Anda di halaman 1dari 23

Ela Joy Lehrman

Oleh:
Kelompok 3
Teori Praktik
Kebidanan
Kelompok 3:
SYIFA MAULIDA 1402450032
DINDA NUR AIDA 1402450033
ELMA FITRIAN 1402450034
LAILI NIKMATUSSALAMAH 1402450035
FEBRIANI NINA N. 1402450036
IMAS FIDELI PRAGISTA 1402450037
MILA RUSMITA 1402450038
HIJJATUL ISNAINI 1402450039
ANISAH SALAMAH 1402450040

A. Definisi Teori Kebidanan
Teori adalah seperangkat konsep atau
pernyataan yang dapat secara jelas
menguraikan fenomena penting dalam sebuah
disiplin ilmu.
Kebidanan adalah seni dan praktek yang
mengkombinasikan ilmu, filosofi, dan
pendekatan pada manusia sebagai syarat atau
ketepatan dalam pemeliharaan kesehatan
wanita dan proses reproduksinya yang normal,
termasuk kelahiran bayi dengan
mengikutsertakan keluarga dan orang yang
berarti bagi dirinya (Lang, 1979).
Jadi..
Teori Kebidanan merupakan seperangkat
konsep yang dapat menguraikan secara
jelas tentang disiplin ilmu kebidanan.


B. Latar belakang
Ela Joy Lehrman melihat semakin
meluasnya tugas yang dibebankan pada bidan
yang harus dilakukan dengan penuh tanggung
jawab. Dengan pandangan lehrman yang
demikian, ia menginginkan agar bidan dapat
melihat semua aspek pemberian asuhan pada
wanita hamil dan memberi pertolongan dan
persalinan.

Lehrman menyelidiki bahwa pelayanan
antenatal menunjukan perbedaan antara
prosedur administrasi yang dibebankan serta
manfaat antenatal dan jenis pelayanan yang
diterima wanita di klinik kebidanan. Hubungan
antara identifikasi faktor resiko dan ke-efektifan
dari antenatal care terhadap hasil yang
diinginkan belum terpenuhi.

Teori Ela Joy Lehrman
Ela Joy Lehrman mengemukakan 8 konsep yang
penting dalam pelayanan antenatal, yaitu:

1. Asuhan yang berkesinambungan
2. Keluarga sebagain pusat asuhan
3. Pendidikan dan konseling merupakan
bagian dari asuhan
4. Tidak ada intervensi dalam asuhan
5. Fleksibitas dalam asuhan
6. Keterlibatan dalam asuhan
7. Advokasi dari klien
8. Waktu

Pada asuhan partisipatif, bidan dapat
melibatkan klien dalam pengkajian,
perencanaan, dan evalusi. Pasien / klien ikut
bertanggung jawab atau mengambil bagian
dalam pelayanan antenatal. Dari kedelapan
komponen yang dibuat oleh Lehrman,
kemudian dilanjutkan oleh Marthen pada
tahun 1991 pada pasien / klien pascapartum.
Dari penerapan tersebut, marthen kemudian
menambahkan tiga komponen lagi pada kedelapan
konsep yang dibuat oleh Lehrman, yaitu :
Penjelasan dari teori Ela Joy yang telah
dijelaskan di atas, dapat kami perjelas sebagai
berikut;
1 Asuhan yang berkesinambungan
2 Keluarga sebagai pusat asuhan
3 Asuhan partisipasi

1. Asuhan yang berkesinambungan
Yaitu asuhan yang diberikan seorang
bidan terhadap klien/pasien mulai dari masa
pra konsepsi, masa kehamilan, nifas, dan KB.
Asuhan berkesinambungan adalah bagian
integral dari pelayanan kesehatan yang
diberikan oleh bidan yang telah terdaftar
(teregister) yang dapat dilakukan secara
mandiri, kolaborasi atau rujukan.
Sasaran pelayanan kebidanan adalah
individu, keluarga, dan masyarakat yang
meliputi upaya peningkatan, pencegahan,
penyembuhan dan pemulihan pelayanan
kebidanan dapat dibedakan menjadi :
a. Layanan Primer
b. Layanan Kolaborasi
c. Layanan Rujukan


2. Keluarga sebagai pusat
asuhan
Dalam paradigma asuhan kebidanan
keluarga merupakan lingkungan
psikososial,dimana keluarga dapat menunjang
kehidupan sehari-hari dan memberikan
dukungan emosional kepada seorang ibu
sepanjang siklus hidupnya yang tentunya akan
mempengaruhi keadaan kehamilannya
terhadap seorang ibu hamil dan janinnya.

3. Pendidikan dan konseling
merupakan bagian dari asuhan
Bidan dapat melibatkan klien dalam
pengkajian, evaluasi, dan perencanaan pasien. Klien
ikut bertanggung jawab atau ambil bagian dalam
pelayanan antenatal. Dalam pemeriksaan fisik,
misalnya palpasi pada tempat tertentu atau ikut
mendengar denyut jantung.


Dari delapan komponen yang dibuat oleh
Lehrman tersebut kemudian diujicobakan oleh
Morten pada pasien post partum. Dari hasil
penerapan tersebut, Morten menambahkan 3
komponen lagi ke dalam 8 komponen yang
telah dibuat oleh Lehrman, yaitu :
Pemberdayaan (Empowerment)
Hubungan Sesama
Teknik Terapeutik

4. Tidak ada intervensi dalam
asuhan

Dalam menjalankan asuhan kebidanan, bidan
diharapkan mampu memberikan pelayanan yang
membuat klien nyaman, aman, dan tidak
mengintervensi atau dalam artian memberikan
ancaman atau menakut-nakuti klien untuk
memaksa menjalankan suatu asuhan yang
diinginkan oleh bidan.

5. Fleksibitas dalam asuhan
Bidan diharapkan mampu memberikan asuhan
yang luwes dan tidak kaku serta dapat
menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada.

6. Keterlibatan dalam asuhan

Dalam hal ini bidan diharapkan dapat
melibatkan partisipasi dari keluarga klien untuk ikut
serta dalam membantu bidan menyukseskan
asuhannya.

7. Advokasi dari klien
Bidan harusnya bertanggungjawab atas apa
yang dilakukan kepada klien, dengan memberikan
advokasi kepada klien sehingga ibu dan keluarga
dapat merasa aman.

8. Waktu

Dalam memberikan asuhan kebidanan, bidan
diharapkan dapat memberikan asuhan sewaktu-
waktu klien membutuhkan serta asuhan tersebut
bersifat berkesinambungan, dimulai dari masa
kehamilan sampai masa nifas
Ante Natal Care (ANC)
1. Pengertian Ante Natal Care (ANC)
Ante Natal Care adalah merupakan cara
penting untuk memonitoring dan mendukung
kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu
dengan kehamilan normal, ibu hamil sebaiknya
dianjurkan mengunjungi bidan atau dokter sedini
mungkin semenjak ia merasa dirinya hamil untuk
mendapatkan pelayanan dan asuhan antenatal
(Prawirohardjo. S, 2006 :52).

2. Standart Pelayanan Ante
Natal Care (ANC)
Standar 1 : Metode Asuhan
Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan
metode manajemen kebidanan dengan
langkah : Pengumpulan data dan analisa data,
penentuan diagnosa perencanaan, evaluasi
dan dokumentasi.
Standar 2 : Pengkajian
Pengumpulan data tentang status
kesehatan klien dilakukan secara sistematis
berkesinambungan. Data yang diperoleh
dicatat dan dianalisis.

Lanjutan...
Standar 3: Identifikasi Ibu Hamil
Bidan melakukan kunjungan rurnah dan
berinteraksi dengan masyarakat secara berkala
untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi
ibu, suami dan anggota keluarganya agar
mendorong ibu untuk memeriksakan
kehamilannya sejak dini dan secara teratur.

Terima Kasih