Anda di halaman 1dari 15

TOKOH-TOKOH

PROBABILITAS
Dwiky Erlangga
SIMON DENIS POISSON

(21 Juni 1781 25 April 1840)
Simeon Denis Poisson, itulah nama lengkap beliau. lahir pada
Kamis 21 Juni 1781 di Pithiviers, Loiret, berkebangsaan Perancis
dan merupakan putera dari seorang tentara yang bernama
Simeon Poission. Poisson meninggal pada 25 April 1840 di Sceaux,
Hauts-de-Seine.

Pada 1798, ia masuk cole Polytechnique di Paris. Segera setelah
menyelesaikan studinya di cole Polytechnique, ia diangkat
rptiteur (asisten mengajar) di sana.Beliau menjabat wakil
profesor (supplant Professeur) pada tahun 1802. Pada tahun
1808 ia menjadi astronom di Biro des Bujur , dan ketika Facult
des Sciences telah dilembagakan pada tahun 1809 ia diangkat
sebagai profesor mekanika rasional (Professeur de s Mcanique
rationelle).


Penemuan-penemuan Poisson di bidang Ilmu Pengetahuan
adalah sebagai berikut.
1. Proses Poisson
2. Persamaan poisson
3. Poisson kernel
4. Distribusi Poisson
5. Braket Poisson
6. Regresi Poisson
7. Rumus penjumlahan Poisson
8. Rasio Poisson
9. Distribusi Conway-Maxwell-Poisson
10. Persamaan Euler-Poisson-Darboux
CHRISTIAAN HUYGENS

(14 April 1629 8 Juli 1695)


Huygens lahir pada 14 April 1629 di Hague, Belanda dari
keluarga terpandang. Ayahnya, Constantin Huygens adalah
sarjana fisika dan seorang diplomat. Ia berharap anaknya
menjadi ilmuwan hebat, sehingga meminta Mersenne dan
Descartes, dua ilmuwan terkenal masa itu, untuk memberi kursus
pada Huygens muda.

Huygens belajar geometri, mekanika dan kemampuan dalam
memainkan alat musik di rumah hingga berusia 16 tahun.
Gurunya yang amat berpengaruh adalah Descartes yang
berhasil memompa minatnya dalam bidang matematika.

.

Christiaan Huygens belajar hukum dan matematika di Unversitas
Leiden antara tahun 1645 hingga 1647. Van Schooten
mengajarinya matematika. Lalu, dari tahun 1647 hingga 1649,
Huygens belajar hukum dan matematika. Beruntung, ia belajar
matematika pada John Pell. Lalu, berkorespondensi dengan
Marsene.
Ia juga menaruh minat pada pembuatan lensa dan teleskop.
Tahun 1654, ia menemukan metode baru pembuatan lensa.
Setahun kemudian, ia berhasil mengamati satelit Saturnus yaitu
Titan. Lensa yang dikembangkannya di kemudian hari dipakai
pula untuk mengamati planet, satelit, dan nebula Orion. Pada
tahun itu pula ia pergi ke Paris dan menemui Boulliau yang
menyarankannya belajar tentang probabilitas pada Pascal dan
Fermat.



Ketika kembali ke Belanda, Huygens menghasilkan karyanya
mengenai kalkulus probabilitas, yaitu De Ratiociniis in Ludo
Aleae. Selanjutnya, ia menemukan cincin Saturnus, namun
berbeda dengan teori tentang cincin Saturnus yang diajukan
Roberval dan Boulliau. Galileo beberapa tahun sebelumnya
menganggap cincin Saturnus sebagai bagian dari Saturnus.
JOHN VENN
Lahir: 4 Agustus 1834, Kingston upon Hull, Yorkshire,
Inggris
Meninggal: 4 April 1923 (umur 88) Cambridge,
Inggris
Kebangsaan: Inggris
Bidang: Matematika, Logika, Filsafat
Institusi: University of Cambridge
Almamater: University of Cambridge
Penghargaan: Fellow dari Royal Society
John Venn ialah seorang matematikawan, ahli logika dan filsuf
asal Inggris yang menemukan diagram Venn. Dengan
menggunakan diagram Venn ini, relasi antar himpunan menjadi
lebih mudah dipahami. Ia yang memperkenalkan diagram
Venn, yang dapat digunakan dalam berbagai bidang seperti:
teori set, probabilitas, logika, statistik, dan ilmu komputer.
John Venn lahir pada 4 Agustus 1834 di Kingston Upon Hull,
Yorkshire dari pasangan Martha Sykes dan Pdt Henry Venn, yang
merupakan rektor paroki Drypool. Ibunya meninggal saat ia
berusia tiga tahun.
Ia dididik oleh guru privat sampai tahun 1853 di Gonville dan
Caius College, Cambridge. Pada tahun 1857, ia mendapat gelar
dalam matematika dan menjadi seorang fellow. Pada tahun
1862, ia kembali ke Universitas Cambridge sebagai dosen dalam
ilmu moral, belajar dan mengajar logika dan teori probabilitas.
Pada tahun 1868, ia menikah dengan Susanna Carnegie
Edmonstone, dari pernikahannya tersebut ia memiliki seorang
putra, John Archibald Venn.
Pada tahun 1883, ia dipilih sebagai mahasiswa Fellow dari Royal
Society dan pada tahun yang sama dianugerahi Sc.D. oleh
Cambridge.
John Venn meninggal pada tanggal 4 April 1923 (umur 88) di
Cambridge, Inggris.

BLAISE PASCAL
Tanggal lahir: 19 Juni 1623
Tempat lahir: Clermont-Ferrand, Auvergne, Prancis
Meninggal: 19 Agustus 1662 (umur 39) Paris, Prancis
Kebangsaan: Perancis
Era: Filsafat abad ke-17
Wilayah: Filsafat Barat
Keahlian: Teologi, Matematika, Filsafat, Fisika
Gagasan penting: Segitiga Pascal,
Hukum Pascal, Teori Pascal

Blaise Pascal adalah seorang ahli matematika, fisikawan,
penemu, penulis dan filsuf Kristen berkebangsaan Perancis. Ia
lahir di Clermont-Ferrand, Perancis pada 19 Juni 1623 dan
meninggal di Paris, Perancis pada 19 Agustus 1662 pada umur
39 tahun.
Minat utamanya ialah filsafat dan agama, sedangkan hobinya
yang lain adalah matematika dan geometri proyektif. Bersama
dengan Pierre de Fermat menemukan teori tentang
probabilitas. Pada awalnya minat riset dari Pascal lebih banyak
pada bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan, di mana dia
telah berhasil menciptakan mesin penghitung yang dikenal
pertama kali. Mesin itu hanya dapat menghitung (mesin
komputasi sederhana yang merupakan cikal bakal kalkulator).

Blaise Pascal lahir pada tanggal 19 Juni 1623 di Clermont-
Ferrand, Perancis. sejak kecil Blaise dikenal sebagai seorang
anak yang cerdas walaupun ia tidak menempuh pendidikan di
sekolah secara resmi. Di usia 12 tahun, ia sudah bisa
menciptakan sebuah mesin penghitung untuk membantu
pekerjaan ayahnya. Nama ayahnya adalah tienne Pascal.
Ayahnya adalah seorang petugas penarik pajak yang bekerja di
wilayah Auvergne, Perancis. Sejak usia empat tahun Blaise telah
kehilangan ibunya. Karya-karyanya terus bertambah mulai dari
merancang bangunan segienam (hexagram), menemukan
prinsip kerja barometer, sistem kerja arloji, hingga ikut terlibat
dalam pembuatan sistem transportasi bawah tanah kota Paris.


Pada tahun 1642, saat masih remaja ia mulai membuat
percobaan pada mesin hitung. Setelah selama tiga tahun
berusaha dan menghasilkan lima puluh prototipe, ia
menemukan kalkulator mekanik. Kemudian dalam sepuluh
tahun berikutnya Ia membangun 20 mesin ini (disebut
kalkulator Pascal dan kemudian Pascalines). Pascal menulis
sebuah risalah yang signifikan pada subyek geometri proyektif
pada usia 16, dan kemudian berhubungan dengan Pierre de
Fermat pada teori probabilitas, sangat mempengaruhi
perkembangan ekonomi modern dan ilmu sosial. Setelah
Galileo dan Torricelli, pada 1646 ia membantah para
pengikut Aristoteles yang bersikeras bahwa alam membenci
kekosongan. Sebelum diterim, hasil penelitian Pascal
menyebabkan banyak terjadi perselisihan.

Pascal memiliki kesehatan yang buruk, terutama setelah tahun
ke-18, kematiannya terjadi hanya dua bulan setelah ulang
tahunnya yang ke-39.