Anda di halaman 1dari 3

DASAR TEORI

Keadaan murung. Setiap orang yang mengalami suatu kekecewaan hebat (kematian,
perceraian, kepailitan) atau kehilangan pribadi (kematian kekasih) dengan sendirinya
menjadi murung. Jiwanya tertekan dengan gejala perasaan sangat sedih, putus asa dan
hilangnya kegembiraan, rasa lelah dan letih, tidak nafsu makan dan sukar tidur. Mentalnya
juga terganggu, sering termenung dengan pikiran khayal, konsentrasi berkurang, bimbang
dan sukar mengambil keputusan.
Pada umumnya, orang murung demikian lambat laun mampu mengatasi sendiri
keadaan sendunya tanpa obat pereda. Gejala hilang dengan sendirinya sesudah dua atau tiga
minggu.
Ganguan depresi. (Major Depressive disorder) adalah nama international yang
dewasa ini digunakan untuk keadaan murung yang setelah 2-3 minggu masih juga bertahan
atau bahkan memperburuk, kriteria untuk depresi sedang/hebat yang kini berlaku menurut
DSM IV** adalah terdapatnya minimal lima gejala dari daftar berikut hamper setiap hari
selama minimal 2 minggu : Kedua gejala a dan b adalah esensial dan salah satu dari padanya
harus terdpat dalam lima gejala tersebut :
a. Suasana jiwa murung hamper sepanjang hari;
b. Hilangnya perasaan gembira dan perhatian untuk hamper semua aktivitas;
c. Perasaan salah dan tak berharga;
d. Pikiran atau percobaan bunuh diri;
e. Tak dapat mengambil keputusan atau timbul problema konsentrasi;
f. Agitasi (perasaan dikejar, cepat tersinggung) atau penghambatan (segala sesuatu
terkesan berlangsung lebih lambat);
g. Lelah dan hilangnya enersi;
h. Gangguan tidur;
i. Perubahan nafsu makan atau berat badan.
**DSM IV (Diagnostic and Stastitical Manual, edisi IV dari American Psychiatric
Association) merupakan klasifikasi dari gangguan-gangguan psikiatris, yang memberikan
uraian dari golongan-golongan diagnostis guna memungkinkan dokter mendiagnosa,
mempelajari dan menangani orang-orang dengan pelbagai gangguan mental.
Antidepresiva atau obat antimurung adalah obat-obat yang mampu memperbaiki
suasana jiwa dengan menghilangkan atau meringankan gejala keadaan murung. Penyebab
depresi ialah terganggunya keseimbangan antara neurotransmitter di otak, khususnya akibat
kekurangan serotonin dan/ atau noradrenalin di saraf-saraf otak. Pada umumnya obat-obat
antidepresiva bekerja dengan jalan menghambat re-uptake serotonin dan noradrenalin di
ujung-ujung saraf otak dan dengan demikian memperpanjang massa waktu tersediannya
neurotransmitter tersebut.
Obat-obat golongan antidepresan bekerja dengan cara meningkatkan konsentrasi
norepinefrin atau serotonin dalam celah sinps. Pada sebagian besar kasus, obat-obat tersebut
menghasilkan efek ini dengan menghambat ambilan kembali (reuptake) neurotransmitter.
Ingat, ambilan kembali merupakan rute utama penghentian kerja neurotransmiter. Obat-obat
lain memblok degradasi metabolic atau meningkatkan pelepasan neurtransmiter.
Antidepresan paling tepat bila dibagi menjadi empat golongan, yaitu :
1. Antidepresan klasik
Obat-obat ini menghambat resorpsi kembali dari serotonin dan nonadrenalin dari sela
sinaps di ujung-ujung syaraf.

2. Obat generasi ke-2
Obat dengan struktur kimia lain, yang menimbulkan lebih sedikit efek samping,
khususnya berkurangnya efek jantung dan kerja antikolinergil, maka lebih aman bagi
pasien overdose dan bagi pasien lansia. Akan tetapi obat-obat modern ini tidak
terbukti lebih unggul daripada obat klasik mengenai gejala-gejala positif dari depresi.

3. MAO- blockers
Obat ini menghambat enzim mono-amin-oksidase (MAO), yang menguraikan zat- zat
monoamine setelah selesai aktivitasnya. Obat ini terdapat dalam bentuk MAO- A dan
MAO- B. kedua obat diatas menhambat kedua bentuk secara irreversible dan hanya
digunakan bila obat- obat lain tidak ampuh lagi.

4. Antidepresan lainnya
Tryptofan, okstriptan, dan piridoksin.
Sebagian besar obat antidepresan yang berguna dalam klinis memotensiasi baik secara
langsung maupun tidak langsung, kerja noreoinefrin dan/ atau serotonin dalam otak.
Serotonin berfungsi sebagai neurotransmitter pada komunikasi antara neuron neuron otak.
Zat ini berkhasiat antara lain memperbaiki suasana jiwa, menghambat nafsu makan, juga
meningkatan rasa kantuk dan ambang nyeri, hingga rasa sakit lebih mudah diatasi.
Reseptor serotonin dapat dibagi dalam 3 kelompok utama, yakni :
1. Reseptor 5HT
1

Berkaitan dengan vasodilatasi (dan turunya tensi). Terdapat di dalam sel endotel dari
dinding pembuluh dan mungkin sekali juga di sel-sel otot polos dalam arteriole kecil.
2. Reseptor 5HT
2

Bertanggung jawab terhadap vasokontriksi serta agresi trombosit dan dapat dihambat
oleh ketanserin dan antagonis selektif lain dari 5HT
2
.
3. Reseptor 5HT
3

Dibagi kedalam beberapa sub-tipe seperti 5HT
16
.
Obat yang digunakan : Amitriptilin
Pemerian
Serbuk hablur atau hablur kecil, putih atau
hamper putih; tidak berbau atau hamper tidak
berbau
Kelarutan
Mudah larut dalam air, dalam etanol, dalam
kloroform dan dalam etanol. Tidak larut
dalam eter.
Mekanisme kerja
Menghambat reuptake dari nonadrenalin dan
serotonin dalam otak.
Khasiat
Antihistamin dan antikolinergis, juga agresif
kuat, sehingga layak diberikan kepada pasien
agresif.
Dosis
Depresi : 3 dd 25mg garam HCl, atau 50
100 mg.
Lansia : 1 dd 25 mg maksimum 150 mg
sehari.
Ngompol malam pada anak : 5-10 tahun, 10-
25 mg.
Nyeri kepala : 25 75 mg

Dapus :
Anonim. 1995. Farmakope Indonesia edisi IV. Departemen Kesehatan Republik
Indonesia.
Hoan T, Tan, Kirana Raharja. 2010. Obat-obat Penting,Edisi 6. Jakarta: Elex Media
Komputindo. Halaman : 462-470
Harvey, Richard A, Pamela C Champe. 2013. Farmakologi Ulasan Bergambar edisi
4. Jakarta : EGC. Halaman :165 -175
Stringe, Janet L. 2010. Konsep Dasar Farmakologi PanduaN Untuk Mahasiswa.
Jakarta : EGC. Halaman : 134- 141.