Anda di halaman 1dari 19

Kelompok 10

Rahadian Fernanda 12812144010


Lalitya Nareswari W 12812144012
Pratama Gilang K 12812144035
Pransisca Eliani 128121440
BUKTI AUDIT
Chapter 7

Bukti Audit informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan
apakah informasi yang diaudit telah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Perbedaan kontras bukti audit dengan bukti hukum dan ilmiah (Tabel 7-1,
hal 225)
SIFAT BUKTI
Keputusan Bukti Audit keputusan untuk menentukan jenis dan jumlah
bukti audit yang tepat, yang diperlukan untuk memenuhi keyakinan
bahwa komponen laporan keuangan klien dan keseluruhan laporan telah
disajikan secara wajar.

Empat keputusan mengenai bukti audit:
1. Prosedur audit apakah yang akan digunakan
Prosedur audit : rincian instruksi untuk pengumpulan jenis bukti
audit yang diperoleh pada saat berlangsungnya proses audit
2. Ukuran sampel sebesar apakah yang akan dipilih untuk prosedur
tertentu
Ukuran sampel bagi setiap prosedur berbeda antara satu penugasan
dengan penugasan audit lainnya
3. Item manakah yang akan dipilih dari populasi
Berdasarkan ukuran sampel, ditentukan item dari populasi yang
akan diuji
KEPUTUSAN BUKTI AUDIT
4. Kapankah berbagai prosedur itu akan dilakukan
Umumnya proses audit dilaksanakan setelah beberapa minggu
atau beberapa bulan setelah berakhirnya suatu periode waktu
Dipengaruhi oleh kapan audit tersebut harus diselesaikan agar
sesuai dengan kebutuhan klien


Program Audit
Daftar atas berbagai prosedur audit untuk audit tertentu atau untuk
keseluruhan proses audit
Mencakup ukuran sampel, item yang dipilih, waktu pelaksanaan
pengujian
Setiap komponen audit akan terdapat suatu program audit yang
mengandung sejumlah prosedur audit
Dua penentu persuasivitas : ketepatan bukti dan kecukupan bukti
Ketepatan bukti
- Tingkat dimana bukti tersebut dapat dipercaya atau diyakini kebenarannya
(keterpercayaan bukti/reliability of evidence)
- Tidak dapat ditingkatkan dengan cara memperbesar ukuran sampel atau
mengambil item lainnya dari suatu populasi
Relevansi bukti
Bukti Audit harus selaras atau relevan dengan tujuan audit yang akan diuji
sebelum bukti tersebut dapat dipercaya
Reabilitas bukti
Mengacu pada tingkat dimana bukti dianggap dapat dipercaya. Reabilitas
tergantung pada enam karakteristik bukti yang dapat diandalakan:
1. Independensi penyedia bukti
Bukti audit yang diperoleh dari sumber diluar entitas lebih dipercaya
daripada yang diperoleh dari dalam entitas
PERSUASITIVITAS BUKTI
2. Efektivitas pengendalian intern klien
Jika pengendalian intern klien berjalan efektif, maka bukti audit yang
diperoleh akan lebih dapat dipercaya daripada pengendalian intern yang
lemah
3. Pemahaman langsung auditor
Bukti audit yang diperoleh langsung oleh auditor melalui pengujian fisik,
observasi, penghitungan dan inspeksi akan lebih kompeten daripada
informasi yang diperoleh secara tidak langsung
4. Berbagai kualifikasi individu yang menyediakan informasi
Bukti audit tidak akan dapat dipercaya, kecuali jika individu yang
menyediakan informasi tersebut memiliki kualifikasi untuk melakukan hal itu
5. Tingkat obyektivitas
Bukti yang obyektif akan lebih dipercaya daripada bukti yang membutuhkan
pertimbangan tertentu untuk menentukan apakah bukti tersebut memang
benar
6. Ketepatan waktu
Ketepatan waktu atas bukti audit dapat merujuk pada kapan bukti itu
dikumpulkan atau kapan periode waktu yang tercover oleh proses audit itu
Kecukupan
- Ditentukan oleh kuantitas bukti yang diperoleh
- Diukur dengan ukuran sampel yang dipilih oleh auditor
- Faktor yang mempengaruhi kecukupan ukuran sampel :
Ekspektasi auditor atas kemungkinan salah saji
Efektivitas sari pengendalian intern klien

Efek gabungan
Terdapat hubungan langsung antara keempat bukti audit dan dua kualitas
yang menentukan persuasivitas bukti audit (Tabel 7-2, hal 231)

Persuasivitas dan Biaya
Dipertimbangkan untuk membuat berbagai keputusan tentang bukti audit

Untuk memutuskan prosedur audit yang akan digunakan dapat memilih dari
ketujuh jenis bukti
1. Pemeriksaan fisik (physical examination)
- Inspeksi atau perhitungan yang dilakukan oleh auditor atas aktiva yang
berwujud (tangible asset)
- Pengujian fisik, yang secara langsung berarti verifikasi atas aktiva yang
benar-benar ada (tujuan keberadaan), dianggap sebagai salah satu jenis
bukti audit yang paling terpercaya dan berguna
- Bukan merupakan bukti yang cukup untuk memverifikasi bahwa aktiva
yang ada memang dimiliki oleh klien (tujuan hak dan kewajiban)
- Auditor tidak memiliki kualifikasi untuk menimbang berbagai faktor
kualitatif, seperti keusangan atau keaslian aktiva (tujuan nilai terealisasi)
- Penilaian yang tepat bagi berbagai tujuan dalam penyajian laporan
keuangan umumnya tidak dapat ditentukan oleh pengujian fisik (tujuan
akurasi)

JENIS-JENIS BUKTI AUDIT
2. Konfirmasi (confirmation)
Penerimaan tanggapan tertulis maupun lisan dari pihak ketiga yang independen
yang memverifikasi keakuratan informasi sebagaimana yang diminta oleh auditor
- Permintaan ditujukan bagi klien, klien meminta pihak ketiga yang independen
memberikan tanggapannya secara langsung kepada auditor
- SAS 67 (AU 330) :
Konfirmasi Positif Meminta penerima untuk merespon dalam semua
keadaan :
1. Meminta penerimanya untuk memberikan informasi (formulir
kosong/blank form)
2. Informasi dan permintaan responden untuk menunjukkan apakah ia
setuju dengan informasi itu (sering digunakan, namun kurang
diandalkan)
Konfirmasi Negatif penerima diminta untuk merespon hanya saat
informasi tidak benar (kurang kompeten daripada konfirmasi positif)

3. Dokumentasi (documentation)
- Pengujian auditor atas berbagai dokumen dan catatan klien untuk
mendukung informasi yang tersaji atau seharusnya tersaji dalam
laporan keuangan
- Dokumen internal disiapkan dan digunakan dalam organisasi
klien, tidak pernah disampaikan kepada pihak diluar organisasi
(dalam pengendalian intern bukan merupakan bukti yang layak)
- Dokumen eksternal dokumen yang pernah berada dalam
genggaman seseorang diluar organisasi yang mewakili pihak klien
dalam melakukan transaksi, tetapi dokumen tersebut saat ini
berada di tangan klien, dokumen ini berasal dari luar organisasi
klien dan berakhir di tangan klien (memiliki tingkat
keterpercayaan/kompetensi yang lebih tinggi dibanding dokumen
internal)
- Digunakan sebagai alat pendukung pencatatan transaksi/nilai
transaksi Vouching (penelusuran)
- Dalam bentuk formulir elektronik Electronic Data Interchange
(EDI)
4. Prosedur analitis (analytical procedures)
- Menggunakan berbagai perbandingan dan hubungan untuk menilai
apakah saldi akun atau data lainnya nampak wajar
- Dibutuhkan selama fase perencanaan dan penyelesaian atas semua audit
- Tujuan :
Memahami industri dan bisnis klien
Menilai kemampuan keberlanjutan bisnis entitas
Menunjukkan munculnya kemungkinan kesalahan penyajian dalam
laporan keuangan
Mengurangi ujian audit rinci

5. Wawancara kepada klien (inquiries of the client)
Upaya untuk memperoleh informasi baik secara lisan maupun tertulis dari
klien sebagai tanggapannya atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh
auditor


6. Hitung Uji/Rekalkulasi (reperformance)
Melibatkan pengujian kembali berbagai perhitungan dan transfer
informasi yang dibuat oleh klien pada suatu periode yang berada dalam
periode audit pada sejumlah sampel yang diambil auditor

7. Pelaksanaan Ulang
Pengujian ulang independen yang dilakukan auditor atas prosedur
atau pengendalian akuntansi klien.

8. Observasi (observation)
Penggunaan panca indera untuk menilai aktivitas tertentu
Bukti audit ini jarang dipenuhi, karena terdapat suatu resiko bahwa para
karyawan klien yang terlibat dalam aktivitas itu telah menyadari
kehadiran sang auditor


Hubungan antara antara Standar Auditing, Jenis Bukti dan Keempat
Keputusan Bukti Audit
Pengumpu
lan bukti
Kualifikasi
dan
perilaku
Pelaporan
Standar
auditing
Ukuran sampel
dan item yang
dipilih
Penetapan
waktu
pengujian
Pedoman umum yang
berkaitan dengan
kualifikasi dan perilaku
auditor, pengumpulan
bukti, dan pelaporan
Kategori yang luas dari
bukti yang tersedia
untuk dikumpulkan
oleh auditor
Instruksi spesifik
untuk mengumpulkan
jenis-jenis bukti
Jenis bukti
Pemeriksaan fisik
Konfirmasi
Dokumentasi
Prosedur analitis
Wawancara dengan
klien
Rekalkulasi
Pelaksanaan ulang
Observasi
Prosedur
audit
Biaya atas Jenis-jenis Bukti
- Bukti audit yang paling rendah biayanya :
Observasi dilakukan bersamam dengan prosedur audit lain
Wawancara dilakukan setiap proses audit
Hitung Uji hanya menghitung dan menelusuri, setiap saat dilakukan
- Bukti audit yang biayanya moderat :
Dokumentasi jika karyawannya telah menyusun dengan baik
Prosedur Analitis justru membutuhkan waktu yang banyak
- Bukti audit yang paling mahal biayanya :
Pengujian Fisik mewajibkan kehadiran auditor saat klien melakukan
perhitungan aktiva yang seringkali dilakukan pada tanggal neraca
Konfirmasi auditor melaksanakan sejumlah prosedur secara berhati-
hati dalam rangka mempersiapkan konfirmasi, pengiriman dan
penerimaan kembali serta tindak lanjut konfirmasi yang tidak
direspon


Catatan yang disimpan oleh auditor dari prosedur yang diterapkan, ujian yang
dilakukan, informasi yang diperoleh dan kesimpulan yang berhubungan
Semua informasi yang dianggap perlu oleh auditor untuk melakukan audit secara
memadai, untuk memberikan pendukung bagi laporan audit
Tujuan dokumentasi audit
Membantu auditor menyediakan jaminan wajar bahwa audit yang memadai telah
dilakukan sesuai dengan standar audit yang umum diterima
Kepemilikan arsip audit
Disiapkan selama waktu pekerjaan, termasuk jadwal yang disiapkan oleh klien untuk
auditor, dimiliki oleh auditor
Kerahasiaan arsip audit
Aturan 301 Kode Perilaku Profesional : seorang anggota tidak boleh mengungkapkan
setiap informasi rahasia yang diperoleh selama penugasan profesional kecuali dengan
persetujuan klien.
Isi dan organisasi KAP
Membuat pendekatannya sendiri untuk menyiapkan dan mengatur arsip audit

DOKUMENTASI AUDIT
Arsip permanen
- Data yang sifatnya historis atau berlanjut:
- Ekstrak atau salinan dari dokumen perusahaan yang terus menerus penting
sebagai artikel inkorporasi, anggaran rumah tangga, perjanjianobligasi dan
kontrak
- Analisis dari tahun sebelumnya dari akun yang senantiasa penting bagi
auditor
- Informasi yang berhubungan dengan pemahaman akan pengendalian
internal dan penilaian resiko pengendalian
- Hasil dan prosedur analitis atas audit tahun sebelumnya
- Prosedur analitis, pemahaman tentang pengendalian internal dan penilaian
resiko pengendalian oleh banyak KAP disiapkan sebagai arsip periode
sekarang

Arsip sekarang/ File Tahun Berjalan Semua dokumentasi audit yang bisa diterapkan
ke tahun audit. Jenis informasi yang tercakup:

1. Program audit
2. Informasi umum
3. Neraca Saldo Berjalan
4. Menyesuaikan dan Reklasifikasi Ayat Jurnal
5. Jadwal pendukung
- Analisis
- Neraca saldo atau daftar
- Rekonsiliasi jumlah
- Uji kelayakan
- Ringkasan prosedur
- Penyelidikan dokumen pendukung
- Informasional
- Dokumentasi luar
Persiapan Dokumentasi Audit
-Persiapan jadwal yang tepat untuk mendokumentasikan bukti audit yang
dikumpulkan, hasil yang ditemukan dan kesimpulan yang dicapai
-Setiap arsip audit harus diidentifikasi dengan benar
-Dokumentasi audit harus diberi indeks dan direferensi-silang untuk
membantu dalam mengatur dan mengarsip
-Dokumentasi audit lengkap harus dengan jelas menunjukkan pekerjaan
audit yang dilakukan
-Dokumentasi audit harus meliputi informasi yang cukup untuk memenuhi
tujuan ia dirancang
-Kesimpulan yang dicapai tentang bagian dari audit yang dipertimbangkan
harus dinyatakan dengan tegas

Efek E-Commerce pada Bukti Audit dan Dokumentasi Audit
- ACE (Automated Client Engagement/Perjanjian Klien Otomatis)
- ACL Software
- IDEA (Interactive Data Extraction and Analysis)

TERIMAKASIH