Anda di halaman 1dari 2

Mengapa Daftar Pustaka harus ditulis dengan benar?

Memudahkan pembaca untuk menelusuri dari mana pemahaman yang kita tuliskan itu
berakar. Dengan menuliskan sumber dengan benar, pembaca akan mudah merunutnya.
Menjaga reputasi. Kalau di kaskus ada slogan no pics= hoax. Maka dalam tulisan
akademis kiranya berlaku juga no reference= hoax. Dengan memberikan bahan rujukan
yang valid, penulis menjaga reputasinya bahwa dia tidak sekedar nulis ngalor-ngidul tanpa
dasar.
Menghargai karya orang lain. Memang sekedar copy-paste tanpa rephrasing itu enak,
cepat, tapi tidak halal. Bukan cuman urusan Tuhan loh soal halal tidaknya tulisan ini.
Bahkan Google pun bisa dengan mudah melakukan banning terhadap blog yang tulisannya
terlalu banyak hasil copy-paste mentah-mentahan. Apalagi jika tulisan anda itu bersifat
akademis. Tentu akan lebih santun jika sumbernya dituliskan dengan benar.
Menghindari masalah lisensi/copyright. Saat ini ide, gagasan, dalam apa pun itu
bentuknya, bisa menadatangkan masalah jika digunakan tanpa ijin. Jadi dari pada nanti
sampai dituntut atau gelar anda dicopot gara-gara sumber yang ditulis ngawur, ayo,
belajar menuliskan daftar pustaka dengan benar, tak terkecuali jika sumbernya dari
internet.
Penulisan Daftar Pustaka dari internet yang benar
Unsur unsur yang dicantumkan dalam penulisan daftar pustaka dengan sumber informasi di
internet adalah:
1. Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga
2. Judul tulisan diletakkan diantara tanda kutip
3. Jika karya tulis keseluruhan (jika ada) dengan huruf miring
4. Data publikasi berisi protocol dan alamat, path, tanggal pesan, atau waktu akses
dilakukan.
Aturannya begini:
1. Bila Karya Perorangan:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang/Penyunting. (Tahun). Judul (edisi), [jenis medium]. Tersedia: alamat di
internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Thompson, A. (1998). The Adult and the Curriculum. [Online]. Tersedia: http:/ /
www.ed.uiuc.edu./EPS/PES-Yearbook/998/thompson. Html [30 maret 2000].
2. Bila bagian dari karya kolektif
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang/Penyunting. (Tahun). Dalam Sumber (edisi), [Jenis media]. Penerbit. Tersedia:
alamat di internet. [tanggal akses].
Contoh:
Daniel, R.T. (1995). The History of Western Music. In Britanica Online:
Macropedia [Online]. Tersedia: http: / / www.eb.com: 180/cgibin/
g:DocF=macro/ 5004/45/0.html [28 maret 2000].
3. Bila Artikel dalam Jurnal:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun). Judul. Nama Jurnal [Jenis media], volume (terbitan), halaman.
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Supriadi, D. (1999). Restructuring the Schoolbook Provision system in Indonesia:
Some Recent Initiatives. Dalam Educational Policy Analysis Archives [Online],
vol 7 (7), 12 halaman. Tersedia: http:/ / epaa.asu.edu / epaa/v7n7.html [17
maret 2001].
4. Bila Artikel dalam Majalah;
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Majalah [Jenis media], volume jumlah.
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Goodstein, C. (1991, 5 September). Healers from the Theep. American Health
[CD-ROM], 60-64. Tersedia: 1994 SIRS/SIRS 1992 Life Science/ Article 08A [13
Juni 1995].
5. Bila Artikel di Surat kabar:
Cara Penulisannya ialah:
Pengarang. (Tahun, tanggal, bulan). Judul. Nama Surat kabar [Jenis media], Jumlah
halaman.
Tersedia: alamat di internet. [tanggal diakses].
Contoh:
Cipto, B. (2000, 27 April). Akibat Perombakan Kabinet Berulang. Fondasi
Reformasi Bisa Runtuh. Pikiran Rakyat [Online], halaman 8. Tersedia: http: //
www.[Pikiranrakyat.com. [9 Maret 2000].
6. Bila pesan dari E-mail
Cara Penulisannya ialah:
Pengirim (Alamat e-mail pengirim). (Tahun, tanggal, bulan). Judul Pesan. E-mail kepada
penerima [Alamat e-mail penerima]
Contoh:
Musthafa, Suriansyah (julak@yahoo.co.id). (2000, 25 April). Bab V Laporan
Penelitian. E-mail kepada Dedi Supriadi (Supriadi@indo.net.id)
Tips menulis daftar pustaka dari internet
Ok, itu tadi caranya, tapi sebelumnya, ada beberapa tips supaya penulisan sumber dari
internet yang sudah benar tadi tadi percuma karena beberapa kekeliruan kecil seperti berikut ini:
upayakan mengambil informasi dari jurnal karya ilmiah online dengan TDL .ac.id,
.go.id, dan .edu. ac.id (academi in indonesia), edu (education)
usahakan tidak mengambil sumber dari blog, kecuali memang terpaksa, atau anda merasa
pasti penulisnya memang kompeten.
hindari rujukan pada wikipedia, bukannya tidak bagus, tapi karena sifatnya yang sangat
open itu, keabsahannya sering dipertanyakan. Coba lihat bagian link sumber yang
biasanya berada di bagian bawah halaman di wikipedia untuk setiap artikelnya.
Jika artikel tersebut dibuat tanpa nama maka, authornya dibuat anonim. Hati-hati
dengan situs yang diterbitkan pada sebuah blog. Biasanya pada blog akan tertulis tanggal
tulisan tersebut diposting dan siapa yang memposting tulisan tersebut, namun yang
tertulis bukan author dengan nama resmi tetapi hanya username pada akun blognya. Jika
hal ini ditemukan, maka authornya dibuat anonim.
Contoh penulisan daftar pustaka dari internet
Contohnya sebagai berikut:
1. Mariana, D & Paskarina, C. 2005., Peningkatan alokasi APBD Membiayai Sektor
Pendidikan. http://www.pikiran-rakyat.com. Diakses pada tanggal 10 Nopember 2010.
2. Millah, S., Meringankan Beban Pendidikan Rakyat Miskin, Mereka Tak Cuma Butuh Bantuan
SPP. www.Google.co.id. Diakses pada tanggal 10 Nopember 2010.
3. Suharsaputra, U., 2007., Quality of Education. http://nalarekonomi.blogspot.com. Diakses
pada tanggal 10 Nopember 2010.
4. Hasibuan, Rusli. Menanam Jengkol di Bukit Kapur.
http://www.duniatani.or.id/riset/rusli/palawija_jengkol.html (diakses tanggal 12 Juni
2003)
5. Johnson-Eilola, Jordan. Little Machine: rearticulating Hypertext Users. FTP
deadalis.com/pug cccc95/Johnson-eilola (diakses tanggal 10 Februari 1996)
6. Rahman, Afif. Proposal Buku Sekolah Murah Meriah. afif-r23@dodols.com (diakses
tanggal 22 September 2009)
- See more at: http://dee-belajar.blogspot.com/2013/05/membuat-daftar-pustaka-dari-
internet.html#comment-form