Anda di halaman 1dari 25

LABORATORIUM TEKNIK PERAWATAN

SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2014 / 2015



MODUL : Pompa Vakum Dan Motor Listrik
PEMBIMBING : Harita N. Chamidy, LRSC, MT





oleh :
Kelompok 7

Izza Dwianti Ananta Sari 121424018
Muhammad Iqbal Aulia Aristide 121424019
Kelas 3A-TKPB




PROGRAM STUDI D4 TEKNIK KIMIA PRODUKSI BERSIH
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2014
Tanggal Praktikum : 24 Oktober 2014
Tanggal Pengumpulan : 4 November 2014
(Laporan)
POMPA VAKUM DAN MOTOR LISTRIK
I. TUJUAN PERCOBAAN
1. Mengetahui cara kerja dan fungsi bagian pompa vakum.
2. Dapat melepas dan merangkai bagian-bagian dari pompa vakum.
3. Mengetahui metode perawatan pompa vakum.
4. Mengetahui cara kerja dan fungsi motor listrik.
5. Dapat melepas dan merangkai bagian-bagian dari motor listrik.
6. Mengetahui metode perawatan motor listrik.

II. LANDASAN TEORI
2.1 Pompa Vakum
Pompa vakum adalah sebuah alat untuk mengeluarkan molekul-molekul gas dari
dalam sebuah ruang tertutup untuk mencapai tekanan vakum. Pompa vakum menjadi
salah satu komponen penting di beberapa industri besar seperti pabrik lampu, vacum
coating pada kaca, pabrik komponen-komponen elektronik, pemurnian oli, bahkan alat-
alat kesehatan seperti radiotherapy,radiosurgery, dan radiopharmacy.
Berdasarkan prinsip kerjanya, pompa vakum diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:
a) Positive Displacement: menggunakan cara mekanis untuk mengekspansi sebuah
volume secara terus-menerus, mengalirkan gas melalui pompa tersebut, men-sealing
ruang volume sistem, dan membuang gas ke atmosfer.

Gambar 2.1 Pompa Vakum Positive Displacement
Prinsip dari pompa ini adalah dengan jalan mengekspansi volume ruang oleh
pompa sehingga terjadi penurunan tekanan vakum parsial. Sistem sealing mencegah gas
masuk ke dalam ruang tersebut. Selanjutnya pompa melakukan gerakan buang, dan
kembali mengekspansi ruang tersebut. Jika dilakukan secara siklis dan berkali-kali, maka
vakum akan terbentuk di ruangan tersebut.
Salah satu aplikasi pompa ini yang paling sederhana adalah pada pompa air
manual. Untuk mengangkat air dari dalam tanah, dibentuk ruang vakum pada sisi
keluaran air, sehingga air dapat terhisap naik ke atas.
Berikut adalah pompa vakum yang termasuk ke dalam tipe positive displacement:
Rotary vane pump, yang paling
banyak digunakan
Pompa diafragma
Liquid ring pump
Piston pump
Scroll pump
Screw pump
Wankel pump
External vane pump
Roots blower
Multistage Roots pump
Toepler pump
Lobe pump

b) Pompa Momentum Transfer : menggunakan sistem jet fluida kecepatan tinggi, atau
menggunakan sudu putar kecepatan tinggi untuk menghisap gas dari sebuah ruang
tertutup.

Gambar 2.2 Momentum Transfer Pump
Pompa vakum dengan metode ini dapat menghasilkan tekanan vakum yang sangat
tinggi. Metodenya adalah dengan jalan mengakselerasi molekul gas dari sisi tekanan
rendah ke tekanan tinggi.
Sesuai dengan hukum dinamika fluida, molekul fluida yang berada pada tekanan
atmosfer akan saling mendorong dengan molekul fluida tetangganya dan menciptakan
aliran fluida. Namun pada saat jarak antara molekul fluida sangat jauh, maka molekul
tersebut lebih cenderung berinteraksi dengan dinding ruangnya daripada dengan molekul
sesamanya. Fenomena inilah yang menjadi dasar penggunaan pompa vakum momentum
transfer. Yang mana semakin vakum tekanan di dalam ruang, akan semakin tinggi
efisiensi pompa ini.
Dikarenakan secara desain konstruksi pompa ini tidak menggunakan sistem seal
antara ruang vakum-pompa-ruang luar, maka sangat dimungkinkan akan terjadi stall
padanya. Untuk itu pada penggunaannya diperlukan ruangan selanjutnya yang bertekanan
lebi rendah dari atmosfer dan terpasang di sisi keluaran pompa vakum ini.
Yang termasuk ke dalam pompa jenis ini adalah pompa difusi dan pompa
turbomolecular.

c) Pompa Entrapment : menggunakan suatu zat padat atau zat adsorber tertentu untuk
mengikat gas di dalam ruangan tertutup.

Gambar 2.3 Entrapment Vacuum Pump
Pompa jenis ini menggunakan metode-metode kimia ataupun fisik untuk mengikat
fluida (gas) dengan tujuan menghasilkan tekanan vakum. Ada berbagai macam jenis
pompa vakum entrapment, yaitu:
Cryopump: adalah pompa vakum dengan jalan mengikat uap air atau gas di suatu
ruangan menggunakan sebuah permukaan yang dingin.
Pompa kimia: yang mengikat gas untuk bereaksi dan membentuk padatan.
Pompa ionisasi: mengionisasi gas dengan menggunakan potensial bertegangan tinggi,
sehingga gas tersebut terakselerasi menuju elektrode pengumpul.

2.2 Motor Listrik
Motor listrik adalah alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Alat
yang berfungsi sebaliknya, mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut
generator atau dinamo. Motor listrik dapat ditemukan pada peralatan rumah tangga seperti
kipas angin, mesin cuci, pompa air dan penyedot debu.
Motor listrik yang umum digunakan di dunia Industri adalah motor listrik asinkron,
dengan dua standar global yakni IEC dan NEMA. Motor asinkron IEC berbasis metrik
(milimeter), sedangkan motor listrik NEMA berbasis imperial (inch), dalam aplikasi ada
satuan daya dalam horsepower (hp) maupun kiloWatt (kW).
Motor listrik IEC dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan efisiensi yang
dimilikinya, sebagai standar di EU, pembagian kelas ini menjadi EFF1, EFF2 dan EFF3.
EFF1 adalah motor listrik yang paling efisien, paling sedikit memboroskan tenaga,
sedangkan EFF3 sudah tidak boleh dipergunakan dalam lingkungan EU, sebab
memboroskan bahan bakar di pembangkit listrik dan secara otomatis akan menimbulkan
buangan karbon yang terbanyak, sehingga lebih mencemari lingkungan.

Gambar 2.4 Motor Listrik
Standar IEC yang berlaku adalah IEC 34-1, ini adalah sebuah standar yang
mengaturrotating equipment bertenaga listrik. Ada banyak pabrik elektrik motor, tetapi
hanya sebagian saja yang benar-benar mengikuti arahan IEC 34-1 dan juga mengikuti arahan
level efisiensi dari EU.
Banyak produsen elektrik motor yang tidak mengikuti standar IEC dan EU supaya
produknya menjadi murah dan lebih banyak terjual, banyak negara berkembang manjdi
pasar untuk produk ini, yang dalam jangka panjang memboroskan keuangan pemakai, sebab
tagihan listrik yang semakin tinggi setiap tahunnya.
Lembaga yang mengatur dan menjamin level efisiensi ini adalah CEMEP, sebuah
konsorsium di Eropa yang didirikan oleh pabrik-pabrik elektrik motor yang ternama, dengan
tujuan untuk menyelamatkan lingkungan dengan mengurangi pencemaran karbon secara
global, karena banyak daya diboroskan dalam pemakaian beban listrik.
Sebagai contoh, dalam sebuah industri rata-rata konsumsi listrik untuk motor listrik
adalah sekitar 65-70% dari total biaya listrik, jadi memakai elektrik motor yang efisien akan
mengurangi biaya overhead produksi, sehingga menaikkan daya saing produk, apalagi
dengan kenaikan tarif listrik setiap tahun, maka pemakaian motor listrik EFF1 sudah
waktunya menjadi keharusan.
2.2.1 Prinsip Kerja Motor Listrik
Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Perubahan ini
dilakukan dengan mengubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai elektro
magnet. Sebagaimana kita ketahui bahwa : kutub-kutub dari magnet yang senama akan
tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh
gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan
magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor listrik secara umum, yaitu:
1. Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.
2. Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran/loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada
arah yang berlawanan.
3. Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar/ torsi untuk memutar kumparan.
4. Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga putaran
yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik yang
disebut kumparan medan.
Dalam memahami sebuah motor listrik, penting untuk mengerti apa yang dimaksud
dengan beban motor. Beban mengacu kepada keluaran tenaga putar/torsi sesuai dengan
kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan kedalam tiga kelompok: \
Beban torsi konstan, adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi
dengan kecepatan operasinya, namun torsi nya tidak bervariasi. Contoh beban dengan
torsi konstan adalah conveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.
Beban dengan torsi variabel, adalah beban dengan torsi yang bervariasi dengan
kecepatan operasi. Contoh beban dengan torsi variabel adalah pompa sentrifugal dan fan
(torsi bervariasi sebagai kwadrat kecepatan).
Beban dengan energi konstan, adalah beban dengan permintaan torsi yang berubah dan
berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah
peralatan-peralatan mesin.
2.2.2 Komponen-Komponen Motor Listrik
Komponen-komponen utama motor listrik antara lain sebagai berikut:
a. Stator
Stator adalah bagian dari motor listrik yang tidak dapat bergerak. Stator terdiri
dari rumah dengan alur alur yang di buat dari pelat pelat yang di pejalkanberikut
tutupnya.
b. Rotor
Rotor adalah bagian dari motor listrik yang dapat bergerak. Bentuk rotor motor
induksi, yaitu terdiri dari pelat pelat yang di pejalkan berbentuk silinder. Di sekeliling
terdapat alur alur kemudian di tempatkan batang batang kawat. Batang kawat tersebut
biasanya di buat dari tembaga, bagian bagian ini adalah bagian yang bergerak.
Selain dari dua komponen di atas bagian dari motor listrik yang lainnya adalah:
1. Celah udara adalah jarak antara kedudukan stator dengan rotor.
2. Terminal adalah titik penyambungan sumber tenaga dengan ujung ujung kumparan
motor.
3. Bearing adalah bantalan AS motor.
4. Badan motor adalah tempat lilitan stator.
5. Slip Ring adalah penghubung antara tahanan asut dengan kumparan motor (khusus
rotor lilit).
6. Kipas terpasang pada rotor (AS motor) sebagai media pendingin saat motor
beroprasi.
7. Tutup motor (Body) adalah pelindung motor dari lingkungan.

2.2.3 Sistem Proteksi Motor Listrik
Sistem proteksi motor listrik dipasang untuk melindungi motor listrik yang
sedang bekerja dari kerusakan akibat beban lebih (overload), arus lebih (over
current), akibat adanya hubungan singkat dan kadang kadang adanya tegangan hilang
maka di perlukan pengaman motor yang memadai.

2.2.4 Komponen Proteksi Motor Listrik
1. Circuit Breaker (CB)
CB adalah alat yang berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus pada
rangkaian instalasi motor yang di lengkapi dengan pengaman yang akan trip,
apabila terjadi hubung singkat. Biasanya CB yang digunakan untuk motor
listrik adlah CB magnetic.
2. FUSE (Sekring)
Alat ini merupakan pengaman motor dari gangguan arus lebih apabila
terjadi hubung singkat pada rangkaian instalasi motor. Kawat fuse akan
memutuskan rangkaian apabila nilai arusnya melebihi batas kemampuan fuse
itu sendiri.
3. OVERLOAD
Alat ini berfungsi mengamankan motor dari kerusakan akibat adanya beban
lebih (overload). Proteksi ini akan bekerja membatasi arus pada motor listrik
saat beroperasi.
4. GROUNDING (Sistem Pembumian)
Selain alat pengaman diatas pada motor listrik juga harus dipasang
pembumian, hal ini penting untuk menjaga keselamatan jiwa manusia dan
peralatan listrik terhadap bahaya sentuh jika terjadi arus bocor pada motor
tersebut.

2.2.5 Sistem Kontrol Motor Listrik
Sistem kontrol motor listrik adalah sistem yang berfungsi untuk
mengkontrol pada saat start ataupun pada saat stop, sistem kontrol motor
bertujuan untuk motor listik jika terjadi gangguan.
Komponen-komponen sistem kontrol motor listrik antara lain:
1. PUSH BUTTON (Tombol Tekan)
Pada umumnya push button terdiri dari dua jenis kontak yaitu kontak NO
dan NC. Kontak NO dan NC akan bekerja apabila tombol ditekan, kontak
NC akahn membuka pad saat ditekan,n dan kontak NO akan menutup
pada saat ditekan, tombol tekan ini digunaklan untuk start dan stop pada
system kontrol motor listrik.
2. TDR (Timer)
Timer igunakan pada instalasi motor untuk pengaturan waktu secara
otomatis. Koil timer akan bekerja setelah dialiri arus sesuai dengan waktu
yang telah ditentukan (setting), maka akan menggerakkan kontak
kontaknya.
3. Indikator Lamp (Lampu Indikator)
Lampu indikator digunakan sebagai lampu tanda pada system control
motor untuk mengetahui apakah motor dalam keadaan beroperasi atau
tidak
Merah menandakan motor tidak bekerja (standby) atau trip.
Hijau menandakan motor dalam keadaan bekerja (run).
4. Kontaktor magnet
Kontaktor magnet biasanya juga disebut penghubung / switch dari
rangakaian listrik yang bekerja secara magnetik sehingga kontak kontak
pada kontaktor akan terhubung.
Bagian bagian dari kontaktor adalah :
Kontak tetap.
Kontak bantu koil (NO &NC).
Koil yang menimbulkan magnet


III. ALAT DAN BAHAN
Peralatan yang digunakan antara lain sebagai berikut:
1. Pompa vakum
2. Motor Listrik
3. Kunci pas
4. Obeng
Bahan yang digunakan antara lain sebagai berikut:
1. Ampelas
Lap Pembersih

IV. PROSEDUR KERJA




Memasang kembali bagian-bagian dari pompa vakum dan motor listrik
Mengamati komponen bagian dalam dari pompa vakum dan motor listrik
Membongkar bagian-bagian dari pompa vakum dan motor listrik
Mengamati kerangka luar dari pompa vakum dan motor listrik

V. DATA PENGAMATAN
5.1 Pompa Vakum
Spesifikasi Alat

Jenis alat
Sliding vane rotary vacuum pump
Bagian-bagian pompa vakum
Keterangan Gambar Sebelum
Perawatan
Perawatan
Bagian utuh pompa
vakum sebelum
dibongkar

Bersihkan dari debu atau pengotor
dengan lap
Bongkar impeller
cover

Bersihkan karat dengan ampelas
Bongkar terminal
cover

Bersihkan dari debu dengan lap.
Bongkar rotor

Bersihkan dengan lap, lalu ampelas
untuk membersihkan karat. Beri
pelumas setelahnya.
Bongkar stator

Bersihkan dengan lap, lalu ampelas
untuk membersihkan karat.
Pompa vakum
setelah kembali
dirangkai
bagiannya.

Pasang seluruh mur dengan baik,
jangan miring atau kendor.



1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemasangan dan Pembongkaran
Pompa Vakum
1. Periksa alat untuk membongkar pompa. Gunakan alat yang baik agar
bagian pengunci (sekrup atau mur) tidak rusak akibat kesalahan
penggunaan alat.
2. Periksa bagian-bagian yang umum (visual berupa terjadinya proses
perkaratan, suara, getaran, dan kelistrikan).
3. Buka satu persatu bagian pengunci yang terdapat pada pompa dan simpan
pada tempat atau wadah yang telah disiapkan sebelumnya.
4. Saat melakukan pelucutan longgarkan bagian-bagian pengunci tersebut
sebelumnya agar bagian pengunci yang lain tidak slek dan kap/casing
tidak bengkok dan patah.
5. Gunakan kunci yang sesuai utuk membuka/memasang pengunci tersebut
agar tidak slek dan rusak.
6. Periksa dan lakukan perawatan pada bagian yang mengalami proses
perkaratan dengan menggunakan ampelas dan antirust kemudian di lap.
7. Periksa dan lakukan perawatan pada bantalan bagian yang berputar
apabila suara yang dihasilkan selama alat bekerja bising dan tidak halus,
maka lakukanlah pelumasan dan penggantian pada komponen tersebut.
8. Periksa dan lakukan perawatan apabila terjadi getaran pada peralatan
motor listrik/pompa kemudian stel ulang bagian penguncinya karena
kemungkinan besar bagian pengunci tersebut kurang kencang dan bagian
bantalan telah terjadi keausan sehingga diperlukan penggantian pada
komponen tersebut.
9. Periksa dan lakukan perawatan pada bagian kelistrikan. Jika terjadi
kelebihan muatan listrik maka akan terjadi korsleting dan peralatan akan
mengalami kerusakan sehingga diperlukan penyesuaian daya terhadap
konsumsi listrik yang dipakai oleh peralatan, bila perlu sistem kelistrikan
diberikan stabilizer agar arus yang masuk tetap terkontrol.
10. Berikan pelumas pada bagian rumah oli agar gesekan tidak menimbulkan
panas dan keausan pada bagian yang bergerak.
11. Cek bagian vakumnya
12. Cek selang yang menghubungkan bagian vakumnya agar terhindar dari
kebocoran, apabila terjadi kebocoran maka harus di ganti dengan selang
yang baru.
13. Bersihkan bagian sambungan dari debu yang menempel.
14. Cek setiap sambungan karena bagian tersebut sangan sensitif terhadap
resiko kebocoran. Apabila terjadi kebocoran maka berika seal dan pasang
pengunci dengan benar.
15. Bersihkan bagian penampungan vakum (tabung kaca) dari noda berupa
cairan/lumut yang tersedot dan menempel pada bagian tersebut.
16. Untuk instalasi pemasangan ulangi langkah 1-5 (bagian yang sebelumnya
di buka dan diperiksa di pasang sesuai dengan tempatnya/bagiannya;
bagian/komponen alat yang diganti di cek kembali; pemasangan bagian
pengunci di pasang seluruhnya dan jangan duu di kencangkan pada salah
satu bagian pengunci untuk menghindari hal-hal yang tidak di harapka).
17. Cek kembali peralatan apakah sudah bagus dan bisa beroperasi kembali,
jika belum maka rangkai ulang kemungkinan terjadi kesalahan pada
pemasangan bagiannya dan sistem kelistrikannya.
18. Lakukan kembali pengecekan kesesuaian komponen yang terdapat pada
bagin peralatan, pastikan sudah sesuai dan benar.
19. Berikan label atau kartu kendali pada peralatan tersebut untuk mengetahui
waktu perawatan selanjutnya.

2. Langkah-Langkah Perawatan Pompa Vakum
Preventive Maintenance
Preventive Maintenance merupakan tindakan pemeliharaan yang terjadwal
dan terencana. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang
dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa dan menjaganya selalu tetap
normal selama dalam operasi.
Contoh pekerjaan tersebut adalah:
Melakukan pengecekan terhadap pendeteksi indikator tekanan dan
temperatur fluida pada pompa, atau alat pendeteksi indikator lainnya.
apakah telah sesuai hasilnya untuk kondisi normal kerja pompa atau
tidak.
Membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa
(debu, tanah maupun bekas minyak).
Mengikat baut-baut yang kendor.
Pengecekan kondisi pelumasan pada bearing (unsealed).
Perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange yang
bocor atau rusak.
Predictive Maintenance
Predictive Maintenance merupakan perawatan yang bersifat prediksi,
dalam hal ini merupakan evaluasi dari perawatan berkala (Preventive
Maintenance). Pendeteksian ini dapat dievaluasi dari indikaktor-indikator
yang terpasang pada instalasi pada pompa dan juga dapat melakukan
pengecekan vibrasi dan alignment pada pompa untuk menambah data dan
tindakan perbaikan selanjutnya.
Breakdown Maintenance
Breakdown Maintenance merupakan perbaikan yang dilakukan tanpa
adanya rencana terlebih dahulu. Dimana kerusakan terjadi secara mendadak
pada pompa yang sedang beroperasi, yang mengakibatkan kerusakan bahkan
hingga pompa tidak dapat beroperasi. Contoh kerusakan tesebut adalah:
Rusaknya bantalan karena kegagalan pada pelumasan
Terlepasnya couple penghubung antara poros pompa dan poros
penggeraknya akibat kurang kencangnya baut-baut yang tersambung.
Macetnya impeller karena terganjal benda asing.
Corrective Maintenance
Corrective Maintenance merupakan pemeliharaan yang telah
direncanakan, yang didasarkan pada kelayakan waktu operasi yang telah
ditentukan pada buku petunjuk pompa tersebut. Pemeliharaan ini merupakan
general overhaul yang meliputi pemeriksaan, perbaikan dan penggantian
terhadap setiap bagian-bagian pompa yang tidak layak pakai lagi, baik karena
rusak maupun batas maksimum waktu operasi yang telah ditentukan.

5.2 Motor Listrik
Spesifikasi Alat

Jenis alat
Electrical Water Pump
Bagian-bagian motor listrik
Keterangan Gambar Sebelum Perawatan Perawatan
Motor listrik sebelum
dibongkar

Lap bagian luar motor listrik
Bongkar pipa dan
kerangan

Bersihkan dengan lap dan ampelas
di daerah sambungan
Bongkar fan cover

Bersihkan dengan lap
Copot fan

Bersihkan dengan lap
Bongkar stator


Bersihkan dengan lap. Lalu
bersihkan sisi dalam tabung dengan
ampelas.
Bongkar rotor


Bersihkan dengan lap dan ampelas.
Lalu beri pelumas.
Motor listrik setelah
dirangkai kembali
bagiannya

Pasang seluruh mur dengan baik,
jangan miring atau kendor.

1. Standar Operasional Prosedur (SOP) Pemasangan dan Pembongkaran
Motor Listrik
1. Pemeriksaan jenis peralatan yang akan dipakai dalam proses pelucutan
bagian-bagian dari motor listrik dan pompa. Contoh : Obeng + / - , kunci
pas, kunci L, dan lain sebagainya agar bagian pengunci berupa skrup atau
mur yang terdapat pada motor listrik tidak slek atau rusak karena bagian-
bagian penguncinya rusak akibat kesalahan pembongkaran.
2. Buka dan periksa bagian-bagian yang umum (visual berupa terjadinya
proses perkaratan, suara, getaran, dan kelistrikan).
3. Buka satu persatu bagian pengunci yang terdapat pada motor listrik dan
simpan pada tempat atau wadah yang telah disiapkan sebelumnya.
4. Saat melakukan pelucutan longgarkan bagian-bagian pengunci tersebut
sebelumnya agar bagian pengunci yang lain tidak slek dan kap/casing
tidak bengkok dan patah.
5. Gunakan kunci yang sesuai utuk membuka/memasang pengunci tersebut
agar tidak slek dan rusak.
6. Periksa dan lakukan perawatan pada bagian yang mengalami proses
perkaratan dengan menggunakan ampelas dan antirust kemudian di lap.
7. Periksa dan lakukan perawatan pada bantalan bagian yang berputar
apabila suara yang dihasilkan selama alat bekerja bising dan tidak halus,
maka lakukanlah pelumasan dan penggantian pada komponen tersebut.
8. Periksa dan lakukan perawatan apabila terjadi getaran pada peralatan
motor listrik/pompa kemudian stel ulang bagian penguncinya karena
kemungkinan besar bagian pengunci tersebut kurang kencang dan bagian
bantalan telah terjadi keausan sehingga diperlukan penggantian pada
komponen tersebut.
9. Periksa dan lakukan perawatan pada bagian kelistrikan. Jika terjadi
kelebihan muatan listrik maka akan terjadi korsleting dan peralatan akan
mengalami kerusakan sehingga diperlukan penyesuaian daya terhadap
konsumsi listrik yang dipakai oleh peralatan, bila perlu sistem kelistrikan
diberikan stabilizer agar arus yang masuk tetap terkontrol.
10. Untuk instalasi pemasangan ulangi langkah 1-5 (bagian yang sebelumnya
di buka dan diperiksa di pasang sesuai dengan tempatnya/bagiannya;
bagian/komponen alat yang diganti di cek kembali; pemasangan bagian
pengunci di pasang seluruhnya dan jangan duu di kencangkan pada salah
satu bagian pengunci untuk menghindari hal-hal yang tidak di harapka).
11. Cek kembali peralatan apakah sudah bagus dan bisa beroperasi kembali,
jika belum maka rangkai ulang kemungkinan terjadi kesalahan pada
pemasangan bagiannya dan sistem kelistrikannya.
12. Lakukan kembali pengecekan kesesuaian komponen yang terdapat pada
bagin peralatan, pastikan sudah sesuai dan benar.
13. Berikan label atau kartu kendali pada peralatan tersebut untuk mengetahui
waktu perawatan selanjutnya.

2. Langkah-Langkah Perawatan Motor Listrik
Hampir semua inti motor dibuat dari baja silikon atau baja gulung dingin yang
dihilangkan karbonnya, sifat-sifat listriknya tidak berubah dengan usia. Walau
begitu, perawatan yang buruk dapat memperburuk efisiensi motor karena umur
motor dan operasi yang tidak handal. Beberapa hal yang jarang diperhatikan
dalam perawatan diantaranya yaitu :
1. Pelumasan yang tidak benar dapat menyebabkan meningkatnya gesekan pada
motor dan penggerak transmisi peralatan.
2. Kehilangan resistansi pada motor, yang meningkat dengan kenaikan suhu.
3. Kondisi ambien dapat juga memiliki pengaruh yang merusak pada kinerja motor.
Sebagai contoh, suhu ekstrim, kadar debu yang tinggi, atmosfir yang korosif, dan
kelembaban dapat merusak sifat-sifat bahan isolasi; tekanan mekanis karena siklus
pembebanan dapat mengakibatkan kesalahan penggabungan.

3. Perawatan Yang Tepat Diperlukan Untuk Menjaga Kinerja Motor
1. Pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya (untuk
mengurangi kehilangan karena gesekan) dan untuk kotoran/debu pada saluran
ventilasi motor (untuk menjamin pendinginan motor)
2. Pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan bahwa motor tidak kelebihan atau
kekurangan beban. Perubahan pada beban motor dari pengujian terakhir
mengindikasikan suatu perubahan pada beban yang digerakkan, penyebabnya
yang harus diketahui.
3. Pemberian pelumas secara teratur. Fihak pembuat biasanya memberi rekomendasi
untuk cara dan waktu pelumasan motor. Pelumasan yang tidak cukup dapat
menimbulka masalah, seperti yang telah diterangkan diatas. Pelumasan yang
berlebihan dapat juga menimbulkan masalah, misalnya minyak atau gemuk yang
berlebihan dari bearing motor dapat masuk ke motor dan menjenuhkan bahan
isolasi motor, menyebabkan kegagalan dini atau mengakibatkan resiko kebakaran.
4. Pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan
yang digerakkan. Sambungan yang tidak benar dapat mengakibatkan sumbu as
dan bearings lebih cepat aus, mengakibatkan kerusakan terhadap motor dan
peralatan yang digerakkan.
5. Dipastikan bahwa kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya
benar. Sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk
meyakinkan kebersihan dan kekencangnya.
6. Penyediaan ventilasi yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor
bersih untuk membantu penghilangan panas untuk mengurangi kehilangan yang
berlebihan. Umur isolasi pada motor akan lebih lama: untuk setiap kenaikan suhu
operasi motor 10
o
C diatas suhu puncak yang direkomendasikan, waktu
pegulungan ulang akan lebih cepat, diperkirakan separuhnya.

VI. KESELAMATAN KERJA
1. Gunakan kunci pembuka baut/sekrup yang sesuai ukurannya
2. Simpan bagian-bagian alat yang terurai pada tempat yang terlindung agar tidak
hilang atau tercecer
3. Gunakan alat kerja bangku untuk membuka baut/sekrup yang sulit atau sudah
menyatu
4. Pada peralatan yang terpasang pada perpipaan yang sedang beroperasi, pastikan
program perawatan dengan mematikan aliran fluida yang melalui peralatan
tersebut. Gunakan prosedur standar agar alat tersebut tidak difungsikan, kemudian
lakukan perawatan dan perbaikan.

VII. PEMBAHASAN
Praktikum yang dilakukan kali ini adalah pompa vakum dan motor listrik. Tujuan dari
praktikum ini antara lain untuk mengetahui cara kerja dan fungsi dari pompa vakum dan
motor listrik, dapat membongkar dan merangkai kembali bagian-bagian pompa vakum dan
motor listrik, serta mengetahui metode perawatan pompa vakum dan motor listrik.
Pompamerupakan salah satu jenis alat yang berfungsi untuk memindahkan/mengalirkan
fluida. Pompa vakum adalah salah satu jenis pompa dengan menggunakan prinsip tekanan
vakum untuk memindahkan/mengalirkan fluida. Berdasarkan cara kerjanya, pompa vakum
dikelompokkan menjadi 3, yakni positive displacement, pompa momentum transfer, dan
pompa entrapment. Prinsip kerja dari pompa vakum ini adalah dengan jalan mengekspansi
volume ruang oleh pompa sehingga terjadi penurunan tekanan vakum parsial.
Komponen utama yang terdapat pada pompa vakum sama dengan pompa lain pada umumya.
Perawatan yang dilakukan terhadap pompa vakum pun tak jauh beda dengan pompa lainnya.
Perawatan yang dapat dilakukan antara lain melakukan pengecekan terhadap pendeteksi
indikator tekanan dan temperatur fluida pada pompa, atau alat pendeteksi indikator lainnya,
membersihkan kotoran-kotoran yang menempel pada bodi pompa (debu, tanah maupun
bekas minyak), mengikat baut-baut yang kendor, pengecekan kondisi pelumasan pada
bearing (unsealed), dan perbaikan/mengganti gasket pada sambungan-sambungan flange
yang bocor atau rusak. Tindakan perawatan dan perbaikan yang dapat dilakukan antara lain
Preventive Maintenance, Predictive Maintenance ,
Breakdown Maintenance ,danCorrective Maintenance.
Motor listrik merupakan alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi mekanik.
Perubahan ini dilakukan dengan merubah tenaga listrik menjadi magnet yang disebut sebagai
elektromagnet. Sebagaimana diketahui bahwa kutub-kutub dari magnet yang searah akan
tolak-menolak dan kutub-kutub yang tidak searah akan tarik-menarik. Maka dapat diperoleh
gerakan jika ditempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet
yang lain pada suatu kedudukan yang tetap.
Komponen utama dari motor listrik adalah rotor dan stator. Rotor adalah bagian yang dapat
bergerak serta memiliki magnet permanen atau arus DC-excited, yang dipaksa untuk
mengunci pada posisi tertentu bila dihadapkan dengan medan magnet lainnya. Sedangkan
stator adalah bagian yang tetap serta menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding
dengan frekuensi yang dipasok. Pengaruh medan magnet tersebut dapat menyebabkan rotor
berputar. Dengan prinsip di atas dikenal 3 jenis motor listrik, yaitu : motor arus searah, motor
arus bolak-balik (motor 1 fasa), dan motor 3 fasa.
Pada saat awal pengecekan motor listrik nyala akan tetapi pendingin motor listrik mati
atau tidak berputar. Ketika dilakukan pembongkaran, ternyata ada karet pada bagian penutup
pendingin motor listrik yang tidak pas serta kendor bagian penutupnya pendingin karena
baud yang digunakan hanya satu sedangkan baud yang dibutuhkan penutup tersebut adalah 4
buah, sehingga menyebabkan pendingin tersebut tidak bisa berputar. Perawatan yang
dilakukan praktikan yaitu dengan mengampelas bagian yang berkarat dan memberi pelumas.
Serta untuk mengencangkan penutupnya dibutuhkan 3 baud tambahan.

Untuk menjaga kinerja motor, diperlukan perawatan-perawatan pada motor listrik yaitu
meliputi : pemeriksaan motor secara teratur untuk pemakaian bearings dan rumahnya guna
mengurangi kehilangan karena gesekan serta untuk kotoran/debu pada saluran ventilasi
motor guna menjamin pendinginan motor; pemeriksaan kondisi beban untuk meyakinkan
bahwa motor tidak kelebihan atau kekurangan beban; pemberian pelumas secara teratur;
pemeriksaan secara berkala untuk sambungan motor yang benar dan peralatan yang
digerakkan; pemeriksaan kawat pemasok dan ukuran kotak terminal dan pemasangannya
telah benar serta sambungan-sambungan pada motor dan starter harus diperiksa untuk
meyakinkan kebersihan dan kekencangnya; dan yang terakhir yaitu penyediaan ventilasi
yang cukup dan menjaga agar saluran pendingin motor bersih untuk membantu penghilangan
panas untuk mengurangi kehilangan yang berlebihan.

VIII. Kesimpulan
Pompa vakum dan motor listrik adalah suatu peralatan dasar yang banyak
dipergunakan dalam suatu unit alat pendukung proses di industri
Pompa vakum merupakan salah satu jenis alat yang berfungsi untuk
memindahkan/mengalirkan fluida
Pompa vakum dikelompokkan berdasarkan cara kerjanya menjadi beberapa jenis
yaitu jenis torak, jenis rotary, jenis sekrup, dan jenis sentifugal
Motor listrik merupakan alat untuk mengubah energi listrik menjadi energi
mekanik
Dua jenis utama motor listrik yaitu DC dan motor
Prinsipmotor listrik adalah proses pembangkitan medan magnet bolak balik dalam
suatu rotor dan strator
Perawatan yang tepat diperlukan untuk menjaga kinerja motor.