Anda di halaman 1dari 84

Laporan Praktikum

BIOLOGI UMUM

Judul Praktikum :
Kelas : Geografi/B
Kelompok : IV (Empat)
Asisten : 1. Winda A. Uno S.Pd
2. Wa Ode Zulhulaifah
Anggota Kelompok : 1. Husain Ismail
2. Zaitun Buludawa
3. Miftahul Jannah
4. Suliana La Kareta
5. Wilda Mudakir


Nilai Paraf







LABORATORIUM JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2012
1

PRAKTIKUM I

A. Judul Praktikum :
Mengenal Struktur Sel
B. Tujuan Praktikum
1. Menjelaskan struktur sel hewan dan sel tumbuhan
2. Menyebutkan bagian-bagian sel hewan dan tumbuhan
3. Menjelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
C. Dasar Teori
Istilah sel dalam bahasa yunani : kytos = sel, dari bahasa latin ; cella =
ruang kosong, pertama kali digunakan oleh Robert Hooke (1635-1703). Sel
merupakan satuan struktural dan fungsional terkecil dari organisme hidup. Pada
makhluk hidup bersel tunggal segala fungsi kehidupan harus dilakukan oleh sel
itu sendiri sedangkan pada makhluk hidup bersel banyak, berbagai fungsi
kehidupan itu dilakukan oleh kelompok sel-sel yang berbeda, walaupun masih ada
fungsi-fungsi kehidupan yang dilakukan oleh semua sel. Sel terdiri atas
protoplasma dan selaput plasma. Semua makhluk hidup terdiri atas sel. Secara
umum sel pada makhluk hidup terdiri atas membran plasma, sitoplasma dan
organel-organel berupa mitokondria, retikulum endoplasma, aparat golgi, lisosom,
plastida, sentrosoma, vakuola, ribosom, dan inti sel. (J.W.Kimbal, 1987)
Sel sangat mendasar bagi ilmu biologi sebagaimana atom bagi ilmu kimia:
seluruh organisme terdiri dari sel. Dalam hirarki organisasi biologis, sel ini
merupakan kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup. Selain itu,
terdapat beragam bentuk kehidupan yang berwujud sebagai organisme bersel
tunggal. Organisme yang lebih kompleks, termasuk tumbuhan dan hewan, bersifat
multiseluler; tubuhnya merupakan kerjasama dari berbagai jenis sel terspesialisasi
yang tidak akan bertahan lama jika masing-masing berdiri sendiri. Namun
demikian, ketika sel ini disusun menjadi tingkat organisasi yang lebih tinggi,
seperti jaringan dan organ, sel dapat dipisahkan sebagai unit dasar dari struktur
dan fungsi organisme. (Campbell, dkk. 2004)
2

Bagian-bagian sel pada tumbuhan yaitu dinding sel, nukleus, protoplasma,
membrane sel, retikulum endoplasma, ribosom, mitokondria, diktiosom,
peroksisom, mikrotubula/mikrofilamen, kloroplas, vakuola, dan glioksisom.
Sedangkan bagian-bagian sel pada hewan yaitu membran sel, protoplasma,
nukleus, retikulum endoplasma, ribosom, mitokondria, apparatus golgi,
piroksisom, mikrotubula/mikrofilamen, lisosom, vakuola, dan sentrosom.
1) Dinding sel
Merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-serat
sellulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk sel
dan melindungi sel dari kerusakan mekanis.
2) Membran sel
Merupakan bagian terluar sel hewan yang membatasi isi sel dengan
lingkungan. Organel ini berfungsi sebagai selaput pelindung dan pengontrol
yang bersifat semi permeabel untuk mengendalikan pertukaran zat antara
sitoplasma dengan lingkungan sel. Membran sel tersusun atas selaput
lipoprotein (lipida dan protein).
3) Sitoplasma/Protoplasma
Merupakan cairan sel yang mengisi ruangan antara membran sel dengan
inti sel.
4) Nukleus
Merupakan organel terbesar yang berbentuk bulat hingga oval, berfungsi
untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel.
5) Retikulum endoplasma
Merupakan organel yang bertindak sebagai saluran-saluran dalam
sitoplasma yang menghubungkan membran sel dengan nukleus.
6) Ribosom
Merupakan organel yang terdapat bebas didalam sitoplasma atau
menempel pada retikulum endoplasma yang tersusun atas protein dan RNA.
Ribosom berfungsi untuk sisntesis protein.


3

7) Mitokondria
Merupakan organel yang memiliki struktur amat kompleks yang
berfungsi untuk membentuk energi atau disebut the power house
mitokondria merupakan tempat berlangsungya respirasi aerobik pada tingkat
selluler. Mitokondria memiliki enzim-enzim yang berperanan untuk mengatur
daur krebs yaitu sitokrom.
8) Apparatus golgi
Merupakan organel yang berbentu seperti kantong pipih yang berbentuk
jala yang terpusat pada salah satu sisi nukleus. Organel ini berfungsi untuk
pengemasan dan sekresi protein.
9) Peroksisom
Merupakan organel yang senantiasa berasosiasi dengan organel lain, dan
banyak mengandung katalase dan oksidase. Enzim ini akan mengkatalisis
H
2
O
2
yang berbahaya bagi tubuh. Selain itu lisosom berfungsi untuk
perubahan lemak menjadi karbohidrat serta perubahan purin.
10) Mikrotubula/Mikrofilamen
Mikrotubula adalah organel berbentuk benang-benang silindris yang
tersusun atas protein. Sedangkan Mikrofilamen merupakan organel sejenis
mikrotubulus yang tersusun atas protein aktin dan myosin.
11) Plastida
Merupakan organel yang berperan dalam fotosintesis karena adanya
klorofil dan pigmen-pigmen fotosintetik.
12) Lisosom
Merupakan organel yang berperan dalam kegiatan fagositik karena di
dalam lisosom banyak terkandung enzim pencerna hidrolitik seperti protease,
nuklease, lipase, dan fosfatase. Secara umum fungsi lisosom adalah untuk
penguraian molekul-molekul.
13) Vakuola
Merupakan suatu rongga yang berisi cairan yang dikelilingi oleh selapis
membran yang disebut tonoplas.

4

D. Alat dan Bahan
1. Mikroskop
2. Pipet tetes
3. Gelas objek
4. Gelas penutup
5. Tisu
6. Selaput dalam umbi bawang merah
7. Aquadest
8. Mukosa pipi
9. Tusuk gigi
10. Pinset
E. Cara Kerja
a. Pembuatan preparat tumbuhan
1. Mengambil selaput bagian dalam umbi lapis yang berwarna putih dari
bawang merah, dengan menggunakan pinset.
2. Meletakkan selaput tipis tadi pada gelas objek.
3. Meneteskan aquadest, kemudian menutupnya dengan gelas penutup.
4. Mengamati dibawah mikroskop dan menggambar 2 atau 3 sel dan
memberikan keterangan dari bagian-bagian sel yang nampak.
b. Pembuatan preparat hewan
1. Menggunakan tusuk gigi untuk mengorek secara perlahan-lahan
bagian dalam pipi.
2. Setelah di dapat bagian mukosa pipi, kemudian meletakkannya di atas
kaca preparat.
3. Meneteskan aquadest, kemudian di tutup dengan gelas penutup.
4. Kemudian mengamati di bawah mikroskop.










5

F. Hasil Pengamatan
1) Preparat selaput dalam bawang merah










Gambar. a sel Allium cepa dengan perbesaran 4 X 10











Gambar. b sel Allium cepa dengan perbesaran 75 %






Diperbesar pada
gambar. b
Inti sel (Nukleus)
Membran plasma
Dinding sel
6

2) Preparat mukosa pipi










Gambar. a sel pada mukosa pipi dengan perbesaran 10/0,25









Gambar. b sel pada mukosa pipi dengan perbesaran 60 %

G. Pembahasan
Berdasar hasil pengamatan dapat dilihat bahwa sel pada tumbuhan yang
tepatnya bawang merah (Allium cepa) dengan menggunakan perbesaran 4 x 10,
terdapat inti sel dan dinding sel. Sedangkan sel pada hewan (mukosa pipi) di lihat
dari hasil pengamatan kelompok 2 dengan menggunakan perbesaran 10/0,25
terdapat inti sel dan membran plasma. Pada saat melakukan pengamatan terlihat
bahwa sel Allium cepa dan mukosa pipi berbentuk seperti ruang-ruang kosong.
Diperbesar pada
gambar. b
Inti sel (nukleus)
Membran plasma
7

Pernyataan ini dibuktikan dengan teori dari Robert Hooke yang menyatakan
bahwa sel berbentuk seperti rongga-rongga pada gabus. (Dido Cahya MP. 2011)
Dari kedua pengamatan tersebut ditemukan juga bahwa pada sel hewan
dan sel tumbuhan terdapat inti sel (nukleus). Pernyataan ini membenarkan teori
dari Robert Brown yang menyatakan bahwa pada sel terdapat inti sel (nukleus),
dan sekaligus juga membenarkan teori dari Hanstein (1880) yang menyatakan
bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti
cella (kantonng yang berisi). (Dido Cahya MP. 2011)
Inti Sel merupakan organel terbesar yang berbentuk bulat hingga oval,
berfungssi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel. Pada umumnya sel
mengandung satu nukleus, tetapi pada beberapa organisme ada yang lebih dari
satu. Nukleus memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sel. Hal ini
disebabkan karena inti sel mengandung informasi genetika dalam bentuk DNA.
DNA mampu mereplikasi (membuat tiruan diri) yang diikuti oleh pembelahan
inti. Sehingga, inti duplikasinya mengandung DNA yang sama seperti induknya.
Nukleus juga memiliki peran penting lainnya yaitu, menjadi pusat kontrol sel,
memperbaiki sel yang rusak dalam nukleolus, memengaruhi produksi ribosom dan
RNA, dan berperan dalam pembelahan sel. Funsi utama nukleus adalah untuk
menjaga integritas gen yang terdapat di dalam kromosom dan mengontrol
aktivitas sel dengan mengelola ekspresi gen. Selain itu, nukleus juga berfungsi
untuk mengorganisasikan gen saat terjadi pembelahan sel, memproduksi mRNA
untuk mengkodekan protein, sebagai tempat sintesis ribosom, tempat terjadinya
replikasi dan transkripsi dari DNA, serta mengatur kapan dimana ekspresi gen
harus dimulai, dijalankan, dan diakhiri.
Dinding Sel merupakan penyusun sel tumbuhan yang tersusun atas serat-
serat sellulosa, bersifat tebal dan kaku untuk membantu mempertahankan bentuk
sel dan melindungi sel dari kerusakan mekanis. Dinding sel terdapat
plasmodesmata yang berfungsi untuk hubungan dengan sel disebelahnya. Dan
fungsinya sebagai pelindung berbagai komponen di dalam sel sekaligus pemberi
bentuk sel. Pada tumbuhan, dinding sel berfungsi untuk melindungi protoplas,
sebagai penguat tanaman dan mencegah terjadinya dehidrasi. Dinding sel itu tipis
8

dan berlapis-lapis. Lapisan dasar yang terbentuk pada saat pembelahan sel
terutama adalah pektin, zat yang membuat agar-agar mengental. Lapisan inilah
yang merekatkan sel-sel yang berdekatan. Setelah pembelahan sel, setiap sel baru
membentuk dinding dalam dari serat selulosa. Dinding ini terentang selama sel
tumbuh serta menjadi tebal dan kaku setelah tumbuhan dewasa.
Pada sel hewan, membran plasma merupakan lapisan paling luar yang
membatasi sitoplasma dengan lingkungan sekitarnya, sedangkan pada sel
tumbuhan terletak di antara dinding sel dan isi sel sitoplasma. Membran Plasma
merupakan bagian terluar sel hewan yang membatasi isi sel dengan lingkungan.
Organel ini berfungsi sebagai selaput pelindung dan pengontrol yang bersifat semi
permeabel untuk mengendalikan pertukaran zat antara sitoplasma dengan
lingkungan sel. Membran sel tersusun atas selaput lipoprotein (lipida dan protein).
Dan fungsinya sebagai pelindung sel, mengendalikan pertukaran zat dan tempat
terjadinya reaksi kimia atau sebagai pintu gerbang yang dilalui zat, baik menuju
atau meninggalkan sel. Membran sel juga disebut membran plasma atau selaput
plasma. Membran plasma juga bersifat diferensial permeabel, mempunyai pori-
pori ultramikroskopik yang dilalui zat-zat tertentu. Ukuran pori-pori ini
menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran. Selain besar
molekul, faktor lain yang mempengaruhi masuknya suatu zat ke dalam sel adalah
muatan listrik, jumlah molekul air dan daya larut partikel dalam air. Membran sel
ini juga, selain berfungsi sebagai batas antar sel, juga memiliki beberapa fungsi
lain, sebagai berikut :
1) Sebagai pelindung, yaitu melindungi agar isi sel tidak keluar.
2) Mengatur lalu lintas berbagai macam zat karena membran sel bersifat selektif
permiabel, dengan cara ini membran sel mempertahankan bentuk, ukuran, dan
reaksi-reaksi kimia.
3) Sebagai reseptor (penerima rangsang) dari luar, seperti hormon, bahan kimia,
rangsangan mekanik, dan rangsangan listrik. (J.W. Kimbal, 1987)


9

Dari hasil pengamatan kedua sel dapat di peroleh bahwa sel hewan dan
sel tumbuhan terdapat perbedaan. Perbedaannya di lihat dari dinding sel. Pada sel
tumbuhan terdapat dinding sel sedangkan pada sel hewan tidak memiliki dinding
sel. Namun pada keduanya terdapat persamaan yaitu inti sel dan membran sel. Inti
sel dan membran sel pada sel hewan dan sel tumbuhan tetap mempunyai fungsi
yang sama. Pada sel hewan, membran plasma merupakan lapisan paling luar yang
membatasi sitoplasma dengan lingkungan sekitarnya, sedangkan pada sel
tumbuhan terletak di antara dinding sel dan isi sel sitoplasma. Dan yang menjadi
perbedaan utama antara sel hewan dan sel tumbuhan yaitu antara lain :
1. Sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang kaku, terbuat dari selulosa
sedangkan pada sel hewan tidak mempunyai dinding sel.
2. Sel tumbuhan mempunyai kloroplas untuk fotosintesis, sedangkan pada sel
hewan tidak.
3. Sel hewan mempunyai lisosom, sedangkan pada sel tumbuhan tidak
mempunyai lisosom.
4. Sel hewan mempunyai sentrosom, sedangkan pada sel tumbuhan tidak
mempunyai sentrosom.
H. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat di tarik kesimpulan
bahwa pada sel tumbuhan dan sel hewan memiliki perbedaan yaitu pada dinding
sel. Sel tumbuhan memiliki dinding sel sedangkan sel hewan tidak memiliki
dinding sel. Namun memiliki persamaan yaitu keduanya memiliki inti sel
(nukleus) dan membran sel. Membrane sel berfungsi mengatur pengambilan
material dari lingkungan dan mengatur keluar masuknya material. Sedangkan inti
sel (nukleus) funsinya sangat kompleks yaitu mengatur aktivitas sel dan pembawa
sifat keturunan.
10

I. Jawaban Tugas
1. Gambaran sel tumbuhan.
11

Gambaran sel hewan
12

2. Gambar palstida














3. a. Mitokondria berfungsi untuk melaksanakan pernafasan sel, di
dalamnya terdapat enzim-enzim pernafasan dan enzim unrtuk
mentransfer energi ke dalam bentuk ATP.
b. Apparatus golgi berfungsi membentuk dinding sel pada tumbuhan,
menghasilkan lisosom, membentuk akrosom pada spermatozoa yang
berisi enzim untuk memecah dinding sel telur.
c. Secara rinci fungsi lisosom adalah sebagai berikut :
1. Melakukan pencernaan intrasel
2. Autofagi yaitu menghancurkan struktur yang tidak dikehendaki,
misalnya organel lain yang sudah tidak berfungsi.
3. Eksositosis yaitu pembebasan enzim keluar sel, misalnya pada
pergantian tulang rawan pada perkembangan tulang keras.
4. Autolisis yaitu penghancuran diri sel dengan membebaskan isi
lisosom ke dalam sel, misalnyaterjadi pada saat berudu
menginjak dewasa dengan menyerap kembali ekornya.
5. Menghancurkan senyawa karsinogenik.
13

DAFTAR PUSTAKA

Campbell, dkk. Biologi. Jilid 1. Edisi 5. Jakarta : Erlangga
Kimball, John W. 1987. Biologi. Jilid 1. Edisi 5. Jakarta : Erlangga.
MP, Dido Cahya. 2011. Tokoh-Tokoh dan Teori Sel. (online)
http://didocahya.blogspot.com/2011/tokoh-tokoh-dan-teori-sel.html, diakses
10 November 2012
Tim piloting jurusan pendidikan biolgi F.MIPA. 2005. Struktur sel hewan dan
tumbuhan. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta





1

PRAKTIKUM II
A. Judul Praktikum
Difusi dan Osmosis
B. Tujuan Praktikum
Mengamati proses terjadinya difusi dan osmosis
C. Dasar Teori
Difusi dipermudah dengan protein pembawa proses difusi ini melibatkan
protein yang membentuk suatu saluran dan mengikat substansi yang ditransport.
Protein ini disebut protein pembawa. Protein pembawa biasanya mengangkut
molekul polar misalnya asam amino dan glukosa. Osmosis adalah perpindahan air
melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang
lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi
tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.
(Agrica, 2009).
Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam
pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah.
Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun
cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam
udara. Difusi dipermudah dengan saluran protein substansi seperti asam amino,
gula, dan substansi bermuatan tidak dapat berdifusi melalui membran plasma.
Substansi-substansi tersebut melewati membran plasma melalui saluran yang
dibentuk oleh protein dimana protein yang membentuk saluran ini merupakan
protein integral.
Osmosis adalah peristiwa perpindahan massa dari lokasi dengan potensi
solvent tinggi, menuju lokasi berpotensi solvent rendah, melalui membran semi-
permeabel. Umumnya yang disebut sebagai solvent di sini adalah air. Prinsip
osmosis: transfer molekul solvent dari lokasi hipotonis (potensi rendah) solution
menuju hipertonis solution, melewati membran. Atau dengan kata lain, pelarut
berpindah dari daerah berkonsentrasi rendah (hipotonik) ke daerah berkonsentrasi
tinggi (hipertonik) sehingga terjadi keseimbangan dinamis. Proses ini terjadi
secara alami sehingga tidak membutuhkan energi. (D.A. Maryati, dkk. 2006)
2

1. Mekanisme difusi
Difusi sederhana melalui membran berlangsung karena molekul -
molekul yang berpindah atau bergerak melalui membran bersifat larut dalam
lemak (lipid) sehingga dapat menembus lipid bilayer pada membran secara
langsung. Membran sel permeabel terhadap molekul larut lemak seperti
hormon steroid, vitamin A, D, E, dan K serta bahan-bahan organik yang larut
dalam lemak, Selain itu, membran sel juga sangat permeabel terhadap molekul
anorganik seperti O,CO
2
, HO, dan H
2
O. Beberapa molekul kecil khusus yang
terlarut dalam serta ion-ion tertentu, dapat menembus membran melalui
saluran atau chanel. Saluran ini terbentuk dari protein transmembran,
semacam pori dengan diameter tertentu yang memungkinkan molekul dengan
diameter lebih kecil dari diameter pori tersebut dapat melaluinya. Sementara
itu, molekul-molekul berukuran besar seperti asam amino, glukosa, dan
beberapa garam-garam mineral, tidak dapat menembus membrane secara
langsung, tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat
menembus membran.
2. Mekanisme osmosis
Jika didalam suatu bejana yang dipisahkan oleh selaput semipermiabel,
ditempatkan dua Iarutan glukosa yang terdiri atas air sebagai pelarut dan
glukosa sebagai zat terlarut dengan konsentrasi yang berbeda dan dipisahkan
oleh selaput selektif permeabel, maka air dari larutan yang berkonsentrasi
rendah akan bergerak atau berpindah menuju larutan glukosa yang
konsentrasinya yang tinggi melalui selaput permeabel. Jadi pergerakan air
berlangsung dari larutan yang konsentrasi airnya tinggi menuju kelarutan yang
konsentrasi airnya rendah melalui selaput selektif permeabel. Larutan
hipertonis, larutan vang konsentrasi zat terlarutnya lebih tinggi dibandingkan
dengan larutan di dalam sel. Sedangkan larutan yang konsentrasinya sama
dengan larutan di dalam sel disebut larutan isotonis. Jika larutan yang terdapat
di luar sel, konsentrasi zat terlarutnya lebih rendah dari pada di dalam sel
dikatakan sebagai larutan hipotonis. (Anatoni Idel. 1999)

3

D. Alat dan Bahan
1. Gelas beaker
2. Pipet tetes
3. Pengaduk
4. Stopwatch
5. Larutan NaCl 50 %
6. Kristal CuSO4
7. Larutan Metylene blue
8. Aquadest
9. Tuber Solanum tuberosum
10. Botol placon
11. Sendok spatula
12. Tisu
E. Cara Kerja
a. Difusi
1. Mengisi gelas beaker dengan aquadest masing-masing 50 ml.
2. Meneteskan 10 tetes larutan Metylene blue kedalam gelas beaker yang
berisi aquadest.
3. Mencatat berapa lama waktu yang diperlukan dari warna biru Metylene
blue.
4. Melakukan percobaan di atas dengan menggunakan kristal CuSO
4

sebanyak 1 sendok spatula.
5. Mengulangi percobaan dengan Metylene blue dan CuSO
4
dengan
ukuran yang sama seperti semula, tetapi setelah itu larutan segera
diaduk. Dengan melakukan percobaan ini satu persatu.
b. Osmosis
1. Mengambil tuber dari Solanum tuberosum, menusuk dengan
meggunakan stinles still kemudian potong sepanjang 2 cm.
2. Membilas irisan kentang dengan aquadest dan segera mengeringkan
dengan kertas penghisap dan menimbangnya (sebagai berat awal).
3. Selanjutnya, memasukkan irisan kentang ke dalam larutan NaCl 50%
selama 60 menit.
4. Mengeluarkan irisan kentang dari gelas beker lalu mengeringkan
dengan kertas penghisap dan mengukur panjang irisan kentang serta
bobot basah irisan kentang tersebut.


4

F. Hasil Pengamatan
Dalam praktikum ini, dilakukan dua percobaan yaitu difusi dan osmosis.
A. Difusi
Pengamatan difusi pada kristal CuSO
4
dan Metylene blue (MB)













Keterangan gambar 1 :
a. Kristal CuSO
4

b. Metylene blue


Keterangan gambar 2 :
a. Kristal CuSO
4

b. Metylene blue

Tabel 1. Hasil pengamatan
No Bahan
Waktu
Diaduk Tanpa diaduk
1 Metylene blue (MB) 08,44 Sekon 02:12 Menit
2 Kristal CuSO
4
38,97 Sekon 01:22 Menit


a

b

a

b

Gambar 1.
Di aduk
Gambar 2.
Tanpa di aduk
5

B. Osmosis
Pengamatan osmosis pada Solanum tuberosum (kentang)


Keterangan :
a. Potongan kentang dalam larutan aquadest
b. Potongan kentang dalam larutan NaCl

Tabel 2. Hasil pengamatan
No Kentang
Pengukuran awal sebelum
direndam dalam
Pengukuran akhir
setelah direndam dalam
Aquadest NaCl Aquadest NaCl
1 Panjang 2 cm 2 cm 2 cm 1,9 cm
2 Berat 2,56 gr 2,58 gr 2,84 gr 1,83 gr

a b
6

G. Pembahasan
1) Difusi
Difusi merupakan transport menurun yang artinya materi yang berasal
dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah yang berkonsentrasi rendah.
Dalam percobaan pertama difusi yang dilakukan dengan cara
pengadukan, proses penyebaran Metylene blue (MB) dan Kristal CuSO
4
dalam
aquadest sangat cepat karena adanya tekanan yang diberikan pada kedua zat
tersebut yang berupa pengadukan. Hanya saja Metylene blue (MB) proses
penyebarannya sangat cepat dibandingkan dengan Kristal CuSO
4
. Hal ini
disebabkan oleh wujud Metylene blue yang berbentuk cair sehingga Metylene
blue lebih cepat penyebarannya karena molekul-molekulnya bebas atau
berjauhan dibandingkan dengan Kristal CuSO
4
yang berwujud padat dan
molekul-molekulnya terikat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama
untuk menyebar.
Dalam percobaan kedua, difusi yang dilakukan tanpa pengadukan,
proses penyebarannya sama yaitu Metylene blue lebih cepat menyebar
dibandingkan dengan Kristal CuSO
4
. Hanya saja proses penyebarannya
berlangsung sangat lambat apabila dibandingkan dengan percobaan difusi
yang dilakukan dengan pengadukan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya
tekanan yang diberikan pada percobaan tersebut. Semakin besar tekanan yang
diberikan, semakin cepat pula proses penyebarannya dan semakin kecil
tekanan yang diberikan, semakin lambat pula proses penyebarannya. Hal ini
disebabkan karena tekanan mempengaruhi cepat ataupun lambatnya proses
penyebaran dari zat terlarut dan mempengaruhi cepat atau lambat proses
difusi. Pada peristiwa difusi volume dari pelarut juga memberikan pengaruh
terhadap proses difusi karena semakin banyak pelarut maka zat tercampur
dengan pelarut membentuk larutan yang homogen sehingga larutan tersebut
akan memiliki sifat yang isotonis dimana larutan yang berada di luar dan di
dalam sel memiliki konsentrasi yang sama. Namun dalam hasil percobaan
yang telah di lakukan ternyata Metylene blue lebih lama dibandingkan dengan
7

Kristal CuSO
4,
itu semua di sebabkan cairan Metylene blue yang di masukkan
terlalu banyak.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pada proses difusi, diantaranya
ukuran partikel, jarak, suhu, wujud materi, ukuran partikel, luas suatu area,
tekanan dan ketebalan membran.
Ukuran partikel dapat mempengaruhi proses difusi karena semakin
kecil ukuran partikel maka semakin cepat pula partikel itu akan bergerak
sehinnga kecepatan difusi semakin tinggi. Faktor lainnya yaitu suhu, semakin
tinggi suhu, partikel akan mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih
cepat sehingga semakin cepat pula kecepatan difusinya. Kemudian tekanan
juga dapat mempengaruhi proses difusi, semakin besar tekanan yang diberikan
maka semakin cepat proses penyebaran zat-zat tersebut dan semakin cepat
proses difusinya. Ketebalan membran juga sangat mempengaruhi proses
difusi, semakin tebal semakin lambat kecepatan difusi. (Maryati, dkk. 1999)
2) Osmosis
Osmosis adalah kasus khusus dari transport pasif, dimana molekul air
berdifusi melewati membran yang bersifat selektif permeabel.
Pada percobaan pertama, yang dilakukan dengan menggunakan larutan
NaCl, menghasilkan data dimana kentang yang sebelum direndam massanya
lebih besar dibandingkan setelah direndam dengan larutan NaCl.
Pada percobaan kedua yang dilakukan dengan menggunakan aquadest
menghasilkan data dimana kentang yang sebelum direndam massanya lebih
kecil dibandingkan setelah direndam dengan aquadest. Pada proses osmosis
dengan menggunakan kentang yang direndam dalam aquadest saja tanpa
campuran ternyata berat jenis kentang akan bertambah, dan apabila kentang
direndam dalam NaCl ternyata panjang, dan berat jenis kentang akan
berkurang.
Pada percobaan ini terjadi proses osmosis. Dimana kentang yang di
masukkan ke dalam botol placon yang berisi air biasa memiliki massa yang
lebih berat dari pada massa kentang sebelumnya. Hal ini dapat terjadi karena
perbedaan konsentrasi antara air di dalam kentang dengan air yang terdapat di
8

luar kentang, air yang di dalam kentang memiliki konsentrasi lebih kecil dari
pada air di luarnya. Sehingga air yang di luar kentang masuk ke dalam
kentang untuk menyeimbangkan konsentrasi. Pada kentang yang dilarutkan
dalam larutan NaCl, massa atau berat dari kentang menjadi berkurang, ini
dikarenakan larutan NaCl bersifat pekat sehingga terjadi perpindahan air
secara osmosis pada sel-sel kentang kemudian keluar menuju kelarutan, yang
dalam hal ini adalah NaCl. (Kimball, 1983)
Osmosis adalah difusi dari tiap pelarut melalui suatu selaput yang
permeabel secara diferensial. Pelarut universal adalah air. Jadi, dapat
dikatakan bahwa osmosis adalah difusi air melalui selaput yang permeabel
secara diferensial dari pelarut berkonsentrasi tinggi (banyak air) ke pelarut
yang berkonsentrasi rendah (sedikit air). Proses osmosis akan berhenti jika
konsentrasi di dalam dan di luar sel telah seimbang.
(Maryati, dkk. 2006).
Osmosis juga berhubungan dengan difusi karena difusi dari tiap
pelarut melalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial di sebut
osmosis.
H. Kesimpulan
Dari hasil pengamatan, dapat disimpulkan bahwa proses pengadukan dapat
mempengaruhi kecepatan difusi. Selain itu, wujud dari materi zat terlarut juga
mempengaruhi kecepatan difusi. Hal ini dapat dilihat dari percobaan antara
Metylene blue (cair) dan Kristal CuSO
4
(padat) dimana Metylene blue lebih cepat
menyebar kedalam seluruh volume air (baik diaduk maupun tidak) dari pada
Kristal CuSO
4
. Sedangkan osmosis adalah proses perpindahan air melalui
membran sel. Perpindahan air berlangsung dari larutan yang encer ke dalam
larutan yang lebih pekat dan mengakibatkan terjadinya suatu tekanan dari zat cair
yang disebut tekanan osmosis, contohnya Solanum tuberosum yang direndam
dalam NaCl dan aquadest.



9

I. Jawaban Tugas
1. Penjelasan tentang :
a) Larutan Hipertonis adalah larutan yang konsentrasi zat terlarutnya
lebih tinggi dari pada konsentrasi zat pelarutnya dan larutan yang
memiliki konsentrasi yang lebih tinggi.
b) Larutan Hipotonis adalah larutan yang konsentrasi zat terlarutnya lebih
rendan dari pada konsentrasi zat pelarutnya dan larutan yang memiliki
konsentrasi yang lebih rendah.
c) Larutan Isotonis adalah larutan yang konsentrasi zat terlarutnya sama
dengan konsentrasi zat pelarutnya dan larutan yang memiliki
konsentrasi yang sama (stabil).
d) Impermeabel adalah membran yang tidak dapat dilewati oleh molekul-
molekul.
e) Semipermeabel adalah membran yang hanya molekul-molekul tertentu
saja yang dapat melewatinya.
f) Permeabel adalah membran yang dapat dilewati oleh molekul-molekul.
2. Ya, karena semakin cepat partikel itu bergerak, maka kecepatan difusi juga
semakin tinggi dan karena adanya tekanan yang mempercepat proses
difusi tersebut.
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses difusi :
a) Jarak
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat
kecepatan difusinya.
b) Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan
bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
c) Ketebalan membran
Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
Begitu pula sebaliknya, semakin tipis membran maka semakin cepat
proses difusi.

10

d) Luas suatu area
Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
e) Suhu
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk
bergerak dengan lebih cepat, sehingga semakin cepat pula kecepatan
difusinya.
f) Tekanan
Semakin besar tekanan yang diberikan, maka semakin cepat
proses penyebaran zat-zat tersebut dan semakin cepat proses difusinya.
g) Wujud materi
Zat cair molekulnya renggang, zat padat molekulnya rapat, dan
zat gas molekulnya bebas.


11

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. Difusi, osmosis dan imbinasi. http://kieridwi.blog.friendster.com.
Diakses pada tanggal 18 November 2012, jam 19.00
Idel, Anatoni dan Jamal, Abdul. 1999. Pintar Biologi. Surabaya : Gitamedia Press
Kimball. 1983. Biology. Jilid 2. Jakarta : Erlangga
Pratiwi, D.A. Maryati Srikini, dkk. 2006. Biology. Jakarta : Erlangga.

1

PRAKTIKUM III
A. Judul
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan
B. Tujuan Praktikum
1. Mahasiswa dapat mampu menyebukan jaringan penyusun tubuh tumbuhan
2. Mahasiswa mampu menjelaskan masing-masing penyusun tubuh tumbuhan
3. Mahasiswa mampu menjelaskan struktur berkas pengangkut pada tumbuhan
C. Dasar Teori
Jaringan adalah sekumpulan sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang
sama. Dalam tumbuhan, jaringan adalah sel-sel penyusun tubuh tumbuhan yang
berasal dari pembelahan sel embrional berdiferensiasi menjadi bermacam-macam
susunan. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel,
membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Jaringan tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1) Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang terus menerus membelah, atau
jaringan yang terus melakukan diferensiasi. Jaringan meristem atas dasar sel-
sel pembentukannya dibagi atas dua macam, yaitu :
a. Jaringan meristem primer
Jaringan meristem primer merupakan perkembangan lebih lanjut dari
pertumbuhan embrio. Contohnya ujung batang, ujung akar. Kegiatan jaring-
an meristem primer akan menimbulkan batang dan akar bertambah panjang.
Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b. Jaringan meristem sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal
dari jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jari-
ngan meristem sekunder disebut pertumbuhan sekunder. Kegiatan jaringan
meristem menimbulkan pertumbuhan besar pada tubuh tumbuhan.
(Loveless, 1987).


2

2) Jaringan dewasa
Jaringan dewasa merupakan jaringan yang sudah berhenti membelah.
Jaringan dewasa dapat terbagi menjadi beberapa macam :
a. Jaringan Epidermis
Asal kata epidermis adalah epi artinya di atas dan derma artinya
kulit. Yang berasal dari Yunani. Sesuai namanya, jaringan epidermis dalam
tubuh tumbuhan berfungsi sebagai penutup dan pelindung jaringan lainnya,
terutama pada jaringan muda yang masih memungkinkan mengalami
perkembangan dan pertumbuhan. Karena itu, jaringan epidermis terletak
pada lapisan terluar akar, batang, dan daun.
b. Jaringan parenkim
Jaringan parenkim nama lainnya adalah jaringan dasar. Jaringan
parenkim dapat dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daun, daging buah,
dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang
mengandung klorofil disebut klorenkim, yang mengandung rongga-rongga
udara disebut aerenkim. Penyimpan cadangan makanan dan air oleh tubuh
tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim.
c. Jaringan penguat atau penyokong
Jaringan penguat atau penyokong nama lainnya adalah stereon.
Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh tumbuhan. Jaringan ini terdiri
atas kolenkim dan skelerenkim.
1. Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri atas
senyawa selulosa merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda
atau bagian tubuh tumbuhan yang lunak.
2. Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel jaringan skelerenkim me
ngandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras.
Sklerenkim terdiri atas dua macam yaitu serabut atau serat dan sklereid
atau sel batu. Batok kelapa adalah contoh yang baik dari bagian tubuh
tumbuhan yang mengandung serabut dan sklereid.
3

d. Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan
oleh tumbuhan. Ada 2 macam jaringan yaitu xilem atau pembuluh kayu dan
floem atau pembuluh lapis atau pembuluh kulit kayu. Xilem bertugas
mengangkut air dan garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh tubuh
tumbuhan. Xilem ada dua macam yaitu trakea dan trakeid. Floem bertugas
mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
e. Jaringan gabus
Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar
tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap
air. Pada tumbuhan dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus
atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel
hidup yang disebut felodem, ke arah luar berupa sel-sel mati yang di sebut
felem. (Weistz, 1961)
D. Alat dan Bahan
1. Mikroskop
2. Penampang melintang batang dan daun zea mays
3. Penampang melintang batang Arachis hypogaea
4. Penampang melintang daun Ficus elastica
E. Cara Kerja
1. Jaringan pada batang dan daun monokotil (Zea Mays)
a. Mengamati dengan perbesaran yang lemah penampang batang dan daun
monokotil lalu menggambar satu sektor dari penampang tersebut dan
memberi keterangan.
b. Memperhatikan struktur batang terutama jaringan epidermis,hypodermis,
berkas pengangkut dengan selubung sklerenkim yang tersebar di antara
parenkim jaringan dasar.
c. Memperhatikan struktur batang terutama jaringan epidermis dengan sel
kipas dan stomata, berkas pengangkut sera jaringan mesofil.
4

2. Jaringan pada batang dan daun dikotil (Arachis hypogaea)
a. Mengamati dengan perbesaran yang lemah penampang batang dan daun
dikotil lalu menggambar satu sektor dari penampang tersebut dan
memberi keterangan.
b. Memperhatikan struktur batang terutama jaringan epidermis,hypodermis,
parenkim, beberapa lapis jaringan kolenkim, jaringan slerenkim, dan
berkas pengangkut serta jari-jari empulur serta empulur ditengahnya.
c. Memperhatikan struktur daun terutama jaringan epidermis (stomata,
trikoma), jaringan mesofil serta berkas pengangkut.
F. Hasil Pengamatan

Gambar 1. Penampang melintang batang Zea mays. Perbesaran 40 pada
mikroskop.

Epidermis
Jaringan parenkim
Xilem

Epidermis

Floem
5


Gambar 2. Penampang melintang daun Zea mays. Perbesaran 40 pada
mikroskop.


Gambar 3. Penampang melintang batang Arachis hypogaea. Perbesaran 40
pada mikroskop + (perbesaran 25% HP)
Epidermis
Xilem
Floem
Epidermis
Kambiun
Floem
Xilem
6


Gambar 4. Penampang melintang daun Ficus elasticus. Perbesaran 40 / 0,65
pada mikroskop.

G. Pembahasan
Sebagai salah satu ciptaan Tuhan, tumbuhan memiliki struktur tubuh yang
sangat menakjubkan. Masing-masing bagian tubuh tumbuhan saling bekerja sama
untuk tumbuh dan berkembang. Kemampuan ini ada karena tumbuhan memiliki
bagian sel hidup yang membentuk jaringan. Jaringan tumbuhan merupakan sel-sel
penyusun tubuh tumbuhan yang berasal dari pembelahan sel embrional yang akan
berdiferensiasi menjadi bermacam-macam susunan.
Pada pengamatan ini yang akan di bahas yaitu batang dan daun Zea mays
sebagai tumbuhan monokotil dan batang Arachis hypogaea dan daun Ficus
elasticus sebagai tumbuhan dikotil.

Epidermis
Mesofil palisade
Floem
Xilem
7

Berdasarkan dari hasil pengamatan pada penampang melintang batang
Zea mays dengan menggunakan perbesaran 40 menggunakan mikroskop terdapat
floem, xilem, jaringan parenkim dan epidermis.
a) Floem
Yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh.
b) Xilem
Yang berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar ke daun.
c) Jaringan parenkim
Yang berfungsi sebagai penyusun sebagian organ pada tumbuhan baik
akar, batang serta daun.
d) Epidermis
Yang terdiri dari satu lapis, batas antara korteks dan stele umumnya tidak
jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan
bertipe koleteral tertutup yang artinya diantar xilem dan floem tidak
ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada monokotil menyebabkan
batang monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan kata lain tidak terjadi
pertumbuhan menebal sekunder.
Berdasarkan dari hasil pengamatan pada penampang melintang daun Zea
mays dengan menggunakan perbesaran 40 menggunakan mikroskop terdapat
epidermis, floem dan xilem.
a) Epidermis
Yang berfungsi untuk melindungi tubuh tumbuhan dari serangan hewan
atau manusia.
b) Floem
Yang terletak di sebelah luar yang berfungsi untuk mengangkut hasil
fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan
c) Xilem
Yang terletak di sebelah dalam yang berfungsi untuk mengangkut air dan
garam-garaman yang di serap akar dari dalam tanah ke daun.

8

Berdasarkan dari hasil pengamatan pada penampang melintang batang
Arachis hypogaea dengan menggunakan perbesaran 40 menggunakan mikroskop
terdapat epidermis, kambium, floem dan xilem.
a) Epidermis
Yang terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang
antar sel. Fungsi epidermis ini untuk melindungi jaringan dibawahnya. Pada
batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan
oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.
b) Kambium
Yang terletak diantara berkas pengangkut yang berfungsi sebagai peli-
ndung tumbuhan.
c) Floem
Yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh
tumbuhan.
d) Xilem
Yang berfungsi untuk mengangkut air dan mineral yang di serap dari akar
menuju daun melalui batang.
Berdasarkan dari hasil pengamatan dari kelompok 3 pada penampang
melintang daun Ficus elasticus dengan menggunakan perbesaran 40 / 0,65 pada
mikroskop terdapat epidermis, mesofil palisade, floem dan xilem.
a) Epidermis
Epidermis yang terdiri dari epidermis atas dan bawah yang berfungsi
untuk melindungi organ dalam daun.
b) Mesofil palisade
Mesofil palisade atau jaringan tiang yang berfungsi sebagai tempat terjadi-
nya fotosintesis.
c) Floem
Yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh tubuh
tumbuhan.


9

d) Xilem
Yang berfungsi untuk mengangkut air dan mineral yang di serap dari akar
menuju daun melalui batang. (Sri Widayati, dkk. 2009)
Dari hasil pengamatan pada kedua tumbuhan tersebut dapat di lihat bahwa
tumbuhan dikotil (Arachis hypogaea dan Ficus elasticus) dan monokotil (Zea
mays) memiliki persamaan yaitu sama-sama memiliki jaringan epidermis, xilem
dan floem.
H. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa penampang melingtang
batang Zea mays terdiri dari epidermis, jaringan parenkim, floem dan xilem. Pada
penampang melintang daun Zea mays terdiri dari epidermis, xilem dan floem.
Pada penampang melintang batang Arachis hipogaea terdiri dari epidermis,
kambium, floem dan xilem. Dan yang pada penampang daun Ficus elasticus
terdiri dari epidermis, mesofil palisade, floem dan xilem.
I. Jawaban Tugas
1. Perbedaan antara jaringan dewasa dan jaringan meristem pada intinya
terletak pada kedudukannya dalam tumbuhan. Jaringan meristem adalah
jaringan yang masih aktif membelah untuk menghasilkan jaringan baru.
Sedangkan jaringan dewasa adalah hasil dari jaringan merisem itu sendiri.
Dan di katakan juga sebagai jaringan permanen, artinya bahwa jaringan
tersebut tidak dapat membelah lagi seperti halnya jaringan meristem.
2. Karena jaringan meristem terdiri dari sel-sel muda yang terus-menerus
membelah dan bertujuan untuk membentuk sel-sel baru.
3. Karena sebagian besar jaringan parenkim dijumpai pada setiap bagian
tumbuhan (akar, batang dan daun)
10

4. Gambar jaringan pengangkut :

11

DAFTAR PUSTAKA
Loveless. 1987. Prinsip-prinsip Tumbuhan untuk Daerah yang Tropik. Jakarta:
PT. Gramedia.
Weistz. 1961. Elements of Biologi. Tokyo: Mc GRAW-Hill.
Widayati. Sri, dkk. 2009. Biologi untuk SMA/MA kelas XI. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
1

PRAKTIKUM IV

A. Judul Praktikum :
Organ dan sistem organ pada tumbuhan
B. Tujuan Praktikum
1. Menjelaskan derivat-derivat organ pokok tumbuhan
2. Menjelaskan bagian-bagian akar pada tumbuhan
3. Menjelaskan bagian-bagian batang pada tumbuhan
4. Menjelaskan bagian-bagian daun pada tumbuhan
5. Menyebutkan bagian-bagian dari alat reproduksi pada tumbuhan
C. Dasar Teori
D. Alat dan Bahan
1. Loupe
2. Pisau
3. Pinset
4. Tanaman amaranthus spinosus
5. Tanaman Zea mays
6. Tanaman Musa paradisiaca
7. Tanaman Caesalpinia pulcherima
E. Cara Kerja
1. Akar
a) Menuliskan nama jenis dan suku dari sediaan preparat.
b) Menyebutkan sistem perakarannya lalu menggambar akar secara
skematis dan memberi keterangan bagian-bagiannya.
1) Akar primer
2) Leher akar
3) Batang akar
4) Cabang-cabang akar
5) Ujung akar
6) Serabut akar
7) Tudung akar
2. Batang
a) Menuliskan nama jenis dan suku dari sediaan preparat
b) Menggambar skema akar dan berilah keterangan bagian-bagian :
1) Buku-buku batang (nodus)
2) Ruas batang (internodus)
3) Daun penumpu (stipula)
2

3. Daun
a) Menuliskan nama jenis dan suku dari sediaan preparat.
b) Menyebutkan apakah daun yang ada termasuk daun lengkap atau tidak
lengkap.
c) Menggambar secara skematis sehelai daun dan berikan keterangan
mengenai :
1) Pangkal daun (basis)
2) Ujung daun (apeks)
3) Tepi daun (margo)
4) Pertulangan daun (nervasio)
5) Ibu tulang daun
4. Bunga
a) Menuliskan nama jenis dan suku dari sediaan preparat.
b) Menggambar dan berikan keterngan mengenai :
1) Daun pelindung (braktea)
2) Daun tangkai (braktoela)
3) Tangkai induk (pedunculusi)
4) Tangkai bunga (reseptakulum)
5) Daun kelopak (cepalia)
6) Daun mahkota (petala)
7) Benang sari (stamen)
8) Putik (pistilum)
F. Hasil Pengamatan
1. Klasifikasi Amaranthus spinosus
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Caryophyllales
Famili : Amaranthaceae
Genus : Amarantus
Spesies : Amaranthus spinosus L
2. Klasifikasi Zea mays
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
3

Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays
3. Klasifikasi Musa paradisiaca
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies : Musa paradisiaca
4. Klasifikasi Caesalpinia pulcherrima
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Caesalpinia
Spesies : Caesalpinia pulcherrima
1. Akar
a. Akar tanaman Amaranthus spinosus tediri dari :
1. Leher akar
2. Cabang akar
3. Akar primer
4. Serabut akar
5. Tudung akar
6. Ujung akar



Gambar 1. Akar tanaman Amaranthus spinosus
4

b. Akar tanaman Zea mays terdiri dari :
1. Batang akar
2. Serabut akar
3. Cabang akar
4. Tudung akar
5. Ujung akar








Gambar 2. Akar tanaman Zea mays

c. Akar tanaman Musa paradisiaca terdiri dari :
1. Batang akar
2. Cabang akar
3. Rambut akar
4. Ujung akar
5. Tudung akar










Gambar 3. Akar tanaman Musa paradisiaca
5

d. Akar tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri atas :
1. Akar primer
2. Batang akar
3. Akar serabut
4. Tudung akar
5. Ujung akar
6. Rambut akar








Gambar 4. Akar tanaman Caesalpinia pulcherrima



2. Batang
a. Batang tanaman Amaranthus spinosus
1. Duri batang
2. Ruas batang




\







Gambar 5. Batang tanaman Amaranthus spinosus

6

b. Batang tanaman Zea mays terdiri atas :
1. Ruas batang
2. Buku-buku batang
3. Internodus








Gambar 6. Batang tanaman Zea Mays.

c. Batang tanaman Musa paradisiaca tediri atas :
1. Internodus
2. Pelepah









Gambar 7. Batang tanaman Musa Paradisiaca

d. Batang tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri atas :
1. Duri batang
2. Daun penumpu









Gambar 8. Batang tanaman Caesalpinia pulcherrima
7

3. Daun
a. Daun tanaman Amaranthus spinosus
1. Ujung daun
2. Pertulangan daun
3. Ibu tulang daun
4. Tepi daun
5. Pangkal daun
6. Tangkai daun






Gambar 9. Daun tanaman Amaranthus spinosus

b. Daun tanaman Zea mays terdiri atas :
1. Ujung daun
2. Ibu tulang daun
3. Tepi daun
4. Pangkal daun
5. Pelepah daun










Gambar 10. Daun tanaman Zea Mays



8

c. Daun tanaman Musa paradisiaca tediri atas :
1. Ujung daun
2. Ibu tulang daun
3. Tepi daun
4. Pangkal daun
5. Pelepah daun









Gambar 11. Daun tanaman Musa Paradisiaca

d. Daun tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri atas :
1. Ujung daun
2. Petulangan daun
3. Ibu tulang daun
4. Tepi daun
5. Pangkal daun








Gambar 12. Daun tanaman Amaranthus spinosus
9

4. Bunga
a. Bunga tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri atas :
1. Daun mahkota
2. Dasar bunga
3. Kelopak
4. Benang sari
5. Putik
6. Bakal buah
7. Tangkai bunga
8. Tangkai induk






Gambar 13. Bunga tanaman Caesalpinia pulcherrima

b. Bunga tanaman Amaranthus spinosus terduru atas :
1. Tangkai bunga
2. Putik











Gambar 14. Bunga tanaman Amaranthus spinosus
10

G. Pembahasan
Dari hasil pengamatan tentang ogan tumbuhan, maka dapat kita bedakan
bagian-bagian organ tumbuhan diantaranya:
1. Akar (radiks)
Bentuk dan struktur akar sangat beragam. Keanekaragaman akar ini
bertalian dengan fungsinya, misalnya sebagai akar nafas, sebagai akar
penyimpan cadangan makanan, sebagai akar pelekat, sebagai akar penghisap,
sebagai akar penopang, dan sebagainya.
Bagian-bagian akar dapat dibedakan atas:
a) Akar primer yaitu akar utama yang merupakan pangkal dari batang akar.
b) Ujung akar ialah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan yang
masih dapat mengadakan pertumbuhan.
c) Leher akar ialah bagian akar yang bersambungan dengan pangkal batang.
d) Serabut akar yaitu cabang-cabang akar yang lebih halus dan berbentuk
serabut.
e) Batang akar ialah bagian akar yang terdapat pada antara ujung akar dan
leher akar.
f) Tudung akar ialah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri atas
jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda dan
lemah.
g) Cabang-cabang akar ialah bagian-bagian akar yang tidak langsung
bersambungan dengan pangkal batang.
Sebagai sumbu tumbuhan di dalam tanah, seperti halnya batang
(sumbu di atas tanah), akar akan tumbuh memanjang secara terus-menerus
sebagai akibat pertumbuhan ujungnya.
Sitem pada akar tebagi atas 2 macam, yaitu:
a) Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok
yang bercabang-cabang, menjadi akar-akar yang lebih kecil. Akar pokok
yang berasal dari akar lembaga disebut akar tunggang (radiks primaria).
Susunan akar yang demikian ini biasa terdapat pada tumbuhan biji belah
11

(dikotiledoneae) dan tumbuhan biji telanjang (gymnospermae). Contoh:
Amarathus spinosus bersistem akar tunggang
b) Sistem akar serabut, yaitu jika akar lembaga dalam perkembagan
selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh sejumlah akar yang kurang
lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini
karena bukan berasal dari calon akar yang asli dinamakan akar liar,
bentuknya seperti serabut, oleh karena itu, dinamakan akar serabut (radiks
adventicia).
Terjadi bila akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau
kemudian disusul oleh perkembangannya sejumlah akar yang kurang lebih
sama besar dan semuanya berasal dari pangkal batang. Akar-akar ini karena
bukan berasal dari calon akar yang asli disebut akar linear, bentuknya seperti
serabut, oleh karena itu disebut akar serabut. Umumnya terdapat pada
tumbuhan yang tergolong monokotil. Akar dapat pula berubah bentuk karena
fungsinya berbeda dengan fungsi asal. Hal ini dapat disebabkan oleh karena
penyesuaian cara hidupnya dengan keadaan-keadaan tertentu.
Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan di dapat data sebagai
beikut :
1. Akar tanaman Amaranthus spinosus tediri dari :
a. Leher akar adalah bagian yang bersambungan dengan batang dan akar.
b. Cabang akar adalah bagian-bagian akar yang tidak secara langsung
bersambungan dengan pangkal batang.
c. Akar primer adalah akar utama yang merupakan pangkal dari batang
akar.
d. Serabut akar adalah cabang-cabang akar yang lebih halus dan
berbentuk serabut.
e. Tudung akar adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri
atas jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda
dan lemah.
f. Ujung akar adalah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan
yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
12

2. Akar tanaman Zea mays terdiri dari :
a. Batang akar adalah bagian akar yang terdapat pada antara ujung akar
dan leher akar.
b. Serabut akar adalah cabang-cabang akar yang lebih halus dan
berbentuk serabut.
c. Cabang akar adalah bagian-bagian akar yang tidak langsung
bersambungan dengan pangkal batang.
d. Tudung akar adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri
atas jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda
dan lemah.
e. Ujung akar adalah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan
yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
3. Akar tanaman Musa paradisiaca terdiri dari :
a. Batang akar adalah bagian akar yang terdapat pada antara ujung akar
dan leher akar.
b. Cabang akar adalah bagian-bagian akar yang tidak langsung
bersambungan dengan pangkal batang.
c. Rambut akar adalah cabang-cabang akar yang lebih halus dan
berbentuk serabut.
d. Ujung akar adalah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan
yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
e. Tudung akar adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri
atas jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda
dan lemah.
4. Akar tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri dari :
a. Akar primer akar utama yang merupakan pangkal dari batang akar.
b. Batang akar adalah bagian akar yang terdapat pada antara ujung akar
dan leher akar.
c. Tudung akar adalah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri
atas jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda
dan lemah.
13

d. Ujung akar adalah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan
yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
e. Rambut akar adalah cabang-cabang akar yang lebih halus dan
berbentuk serabut.
2. Batang (caulis)
Batang selalu berujung pada kuncup yang tersusun atas sejumlah daun
kecil yang mengelilingi dan menyelubungi bagian pusat kuncup itu dan yang
disebut ujung batang. Batang pada umumnya berbentuk panjang, bulat seperti
silinder atau dapat pula mempunyai bentuk lain. Pada tumbuhan berkeping
biji dua, batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung makin
mengecil, dan dapat mempunyai percabangan atau tidak. Tumbuhan
berkeping biji tunggal sebaliknya mempunyai batang yang dari pangkal ujung
boleh dikatakan tidak ada perbedaan besarnya dan hanya pada beberapa
golongan saja yang pangkalnya tampak membesar tetapi selanjutnya ke atas
sama, seperti terlihat pada bermacam-macam palma.
Batang dapat dibagi menjadi buku (yaitu tempat melekatnya daun)
dan ruas (yaitu bagian di antara dua buku yang berurutan). Buku ini pada
beberapa tumbuhan terdiri dari sel-sel yang hanya sedikit tumbuh
memanjang, sedangkan ruasnya terdiri dari sel-sel yang agak lebih panjang
(misalnya rumput, bambu, dan tebu). Kadang-kadang buku ini jelas sekali
kelihatan karena daerah ini membengkak. Pada tumbuhan yang tergolong
Dicotyledoneae biasanya mempunyai ruas yang tidak nyata, sedangkan pada
golongan tumbuhan Monocotyledoneae umumnya mempunyai ruas-ruas yang
sangat nyata. Pada batang padi, tebu, mempunyai buku,ruas, dan daun
penumpu yang nampak jelas. Sedangkan pada batang bayam duri dan
kembang merak, pada umumnya batang di bagian bawahnya lebih besar dan
ke ujung makin mengecil dan mempunyai percabangan.
Adapun bagian-bagian batang yang diperoleh yaitu :
1. Batang tanaman Amaranthus spinosus terdiri dari :
a. Duri batang adalah derivat yang tumbuh pada batang yang berupa
tonjolan tajam.
14

b. Ruas batang adalah bagian yang berada diantara buku-buku batang.
2. Batang tanaman Zea mays terdiri dari :
a. Ruas batang bagian yang berada diantara buku-buku batang.
b. Buku-buku batang adalah bagian dari tumbuhan yang berada pada
batang yang berfungsi sebagai tempat melekatnya daun.
c. Internodus biasanya terletak diatas nodus.
3. Batang tanaman Musa paradisiaca terdiri dari :
a. Pelepah (batang semu) adalah bagian batang yang berlapis-lapis yang
berbentuk bulat pipih.
4. Batang tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri dari :
a. Duri batang adalah derivat yang tumbuh pada batang yang berupa
tonjolan tajam.
b. Daun penumpu biasanya tumbuh di ketiak batang.
3. Daun (folium)
Pada tanaman jagung daunnya merupakan daun berupih dengan
pertulangan sejajar. Adapun bagian yang terdapat pada daun tanaman ini
adalah ujung daun, tepi daun, ibu tulang daun, dan pangkal daun. Bentuk
ujung daun meruncing, sedangkan pada bayam duri bentuk ujung daunnya
runcing dengan pertulangan daun menyirip. Bagian-bagian dari bayam duri
adalah ujung daun, pertulangan daun, tepi daun, ibu tulang daun, dan pangkal
daun. Sedangkan daun bunga merak merupakan daun majemuk menyirip
genap dengan jumlah anak daun yang genap dengan ujung daun yang
membulat.
Adapun bentuk daun dan bagian-bagiannya dari hasil pengamatan
yaitu sebagai berikut :
1. Daun tanaman Amaranthus spinosus terdiri dari :
a. Ujung daun pada umumnya ujung dapat memperlihatkan beraneka
rupa. Bentuk-bentuk ujung daun ada yang meruncing, runcing, tumpul,
dam majemuk.
b. Pertulangan daun adalah bagian daun yang berguna untuk memberikan
kekuatan pada daun.
15

c. Ibu tulang daun adalah tulang yang biasanya tersebar, merupakan
terusan tangkai daun dan terdapat ditengah-tengah, membujur dan
membelah daun.
d. Tepi daun mempunyai perbedaan bentuk tepi daun di akibatkan karena
adanyan torehan (snius) ini menimbulkan adanya tonjolan (angulus) di
tepi daun. Torehan tersebut dapat mempengaruhi bentuk helaian daun
dan dapat pula tidak.
e. Pangkal daun adalah pembatas antara helaian daun dengan tangakai
daun.
f. Tangkai daun adalah bagian dari batang tumbuhan yang berfungsi
menghubungkan batang dengan daun. Biasanya tangkai daun melekat
pada batang.
2. Daun tanaman Zea mays terdiri dari :
a. Ujung daun pada tanaman jagung (Zea mays) biasanya berbentuk
meruncing.
b. Ibu tulang daun adalah bagian tulang daun yang membelah daun,
biasanya berada di tengah-tengah daun dan merupakan terusan dari
tangkai daun.
c. Tepi daun biasanya berbentuk bermacam-macam. Pada tumbuhan
jagung bentuk tepi daun berbentuk sejajar.
d. Pangkal daun pada jagung berbentuk pelepah yang merupakan jarak
antara daun dengan batang,
e. Pelepah daun biasanya berbentuk bulat pipih.
3. Daun tanaman Musa paradisiaca terdiri dari :
a. Ujung daun pisang biasanya berbentuk meruncing.
b. Ibu tulang daun dalah bagian tulang daun yang membelah daun dan
biasanya berada di tengah-tengah daun.
c. Tepi daun adalah bagian yang membedakan bentuk daun. Pada daun
pisang bentuk sejajar.
d. Pangkal daun pisang memiliki ciri-ciri sama seperti daun jaung.
16

e. Pelepah daun adalah bagian yang berhubungan langsung dengan
batang semu.
4. Daun tanaman Caesalpinia pulcherrima terdiri dari :
a. Ujung daun dari kembang merak berbentuk bulat majemuk
b. Petulangan daun adalah bagian daun yang berguna untuk memberikan
kekuatan pada daun.
c. Ibu tulang daun adalah tulang yang biasanya tersebar, merupakan
terusan tangkai daun dan terdapat ditengah-tengah, membujur dan
membelah daun.
d. Tepi daun mempunyai perbedaan bentuk tepi daun di akibatkan karena
adanyan torehan (snius) ini menimbulkan adanya tonjolan (angulus) di
tepi daun. Torehan tersebut dapat mempengaruhi bentuk helaian daun
dan dapat pula tidak
e. Pangkal daun pembatas antara helaian daun dengan tangakai daun.
4. Bunga
Pada umumnya, bagian-bagian bunga yang terdapat pada suatu bunga
adalah putik, benang sari, daun mahkota, daun kelopak, dasar bunga, tangkai
bunga, daun pelindung. Bunga yang mempunyai organ kelopak, mahkota,
stamen, dan putik disebut bunga lengkap. Namun kebanyakan bunga
mempunyai struktur tidak lengkap, misalnya tidak mempunyai salah satu alat
kelamin atau keduanya. Bila hanya memiliki alat kelamin jantan saja disebut
bunga jantan, dan sebaliknya bila hanya memiliki putik saja disebut bunga
betina. Bila kedua macam bunga uniseksual itu terdapat pada satu tumbuhan
maka disebut berumah satu bila terpisah disebut berumah dua. Tumbuhan yang
mempunyai bunga sempurna (biseksualis), bunga jantan dan bunga betina
disebut poligam.
Bagian- bagian bunga terdiri atas:
a) Putik merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya dan merupakan
alat kelamin betina.
b) Benang sari merupakan alat kelamin jantan.
17

c) Daun mahkota yaitu bagian hiasan bunga yang terdapat pada lingkaran
dalam, biasanya tidak berwarna hijau lagi. Bagian inilah yang lazimnya
merupakan warna bunga.
d) Daun kelopak merupakan bagian hiasan bunga yang merupakan lingkaran
luar. Biasanya berwarna hijau yang melindungi kuncup terhadap pengaruh-
pengaruh dari luar.
e) Dasar bunga merupakan ujung tangkai bunga yang mendukung bagian-
bagian bunga lainnya.
f) Tangkai bunga adalah cabang ibu tangkai yang mendukung bunganya.
g) Daun pelindung merupakan bagian-bagian serupa daun yang dari ketiaknya
muncul cabang-cabang ibu tangkai atau tangkai bunganya.
Pada tumbuhan yang berbunga seperti Caesalpinia pulcherima
memiliki bagian-bagian bunga lengkap karena semua penyusun bunga ada.
Adapun penyusun bunga kembang merak adalah sebagai berikut :
a. Tangkai bunga
b. Kelopak bunga
c. Dasar bunga
d. Bakal buah
e. Mahkota
f. Putik
g. Benang sari
h. Tangkai putik
H. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa pada tumbuhan
mempunyai 3 organ pokok disebut sebagai tumbuhan cormofita. Sedangkan
bagian lain dari tumbuhan dianggap sebagai turunan (derivat) dari salah satu
atau dua bagian pokok tersebut yang telah mengalami perubahan bentuk, sifat,
dan fungsi 3 organ pokok tersebut yakni akar (radiks), merupakan bagian
bawah sumbu tumbuhan dan biasanya tumbuh di dalam tanah (namun ada
pula yang di udara misalnya pada anggrek epifit), dengan arah tumbuh ke
pusat bumi atau menuju ke air dan meninggalkan cahaya. Bagiannya ialah
Akar primer, ujung akar, leher akar, serabut akar, batang akar, tudung akar,
dan cabang-cabang akar. Batang (caulis), merupakan bagian sistem pucuk
yang tumbuh di atas tanah. Sistem pucuk yang khas terdiri dari sebuah batang
utama yang menyangga daun, batang, dan kadang-kadang bunga dan daun
18

(folium) merupakan salah satu organ tumbuhan yang tumbuh dari batang,
umumnya berwarna hijau dan terutama berfungsi sebagai penangkap energi
dan cahaya matahari melalui fotosintesis. Fungsi dari daun ialah sebagai
tempat terjadinya fotosintesis pada tumbuhan dikotil, terjadi fotosintesis di
jaringan parenkim palisade/tumbuhan monokotil terjadi pada jaringan spons,
sebagai organ pernafasan dan tempat terjadinya transpirasi.
I. Jawaban Tugas
1. Daun lengkap ialah daun yang mempunyai bagian-bagian yaitu, upih atau
pelepah daun, tangkai daun, dan helaian-helaian daun. Contoh : Tanaman
Pohon pisang (Musa paradisiaca). Sedangkan daun yang tidak lengkap
ialah daun yang kehilangan satu, dua, atau tiga bagian dari daun. Contoh:
Tanaman Padi (Oryza sativa) dan tanaman tebu (Saccharum officinarum).
2.
19

3. Akar
a) Akar primer, yaitu akar utama yang merupakan pangkal dari batang
akar.
b) Ujung akar, ialah bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan
yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
c) Leher akar, ialah bagian akar yang bersambungan dengan pangkal
batang.
d) Serabut akar, yaitu cabang-cabang akar yang lebih halus dan
berbentuk serabut.
e) Batang akar, ialah bagian akar yang terdapat pada antara ujung akar
dan leher akar.
f) Tudung akar, ialah bagian akar yang letaknya paling ujung, terdiri
atas jaringan yang berguna untuk melindungi akar yang masih muda
dan lemah.
Cabang-cabang akar, ialah bagian-bagian akar yang tidak langsung
bersambungan dengan pangkal batang.
1

PRAKTIKUM V

A. Judul
Jaringan penyusun tubuh hewan
B. Tujuan
Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan dapat mempelajari
ciri-ciri dan struktur histologis dari jaringan epitel, jaringan pengikat, dan
jaringan otot.
C. Dasar Teori
Pada dasarnya jaringan pada hewan dapat dibagi dalam empat
kelompok, yaitu:
1. Jaringan epitel, jaringan ini memiliki beberapa sifat khusus, antara lain
berbentuk sel-sel terlalur dan umumnya berbentuk pipih, kubus atau
silinder, sel-sel tersusun sengan sangat rapat, semua jaringan epitel terikat
erat pada jaringan penyambung yang ada dibawahnya oleh selaput tipis
yang disebut lamina basal, tidak mengandung pembuluh darah. Jaringan
epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dengan lingkungannya,
baik di luar maupun di sebelah dalam seperti dinding usus. Fungsi jaringan
epitel senagai alat ekresi untuk membuang sisa-sisa hasil metabolisme.
2. Jaringan Ikat, jaringan ini berkembang dari mesenkim yang berasal dari
mesoderm. Jaringan ikat terdiri dari serabut, sel-sel dan cairan ekstra
seluler. Cairan ekstra seluler dan serabut disebut matriks. Fungsi
jaringan ikat adalah mengikat atau mempersatukan jaringan-jaringan
menjadi organ dan berbagai organ menjadi sistem organ, menjadi selubung
organ dan melindungi jaringan atau organ tubuh. Berdasarkan struktur dan
fungsinya jaringan ikat dibedakan menjadi dua:
a. Jaringan ikat longgar, ciri-ciri dari jaringan ini yaitu: sel-selnya jarang
dan sebagian jaringannya tersusun atas matriks yang mengandung
serabut kolagen dan serabut elastis. Jaringan ikat longgar terdapat di
sekitar organ-organ, pembuluh darah dan saraf.
2

b. Jaringan ikat padat, nama lainnya jaringan ikat serabut putih, karena
terbuat dari serabut kolagen yang berwarna putih. Jaringan ini terdapat
pada selaput urat, selaput pembungkus otot, fasia, ligamen dan tendon.
Fasia adalah jaringan ikat berbentuk lembaran yang menyelimuti otot.
Ligamen adalah jaringan ikat yang berperan sebagai penghubung antar
tulang. Tendon adalah ujung otot yang melekat pada tulang. Fungsinya
untuk menghubungkan berbagai organ tubuh seperti otot dengan
tulang-tulang, tulang dengan tulang, juga memberikan perlindungan
terhadap organ tubuh.
3. Jaringan Otot, jaringan ini tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya
menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan
karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat
berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot
dapat memanjang dan memendek.
a. Jaringan otot polos mempunyai serabut-serabut (fibril) yang homogen
sehingga bila diamati di bawah mikroskop tampak polos atau tidak
bergaris-garis. Otot polos berkontraksi secara refleks dan di bawah
pengaruh saraf otonom. Bila otot polos di rangsang, reaksinya lambat.
Otot polos terdapat pada saluran pencernaan, dinding pembuluh darah,
saluran pernafasan.
b. Jaringan otot lurik, nama lainnya adalah jaringan otot kerangka karena
sebagian besar jenis otot ini melekat pada kerangka tubule. Kontraksi
nya menurut kehendak kita dan di bawah pengaruh saraf sadar.
Kontraksi otot lurik berlangsung cepat bila menerima rangsangan,
berkontraksi sesuai dengan kehendak dan di bawah pengaruh saraf
sadar. Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi
kerangka dari benturan keras.
c. Jaringan otot jantung, jaringan otot ini hanya terdapat pada lapisan
tengah dinding jantung. Strukturnya menyerupai otot lurik, meskipun
begitu kontraksi otot jantung secara refleks serta reaksi terhadap
3

rangsang lambat. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke
luar jantung. (Rachmawati, 2007)
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian
rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm.
Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang
belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf
(neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel,
nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah
dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan
meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut
akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke
neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang
dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih).
Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara
kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia
merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung
umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit,
sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell, 2004).
Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang mempunyai
bentuk bervariasi. Sistern ini meliputi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Dalam kegiatannya, saraf mempunyai hubungan kerja seperti mata rantai
(berurutan) antara reseptor dan efektor. Reseptor adalah satu atau sekelompok
sel saraf dan sel lainnya yang berfungsi mengenali rangsangan tertentu yang
berasal dari luar atau dari dalam tubuh. Efektor adalah sel atau organ yang
menghasilkan tanggapan terhadap rangsangan. (Anonim, 2009)
D. Alat dan Bahan
1. Mikroskop
2. Preparat epitel epididmis cauda
3. Preparat jaringan adipose dan jaringan tulang keras
4. Preparat jaringan otot jantung dan otot rangka serta otot polos

4

E. Cara Kerja
1) Epididimis Cauda
Memperhatikan penampang melintang sebuah tubulus epididmis.
Mengamati sel-sel penyusunnya.
2) Jaringan adiposa
Memperhatikan sel-sel penyusunnya dan menentukan letak sitoplasma dan
intinya.
3) Jaringan tulang keras.
Menggambar satu sistem Havers lengkap dengan bagian-bagiannya.
4) Jaringan otot.
Mengamati preparat histologis otot rangka dan otot jantung dan kemudian
gambar serabut otot tersebut lengkap dengan intinya.
F. Hasil Pengamatan
1. Epitel epididimis cauda








Inti Sel Kompleks Golgi
Gambar foto Gambar tangan
Gambar 1. Penampang melintang epitel epididimis cauda dengan perbesaran
pada mikroskop 10 x 40.

5

2. Jaringan otot polos




Nukleus Inti Sel
Gambar foto Gambar tangan
Gambar 2. Penampang melintang jaringan otot polos dengan perbesaran pada
mikroskop 10 x 40.

3. Jaringan otot jantung






Serabut otot Inti
Gambar foto Gambar tangan
Gambar 3. Penampang melintang jaringan otot jantung dengan perbesaran pada
mikroskop 10 x 10,25.




6

4. Jaringan tulang keras (Compact bone)







Lamella Saluran Havers Lakuna
Gambar Foto Gambar tangan
Gambar 4. Penampang melintang jaringan tulang keras dengan perbesaran pada
mikroskop 10 X 40.

G. Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada preparat jaringan penyusun tubuh
hewan yang terdiri atas jaringan epididimis cauda, otot polos, otot jantung dan
otot tulang keras (compact bone) dengan menggunakan mikroskop dapat di
lihat :
1. Preparat epitel epididimis cauda
Epitel epididimis cauda merupakan suatu struktur yang terletak diatas dan
di sekeliling testis. Fungsinya sebagai pengangkut tempat penyimpanan dan
pematangan sel sperma dari testis.
Dari hasil pengamatan yang di lakukan pada penampang melintang pada
epididimis cauda terlihat bahwa epididimis cauda terdapat inti sel dan kompleks
golgi. Kompleks golgi mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Pada beberapa
macam sel bentuknya kompak dan terbatas, sedangkan pada macam sel lain
bentuknya berupa jalinan dan merupakan struktur terbesar. Letaknya di sekeliling
inti, di tepi atau tersebar. Jumlahnya mulai dari satu buah sampai ratusan pada tiap
sel. Bentuk kompleks golgi bervariasi dari yang amorf sampai kantong-kantong
pipih yang bertumpuk. Setiap sel hewan memiliki 10 sampai 20 badan golgi,
sedangkan tumbuhan memiliki beberapa ratus badan golgi. Kelompok badan golgi
7

disebut diktiosom. Kompleks golgi banyak ditemukan dalam sel-sel kelenjar,
misalnya pankreas. Organela ini terdapat pada hampir semua sel dan memiliki
bentuk yang bervariasi. Kompleks golgi mempunyai fungsi mentranspor dan
mengubah secara kimia materi-materi yang terdapat di dalamnya. Badan golgi
berperan dalam mengumpulkan, memodifikasi, menguras dan mendistribusikan
molekul-molekul yang dibuat pada suatu tempat dalam sel yang dipakai untuk
tempat lain. Enzim-enzim pencernaan dalam bentuk belum aktif juga dibuat di
badan golgi. Organela ini ditemukan pertama kali oleh Camilio Golgi, seorang
ilmuwan dari Italia. Badan golgi biasa dijumpai pada sel tumbuhan maupun
hewan. Pada sel hewan terdapat 10-20 badan golgi. Lain halnya dengan tumbuhan
yang memiliki ratusan badan golgi pada setiap sel. Badan golgi terdiri atas
sekelompok kantong pipih yang dibatasi membran yang dinamakan saccula. Di
dekat saccula terdapat vesikel sekretori yang berupa gelembung bulat. Badan
golgi pada tumbuhan disebut dengan diktiosom. Pada diktiosom terjadi
pembuatan polisakarida dalam bentuk selulosa yang digunakan sebagai bahan
penyusun dinding sel. Secara umum fungsi dari badan golgi antara lain:
1) secara aktif terlibat dalam proses sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar
2) membentuk dinding sel pada tumbuhan
3) menghasilkan lisosom;
4) membentuk akrosom pada spermatozoa yang berisi enzim untuk memecah
dinding sel telur. (Campbell, 2004).
2. Preparat jaringan otot polos
Otot ini dibentuk dari sel otot serabut kontraktil yang homogen. Oleh
karena itu, serabutnya sukar diamati dibawah mikoskop cahaya. Inti sel satu dan
terletak ditengah sel. Otot polos terdapat di bagian tubuh yang melakukan gerak
lambat dan di bawah pengaruh saraf otonom. Otot polos terdapat pada lambung,
uterus, kantong lemak, dan pembuluh darah. Gerakan kontraksinya bergelombang
dan meluas. Jaringan otot polos antara lain terdapat pada dinding pembuluh darah,
saluran pencernaan makanan, dan saluran telur. Jenis otot seperti ini terdapat juga
pada hewan invertebrata. (Rachmawati, 2007)
8

Berdasarkan hasil pengamatan jaringan ini terdapat nukleus yang
berfungsi sebagai sistem atau mengatur aktivitas sel dan merupakan pembawa
sifat keturunan.
3. Preparat jaringan otot jantung
Berdasarkan pengamatan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 10
x 10,25 terlihat bagian-bagian dari jaringan otot ini yaitu serabut otot dan intinya.
Otot jantung mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik hanya saja serabut-
serabutnya bercabang-cabang dan saling beranyaman. Letak inti sel di tengah.
Dengan demikian, otot jantung disebut juga otot lurik yang bekerja tidak menurut
kehendak. Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah keluar jantung. Pada
jaringan otot jantung nukleus di pusat. Otot jantung adalah uniselular dan tidak
multiselular. Otot jantung berbentuk silindris atau serabut pendek. Otot ini
tersusun atas serabut lurik yang bercabang-cabang dan saling berhubungan satu
dengan lainnya. Setiap sel otot jantung mempunyai satu atau dua inti yang terletak
di tengah sarkoplasma. Otot jantung bekerja di luar kehendak (otot tidak sadar)
atau disebut juga otot involunter dan selnya dilengkapi serabut saraf dari saraf
otonom. Kontraksi otot jantung berlangsung secara otomatis, teratur, tidak pernah
lelah, dan bereaksi lambat. Dinamakan otot jantung karena hanya terdapat di
jantung. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan jantung menguncup
dan mengembang untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. (Anonim, 2009).
4. Preparat jaringan tulang keras
Berdasarkan hasil pengamatan menggunakan mikroskop dengan
perbesaran 10 x 40 terlihat bagian yaitu saluran havers, lamela dan lakuna.
Tulang kompak terdiri dari sistem-sistem havers. Setiap sistem havers
terdiri dari saluran havers (kanalis saluran) yaitu suatu saluran yang sejajar
dengan sumbu tulang, di dalam saluran terdapat pembuluh-pembuluh darah dan
saraf. Di sekeliling sistem havers terdapat lamela-lamela yang konsentris dan
berlapis-lapis. Di dalam lakuna terdapat osteosit, yaitu sel-sel tulang dewasa.
(Campbell, 2004).


9

H. Kesimpulan
Dari hasil pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya
jaringan hewan tersusun atas jaringan otot jantung, jaringan serat melintang,
epididimis, jaringan adiposa, compact bone, dan otot polos. Dan terdapat
perbedaan dari semua jaringan tersebut yang memiliki fungsi tertentu. Pada
umumnya, jaringan bekerja di bawah kehendak. Tetapi ada juga yang bekerja
tidak dibawah kehendak misalnya otot jantung.
I. Jawaban Tugas
1. Ciri-ciri jaringan epitel:
1. Umumnya berbentuk pipih, kubus, atau silindris.
2. Sel-selnya terasusun dengansangat rapat.
3. Tidak mengandung pembuluh darah.
4. Sebagai lapisan pelindung baik terhadap pengaruh mekanis, fisik
maupun kimiawi.
5. Terdiri atas sel-sel yang tersusun dalam lembaran-lembaran.
2. Jaringan epitel dapat dibedakan berdasarkan fungsi dan jumlah lapisannya
yaitu:
a. Epitelium selapis
1. Epitelium pipih selapis terdiri atas sel-sel yang berbentuk pipih
seperti ubin, yang mempunyai fungsi sebagai pelapis bagian dalam
rongga dan saluran serta tempat difusi zat dan tempat infiltrasi zat.
2. Epiteliun kubus selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk
kubus. Fungsi dari epitel kubus selapis yaitu melindungi bagian di
dalamnya dan sekresi (mengeluarkan zat yang diperlukan tubuh)
3. Epitelium silindris selapis, epitel ini berbentuk silindris satu lapis
dan mempunyai inti di tengah. Berfungsi sebagai absorbsi dan juga
untuk proteksi dan sekresi
b. Epiteliun berlapis banyak (strativiet ephitelium)
1. Epitelium pipih berlapis banyak, terdiri atas dua atau lebih lapisan
sel berbentuk pipih. Berfungsi sebagai proteksi atau perlindungan
organ yang dilapisi dan penghasil mucus.
10

2. Epitelium kubus berlapis banyak, disusun oleh lebih dari satu
lapisan sel dan memiliki bentuk kubus pada bagian dalamnya.
Epitel ini terdapat pada kelenjar keringat, hal ini berarti lapisan
epitel berfungsi sebagai saluran sekresi dan ekskresi.
3. Epitelium silinder berlapis banyak, terletak pada lapisan luar.
mempunyai fungsi pada ekskresi dan kelenjar ludah serta kelenjar
susu.
4. Epitelium transisional. Epitelium ini sering disebut sebagai epitel
peralihan yang memiliki banyak lapisan dan bentuknya berubah-
ubah terutama pada saat jaringan bergelembung, yang mempunyai
fungsi untuk menahan renggangan dan tekanan.
3. Gambar bentuk dari 3 bentuk jaringan epitel :
a. Jaringan Kubus berlapis








Gambar 1. Jaringan Kubus Berlapis

b. Jaringan epitel selapis pipih








Gambar 2. Jaringan epitel selapis pipih
11

c. Jaringan epitel selapis silindris










Gambar 3. Jaringan epitel silindris
12

DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk. 2004. Biologi. Jilid 1. Edisi 5. Jakarta : Erlangga.
Rachmawati, dkk. 2007. Biologi. Jakarta: Ricardo.
Anonim. 2009. Jaringan penyusun pada tubuh tumbuhan dan hewan. (Online)
http://kieridwi.blog.friendster.com. Diakses pada tanggal 03 Desember
2012.
1
PRAKTIKUM VI

A. Judul :
Mitosis
B. Tujuan :
Untuk mempelajari pembelahan mitosis pada tumbuhan
C. Dasar Teori
Salah satu sifat yang membedakan tipe sel dalam satu organisme
adalah kapasitasnya untuk tumbuh dan membelah. Jaringan tertentu pada
tubuh adalah subjek perusakan berkesinambungan dan baru diganti sehingga
sel tubuh dan memperbanyak diri. DNA merupakan material genetik yang
terkandungdi dalam setiap sel. Transfer material genetik pada eukariotik dapat
dalalukan pada proses pembalahan mitosis meiosis. Keduanya merupakan
proses pembagian inti yang melibatkan sistem yang akurat untuk membagi
kromosom-kromosom dari sel induk ke sel-sel keturunannya.
Semua makhluk hidup tubuhnya disusun oleh sel, akan tetapi jumlah
dan ukuran sel yang dimiliki oleh setiap jenis mahkluk hidup sudah tentu
memiliki perbedaan-perbedaan. Adanya perbedaan ini, kita mendapatkan
makhluk hidup yang besar, kecil bahkan mikroskopis seperti jamur, bakteri
dan protozoa. Pertumbuhan dan perkembangan setiap organisme tergantung
pada pembasaran dan perkembangan sel-sel yang dimilikinya secara terus
menerus. Perkembangan organisme yang bersel banyak mulai dari zigot
(perkembangan lanjut dari fertilisasi), dicapai melalui pembalahan sel,
pertumbuhan dan diferensiasi. Dengan demikian sel akan bertambah banyak
melalui peroses yang disebut pembelahan sel atau reproduksi sel. Sel-sel
tersebut akan membelah dari satu sel menjadi empat dan seterusnya.
(Kimbal, 1987)



2
Mitosis adalah merupakan bagian dari siklus sel. Pembelahan mitosis
baerlangsung pada organisme multiseluler. Mitosis baik pada tumbuhan
maupun pada hewan terjadi pada sel-sel somatis (sel tubuh), terutama pada
jaringan embrional. Pada tumbuhan misalnya, mitosis ini terjadi pada titik
tumbuh diujung akar, ujung batang, dan kambium. Salah satu karakteristik
mitosis adalah dihasilkannya dua sel anakyang sama antara yang satu dengan
yang lainnya dan juga sama dengan sel induknya. Prinsip mitosis terletak pada
tingkah laku kromosom selama berkembang biak. Kromosom adalah banda-
benda dalam inti sel yang hanya dapat terlihat pada waktu sel membelah diri
karena dapat mengikat zat warna tertentu. Kromosom ini mempunyai
kemampuan menduplikasi diri yaitu membentuk kromosom baru yang serupa
kromosom semula. Selanjutnya, kromosom-kromosom ini akan diberikan
kepada sel anak. Dari seluruh proses yang terjadi selama mitosis, umumnya
dibedakan atas 5 fase yaitu interfase, profase, metafase, anafase, telofase.
( Crowder, 1993)
D. Alat dan Bahan
1) Mikroskop 7) Silet berkarat
2) Kaca objek 8) Preparat segar akar Allium cepa
3) Kaca penutup 9) Alkohol 70%
4) Botol flacon 10) HCl 1%
5) Pipet tetes 11) Larutan Acetocarmin
6) Larutan FAA
E. Cara Kerja
1. Mengambil 0,5 cm ujung akar bawang merah lalu diletakkan dalam
botol flacon yang berisi TAA selama 5 menit.
2. Meletakkan akar tersebut pada gelas objek dengan menggunakan kuas,
lalu diisap sisa FAA dengan kertas isap
3. Meneteskan akar denga alkohol 70%, lalu mendiamkan selama 5 menit,
kemudian diisap sisa alkohol dengan kertas isap
4. Selanjutnya meneteskan akar dengan HCl 1% selama 5 menit, kemudian
diisap sisa HCl dengan kertas isap
3
5. Mengambil bagian yang paling putih pada bagian akar kemudian ditetesi
dengan acetocarmin
6. Mencacah akar tersebut dengan menggunakan silet berkarat sampai akar
tersebut menjadi halus
7. Menutup kaca objek dengan kaca penutup sambil ditekan dengan
menggunakan ibu jari atau bolpoint
8. Mengamati di bawah mikroskop, lalu menggambar tahap-tahap
pembelahan mitosis yang terjadi.
F. Hasil Pengamatan

G. Pembahasan
Dari hasil pengamatan yang kami lakukan di bawah mikroskop dengan
menggunakan akar Allium cepa terlihat tahap-tahap pembelahan mitosis pada
Allium cepa dan juga terlihat bagian-bagiannya yaitu :
1) Interfase (fase istirahat)
Pada interfase tidak terjadi pembelahan kromosom atau sotoplasma, oleh
karena itu fase ini kadang-kadang disebut sebagai fase istirahat. Inti sel dan
sitoplasma selama interfase tetap aktif melakukan metabolisme, sehingga
terjadi pemambahan volume dan massa, baik di dalam inti maupun di dalam
sitoplasma, akibtnya sel yang mengalami keadaan yang tidak seimbang dan
keadaan inilah yang mendorong sel untuk membelah dengan demikian
penamaan fase istirahat untuk interfase ini adalah kurang tepat, karena pasa
saat inipun sel tetap dalam keadaan dinamik. Pada interfase terjadi tiga
periode yaitu periode tumbuh disebut (G
1
), hal ini diikuti dengan periode (S)
sintesis DNA dan elama itu kromosom terduplikasi, kemudian priode tumbuh
ke dua (G
2
) terjadi sebelum mitosis berikutnya (M), keempat periode ini
dalam kehidupan sel membelah merupakan siklus sel.
2) Profase
Permulaan mitosis ditandai dengan beberapa perubahan. Nukleolus
mulai menghilang sedangkan kromosomnya mulai timbul. Untaian
kromosomnya yang semula meluas menjadi pilihan (heliks), untaian ini lebih
4
pendek dan lebih tebal sehingga tampak lebih nyata. Pada waktu itu membran
nuklir mulai menghilang, duplikatnya mulai melekat. Di daerah khusus
masing-masing yang dinamakan semtromer.
Tingkat pertama dari mitosis adalah profase, selama profase terjadi
peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
a. Benang-benang kromosom memendek dan menebal, disebut kromosom
b. Tiap-tiap kromosom homolog melakukan duplikasi dan selanjutnya
dinamakan kronatid
c. Anak inti (nukleas) melebar
d. Keduanya kromatid yang terbentuk disatukan/dihubungkan oleh sentromer
e. Kromatid memendek lagi
f. Pada sitoplasma, sentriol dan sentrosom memisah dan bergerak ke arah
kutub yang berlawanan dan terjadinya benang-benang gelondong diantara
kedua setrid tersebut.
3) Metafase-Kromosom berkumpul pada bidang ekuador
Metafase ditandai dengan munculnya gelondong. struktur ini terjadi
dari sebaris mikrotubulus yang meluas diantara ujung-ujung atau kutub sel
tersebut. Sentromer ini setiap dublet mulai terikat pada sekumpulan
mikrotubula dan berpidah ke suatu titik di tengah-tengah antara kutub-kutub.
dalam metafase terjadi peristiwa-peristiwa sebagai berikut:
a. Membran/inti betul-betul melebar
b. Terbentuknya bidang pembuluh (ekuator) dibagian tengah sel
c. Ktomatod bergerak ke arah bidang pembelahan dan akhirnya
berkumpul pada bagian pepbelahan tersebut
d. Beberapa benang gelondong melekat pada semtromer dari masinf-
masing kromosom dan disebit benang-benang kromosom
4) Anafase-Kromosom bergerak ke arah kutub
Anafase mulai metika kromosom yang terduplikasi dari setiap diplet
saling berpisahan. Kini bergerak memisah, masih pada gelondong dan dan
bergerak kekutub dan berlawanan saling menghela ujung-ujungnya yang lepas
dibelakangnya, melapor tampaknya jitu karena ujung-ujung yang bebas
5
kromosom tersebut kini membalik ke arah ekuator seolah-olah adanya gesekan
dengan sitoplasma sedikitnya. Dalam anafase perubahan yang terjadi adalah
sebagai berikut:
a) Sentromer dari masing-masing kromosom membelah menjadi dua
b) Kromatid masing-masing kromosom membalah menjadi dua
c) Kromosom menjadi lebih pensek dan tebal
d) Pergerakan kromosom kearah kutub yang berlawanan karena adanya
kontraksi benang-benang kromosom
5) Telofase-Pembentukan sel anak
Telofase merupakan terakhir dari mitosis, peristiwa yang terjadi
selama fase ini adakah:
a) Kromosom telah sampai ke kutub masing-masing dan berangsur-angsur
berubah kembali menjadi benang-benang kromtid yang akhirnya lenyap
tidak kelihatan
b) Anak inti (mukleulus) dibentuk kembali
c) Dinding inti dibentuk kembali
d) Pada bidang pembelahan dinding sel baru terbantuk. Dengan pembentukan
dinding yang baru ini, maka kadua sel anak dihasilkan.

1. Sentromer adalah daerah penyempitan pertama pada kromosom yang
khusus dan tetap juga disebut kinetokhore atau tempat melekatnya benang-
benang gelondong. elemen-elemen ini berfungsi untuk menggerakkan
kromosom selama mitosis pembelahan sentromer ini akan memulai
gerakan kromatid pada anafase
2. Nukleolus, seteleh menggandakan kromosom yang khusus yang tepat juga
disebut kinetokhero atau tempat melekatnya benang-benang gelondong
(spindle fiber). Tlemen-elemen ini berfungsi untuk pembuatan ribosom.
3. Kromatid, setelah menggandakan kromosom akan terlihat dua benang
anak dan terikat oleh sentromer. Apabila sentromer membelah, kromatid
memisah dan masing-masing menjadi satu kromosom.
6
4. Kromonema merupakan benang halus dan tunggal, jumlah benang yang
sebenarnya apabila kromosom itu diuraikan tidak diketahui, tetapi diduga
benang ini rangkap.
5. Kromatin merupakan keseluruhan badan genetik seperti AND, ARN,
perotein histon dan protein non histon, dan mempunyai daya serap zat
pewarna tertantu
6. Kromomer terdapat disepanjang kromosom pada beberapa spesies
merupakan bagian kromosom yang berwarna gelap, memberikan
kenampakan seperti manik-manik.
H. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat di simpulkan bahwa pembelahan
sel secara mitosis dapat terjadi dalam beberaapa tahap. Tahap-tahap tersebut
adalah :
1. Profase
Pada tahap ini benang-benang kromatin mengalami penebalan dan
pendekatan sehingga kromosom tampak jelas. Kromosom masih belum
mengadakan pembelahan
2. Metafase
Pada tahap ini pasangan kromatid berada pada bidang ekuator atau
pada bagian pertengahan dari pada sel.
3. Anafase
Pada tahap ini kromatid akan bergerak menuju pembelahan atau
kutub sel.
4. Telofase
Pada tahap ini sel mulai membelah menjadi dua anakan.





7
I. Jawaban Tugas
1. Perbedaan pembelahan mitosis dan meiosis
No Pembelahan mitosis Pembelahan meiosis
1 Terjadi pada sel somatis (sel
tubuh)
Terjadi pada pementukan sel-sel
gamet (sel kelamin)
2 Jumlah kromosom sel anak
sama dengan jumlah
kromosom sel induk
Jumlah kromosom sel anak
berjumlah separuh dari jumlah
kromosom sel induk
3 Sel-selnya bersifat diploid
(2n)
Sel-selnya bersifat haploid (n)
4 Terjadi satu kali duplikasi
kromosom dan satu kali
pembelahan sel.
Terjadi satu kali duplikasi
kromosom dan dua kali pembelahan
sel
5 Profase relatif singkat Profase lebih lama karena memiliki
tahap-tahap tertentu
6 Jumlah anakan yang di
hasilkan adalah dua anakan
Jumlah sel anakan yang di hasilkan
empat anakan

2. Fungsi dari silet berkarat pada praktikum ini adalah untuk mencacah akar
bawang merah (Allium cepa) dan untuk memberi warna pada sel sehingga
memudahkan dalam proses pengamatan.
3. Fungsi dari acetocarmin adalah memberi pigmen pada sel-sel akar untuk
mudah diamati.

8
Daftar Pustaka

Kimbal J. W. 1987. Biologi Edisi 5 (Terjemahan). Jakarta: Erlangga
Crowder. L. V. 1993. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta : UGM






1
PRAKTIKUM VII
A. Judul
Genetika Mendel
B. Tujuan
1. Mendefinisikan istilah gen, lokus, genotif, fenotif, genom dominan dan
resesif.
2. Menyusun persilangan dengan satu sifat beda (monohibrid)
C. Dasar Teori
Ilmu yang mempelajari tentang mekanisme pewarisan sifat dari induk
kepada keturunannya di sebut ilmu genetika (berasal dari bahasa latin,yaitu Genos
berarti asal usul). Pengetahuan tentang adanya sifat menurun pada makhuk hidup
sebenarnya sudah lama berkembang hanya belum di pelajari secara
sistematis,penelitian mengenai pola-pola penurunan sifat baru di ketahui pada
abad ke 19 oleh seorang ilmuwan yang bernama Gregor John Mendel atau yang di
kenal dengan Mendel. Ia adalah seorang biarawan dari Australia.
Mendel melakukan serangkaian percobaan persilangan pada kacang ercis
(Pisum sativum). Dari percobaan yang di lakukannya selama bertahun-tahun
tersebut, Mendel berhasil menemukan prinsip-prinsip pewarisan sifat,yang
kemudian menjadi landasan utama bagi perkembangan genetika sebagai suatu
cabang ilmu pengetahuan.Berkat karyanya inilah,Mendel di akui sebagai bapak
genetika.
Mendel memilih kacang ercis sebagai bahan percobaan karena tanaman
kacang ercis(Pisum sativum) memiliki sifat-sifat yang baik seperti:
1. Tanaman ini memilki 7 sifat dengan perbedaan yang menyolok dan dapat
dipelajari satu demi satu.
2. Memiliki pasangan-pasangan sifat yang menyolok.
3. Memiliki reproduksi yang sempurna artinya dalam satu bunga terdapat alat
reproduksi jantan(benang sari) dan alat reproduksi betina(putik) dalam satu
bunga.
4. Memiliki siklus pendek atau cepat berbuah dan dan berumur pendek.
5. Memiliki jumlah keturunan yang banyak
2
6. Mudah dalam melakukan percobaan karena ercis memiliki struktur atau alat
reproduksi yanga mudah di control,dapat di lakukan penyilangan dan baster
membiaknya dengan mudah. (Anonim, 2008)
1) Hukum Dominan
Pada pewarisan sifat dengan satu sifat beda(Monohibrid) Mendel
menyilangkan tanaman ercis yang berbiji bulat dengan berbiji kisut. Pada
generasi pertama (F
1
) sesudah biji-bijinya di tanam ternyata semua bijinya
berbentuk bulat. Akan tetapi, bila tanaman F
1
dibiarkan menyerbuk sendiri
kemudian biji-biji yang di hasilkan ditanam kembali ternyata pada F
2
ada
yang berbiji bulat dan ada yang berbiji kisut. Sifat yang menutupi dalam hal
ini sifat bulat di sebut sifat yang dominan,sedangkan yang tertutupi yaitu
sifat yang disebut resesif. Dari hasil penyilangan 7 macam sifat yang kontras
inilah Mendel menyimpulkan hukum dominannyabila menyilangkan dua
organisme(homozigot) murni yang mempunyai pasangan sifat yang kontras,
maka hanya satu sifat yang muncul pada generasi pertama(F
1
)
2) Sifat intermediet
Ternyata hukum dominan tidak berlaku untuk semua sifat. Sebagai
contoh persilangan antara Mirabilis jalapa yang berbunga merah (MM)
dengan yang berbunga putih(mm). Pada keturunannya yang pertama (F
1
)
berbunga merah muda jadi warna merah tidak menutupi warna putih. Bila
tanaman F
1
ini di biarkan menyerbuk sendiri atau sesamanya maka pada
F
2
diperoleh tanaman yang berbunga merah,merah muda dan putihdengan
perbandingan 1 : 2 : 1.
3) Mekanisme segregasi
Mekanisme pemisahan gen sealel pada pewarisan sifat dengan satu
tanda beda(monohibrid),dapat kita pahami jika dimisalkan tanaman ercis
yang berbiji bulat memiliki alel BB sedangkan yang berbiji kisut memiliki
alel bb. Pada saat pembentukan gamet(gametogenesis), dari tanamanercis
yang beralel BB menghasilkan gamet B,sedangkan dari tanaman ercis beralel
bb menghasilkan gamet b(meiosis). Pada saat pembuahan, gamet yang
beralel B bersatu dengan gamet beralel b membentuk zigot yang beralel Bb.
3
Dikatakan zigot tersebut Bb sedangkan fenotipnya bulat. Pada saat alel B dan
alel b berada bersama-sama pada zigot keduanya tidak saling bercampur satu
sama lain. Alel B dan alel b ada dalam keadaan laten.
4) Hukum berpasangan secara bebas
Hukum pengelompokan gen secara bebas dalam bahasa inggris di sebut
Independent Assortmen of gen.Hukum ini berbunyi:Pada pembastaran dua
induk yang memiliki dua macam ciri(sifat) atau lebih,penurunan satu pasang
faktor bebas memilih dari pasangan lainnya. (Erik Ariyanto, 2008)
D. Alat dan Bahan
1. Wadah 2 buah
2. Kancing genetika
E. Cara Kerja
1. Menyediakan model gen masing-masing 20 buah, kemudian menandai
wadah yang satu dengan huruf A dan yang lainnya dengan huruf B.
2. Memasukkan ke dalam wadah A dan B, masing-masing 10 buah model
gen kemudian dikocok-kocok selama beberapa menit agar kedua model
gen tercampur.
3. Mengambil secara acak secara serentak model gen dari wadah berulang
kali sampai hitungan yang ke 100 kali tanpa melihat.
4. Mengamati model gen yang terambil, kemudian mencatat kode susunan
gen tersebut kedalam tabel hasil pengamatan.
5. Melakukan hal yang sama untuk dua sifat beda.
F. Hasil Pengamatan
Tabel hasil pengamatan persilangan Monohibrid
Fenotip Genotip Jumlah
Merah MM, Mm IIII IIII
Putih Mm I
Keterangan : M (Merah) dan m (Putih)

4
Tabel hasil pengamatan persilangan Monohibrid
Fenotip Genotip Jumlah
Merah bulat MMHH, MmHh IIII I
Putih kisut Mmhh IIII
Keterangan : M (Merah), m (Putih), H (Bulat) dan h (Kisut)

G. Pembahasan
1. Persilangan monohibrid
Persilangan monohibrid merupakan persilangan antara dua spesies
yang sama dengan satu sifat beda. Persilangan monohibrid ini sangat berkaitan
dengan hukum Mendel I atau hukum segregasi. Mendel pertama kali
mengetahui sifat monohibrid pada saat melakukan percobaan persilangan pada
kacang ercis,sehingga sampai saat ini di dalam persilangan monohibrid selalu
berlaku hukum mendel I. Hukum Mendel I berlaku pada gametogenesis F
1
X
F
1
itu memiliki genotype heterozigot. Gen yang terletak dalam lokus yang
sama pada kromosom,pada waktu gametogenesis gen sealel akan
terpisah,masing-masing pergi ke satu gamet.
Pada percobaan persilangan monohibrid dengan menggunakan
kancing genetika yang berwarna merah dan putih. Dikatakan persilangan
monohibrid karena hanya memiliki satu sifat beda yakni warna merah dan
warna putih. Percobaan diawali dengan memisahkan kancing yang
diumpamakan kancing merah sebagai jantan dengan kancing yang putih
sebagai betina. Kemudian kedua kancing yang berbeda jenis dipisahkan
dengan memasukan kancing tersebut ke dalam kantong atau saku, agar pada
saat pengambilan kancing tidak akan di lihat warna kancing yang di ambil
untuk di pasangkan kembali. Banyaknya kancing untuk jantan harus sama
dengan banyaknya kancing untuk betina pada tiap kantong yaitu sebanyak 5
buah kancing.
5
Ketika pengambilan mendapatkan warna merah keduanya, berarti
sifatnya homozigot dominan atau disebut MM dan ketika mendapatkan warna
putih keduanya berarti sifatnya homozigot resesif atau disebut mm. Sedangkan
untuk heterozigot atau disebut Mm apabila menghasilkan dua warna yaitu
merah dan putih.
Hasil dari percobaan tersebut adalah sebagai berikut:
P = merah x putih
(MM) (mm)
G= M m
MM
(Merah)
P2 = MM Mm
G= M,m M,m
F2= MM
Mm
mM
mm
Rasio Genotip = MM : Mm : mm
1 : 2 : 1

Rasio Fenotip = Warna Merah : Warna Putih
3 : 1
Gambar 1. Persilangan monohibrid.

Pada diagram persilangan monohibrid tersebut di atas, nampak bahwa
individu MM membentuk gamet M, sedangkan individu mm membentuk
gamet m. Dengan demikian, individu Mm merupakan hasil penggabungan
kedua gamet tersebut. Hal ini membuktikan bahwa data di atas adalah hukum
Mendel 1. Karena merupakan pemisahan gen secara bebas, akan tetapi data
tersebut belum di dapat jumlah perbandingan yang benar-benar tepat atau
6
belum merupakan bilangan yang benar-benar bulat. Hal ini di karenakan
banyaknya percobaan yang di lakukan belum mencukupi hasil yang di
harapkan.
Berdasarkan percobaan yang dilakukan dapat di ketahui bahwa gamet
jantan dan betina adalah gen-gen yang menentukan suatu sifat memisah,
sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah gen saja. Hal ini dapat di
buktikan bahwa kancing merah merupakan gen yang dominan terhadap
kancing putih yang resesif.
2. Persilangan dihibrid
Persilangan dihibrid merupakan persilangan dengan dua sifat beda.
Persilangan ini berhubungan dengan bunyi hukum Mendel II yang berbunyi
independent of genes atau pengelompokan gen secara bebas. Hukum ini
berlaku ketika pembentukan gamet,dimana gen sealel sacara bebas pergi ke
masing-masing kutub ketika meiosis. Hukum mendel II juga di kenal hukum
asortasi.
Hasil percobaan persilangan dihibrid sebagai berikut :
P= merah bulat x putih kisut
MMHH mmhh
G= MH mh
F= MmHh
(merah bulat)
P2= MmHh MmHh
G= MH, Mh, mH, mh MH, Mh, mH, mh
F2= MMHH MmHH
MMHh MmHh
MmHh mmHH
MmHh mmHh
MMHh MmHh
MMhh MmHh
MmHh mmHh
Mmhh mmhh
7

Rasio genotip =
MMHH : MMHh : MmHH : MmHh : MMhh : Mmhh : mmHH : mmHH : mmHh
1 2 2 4 1 2 1 2 1
Rasio Fenotip = Merah bulat : merah kisut : putih bulat : putih kisut
9 3 3 1

Gambar 2. Persilangan dihibrid.

Pada percobaan dilakukan persilangan dihibrid dengan menggunakan
kancing genetika yang berwarna merah, putih, hijau, dan hitam. Dikatakan
persilangan dihibrid karena memiliki dua sifat beda yakni warna merah, putih,
hijau, dan hitam. Dimana perbandingannya yaitu 9:3:3:1. Berdasarkan
perbandingan fenotip yang kami dapatkan melalui percobaan yaiu 6 : 4
mendekati penyimpangan semu hokum mendel karena:



Dari hasi perhitungan tersebut jika dilihat dari nilai yang terdekat maka
diperoleh perbandingan 9 : 7. Di lihat dari perbandingan tersebut dapat di ketahui
bahwa telah terjadi penyimpangan semu hokum mendel yaitu gen komplementer.
Komplementer adalah peristiwa dua gen dominan saling memengaruhi atau
melengkapi dalam mengekspresikan suatu sifat.

H. Kesimpulan
Dari pengamatan yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ilmu yang
mempelajari tentang mekanisme pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya
di sebut ilmu genetika. Dalam genetika Mendel ada dua cara pewarisan sifat atau
persilangan yaitu persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid. Dalam
persilangan monohibrid pada keturunan pertama didapat satu jenis sifat beda.
6/10 x 16 = 9,6
4/10 x 16 = 6,4
8
Sedangkan pada persilangan dihibrid pada persilangan pertama di dapat 3 sifat
berda dengan perbandingan yang berbeda pula.

9
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2008. Dasar-dasar Pewarisan Mendel. Jakarta
Arianto,Erik. 2008. Laporan Praktikum Genetika persilangan Monohibrid.
Jakarta
Team Teaching. 2012. Penuntun praktikum biologi. UNG

Anda mungkin juga menyukai