Anda di halaman 1dari 41

Gambaran Radiologi

pada OMSK

Novenda Agriyanto H. P
Novi Rista Ananda
Sitti Sarah Phonna
Winda Pramita Rizkia
Pembimbing : dr. Iskandar Zakaria, Sp. Rad
Kasus
Ny. Yusnidar, umur 52 tahun datang ke
poliklinik Telinga Hidung Tenggorokan Kepala
Leher (THT-KL) RSUDZA dengan keluhan nyeri
pada telinga dan rasa penuh pada telinga dalam
yang dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Keluhan
dirasakan awalnya pada telinga kanan dan lama
kelamaan menyebar ke telinga kiri. Pasien juga
mengeluhkan adanya sekret seperti nanah yang
berbau dan keluar dari liang telinga. Riwayat
demam dialami pada episode awal nyeri telinga
sekitar 2 bulan yang lalu dan pasien mengaku
belum pernah mengkonsumsi obat sebelumnya.
Dokter menganjurkan untuk dilakukan
pemeriksaan X-ray mastoid konvensional dengan
proyeksi Schuller.
Foto Mastoid Dekstra Proyeksi
Schuller
Foto Mastoid Sinistra Proyeksi Schuller
Gambaran Radiologi pada Pasien


Pasien OMSK di atas menggunakan
modalitas pencitraan X-Ray mastoid
konvensional dengan proyeksi Schullers
(Petrous Bone). Proyeksi ini banyak digunakan
karena dapat menilai adanya perselubungan sel
udara mastoid (air-cell mastoid), destruksi
trabekulae atau erosi sinus.

Lanjutan.
Pencitraan pada mastoid normal akan
memperlihatkan gambaran segitiga. Namun pada
pasien tidak ditemukan gambaran segitiga lusen
dan tampak adanya penurunan gambaran air-cell
mastoid. Hal ini menandakan bahwa proses
infeksi sudah berlangsung lama.
Lanjutan
Pada mastoid kanan terlihat adanya
gambaran perselubungan. Pada mastoid
kiri, gambaran air-cell mastoid tampak
berkurang. Pada pasien tidak terdapat
gambaran kolesteatoma.
Anatomi dan Fisiologi Telinga
1. Telinga luar
Aurikula, Meatus akustikus eksterna,
Membran Timpani
2. Telinga tengah
cavum timpani, antrum timpani, tuba
eustachii
3. Telinga dalam
vestibulum, cochlea, labirintus
membranosus

Otitis Media Supuratif Kronik

1. Definisi
Otitis media supuratif kronis (OMSK)
adalah infeksi kronis telinga tengah dengan
perforasi membran timpani dan sekret yang
yang keluar dari telinga tengah terus menerus
atau hilang timbul.
1

Otitis media supuratif kronik potongan
coronal

Klasifikasi OMSK
OMSK dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:
Tipe tubotimpani (tipe benigna/ tipe aman/ tipe
mukosa)
Tipe ini ditandai dengan adanya perforasi
sentral atau pars tensa dan gejala klinik yang
bervariasi dari luas dan keparahan penyakit.
OMSK tipe tubotimpani berdasarkan
aktivitas sekret yang keluar dikenal 2 jenis
yaitu :
OMSK aktif ialah OMSK dengan sekret yang
keluar dari kavum timpani secara aktif
OMSK tenang apabila keadaan kavum timpani
terlihat basah atau kering.

Tipe Atikoantral (tipe malignan/ tipe bahaya)
Tipe ini ditandai dengan perforasi tipe
marginal atau tipe atik, disertai dengan
kolesteatoma dan sebagian besar komplikasi
yang berbahaya dan fatal timbul pada OMSK
tipe ini. Kolesteatoma adalah suatu kista
epitelial yang berisi deskuamasi epitel
(keratin).
Gambaran kolesteatoma pada otitis
media supuratif kronik


Kolesteatoma dapat diklasifikasikan atas dua
jenis:
1. Kolesteatoma kongenital.
Kriteria untuk mendiagnosa kolesteatoma
kongenital menurut Derlaki dan Clemis
adalah:
Berkembang dibelakang membran timpani
yang masih utuh.
Tidak ada riwayat otitis media sebelumnya



Lanjutan
Pada mulanya dari jaringan embrional dari
epitel skuamous atau dari epitel undiferential
yang berubah menjadi epitel skuamous selama
perkembangan.

2. Kolesteatoma akuisital atau didapat
Primary acquired cholesteatoma.
Kolesteatoma yang terbentuk tanpa
didahului oleh perforasi membran timpani.
Kolesteatoma timbul akibat proses invaginasi
dari membran timpani pars flaksida akibat
tekanan negatif pada telinga tengah karena
adanya gangguan tuba (teori invaginasi).
Secondary acquired cholesteatoma.
Terbentuk setelah perforasi membran
timpani. Kolesteatoma terjadi akibat masuknya
epitel kulit dari liang telinga atau dari pinggir
perforasi membran timpani ke telinga tengah
(teori migrasi) atau terjadi akibat metaplasi
mukosa kavum timpani karena iritasi infeksi
yang berkangsung lama (teori metaplasi).

Perjalanan Penyakit

Otitis media akut dengan perforasi
membran timpani menjadi otitis media
supuratif kronis apabila prosesnya sudah
lebih dari 2 bulan. Bila proses infeksi
kurang dari 2 bulan, disebut otitis media
supuratif subakut. Beberapa faktor yang
menyebabkan OMA menjadi OMSK ialah
terapi yang terlambat diberikan, terapi
yang tidak adekuat, virulensi kuman tinggi,
daya tahan tubuh pasien rendah (gizi
kurang) atau hygiene buruk.


Diagnosis

Diagnosis OMSK dibuat berdasarkan
gejala klinik dan pemeriksaan THT
terutama pemeriksaan otoskopi.
Pemeriksaan penunjang lain berupa
pemeriksaan radiologi serta kultur dan uji
resistensi kuman dari sekret telinga.

Terapi OMSK

Prinsip terapi OMSK tipe aman adalah
konservatif atau dengan medikamentosa.
Bila secret yang keluar terus menerus,
maka diberikan obat pencuci telinga,
berupa larutan H
2
O
2
3% selama 3-5 hari.
Setelah secret berkurang, maka terapi
dilanjutkan dengan memberikan obat tetes
telinga yang mengandung antibiotika dan
kortikosteroid.

Lanjutan
Prinsip terapi OMSK tipe bahaya adalah
pembedahan yaitu mastoidektomi. Jadi,
bila terdapat OMSK tipe bahaya, maka
terapi yang tepat adalah dengan
melakukan mastoidektomi dengan atau
tanpa timpanoplasti.

Komplikasi OMSK
Komplikasi OMSK pada Intrakranial :
Abses Ekstradural
Tromboflebitis sinus lateral
Meningitis
Abses Otak

Komplikasi OMSK pada Intratemporal :
Paralisis Fasialis
Labirintitis


Modalitas Pencitraan

1. X-Ray Konvensional
Proyeksi Schuller
Proyeksi ini menggambarkan penampakan
lateral dari mastoid dan memperlihatkan
luasnya pneumatisasi mastoid dari arah lateral
dan atas.
Proyeksi Mayer atau Owen
Proyeksi ini diambil dari arah anterior
telinga tengah. Akan tampak gambaran tulang-
tulang pendengaran dan atik sehingga dapat
diketahui kerusakan struktur-struktur.
Proyeksi Stenver
Proyeksi ini memperlihatkan gambaran
sepanjang piramid petrosus dan yang lebih
jelas memperlihatkan kanalis auditorius
interna, vestibulum dan kanalis semisirkularis.
Proyeksi Chause III
Proyeksi ini merupakan penampakan
frontal mastoid dan ruang telinga tengah.
Posisi ini memberikan gambaran atik secara
longitudinal sehingga dapat memperlihatkan
kerusakan dini dinding lateral atik.
Gambaran mastoid normal dengan
proyeksi Schuller

Biasanya otitis media kronik dan
mastoiditis kronik disebabkan oleh infeksi
kronis. Pada masa pre-antibiotik, infeksi hebat
disertai penurunan daya tahan tubuh sering
menyebabkan destruksi pada telinga tengah
dan hal ini sering menyebabkan destruksi pada
telinga tengah dan hal ini sering menyebabkan
supurasi yang kronik.

Gambaran otitis media supuratif kronik
dengan perselubungan

Gambaran kolesteatoma pada otitis
media supuratif kronik


2. CT Scan (Temporal Bone)
CT Scan merupakan pemeriksaan yang paling
sensitif dalam menilai otitis media supuratif
kronik. Pengambilan gambar dapat
menggunakan potongan aksial dan koronal.
Gambar CT-Scan mastoid normal
potongan koronal

Gambaran Perselubungan di Telinga
Kanan pada CT-Scan Potongan Aksial

Gambaran sklerotik pada CT Scan
mastoid potongan aksial

Gambaran sklerotik pada CT Scan
potongan aksial
Gambaran CT-Scan Otitis Media
Supuratif Kronik






3.MRI






Gambaran mastoiditis pada MRI potongan
koronal
Pemeriksaan MRI biasanya digunakan untuk
menilai adanya komplikasi yang ditimbulkan
oleh otitis media supuratif kronik.

Kesimpulan
Ny. Yusnidar menderita otitis media
supuratif kronik dengan gambaran air-cell
mastoid yang hilang dan ditemukan
adanya sklerotik yang menandakan infeksi
sudah berlangsung lama. Proses diawali
di telinga kanan lalu menjalar ke telinga
kiri
Pemeriksaan radiologi yang paling sensitif
dalam menilai OMSK adalah CT-Scan
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai