Anda di halaman 1dari 29

1

A. BIAYA STANDAR PENYUSUNAN TAHAPAN


Standar kuantitas dan harga di tetapkan untuk setiap input utama seperti bahan
baku dan jam tenaga kerja. Standar kuantitas menentukan banyaknya input yang
di butuhkan untuk menghasilkan produk atau menyediakan jasa. Standar harga
menentukan jumlah yang harus dibayarkan untuk setiap unit input. Kuantitas
aktual dan biaya aktual dari input di bandingkan dengan standar-standar tersebut.
Jika kuantitas atau biaya input ini berbeda dengan cara signifikan dari standarnya,
maka manajer akan menyelidiki perbedaan tersebut untuk menemukan penyebab
permasalahan dan kemudian menyelesaikannya. Proses ini di sebut manajemen
dengan pengecualian (management by exception).






Pendekatan dasar untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah tersebut
adalah inti dari siklus analisis varian (variance analysis cycle). Siklus ini dimulai
dengan penyusunan laporan kinerja biaya standar di departemen akuntansi.
Laporan ini menekankan pada varian yang terjadi,yaitu perbedaan antara hasil
aktual dengan yang seharusnya terjadi menurut standar. Varian tersebut akan
menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Varian yang signifikan ini kemudian akan
di selidiki untuk mengungkapkan akar permasalahannya. Tindakan perbaikan
akan di lakukan oleh pengoperasian di periode selanjutnya. Siklus tersebut
dimulai kembali dengan penyusunan laporan kinerja biaya standar yang baru
untuk periode terakhir. Penekanannya adalah pada pengukapan masalah,
TAMPILAN 10 1 Siklus Analisis Varian
2

pencarian akar masalah dan penerapan tindakan perbaikan. Tujuannya adalah
untuk memperbaiki operasi bukan untuk menyalahkan pihak mana pun.

Siapa yang Menggunakan Biaya Standar?
Semua perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, jasa, makanan, dan
nirlaba, menggunakan standar dengan cakupan tertentu. Contohnya pusat service
kendaraan bermotor, sering kali menetapkan standar jam kerja untuk
menyelesaikan pekerjaan tertentu, seperti memasang karburator atau memperbaiki
katup, dan kemudian mengukur perbandingan kinerja aktual dengan standarnya.
Atau juga seperti restoran cepat saji McDonalds memiliki standar pasti atas
kuantitas daging yang di pakainya, sebagaimana halnya dengan standar biaya
daging tersebut.
Perusahaan manufaktur pada umunya memiliki sistem perhitungan biaya standar
yang sangat baik dalam kaitannya dengan standar bahan baku, dan overhead untuk
setiap produk. Kuantitas dan biaya standar atas input yang di butuhkan untuk
menghasilkan suatu unit produk dapat di lihat pada kartu biaya standar (standard
cost card).

Penetapan Biaya Standar
Standar harus di rancang untuk mendorong efisiensi operasi di masa yang akan
datang, bukan hanya pengulangan atas operasi masa lalu yang tidak efisien.
Standar cenderung berada dalam salah satu dalam dua katagori ideal atau peraktis.
Standar ideal (ideal standard) adalah standar yang dapat di capai hanya dalam
kondisi terbaik. Standar ini tidak memperkenankan adanya kerusakan mesin atau
gangguan pekerjaan lainnya, dan dibutuhkan tingkat usaha tertentu yang hanya
dapat di lakukan oleh karyawan yang sangat terlatih dan efisien yang berkerja
secara maksimal selama 100% waktu bekerjanya. Beberapa manajer merasa
bahwa standar ideal ini memacu adanya perbaikan yang berkesinambungan
(continual improvement). Manajer-manajer ini berpendapat bahwa walaupun
karyawan tahu bahwa mereka akan jarang memenuhi standar ideal, namun standar
tersebut menjadi pengingat akan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan
3

usaha. Hanya sedikit perusahaan yang menggunakan standar yang ideal. Sebagian
besar manajer merasa standar ideal cendurung dapat melemahkan nyali, bahkan
untuk para pekerja yang paling rajin sekali pun. Lebih lanjut lagi, varian dari
standar ideal sulit diintepretasikan. Varian dari kondisi ideal adalah normal
sehingga sulit untuk di terapkan dalam manajemen dengan pengecualian
Standar praktis (practical standard) adalah standar yang ketat namun dapat di
capai. Standar ini memperkenankan adanya penghentian mesin secara normal
dan periode istirahat karyawan, dan dapat di capai melalui usaha yang wajar dan
efisisien dari karyawan rata-rata. Varian dari standar praktis menandakan
pentingnya perhatian manajemen karena standar tersebut merepresentasikan
varian dari suatu kondisi operasi normal. Standar praktis dapat digunakan untuk
sebagai tujuan. Selain untuk menandakan kondisi yang tidak normal, standar ini
juga dapat di gunakan untuk meramal aliran kas dan untuk merencanakan tingkat
persedian. Sebaliknya, standar ideal tidak dapat di gunakan untuk tujuan-tujuan
tersebut karena standar tersebut tidak memperkenankan inefisiensi normal dan
akan menghasilkan hasil peramalan yang tidak realistis.

Penetapan Standar Bahan Langsung
Tugas pertama yang di lakukan karyawan adalah menetukan standar harga dan
kuantitas untuk bahan baku utama perusahaan. Harga standar per unit (standard
price per unit) untuk bahan langsung seharusnya mencerminkan biaya akhir dari
bahan baku. Diilustrasikan dalam Colonial Pewter Company , Terry Sherman
sebagai kontroler perusahaan berkonsultasi dengan manajer pembelian, Janet
Warnet untuk menetapkan harga standar timah dan didapatkan harga sebesar
$4,00 per pon.
Kuantitas standar per unit (standard quantity per unit) untuk bahan langsung
harus mencerminkan jumlah bahan baku yang dibutuhkan untuk setiap unit
produk jadi sebagaimana halnya dengan sisa produksitak terhindarkan yang
diperkenankan. Setelah berkonsultasi dengan manajer produksi, Tom Kuchel,
Terry menetapkan standar kuantitas timah sebesar 3,0 pon per sepasang sandaran
4

buku. Setelah standar harga dan kuantitas ditetapkan, karyawan menghitung biaya
standar atas bahan baku per unit produk jadi sebagai berikut.
3,0 pon per unit X $4,00 per pon = $12,00 per unit
Biaya sebesar $12,00 ini akan muncul dalam kartu biaya standar produk.

Penetapan Standar Tenaga Kerja Langsung
Standar harga dan kuantitas tenaga kerja langsung biasanya dinyatakan dalam
satuan tarif tenaga kerja dan jam kerja. Tarif standar kerja per jam (standard
rate per hour) untuk tenaga kerja langsung harus mencakup upah per jam, pajak
kepegawaian, dan tunjangan karyawan. Dengan menggunakan catatan upah dan
hasil konsultasi dengan manajer produksi, karyawan menentukan tarif standar per
jam kerja langsung sebesar $22,00.
Banyak perusahaan menggunakan satu tarif standar per jam untuk semua
karyawan dalam sebuah departemen. Tarif standar tersebut mencerminkan
bauran yang di harapkan terhadap pekerja, walaupun tarif upah aktualnya
bervariasi untuk setiap karyawan karena perbedaan keahlian dan senioritas.
Waktu standar bagi tenaga kerja langsung yang di perlukan untukmenyelesaikan
satu unit produk (standard hours per unit) mungkin merupakan standar yang
paling sulit di tentukan. Salah satu pendekatannya adalah dengan membagi setiap
pekerjaan menjadi gerakan elemen-elemen tubuh (seperti meraih,mendorong, dan
memutar). Tabel waktu standar untuk gerakan-gerakan tersebut dapat di gunakan
untuk mengestimasi total waktu yang di butuhkan menyelesaikan pekerjaan.
Pendekatan lainnya adalah dengan meminta insinyur teknik industri melakukan
studi gerak dan waktu (time and motion study), yaitu menukur waktu yang di
butuhkan setiap pekerjaan. Seperti di sebut di awal, waktu standar harus
mencakup istirahat, kebutuhan pribadi karyawan, pembersihan, dan penghentian
mesin yang diperlukan. Setelah berkonsultasi dengan manajer produksi, Terry
menetapkan waktu standar untuk tenaga kerja langsung sebesar 0,50 jam kerja
5

langsung per unit. Setelah menetapkan standar tariff dan waktu, Terry menghitung
biaya standar tenaga kerja langsung per unit produk sebagai berikut :
0,50 jam kerja langsung per unit X $22,00 per jam kerja langsung = $11,00 per unit
Biaya standar tenaga kerja sebesar $11,00 per unit ini muncul bersama-sama
dengan bahan baku langsung dalam kartu biaya standar untuk sepasang sandaran
buku timah.

Penetapan Standar Overhead Pabrik Variabel
Seperti tenaga kerja lansung, standar harga dan kuantitas untuk overhead pabrik
variabel biasanya dinyatakan dalam satuan tarif dan waktu. Tarif tersebut
merepresentasikan bagian variabel dari tarif overhead ditentukan di muka seperti
yang dibahas di bab perhitungan harga pokok pesanan; waktu yang berkaitan
dengan basis aktivitas yang di gunakan untuk membebankan overhead ke unin-
unit produk (biasanya merupakan jam mesin atau jam kerja langsung). Di
Colonial Pewter Company, bagian variable dari tariff overhead ditentukan dimuka
adalah $6,00 per jam kerja langsung. Oleh karenanya, Terry menghitung biaya
overhead pabrik variable standar per unit dihitung sebagai berikut .
0,50 jam kerja langsung per unit X $6,00 per jam kerja langsung = $3,00 per unit
Biaya overhead pabrik variabel per unit sebesar $3,00 ini di sajikan bersama-sama
dengan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung dalam kartu biaya standar
pada Tampilan 10-2 berikut ini.




TAMPILAN 10-2 Kartu Biaya Standar
6

Bahwa perhitungan biaya standar per unit untuk overhead pabrik variabel sama
dengan perhitungan bahan baku langsung atau tenaga kerja langsung kuantitas
standar per unit produk yang di perkenankan dikalikan dengan harga standar.
Dalam kasus ini, kuantitas standar dinyatakan dengan 0,50 jam kerja langsung per
unit dan harga standarnya dinyatakan dengan $6,00 per jam kerja langsung.

Penggunaan Standar Dalam Anggaran Fleksibel
Biaya standar sebesar $12,00 per unit untuk bahan baku, $11,00 per unit untuk
tenaga kerja langsung, dan $3,00 per unit untuk overhead pabrik variabel dapat
digunakan untuk menghitung varian aktivitas dan pengeluaran yang telah di
jelaskan di bab sebelumnya. Untuk mengilustrasikannya, laporan kinerja anggaran
fleksibel Colonial Pewter untuk bulan juni di tunjukan pada tampilan 10-3.
Perhatikan bahwa laporan tersebut mencakup varian aktivitas dan pengeluaran
untuk bahan baku langsung, tenga kerja langsung, dan overhead variabel. Laporan
kinerja tersebut di dasarkan pada data berikut ini.


(*tidak ada persedian awal dan akhir untuk bahan baku di bulan juni; semua
bahan yang di beli telah di gunakan.

Sebagai contoh, biaya tenaga kerja langsung untuk anggaran perencanaan dalam
tampilan di bawah adalah $23.100 (=$11,00 per unit X 2.100 unit)
Laporan kinerja pada tampilan 10- akan menjadi lebih berguna jika varian
pengeluaran dipecah berdasarkan harga dan kuantitas. Contohnya, varian
pengeluaran bahan baku langsung.

Output yang dianggarkan untuk bulan juni 2.100 unit
Output aktual bulan juni. 2.000 unit
Biaya aktual bahan baku langsung bulan juni*........... $24.700
Biaya aktual tenaga kerja langsung bulan juni $22.680
Biaya aktual overhead pabrik variabel bulan juni....... $7.140
7







Dalam laporan tersebut adalah $700 tidak menguntungkan. Ini berarti bahwa,
pada tingkat aktual produksi tertentu selama periode, biaya bahan baku langsung
terlalu tinggi $700 setidaknya berdasarkan biaya standar.

B. MODEL UMUM UNTUK ANALISIS VARIAN BIAYA STANDAR
Ide dasar dalam analisis varian biaya standar adalah untuk memisahkan varian
pengeluaran dari anggaran fleksibel menjadi dua elemen, satu karena jumlah input
yang digunakan dan yang kedua adalah harga yang dibayarkan untuk input
tersebut. Penggunaan input yang terlalu banyak menghasilkan viarian kuantitas
tidak mengguntungkan.
Varian kuantitas (quantity variance) adalah perbedaan antara banyaknya input
aktual yang digunakan dan banyanknya input yang seharusnya digunakan dan
dinyatakan dalam dolar dengan menggunakan harga standar input. Varian harga
(price variance) adalah perbedaan antara harga input aktual dan harga standarnya,
dikalikan dengan jumlah aktual input yang dibeli.
Mengapa standar dibagi menjadi dua kategori, kuantitas dan harga? Varian
kuantitas dan varian harga biasanya memiliki penyebab berbeda. Lagi pula
TAMPILAN 10-3 Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel untuk Biaya Pabrik
8

manajer yang melakukan yang melakukan pembalian berbeda dengan manajer
yang menggunakan input. Sebagai contoh dalam hal bahan baku manajer
pembelian bertanggung jawab hanya untuk harganya. Akan tetaapi, manajer
produksi bertanggung jawab untuk jumlah bahan baku aktual yang digunakan
untuk menghasilkan produk. Pemisahan Standar kuantitas dan standar harga
memudahkan kita untuk memisahkan dengan lebih baik tanggung jawab dari
kedua manajer tersebut.
Tampilan 10-4 menyajikan model umum yang dapat digunakan untuk
memisahkan varian pengeluaran untuk biaya variaabel menjadi varian kuantitas
dan varian harga. Kolom 1 dalam tampilan tersebut sesuai dengan anggaran
fleksibel pada tampilan 10-3. Kolom 2 dimasukan dala tampilan 10-4
memudahkan untuk memisahkan varian pengeluara dalam varian kuantitas dan
varian harga.
Terdapat 3 hal yang harus diperhatikan dalam tampilan 10-4. Pertama, varian
kuantitas dan varian harga dapat dihitung untuk ketiga elemen biaya variabel-
bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik variabel,
meskipun varian tersebut mempunyai nama berbeda. Kedua, varian kuantitas-
tanpa memandang sebutan lainnya-dihitung dengan cara yang sama, baik yang
menyangkut bahan baku langsung,tenaga kerja langsung,ataupun overhead pabrik
variabel. Hal ini berlaku saa untuk varian harga. Ketiga, input merupaka kuantitas
aktual dari bahan baku langsung atau tenaga kerja langsung yang digunakan;
output merupakan hasil produksi yang bagus selama periode, yang dinyatakan
dengan kuantitas standar (atau kuantitas waktu) yang diperkenankan untuk output
aktual [lihat kolom 1 di Tampilan 10-4]. Kuantitas standar yang
diperkenankan atau waktu standar yang diperkenankan merupakan jumlah
dari suatu input yang seharusnya digunakan untuk memproduksi output actual
selama periode. Hal tersebut dapat lebih atau kurang dari jumlah aktual input ,
bergantung pada efisiensi atau inefisiensi operasi. Kuantitas standar yang
diperkenankan dihitung dengan mengalikan output aktual dalam unit dengan input
standar yang diperkenankan per unit output.
9

TAMPILAN 10-4 Model Umum untuk Analisis Varian Biaya Standar Biaya Pabrik Variabel

C. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR VARIAN BAHAN BAKU
LANGSUNG
Setelah menentukan biaya standar untuk bahan baku langsung,tenaga kerja
langsung, dan overhead pabrik variabel di Colonial Pewter, langkah Terry
Sherman selanjutnya adalah menghitung varian perusahaan selama bulan Juni.
Seperti telah didiskusikan dalam pembahasaan sebelumnya, varian dihitung
dengan membandingkan biaya standar dengan biaya aktual. Terry mengacu pada
kartu biaya standar di tampilan 10-2 yang menunjukan perhitungan biaya standar
dari bahan baku langsung sebagai berikut. Pencatatan Colonial Pewter selama
bulan Juni menunjukan bahwa $6500 pon timah dibeli dengan harga $3,80 per
pon, untuk total pembelian sebesar $24.700. Semua bahan baku yang dibeli
digunakan selama bulan Juni untuk memproduksi 2.000 pasang sandaran buku.
Varian pada tampilan 10-5 didasarkan pada tiga total biaya yang berbeda beda
$24.000, $26.000, $24.700. Pertama $24.000 mengacu pada biaya yang digunakan
dalam pembelian timah untuk memproduksi 2.000 unit output aktual. Ukuran
10

standarnya adalah 3 pon timah per unit. Oleh karena jumllah produksinya adalah
2.000 unit, maka timah yang digunakan seharusnya sebanyak 6.000 pon. Hal ini
merupakan kualitas standar yang diperkenankan untuk output akyual. Jika 6.000
pon timah dibeli dengan dengan harga standar $4,00 per pon,maka perusahaan
akan mengeluarkan biaya sebesar $24.000
Total biaya ketiga $24.700 adalah jumlah aktual yang dibayarkan atas pembelian
timah. Perbedaan antara jumlah aktual yang dibayarkan sebesar $24.700 dan yang
seharusnya dibayar, $24.000 merupakan varian pengeluaran untuk bulan tersebut
yaitu $7,00. Varian ini tidak menguntungkan (disimbolakn dengan T) karena
jumlah aktula yang dikeluarkan melebihi jumlah yang seharusnya dikeluarkan.
Total biaya yang kedua $26.000 adalah kunci yang memperkenankan kita
menguraikan varian pengeluaran menjadi dua elemen terpisah satu untuk
kuantitas dan satu lagi untuk harga. Hal ini merepresentasikan biaya yang
seharusnya dikeluarkan jika perusahaan membeli jumlah aktual input $6.500
pon,dengan harga standar $4,00 per pon,bukan harga aktualnya yang sebesar
$3,80 per pon.
TAMPILAN 10-5 Analisis Varian Biaya Standar Bahan Langsung

11

Varian Kuantitas Bahan Baku
Dengan menggunakan total biaya $26.000 dikolom 2, kita dapat membuat dua
perbandingan satu dengan total biaya sebesar $24.000 dikolom 1 dan satu lagi
dengan total biaya sebesar $24.700 dikolom 3. Perbedaan antara $24.000 dikolom
1 dan $26.000 dikolom 2 merupakan varian kuantitas sebesar $2.000 dan ditandai
sebagai tidak menguntungkan (disimbolkan dengan T).
Untuk memahami varian kuantitas tersebut, perhatikan bahwa jumlah aktual dari
timah yang digunakan dalam produksi adalah 6.500 pon. Akan tetapi, jumlah
standar dari timah yang diperkenankan untuk output aktual adalah 6.000 pon.
Dengan demikian, terdapat terlalu banyak timah yang digunakan untuk
memproduksi output aktual dengan total 500 pon. Untuk menyatakan ini didalam
dolar,total 500 pon tersebut pun dikalikan dengan harga standar $4,00 per pon
untuk menghasilkan varian kuantitas sebesar $2.000.

Varian Harga Bahan Baku
Perbedaan antara $26.000 dikolom 2 dan $24.700 dikolom 3 merupakan varian
harga sebesar $1.300, yang ditandai sebagai menguntungkan (disimbolkan dengan
F). Untuk memahami varian harga tersebut, perhatikan bahwa baiaya sebesar
$3,80 per pon yang dibayarkan untuk timah adalah $0,20 lebih rendah dari harga
standar $4,00 per pon yang diperkenankan. Oleh karena 6.500 pon telah dibeli,
maka total jumlah variannya adalah $1.300 (= $0,20 per pon x 6.500 pon). Varian
ini ditandai sebagai menguntungkan (F) karena harga kecil aktual kurang dari
harga beli standar. Varian harga ditandai sebagai tidak menguntungkan (T) jika
harga beli aktual melebihi harga beli standarnya.
Perhitungan dalam tampilan 10-5 mencerminkan fakta bahwa semua bahan baku
yang dibeli selama bulan Juni juga habis digunakan selama bulan tersebut. Jika
jumlah bahan baku yang dibelu berbeda dengan jumlah yang digunakan, maka
perhitungan varian harga akan sedikit berbeda. Perhitungan yang sedikit lebih
rumit ini akan dibahas di akhir bab.

12

Varian Kuantitas Bahan Baku- Tinjauan Lebih Mendalam
Varian Kuantitas Bahan baku (materials quantity variance) mengukur perbedaan
antara kuantitas bahan baku yang digunakan dalam produksi dan kuantitas yang
seharusnya digunakan menurut standar yang ditetapkan.



Rumus tersebut dapat diturunkan menjadi :

Dengan menggunakan data tampila 10-5 untuk rumus tersebut, maka:
SQ = 2.000 unit x 3,0 pon per unit = 6.000 pon
Varian kauntitas bahan baku = (6.500 pon 6.000 pon) x $4,00 per pon
= $2.000 T
Berikut adalah kutipan dari laporan varian Colonial Pewter dan penjelasan dari
manajer produksi atas varian kuantitas bahan baku:




Varian Kuantitas Bahan Baku = ( AQ x SP ) ( SQ x SP)

AQ = kuantitas aktual yang digunakan
SP = standar harga
SQ= kuantitas standar yang diperkenankan untuk output aktual
Varian Kuantitas Bahan Baku = ( AQ SQ)SP
13

Cara terbaik adalah memisahkan varian kuantitas bahan baku ketika bahan baku
digunakan dalam produksi. Sejumlah bahan baku dikeluarkan untuk diproduksi
sesuai dengan daftar bahan baku (bill of materials) standar untuk setiap unit.
Bahan baku tambahan biasanya dikeluarkan melalui forulir permintaan bahan
baku tambahan, yang berbeda warna dengan formulir biasa.
Kelebihan penggunaan bahan baku dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti
kesalahan mesin, rendahnya kualitas bahan baku yang digunakan, tenaga kerja
yang tidak terlatih, dan supervisi yang tidak memadai. Pengawasan pengguna
bahan baku agar sesuai dengan standar merupakan tanggung jawab departemen
produksi. Meskipun demikian, dalam kondisi tertentu, departemen pembelian
bertanggung jawab atas varian kuantitas bahan baku yang tidak menguntungkan.
Varian Harga Bahan Baku Tinjauan Lebih Mendalam
Varian harga bahan baku (materials price variance) mengukur perbedaan antara
jumlah yang di bayarkan atas kuantitas bahan baku tertentu dengan jumlah yang
seharusnya dibayarkan menurut standar yang telah ditetapkan. Dari tampilan 10-5
perbedaan tersebut dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut.



Rumus ini dapat diturunkan menjadi :

Dengan menggunakan data dari tampilan 10-5 untuk rumus tesebut, maka :
Varian Harga Bahan Baku = 6.500 pon x ($3,80 per pon - $4,00 per pon) = $1.300 M
Varian Harga Bahan Baku = (AQ x AP) (AQ x SP)

AQ = kuantitas aktual yang dibeli
AP = harga aktual
SP= harga stadar
Varian Harga Bahan Baku = AQ (AP - SP)
14

Perhatikan bahwa jawaban tersebut sama dengan menggunakan rumus tersebut,
varian negatif selalu di tandai sebagai menggungtungkan (M) dan varian positif
selalu di tandai dengan tidak mengguntungkan (T).
Berikut adalah kutipan laporan varian Colonial Pewter dan penjelasan dari
manajer pembelian atas varian harga bahan baku.

Pemisahan varian. Varian harus dapat dipisihkan dan dijadikan perhatian
manajemen sesegera mungkin sehingga masalah yang ada dapat dengan cepat
diidentifikasi dan diperbaiki. Varian yang paling signifikan harus diperhatikan
dengan cermaat karena mungkin telah terjadi suatu kondisi pengecualian yang
membutuhkan penjelasan dari manajer yang bertanggung jawab dan usaha tindak
lanjut.
Tanggung jawab atas varian. Siapa yang bertanggung jawab atas varian harga
bahan baku ? secara umum, manajer pembelian memiliki kendali atas harga bahan
baku yang dibayarkan dan oleh karenanya dia bertanggung jawab atas varian
harga bahan baku. Akan tetapi pihak lain selain manajer pembelian bisa jadi
bertanggung jawab atas varian harga bahan baku. Sebagai contoh, dikarenakan
masalah produksi yang terjadi diluar kendali manajer pembelian, manajer
pembelian tersebut mungkin harus menggunakan pengiriman kilat. Dalam kasus
ini, manajer produksi harus bertanggung jawab atas adanya varian harga.
15

Analisis varian tidak digunakan untuk menyalahkan pihak mana pun.
Penekanannya terletak pada mendukung manajer lini dan membantu mereka
dalam mencapai tujuan perusahaan. Singkatnya, penekanan seharusnya bersifat
positif, bukan negatif. Usaha yang berlebihan untuk mengetahui hal yang terjadi
khususnya dalam usaha untuk menemukan seseorang untuk disalahkan dapat
menghancurkan moral dan menghilangkan semangat kerja sama dalam
perusahaan.

D. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR VARIAN TENAGA
KERJA LANGSUNG

Langkah Terry Sherman selanjutnya dalam menentukan varian Colonial Pewter
untuk bulan Juni adalah menghitung varian tenaga kerja langsung untuk bulan
tersebut. Mengacu kembali pada tampilan 10-2, standar tenaga kerja langsung per
unit produk adalah $11, yang dihitung sebagai berikut.
0,50 jam per unit X $22,00 per jam = $11,00 per unit
Selama bulan Juni, perusahaan telah membayar upah tenaga kerja langsung
sebesar $22,680, termasuk pajak penggajian dan tunjangan karyawan, untuk 1.50
jam kerja atau rata rata sebesar $21,60 per jam. Dengan menggunakan data
tersebut dan biaya standar dari Tampilan 10-2, Terry menghitung varian efisiensi
dan varian tarif tenaga kerja seperti tampak pada Tampilan 10-6.
Perhatikan bahwa judul kolom dalam Tampilan 10-6 adalah sama seperti yang
digunakan dalam dua tampilan sebelumnya, kecuali istilah waktu dan tarif pada
Tampilan 10-6 digunakan untuk mengganti istilah kuantitas dan harga .


16

Varian Efisiensi Tenaga Kerja Tinajauan Lebih Mendalam
Varian efisiensi tenaga kerja (labor efficiency variance) digunakan untuk
mengukur produktivitas tenaga kerja langsung. Tidak ada varian selain varian
tersebut yang dimonitor secara ketat oleh manajemen karena mereka percaya
bahwa peningkatan produktivitas jam kerja langsung sangat penting untuk
menurunkan biaya. Rumus untuk menghitung varian efisiensi tenaga kerja adalah
sebagai berikut.




Rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi :


Dengan menggunakan data dari Tampilan 10-6 untuk rumus tersebut, maka:
SH = 2000 unit x 0,5 jam per unit = 1000 jam
Varian efisiensi tenaga kerja = (1.500 jam 1000 jam) x $22,00 per jam =
$1.100 T








Varian efisiensi tenaga kerja = (AH x SR ) (SH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual
Varian efisiensi tenaga kerja = (AH SH) SR
TAMPILAN 10-6 Analisis Varian Biaya Standar Tenaga Kerja Langsung
17

Beberapa hal yang mungkin menyebabkan terjadinya varian efisiensi tenaga kerja
yang tidak menguntungkan adalah pekerja yang tidak terlatih atau motivasinya
rendah; bahan baku berkualitas rendah sehingga membutuhkan lebih banyak
waktu kerja; kerusakan mesin yang menyebabkan operasi berhenti; supervise
tenaga kerja yang tidak memadai; dan standar yang tidak akurat. Manajer yang
memimpin bagian produksi biasanya bertanggung jawab untuk mengendalikan
varian efisiensi tenaga kerja. Akan tetapi, manajer pembelian dapat dimintakan
pertanggungjawaban apabila pembelian bahan baku berkualitas rendah tersebut
mengakibatkan waktu pengerjaan yang lebih lama.
Faktor penting lain penyebab varian tenaga kerja yang tidak menguntungkan
adalah kurangnya permintaan atas produk perusahaan. Manajer di beberapa
perusahaan berpendapat bahwa menyesuaikan tenaga kerja sebagai respons
terhadap perubahan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan adalah sulit, dan
mungkin tidak bijaksana. Di perusahaan - perusahaan seperti demikian , jumlah
tenaga kerja langsung biasanya tetap dalam jangka pendek. Jika permintaan tidak
mencukupi untuk membuat setiap orang sibuk, karyawan tidak diberhentikan dan
varian efisiensi tenaga kerja yang tidak emnguntungkan akan terjadi.
Apabila pesanan pelanggan tidak cukup membuat pekerja sibuk, maka manajer
produksi membuat dua pilihan yaitu menerima varian efisiensi tenaga kerja tidak
menguntungkan atau menumpuk persediaan. Pelajaran utama dari Produksi
Ramping adalah bahwa menumpuk persediaan tanpa adanya prospek penjualan
segera merupakan ide yang buruk. Kelebihan persediaan khususnya persediaan
barang dalam proses menyebabkan tingkat kerusakan yang tinggi, barang cacat,
dan operasi yang tidak efisien. Akibatnya, ketika tenaga kerja bersifat tetap dalam
jangka pendek, manajer harus berhati hati atas penggunaan varian efisiensi
tenaga kerja. Beberapa ahli menganjurkan untuk menghilangkan varian efisiensi
tenaga kerja tersebut dalam situasi demikian setidaknya untuk tujuan memotivasi
dan mengendalikan pekerja di lantai kerja.

18

Varian Tarif Tenaga Kerja Tinjauan Lebih Mendalam
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, varian harga atas tenaga kerja langsung
biasanya disebut varian tariff tenaga kerja (labor rate variance). Varian ini
mengukur setiap varian dari standar tariff rata rata per jam yang dibayarkan
kepada tenaga kerja langsung. Rumus untuk varian tariff tenga kerja dinyatakan
sebagai berikut.





Rumus tersebut dapat disederhanakan menjadi:


Dengan menggunakan data dari Tampilan 10-6, maka :
Varian tarif tenaga kerja = 1.050 jam x ($2.160 per jam - $22,00 per jam) =
$420 M

Bagi sebagian besar perusahaan, tarif upah yang dibayarkan kepada pekerja dapat
diperkirakan. Meskipun demikian, varian tarif dapat meningkat dikarenakan cara
memberdayakan pekerja tersebut. Pekerja yang berpengalaman dengan tarif upah
per jam lebih tinggi mungkin akan diberikan tugas yang memerlukan
keterampilan rendah sehingga tarif upah per jamnya pun lebih rendah. Hal ini
menghasilkan varian tarif tenaga kerja yang tidak menguntungkan karena tarif per
jam aktualnya melebihi tarif standar untuk tugas tersebut. Sebaliknya, varian tarif
yang menguntungkan terjadi ketika tenaga kerja yang dibayar pada tarif lebih
rendah daripada standar diberdayakan untuk pekerjaan tersebut. Walaupun
demikian, tenaga kerja yang dibayar lebih rendah bisa jadi tidak efisien. Akhirnya,
pekerjaan lembur dengan tarif yang lebih tinggi akan menghasilkan varian tarif
Varian tarif tenaga kerja = (AH x AR) (AH x SR)

AH = Waktu aktual
AR = Tarif aktual
SR = Tarif standar
Varian tarif tenaga kerja = AH(AR SR)
19

tidak menguntungkan jika upah lembur tersebut dibebankan kea kun tenaga kerja
langsung.
Siapa yang beranggung jawab atas pengendalian varian tarif tenaga kerja? Oleh
karena varian tarif biasanya disebabkan oleh cara memberdayakan pekerja, maka
penyelia produksi biasanya bertanggung jawab untuk mengawasi varian tarif
tenaga kerja agar tetap terkendali.
E. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR VARIAN OVERHEAD
PABRIK VARIABEL
Langkah akhir dalam analisis yang dilakukan Terry Sherman terhadap varian
Colonial Pewter di bulan Juni adalah meghitung varian overhead pabrik variabel.
Porsi variabel dari overhead pabrik dapat dianalisis menggunakan rumus dasar
yang sama seperti yang digunakan untuk menganalisis bahan baku langsung dan
tenaga kerja langsung. Mengacu kembali pada Tampilan 10-2, overhead pabrik
variabel standar adalah $3.000 per unit produk, yang dihitung sebagai berikut.
0,5 jam per unit X $6,00 per jam = $3,000 per unit
Pencatatan biaya Colonial Pewter menunjukkan bahwa total biaya actual overhead
pabrik variabel untuk bulan Juni adalah $7.140. Ingat kembali mengenai varian
tenaga kerja langsung bahwa jumlah jam kerja langsung adalah 1.050 jam dan
perusahaan memproduksi 2.000 unit sandaran buku. Analisis Terry atas data
overhead tersebut tampak pada Tampilan 10-7.
Perhatikan persamaan antara Tampilan 10-6 dan 10-7. Persamaan tersebut timbul
dari jam kerja langsung yang digunakan sebagai dasar alokasi biaya overhead ke
unit produk; jadi, angka per jam yang sama untuk overhead pabrik variabel
tampak pada Tampilan 10-7 sebagaimana untuk tenaga kerja langsung pada
Tampilan 10-6. Perbedaan utama antara kedua tampilan tersebut adalah pada tarif
standar per jam yang digunakan, di mana tarif overhead pabrik variabel untuk
perusahaan ini lebih rendah daripada tenaga kerja langsungnya.
20

Varian Overhead Pabrik Tinjauan Lebih Mendalam
Rumus untuk menghitung varian efisiensi overhead variabel (variable overhead
efficiency variance) dinyatakan sebagai berikut.



Rumus ini dapat disederhanakan menjadi:


Sekali lagi, dengan menggunakan data dari Tampilan 10-7, maka:
SH = 2.000 unit x 0,5 jam per unit = 1.000 jam
Varian efisiensi overhead variabel = (1.050 jam 1.000 jam) x $6,00 per jam
= $300 T









TAMPILAN 10-7 Analisis Varian Biaya Standar Overhead Pabrik Variabel

Rumus untuk varian tarif overhead variabel (variable overhead rate variance)
dinyatakan sebagai berikut.



Varian efisiensi overhead variabel = (AH x SR ) (SH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual
Varian efisiensi overhead variabel = (AH SH) SR
Varian tarif overhead variabel = (AH x AR ) (AH x SR)
AH = Waktu aktual
SR = Tarif standar
SH = Waktu standar yang diperkenankan untuk output aktual
21

Rumus ini dapat disederhanakan menjadi:

Dengan menggunakan data dari Tampilan 10-7, maka:
AR = $7.140 : 1.050 jam = $6,80 per jam
Varian tarif overhead variabel = 1.050 jam x ($6,80 per jam - $6,00 per jam)
= $480 T
Interpretasi terhadap varian overhead variabel tidak sejelas varian bahan baku dan
tenaga kerja langsung. Secara khusus, varian efisiensi overhead variabel adalah
sama dengan varian efisiensi tenaga kerja langsung kecuali untuk satu hal , tarif
yang digunakan untuk menghitung varian dalam bentuk dolar. Dalam kedua kasus
tersebut, variannya adalah perbedaan antara waktu pengerjaan actual dan waktu
standar yang diperkenankan untuk output aktual. Dalam hal varian efisiensi
tenaga kerja langsung, perbedaan ini dikalikan dengan tarif upah langsung. Dalam
hal varian efisiensi overhead variabel, perbedaan ini dikalikan dengan tarif
overhead variabel.
Sehingga ketika tenaga kerja langsung digunakan sebagai dasar perhitungan
overhead, jika varian efisiensi tenaga kerja langsung adalah menguntungkan,
maka varian efisiensi overhead variabel akan menguntungkan juga. Ketika varian
efisiensi tenaga kerja langsung tidak menguntungkan maka varian efisiensi
overhead variabel akan tidak menguntungkan juga. Varian efisiensi overhead
variabel memang tidak menjelaskan kepada kita mengenai efisiensi penggunaan
sumber daya overhead. Hal tersebut bergantung semata-mata pada penggunaan
efisiensi tenaga kerja langsung.

F. HAL SAMAR NAMUN PENTING DALAM VARIAN BAHAN
BAKU
Sebagian besar perusahaan menghitung varian harga bahan baku ketika bahan
baku idbeli, bukan ketika digunakan dalam produksi. Terdapat dua alasan
Varian tarif overhead variabel = AH(AR SR)
22

mengenai hal ini. Pertama, penundaan perhitungan varian harga hingga bahan
baku tersebut digunakan akan menghasilkan laporan varian yang tidak tepat
waktu. Kedua, penghitungan varian harga ketika bahan baku tersebut dibeli akan
membuat bahan baku dimasukkan ke akun persediaan pada harga standarnya. Hal
ini akan menyederhanakan pencatatan.
Persamaan yang disajikan di awal dalam memastikan varian kuantitas bahan baku
dan varian harga adalah benar, sebagai berikut:







Perhatikan bahwa varian kuantitas bahan baku didasarkan pada kuantitas aktual
yang digunakan, dimana varian harga bahan baku didasarkan pada kuantitas
aktual yang dibeli. Hal ini merupakan perbedaan yang samar, tetapi penting. Hal
tersebut tidak bermasalah dalam contoh sebelumnya karena jumlah yang dibeli
(6.500 pon timah) adalah sama dengan jumlah yang digunakan (sekali lagi, 6.500
pon timah). Hal tersebut akan bermasalah ketika kuantitas yang dibeli berbeda
dengan kuantitas yang digunakan.
Untuk mengilustrasikannya, asumsikan bahwa selama bulan Juni, Colonial Pewter
membeli 7.000 pon timah seharga $3,80 per pon .
Dalam kasus ini, varian kuantitas dan harga untuk bahan baku langsung akan
dihitung sebagai berikut.
Varian kuantitas bahan baku = (AQ x SP ) (SQ x SP)
AQ = Kuantitas aktual yang digunakan
SP = Harga standar
SQ = Kuantitas standar yang diperkenankan untuk output aktual
Varian harga bahan baku = (AQ x AP ) (AQ x SP)
AQ = Kuantitas aktual yang dibeli
AP = Harga aktual
SP = Harga standar
23

Varian kuantitas bahan baku = (AQ digunakan x SP) (SQ x SP)
= (6.500 pon x $4,00 per pon) (6.000 pon x $4,00 per pon)
= (6.500 pon 6.000 pon) x $4,00 per pon
= $2.000 T
Varian harga bahan baku = (AQ dibeli x AP) (AQ dibeli x SP)
= (7.000 pon x $3,80 per pon) (7.000 pon x $4,00 per pon)
= 7.000 pon x ($3,80 per pon - $4,00 per pon)
= $1.400 M
Perbedaan antara kuantitas aktual yang dibeli dan kuantitas aktual yang digunakan
ini akan lebih jelas pada Tampilan 10-8







TAMPILAN 10-8 Analisis Varian Biaya Standar Bahan Langsung

Perhatikan bahwa format Tampilan 10-8 berbeda dengan format Tampilan 10-5,
keduanya digunakan untuk menghitung varian bahan baku langsung. Tampilan
10-8 dapat selalu digunakan untuk menghitung varian bahan baku langsung.
Tampilan 10-5 hanya dapat digunakan untuk menghitung varian bahan baku
langsung ketika jumlah yang dibeli sama dengan yang digunakan.
24

Pada Tampilan 10-8 , perhitungan varian kuantitas didasarkan pada input aktual
yang digunakan, sedangkan perhitungan varian harga didasarkan pada jumlah
input yang dibeli. Kolom (2) pada Tampilan 10-8 terdiri atas dua biaya yang
berbeda atas alasan tersebut. Ketika varian kuantitas dihitung, total biaya yang
digunakan dalam kolom (2) adalah $26.000 yang merupakan biaya input aktual
yang digunakan, dievaluasi apda harga standar. Ketika varian harga dihitung, total
biaya yang digunakan dari kolom (2) adalah $28.000 yang merupakan biaya input
yang dibeli, dievaluasi pada harga standar.
Perhatikan bahwa varian harga dihitung atas jumlah keseluruhan bahan baku yang
idbeli (7.000 pon) , sedangkan varian kuantitas dihitung hanya pada jumlah bahan
baku yang digunakan untuk produksi selama bulan tersebut (6.500 pon).
Bagaimana dengan 500 pon bahan baku lainnya yang telah dibeli selama periode,
tetapi belum digunakan? Ketika bahanbaku tersebut digunakan dalam periode
selanjutnya, varian kuantitas akan dihitung. Akan tetapi, varian harga tidak akan
dihitung ketika bahan baku akhirnya digunakan karena varian harga dihitung
ketika bahan baku dibeli.
Pada akhirnya, karena varian kuantitas didasarkan pada jumlah yang digunakan,
sedangkan varian harga didasarkan pada jumlah yang dibeli, maka kedua varian
tersebut tidak menghasilkan jumlah varian pengeluaran dari anggaran fleksibel
yang hanya didasarkan pada jumlah yang digunakan.






TAMPILAN 10-9 Grafik Pengendali Statistik
25

G. ANALISIS VARIAN DAN MANAJEMEN DENGAN
PENGECUALIAN
Analisis varian dan laporan kinerja merupakan elemen paling penting dalam
manajemen dengan pengecualian, suatu pendekatan yang berfokus pada lingkup
tanggung jawab dalam organisasi dimana tujuan dan ekspektasinya tidak tercapai.
Anggaran dan standar yang dibahas dalam bab ini merefleksikan rencana
manajemen. Jika segala sesuatunyaberjalan sesuai rencana, maka hanya akan
terdapat sedikit perbedaan antara hasil aktual dan hasil yang diharapkan sesuai
dengan anggaran dan standar. Jika hal tersebut terjadi, maka manajer dapat
berkonsentrasi terhadap hal lainnya. Bagaimanapun, jika hasil aktual tidak sesuai
dengan standard an anggaran, maka system pelaporan kinerja akan memberikan
sinyal kepada manajer atas terjadinya pengecualian. Sinyal tersebut berupa
varian dari anggaran atau standar.
Tidak semua varian layak untuk di investigasi hanya beberapa saja yang dianggap
penting dan membutuhkan perhatian dari manajemen. Sebagai contoh cuaca di
musim panas dapat mengakibatkan tagihan listrik membengkak karena
penggunaan pendingin ruangan atau para pekerja yang bekerja lebih cepat atau
lebih lambat pada hari hari tertentu. Oleh karena itu, factor factor yang tidak
terduga, maka sangat mungkin bahwa setiap kategori biaya akan memiliki suatu
varian.
Besarnya ukuran suatu varian merupakan sebuah petunjuk untuk pihak
manajemen apakah varian tersebut layak untuk ditelusuri. Contohnya varian yang
bernilai $5 tidak mungkin tidak cukup besar untuk meminta perhatian manajemen,
sedangkan varian yang bernilai $5.000 mungkin lebih layak ditelusuri. Petunjuk
lainnya adalah ukuran varian relative terhadap jumlah pengeluaran. Varian
sebesar 0,1 % dari pengeluaran mungkin masih dianggap wajar karena disebabkan
oleh faktor acak. Di lain pihak, varian sebesar 10% dari pengeluaran lebih
mungkin merupakan tanda atas suatu kesalahan.
26

Pendekatan yang lebih dapat diandalkan adalah dengan memplot data varian pada
grafik pengendali statistik. Suatu varian seharusnya ditelusuri apabila terdapat
suatu hubunganyang tidak semestinya terhadap tingkat fluktuasi acak normal.
Umumnya, standar deviasi varian digunakan sebagai ukuran tingkat fluktuasi
yang normal.
Selain mengamati pola varian besar yang tidak biasa, pola varian juga seharusnya
di monitor. Sebagai contoh, varian yang terus meningkat seharusnya diinvestigasi
meskipun tidak satupun varian tersebut cukup layak untuk diinvestigasi.

H. PENGGUNAAN BIAYA STANDAR SECARA INTERNASIONAL
Biaya standar telah digunakan oleh perusahaan diseluruh dunia. Salah stau studi
menemukan bahwa tiga perempat dari perusahaan perusahaan yang disurvei di
Inggris, dua pertiga dari perusahaan yang disurvei di Kanada, dan 40% dari
perusahaan yang disurvei di Jepang telah menggunakan sistem biaya standar.





TAMPILAN 10-10 Penggunaan Biaya Standar di Empat Negara

Biaya standar diperkenalkan pertama kali di jepang setelah perang dunia ke 2.
Nippon Electronic Company (NEC) adalah salah satu perusahaan jepang yang
27

pertama kali mengadopsi biaya standar untuk semua produknya. Beberapa
perusahaan di jepang mengikuti NEC dan mengembangkan system biaya standar.
Dengan berlalunya waktu, pola yang ditunjukan dalam tampilan 10-10 mungkin
berubah, namun pada saat ini manajer dapat berharap untuk menemukan biaya
standar di sebagian besar Negara industry. Lebih lanjut, kegunaan utamanya
adalah untuktujuan manajemen biaya dan perencanaan anggaran.

I. EVALUASI PENGENDALIAN BERDASARKAN BIAYA STANDAR
Keuntungan Biaya Standar
System biaya standar memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut.
1. Biaya standar adalah elemen kunci dalam suatu pendekatan manajemen
dengan pengecualian. Jika biaya tersebuat sesuai dengan standar, maka
manajer dapat memusatkan perhatian pada hal lain. Ketika biaya secara
signifikan tidak sesuai standar, maka manajer diperingatkan bahwa
mungkin ada masalah yang memerlukan perhatian, Pendekatan ini
membantu manajer berfokus pada hal hal yang penting
2. Sejauh standar tersebut dipandang wajar oleh karyawan, maka standar
tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi dan efisiensi. Selain itu,
standar merupakan tolak ukur yang dapat digunakan oleh individu untuk
mengukur kinerja.
3. Biaya standar dapat menyederhanakan pembukuan.
4. Biaya standar secara alamiah sesuai dalam system terintegrasi akuntansi
pertanggung jawaban . Standar tersebut menetapkan jumlah biaya yang
seharusnya, penanggung jawab biaya tersebut, dan terkendalinya suatu
biaya aktual.

28

Masalah Potensial dari Penggunaan Biaya Standar
Penggunaan biaya standar dapat menimbulkan sejumlah potensi masalah.
1. Laporan varian biaya standar biasanya dibuat bulanan dan sering kali
diterbitkan beberapa hari atau seminggu setelah akhir bulan. Akibatnya,
informasi dalam laporan tersebut sudah kadaluarsa atau hampir tidak
berguna.
2. Apabila manajer tidak begitu peka dan memberlakukan laporan varian
tersebut sebagai suatu klub, maka semangat kerja karyawan akan
berkurang.
3. Standar kuantitas tenaga kerja dan varian efisiensi mempunyai dua asumsi
penting. Pertama standard an varian tersebut mengasumsikan bahwa
proses produksi dipacu oleh pekerja. Kedua, perhitungan mengasumsikan
bahwa tenaga kerja merupakan biaya variabel.
4. Dalam beberapa kasus, varian menguntungkan bisa jadi buruk atau lebih
buruk dari varian tidak menguntungkan
5. Terlalu banyak penekanan pada usaha pemenuhan standar akan menutupi
tujuan lain yang juga penting.
6. Pemenuhan standar saja mungkin tidak cukup; perbaikan berkelanjutan
mungkin diperlukan agar tetap bertahan dalam lingkungan persaingan.
Kesimpulannya, manajer harus berhati hati dalam menerapkan sistem biaya
standar. Sangatlah penting bagi manajer untuk berfokus pada hal hal positif,
bukan hanya hal hal negatif, dan lebih waspada terhadap kemungkinan
konsekuensi yang tidak diharapkan.



29

DAFTAR PUSTAKA
Garrison, Noreen dan Brewer, 2013, Akuntansi Manajerial , terjemahan Kartika
Dewi , Buku Dua , Edisi Empat Belas, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.