Anda di halaman 1dari 8

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Cara penghitungan dosis KI pada kelinci :
Dosis Manusia (DM) : 0,3 mg/kgBB
BB manusia standar (BBMs) : 0 kg
Dosis kon!ersi (DK) : 0,0 gr
BB kelinci standar (BBKs) : ",# gr
Dosis kelinci standar (DKs) : 0,3 gr
"$ Dosis %onde
Dengan Berat Badan Kelinci (BBK) &" ' "$(#0 gr
Dosis Kelinci (DK)
(mg)
'
DK
(g)
'
' g
' (),* g
' 0,0()* kg
Dosis Kelinci (DK) (cc)
'
DK
(cc)
'
' kg
' 0,** cc
+eaksi ,ang diker-akan :
"$ KI ". (" ml) / amilum ". (" ml)
0asil pengamatan diperoleh tidak ada peru1ahan 2arna (3)
($ KI ". (" ml) / 4a45
(
"0. ((33 tetes) / 0(%5* dilutus ((33 tetes) /
amilum ". " ml (" tetes)
0asil pengamatan diperoleh peru1ahan 2arna ungu (////)
3$ 6rin kontrol (" ml) / 4a45
(
"0. ((33 tetes) / 0
(
%5
*
dilutus ((33 tetes)
/ amilum ". " ml (" tetes)
0asil pengamatan diperoleh tidak ada peru1ahan 2arna, urin tetap
1er2arna kuning keruh (/)$
*$ 6rin sampel (" ml) / 4a45
(
"0. ((33 tetes) / 0
(
%5
*
dilutus ((33 tetes) /
amilum ". " ml (" tetes)
0asil pengamatan diperoleh tidak ada peru1ahan 2arna, urin tetap
1er2arna kuning keruh (/)$
Keterangan:
4egati7 (3) : 8idak ada peru1ahan 2arna
9ositi7 (/) : Kuning keruh
9ositi7 (//) : :ingga
9ositi7 (///) : Merah 1ata
9ositi7 (////) : 6ngu / 9ekat
Tabel Pengamatan
Tanda Waktu Urin
/ # menit /
// "0 menit /
/// "# menit /
Kura Pengamatan
0asil ,ang didapat :
"$ 6rin
9ada # menit pertama 1elum tampak peru1ahan pada urin$ ;arna urin
masih kuning -ernih$
9ada # menit kedua masih 1elum tampak peru1ahan 2arna sehingga 2arna
urin masih kuning -ernih$
9ada # menit ketiga 2arna urin tetap tidak 1eru1ah, ,aitu masih kuning
keruh$
B. Pemba!asan
<armakokinetik atau kinetika o1at adalah nasi1 o1at dalam tu1uh
atau e7ek tu1uh terhadap o1at$ <armakokinetik mencakup * proses ,aitu
a1sor1si, distri1usi, meta1olisme, ekskresi$ &1sor1si merupakan proses
masukn,a o1at dari tempat pem1erian ke dalam darah, dimana sangat
1ergantung pada cara pem1eriann,a$ (%,ari7,dkk (00)$ Dalam praktikum
kali ini menggunakan cara pem1erian o1at dengan cara enteral melalui
metode nasogastrik (%onde lam1ung)$ &1sor1si se1agian 1esar o1at secara
di7usi pasi7, maka se1agian 1arier a1sor1si adalah mem1ran sel epitel
saluran cerna$ %eperti haln,a pada he2an u-i praktikum kali ini ,aitu
kelinci, ,ang se1agian 1esar mem1ran seln,a merupakan lipid 1ila,er
sehingga kecepatan di7usi men-adi le1ih cepat$
9ada proses di7usi, setelah o1at 1erada dalam darah, o1at akan
diikat oleh protein plasma dengan 1er1agai ikatan lemah (ikatan
hidro7o1ik, !an der ;aals, hidrogen dan ionik$)$ (%,ari7,dkk, (00)
9roses selan-utn,a ,aitu meta1olisme o1at ,ang ter-adi di hati,
,ang 1ertu-uan untuk mengu1ah o1at ,ang non3polar (larut lemak)
men-adi polar (larut air) agar dapat diekskresi melalui gin-al atau empedu$
9roses ,ang terakhir ,aitu ekskresi, dimana organ terpentingn,a adalah
gin-al$Kemudian o1at diekskresi dalam 1entuk utuh maupun 1entuk
meta1olitn,a$ 51at ,ang diekskresi dalam 1entuk utuh ataupun 1entuk
akti7 merupakan cara eliminasi o1at melalui gin-al$
9arameter 7armakokinetik ,aitu 1ioa!aili1ilitas, !olume distri1usi,
2aktu paruh, dan 1ersihan (clearance), dalam keadaan 7isiologik maupun
patologik$
Bioa!aili1ilitas adalah ukuran kecepatan a1sor1si o1atdan -umlah
o1at terse1ut ,ang dia1sor1si secara utuh oleh tu1uh, dan masuk ke dalam
sirkulasi sistemik$ 9arameter ini menun-ukkan 7raksi dari dosis o1at ,ang
mencapai peredaran darah sistemik dalam 1entuk akti7$ (%,ari7, dkk,
(00)
=olume distri1usi adalah suatu !olume cairan hipotesis dengan o1at
terse1ar ke dalamn,a$ Meskipun !olume distri1usi tidak mempun,ai dasar
7aali ataupun 7isik, kadang3kadang 1erguna untuk mem1andingkan
distri1usi dari suatu o1at dengan !olume3!olume kompartemen cairan di
dalam tu1uh$ 9arameter ini menun-ukkan !olume pen,e1aran o1at dalam
tu1uh dengan kadar plasma atau serum$ =olume distri1usi 1ukanlah
!olume anatomis ,ang se1enern,a, tetapi han,a !olume semu ,ang
menggam1arkan luasn,a distri1usi o1at dalam tu1uh$ (%,ari7, dkk, (00)
;aktu paruh eliminasi adalah 2aktu ,ang diperlukan untuk
turunn,a kadar o1at dalam plasma atau serum pada 7ase eliminasi men-adi
separuhn,a$Bersihan (Clearance) adalah !olume darah/plasma ,ang
di1ersihkan dari o1at per satuan 2aktu (m>/menit)$ (%,ari7,dkk, (00)
9ada praktikum kali ini 1ertu-uan untuk mengetahui 1agaimana
nasi1 o1at didalam tu1uh atau e7ek tu1uh terhadap o1at$ &dapun prosesn,a
mencakup proses a1sor1si, distri1usi, meta1olisme dan ekskresi$
0e2an perco1aan pada praktikum kali ini adalah dengan
menggunakan he2an kelinci$ 0e2an u-i terse1ut di1erikan larutan KI " .
(" ml)$ :alur pem1erian o1atn,a dilakukan dengan enteral ,aitu cara
pem1erian o1at melalui saluran pencernaa dengan rute nasogastrik
sehingga larutan terse1ut 1isa langsung menu-u lam1ung dengan
menggunakan alat 1antu seperti sonde lam1ung$ 9em1erian larutan KI ".
(" ml) pada kelinci 1ertu-uan untuk mengetahui kecepatan a1sor1si,
distri1usi, meta1olisme dan ekskresi pada he2an u-i$ %erta untuk
mem1andingkann,a dengan reaksi urin kontrol$ Berikut ini adalah hasil
pengamatan praktikum 7armako kinetik ,aitu:
a$ 9erco1aan reaksi "
9ada perco1aan ini, ketika larutan KI ". se1esar " ml dicampurkan
amilum ". se1esar " ml, kemuadian dikocok secara sentri7uge$ 9ada
reaksi terse1ut tidak dihasilkan peru1ahan 2arna pada reaksi terse1ut,
sehingga reaksi ini dipakai se1agai kontrol negati7 (3) se1agai pem1anding
untuk reaksi urin ,ang telah di1erikan perlakuan khusus$ 8idak adan,a
peru1ahan 2arna pada reaksi terse1ut menandakan 1ah2a tidak ter-adin,a
pemecahan ikatan KI dan ter-adi penguapan pada ikatan KI$
1$ 9erco1aan reaksi (
9ada perco1aan ini, ketika larutan KI ". se1esar " ml ditam1ahkan
dengan larutan 4a45
(
"0. se1an,ak 3 tetes, kemudian ditam1ahkan lagi
dengan larutan 0
(
%5
*
dilutus se1an,ak 3 tetes dan larutan amilum ".
se1esar " ml (kurang le1ih " tetes), setelah itu dikocok dengan gerakan
sentri7uge$ 0asil reaksi terse1ut menun-ukan peru1ahan 2arna ,ang sangat
signi7ikan ,aitu 2arna ungu tua/pekat, sehingga reaksi terse1ut digunakan
se1agai kontrol positi7 (////) se1agai pem1anding untuk urin ,ang telah
di1erikan perlakuan khusus$ 9eru1ahan 2arna pada reaksi terse1ut
dikarenakan adan,a larutan 4a45
(
"0. ,ang 7ungsin,a se1agai pemecah
antara ikatan KI men-adi K
/
dan I
3
, sehingga dalam larutan terdapat
kar1ohidrat 1e1as$ %elain itu, adan,a larutan 0
(
%5
*
dilutus ,ang
men,e1a1kan penguapan ikatan KI ter-adi, serta adan,a larutan amilum
". ,ang 7ungsin,a se1agai penanda adan,a kar1ohidrat didalam larutan
sehingga 2arna reaksi terse1ut terlihat ungu tua/pekat$
c$ 9erco1aan reaksi ke 3
9ada perco1aan ini, urin diam1il dari he2an u-i ,ang masih 1elum
ditam1ahkan dengan larutan KI )., sehingga reaksi dengan
mengguanakan urin ini dise1ut se1agai urin kontrol$ +eaksi ,ang
diker-akan ,aitu urin kontrol se1an,ak " ml ditam1ahkan dengan larutan
4a45
(
"0. se1an,ak 3 tetes, lalu ditam1ahkan lagi dengan larutan 0
(
%5
*
dilutus se1an,ak 3 tetes, dan ditam1ahkan dengan larutan amilum ".
se1an,ak " tetes$ 0asil reaksi terse1ut ditemukan adan,a peru1ahan 2arna
urin men-adi kuning keruh$ 0al terse1ut dise1a1kan urin kontrol
mengandung sedikit Iodida dari dalam tu1uh$
d$ 9erco1aan reaksi ke *
9ada perco1aan kali ini, dilakukan dengan menggunakan urin dengan
perlakuan ,ang khusus, ,aitu pengam1ilan urin pada he2an u-i dalam
rentang 2aktu kurang le1ih 3 menit setelah dilakukan pem1erian larutan
KI ). dengan menggunakan sonde lam1ung se1an,ak dosis ,ang telah
ditentukan ,aitu 0,** cc sesuai dengan 1erat 1adan kelinci, sehingga urin
terse1ut digunakan se1agai urin sampel$ Kemudian urin sampel se1an,ak
"ml ditam1ahkan dengan larutan ditam1ahkan dengan larutan 4a45
(
"0.
se1an,ak 3 tetes, lalu ditam1ahkan lagi dengan larutan 0
(
%5
*
dilutus
se1an,ak 3 tetes, dan ditam1ahkan dengan larutan amilum ". se1an,ak "
tetes$ 0asil dari reaksi terse1ut menun-ukan peru1ahan urin sampel
men-adi kuning keruh$ &kan tetapi selama dilakukan pengamatan # menit
sampai "# menit tidak ter-adi peru1ahann 2arna pada reaksi urin sampel$
0al ini dise1a1kan karena urin sampel sedikit mengandung Iodida dari
dalam tu1uh dan se1agian 1esar ikatan KI tidak terlepaskan, serta larutan
KI le1ih 1an,ak mengalami penguapan sehingga ketika 1erikatan dengan
amilum ". se1an,ak " tetes tidak ter-adi peru1ahan 2arna ,ang
menandakan 1ah2a kandungan kar1ohidrat dalam reaksi terse1ut sangat
sedikit$ Kemungkinan lain dapat ter-adi karena pada saat pengam1ilan urin
sampel penekanan pada =6 kurang maksimal serta rentan 2aktu antara
pem1erian larutan KI ). pada he2an u-i dengan pengam1ilan urin kurang
lama, sehingga kandungan larutan KI pada urin sangat sedikit$
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum ,ang telah dilakukan, tiap3tiap reaksi
mem1erikan hasil ,ang 1er1eda$ 9ada reaksi ,ang han,a di1erikan larutan KI ".
dan amilum ". tidak ter-adi peru1ahan 2arna, sedangkan pada larutan KI ". dan
amilum ". ,ang ditam1ahkan dengan 4a50
(
"0. dan 0
(
%5
*
dilutus mengalami
peru1ahan 2arna$ 0al ini dise1a1kan karena adan,a larutan 4a50
(
,ang
1er7ungsi untuk memecah ikatan KI men-adi K
/
dan I
3
, serta adan,a larutan 0
(
%5
*
,ang 1er7ungsi untuk mencegah penguapan dari ikatan KI, sehingga 2arna
1eru1ah men-adi ungu tua atau pekat, dimana reaksi terse1ut digunakan se1agai
kontrol positi7 (////)$
9er1edaan urin kontrol dengan urin sampel ,aitu -ika urin kontrol
direaksikan dengan / 4a45
(
"0. ((33 tetes) / 0
(
%5
*
dilutus ((33 tetes) /
amilum ". " ml (" tetes) tidak ter-adi peru1ahan 2arna ,aitu 2arna urin masih
kuning keurh, sedangkan pada urin sampel ,ang direaksikan dengan 4a45
(
"0.
((33 tetes) / 0
(
%5
*
dilutus ((33 tetes) / amilum ". " ml (" tetes) tetap tidak
ter-adi peru1ahan 2arna $ 0al terse1ut dise1a1kan karena proses 7armakokinetik
di dalam tu1uh ter-adi secara lam1at sedangkan pengam1ilan urin dilakukan
dalam 2aktu ,ang cukup singkat ,aitu 3 menit$ <aktor lainn,a ,aitu karena
pi-atan =6 ,ang dilakukan kurang maksimal dan dosis ,ang di1erikan terlalu
sedikit$