Anda di halaman 1dari 20

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

PENGGUNAAN MESIN SYRINGE PUMP TE-311S



A. Sebelum Penggunaan
1. Cuci tangan sesuai dengan prosedur
2. Letakkan mesin pada tempat yang aman bagi mesin, pasien,
keluarga pasien, pengunjung dan proses penggunaan alat
3. Pahami dan gunakan mesin sesuai dengan fungsinya

B. Penggunaan Secara Umum
1. Sebelum pemakaian pertama mesin disambungkan kesumber listrik
(charge) selama 15 jam
2. Angkat clamp unit, kemudian pasang plunger syringe/spuit dengan
benar
3. Tekan clutch kemudian posisikan syringe dengan benar
4. Kembalikan posisi clamp unit pada tempat semula
5. Tekan tombol POWER
6. Tekan tombol rate/D.Limit/ml (SELECT), sehingga muncul RATE
pada display, putar dial setting yang berada di bagian samping pump
7. Setelah angka delivery rate di-set, tekan tombol START
8. Lampu indikator menyala warna hijau (berputar), berarti mesin sudah
beroperasi

C. Setting Occlusion Limit
1. Mesin dalam kondisi hidup
2. Tekan tombol Stop Silence bersama dengan rate/D.Limit/ml
(SELECT) hingga muncul tulisan P300/P500/P800 pada display
3. Setelah itu tahan (jangan dilepas) tombol Stop Silenceuntuk
melakukan pemilihan occlusion yang diinginkan, tekan tombol
Rate/D.Limit/ml (SELECT), hingga posisi oklusi yang diinginkan

D. Setting Bell
1. Mesin dalam kondisi menyala atau hidup
2. Tekan tombol Stop Silence bersamaan dengan Clear ml hingga
muncul tulisan BEL, 1/2/3 pada display
3. Setelah itu tahan penekanan pada tombol Stop Silence jangan
dilepas, untuk melakukan pemilihan BEL yang diinginkan, lakukan
penekanan pada Clear ml. Sampai tingkat volume yang diinginkan
tercapai

E. Setting Syringe
1. Mesin dalam keadaan mati (OFF)
2. Tekan tombol Stop Silence, rate/D.Limit/ml (SELECT) dan
Power bersamaan hingga muncul tulisan Syr pada display lalu
Syr 11
3. Masukkan nomor kode syringe yang diinginkan dengan menDial
4. Untuk menyimpan data tersebut tekan tombol START hingga muncul
tulisan GOOD pada display
5. Setelah itu, matikan kembali mesin dan nyalakan kembali maka jenis
syringe yang di setting akan muncul pada display sesaat setelah
dinyalakan.


F. Setting Nearly Empty
1. Mesin dalam kondisi mati (OFF)
2. Tekan tombol ON dan STOP bersamaan hingga muncul tulisan
USER, display akan berkedip, masukkan angka 331, dengan
menDial
3. Tekan tombol STOP hingga muncul tulisan rALI pada display
4. Tekan tombol SELECT hingga muncul tulisan Spc1, tekan tombol
SELECT lagi, muncul tulisan NEAR
5. Tekan tombol STOP, hingga muncul tulisan _ _ _, masukkan angka
nearly empty yang diinginkan. (3-30 menit/kelipatan 3)
6. Untuk menyimpan data tersebut tekan tombol START hingga muncul
tulisan GOOD

G. Mengaktifkan Tombol Pengunci
1. Pada saat mesin sedang dioperasikan, tekan tombol D-Limit selama 2
detik sampai lampu indikator RATE berkedip-kedip
2. Tombol pengunci diaktifkan maka tombol STOP & START dalam posisi
terkunci
3. Untuk non aktifkan kembali fungsi ini, tekan tombol D-Limit selama 2
detik sampai lampu indikator RATE berkedip-kedip
4. tombol STOP & START berfungsi kembali
CARA MENGGUNAKAN SYRINGE PUMP TE-311S
SYRINGE PUMP TERUMO TE-311S


Sebelum pemakaian pertama, mesin disambungkan ke sumber listrik (charge) selama
15 jam

1. Angkat clamp unit, kemudian pasang plunger syringe/spuit dengan benar.
2. Tekan clutch kemudian posisikan syringe dengan benar
3. Kembalikan posisi clamp unit pada tempat semula
4. Tekan tombol Power
5. Tekan tombol Rate/D.Limit/ml (SELECT), hingga muncul RATE pada display, putar
dial setting yang berada di bagian samping pump.
6. Setelah angka delivery rate di-set, tekan tombol START
7. Lampu indikator menyala warna hijau (berputar), berarti mesin sudah beroperasi

SETTING OCCLUSION LIMIT
1. Mesin dalam kondisi hidup
2. Tekan tombol Stop Silence bersamaan dengan Clear ml hingga muncul tulisan
BEL, 1/2/3 pada display.
3. Setelah itu tahan penekanan pada tombol Stop Silence jangan dilepas, untuk
melakukan pemilihan BEL yang diinginkan, lakukan penekanan pada Clear ml. Sampai
tingkat volume yang diinginkan tercapai.

SETTING BELL
1. Mesin dalam kondisi menyala atau hidup
2. Tekan tombol STOP Silence bersamaan dengan Clear ml hingga muncul tulisan
BEL, 1/2/3 pada display.
3. Setelah itu tahan penekanan pada tombol Stop Silence jangan dilepas, untuk
melakukan pemilihan BEL yang diinginkan, lakukan penekanan pada Clear ml. Sampa
tingkat volume yang diinginkan tercapai.

SETTING SYRINGE
1. Mesin dalam kondisi mati (off)
2. Tekan tombol Stop Silence, Rate/Limit/ml (Select) and Power bersamaan hingga
muncul tulisan Syr pada display lalu Syr 11
3. Masukkan nomor kode syringe yang diinginkan dengan mendial
4. Untuk menyimpan data tsb tekan tombol START hingga muncul tulisan GOOD
pada display
5. Setelah itu, matikan kembali mesin dan nyalakan kembali maka jenis syringe yang di
setting akan muncul pad adisplay sesaat setelah dinyalakan.

SETTING NEARLY EMPTY
1. Mesin dalam kondisi mati (off)
2. Tekan tombol ON dan STOP bersamaan hingga muncul tulisan USER, display
akan berkedip, masukkan angka 331, dengan mendial
3. Tekan tombol Stop hingga muncul tulisan rALI pad display 4. Tekan tombol
Select hingga muncul tulisan Spc1, tekan tombol Select Lagi, muncul tulisan NEAR
4. Tekan tombol Stop hingga muncul tulisan ---- , masukkan angka nearly empty yang
diinginkan. ( 3 -30 menit / kelipatan 3 ).
5. Untuk menyimpan data tsb tekan tombol START, hingga muncul tulisan GOOD

MENGAKTIFKAN TOMBOL PENGUNCI
1. Pada saat mesin sedang dioperasikan, tekan tombol D LIMIT selama 2 detik sampai
lampu indikator RATE berkedip-kedip.
2. Tombol pengunci diaktifkan maka tombol STOP & START dalam posisi terkunci.
3. Untuk non-aktifkan kembali fungsi ini. Tekan tombol D LIMIT selama 2 detik sampai
lampu indikator RATE berhenti berkedip.
4. Tombol STOP dan START berfungsi kembali.

MELIHAT HISTORY
1. Tekan ON untuk menghidupkan mesin.
2. Tekan STOP dan START bersamaan, hingga terdengar bunyi dan display akan
menunjukkan H***, *** menunjukkan history yang ada.
3. Putar dial untuk memilih history yang diinginkan
4. Tekan Select, display akan menunjukkan setiap detil data yang tersimpan.

MENGAKTIFKAN TOMBOL D LIMIT (DELIVERY LIMIT)
1. Mesin dalam keadaan mati, tekan tombol ON/OF & STOP secara bersamaan a display
8888 a UsERa0. Pada saat tampil 0 putar Dial dan enter pswd 331
2. Tekan tombol STOP a Display rAL1, tekan tombol D L:imit a Dsiplay SPC1
3. Tekan tombol STOP a Display a dL on atau dl off
4. Tekan tombol STOP untuk memilih nilai setting
5. Tekan dan tahan tombol START selama 1,5 detik, untuk menyimpan nilai setting,
Display a good
6. Display kembali menampilkan SPC 1
7. Matikan unit


Sumber : User Manual TE-311S
CARA MENGGUNAKAN INFUS PUMP TE-112

INFUSION PUMP TERUMO TE-112


Pada saat pertama kali menggunakan, sambungkan kabel mesin ke sumber listrik
selama 12 jam, mesin dalam posisi off.

1. Sambungkan kabel power ke mesin dan sumber listrik
2. Tekan tombol power ON, mesin akan melakukan self checking,
semua tombol alarm akan menyala. Display akan terbaca JJJJ atau tttt
3. Bila display terbaca JJJJ (posisi 1), berarti harus digunakan set infus
khusus pump TS*PA atau TS*PM, bila display terbaca tttt (posisi 2), berarti harus
digunakan set infus biasa TS*A atau TK*A.
4. Lakukan priming pada set infus, pastikan tidak ada udara di sepanjang selang.
5. Posisikan roller klem di bawah pump. Buka pintu pump, geser klem yang terletak di
bawah lalu pasang set infus dan pastikan posisi set infus dalam posisi lurus, tutup kembali
pintu pump.
6. Pasang drip sensor pada ruang penetesan (chamber) set infus, di antara permukaan cairan
dan drip nozzle
7. Tekan topmbol INFUSION SET 15192060, sesuai dengan set infus yang
digunakan. Alur kecepatan aliran (Delivery Rate) sesuai yang dikehendaki lalu tekan tombol


^^ Puluhan naik ^ Satuan naik
vv Puluhan turun v Satuan turun

Catatan :
Untuk set infus 151920 tetes/ml. Max kecepatan adalah 300 ml/jam atau 75 tetes/mt.
Untuk set infus 60 tetes/ml Max. kecepatan adalah 100 ml/jam atau 100 tetes/mnt

Isi nilai D.Limit (delivery Limit) dengan menekan tombol SELECT lalu tekan tombol

^^ Puluhan naik ^ Satuan naik
vv Puluhan turun v Satuan turun

Jika tidak menginginkan nilai D. Limit, biarkan D.Limit ----
Pastikan D. Limit tidak terisi angka 0, karena pump tidak dapat dioperasikan.

8. Buka roler klem
9. Tekan tombol START, lampu indikator operation akan menyala, hijau. Berarti mesin
mulai beroperasi.
10. Bila akan menghapus jumlah cairan yang sudah masuk ke pasien, tekan tombol STOP,
lalu tekan tombol ml CLEAR selama 2 detik.
11. Lampu COMPLETION akan menyala bila volume cairan yang masuk sudah
mencapai D. Limit yang diinginkan, lampu indikator akan berwarna merah. Pada situasi ini,
mesin masih berjalan dengan kecepatan minimal (1 ml/jam), untuk menjaga kepatenan IV
kateter di dalam vena.
12. Untuk mengakhiri pemakaian infus pump, tekan tombol STOP, buka pintu pump,
lepaskan set infus dari mesin, dan matikan mesin dengan menekan tombol POWER.

Sumber : User Manual TE=112
SOP SYRINGE PUMP
MANUAL PROSEDUR SYRINGE PUMP

1. PENGERTIAN SYRINGE PUMP
Syringe pump adalah suatu alat yang digunakan untuk mengatur pemberian medikasi
intravena pada klien.

2. TUJUAN PENGGUNAAN SYRINGE PUMP
Untuk menjaga pemberian medikasi intravena sesuai kebutuhan klien.
Untuk memberikan medikasi dengan dosis kecil dan waktu pemberian yang lama.

3. PERSIAPAN ALAT
a. Syringe pump dan tiang penyangga
b. Spuit 10 cc/ 20 cc/ 30 cc/ 50 cc dan medikasi klien.
c. Selang penghubung.

4. PROSEDUR KERJA
1. Bawa alat-alat ke dekat klien.
2. Siapkan spuit dan medikasi klien.
3. Pasangkan spuit pada syringe pump dan hubungkan spuit dengan akses intravena.
4. Nyalakan syringe pump.
5. Atur jumlah medikasi yang akan diberikan dalam cc/jam.
6. Tekan start untuk memulai pemberian medikasi.
7. Jika ada hal yang kurang tepat, alat akan memberikan peringatan dengan suara dan lampu yang
menyala merah.
8. Evaluasi respon klien terhadap pemberian cairan.

5. PENYELESAIAN
1. Merapikan alat
2. Merapikan pasien
3. Pencatatan dan pelaporan
Beranda
LABORATORIUM KLINIK SAHATI
Jalan Anggrek Pariaman
Home
Business
o Internet
o Market
o Stock
Downloads
o Dvd
o Games
o Software
Office
Parent Category
o Child Category 1
Sub Child Category 1
Sub Child Category 2
Sub Child Category 3
o Child Category 2
o Child Category 3
o Child Category 4
Featured
Health
o Childcare
o Doctors
Uncategorized
About
Total Visitor
11969
SYRINGE PUMP
14.00 1 comment
MAKALAH ELOMEDIK III
ALAT SYRINGE PUMP











DI SUSUN OLEH :
YOGI NANGGALA PUTRA
P2. 31. 38. 0. 07. 059
DOSEN :
Anshor Usman Ibrahim

POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES JAKARTA II
JURUSAN TEKNIK ELEKTROMEDIK

Kata Pengantar

Assalamualaikum. Wr. Wb.
Alhamdulillah, puji dan syukur senantiasa kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan Nikmat, hidayah, rahmat dan kesehatan kepada penulis agar dapat
menyelesaikan makalah ini sebagai syarat kelulusan kuliah.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak
yang telah membantu sehingga dapat terselesaikan pembuatan makalah ini dengan judul
ALAT SYRINGE PUMP .
1. Kepada keluargaku tercinta, Ibuku, Bapak dan Ayah ku dan Kakakku. Yang telah
memberikan Doanya, dukungan secara spiritual dan materil kepadaKu.
2. Kepada Bpk. Ansor Usman Ibrahim, ST, MT, selaku Dosen pengajar.
3. Kepada teman-teman kelas A5 yang banyak tidak membantu.
4. Kepada sahabat-sahabat saya dirumahnya masing-masing.

Semoga Allah SWT akan membalas amal baik, bantuan dan perbuatan kalian setimpal
dengan yang telah kalian berikan dan korbankan demi Penulis.
Demikian ucapan terima kasih yang saya sampaikan, semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi saya khususnya dan bagi pembaca umumnya.
Penulis

Yogi Nanggala Putra
P2. 31. 38. 0. 07. 059



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
... 2
DAFTAR ISI
....
. 3
DAFTAR GAMBAR
.. 4
PENDAHULUAN
..... 5
TEORI DASAR
...... 6
FUNGSI ALAT
............ 6
BLOCK DIAGRAM
........ 7
FUNGSI BLOK DIAGRAM
........ 7
2.1 BLOCK POWER SUPPLY
..... 7
2.2 BLOCK MIKROKONTROLER
.... 7
2.3 BLOCK SENSOR
...... 8
2.4 BLOCK MOTOR
.... 8
2.5 BLOCK DISPLAY DAN ALARM
.... 8
WIRING DIAGRAM
...... 9
3.1 Rangkaian Pengontrol Pusat ... 10
3.2 Rangkaian Setting Volume Cairan 11
3.3 Rangkaian Indikator LED dan BUZZER .. 12
3.4 Rangkaian Sensor ......
13
3.5 Rangkaian Motor DC .
13

CARA KERJA ALAT
.. 14
SOP

.. 15
PENUTUP
..
.. 15
DAFTAR PUSTAKA
.. 16
Daftar Gambar

Gambar Block Diagram ....................................................................................... 7
Gambar wiring .................................................................................................... 9
Rangkaian Pengontrol Pusat
..... 10
Rangkaian Setting Volume Cairan
.. 12
Rangkaian Indikator LED dan BUZZER
..... 12
Rangkaian Sensor
...... 13
Rangkaian Motor DC
................. 14









PENDAHULUAN

Zaman semakin modern, ilmu pengetahuan kian berkembang, kian maju hampir dalam segala
bidang, termasuk dalam bidang kesehatan. Perkembangan ini dialami tidak hanya di negara
maju, tetapi juga di negara-negara yang sedang berkembang.
Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukanya alat-alat yang sudah modern dan canggih, baik
di negara yang maju ataupun di negara yang berkembang. Inovasi dan terobosan baru dari
alat-alat transportasi, alat-alat rumah tangga dan tidak terkecuali dengan alat-alat kesehatan
yang bertujuan untuk membantu, menghemat dan mempermudah pekerjaan orang-orang
dalam bidangnya masing-masing dan dalam hal ini khususnya dalam bidang kesehatan.
Daya dan upaya dilakukan oleh Rumah sakit untuk sebuah mutu pelayanan yang diberikan
kepada para pasien, baik fasilitas, sarana dan prasarana demi kenyamanan dan mutu
pelayanan yang baik. Agar hal tersebut dapat terwujud maka diperlukannya kemajuan
teknologi dalam bidang kesehatan, yaitu pada alat-alat kesehatan. Kemajuan teknologi pada
alat kesehatan dirasakan perlu dan penting, mengingat bahwa Rumah sakit adalah tempat
untuk perawatan dan penyembuhan, sehingga dirasakan perlunya alat-alat yang dapat
memberikan kenyamanan, menghemat tenaga, waktu yang begitu berharga.
Dengan salah satu alat Rumah sakit yaitu Syringe Pump,Sebagai alat medis yang berfungsi
memberikan cairan/ obat, kepada pasien secara otomatis. Diharapkan dapat banyak
bermanfaat dalam penghematan tenaga dan waktu dengan keakurasian pemberian cairan
sangat baik, dengan menggunakan motor sebagai tenaga pendorong , dilengkapi display,
lampu indikator dan buzzer sebagai alarm.



TEORI DASAR

Alat syringe pump merupakan suatu alat yang di gunakan untuk memberikan cairan atau obat
kepada pasien. Secara khusus alat ini mentitikberatkan atau memfokuskan pada jumlah cairan
yang diamasukan kedalam tubuh pasien, denag satuan mililiter per jam.
Alat ini menggunakan motor sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi cairan atau obat
yang akan dimasukan kedalam tubuh pasien. Alat ini menggunakan sistem elktronik yang
berfungsi dalam pengontrolan dalam pemberian jumlah cairan ke tubuh pasien, sensor dan
alarm. Dalam sistem Mekanik yaitu dengan gerakan motor sebagai tenaga pendorong.


Fungsi alat
Memasukan cairan atau obat ke tubuh pasien.
Untuk mencegah periode kadar obat atau cairan yang dimasukan, dimana Tingkat obat di
dalam darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Menghindari penggunaan tablet yang dikarenakan pasien yang mengalami kesulitan
dalam meminum tablet







BLOK DIAGRAM


Fungsi Blok Diagram:
1. Block power supply
Block power supply berfungsi mendistribusikan tegangan dari PLN, langsung pada alat.
Selain itu, pada alat syring pump dapat juga menggunakan Battery sebagai cadangan
Supply.
2. Block Microcontrol
Mikrokontroller sebagai pengontrol dan pengendali dari Syringe pump.
Output berupa perintah untuk mengendalikan motor, baik untuk memberhentikan motor
atau pun mempercepat kerja motor.
Selain itu mengolah pendeteksian sensor yang berfungsi sebagai Pengaman dan
selanjutnya menyalakan Buzzer sebagai tanda alarm.



3. Block Sensor
Sebagai pendeteksi cairan yang ada pada syringe. Dapat menggunakan sistem optocopler
Menggunakan optocoupler sebagai sensor. Dengan sebuah fototransistor sebagai penerima
dari LED yang memancarakan cahaya, yang akan mempengaruhi resistansi fototransistor.
4. Block Motor
Sebagai tenaga utama pendorong syringe yang berisi cairan. Berupa motor DC.
Bekerja dengan kecepatan sesuai dengan penyetingan awal yang dilakukan dan dapat
dipercepat dengan menekan push button pada setting alat.
5. Block Alarm dan Display
Alarm sebagai keamanan. Akan berbunyi apabila cairan pada syring akan habis.
Display pada syringe sebagai indicator penyettingan dari kecepatan motor dalam
mendorong cairan pada syringe yang diatur terlebih dahulu.
Terdapat pula lampu indikator.








WIRING DIAGRAM



Cara kerja Wiring :
3.1 Rangkaian Pengontrol Pusat
Merupakan rangkaian pengendali pusat. Memiliki sinyal masukan dan keluaran pada port
nya. Memerlukan tegangan sebesar +5 Volt Pada pin 40 dan pemberian tegangan 0 (Ground)
pada port 20. selain itu juga diperlukan pengaktif oscillator yang telah terdapat pada
microcontroller ini. Yaitu dengan cara menggunakan Kristal 12 MHz yang berfungsi untuk
kecepatan pelaksananaan intruksi persiklusdan Kapasitor 33 pF.


GAMBAR 1.1. RANGKAIAN KONTROL PUSAT







Port pada IC :
No. Nama PIN Nomor PIN Keterangan
1. GND 20 Ground
2. VCC 40 Power supply
3. P0.7 P0.0 32 39 Port Output LCD
4. P1.0 P1.1 1 2 Port Input LCD
5. P1.2 P1.5 3 6 Port penerima Input data
6. P2.0 P2.3 21 24 Port Output Indikator Buzzer dan LED
7. P2.4 P2.7 25 28 Port Output motor DC
8. P3.2 12 Port Recivier input sensor
9. Reset 9 Reset
10. XTAL 1 19 Input oscilator
11. XTAL 2 18 Output oscilator



3.2 Rangkaian Setting Volume Cairan
Dibuat untuk mengatur jumlah cairan yang akan dikeluarkan. Menggunakan system setting
Up and Down. Untuk mempermudah pengguna, lalu CPU akan menampilkan hitungan
jumlah (ml/jam) sesuai dengan keinginan Operator. Rangkaian ini memberi sinyal BCD ke
(port 1.2 1.5).


Pada rangkaian ini terdapat Juga Tombol Purge yang berfungsi untuk menambah kecepatan
motor dan tombol START/STOP untuk memulai dan menghentikan alat. Menggunakan
prinsipkerja aktif LOW.



GAMBAR 1.2.RANGKAIAN SETTING VOLUME CAIRAN

3.3 Rangkaian Indikator LED dan BUZZER
Digunakan untuk menampilkan Operasi tertentu. Yaitu hanya indikaor dalam pemprosesan
sensor, Purge Button dan start. Pada proses lainnya adalah Buzzer. Rangkaian indicator LED
dan alarm Buzzer mendapat sinyal dari Port 2.0 2.3. merupaka aktif HIGH. Menggunaka
transistor NPN. Saat P 2.0 mendapat logika HIGH, arus mengalir dari dari basis ke Transistor
melalui tahanan 10Kohm, sehingga transistor akan menjadi saklar tertutup.


GAMBAR 1.3. RANGKAIAN INDIKATOR BERUPA LED DAN BUZZER
3.4 Rangkaian Sensor
Menggunakan sensor Cahaya berupa Phototransistor. Saat basis mendapat bias dari cahaya
maka akan terjadi saturasi (ON) dan bila cahaya dari lED terhalang, maka akan mengalami
CutOff (OFF). Keluaran dari kolektor Phototransistor akan diinverter oleh IC 7414 yang
selanjutbya sinyal tersebut akan menuju mikrokontrol untuk di proses. Yaitu pada Port 3.2.


GAMBAR 1.4. GAMBAR RANGKAIAN SENSOR


3.5 Rangkaian Motor DC
Merupakan rangkaian yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan yang diperlukan oleh
Motor, yaitu sebesar 12 Volt. Terdapat LM 317 sebagai Regulator, dimana Outpu dapat
diatur sesuai dengan kebutuhan kecepatan yang diperlukan dalam mengeluarkan cairan dalam
ml/jam. Terdapat juga transistor sebagai saklar dan Relay sebagai kontaktor. Pada Port 2.4
2.7, merupakan output dari rangkaian mikrokontroller. Rangkaian ini bekerja bila transistor
pada basis terbias sehingga relay akan bekerja dan kontaktor akan menjadi Normally open
yang sebelumnya Normally Close.



Cepat lambatnya motor tergantung dari [engaturan Variable Resistor. Menggunakan Volt
sebagai acuan utama dalam pengeturan kecepatan motor.

GAMBAR 1.5. RANGKAIAN SETTING KECEPATAN MOTOR DC
CARA KERJA ALAT
Siapkan Syring yang akan Dipasang. Periksa jumlah Volume cairan yang akan
dimasukan kepada pasien. Pasang syring pada alat.
Sambungkan kontak alat dengan supply. Bila menggunakan Battery, periksa Battery
apakah terisi atau tidak.
Aktifkan alat dengan menekan tombol ON pada alat. Setting alat, Pilih mode pemakaian.
Lihat kompatibel Syringe pada indicator yang menunjukan memasukan cairan dalam
satuan milliliter per jam. Pilih kadar kepekatan cairan yang dimasukan pada pasien.
Atur pemasukan cairan pada pasien dengan melakukan pengaturan rata-rata jumlah
volume cairan yang akan dimasukan dalam satuan mili Liter per Jam.
tekan tombol start pada alat.
tekan tombol Purge untuk menambah kecepatan dorong yang berpengaruh pada volume
cairan yang di masukan kedalam tubuh pasien.
tekan tombol Stop untuk berhenti.
bila cairan pada syring telah akan habis, alarm akan berbunyi.
SOP
Standar Pengoperasian Alat
1. Periksa catu daya alat apakah telah sesuai dengan yang diinginkan.
2. Periksa kelayakan alat apakah telah terkalibrasi dan berada pada posisi awal
3. Cek kelengkapan dan aksesoris alat.
4. Pasang syringe pada alat, Tekan tombol main switch kemdian tekan tombol ON
5. Lakukan pengaturan yang diperlukan seperti setting kecepatan aliran.
6. Tunggu hingga alat telah siap bekerja yang ditandai dengan menyalanya lampu indikator.
7. Tekan tombol start untuk memulai pengoprasian alat
8. Setelah alat digunakan, bersihkan alat dengan cairan pembersih yang dimasukan kedalam
alat.
9. Kembalikan alat pada keadaan sebelum digunakan.

PENGEMASAN/PENYIMPANAN :
Kembalikan pengaturan alat pada posisi semula
Matikan alat dengan menekan tombol ON/OFF pada alat
Putuskan hubungan Catu daya antara alat dengan Supply
Bersihkan alat,lepaskan Syringe yang telah digunakan
simpan alat pada tempatnya
Catat beban kerja alat

Penutup
Alat ini merupakan alat yang digunakan pada rumah sakit, dengan
mentitikberatkan pada keakurasian dalam menyalurkan obat atau cairan kedalam
tubuh secara otomatis. Hal ini dilakukan untuk menambah efisiensi kerja, baik penghematan
waktu dan tenaga. Alat ini menggunakan motor sebagai tenaga pendorong syringe yang berisi
cairan atau obat yang akan dimasukan kedalam tubuh pasien. Alat ini menggunakan sistem
elktronik, dengan mikrokontroller sebagai pusat perintah. Dengan system safety
menggunakan Buzzer sebagai alarm. Dan sensor sebagai pendeteksi mengunakan system
optocoupler.
DAFTAR PUSTAKA

Malvino Albert Paul, Ph. D, Prinsip-prisip dasar elektronika, terj. Prof. M. Barmawi, Ph. D
dn Tjia May On, edisi ke tiga, Erlangga, Jakarta, 1996.
Steeman j. P. M., Data sheet book 2, Elex media Komputindo, Jakarta, 1996.
Wasito S,Data Sheet Book 1,Elex media Komputindo Jakarta
http://www.nikon.com
Bishop Owen, Dasar dasar Elektronika, edisi Revisi, Penerbi Andi, Yogyakarta 1997

Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook
" Posting Lama Beranda
1 komentar:
1.
Ferry Amara JR28 April 2014 19.59
bagus tapi sayang gambarnya gak ada,,,bisa minta file'a gak bt refrensi,,,terima kasih
Balas
Tambahkan komentar
Muat yang lain...
Social Profiles

Search

Popular Posts
Archives
Popular Posts
EMG (ELEKTROMYOGRAFI)
EMG (ELEKTROMYOGRAFI) EMG(ELEKTROMYOGRAFI) Pemeriksaan EMG adalah
pemeriksaan untuk mengevaluasi kondisi dari syaraf tepi (motoris maupun se...
SYRINGE PUMP
MAKALAH ELOMEDIK III ALAT SYRINGE PUMP DI SUSUN OLEH : YOGI NANGGALA PUTRA P2.
31. 38. 0. 07. 059 DOSEN : Anshor Usman Ibrahim POLITEKNIK KE...
EEG
EEG adalah pemeriksaan gelombang otak untuk meneliti ketidaknormalan gelombang.
Pemeriksaan ini tidak dianjurkan untuk dilakukan pada kejang...
PRINSIP DASAR COMPUTED TOMOGRAPHY
Pesawat CT Scan PRINSIP DASAR COMPUTED TOMOGRAPHY Computer tomography Scaner
jaga dikenal dengan nama Computerized Axial Tomography ( CAT ),...
PESAWAT AKSELERATOR ELEKTRON LINIER
PESAWAT AKSELERATOR ELEKTRON LINIER Alat pemercepat elektron linier pada dasarnya
merupakan sebuah tabung penghantar, biasanya terbuat ...
PESAWAT LITHOTRIPSI
PESAWAT LITHOTRIPSI PENGENALAN PESAWAT PEMECAH BATU GINJAL
PENDAHULUAN Akhir-akhir ini aplikasi Extracorporeal Lithotripsy pada batu ...
Blog Archive
2012 (6)
o November (6)
SYRINGE PUMP
EEG
EMG (ELEKTROMYOGRAFI)
PESAWAT AKSELERATOR ELEKTRON LINIER
PESAWAT LITHOTRIPSI
PRINSIP DASAR COMPUTED TOMOGRAPHY

Copyright 2014 LABORATORIUM KLINIK SAHATI | Powered by Blogger
Design by NewWpThemes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Themes
Windows Desktop Hosting


Mengapa menggunakan syringe/infus pump?
Untuk menjaga pemberian medikasi intravena sesuai kebutuhan klien.
Untuk memberikan medikasi dengan dosis kecil dan waktu pemberian yang lama.
Bagaimana cara mengoperasikan syringe/infus pump?
Konsep dasar mengoperasikan syringe/infus pump adalah CONCENTRATE (konsentrasi
dalam meq/cc) , DOSIS dan SPEED (kecepatan dalam ml/jam).
a. CONCENTRATE
Hal yang perlu diperhatikan dalam konsentrasi larutan adalah kandungan obat dalam sediaan
(ampul atau vial) yang dapat dilihat DI KEMASAN obat.
- Norepinefrin

- Dopamin

- Dobutamin

Setelah mengetahui kandungan obat dalam 1 AMPUL ,maka langkah selanjutnya adalah
PENGENCERAN dan penentuan KONSENTRASI OBAT dalam syringe. Misal:

b. DOSIS
Dosis obat pada tiap individu dapat berbeda bergantung pada berbagai faktor misalnya segi
penyebab (syok kardio, syok septik dsb).

c. SPEED
Ada beberapa alat yang menggunakan 2 angka di belakang koma atau hanya 1 angka di
belakang koma. Biasanya SPEED dinaikkan berhubungan dengan kenaikan DOSIS tiap
beberapa menit. Adapun rumus untuk penentuan speed adalah:
(DOSIS x kgBB x 60)/Konsentrasi
Contoh Soal:
Diketahui : Pasien berat badan 50kg dengan syok septik membutuhkan terapi Norepinefrin
menggunakan syringe pump mulai pukul 08.00. Dosis dinaikkan 0.01 tiap 15 menit
dilanjutkan dengan pemeriksaan TTV hingga Mean Arterial Pressure (MAP) pasien 70
mmHg
Ditanya : Bagaimana cara perawat mengoperasikan syringe pump sesuai kebutuhan terapi?
Jawab :
a. Konsentrasi
1 SYRINGE = 0 50 cc
Jika mengencerkan 1 AMPUL dengan 40 cc maka: 40 cc atau 40 ml = 4.000meq
1ml = 100 meq
b. Dosis
Dosis awal pukul 08.00 = 0,05 dinaikkan 0.01/15menit
c. Speed

Sekian pembahasan untuk penggunaan pump baik menggunakan syringe maupun infus
dimana yang membedakan hanya dari konsentrasi karena obat diencerkan/dioplos dengan
jumlah cc/ml yang berbeda. Beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama pada pasien
GAWAT DARURAT adalah TTV yang beriringan dengan kenaikan dosis obat. Beberapa
pasien kadang menunjukkan kenaikan tekanan darah yang signifikan ketika diberi obat misal
norepinefrin namun ketika keterlambatan penggantian syringe yang ke-sekian maka tekanan
darah dapat kembali turun karena bergantung pada noreepinefrin.
Selamat berjuang rekan sejawat ^^ !

Anda mungkin juga menyukai