Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH PARASITOLOGI

ENTOMOLOGI

ORDO HEMIPTERA

disusun oleh :
IQRINA WIDYA ZAHARA

137027002

SUNARLINA SARAGIH

137027009

MAGISTER ILMU KEDOKTERAN TROPIS


UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2014

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Tujuan.. 2

BAB II. PEMBAHASAN. 3


2.1 Definisi Ordo Hemiptera. 3
2.2 Klasifikasi Ordo Hemiptera. 3
2.2.1 Subordo Heteroptera (True Bug).. 4
2.2.2 Subordo Homoptera (Cicadas, wereng, Aphids).. 10
2.3 Ciri Ciri Ordo Hemiptera. 13
2.4 Morfologi Ordo Hemiptera.. 13
2.5 Habitat Ordo Hemiptera.. 13
2.6 Siklus Hidup Ordo Hemiptera. 14
2.7 Beberapa Contoh Spesies Dari Ordo Hemiptera. 14
2.7.1 Walang sangit (Leptocorixa oratorius).

14

2.7.2 Kepik Hijau (Nezara viridula L) 16


2.7.3 Bapak Pucung (Dysdercus cingulatus)

18

BAB III. KESIMPULAN..

20

DAFTAR PUSTAKA

21

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Insekta atau serangga merupakan hewan yang jumlahnya paling dominan di antara
spesies hewan lainnya dalam filum Arthropoda. Oleh karena itu serangga dimasukkan ke dalan
kelompok hewan yang lebih besar dalam filum Arthropoda atau binatang beruas. Untuk
mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai struktur serangga perlu ditinjau secara singkat
kelompok binatang beruas ini.
Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga dikenal sebagai kepik. Hemiptera terdiri
dari 80.000 spesies serangga seperti tonggeret, kutu daun, anggang anggang, walang sangit,
dan lain lain. Mereka semua memiliki ciri ciri khusus seperti mulut berbentuk jarum dan
tidak mengalami metamorphosis sempurna. Hemiptera terdiri dari 4 subordo berbeda, yaitu:
Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha, Heteroptera, dan Sternorrhyncha.
Kajian mengenai peri kehidupan serangga disebut Entomologi. Serangga termasuk ke
dalam kelas insekta (subfilum Uniramia) yang dibagi lagi menjadi 29 ordo, antara lain Diptera
(misalnya lalat), Coleoptera (misalnya kumbang), Hymenoptera (misalnya semut, lebah, dan
tabuhan), dan Lepidoptera (misalnya kupu kupu dan ngengat). Kelompok Apterigota terdiri
dari 4 ordo karena semua serangga dewasanya tidak memiliki sayap, dan 25 ordo lainnya
termasuk ke dalam kelompok Pterigota karena memiliki sayap. Serangga merupakan hewan
beruas dengan tingkat adaptasi yang sangat tinggi. Ukuran serangga relatif kecil dan pertama kali
sukses berkolonisasi di bumi.
Keanekaragaman serangga telah terdapat pada periode Carboniferous (sekitar 300 juta
tahun yang lalu). Pada periode Permian (270 juta tahun yang lalu) beberapa kelompok serangga
telah menyerupai bentuk yang dijumpai sekarang. Sayap pada serangga mungkin pada awalnya
berevolusi sebagai perluasan kutikula yang membantu tubuh serangga itu menyerap panas,
kemudian baru menjadi organ untuk terbang. Pandangan lain menyarankan bahwa sayap
memungkinkan hewan itu meluncur dari vegetasi ke tanah, atau bahkan berfungsi sebagai insang
dalam serangga akuatik. Hipotesis lain menyatakan bahwa sayap serangga berfungsi untuk
berenang sebelum mereka berfungsi untuk terbang.
3

Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah strukur mulutnya yang berbentuk
jarum. Mereka menggunakan struktur mulut ini untuk menusuk jaringan dari makannya dan
kemudian menghisap cairan di dalamya. Hemiptera sendiri adalah omnivora yang berarti mereka
mengkonsumsi hamper segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji bijian, serangga
lain, hingga hewan hewan kecil seperti ikan.
1.2 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar orang orang yang membaca makalah
ini dapat lebih memahami mengenai ordo Hemiptera, baik mengenai ciri ciri ordo Hemiptera,
struktur morfologi dari ordo Hemiptera, serta mengetahui contoh dari ordo Hemiptera.

BAB II
PEMBAHASAN
4

2.1 Definisi Ordo Hemiptera


Nama Hemiptera berasal dari bahasa Yunani, yaitu Hemi yang berarti setengah dan
Pteron yang berarti sayap. Dengan kata lain pengertian Hemiptera adalah hewan/serangga
yang memiliki sayap setengah/bersayap setengah. Nama itu diberikan karena serangga dari ordo
memiliki sayap depan yang bagian pangkalnya keras seperti kulit, namun bagian belakangnya
tipis seperti membrane. Sayap depan ini pada sebagian anggota Hemiptera bisa dilipat di atas
tubuhnya dan menutupi sayap belakangnya yang seluruhnya tipis dan transparan, sementara pada
anggota Hemiptera lainnya sayapnya tidak dapat dilipat sekalipun sedang terbang.
2.2 Klasifikasi Ordo Hemiptera
Kerajaan

: Animalia

Filum

: Arthropoda

Kelas

: Insecta

Ordo

: Hemiptera

Hemiptera terdiri dari 4 subordo yang berbeda yaitu : Auchenorrhyncha, Coleorrhyncha,


Heteroptera, dan Sternorrhyncha. Subordo penyusun Hemiptera sendiri pada awalnya
dipisahkan ke dalam 2 (dua) ordo yang berbeda, yaitu ordo Homoptera dan ordo
Heteroptera/Hemiptera dengan melihat perbedaan pada kedua sayap serangga anggota penyusun
kedua ordo tersebut. Kedua ordo tersebut akhirnya dikombinasikan menjadi satu ordo, yaitu ordo
Hemiptera yang terdiri dari 4 subordo seperti yang dikenal sekarang dengan subordo
Heteroptera memiliki anggota penyusun terbanyak (mencapai 25.000 spesies) dimana
anggotanya umumnya adalah kepik kepik sejati besar seperti walang sangit dan kepik
pembunuh.

2.2.1 Subordo Heteroptera (True Bug)


Istilah kepik sering digunakan untuk menyebut serangga Hemiptera.
Serangga ini memiliki sayap sayap depan pada bagian dasar yang menebal seperti kulit,
dan bagian ujung berselaput tipis.
5

Tipe sayap ini disebut Hemilytron.


Sayap sayap belakang seluruhnya berselaput tipis dan lebih pendek dari pada sayap
sayap depan.
Sayap sayap pada waktu istirahat terletak datar diatas abdomen, dengan ujung yang
berselaput tipis.
Bagian bagian mulut Hemiptera adalah tipe menusuk menghisap dan dalam bentuk
paru yang biasanya beruas dan ramping yang timbul dari bagian depan kepala dan
biasanya menjulur ke bagian belakang kepala sepanjang sisi ventral tubuh kadang
kadang tepat dibelakang dasar dasar tungkai belakang.
Bagian yang beruas dari probosis itu adalah labium, yang bertindak sebagai selubung
bagi empat stilet penusuk.
Maksila bersama sama di dalam probosis membentuk dua saluran yaitu saluran
makanan dan sebuah saluran air liur.
Pada labium terdapat segmentasi yang dapat menentukan taksonomi, mempunyai beak
sebagai sarung pelindung yang mengelilingi labium.
Secara umum, panjang labium berhubungan dengan bionomi, umumnya jika panjang,
labium empat ruas, serangga tersebut bersifat fitofag, sedangkan jika pendek, labium tiga
ruas, bersifat predator.
Antena cukup panjang pada kebanyakan Hemiptera dan terdiri dari empat atau lima ruas.
Mata majemuk hampir selalu berkembang bagus, sedangkan mata tunggal ada atau tidak
ada.
Kebanyakan Hemiptera dewasa mempunyai kelenjar kelenjar bau yang bermuara pada
sisi thoraks, sedangkan kelenjar kelenjar bau nimfa terletak pada permukaan dorsal
abdomen.
Hemiptera biasanya meletakkan telur telur mereka di dalam atau diatas tumbuh
tumbuhan atau di dalam celah celah.
Hemiptera adalah kelompok serangga yang besar dan tersebar sangat luas.
Kebanyakan jenisnya adalah serangga darat, tetapi banyak juga yang akuatik.
Banyak yang memakan cairan tumbuh tumbuhan dan beberapa dari serangga ini adalah
merupakan hama bagi tanaman budidaya.
6

Yang lainnya adalah bersifat predator dan beberapa dari serangga ini bersifat sangat
bermanfaat bagi manusia.
Beberapa famili yang sering dijumpai adalah: Coreidae, Belastomatidae, Reduviidae, dan
lain lain.
2.2.1.1 Famili Corixidae

Habitat dari serangga ini adalah akuatik, tapi merupakan penerbang yang aktif,
seringkali berkumpul disekitar cahaya pada malam hari, didalam kolam kolam
air tawar dan danau.

Kebanyakan memakan ganggang dan organisme organisme akuatik kecil


lainnya.

Tubuhnya bulat telur memanjang, agak gepeng dan biasanya berwarna kelabu
hitam.

Permukaan dorsal tubuh seringkali bergaris melintang.

Tungkai tungkai tengah dan belakang memanjang, dan tungkai tungkai


belakang seperti dayung.

Probosis lebar, labium lebar dan tidak beruas (darth vader bugs).

Sayap sayap depan seragam sifatnya keseluruhan dan tarsi prothoraks rata,
tetapi dikelilingi oleh rambut rambut panjang untuk mengambil sedimen.

Seperti kepik kepik akuatik lainnya, mereka tidak mempunyai insang dan
memperoleh udara di permukaan air.

Pertukaran oksigen pada nimfa biasanya kutikular, dan untuk imago


membutuhkan oksigen dari atmosfer.

Telur telur biasanya menempel pada tumbuh tumbuhan air.

2.2.1.2 Famili Notonectidae (backswimmer)

Serangga ini sangat serupa bentuknya dengan Corixidae, tetapi mempunyai sisi
dorsal yang lebih cembung (keel shaped) dan biasanya berwarna terang, dengan
tungkai tungkai belakang yang panjang mengembang.
7

Mereka dapat berenang dengan cepat dengan menggunakan tungkai tungkai


belakang yang seperti daun.

Kepik ini bersifat pemangsa, memakan serangga serangga lain dan kadang
kadang kecebong dan ikan ikan kecil.

Mereka seringkali menyerang hewan hewan yang lebih besar dari mereka
sendiri dan makan dengan menghisap cairan cairan tubuh dari korban mereka.

Serangga serangga ini akan menggigit orang apabila dipegang/disentuh, dan


pengaruhnya seperti satu sengatan lebah.

Pertukaran oksigen pada nimfa, kutikular, seperti Corixidae, begitu juga dengan
serangga dewasa yang membutuhkan oksigen atmosfer (seperti Corixidae)
dengan cara dibawa pada permukaan ventral abdomen.

Telur telur serangga ini diletakkan didalam jaringan tumbuh tumbuhan atau
diletakkan pada permukaan sebuah tumbuhan.

2.2.1.3 Famili Belostomatidae (serangga air raksasa, electric light bugs, toe bitters)

Famili ini terdiri dari kepik kepik yang besar, beberapa darinya dapat mencapai
hampir 4 inchi.

Mereka terdapat di kolam kolam dan danau danau (akutik), ditempat itu
mereka memakan serangga serangga lain, siput siput, kecebong, dan bahkan
ikan ikan yang kecil.

Kepik kepik air raksasa dapat menyebabkan satu gigitan yang menyakitkan bila
dipegang sembarangan.

Kepik kepik ini bulat telur memanjang dan agak gepeng dengan tungkai
tungkai depan sebagai perenggut (tungkai prothoraks raptorial).

Pertukaran oksigen pada nimfa biasanya kutikular (seperti Corixidae dan


Notonoctidae).

Serangga dewasa menyimpan oksigen pada caudal respiratory siphon.

Pada beberapa spesies telurnya diletakkan diatas punggung yang jantan, yang
membawa telur telur mereka sampai menetas, untuk menjaga dari predator dan
aerasi.
8

2.2.1.4 Famili Gerridae

Kepik ini adalah serangga yang bertungkai panjang yang hidup diatas permukaan
air, lari atau meluncur dari atas permukaan.

Serangga ini bersifat omnivora dan memakan serangga serangga yang jatuh
diatas permukaan air (predator).

Tungkai depan pendek dan digunakan untuk menangkap makanan, tungkai tengah
dan belakang panjang dan digunakan untuk berjalan.

Tarsi kepik pejalan air dilapisi oleh rambut rambut yang halus dan sulit basah.

Struktur tarsus memungkinkan kepik meluncur di sekitar permukaan air.

Polimorfisme sayap umum terjadi ada yang tidak bersayap, brakhiptera (sayap
pendek, bentuk tidak lengkap), atau makroptera (alate, sayap penuh).

Serangga bergerak dari satu tempat akuatik ke tempat akuatik lainnya pada waktu
tahapan bersayap, makroptera, disebut juga bentuk dispersif.

Telur telur diletakkan diatas permukaan air pada benda benda yang
mengapung.

2.2.1.5 Famili Miridae (plant bugs)

Famili ini merupakan famili terbesar pada ordo Hemiptera, sebagian besar pada
tanaman, seringkali sangat umum pada saat penyapuan, contoh sweep samples,
beberapa tertarik pada cahaya.

Kebanyakan jenis adalah pemakan tumbuhan (fitofag), dengan inang tidak


spesifik, tetapi beberapa bersifat pemangsa serangga serangga lainnya.

Banyak spesies hama penting, seperti tarnished plant bug, 4-lined plant bug,
lygus bug, pada berbagai varietas tanaman.

Predator pada telur dan hemolimfe pada serangga lain.

Telur predator digunakan dalam pengendalian hayati atau biologi (sugarcane


leafhopper di Hawaii).

Miridae bertubuh lunak, kebanyakan panjangnya 4 10 mm, yang mungkin


warnanya bervariasi.
9

Beberapa jenis bertanda terang dengan merah, oranye, hijau, atau putih.

Anggota anggota dari kelompok ini dapat dikenali dengan adanya satu kuneus
dan hanya satu atau dua sel yang tertutup pada dasar selaput tipis.

Antenna dan probosis 4 ruas dan tidak mempunyai mata tunggal, kecuali pada
Isometopinae.

2.2.1.6 Famili Lygaeidae (Serangga/Hama Benih)

Spesies serangga yang paling menonjol ada pada tanaman, sebagian besar
berukuran kecil, spesies yang tak dikenal di permukaan tanah, beberapa
berasosiasi dengan mamalia.

Kebiasaan makannya sebagian besar merupakan pemakan benih (fitofag,


mempunyai tungkai prothoraks raptorial yang digunakan untuk menggenggam
benih.

Beberapa spesies termasuk kutu busuk yang merupakan hama penting pada biji
padi (grains) dengan makan pada floem.

Dalam family ini ada juga yang bersifat predator (big eyed bugs).

Famili ini bervariasi dalam ukuran, bentuk, dan warnanya, tetapi dapat dikenali
dari antenna yang beruas empat, probosis beruas empat, mata tunggl, dan rangka
rangka sayap empat atau lima pada selaput tipis hemelytra.

Serangga ini berbeda dengan Miridae karena tidak mempunyai kuneus,


mempunyai mata tunggal, dan bertubuh lebih keras.

Panjangnya bervariasi antara 2 18 mm, dan banyak jenis secara luas ditandai
dengan bintik bintik atau pita pita yang berwarna merah, putih, atau hitam.

Beberapa spesies dengan polimorfisme sayap (bentuk tidak bersayap, brakhiptera,


makroptera).

2.2.1.7 Famili Coreidae (Lead Footed Bugs)

Habitat dari Coreidae biasanya pada tanaman, kebanyakan adalah pemakan


tumbuh tumbuhan (fitofag), tetapi ada beberapa yang bersifat pemangsa.

Serangga ini mempunyai kelenjar kelenjar bau yang berkembang baik.


10

Kelenjar kelenjar (scent glands) ini bemuara pada sisi lateral antara koksa
mesothoraks dan tungkai metathoraks.

Coreidae mempunyai nama umum leaf footed, karena banyak spesies terdapat di
daerah tropis, dengan tibia tungkai metathoraks seperti daun.

Spesies jantan dari banyak jenis mempunyai femora belakang yang membesar dan
dilengkapi dengan serentetan duri duri yang tajam.

Kepik yang jantan membuat daerah daerah kekuasaan dan mempertahankannya


dengan gigih dari jantan jantan yang lain.

Nimfanya berkelompok dan apabila diganggu maka secara simultan akan


mengeluarkan satu uap yang beracun.

2.2.1.8 Famili Pentatomidae (Shield-shaped Bugs, Stink Bugs)

Kelompok ini mudah dikenali oleh bentuknya bulat atau bulat telur dan antenanya
berjumlah lima (5) ruas.

Kepik ini merupakan yang paling umum dan paling banyak yang menghasilkan
suatu bau yang tidak enak (scent glands thoraks berkembang dengan baik).

Telur kepik ini biasanya berbentuk seperti gentong yang mempunyai ujung bagian
atas dihiasi dengan duri duri dan biasanya diletakkan dalam kelompok
kelompok, seperti banyak gentong gentong yang berwarna agak cemerlang yang
berjejer sisinya satu sama lainnya.

Serangga ini banyak yang memakan tumbuh tumbuhan, baik tanaman budidaya
maupun rumput rumputan, dan ada pula yang bersifat pemangsa pada larva
Lepidoptera.

Beberapa spesies predator merupakan fitofag fakultatif sementara beberapa yang


lainnya merupakan omnivora.

2.2.2 Subordo Homoptera (Cicadas, Wereng, Aphids)


Struktur hidupnya sangat kompleks, mencakup generasi biseksual dan partenogenetik.
Semua Homoptera adalah pemakan tumbuh tumbuhan, dan diantaranya banyak jenis
merupakan hama yang merusak tanaman budidaya.
11

Beberapa jenis bertindak sebagai vektor penular penyakit tumbuhan.


Beberapa Homoptera berguna sebagai sumber zat pewarna dan lain lain.
Tipe mulut dari serangga ini adalah penghisap dengan empat stilet penusuk.
Probosis timbul dari bagian belakang kepala.
Homoptera yang bersayap memiliki 4 sayap.
Sayap sayap depan memiliki sifat yang seragam seluruhnya, baik yang berselaput tipis
maupun yang agak menebal.
Sayap sayap pada waktu istirahat biasanya terletak seperti atap pada bagian atas tubuh.
Antena sangat pendek dan seperti rambut (setaceous), tetapi ada juga yang panjang dan
berbentuk seperti benang.
Mata majemuk biasanya bekembang bagus.
Serangga Homoptera semuanya fitofag (memakan floem), dan banyak spesies yang
menjadi hama penting.
Tipe kerusakan pada tanaman dapat berupa penghilangan getah tanaman (dapat merusak
klorofil), adanya sekresi ludah beracun, yang dapat memblokir saluran floem/xylem
(seperti hopper burn, potato leaf hopper) atau menghambat pertumbuhan permukaan
ventral daun (tempat serangga tersebut makan) dan daun menjadi keriting atau kerdil.
Serangga ini dapat pula menjadi vektor dari banyak pathogen tanaman (terutama virus).
Kandungan gula yang tinggi mengakibatkan adanya produk ekskretori yang disebut
honeydew (embun madu).
Hal ini mengakibatkan adanya interaksi mutualistik, misalnya dengan semut, semut
mendapatkan makanannya (embun madu yang dihasilkan oleh serangga homoptera), dan
homoptera mendapatkan perlindungan.
Beberapa famili yang seing dijumpai adalah : Aleyrodidae, Cicadelidae, Psyliidae, dan
lain lain.
2.2.2.1 Famili Cicadidae (Cicadas)

Serangga dewasanya bersifat arboreal dan meletakkan telur telurnya pada


ranting ranting tumbuhan atau semak semak.
12

Ranting ranting biasanya akan sangat rusak berat karena perteluran ini yang
menyebabkan bagian ujung ranting mati.

Telur telur tersebut biasanya menetas dalam waktu satu bulan atau lebih
(beberapa jenis hidup dalam musim dingin sebagai telur), dan nimfa jatuh ke
tanah, dan makan akar akar, terutama tumbuh tumbuhan tahunan.

Nimfa bersifat subteranial, dengan tungkai prothoraks fusorial. Nimfa tetap di


dalam tanah sampai mereka siap berganti kulit akhir kalinya.

Instar terakhir menggali jalan keluar dari tanah, nimfa naik ke atas pada beberapa
obyek, biasanya pohon, dan mengencangkan cengkeraman kukunya dalam kulit
kayu, kemudian terjadi penggantian kulit terakhir.

Famili ini mempunyai dua strategi hidup, yaitu dog-day cicadas dan cicadas
periodik.

Dog-day cicadas, mempunyai siklus beberapa tahun dan terdapat generasi


overlap.

Cicadas periodik, dengan masa 13 atau 17 tahun, generasi tidak overlap memiliki
ciri ciri tersendiri, area terlokalisasi (broods = turunannya/anak anaknya),
mempunyai mass emergences (dalam siklus 13 atau 17 tahun) untuk swamp &
starve natural enemies.

Sifat yang dapat terlihat adalah kemampunnya menghasilkan suara yang cukup
keras.

Suara diproduksi oleh serangga jantan, menyerupai strategi pada Orthoptera,


suara dihasilkan oleh vibrasi cepat dari tymbals (dorsoventral, ruas abdomen
pertama jantan), suara teramplifikasi oleh resonance chamber (memperbesar
karung udara trakea pada metathoraks dan sebagian besar abdomen).

Walau yang memproduksi suara jantan tetapi kedua jenis kelamin menerima
suara/bunyi melalui tympana yang berlokasi anterioventral pada abdomen,
seringkali di bawah opercula.

2.2.2.2 Famili Cercopidae (spittle bugs, froghoppers)

13

Nimfa dari serangga ini menghasilkan spittle mass yang disekresikan dari anus
dan kelenjar ventral abdomen, yang merupakan adaptasi terhadap musuh alami
dan membantu mencegah desikasi.

Massa ludah busa kadang kadang sangat banyak di lapangan rumput.

Sesudah pergantian kulit yang terakhir serangga meninggalkan ludah busa dan
bergerak sangat aktif.

Dari kelompok ini secara ekonomi ada yang dapat menyebabkan kekerdilan di
padang rumput, mereka meletakkan telur pada akhir musim panas pada pohon
pohon atau kelopak rumput dan tanaman lainnya, dan telur menetas pada musim
semi berikutnya.

Banyak yang merupakan spesies hama minor (cover froghopper, Saratoga spittle
bugs) dan ada yang menyebabkan hopperburn (seperti potato leafhopper).

Spesies ini sangat aktif, sehingga dapat berperan penting sebagai vektor.

2.2.2.3 Famili Aphidoidea (Aphids, Antcow)

Aphid (kutu daun) mempunyai cornicles, yang seringkali berhubungan dengan


feromon alarm, karena tempat mensekresikannya.

Serangga ini memproduksi sekresi berlilin, lilin yang dihasilkan berasal dari
kelenjar dermal.

Selain itu mensekresi honeydew (embun madu), yang berasal dari anus, melalui
filter chamber, dan tabung malpigi tidak ada atau jarang.

Siklus hidupnya kompleks dengan parthenogenesis siklik.

Bersifat thelitoky, pada early in season dengan jumlah populasi bertambah cepat,
dan bersifat amphitoky, pada later in season, yang diproduksi oleh jantan dan
betina.

Serangga ini mengalami alternasi generasi (polymorfis), yang biasanya


berkoresponden dengan alternasi inang (tanaman), pada saat makanan berlimpah,
14

keturunan yang dihasilkan serangga tidak bersayap, sedangkan pada saat makanan
mulai berkurang, keturunan yang dihasilkan adalah serangga bersayap yang
diperlukan untuk penyebaran dan mencari tempat yang baru dengan sumber
makanan yang cukup.
2.3 Ciri Ciri Ordo Hemiptera
Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah struktur mulutnya yang berbentuk
seperti jarum. Mereka menggunakan struktur mulut ini untuk menusuk jaringan dari makanannya
dan kemudian menghisap cairan didalamnya. Hemiptera sendiri merupakan omnivora yang
berarti mereka mengkonsumsi hampir segala jenis makanan mulai dari cairan tumbuhan, biji
bijian, serangga lain, hingga hewan hewan kecil seperti ikan.
2.4 Morfologi Ordo Hemiptera
Struktur mulutnya berbentuk seperti jarum. Sayap depan yang bagian pangkalnya keras
seperti kulit, namun bagian belakangnya tipis bagaikan membrane. Bagian yang beruas dari
proboscis itu adalah labium, yang bertindak sebagai suatu selubung bagi 4 (empat) stilet penusuk
(dua mandibula dan dua maksila). Maksilae bersama sama cocok didalam proboscis
membentuk dua saluran, yaitu sebuah saluran makanan dan sebuah saluran air liur. Tidak
memiliki palpus, walaupun struktur kecil seperti bergelambir yang jelas pada proboscis dari
beberapa kepik akuatik yang diperkirakan beberapa ahli sebagai palpus.
2.5 Habitat Ordo Hemiptera
Hemiptera tersebar diseluruh dunia, kecuali di daerah daerah yang terlampau dingin
seperti wilayah kutub. Cara hidup mereka yang beragam membuat persebaran mereka begitu
luas. Beberapa anggota Hemiptera seperti walang sangit dan tonggeret hidup pada tanaman dan
menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup di antara tanaman, namun mereka hanya
memburu hewan hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk diketahui
hidup sebagai parasit dan menghisap darah hewan yang lebih besar. Anggota Hemiptera lainnya
juga diketahui hidup di air, misalnya anggang anggang dan kepik air raksasa. Salah satu
anggang anggang dari jenis Halobes bahkan diketahui hidup di air asin.

15

2.6 Siklus Hidup Ordo Hemiptera


Siklus hidup Hemiptera tidak mengalami metamorphosis tidak sempurna. Peranakan
serangga dari ordo Hemiptera yang baru menetas biasanya memiliki penampilan yang sama
dengan induknya, namun ukurannya lebih kecil dan tidak bersayap. Fase anakan ini dikenal
dengan nama nimfa. Nimfa Hemiptera ini kemudian melakukan pergantian kulit berkali kali
hingga akhirnya menjadi dewasa tanpa melalui fase kepompong. Dengan kata lain melalui tahap:
telur nimfa dewasa.
Serangga anggota Hemiptera perlu melakukan perkawinan agar betinanya bisa membuahi
telurnya dan berkembang biak, namun kutu daun atau afid yang juga merupakan anggota
Hemiptera bisa melakukan parthenogenesis (melahirkan tanpa kawin) sehingga mereka tetap
bisa berkembang biak tanpa harus kawin terlebih dahulu.
2.7 Beberapa contoh spesies dari Ordo Hemiptera
2.7.1 Walang sangit (Leptocorixa oratorius)
Siklus hidup walang sangit adalah 35 56 hari. Biasanya serangga ini aktif pada pagi dan
sore hari. Waktu siang hari biasanya bersembunyi di bawah tanaman atau rerumputan. Yang khas
dari walang sangit adalah bila diganggu maka akan mengeluarkan bau yang khas (bau sangit).
Kepadatan populasi walang sangit biasanya akan meningkat pada kondisi tanaman sedang
berbunga, cuaca hangat, dan gerimis, sebaliknya hujan lebat dapat menurunkan jumlah populasi.
Serangga ini biasa menyerang padi fase masak susu dengan mengisap cairan biji padi. Bekas
tusukannya merupakan bercak berwarna gelap. Padi yang terserang walang sangit bobotnya akan
menurun bahkan akan menjadi hampa/kosong.

Kasifikasi:
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Arthropoda

Kelas

: Insecta
16

Ordo

: Hemiptera

Famili

: Alydidae

Genus

: Leptocorixa

Spesies

: Oratorius

Walang sangit (L. acuta) mengalami metamorphosis sederhana yang perkembangannya


dimulai dari stadia telur, nimfa, dan imago. Imago berbentuk seperti kepik, bertubuh ramping,
antenna dan tungkai relatif panjang. Warna tubuh hijau kuning kecoklatan dan panjangnya
berkisar antara 15 30 mm.
Telur berbentuk seperti cakram berwarna merah coklat gelap dan diletakkan secara
berkelompok. Kelompok telur biasanya terdiri dari 10 20 butir. Telur telur tersebut biasanya
diletakkan pada permukaan atas daun di dekat ibu tulang daun. Peletakan telur umumnya
dilakukan pada saat padi berbunga. Telur akan menetas 5 8 hari setelah diletakkan.
Perkembangan dari telur sampai imago adalah 25 hari dan satu generasi mencapai 46 hari.

Gambar 1. Walang sangit (Leptocorixa oratorius)

17

Gambar 2. Telur Walang sangit (Leptocorixa oratorius)


2.7.2 Kepik Hijau (Nezara viridula L)
Kepik hijau, selain menyerang tanaman kedelai, juga menyerang tanaman kacang hijau,
kacang tunggak, padi, orok orok, jagung, dan kapas. Imago (bakal kepik) mulai datang
dipertanaman sejak pembentukan bunga. Serangan hama ini menyebabkan biji dan polong
menjadi kempis, polong gugur, biji menjadi busuk, berwarna hitam, kulit biji keriput dan adanya
bercak bercak coklat pada kulit biji. Periode kritis tanaman terhadap serangan kepik hijau
adalah saat stadia pengisian biji.
Klasifikasi Ilmiah:
Kingdom

: Animalia (Hewan)

Phylum

: Arthropoda

Kelas

: Insecta

Ordo

: Hemiptera

Famili

: Pentatomidae

Genus

: Nezara

Spesies

: Nezara viridula

Panjang 16 mm, telur berada di bawah permukaan daun, dan berkelompok. Setelah 6 hari
telur menetas menjadi nimfa (kepik muda), yang berwarna hitam bintik putih. Pada pagi hari
berada diatas daun, saat matahari bersinar turun ke polong, memakan polong, dan bertelur. Umur
kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.
Hama kepik hijau ini pada stadia imago berwarna hijau polos, kepala berwarna hijau serta
pronotumnya berwarna jingga dan kuning keemasan, kuning kehijauan dengan tiga bintik
berwarna hijau dan kuning polos. Telur diletakkan berkelompok (10 90 butir per kelompok)
pada permukaan bawah daun. Nimfa terdiri dari 5 instar. Instar awal hidup bergerombol di
sekitar bekas telur, kemudian menyebar. Pada kedelai nimfa dan imago terutama mengisap
polong. Tanaman inangnya yaitu tanaman kedelai, kacang hijau, kacang tunggak, orok orok,
kacang gede, jagung, padi, dan kapas.

18

Gambar 3. Kepik Hijau (Nezara viridula)

Gambar 4. Telur Kepik Hijau (Nezara viridula)

2.7.3 Bapak Pucung (Dysdercus cingulatus)


Bapak pucung (Dysdercus cingulatus) atau Red Cotton Bug merupakan hama, baik
serangga muda maupun dewasa, yang menyerang tanaman dari keluarga Malvaceae (kapas,
rosela, dan okra) serta keluarga Bombacaceae (kapuk randu).
Badan bapak pucung berwarna merah dengan panjang 11 - 17 mm dan lebar 4,5 mm. Di
belakang kepala dan perut ada garis putih dan hitam. Pada sayapnya yang barwarna cokelat
terdapat sepasang bercak hitam. Nimfanya berwarna merah cerah dan hidup berkelompok.

19

Klasifikasi Ilmiah:
Kingdom

: Animalia.

Phylum

: Arthropoda.

Kelas

: Insecta.

Ordo

: Hemiptera.

Famili

: Pyrrhocoridae.

Genus

: Dysdercus.

Spesies

: Dysdercus cingulatus.

Telur bapak pucung biasanya diletakan dibawah tanaman inang atau di tempat yang
terlindung pada lubang kecil. Lubang tersebut kemudian ditutup dengan butiran tanah atau
serasah. Jumlah telur sekitar 100 yang dibagi dalam 8 kelompok. Untuk perkembangannya, telur
perlu kelembaban yang tinggi. Jika keadaan kering, telur akan mati. Telur menetas dalam 5 hari
pada suhu 27 derajat Celcius, atau 8 hari pada suhu 23 derajat Celcius.
Nimfa akan mengalami beberapa kali proses pergantian kulit atau ekdisis. Tiap tahapan
diantara pergantian kulit itu disebut instar. Nimfa bapak pucung mengalami 5 kali instar. Warna
nimfa yang telah dewasa penuh adalah merah dengan bercak hitam pada sayapnya. Panjang
nimfa 10-15 mm. Lamanya periode nimfa adalah 21 hari pada suhu 27 derajat celcius, atau 35
hari pada suhu 23 derajat celcius. Masa perkawinan bapak pucung 2 - 6 hari dan mulai bertelur 3
- 8 hari kemudian.
Lalat parasit Tachinid merupakan salah satu musuh alami bapak pucung yang menyerang
nimfa dari instar kelima dan bapak pucung dewasa. Lalat ini meletakan telurnya pada badan
nimfa atau bapak pucung dewasa.
Selain lalat parasit Tachinid, predator dari Reduviidae (genus Phonoctonus) juga
merupakan musuh alami bapak pucung. Bentuk dan rupanya hampir meyerupai bapak pucung,
hanya saja badannya lebih pendek. Predator ini banyak terdapat di Afrika. Selain itu, burung dan
ayam pun suka memangsa bapak pucung.
Kadang saat sedang terjadi proses perkawinan sepasang kumbang bapak pucung ini, bisa
terjadi gangguan dari kumbang bapak pucung jantan lain yang mencoba untuk mengawini
kumbang betina yang sedang kawin. Biasanya setelah mencoba dan tidak berhasil untuk
mengawini kumbang betina yang sedang kawin dengan kumbang jantan lain, kumbang jantan
20

pengganggu itu akan pergi dengan sendirinya tanpa mengakibatkan terjadinya perkelahian antara
sesama kumbang jantan.

Gambar 5. Bapak Pucung (Dysdercus cingulatus)

BAB III
KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :


1. Hemiptera adalah ordo dari serangga yang juga dikenal sebagai kepik.
2. Hemiptera terdiri dari 4 subordo yang berbeda, yaitu : Auchennorrhyncha,
Coleorrhyncha, Heteroptera, Sternorrhyncha.
3. Ciri khas utama serangga anggota Hemiptera adalah struktur mulutnya yang berbentuk
seperti jarum.
4. Beberapa anggota Hemiptera seperti walang sangit, dan tonggeret hidup pada tanaman
dan menghisap sarinya. Kepik pembunuh juga hidup diantara tanaman, namun mereka
21

memburu hewan hewan kecil. Sebagian kecil dari Hemiptera seperti kutu busuk
diketahui hidup sebagai parasit dan menghisap darah hewan yang lebih besar. Anggota
Hemiptera lainnya juga diketahui hidup di air.
5. Siklus hidup Hemiptera tidak mengalami metamorphosis tidak sempurna.
6. Beberapa contoh spesies dari ordo Hemiptera adalah walang sangit (Leptcorisa
oratorius), Kepik hijau (Nezara viridula), dan bapak pucung (Dysdercus cingulatus).

DAFTAR PUSTAKA
1. Djafaruddin, 2000. Dasar Dasar Pengendalian Penyakit Tanaman. Bumi Aksara.
Jakarta. Diakses pada hari Minggu tanggal 05 Oktober 2014 pukul 14.00 WIB.
2. Jumar, 2000. Entomologi Pertanian. Rineka cipta. Jakarta.
3. Kartasapoetra, 2002. Hama Tanaman Pangan dan Perkebunan. Bumi Aksara. Jakarta.
4. Wikipedia. Hemiptera. 2008. http://id.wikipedia.org/wiki/Hemiptera. Diakses pada hari
Minggu 05 Oktober 2014 pukul 14.00 WIB.
5. Wikipedia. Kepik Hijau. 2003. http://id.wikipedi.org/wiki/kepik. Diakses pada hari
Minggu 05 Oktober 2014 pukul 14.00 WIB.

22