Anda di halaman 1dari 9

VISKOSITAS CAIRAN BERBAGAI LARUTAN

Ni Wayan Indah Paramitha


(1308105004)
Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana
2014

ABSTRAK
Viskositas adalah sifat yang dimiliki setiap fluida (gas atau cairan). Setiap zat cair
mempunyai sifat kental dan koefisien kekentalan yang berbeda.. Viskositas cairan dari berbagai
larutan dapat diketahui dengan menggunakan viskometer metode Oswald. Viskositas ditentukan
dengan mengukur viskositas dan fluiditas rata-rata cairan. Pengukuran dilakukan pada waktu cairan
untuk mengalir antara dua tanda yang terdapat dalam viskometer Ostwald. Cairan yang digunakan
dalam percobaan yaitu CCl
4
, etanol, dan aseton serta air suling sebagai cairan pembanding. Waktu
alir cairan yang diuji kemudian dibandingkan dengan waktu alir air suling. Berdasarkan perhitungan
diperoleh data bahwa urutan nilai viskositas tertinggi hingga terendah adalah Etanol > CCl
4
> Air >
Aseton dan urutan nilai fluiditas dari yang tertinggi hingga terendah adalah Aseton > Air > CCl
4
>
Etanol. Aseton mempunyai nilai viskositas paling kecil maka dikatakan bahwa aseton merupakan
larutan yang paling encer tetapi fluiditasnya paling tinggi. Sedangkan etanol yang mempunyai nilai
viskositas tertinggi merupakan larutan yang paling pekat/encer namun fluiditasnya paling rendah.
Semakin kental suatu cairan, semakin besar gaya yang dibutuhkan agar dapat mengalir pada
kecepatan tertentu sehingga waktu yang diperlukan untuk mengalir menjadi semakin besar. Faktor
yang mempengaruhi viskositas antara lain jenis zat, komposisi campuran, tekanan, massa jenis zat,
dan waktu alir zat tersebut
Kata kunci : Viskositas, kekentalan, fluiditas, viskometer Oswald, waktu alir
PENDAHULUAN
Viskositas merupakan tahanan yang dilakukan oleh suatu lapisan fluida terhadap suatu
lapisan lainnya. Sifat viskositas dimiliki oleh setiap fluida, gas, atau cairan. Viskositas suatu cairan
murni adalah indeks hambatan aliran cairan. Aliran cairan dikelompokan menjadi dua yaitu aliran
laminar dan aliran turbulen. Aliran laminar menggambarkan laju aliran kecil melalui sebuah pipa
dengan garis tengah kecil. Sedangkan aliran turbulen menggambarkan laju aliran yang besar dengan
diameter pipa yang besar. viskositas menunjukkan tingkat ketahanan suatu cairan untuk mengalir.
Tingkat kekentalan fluida dinyatakan dengan koefisien viskositas (). Kebalikan dari Koefisien
viskositas disebut fluiditas,

1
, yang merupakan ukuran kemudahan mengalir suatu fluida.
(Dogra, S 1990) Fluida adalah gugusan molekul yang jarak pisahnya besar, dan kecil untuk zat
cair. Jarak antar molukelnya itu besar jika dibandingkan dengan garis tengah molekul itu (Whilem,
1988).
Viskositas suatu zat cairan murni atau larutan merupakan indeks hambatan aliran cairan.
Viskositas dapat diukur dengan mengukur laju aliran cairan, yang melalui tabung berbentuk silinder.
Viskositas ini juga disebut sebagai kekentalan suatu zat. Jumlah volume cairan yang mengalir
melalui pipa per satuan waktu. Cara ini merupakan salah satu cara yang paling mudah dan dapat
digunakan baik untuk cairan maupun gas (Bird : 1993).
Faktor-faktor yang mempengaruhi viskositas, yaitu: suhu, konsentrasi larutan, berat molekul,
gaya tarik antar molekul dan tekanan. Viskositas berbanding terbalik dengan suhu dan berbanding
lurus dengan konsentrasi larutan, berat molekul solute, dan tekanan. Dimana semakin besar
viskositas maka semakin kecil suhu dan semakin besar konsentrasi larutan, berat molekul solute, dan
tekanan (Farrington, 1978).
Fluida, baik zat cair maupun zat gas yang jenisnya berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Viskositas dengan kata lain kekentalan sebenarnya merupakan gaya gesekan antara
molekul-molekul yang menyusun suatu fluida. Jadi molekul-molekul yang membentuk suatu fluida
saling gesek-menggesek ketika fluida tersebut mengalir. Pada zat cair, viskositas disebabkan karena
adanya gaya kohesi (gaya tarik menarik antara molekul sejenis). Sedangkan dalam zat gas, viskositas
disebabkan oleh tumbukan antara molekul (Bird :1993).
Kekentalan adalah sifat dari suatu zat cair (fluida) disebabkan adanya gesekan antara
molekul-molekul zat cair dengan gaya kohesi pada zat cair tersebut. Gesekan-gesekan inilah yang
menghambat aliran zat cair. Besarnya kekentalan zat cair (viskositas) dinyatakan dengan suatu
bilangan yang menentukan kekentalan suatu zat cair. Hukum viskositas Newton menyatakan bahwa
untuk laju perubahan bentuk sudut fluida yang tertentu maka tegangan geser berbanding lurus
dengan viskositas. (Dudgale : 1986)
Fluida yang lebih cair biasanya lebih mudah mengalir, contohnya air. Sebaliknya, fluida yang
lebih kental biasanya lebih sulit mengalir, contohnya minyak goreng, oli, madu, dan lain-lain.
Tingkat kekentalan suatu fluida juga bergantung pada suhu. Semakin tinggi suhu zat cair, semakin
kurang kental zat cair tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi suhu suatu zat gas, semakin kental zat gas
tersebut. (Dogra : 1990)
Dalam penentuan viskositas cairan berbagai larutan ini, digunakan metode Ostwald, dimana
metode Ostwald merupakan suatu variasi dari metoda Poisuille (Atkins, 1996).







Gambar 2.3
Viskometer Oswald

Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur
waktu yang dibutuhkan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda ketika mengalir karena
gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu
yang dibutuhkan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui, yaitu air. (Moechtar, 1990)
Sejumlah cairan dimasukkan ke dalam A, kemudian dengan menghisap ataupun meniup cairan
dibawa ke B sampai melewati garis a. Selanjutnya cairan dibiarkan mengalir bebas dan eaktu yang
diperlukan untuk mengalir dari a ke b diukur. Pada proses pengaliran melalui kapilerl l, tekanan
maka viskositas suatu cairan dapat ditentukan dengan membandingkan hasil pengukuran waktu, t,
rapat massa, , cairan tersebut terhadap waktu, t
o,
dan rapat massa,
o
, cairan pembanding yang telah
diketahui viskositasnya pada suhu pengukuran. Perbandingan viskositas kedua cairan dapat
dinyatakan sebagai :
o o o
t
t


atau
o o
o
t
t


(Tim Laboratorium Kimia Fisika, 2014)

METODE
1. Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain adalah cairan murni yang ditentukan
viskositasnya yaitu 20 mL CCl
4
, 20 mL aseton , 20 mL etanol dan air suling (aquades) yang digunakan
sebagai cairan pembanding.
2. Peralatan
Adapun alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain adalah viskometer Oswald, thermostat,
pencatat waktu (stopwatch), pipet ukur 25ml, pipet filter dan piknometer atau neraca westphal.

3. Prosedur pengerjaan
Menentukan Densitas Cairan
Pada penentuan densitas larutan,
piknometer 10 mL yang kosong
ditimbang. Kemudian aquadest
dimasukkan ke dalam piknometer
hingga penuh, kemudian ditimbang
kembali. Selisih beratnya dihitung dan
densitas aquadest dicari. Percobaan
tersebut diulang dengan menggunakan
larutan CCl
4
, aseton, dan etanol.
Menentukan Viskositas Cairan
Alat viskometer yang digunakan
dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian
viskometer diletakkan di dalam
termostat pada posisi vertikal.
Selanjutnya cairan yang akan
ditentukan viskositasnya dipipet
sebanyak 10 15 mL dan masukkan
kedalam reservoir A (lihat gambar),
sehingga jika cairan ini dibawa ke
reservoir B dan permukaannya
melewati garis m, reservoir A kira
kira masih isi setengahnya. Dengan
pengisap atau meniup bawa cairan ke
B sampai sedikit di atas garis m.

Kemudian cairan dibiarkan mengalir
secara bebas. Waktu yang diperlukan
cairan untuk mengalir dari m ke n dicatat.
Pekerjaan ini dilakukan sebanyak dua kali.
Rapat jenis atau densitas ditentukan pada
suhu yang bersangkutan dengan
piknometer atau neraca westphal. Dan air
suling digunakan sebagai cairan
pembanding dengan viskometer yang
sama.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Percobaan ini bertujuan untuk
menentukan harga viskositas oleh suatu
fluida terhadap fluida lainnya. Viskositas
merupakan resistensi suatu bahan untuk
mengalir yang disebabkan karena adanya
gesekan atau perlawanan suatu bahan
terhadap perubahan bentuk apabila bahan
tersebut dibebani gaya. Semakin besar
resistensi zat cair untuk mengalir, maka
semakin besar pula viskositasnya.
Viskositas dalam zat cair
disebabkan karena adanya gaya kohesi
atau tarik menarik antara molekul sejenis.
Besarnya viskositas dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti temperatur, gaya
tarik antar molekul dan ukuran serta
jumlah molekul terlarut. Tiap molekul
dalam cairan dianggap dalam kedudukan
setimbang, sehingga sebelum suatu lapisan
molekul dapat melewati lapisan molekul
dapat melewati lapisan molekul lainnya
diperlukan suatu energi tertentu.
A
B
m
n
C
Pada percobaan ini viskositas
cairan yang ditentukan adalah aseton,
etanol, dan CCl
4
, dengan menggunakan
aquades sebagai cairan pembandingnya.
Setiap cairan ini, memiliki viskositas yang
berbeda-beda. Untuk menentukan
viskositas cairan digunakan metode
Ostwald yaitu dengan cara mengukur
waktu yang dibutuhkan masing masing
cairan untuk mengalir antara dua tanda
yang terdapat dalam viskometer ostwald.
Waktu alir cairan yang diuji kemudian
dibandingkan dengan waktu alir air. Hasil
pengamatan viskositas cairan berbagai
larutan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1. Hasil Pengamatan
viskositas cairan berbagai larutan

Berdasarkan tabel, waktu rata-rata
yang dibutuhkan oleh masing-masing larutan
bervariasi. Varian waktu alir inilah yang
menjadi parameter dalam menentukan nilai
viskositas cairan tersebut.
Aquades dalam hal ini digunakan
sebagai pembanding bagi cairan lainnya.
Aseton merupakan cairan yang memiliki
waktu alir yang paling singkat dibanding
cairan lainnya. Sebaliknya, etanol memiliki
waktu alir yang paling lama dibanding cairan
lainnya. Hal ini dikarenakan aseton
memiliki kekentalan lebih kecil dari
etanol. Dari hasil tersebut dapat diurutkan
waktu alir suatu cairan dari yang tercepat
yaitu aseton > CCl
4
> air > etanol.
Waktu alir berbagai cairan yang
telah didapatkan dari pengamatan
digunakan dalam menghitung viskositas
dari masing-masing cairan tersebut.
Rumus perhitungannya yaitu :
0 0
0 x


t
t
x x


Dengan :
x

: viskositas cairan ditentukan (cp)


0

: viskositas air (cp)


x
t
: waktu cairan yang ditentukan (s)
0
t
: waktu air (s)
0

: massa jenis air suling (g/mL)


x

:massa jenis cairan yang ditentukan


(g/mL)
Dari hasil perhitungan dengan
menggunakan rumus diatas maka
didapatkan viskositas berbagai cairan yang
dapat dilihat pada Tabel 2.
Zat
Massa
pikno-
meter
kosong
(g)
Massa
pikno-
meter
+ zat
cair
(g)
Massa
zat
cair
(g)
Waktu
(s)
Aseton
12, 63 20, 35 7, 72 13, 96
12, 63 20, 33 7, 70 13, 36
Etanol
12, 65 20, 30 7, 65 44, 68
12, 65 20, 32 7, 70 41, 98
CCl
4

12, 65 28, 14 15, 49 14, 63
12, 65 28, 13 15, 48 14,86
Aquades
12, 63 22, 42 9, 79 22, 08
12, 63 22, 42 9, 79 21, 44
Zat
x

(cp)
0

(cp)

0

(g/mL)

x

(g/mL)

Etanol 1,5685 1,005 0,979 0,766
CCl
4
1,0772 1,005 0,979 1,5485
Aseton 0,4969 1,005 0,979 0,771
Tabel 2. Viskositas cairan berbagai larutan
Fluiditas merupakan kebalikan dari
viskositas. Untuk menentukan nilai rata-rata
fluiditas dari masing-masing larutan maka
digunakan rumus

. Berdasarkan rumus
tersebut dapat dilihat bahwa semakin kecil
nilai viskositas maka nilai fluiditasnya
semakin besar, demikian pula sebaliknya.
Zat
x

(cp)
(cp
-1
)
Etanol 1,5685 0,6387
CCl
4
1,0772 0,9283
Air 1,005 0,995
Aseton 0,4969 2,0125
Tabel 3.Fluiditas cairan berbagai larutan
Berdasarkan Tabel 2 dan Tabel 3
dapat dilihat bahwa urutan nilai viskositas
dari yang tertinggi hingga rendah adalah
Etanol > CCl
4
> Aseton. Sedangkan urutan
nilai fluditas dari yang tertinggi hingga rendah
adalah Aseton > CCl
4
> Etanol
.
Hal ini
dikarenakan etanol yang memiliki berat
molekul yang lebih besar maka dari itu
memiliki viskositas yang paling tinggi dan
menyebabkan makin kental suatu cairan,
maka besar gaya yang dibutuhkan untuk
mengalir dari garis m ke n pada
viskometer ostwald sehingga memerlukan
waktu yang cukup lama untuk mengalir.
Nilai viskositas dapat dilihat dari waktu
yang diperlukan cairan untuk mengalir.
Etanol memiliki nilai viskositas
paling besar karena adanya ikatan OH
pada strukturnya dan bekerjanya dua
macam gaya, salah satunya adalah gaya
dipol-dipol yang dapat mempertahankan
ikatan antar molekul tetap kuat. Viskositas
yang diukur dengan menggunakan
viskometer Ostwald maka viskositas
cairan dapat ditentukan dengan
membandingkan hasil pengukuran waktu.
Jika waktu yang diperlukan banyak (lama),
maka viskositas larutan tersebut tinggi,
demikian pula sebaliknya jika waktu yang
diperlukan oleh suatu larutan untuk
mengalir dari garis m ke n sedikit (cepat)
maka larutan tersebut memiliki nilai
viskositas yang rendah. Adapun urutan
viskositas pada percobaan ini yaitu Etanol
> CCl
4
> Air > Aseton.
Sedangkan untuk fluiditas berbagai
larutan, urutan fluiditas dari berbagai
larutan yaitu Aseton > Air > CCl
4
>
Etanol. Fluiditas adalah gugusan molekul
yang jarak pisahnya besar, dan kecil untuk
zat cair. Jarak antar molukelnya itu besar
jika dibandingkan dengan garis tengah
molukel itu. Molekul-molekul itu tidak
terikat pada suatu kisi, melainkan saling
bergerak bebas terhadap satu sama lain.
Jadi kecepatan fluida atau massanya
kecapatan volume tidak mempunyai
makna yang tepat sebab jumlah molekul
yang menempati volume tertentu terus
menerus berubah. Fluida yang jenisnya
berbeda memiliki tingkat kekentalan yang
berbeda. Fluida merupakan kebalikan dari
viskositas (kekentalan). Dapat dilihat dari
Tabel 3 aseton memiliki fluiditas paling
tinggi dan etanol memiliki fluiditas paling
rendah. Hal ini dikarenakan molekul-
molekul yang membentuk suatu fluida
saling gesek-menggesek ketika fluida
fluida tersebut mengalir.
Pada zat cair, viskositas disebabkan
karena adanya gaya kohesi (gaya tarik
menarik antara molekul sejenis). Fluida
yang lebih cair biasanya lebih mudah
mengalir. Sebaliknya, fluida yang lebih
kental biasanya lebih sulit mengalir.
Tingkat kekentalan suatu fluida juga
bergantung pada suhu. Semakin tinggi
suhu zat cair, semakin kecil tingkat
kekentalan zat cair tersebut.
Viskositas suatu bahan dipengaruhi
oleh beberapa faktor yaitu suhu, viskositas
berbanding terbalik dengan suhu. Jika
suhu naik maka viskositas akan turun dan
begitu pula sebaliknya. Hal ini disebabkan
karena adanya gerakan partikel-partikel
cairan yang semakin cepat apabila suhu
ditingkatkan dan menurunkan
kekentalannya. Konsentrasi larutan,
viskositas berbanding lurus dengan
konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan
konsentrasi tinggi akan memiliki
viskositas yang tinggi pula, karena
konsentrasi larutan menyatakan banyaknya
partikel zat yang terlarut tiap satuan
volume.
Semakin banyak partikel yang
terlarut, gesekan antar partikel semakin
tinggi dan viskositasnya semakin tinggi
pula. Viskositas berbanding lurus dengan
berat molekul solute, karena dengan
adanya solute yang berat akan
menghambat atau memberi beban yang
berat pada cairan sehingga menaikkan
viskositasnya. Tekanan, akan bertambah
jika nilai dari viskositas itu bertambah.
Semakin tinggi tekanan maka semakin
besar viskositas suatu zat cair.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil percobaan dapat
disimpulkan bahwa:
1. Nilai viskositas masing-masing
larutan, etanol sebesar 1,5685 cp ;
CCl
4
sebesar 1,0772 cp ; air sebesar
1,005 dan aseton sebesar 0,4969 cp.
Sedangkan nilai fluiditas masing-
masing larutan, etanol sebesar 0,6387
cp
-1
; CCl
4
sebesar 0,9283 cp
-1
; dan
aseton sebesar 2,0125 cp
-1
.
2. Urutan viskositas cairan berbagai
larutan yaitu Etanol > CCl
4
> Air >
Aseton.
3. Etanol memiliki besaran viskositas
yang paling tinggi (paling kental) dan
besaran fluiditas yang paling rendah,
sedangkan aseton memiliki besaran
viskositas yang paling rendah (paling
encer) dan fluiditas yang paling tinggi.
4. Semakin kompleks struktur molekul
suatu cairan maka energi untuk
membuat molekul satu menembus
molekul yang lain dalam cairan
tersebut akan semakin besar, sehingga
menyebabkan viskositasnya pun
semakin tinggi.
5. Etanol memiliki viskositas paling
tinggi karena etanol memiliki ikatan
OH dan adanya gaya dipol-dipol yang
mempertahankan ikatan antar
molekulnya agar tetap kuat.
6. Nilai viskositas setiap cairan berbeda-
beda karena dipengaruhi oleh jenis zat,
komposisi campuran, tekanan, massa
jenis dan waktu alir.
7. Urutan fluiditas cairan berbagai larutan
yaitu Aseton > Air > CCl
4
> Etanol.
8. Semakin besar viskositas suatu cairan,
maka semakin lama waktu yang
diperlukan cairan tersebut untuk
mengalir. Waktu alir rata-rata dari
cairan pada percobaan ini yaitu etanol
sebesar 43 detik , CCl
4
sebesar 18,33
detik , dan aseton sebesar 15 detik.
9. Semakin tinggi tingkat kekentalan
suatu cairan, semakin besar gaya yang
dibutuhkan untuk membuatnya
mengalir pada kecepatan tertentu.

Saran
Pada percobaan viskositas cairan
dengan menggunakan metode Oswald ini,
diharapkan praktikan lebih teliti dalam
melakukan percobaan. Apabila terjadi
kelengahan dalam praktikum maka hasil
yang didapatkan kebenarannya tidak
akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Atkins, P.W. 1996. Kimia Fisik Jilid II
Edisi IV. Jakarta: Erlangga
Bird, Tony. 1993. Kimia Fisik Untuk
Universitas. Jakarta: PT Gramedia
Dogra, S.K. 1990 Kimia Fisika dan Soal-
soal Jakarta: Universitas Indonesia
Dudgale. 1986. Mekanika Fluida Edisi 3.
Jakarta: Erlangga
Farrington, Robert.1978. Kimia Fisika
Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Moechtar. 1990. Farmasi Fisik.
Yogyakarta: UGM - Press
Tim Laboratorium Kimia Fisika. 2014.
Penuntun Praktikum Kimia Fisika
II. Bukit Jimbaran: Jurusan Kimia
FMIPA Universitas Udayana
Whilem, Frank.M. 1988. Mekanika Fluida
Edisi ke-2 Jilid I. Jakarta :
Erlangga