Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
I. 1. Latar Belakang
Gangguan kognitif ringan atau Mild Cognitive Impairment (MCI) seringkali merupakan
tantangan klinis. Didefinisikan sebagai fungsi kognitif di bawah kisaran normal tetapi tidak
cukup untuk diagnosis demensia
1
.
MCI biasana dipisahkan men!adi dua kategori. "ang pertama adalah MCI amnestik
dimana gangguan memori dominan. "ang kedua adalah MCI #on amnestik dimana defisit
bahasa$ perhatian atau fungsi visuospasial
1
.
MCI amnestik mungkin pertanda penakit %l&heimer. MCI non amnestik mungkin
pertanda degenerasi lobus frontotemporal atau degenerasi badan 'ew
1
.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa individu dengan MCI memiliki peningkatan risiko
terkena penakit %l&heimer selama beberapa tahun ke depan$ terutama ketika masalah utama
mereka adalah memori. (idak semua orang ang didiagnosis dengan MCI terus berkembang
men!adi %l&heimer
)
.
*revalensi MCI (pada sample usia +,-./ tahun non-demensia ) adalah 11.10 untuk MCI
%mnestik dan 1$/ 0 untuk MCI #on amnestik
1
. 2esiko MCI dengan demensia meningkat
men!adi 3 0 sampai 1,0 pertahun
1
.
Intervensi ang akan mengurangi risiko perkembangan demensia setelah ter!adina MCI
akan men!adi kema!uan besar dalam pencegahan penakit %l&heimer
1
.
4rang dengan penakit %l&heimer sering mengalami kesulitan mengingat hal-hal seperti
tanggal-tanggal penting atau apakah mereka mengambil obat mereka$ masalah ang dapat
mengganggu sehari-hari kegiatan dan perencanaan. Masalah ang sama !uga umum pada orang
dengan gangguan kognitif ringan$ atau MCI$ ang sering mendahului penakit %l&heimer
1
.
1
5ntuk penelitian ini$ peneliti dari #ew "ork 6tate *schiatric Institute mensurvei hampir
1,, pria dan wanita dengan gangguan kognitif ringan$ dan hampir ),, dengan penakit
%l&heimer. ))/ orang lain men!abat sebagai kontrol sehat
1
.
MCI melibatkan masalah dengan memori atau fungsi otak lainna ang terlihat untuk
orang ang terkena dan orang-orang di sekelilingna$ tapi tidak cukup serius untuk mengganggu
kehidupan sehari-hari
3
.
7erdasarkan prediksi$ Indonesia akan men!adi negara dengan kecepatan pertumbuhan
lansia tertinggi di dunia$ aitu mengalami perubahan sebesar 1110 dalam kurun waktu 1//, 8
),),. 9al ini diiringi pula dengan meningkatna usia harapan hidup dari ::$+ tahun men!adi
+,$3 tahun. Dengan meningkatna usia lan!ut di populasi$ diperkirakan gangguan fungsi kognitif
dan penakit demensia akan men!adi penakit ang umum ditemui pada pelaanan kesehatan
primer.
2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mild Cognitive I!airent " Pen#r#nan Kogniti$ %ingan&
II.1. De$ini'i (angg#an Kogniti$ %ingan
*enurunan kognitif ringan ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif
(memori$ konsentrasi$ orientasi$ persepsi$ perhatian)$ dan kemampuan fungsional (kesulitan
menelesaikan kompleks ang berhubungan dengan peker!aan tugas dan kegiatan sehari-
hari) ang sesuai dengan perubahan patologis pada bagian-bagian tertentu dari otak
;
.
Gangguan kognitif ringan (Mild Cognitive Impairment) suatu kondisi di mana
seseorang memiliki masalah dengan memori$ bahasa$ atau fungsi lain mental ang cukup
parah untuk men!adi terlihat untuk orang lain dan muncul pada tes$ tetapi tidak cukup serius
untuk mengganggu kehidupan sehari-hari. <arena masalah tidak mengganggu kegiatan
sehari-hari$ orang tersebut tidak memenuhi kriteria untuk didiagnosa dengan demensia
(%l&heimer)
)
.
6umber = www.Medscape.com
Gambar 1. MCI merupakan precursor %D (%l&heimer disease)
<erusakan kognitif ringan (MCI) merupakan tahap penurunan kognitif melebihi
ang normal$ diharapkan perubahan ang berkaitan dengan usia. MCI tidak memenuhi
3
kriteria untuk demensia. 6atu klasifikasi umum membedakan antara bentuk #on amnestik
dan amnestik MCI. 7entuk amnestik$ di mana gangguan memori mendominasi$ sering
merupakan prekursor untuk penakit klinis %l&heimer. 7erbagai !enis gangguan kognitif
dapat ter!adi dalam bentuk nonamnestik MCI$ dengan gangguan ang paling umum mungkin
berupa fungsi eksekutif. 7entuk nonamnestik MCI dapat berhubungan dengan penakit
serebrovaskular atau mungkin men!adi pelopor untuk beberapa demensia frontotemporal.
6e!umlah besar pasien dengan MCI ang dinilai memiliki kognisi normal pada kun!ungan
follow-up
3
.
Istilah MCI dimaksudkan untuk mewakili suatu tahap peralihan antara penuaan normal dan
pengembangan penuaan patologis.
6umber = #ational Institute 4n %ging
Gambar ). Grafik diatas menun!ukkan penurunan memori ang normal$ dan perbandinganna
pada MCI dan %l&heimer disease.
Istilah lain dengan konotasi ang mirip dengan MCI termasuk gangguan memori terisolasi$
demensia baru !adi$ dan prodrom demensia. Meskipun istilah-istilah terakhir ini tidak hampir sama luas diterima
sebagai MCI dan mereka tidak harus dianggap sebagai sinonim ang tepat
3
.
4
Dari penelitian Maoclinic tahun ),,1 di %merika 6erikat$ dari ).+1/ sampel dengan usia +, sampai ./ tahun
didapatkan=
+:$30 > #ormal
/$30 > %mnestik MCI
1,$;0 > Demensia
;.+0 > #on amnestik MCI
6umber = www.maoclinic.com
Gambar ;. prevalensi MCI berdasarkan usia dan !enis kelamin.
*revalensi MCI berdasarkan usia adalah semakin tua maka semakin tinggi persentase terkena
MCI$ terlihat pada grafik di atas aitu dari usia +,-+1 tahun (1, 0) men!adi (1, 0) .3-./ tahun.
6edangkan berdasarkan !enis kelamin lebih besar persentase pada laki-laki sebagaimana ang
terlihat pada grafik di atas.
II.). Etio!ato$i'iologi
(idak ada satu penebab ang menebabkan MCI
3
. 2elatif sedikit ang diketahui
tentang penebab dari penurunan kognitif ringan ini$ tetapi se!umlah kondisi neurologis dan
medis mungkin berkontribusi terhadap ge!ala ini. Dalam beberapa kasus ang diteliti di otopsi$
5
patolog telah mengamati perubahan struktur otak dan akumulasi peningkatan protein membentuk
plak amiloid
;
.
*rediktor perkembangan amnestik MCI ke demensia aitu
1
=
%dana gen apolipoprotein epsilon 1 (Gen %po?1)
@olume hipokampus kurang dari )3 0 ang diketahui dengan M2I
*encitraan *?( ( *ositron ?emission (omograph) menun!ukkan hipometabolisme
temporal dan parietal otak
5!i cairan serebrospinal menun!ukkan rendahna beta amiloid 1) dan peningkatan
protein tau
*lak otak amiloid ang terdeteksi pada pencitraan *?( ( *ositron ?mission (omograph)
menggunakan *ittsburgh senawa 7
Aactor resiko MCI adalah
3
=
Meningkatna usia
Diabetes Melitus
Merokok
Depresi
9ipertensi
*eningkatan kadar kolesterol darah
<urangna aktifitas fisik
II.*. +#ng'i Kogniti$
<ata kognitif berasal dari bahasa latin cognition, ang berarti pengetahuan. *ara
teoritikus mengaplikasikan proses kognisi manusia dalam istilah-istilah seperti input
(berdasarkan persepsi)$ manipulasi (interpretasi atau transformasi informasi)$ penimpanan
6
(menempatkan informasi dalam ingatan)$ retrieval (pengaksesan informasi dari memori)$ dan
output (men!alankan informasi)
+
. Aungsi kognitif merupakan aktivitas mental secara sadar
seperti berpikir$ mengingat$ bela!ar$ dan menggunakan bahasa. Aungsi kognitif !uga merupakan
kemampuan atensi$ memori$ pertimbangan$ pemecahan masalah$ serta kemampuan eksekutif
seperti merencanakan$ menilai$ mengawasi$ dan melakukan evaluasi. #ormal terkait usia
diharapkan fungsi memori
3
=
Aungsi memori ang tetap relatif stabil dengan bertambahna usia
o Memori semantik
Aakta dan pengetahuan umum tentang dunia$ tetap stabil dengan usia$ terutama
!ika informasi tersebut sering digunakan (#amun$ pengambilan informasi ang
sangat spesifik$ seperti nama$ biasana menurun.)
o *rosedural memori
%kuisisi dan kiner!a kemudian kognitif dan keterampilan motorik
Aungsi memori ang menurun dengan usia
o Memori ker!a
Memanipulasi informasi dalam pikiran seperti reorganisasi daftar pendek kata ke
dalam urutan ab!ad$ kecepatan ker!a verbal dan visuospatial$ memori$ dan
pembela!aran dengan kognisi visuospatial lebih dipengaruhi oleh penuaan dari
pada kognisi lisan
o ?pisodik memori
*eristiwa pribadi dan pengalaman
o <ecepatan pemrosesan
o *rospektif memori
7
<emampuan untuk mengingat untuk melakukan suatu tindakan di masa depan
seperti mengingat !an!i atau untuk mengambil obat
o (erkait umur
*enurunan dalam kemampuan untuk mengingat informasi teks baru$ untuk
membuat kesimpulan tentang informasi teks baru$ untuk mengakses pengetahuan
sebelumna dalam memori !angka pan!ang$ dan untuk mengintegrasikan
pengetahuan sebelumna dengan informasi teks baru
o *enurunan dalam ingatan
II. ,. (e-ala Klini'
Ge!ala berupa penurunan fungsi kognitif$ diantarana
3$+
=
6ering lupa. Misalna penderita lupa akan even-even penting ang akan dilakukanna$
penderita mulai lupa !alan ang sering dilalui di lingkunganna$ lupa nomor telepon
keluargana.
6ering menanakan pertanaan ang sama$ menceritakan hal ang sama$ dan
memberikan informasi ang sama berulang-ulang
(idak mampu melakukan suatu peker!aan dengan banak petun!uk
<urang focus dalam pembicaraan
6elain itu$ penderita dapat !uga akan mengalami depresi$ cemas$ dan apatis
II. .. Diagno'i'
Diagnosis gangguan kognitif ringan berdasarkan hasil evaluasi diagnostik ang meliputi
pemeriksaan neurologis$ pemeriksaan status mental$ evaluasi neuro psikologis dan psikiatris$
8
pemeriksaan fisik termasuk tes laboratorium$ pencitraan (C(-6can atau M2I)$ dan penin!auan
kembali dari riwaat medis pasien dan obat-obatan ang pasien saat ini sedang dipakai. ?valuasi
ini dilengkapi dengan pengamatan klinis dari ge!ala-ge!ala pasien$ onset (mendadak atau
bertahap)$ presentasi (bagaimana ge!ala-ge!ala muncul)$ dan perkembangan ge!ala dari waktu ke
waktu
;
. (etapi tidak ada tes ang spesifik untuk mendiagnosa MCI
3
.
6umber = #?BM
Gambar 1. @olume hipokampus kurang dari )3 0 dan volume ventrikel ang bertambah
dilaporkan dapat progresif men!adi MCI.
5ntuk mendiagnosa MCI$ pemeriksa harus memperhatikan criteria seperti diatas =
1. keluhan kognitif (memori$ bahasa$ kosentrasi$ perhatian$ kemampuan visuospasial)
). terdapatna satu atau lebih abnormal dari fungsi kognitif pada usiana
;. adana penurunan dari satu atau lebih aspek fungsi kognitif
1. aktifitas fungsional dalam batas normal
9
3. tidak ada demensia
*enilaian MCI dapat dilakukan melalui beberapa pemeriksaan
1
=
1. 5!i *endek 6tatus Mental (MM6?). *emeriksaan ini tidak sensitif untuk gangguan awal.
10
11
). *enilaian <ognitif Montreal (M4C%)
12

;. <uesioner <egiatan Aungsional. (es ini dilakukan untuk membedakan MCI dengan
demensia. <arena pada demensia sudah ada gangguan dalam melakukan kegiatan sehari-
hari sedangkan pada MCI itu tidak ada.
6umber = #?BM
Gambar 3. %lur diagnosa sub tipe MCI
%pabila ada keluhan ang berhubungan dengan fungsi kognitif$ kemudian disesuaikan
dengan kriteria. Bika sudah tegak diagnosa MCI$ maka harus dicari apakah ada tanda penurunan
13
memori atau tidak. Bika ada$ maka didiagnosa dengan MCI amnestik. Bika hana kelainan
memori sa!a maka MCI amnestik single domain$ !ika da keluhan lain MCI amnestik multiple
domain. (api$ !ika tidak ada gangguan memori$ disebut MCI nonamnestik. Bika disertai
penurunan fungsi kognitif lain disebut MCI nonamnestik multiple domain$ !ika tidak disebut
MCI nonamnestik single domain.
<esulitan dalam mendiagnosa MCI karena
+
=
(idak ada pemeriksaan ang spesifik
%dana masalah gangguan memori secara bertahap
%dana penakit lain berkonstribusi dalam perubahan memori
7eberapa orang beranggapan bahwa penurunan memori adalah tanda penuaan$
padahal tidak semua seperti itu.
II. /. Penatalak'anaan
6aat ini tidak ada pengobatan farmakologis ang tersedia di pasar untuk mengurangi
ge!ala penurunan kognitif ringan$ namun obat baru sedang diu!i dalam u!i klinis. Intervensi
psikososial sedang dikembangkan dan non-farmakologis perawatan !uga sedang diu!i termasuk
program-program seperti *rogram *eningkatan Memori %D2C 6ilberstein
;
. (idak ada obat
ang disetu!ui oleh AD% ((he Aood and Drug %dministration) untuk pengobatan MCI
1
.
4bat %l&heimer$ Donepe&il dapat mengurangi perkembangan MCI men!adi %l&heimer
pada ) tahun pertama pengobatan. 1, mg Donepe&il (%ricept) setiap hari dapat
mengurangi resiko %mnestik MCI men!adi %l&heimer selama satu tahun. (etapi manfaat
itu menghilang dalam waktu tiga tahun. *enelitiaan !uga menun!ukkan bahwa ).,,, unit
internasional vitamin ? setiap hari tidak mengurangi risiko berkembangna MCI
amnestik men!adi %l&heimer
)
.
Dua penelitian lain telah diu!i galantamine (2a&adne) sebagai pengobatan untuk MCI.
Dari studi ini ditemukan bahwa galantamine tidak bermanfaat$ namun data menun!ukkan
14
peningkatan !umlah kematian di peserta ang menngunakan galantamine dibandingkan
dengan mereka ang menerima placebo
)
.
2ehabilitasi kognitif dapat membantu dalam perbaikan memori !angka pendek pada MCI.
<arena penurunan memori pada tahap ini dapat menghasilkan kecemasan$ depresi$ atau
kesulitan emosional lainna$ konseling ang tepat !uga mungkin diperlukan dan
dian!urkan.
5ntuk melatih konsentrasi$ dapat dilakukan latihan konsentrasi dengan teknik &ikir$
memakai musik pengantar$ menggunakkan aroma. (u!uanna adalah untuk memperkuat
sekaligus menanamkan pengendalian pikiran agar mudah terfokus ke dalam diri. *ikiran
ang sudah hadir ke dalam diri ini akan selalu siap digunakan untuk berkonsentrasi pada
kegiatan apa sa!a ang hendak dilakukan
:
.
Mengobati kondisi ang menertai. 6eperti faktor resiko dari kardiovaskuler (hipertensi)$
depresi$ !ika ada.
15
BAB III
KESIMPULAN
7erdasarkan prediksi$ Indonesia akan men!adi negara dengan kecepatan pertumbuhan
lansia tertinggi di dunia$ aitu mengalami perubahan sebesar 1110 dalam kurun waktu 1//, 8
),),. 9al ini diiringi pula dengan meningkatna usia harapan hidup dari ::$+ tahun men!adi
+,$3 tahun. Dengan meningkatna usia lan!ut di populasi$ diperkirakan gangguan fungsi kognitif
dan penakit demensia akan men!adi penakit ang umum ditemui pada pelaanan kesehatan
primer.
*enurunan kognitif ringan ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif (memori$
konsentrasi$ orientasi$ persepsi$ perhatian)$ dan kemampuan fungsional (kesulitan menelesaikan
kompleks ang berhubungan dengan peker!aan tugas dan kegiatan sehari-hari) ang sesuai
dengan perubahan patologis pada bagian-bagian tertentu dari otak.
Diagnosis gangguan kognitif ringan berdasarkan hasil evaluasi diagnostik ang meliputi
pemeriksaan neurologis$ pemeriksaan status mental$ evaluasi neuro psikologis dan psikiatris$
pemeriksaan fisik termasuk tes laboratorium$ pencitraan (C(-6can atau M2I)$ dan penin!auan
kembali dari riwaat medis pasien dan obat-obatan ang pasien saat ini sedang dipakai. ?valuasi
ini dilengkapi dengan pengamatan klinis dari ge!ala-ge!ala pasien$ onset (mendadak atau
bertahap)$ presentasi (bagaimana ge!ala-ge!ala muncul)$ dan perkembangan ge!ala dari waktu ke
waktu
;
. (etapi tidak ada tes ang spesifik untuk mendiagnosa MCI
16
DA+TA% PUSTAKA
1. *etersen$ 2C . ),11. Mild Cognitive Impairment. #ew ?ngland Bournal Medicine$ ;:1 $
)))+-));1. diakses dari www.laureateinstitute.org. tanggal 1. %gustus ),11
). %nonimous. ),11. %l&heimer #ational %ssociation. Mild cognitive impairment.
www.al&.org. Chicago. Diakses tanggal 1. %gustus ),11.
;. %nonimous. ),11. www.numedicalcenter.com. %l&heimerCs disease center. Diakses
tanggal 1. %gustus ),11
1. 7rown *$B. dkk. ),11. *enurunan Aungsional *asien 'ansia dengan gangguan kognitif
ringan dan ringan penakit %l&heimer. "aasan *enelitian %l&heimer di (he 2ockefeller
5niversit. Diakses dari www. %'Dinfo.org tanggal 1. %gustus ),11
3. %nderson$ 9.6$ dkk. ),1,. Mild Cognitive Impairment. Diakses dari www.medscape.com
tanggal 1. %gustus ),11
:. 9akim. (. ),,;. Mengatasi gangguan konsentrasi = *uspa 6wara. Bakarta
+. #evid$ B6. Dkk. ),,3. %bnormal *scholog in a Changing Eorld$ Aifth ?dition =
?rlangga. Bakarta
.. %nonimous. ),,:. Mild Cognitive Impairment. Center for Gerontolog. @irginia.
/. 7udson$%?. 6olomon$ *2 (),11). Memory Loss. Inggris= ?lsevier sounders.
17