Anda di halaman 1dari 1

Ada beberapa faktor internal yang membuat Ratu Atut Chosiyah melakukan tindak

korupsi, yang mana dapat di tinjau dari 2 aspek yaitu aspek prilaku individu dan aspek sosial.
Dari segi aspek prilaku individu, yaitu prilaku tamak/rakus. Ratu Atut terbukti melakukan
beberapa tindak korupsi diantaranya kasus suap pemilihan bupati lebak banten kepada hakim
konstitusi. Yang mana dalam tindakannya ini atut berniat untuk memperkaya dirinya sendiri.
Hal ini menunjukan prilaku tamak/rakus yang dimiliki oleh Ratu Atut, yang mana Ratu atut
hanya mementingkan kepentingan untuk memperkaya dirinya tanpa melihat kerugian apa
yang dialami oleh masyarakat karena tindakannya itu. Selain itu prilaku konsumtif yang
dimiliki oleh Ratu Atut Chosiyah merupakan faktor internal yang membuat Ratu atut
melakukan tindak korupsi. Yang mana prilaku Perilaku konsumtif bila tidak diimbangi
dengan pendapatan yang memadai akan membuka peluang seseorang untuk melakukan
berbagai tindakan untuk memenuhi keinginannya. Dilihat dari keseharian dan gaya hidup
Ratu Atut Chosiyah yang berlebih lebihan serta bukti benda atau harta dari tindak korupsi
yang disita seperti mobil dan harta benda yang lainnya yang mewah. Hal tersebut
menunjukan gaya hidup konsumtif merupakan salah satu penyebab Atut melakukan tindak
korupsi. Selain itu juga rasa tanggung jawab Ratu Atut terhadap keluarganya terutama untuk
memenuhi kebutuhan anak-anaknya menjadi salah satu penyebab, yang mana rasa tanggung
jawabnya itu di tunjukan atau dilakukan dengan tindakan yang salah. Hal ini ditunjukan saat
Ratu Atut mengakuinya pada saat sidang Maafkan Bunda, karena Bunda, Ananda
menerima sanksi sosial dari teman dan masyarakat sehingga harus berhenti sekolah, ujar
atut (sumber : jawapos.com 14 Agustus 2014). Untuk memenuhi kebutuhannya itu Ratu atut
melakukan tindak korupsi.