Anda di halaman 1dari 7

Laboratorium Hidrogeologi 2014

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Sungai merupakan ekosistem terbuka yang secara alami mendapat masukan
unsur hara terutama dari kikisan tanah dari bagian hulu hingga hilir sungai.
Kecepatan arus pada ekosistem sungai merupakan faktor pembatas terpenting.
Kecepatan aliran sungai sendiri dipengaruhi oleh bentuk saluran sungai, kondisi
permukaan saluran, ukuran saluran dan kemiringan saluran. Perairan sungai
berdasarkan kecepatan arusnya dapat dibedakan menjadi daerah arus cepat (rapid
zone) dan daerah lubuk (pool zone).
Debit air (discharge) atau besarnya aliran sungai (stream flow) adalah volume
aliran yang mengalir melalui suatu penampang melintang sungai persatuan aktu.
Debit air sendiri biasanya danyatakan dalam satuan meter kubik per detik (m
!
"detik)
atau liter per detik (l"det). #liran adalah pergerakan air di dalam aliran sungai.
$leh sebab itu dengan adanya observasi lapangan, kita diharapkan dapat
menentukan debit sungai dengan metode%metode yang telah ada. &etode yang
digunakan dalam observasi lapangan ini adalah metode float dan metode current
meter.
I.2. Maksud dan Tujuan
% Pengukuran debit dimaksudkan untuk mengetahui seberapa banyak volume
air yang mengalir dalam satu aktu
% 'ujuannya agar para praktikan dapat menentukan besar debit aliran suatu
sungai atau tubuh air yang mengalir lainnya.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
I.3. Dasar Teori
'eori yang mendasari pengukuran debit ini adalah percobaan Darcy, yaitu
Debit Sungai, baha banyak volume air yang mengalir dari suatu tubuh air adalah
hasil kali antara kecepatan aliran dengan luas penampang media yang dialiri atau luas
penampang bangun alur yang yang dialirinya. Dapat ditulis (
) v . #
Dimana (
* ( debit aliran
+ ( kecepatan aliran
# ( ,uas penampang
&etode float merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan
kecepatan aliran di permukaan. Sedangkan metode current meter adalah metode yang
digunakan untuk mengukur besarnya kecepatan arus berdasarkan jumlah putaran
kipas dalam alat. -urrent meter dilengkapi counter untuk menunjukkan jumlah
putaran baling%baling.
I.!. Alat dan Ba"an
.. Stop atch
/. &eteran
!. #lat tulis
0. 1+S
2. -lipboard
3. -urrent meter
4. Penggaris . m
5. 6ola tenis meja
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
BAB II
PEMBAHA#AN
II.1 Pe$%a"asan
Prinsip kerja dari current meter adalah mengukur besarnya kecepatan arus
berdasarkan jumlah putaran kipas dalam alat. #lat ini dilengkapi dengan counter,
yang menunjukkan jumlah putaran baling%baling.
Pada stopsite . total lebar sungai adalah 7,2 m, kecepatan rata%rata 8,72 m"s
dengan luas penampang .,000 m
/
. Sehingga dapat diketahui debit sungai di stopsite .
adalah .,!4.5 m
!
"s.
Pada stopsite / total lebar sungai adalah 0 m, kecepatan rata%rata 8,442 m"s
dengan luas penampang .,.3 m
/
. Sehingga dapat diketahui debit sungai di stopsite /
adalah 8,577 m
!
"s.
Pada stopsite ! total lebar sungai adalah 7,! m, kecepatan rata%rata 8,/5 m"s
dengan luas penampang /,4.23 m
/
. Sehingga dapat diketahui debit sungai di stopsite
! adalah 8,4380 m
!
"s.
Prinsip kerja dari flloat &ethod adalah mengandalkan kecepatan bola pingpong
mengikuti arus air. #da beberapa hal yang mempengaruhinya, seperti faktor angin
dan arus yang berkelok%kelok sehingga menyebabkan aktu yang diperlukan untuk
mencapai kisaran jarak tertentu juga berbeda%beda sehingga pada akhirnya nanti nilai
debit airnya juga berbeda%beda.
Pada stopsite . total lebar sungai adalah 7,! m, kecepatan 8,02 m"s dengan
luas permukaan 7! m
/
. Sehingga dapat diketahui debit sungai di stopsite . adalah
0.,52 m
!
"s.
Pada stopsite / total lebar sungai adalah 0 m, kecepatan .,.. m"s dengan luas
permukaan 08 m
/
. Sehingga dapat diketahui debit sungai di stopsite . adalah 00,0
m
!
"s.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
II.2 Per"itungan
Diketahui (
No.
Lebar
Sungai
(m)
Lebar
(m)
Dalamnya
kincir
(cm)
Kecepatan
Dalam
sungai
(cm)
Pada titik Rata-
rata
ST !"#
"! $ %"
%"!#
&
'"( # %"' %
#"$ $"# %"& #
$") ("# %"& '$
!"# $"# %"$ %
ST * &
"# %"
%"$$#
*'
* *% %"' &%
' *)"# "# #'
& # "* %
ST ' !"'
"() ( %"#
%"*(
')
'"$* '"# %"# *$
#"#( $"# %"' '#
$"&& *& %" &(
!"' ' % %
9aab(
Metode &urrent Meter
#to'site 1
,uas penampang sungai ) :(.,7 ; 8,.0)(/< = >:(8,.0=8,.);.,7<(/? =
>:(8,.=8,.2);.,7<(/? = >:(8,.2=8,!4);.,7<(/? = :(.,7 ; 8,!4)(/<
) .,000 m
/
Debit ) ,uas penampang ; Kecepatan rata%rata
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
) .,000 ; 8,72
) .,!4.5 m
!
"s
#to'site 2
,uas penampang sungai ) :(. ; 8,/!)(/< = >:(8,/!=8,0);.<(/? =
>:(8,0=8,2!);.<(/? = :(. ; 8,2!)(/<
) .,.3 m
/
Debit ) ,uas penampang ; Kecepatan rata%rata
) .,.3 ; 8,442
) 8,557 m
!
"s
#to'site 3
,uas penampang sungai ) :(.,53 ; 8,!3)(/< = >:(8,!3=8,/4);.,53<(/? =
>:(8,/4=8,!2);.,53<(/? = >:(8,!2=8,05);.,53<(/? = :(.,53 ; 8,05)(/<
) /,4.23 m
/
Debit ) ,uas penampang ; Kecepatan rata%rata
) /,4.23 ; 8,/5
) 8,4380 m
!
"s
Metode (loat
Diketahui(
#to'site 1
Panjang lintasan ) .8 m
,ebar ) 7,! m
@aktu tempuh ) // detik
#to'site 2
Panjang lintasan ) .8 m
,ebar ) 0 m
@aktu tempuh ) 7 detik
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
9aab(
#to'site 1
,uas penampang ) (.8 ; 7,!) ; (.8(//)
) 0.,52 m
!
"s
#to'site 2
,uas penampang ) (.8 ; 0) ; (.8(7)
) 00,0 m
!
"s
BAB III
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1

Laboratorium Hidrogeologi 2014
)E#IMPULAN
III.1 )esi$'ulan
.. #liran sungai di tempat yang berbeda akan berbeda kecepatannya, dipengaruhi
oleh bentuk saluran sungai, kondisi permukaan saluran, ukuran saluran dan
kemiringan saluran.
/. 1asil perhitungan metode current meter dengan metode float dapat berbeda
hasilnya, hal ini diakibatkan karena metode float memiliki kelemahan terhadap
akurasi data, karena pada metode float kecepatan yang diukur hanya kecepatan
aliran di permukaan saja.
Nama : Erlangga Dwi P.
NIM : 111.120.016
Plug : 1