling mendukung dan saling menguatkan. Jujur, saat saya menulis ini pun
mata saya masih berkaca-kaca mengingat hal tersebut. Bertemu kakak-kakak hebat adalah salah
satu kado terindah yang diberikan Allah kepada saya, dan saya sangat bersyukur diberi
kesempatan untuk mengahabiskan dua hari dengan mereka. Semoga ini bisa menjadi suplemen
bagi saya dalam menjalani hari hari kedepan. Semangat!!!! untuk RHI yang semakin baik