Anda di halaman 1dari 8

Agus Dj halaman 1 dari 8

I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Secara umum sentrifugasi adalah proses pemisahan dengan menggunakan gaya
sentrifugal sebagai driving force. Pemisahan dapat dilakukan terhadap fasa padat cair
tersuspensi maupun campuran berfasa cair-cair. Pada pemisahan dua fasa cair dapat
dilakukan apabila kedua cairan mempunyai perbedaan rapat massa. Semakin besar
perbedaan rapat massa dari kedua cairan semakin mudah dipisahkan dengan cara
sentrifugasi. Semakin mudah dipisahkan yang dimaksud adalah semakin kecil energi
yang diperlukan untuk proses pemisahannya.
Dua cairan yang dipisahkan dengan metode sentrifugasi biasanya berbentuk
dua fasa cair yang teremulsi. Pemisahan paling sering kita jumpai dalam industri
adalah pemisahan lemak yang terdapat dalam susu full cream. Dengan sentrifugasi
dipisahkan lemaknya sehingga diperoleh susu skim, susu dengan kadar lemak yang
rendah, yaitu berkisar 3% berat.
Dalam keperluan lain operasi sentrifugasi juga dapat berfungsi ganda, yaitu
sebagai pemisah untuk campuran maupun sebagai operasi yang membantu proses
pengeringan bahan. Fungsi pengeringan utamanya biasanya adalah adanya tarikan
udara vakum atau suhu yang agak tinggi.
1.2. Tujuan
(1) Memisahkan minyak dan air pada emulsi minyak dalam air (santan kelapa)
(2) Mengetahui pengaruh besar percepatan sentrigugal (gaya sentrifugal/satuan
massa), a
C
(Fc/m) terhadap perbandingan volume perolehan fasa ringan dan
berat
(3) Mengetahui pengaruh besar percepatan sentrigugal (gaya sentrifugal/satuan
massa), a
C
(Fc/m) terhadap tinggkat pemisahan
(4) Mengetahui tingkat pemisahan yang dilakukan satu tahap dengan dua tahap
pada operasi pemisahan dua fasa cair dengan peralatan sentrifugasi.



SENTRIFUGASI CAIR-CAIR
Agus Dj halaman 2 dari 8


II. LANDASAN TEORY
Gaya sentifugal adalah gaya yang terjadi akibat adanya putaran, arah gayanya
adalah dari titik pusat putaran keluar menuju jari-jari luar. Pemisahan menggaunakan
gaya ini pada penerapannya biasanya dikenakan pada pemisahan fasa padat dengan
fasa cair yang tercampur. Pemisahan menggunakan gaya ini dilakukan apabila
perbedaan densitas antara kedua fasa tidak terlalu besar, bisa dalam bentuk campuran
suspensi, sehingga pemisahan dengan grafitasi sukar dilakukan.
Pemisahan antara dua fasa cair yang membentuk emulsi juga dapat dilakukan
dengan cara pemberian gaya sentrifugal. Gaya ini berfungsi ganda, yaitu sebagai
perusak sistem emulsi dan memisahkan kedua fasa cairnya. Peralatan sentrifugasi
untuk memisahkan dua fasa cair dapat dikelompokkan menjadi dua tipe, yaitu tubular
centifuge dan disk bowl centrifuge. Kedua tipe peralatan sentrifugal secara skematis
dapat dilihat pada gambar 1. dan 2. dibawah.


Gambar 1. Tubular Centrifuge

Gambar 2. Disk Bowl Centrifuge




Agus Dj halaman 3 dari 8


PEMISAHAN DENGAN GAYA SENTRIFUGAL :

Gambar 3. Pemisahan sentrifugal

Pada gambar-gambar tersebut, terjadi gaya sentrifugal dan mempunyai percepatan
sentrifugal, yaitu :
a
c
= r
2
( 1 )
a
c
= percepatan sentrifugal (m/dt
2
)
r = jarak radial dari pusat putaran (m)
= kecepatan putar ( rad/det)
sedang gaya sentrifugal F
c
yang timbul dari partikel-partikel tersebut adalah :
F
c
= m .a
c
= m.r.
2
SI ( 2 )
F
c
= m.r.
2
/g
c
British
dimana : F
c
= gaya sentrifugal , Newton (N)
m = massa partikel , gram, kg, lb.
Bila = /r dan = kecepatan tangensial partikel, sehingga gaya sentrifugal dapat
juga ditulis :
F
c
= m.r. (/r)
2
= m.
2
/r ( 3 )
Bila kecepatan putaran dinyatakan dalam sejumlah N putaran per menit. ( N rpm),
maka kecepatan putar dapat ditulis sebagai berikut:
= 2 N / 60 ( 4 )
N = 60 / 2 r ( 5 )
Substitusi persamaan 4 ke persamaan 2, maka diperoleh gaya sentrifugal :
Agus Dj halaman 4 dari 8


F
c
= 0,01097 m. r. N
2
satuan SI ( Newton)
atau
F
c
= 0,000341 m.r.N
2
satuan British ( lbf)
Sentrifuse yang digunakan dalam percobaan ini adalah disc bowl yang
beroperasi secara batch. Alat ini terdiri dari piringan piringan berbentuk mangkok
tersusun membentuk satu kesatuan. Tiap piringan terdapat lubang kecil ditengah untuk
jalannya umpan, sedangkan piringan mangkok membentuk celah sebagai jalan keluar
untuk masing-masing cairan yang mengandung berat jenis berbeda, setelah dikenai
gaya sentrifugal. Perolehan dari masing-masing celah akan terkumpul dan keluar dari
dua jalan yang berbeda.

III. PERCOBAAN
Susunan Alat dan Bahan yang Dipergunakan

Gambar 3. Rangkaian Peralatan Percobaan
Agus Dj halaman 5 dari 8



Gambar 4. Rangkaian Disk Bowl Centrifuge

Agus Dj halaman 6 dari 8


Alat pendukung
- Beaker plastik 2.000 ml
- Piknometer
- Gelas kimia
- Timbangan analitik

Bahan yang digunakan
- Air santan sebanyak 8,5 liter

3.2. Prosedur Kerja
(1) Bersihkan bagian bagian dari sentrifuse dengan cara dicuci, kemudian
keringkan sebelum dipakai dalam percobaan.
(2) Susum bagian-bagian dari peralatan sentrifuse sehingga siap pakai.
(3) Siapkan santan 8,5 liter yang diperoleh dari 5 butir kelapa yang cukup tua.
(4) Siapkan air santan 4 buah masing-masing 2 liter.
(5) Tutup lubang pada penampung centrifuge, kemudian tuangkan santan
kedalam penampung.
(6) Letakkan beker plastik pada masing-masing keluaran, keluaran heavy liquid
dan light liquid.
(7) Hidupkan peralatan pada kecepatan putaran yang ditentukan pembimbing.
(8) Tunggu 5 menit, atau sampai sentrifuse terdengar stabil.
(9) Buka lubang bejana sentrifuse dan tunggu sampai aliran pada masing-masing
keluaran berhenti menetes.
(10) Catat suhu, rapat massa dan volume masing-masing keluaran.
(11) Simpan light liquid fase untuk digabungkan dengan hasil light liquid yang
diperoleh dari run pada kecepatan putar yang lain.
(12) Lakukan lagi prosedur a sampai j dengan 3 macam harga putaran berbeda.
Besar putaran ditentukan pembimbing.
(13) Lakukan prosedur a sampai i untuk light liquid gabungan, kecepatan putar
dipilih yang tertinggi.
(14) setelah selesai, bongkar alat dan bersihkan.
Agus Dj halaman 7 dari 8


3.3. Tabel Data
Volume awal 2 liter,

N(rpm)

umpan

light

heavy

V light

V heavy








IV. KESELAMATAN KERJA
Percobaan menggunakan putaran tinggi, pastikan semua pemasangan,
perakitan alat sebelum beroperasi telah dilakukan dengan baik untuk menghindari
adanya komponen alat yang terlepas, terpelanting yang berpotensi melukai diri.

V. CARA PENGOLAHAN DATA
5.1. Perhitungan (Gunakan satuan SI)
a. Hitung gaya sentrifugal, Fc pada berbagai kecepatan putar
b. Hitung perbandingan perolehan fasa light terhadap heavy liquid dapa setiap
keceparan putaran
c. Hitung dari heavy liquid maupun light liquid hasil dari berbagai variasi
putaran
5.2. Hasil Percobaan yang Disajikan Dalam Laporan
a. Sajikan hasil percobaan berupa kurva hubungan antara percepatan sentrifugal
a
C
terhadap perbandingan volume light liquid dan heavy liquid.
b. Sajikan hasil percobaan berupa kurva hubungan antara percepatan sentrifugal,
a
C
terhadap rapat massa light liquid dan heavy liquid.
c. Sajikan dalam bentuk tabel rapat massa, light liquid dari semua perolehan
dalam percobaan.

Agus Dj halaman 8 dari 8


5.3. Pembahasan Hasil Percobaan
a. Bahas kurva hubungan antara percepatan sentrifugal (gaya sentrifugal/satuan
massa), a
C
(F
C
/m) terhadap volume light liquid dan heavy liquid disertakan
kajian teoritisnya.
b. Bahas kurva hubungan antara percepatan sentrifugal (gaya sentrifugal/satuan
massa), a
C
(F
C
/m) terhadap rapat massa light liquid dan heavy liquid beserta
kajian teoritisnya.
c. Bahas perbedaan rapat massa dari light liquid gabungan terhadap rapat
massa yang lain.
d. Bahas perbedaan rapat massa light phase perolehan umpan gabungan terhadap
rapat massa minyak nabati, hubungkan dengan tingkat kemurnian dari
perolehan.

PUSTAKA
Warren, L., Cabe, Mc., Smith, J.C., Harriot, P., 198 Unit Operation of Chemical
Engineering, 4 rd, pp Mc. Graw-Hill, Book Commpany, USA.
Djauhari, A., 2002,Peralatan Kontak dan Pemisah Antar Fasa , Diktat Kuliah, hal
3-5, Teknik Kimia Politeknik Negeri Bandung.
Team Lab Satuan Opersi, 2004,Sentrifugasi, Jurusan Teknik Kimia, Politeknik
Negeri Bandung, Bandung.