Anda di halaman 1dari 17

1

Cara Melakukan SEFT For Healing



Di bawah ini saya sertakan Prosedure SEFT secara tertulis, hal ini penting, karena akan
meningkatkan pemahaman anda mengenai SEFT. Namun mungkin di awal penjelasan SEFT
ini akan terasa sedikit membingungkan, hal tersebut wajar, teruskan saja membaca.
InsyaAllah anda akan paham tentang apa yang telah dijelaskan
Terdapat 2 versi dalam teknik SEFT yaitu : versi singkat (9 titik) dan versi lengkap (18 titik).
Versi singkat dapat digunakan pada kasus kasus ringan sedangkan versi lengkap dapat
digunakan pada kasus berat atau kronis.
Prosedure SEFT
1. Jauhkan benda toxin (jam, sabuk, hp, laptop, cincin, pakaian yang wangi atau benda
yang berada di tubuh kita atau didepan kita dijauhkan)
2. Anjurkan untuk meminum air putih terlebih dahulu (untuk mencegah energi yang
keluar saat tapping)
3. Posisi SEFTer dengan pasien tidak boleh berhadapan karena adanya hantaran energy
yang keluar dari tubuh, dianjurkan untuk posisi menyamping antara SEFTer dengan
pasien.
4. Tentukan masalah yang akan diterapi. Masalah ini harus jelas dan spesifik, bisa
dibayangkan atau dirasakan langsung.
5. Ukur Skala awal dari masalah dengan kisaran angka 0 sampai 10
Identifikasi rasa sakitnya, bukan nama sakitnya. Contoh : (sakit kepala bagian
samping, nyeri pundak atas kanan, nyeri punggung bawah, pegal-pegal pada
punggung, nyeri pergelangan tangan kanan)
Angka 0 Berarti tidak ada gangguan (tidak terasa sakit sama sekali)
Angka 10 berarti gangguan sangat kuat atau masalahnya sangat berat

2

6. Melakukan Set Up
Ucapkan kalimat Set Up sesuai dengan masalah yang sedang anda hadapi (lihat
contoh) dengan penuh perasaan sebanyak tiga kali, sambil menekan dada di bagian
sore spot, yaitu di daerah di sekitar dada atas yang jika ditekan terasa agak sakit.
Contoh kalimat set up:
Ya Allah.. Meskipun saya dihantui rasa bersalah, saya ikhlas, saya pasrah
padaMu sepenuhnya.
Ya Allah.. Meskipun saya sakit hati karena telah dilecehkan, saya ikhlas, saya
pasrah padaMu sepenuhnya.
Yaa Allah.. Meskipun saya marah dan kecewa karena diabaikan, saya ikhlas,
saya pasrah padaMu sepenuhnya.
Ya Allah.. Meskipun saya menderita insomnia, saya ikhlas, saya pasrah
padaMu sepenuhnya
Ya Allah.. Meskipun saya tidak berani berenang, saya ikhlas, saya pasrah
pada-Mu sepenuhnya.
Ya Allah.. Meskipun saya terluka amat dalam karena suami/ istri saya
berselingkuh, saya ikhlas, saya pasrah padaMu sepenuhnya.
NB : Bila anda bergama lain anda bisa mengganti Ya Allah dengan Ya
Tuhan..
7. Lakukan Tune In
Pikirkan dan bayangkan peristiwa spesifik yang membangkitkan emosi negatif yang
ingin dihilangkan sambil mengulang-ulang kata pengingat yang mewakili emosi
negatif yang kita rasakan. Kata pengingat terbaik, biasanya diambil dari kalimat yang
kita pilih dalam set up, misalnya :
Rasa Bersalah ini
Perasaan marah ini
3

Kecanduan Rokok
Rasa Takut Berenang
Rasa Terluka
Cara Lain melakukan Tune In ialah sambil membayangkan peristiwanya atau
merasakan sakitnya, lalu kita mengganti kata pengingatnya dengan doa khusyuk:
saya ikhlas saya pasrah padamu Yaa Allah/ Ya Tuhan..
8. Lakukan Tapping
Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di
tubuh kita sebanyak kurang lebih 7 kali ketukan, sambil terus melakukan Tune In
(mengucapkan Doa Khusyuk Saya Ikhlas, Saya Pasrah PadaMu Ya Allah (didalam
pikiran membayangkan peristiwa yang membangkitkan emosi negatif))
Catatan :
Pastikan anda cukup minum sebelum maupun sesudah mempraktikan
teknik ini.
Setelah selesai, akhiri dengan napas panjang dan hembuskan (saat
menghembuskan napas ucapkan kata Alhamdulillah.. (Islam)..Terimakasih
Tuhan..(Agama Lain)..).
Rasakan kembali keluhan anda dan bandingkan dengan awal keluhan. Bila
skalanya telah berubah menjadi 0 berarti terapi selesai. Tapi bila keluhan
berkurang tapi belum mencapai angka 0 berarti anda harus mengulang kembali
prosedur di atas.
Jika anda mengulang kembali prosedur di atas, kita bisa memodifikasi kata
yang kita ucapkan dalam set up menjadi:
Ya Allah.. Meskipun saya masih (sebutkan masalahnya) saya tetap ikhlas
dan pasrah padamu sepenuhnya.
4

Lima Kunci Keberhasilan SEFT
Ada 3 hal yang harus kita perhatikan agar SEFT yang kita lakukan efektif. Tiga hal ini harus
kita lakukan selama proses terapi, mulai dari set-up, tune-in, hingga Tapping. Dari
pengalaman saya (Ahmad Faiz, Penemu SEFT) dengan ratusan klien, penyebab utama
kegagalan terapi adalah mengabaikan salah satu atau ketiga hal ini. Ketiga hal itu
adalah :Yakin, Khusyu, Ikhlas, Pasrah dan Syukur
1. Khusyu
Selama melakukan terapi, khususnya saat set up, kita harus konsentrasi, atau khusyu.
Pusatkan pikiran kita pada saat melakukan Set-up (berdoa) pada Sang Maha
Penyembuh, berdoalah dengan penuh kerendah-hatian. Salah satu penyebab tidak
terkabulnya doa adalah karena kita tidak khusyu, hati dan pikiran kita tidak ikut hadir
saat berdoa, alias berdoa hanya di mulut saja, tidak sepenuh hati. Jadi hilangkan pikiran
lain, konsentrasi pada kata-kata yang kita ucapkan saat melakukan set-up.
2. Ikhlas
Ikhlas artinya ridho atau menerima rasa sakit kita (baik fisik maupun emosi) dengan
sepenuh hati. Ikhlas artinya tidak mengeluh, tidak komplain atas musibah yang sedang
kita terima. Yang membuat kita mungkin sakit adalah karena kita tidak mau menerima
dengan ikhlas rasa sakit atau masalah yang sedang kita hadapi itu. Ikhlas ini pula yang
membuat sakit apapun yang kita alami menjadi sarana menyucikan diri dari doas dan
kesalahan yang pernah kita lakukan.
Wong sakit kok disuruh ikhlas, saya ini pengen sembuh, begitu respons salah satu
peserta training saya. Maka seperti yang saya prediksi, dia sulit sekali sembuh walaupun
mayoritas peserta lain dalam sekejab hilang rasa sakitnya saat melakukan SEFT. Inilah
paradoks penyakit (Pain Paradox), semakin kita berontak, semakin senang ia
menghinggapi kita. Semakin kita ikhlas menerimanya, semakin cepat ia pergi. Jadi,
ikhlaskan hati anda, maka rasa sakit anda akan pergi, kalaupun ia tak kunjung pergi
juga, At Least sakit itu dapat menjadi berkah penebus dosa, penambah pahala.

5

3. Pasrah
Pasrah bukan berarti tidak berusaha, Pasrah adalah sebuah kondisi jiwa bahwa kita
menyerahkan diri kita kepada Allah SWT, tentu saja dibarengi dengan semangat juang
dan usaha pantang menyerah. Pasrah memberikan ketenangan jiwa dan kedamaian
pikiran, karena kita yakin bahwa segala permasalahan kita ada dalam genggaman-Nya.
Dan bagi orang yang pasrah, Allah akan mengambil alih masalahnya. Dia sendiri yang
akan turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan orang tersebut.
Seperti Nabi Ibrahim yang berdoa Cukuplah Allah sebagai penolongku maka jadi
dinginlah api yang hendak membakarnya, atau Nabi Musa yang berdoa Dan aku
serahkan masalahku pada Allah, sesungguhnya Ia Maha Melihat segala urusan hamba-
Nya.
Allah-pun berpesan, Dan jika telah kau bulatkan tekadmu, maka selanjutnya, pasrahkan
kepada Allah SWT, sesungguhnya ia mencintai orang yang berpasrah diri, dan
(Katakan) dengan rahmat dan karunia Allah hendaklah kamu berbahagia, karena
Rahmat dan karunia-Nya lebih baik dari semua yang kamu usahakan.

6

Menangani Masalah Secara Spesifik
Menangani masalah secara spesifik (being spesific) sangat penting dalam SEFT. Walaupun
ini merupakan prosedure awal SEFT tapi ini merupakan tahap yang bisa menentukan sukses
tidaknya terapi yang akan anda lakukan.Maksud dari spesifik itu seperti ini. Bila anda
menemukan seseorang yang memiliki masalah :
saya tidak percaya diri
saya pemalu
saya gampang marah
Masalah-masalah ini terlalu umum sifatnya. Anda harus memperjelas masalah dari pasien.
Berikut merupakan masalah yang sudah menjadi spesifik dan layak anda coba menggunakan
Teknik SEFT.
saya tidak percaya diri karena dulu guru di kelas 3 SD saya pernah mempermalukan saya di
depan kelas
saya pemalu karena dulu waktu SMP ani menolak cinta saya di depan bioskop Buaran
Klender
saya gampang marah karena dulu waktu bekerja di perusahaan XYZ, Pak suharji sering
menghina saya di depan teman-teman kantor
Sudah jelaskah?
Intinya spesifik, anda harus menggali masalah yang memang merupakan akar dari
permasalahan baik fisik maupun emosional seseorang.
Seringkali masalah Fisik yang berat merupakan masalah emosi yang sudah terpendam
tahunan, sehingga sampah emosi tersebut menyebabkan gangguan pada energi tubuh yang
mengakibatkan sakit pada fisik. Untuk menyembuhkannya, kadang anda harus rutin untuk
mentapping pasien ini, karena sampah yang telah tertimbun sudah begitu banyak sehingga
anda harus sedikit bekerja extra untuk menyembuhkan pasien tersebut. Tapi kadangkala ada
momen tertentu dan hanya dalam waktu 1 menit saja penyakit orang tersebut sudah hilang.
Inilah ketika kekuasaan Tuhan sudah ikut campur tangan, maka tidak ada kekuatan lain yang
7

bisa menandingi. Momen ini disebut One Minute Wonder. Sudah banyak dari terapis SEFT
yang pernah mengalami One Minute Wonder ini, bahkan kalau anda cermati dari ceritanya
anda akan kesulitan untuk menerimanya dengan akal.
Sebagai Catatan:
Untuk mengukur ke spesifik kan dari masalah pasien tersebut, coba tapping dengan
masalah tersebut dalam 3 kali putaran SEFT, bila dalam 3 kali putaran intensitas belum
berkurang maka masalah utama belum ditemukan.

8

Contoh Sebuah Kasus
Misalnya masalah yang pasien atau anda rasakan sekarang adalah mudah marah dan tidak
percaya diri, Maka Proses SEFT bisa dilakukan seperti ini :
Pertama kali pastikan (gali) masalah pasien tersebut, semakin spesifik semakin baik. Spesifik
berarti ada keterangan waktu dan juga ada orang ketiga dalam permasalahan tersebut.
Contoh masalah spesifik untuk hal ini :
Saya mudah marah, karena saya dulu waktu smp pernah dikunci di gudang oleh ayah saya.

Bila anda sudah menemukan masalah spesifik seperti ini, langkah kedua adalah ukur
intensitas marahnya.
0 tidak marah sama sekali
10 sangat-sangat marah.
Misal pasien mengatakan 8

Setelah itu tentukan kalimat Set Up. Dalam kasus ini kalimat Set Up yang benar adalah
Ya Allah, walaupun saya sangat marah saat ayah saya mengunci saya di gudang waktu smp,
tapi saya ikhlas Ya Allah.. Saya Pasrah Ya Allah.. Sepenuhnya...
Bila beragama lain anda bisa menggani Ya Allah dengan Ya Tuhan atau yang lainnya..
Kemudian suruh si pasien untuk melakukan Tune In, yaitu membayangkan peristiwa tersebut
seakan-akan aktornya adalah si pasien dengan ayahnya. Dan sambil membayangkan peristiwa
tersebut suruh si pasien untuk mengucapkan, Ya Allah, saya ikhlas, Ya Allah saya pasrah..
Lakukan Tapping dengan si pasien tetap melakukan Tune In (Pasien membayangkan
peristiwa saat dia dikunci di gudang oleh ayahnya sambil berkata Ya Allah, saya ikhlas, Ya
Allah saya pasrah.. )
9

Setelah Anda melakukan Tapping suruh si pasien menghirup napas panjang dan hembuskan.
Bayangkan ketika menghirup napas panjang seakan-akan menarik rasa marah dari dalam
dirinya, kemudian saat menghembuskan napas seperti mengeluarkan rasa marah keluar dari
tubuh pasien.
Saat menghembuskan napas ini pasien disuruh untuk mengucapkan kata
Alhamdulillah..(Islam).. Terimakasih Tuhan.. (Agama Lain)..
Prosedur di atas merupakan satu kali putaran SEFT. Langkah selanjutnya adalah ukur
intensitas marah si pasien (biasanya akan sudah jauh berkurang, misal dari 8 menjadi 3 atau
2)
Bila masih ada, Lakukan Prosedur di atas dengan mengganti kalimat Set Up menjadi seperti
ini..
Ya Allah, walaupun saya masih marah ketika ayah saya mengunci saya di gudang, saya
tetap ikhlas, saya tetap pasrah pada-Mu Ya Allah.. (Islam) atau Ya Tuhan, walaupun saya
masih marah ketika ayah saya mengunci saya di gudang, saya tetap ikhlas, saya tetap pasrah
pada-Mu Ya Tuhan.. (Agama lain)
Bila Intensitas kemarahannya sudah 0 (tidak marah lagi), anda harus menggali masalah-
masalah lain yang menyebabkan dia mudah marah. Karena biasanya tidak hanya satu buah
alasan saja untuk seseorang menjadi pemarah, masih ada faktor-faktor lain. Namun prosedur
tetap sama. Lakukan seperti contoh di atas dengan mengganti kalimat set-up.











10


Surrogate SEFT


1. Set-ip pertama dengan niat kita mewakili orang yang hendak kita jarak jauh. Kalimat
set-up : Ya Allah, saya mewakili si Fulan yang sedang sakit............
2. Set-up kedua, konsentrasikan pikiran kita ke orang yang hendaak kita terapi, cobalah
berempati dengan rasa sakit yang dialami orang tersebut, lalu gunakan kalimat set-up
berikut. Ya Allah.... Meskipun saya (si Fulan) sakit.... saya Iklas.... saya pasrah pada-
Mu
3. Tune-In dengan cara mengkonsentrasikan pikiran kita ke orang lain terapi dari jarak
jauh, berusaha berempati dengan keadaanya, sambil hati dan mulut kita berdoa, Ya
Allah..... saya (si Fulan) iklas.... saya pasrah.....
4. Tapping seperti biasa
5. Akhiri dengan menggosok sore spot lagi sambil berdoa.,Ya Allah sekarang saya
sudah tidak mewakili si Fulan lagi, saya menjadi diri saya sendiri sekarang. Semoga
kau karunia si fulan kesembuhan dan kesehatannya.

Catatatn :
Ada baiknya setelah selesai Surrogate SEFT anda hubungi orang yang anda terapi jarak jauh
tersebut, apakah keadaanya membaik.











11


Enhancing Your Surrogate Technique
Date posted: 25-02-2012
One Case Of Surrogacy
Satu kisah tentang Surrogate SEFT... berikut adalah kisah nyata dari seorang alumni
pelatihan SEFT Total Solution yang biasa disebut dengan SEFTer. Ia mengisahkan
pengalamannya, men-surrogate adiknya yang punya sakit jantung bawaan...
Aku menghentikan mobil tepat di depan rumah orang tua kami. Sebelum kakiku menginjak
tanah, ponselku berbunyi. Dari seberang, terdengar suara Rani. Amat berat. Dia
membatalkan rencana pernikahan kami Setelah itu yang tersisa hanya diam. Sepertinya
tidak ada lagi air mata. Yang ada hanya cekatan-cekatan yang meluruhkan sendi hati. Aku
terbang ke sana, ya?, sambung suara di seberang.
Kemarilah, pesanlah tiket dan aku tunggu di bandara. Kuatlah. Sampailah sini. Biar
kutemani kau. Hanya itu yang bisa kukatakan. Selebihnya aku hanya nanar. Bagaimana bisa,
Abdul membatalkan pernikahan dengan Rani yang tinggal dua hari lagi. Apa yang salah.
Salahkah penilaian kami terhadap Abdul. Atau benarkah keraguanku selama ini.
Buliran bening mengalir juga di pipiku. Aku merasa... tiba-tiba kakiku menjadi pendek.
Karena aku tak tahu harus bagaimana menolongnya dari kejauhan. Membantunya tetap
berdiri. Memastikan bahwa dia tidak menginginkan kematian karena putus asa. Rasa tak
berdaya ini akhirnya memecahkan tangisku. Tersedu. Tangis itu baru berhenti setelah tangan
suamiku menggengam erat Jangan larut, tahan, tahan.
Aku menunggu di ruang makan, dengan perasaan tak menentu, karena baru saja Rani
mengabarkan, hanya ada pesawat pukul 10 malam. Itupun delay karena ada trouble engine.
Kegelisahanku terjawab. Tepat pukul 4 sore Aku gak kuat, dadaku sesak begitu bunyi
pesan tak bersuara itu. Aku memandang mata suamiku mengabarkan ketakberdayaan. Aku
takut, jantung Rani yang lemah sejak kecil tidak mampu menahan beban ini. Dia paham. Dan
12

ponselkupun jatuh ke tangannya. Di luar dugaan, dia berlari. Sayup-sayup kudengar orang
muntah berkali-kali lalu senyap.
Hening
Beberapa saat, aku mulai curiga, suamiku tak muncul lagi dan kuputuskan melihatnya.
Suamiku bersandar di wastafel dengan badan bergetar. Ia hanya diam. Setelah kutembus
matanya, aku baru tahu apa yang harus kulakukan. Dengan perasaan tak menentu, aku
tapping badannya. Tanpa Set Up. Satu putaran, dia lalu berdiri, berjalan ke arah dapur.
Mengambil air segelas penuh dan meminumnya. Kau tak apa? Dia tersenyum sambil
berkata Untung kau datang. Ganti aku yang terduduk dengan keringat bercucuran. Meski
hanya tiga menit, aku merasa sangat lelah. Seperti berjalan jauh tanpa air...
Ponselku bergetar perlahan Alhamdulillah, Kak Aku udah bisa berdiri. Makasih. Tadi
rasanya langit mau runtuh. Gelap. Aku hanya mampu memeluk ponselku Aku tertegun
membaca kalimat itu. Benarkah? Lalu, sebegitu mampukah apa yang kulakukan untuk
membuat Rani bertahan ketika ada di ujung bumi?
Aku masih terdiam, kala suamiku menggambilkan segelas air untuk kuminum Dia
bercerrita, begitu memegang ponselku, dia merasa jiwa Rani masuk dalam tubuhnya. Berat.
Tiba-tiba dia merasa dadanya sangat sesak. Lalu ia muntah hingga badannya bergetar. Ketika
berusaha mengangkat tangan, lengannya terasa lunglai. Aku menatapnya penuh. Kau tak
apa? Dia hanya tersenyum.
Mataku memandang nyalang ke arah pintu kedatangan domestik. Aku melirik arlojiku. Jam
11. Mana Rani? Aku dah sampai bandara seuntai kalimat menyerbu ponselku. Bergegas
aku memacu langkah. Aku menemukannya dalam sorot mata kuyu. Ia berlari sebelum
tumpah di pelukanku. Antara kelu, lega dan luruh bercampur. Setidaknya aku bisa
memastikan dia bisa sampai kota ini tanpa halangan berarti meski dengan hati carut marut.
Kak, untung kau surrogate aku. Aku tidak tahu apa jadinya jika kau tak menolongku dari
sini. Karena semuanya terasa gelap. Sangat gelap dan berat. Langit terasa pendek hendak
menghimpitku. Lama aku terdiam, membiarkan tanganku mendekapnya. Tiba-tiba ada yang
mengalir sejuk di hatiku. Mungkin karena aku merasa tetap bisa menjaganya meski jarak
memisahkan kami dan tidak berpikir apa yang telah kulakukan. Terima kasih Tuhan...
13



The How of Surrogating
Anda mungkin bertanya, bagaimana caranya? Berikut kita coba bedah bersama-sama.

Dalam contoh kasus di atas, niat menghubungkan energi tidak ada karena suami ibu X, begitu
menyentuh ponsel yang berisi SMS dari Rani, energinya langsung terhubung. Namun kondisi
ini sangat relatif. Satu diantara seribu. Pada umumnya, dalam kondisi biasa, Anda perlu
menghubungkan energi sebagai langkah pertama untuk melakukan surrogate.
Yang bisa Anda lakukan adalah: menekan sorespot Anda atau mengetuk ringan titik karate
cop Anda seraya berniat; Ya Tuhan, saat ini saya X (nama Anda) berniat untuk mewakili Y
(nama orang yang akan Anda surrogate)... Ulang kalimat ini sebanyak tiga kali.

Dalam contoh di atas, Ibu X tidak secara spesifik menyebutkan kalimat SET UP-nya... Saya
coba merekanya sebagai berikut; Ya Tuhan, walaupun saat ini dada saya terasa sangat sesak
seakan langit runtuh menghimpit saya, saya ikhlas menerimanya... dan saya pasrahkan
kepadamu kesembuhan saya...

Pada kisah di atas, suami Bu X secara otomatis sudah mengalami tune in ketika ia merasa
seakan dadanya sesak dan pandangan matanya gelap hingga akhirnya muntah. Namun sekali
lagi, ini kasus yang sangat jarang terjadi. Pada kondisi normal, Anda mungkin perlu berupaya
keras untuk berempati terhadap masalah yang dihadapi oleh klien Anda.

Pada kisah di atas, suami Bu X tidak mampu melakukan tapping untuk dirinya sendiri karena
terlanjur lemas. Oleh sebab itu, Bu X lah yang men-tapping tubuh sang suami yang sedang
14

terhubung dengan Rani. Pada kondisi biasa, Anda langsung saja mengetuk 9 atau 18 titik
SEFT, sembari terus berkonsentrasi masalah yang dialami oleh klien Anda.


Yang bisa Anda lakukan adalah: menekan sorespot Anda atau mengetuk ringan titik karate
cop Anda seraya berniat; Ya Tuhan, saat ini saya X (nama Anda) saat ini berniat untuk tidak
lagi mewakili Y (nama orang yang akan Anda surrogate)... Semoga Y diberikan kemudahan
untuk menyelesaikan masalahnya... Ulang kalimat ini sebanyak tiga kali.

Enhance Your Surrogate SEFT Success Rate
Lalu bagaimana jika Anda tidak berhasil melakukan surrogate? Berikut ini adalah cara untuk
meningkatkan efektifitas teknik Anda.

Jika Anda sering mencoba melakukan SEFT one on one, maka Anda akan mendapat
kekayaan pengalaman untuk memahami masalah orang lebih dalam. Misal, jika Anda ingin
melakukan surrogate SEFT pada bos yang tempramental, maka Anda setidaknya harus
pernah mencoba mengatasi masalah orang yang tempramental secara langsung. Anda akan
tahu latar belakang masalah, reaksi saat dia di-SEFT dan sebagainya. Semakin sering maka
semakin baik.

Prinsip utama yang membedakan antara SEFT dengan energi terapi yang lain adalah prinsip
spiritualitasnya. Doa. Jadi jika Anda ingin meningkatkan efektifitas surrogate Anda, maka
yang harus dilakukan adalah memperbaiki cara Anda berdoa. Saya mengutip penelitian yang
dilakukan oleh seorang peneliti spiritualitas untuk menjelaskan hal ini. Tiga prinsip doa yang
efektif menurut Larry Dossey, M.D.;
the depth of the prayer
15

Hal ini merujuk pada kedalaman atau seberapa fokus dari orang yang mendoakan. Dalam
kasus ini, melakukan surrogate. Semakin Anda dapat memfokuskan diri pada orang yang
Anda surrogate maka akan semakin tinggi tingkat keberhasilan Anda.

the sincerity of the prayer
Tulus. Semakin Anda berniat untuk membantu orang yang Anda surrogate tanpa tendensi
apapun, maka teknik ini akan semakin efektif.
the love of the prayer
Semakin Anda dapat meniatkan untuk mengirimkan vibarisi cinta pada orang yang Anda
surrogate, maka semakin mudah pula masalah orang tersebut akan terselesaikan. Ingat,
gelombang cinta memiliki frekuensi yang paling tinggi dan paling dahsyat!!!














16





Catatan

Khusus untuk titik terakhir, Gamut Point, sambil men-Tapping titik tersebut kita
melakukan The 9 Gamut Procedure. Ini adalah 9 gerakan untuk merangsang
otak. Tiap gerakan (yang mungkin kelihatan aneh dimaksudkan untuk
merangsang bagian otak tertentu. Sembilan gerakan itu dilakukan sambil
tapping pada salah satu titik energi tubuh yang dinamakan Gamut Sport, titik
Gamut terletak di antara ruas tulang jari kelingking dan jari manis.
Sembilan gerakan itu adalah:
1. Menutup Mata
2. Membuka Mata
3. Mata digerakkan dengan kuat ke kanan bawah
4. Mata digerakkan dengan kuat ke kiri bawah
5. Memutar bola mata searah jarum jam
6. Memutar bola mata berlawanan arah jarum jam
7. Bergumam dengan berirama selama 3 detik.
8. Menghitung 1, 2, 3, 4, 5
9. Bergumam lagi selama 3 detik
Ini adalah langkah yang terlihat paling lucu, tetapi dalam beberapa kasus yang
tidak dapat dituntaskan dengan versi inti, langkah ini terbukti efektif, dalam
teknik psikoterapi kontemporer, ini disebut teknik EMDR (Eye Movement
Desenstization repatterning.
17