Anda di halaman 1dari 34

TUGAS MANAJEMEN INDUSTRI KECIL MODEREN

Analisa Teknometrik UKM Al-Barokah Socah Bangkalan






OLEH
MOH.ALIYULHAQ MS 090421100017
MUSOFFAN 090421100103


PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TRUNUJOYO MADURA
2012
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sedang mengembangkan sistem
perekonomiannya, pemerintah selalu melakukan banyak hal cara dalam
pengembangan sistem perekonomian negara tersebut. Dalam pengembangan ekonomi
di indonesia IKM (Industri Kecil Moderen) mempunyai peranan sentral yang apabila
mendapat perhatian khusus dengan pola pengembangan dan kebijkan yang terarah
maka akan menjadi tulang punggung bangkitnya sektor riil di Daerah.
Setiap IKM (Industri Kecil Moderen) mempunyai permasalahan-permasalahan
yang membelit dalam pengembanganya, industri alas kaki merupakan salah satu dari
sekian banyak industri yang mempunyai tingkat persaingan yang cukup tinggi dalam
dunia industri baik lokal maupun interlokal. Dengan kondisi yang ada pada saat ini,
yaitu pasar alas kaki lemah dan konsumen menuntut adanya mutu yang baik, maka
membuat industri alas kaki harus meningkatkan kualitas dan kuantitas agar dapat
memenuhi kebutuhan konsumen sehingga dapat memberikan kepuasan terhadap
konsumen.
Untuk mendukung itu semua, semua industri yang bergerak di bidang ini
membutuhkan suatu sistem tentang bagaimana mengembangkan teknologi yang
sudah ada dan mendapatkan informasi-informasi yang membangun terhadap industri
tersebut. Peningkatan kemampuan teknologi berkaitan dengan peningkatan kontribusi
dari komponen-komponen yang membentuknya yang meliputi komponen
technoware, humanware, inforware dan orgaware. Hal ini berakibat pada kinerja
IKM yang sangat kecil bila dibandingkan dengan kinerja Industri besar. Selain itu
dibutuhkan instrumen untuk memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah
strategi dengan mengginkan analisa SWOT.
Tabel 1.1 Data Jumlah Peralatan di IKM Sandal Spon
No Proses Nama Alat Jumlah Fungsi
1 Pemodelan Bolpoint 3 Digunakan untuk memberi ukuran
untuk membuat model sandal
2 Mal kanan
dan kiri
10
pasang
Digunakan untuk megukur spon sebel
untuk membuat model sandal pada
spon
3 Pemotongan pisau (Cutter) 2 Digunakan untuk pemotongan spon
dan karet sol
4 Gunting 2 Digunakan untuk menggunting spon
dan misban
5 Pencetakan Mesin Press 1 Mencetak spon untuk membentuk
sandal
6 Pengeplong 1 Digunakan untuk mengeplong nama
7 Pengukuran Klebut (Alat
pengukuran)
10 Digunakan untuk menukur ukuran kaki
pada sandal yang setengah jadi.
8 Pembuatan
sandat
Mesin Jahit 1 Digunakan untuk menjahit misban
9 Penghalusan Grenda 1 Digunakan untuk menghaluskan
(penghalus) pinggiran sandal yang tidak rata.

Berdasarkan Tabel 1.1, dapat dijelaskan secara singkat bahwa mesin/alat yang
central di IKM Al-Barokah adalah peralatan pada menjadi pembuatan model sandal.
Jika Proses tersebut tidak dapat beraktifitas, maka aktifitas produksi untuk stasiun
lainnya akan terhenti juga. Hal ini disebabkan karena proses pembuatan model sandal
merupakan proses yang menggerakkan mesin-mesin penghasil energi. Dari
pernyataan tersebut, bisa melatar belakangi mengapa perlunya diadakan penilaian
kinerja teknologi.
1.2 Formasi Masalah
Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah :
1. Melaksanakan sebuah strategi dengan mengginkan analisa SWOT di IKM sandal
spon.
2. Peningkatan kemampuan teknologi berkaitan dengan technoware, humanware,
inforware dan orgaware di di IKM sandal spon.

1.3 Tujuan
Tujuan penelitian yaitu untuk :
1. Untuk Mahasiswa mengetahui Analisa SWOT produk sandal dari IKM Sandal
spon Al-barokah.
2. Mampu mengaplikasikan Teknometrik dalam Industri Kecil Moderen
3. Untuk IKM Sandal Spon mendapatkan saran-saran yang dapat menjadi bahan
pertimbangan kebijakan dalam proses produksi

1.4 Batasan
Agar masalah yang diteliti lebih terfokus, maka perlu dilakukan pembatasan
masalah sebagai berikut :
1. Penelitian hanya dilakukan di IKM Al-Barokah yang memproduksi Sandal
Spon di Jl-Rya Socah Bangkalan
2. Evaluasi SWOT di IKM Al-Barokah terhadap produk Sandal Spon baik dari
segi teknologi, aspek pekerja dan lain sebagainya.
3. Aplikasi Teknometrik dalam IKM Sandal Al-barokah yang meliputi
technoware, humanware, inforware dan orgaware.
BAB II
METODELOGI PEMECAHAN MASALAH

2.1 Evaluasi SWOT
Tabel 2.1 Evaluasi SWOT
Faktor eksternal Opportunity (peluang) Threat (ancaman)
1. Kebutuhan alas kaki yang semakin meningkat. 1. Kondisi perekonomian nasional yang kurang baik
2. Mempunyai respon yang baik dari konsumen dan masyarakat. yang berdampak pada perekonomian di IKM
3.Tersedianya bahan baku yang cukup. 2. Pemilik / pekerja tidak fahamterhadap Teknonogi Informasi
4. Masih berkesempatan masuk pasar nasional dengan standarisasi 3. Adanya produk sandal lain yang lebih luas pemasarannya
5. Adanya toko-toko lain yang menjualkan produk sandal
Faktor internal
Strength (kekuatan) Strategi SO Strategi ST
1. Harga yang cukup terjangkau 1. Dengan permintaan yang tinggi harga produk dapat di minimalkan 1. Mempertahankan kapasitas produksi
2. Lokasi pabrik yang Startegis 2. Dengan pengendalian kualitas yang baik, pelanggan tetap merespon 2. Meningkatkan keterampilan teknis
3. Model dan warna sandal bisa dengan pesanan konsumen produk sandal spon. 3. Memperbaharui inovasi model sandal
4. Pekerja/pemilik yang kreatif dan inovatif 3. Dengan kerjasama yang baik dengan toko lain dan pemerintah sehingga
5. Produk yang berkualitas dan tahan lama dalammengembangkan IKM mudah dan cepat.
Weakness (Kelemahan) Strategi WO Strategi WT
1. Proses produksi dilakukan secara manual 1. Diperlukan Mesin yang lebih canggih lagi sehingga proses produksi lebih esisien 1.Dengan kecanggihan teknologi saat ini kita dapat melakukan promosi
2. Tata letak fasilitas yang kuarang baik 2. Perlu perluasan lokasi IKM dan penaataan ruang yang lebih baik melalui media internet dan website
3. Pemasaran tidak menggunakan media massa 3. Memeperbaiki kemasan perodu untuk menarik minat konsumen 2. Meningktakan potensi pembeli
4. Manajemen keuangan masih belumbaik 4. melakuan pembukuan keuangan sehinga pemasukan dan pengeluarannya detail 3. Meningkatka kualitas SDM
5. Tampilan akhir (kemasan) produk kurang unik dan menarik dan jelas.
2.2 Assasment Tingkat Sofistikasi Komponen Teknologi dan Tingkat
Kemajuan
2.2.1 Tingkat Sofistikasi Komponen Teknologi
Model Teknometrik digunakan untuk mengukur kontribusi gabungan dari
keempat gabungan teknologi yang meliputi technoware, humanware, inforware
dan orgaware. Tingkat sofistikasi keempat komponen teknologi terebut yaitu :
2.2.1. 1 Tingkat Sofistikasi Komponen Technoware
Tabel 2.2 Tingkat Sofistikasi Komponen Technoware
No Klasifikasi
Umum
Deskripsi Aplikasi dalam IKM
Sandal Spon
1 Fasilitas manual Usaha dan pengendalian
operasi dilakuakan secara
manual.
Dalam IKM sandal spon
ini alat yang dilkukan
secra manual seperti
Gunting, Klebut, dan Pisau
(cutter) dan penggaris
2 Fasilitas
bersumber daya
Daya mesin ditambah untuk
melengkapi kekuatan tubuh
manusia dan pengendalian
operasi dilakukan operator
penuh
Dalam IKM sandal spon
ini alat yang gunakan
sebagai Fasilitas
bersumber daya yaitu
seperti mesin press
3 Fasilitas fungsi
umum
Mesin-mesin dengan operasi
umum dan pengendalian
operasi sepenuhnya
dilakukan operator
Dalam IKM sandal spon
ini alat yang gunakan
sebagai Fasilitas fungsi
umum yaitu ) mesin jahit
4 Fasilitas fungsi
khusus
Mesin-mesin dengan operasi
khusus dan pengendalian
operasi sepenuhnya
dilakukan operator
Dalam IKM sandal spon
ini alat yang gunakan
sebagai Fasilitas fungsi
khusus yaitu Grenda
(mesin penghalus).
5 Fasilitas
Otomatik
Mesin menjalankan
serankaian kegiatan tanpa
perhatian operator. Namun
demikian, mesin tidak dapat
melauka koreksi sendiri
sehingga hrus dilakukan
opertor
Dalam IKM sandal spon
ini tidak ada alat/ mesin
yang gunakan sebagai
Fasilitas Otomatik, karena
semuaya dilakukan secara
manual, sehingga
dibutuhkan alat yag
otomatis agar proses
produksi lebih cepat dan
efisien
6 Fasilitas
berbasis
komputer
Komputer mengandalkan
mesin untuk mengubah
kecepatan
Dalam IKM sandal spon
ini tidak ada alat/ mesin
yang gunakan sebagai
Fasilitas berbasis
komputer, karena semuaya
dilakukan secara manual
dan tidak ada
komputerisasi.
7 Fasilitas terpadu Operasi pabrik dipadukan
melalui penggunaan fasilitas
yang berbasis komputer.
Hampir tidak ada
keterlibatan manusia dalam
operasi
Dalam IKM sandal spon
ini tidak ada alat/ mesin
yang gunakan sebagai
Fasilitas terpadu karena
semuaya dilakukan secara
manual

2.2.1.2 Tingkat Sofistikasi Komponen Humanware
Tabel 2.3 Tingkat Sofistikasi Komponen Humanware
No Klasifikasi
Umum
Deskripsi Aplikasi dalam IKM
Sandal Spon
1 Kemampuan
melakukan
operasi
Tipe kerja : Standar
Tipe keputusan : Rutin
Usaha fisik : Rendah,
Sedang, Tinggi.
Pekerja di IKM sandal ini
sudah mempunyai
kemampuan yang baik
dalam mengerjakan
Usaha mental : Sangat
rendah.
Pendidikan : SMP
dibawahnya
Pelatihan : Dasar
elementer
Kategori : Tenaga kerja
terampil/ setengah
terampil
operasi produksi dengan
kerutinan yang sudah ia
lakukan sehingga
mempunyai pengalaman
yang cukup.
2 Kemampuan
melakukan
setup
Tipe kerja : Standar
Tipe keputusan : Rutin
Usaha fisik : Rendah,
Sedang.
Usaha mental : Sangat
rendah.
Pendidikan : SMP
dibawahnya
Pelatihan : Jangka pendek
Kategori : Pekerja dan
teknikal terlatih.
Pekerja di IKM sandal ini
sudah mempunyai
Kemampuan melakukan
3 Kemamuan
memperbaiki
Tipe kerja : Sebagian tidak
standar
Tipe keputusan : Sebagian
rutin
Usaha fisik : Rendah,
Sedang.
Usaha mental : Sedang
Pendidikan : SMA
Pelatihan : Jangka pendek
sampai menengah
Kategori : Teknikal,
Ilmuan, dan Insinyur
Apabila ada produk yang
cacat dan keluhan
konsumen pemilik
memperbaiki produk
tersebut. Dan pemilik bisa
memnerima resiko yang
ada.
4 Kemempuan
memproduksi
Tipe kerja : Umumnya
tidak standar
Tipe keputusan : Lebih
banyak tidak rutin
Usaha fisik : Rendah
sampai sedang.
Usaha mental : Sedang,
tinggi.
Pendidikan : SMA
Pelatihan : Jangka
menengah
Pekerja sangat trampil
dalam memproduksi
sandal dan apabila ada
pemesanan yang banyak
pemilik meminta
karyawan unruk
membantu berkerja.
Kategori : Teknikal,
Ilmuan, dan Insinyur
5 Kemempuan
melakukan
adaptasi
Tipe kerja : tidak standar
Tipe keputusan : tidak
rutin
Usaha fisik : Rendah
Usaha mental : tinggi.
Pendidikan : SMA di
atasnya
Pelatihan : tinggi
Kategori : Teknikal,
Ilmuan, dan Insinyur
Pemilik mampu
mengefisiensi waktu yang
telah ditentukan.
6 Kemampuan
melakukan
improvisasi
Tipe kerja : tidak standar
Tipe keputusan : tidak
rutin
Usaha fisik : Rendah
Usaha mental : sangat
tinggi.
Pendidikan : SMA di
atasnya
Pelatihan : tinggi
Kategori : Teknikal,
Ilmuan, dan Insinyur
Pekerja berprestasi dalam
produksi jarang sekali
adanya produk yang cacat.
7 Kemampuan
melakukan
inovasi
Tipe kerja : tidak standar
Tipe keputusan : tidak
rutin
Usaha fisik : Rendah
Usaha mental : Ekstrim
tinggi.
Pendidikan : SMA di
atasnya
Pelatihan : Ekstrim tinggi.
Kategori : Teknikal,
Ilmuan, dan Insinyur
Pekerja yang sekaligus
pemilik mempunyai
kreatifitas yang sangat
inivatif dalam memberikan
model sandal yang unik

2.2.1.3 Tingkat Sofistikasi Komponen I nfoware
Tabel 2.4 Tingkat Sofistikasi Komponen Infoware
No Klasifikasi Deskripsi Aplikasi dalam IKM
Umum Sandal Spon
1 Informasi
pengenalan
Informasi yang membuat
pengenalan
Dalam IKM ini modelnya
langsung pada contoh-
contoh sandal yang sudah
ada di pabrik dan contoh
model yang dibawa oleh
konsumen, kekuranganya
dalam IKM ini tidak ada
brosur apapun yang
mendriskripsikan sandal
tersebut.
2 Informasi
penggambaran
Informasi yang
memungkinkan
diberitahukan prinsip dasar
dibelakang peggunaan dari
dan model operasi yang
menarik
Dalam IKM sandal ini
informasi
penggambarannya
dilakukan dengan cara
memberikan inovasi-
inovasi model baru yang
berkembang dilingkungan
dan yang diinginkan oleh
konsumen
3 Informasi
pemilihan
Informasi yang
memungkinkan untuk
memilih dan memasang
fasilitas
Dalam IKM ini informasi
pemilihan fasilitas pabrik
diperoleh dari
inovasipemikiran pemilik
IKM seperti halnya mesin
grenda (mesin penghalus)
yang dipilih sebagai
pengganti amplas
4 Informasi
penggunaan
Informasi yang
memungkinkan fasilitas
digunakan secara efektif
Dalam IKM ini ada
petunjuk khusus dalam
melakuakan operasi untuk
keselamatan dalam proses
prosuksi.
5 Informasi Informasi yang
memugkinkan untuk
Dalam IKM ini ada rincian
proses dan desaian yang
pemahaman mengetahui dan memahami
secara lebih mendalam
mengenai desain dan operasi
fasilitas.
digunakan dalam proses
produksi
6 Informasi
perbaikan
Informasi yang
memugkinkan untuk
memperbaiki dan
penggunaan fasilitas.
Pengembagan produk
dalam IKM ini sanagat
dipelukan sehingga butuh
informasi perbaikan proses
umum
7 Informasi
penilaian
Informasi kecanggihan
teknologi dengan kaitan
fasilitas yang digunakan
untuk tjuan spesifik.
Terdapat informasi yang
up to date dari
perancangan, perbaikan,
performansi, dan
penggunaan fasilitas.

2.2.1.4 Tingkat Sofistikasi Komponen Orgaware
Tabel 2.5 Tingkat Sofistikasi Komponen Orgaware
No Klasifikasi
Umum
Deskripsi Aplikasi dalam IKM
Sandal Spon
1 Kerangka kerja
perjuangan
Perusahaan kecil biasanya
manajeman oleh pemilik,
dengan investasi rendah dan
jumlah tenaga kerja kecil.
IKM Al-Barokah di
manjemen oleh pemilik
dengan investasi rendah
dan modal sendiri dari
pemilik
2 Kerangka kerja
pemantapan
Perusahaan meningkatkan
pangsa pasar mereka dan
dengan pembaharuan yang
berkesinambungan dengan
atas kualitas dan variasi
keluarannya.
IKM ini juga sering kali
meningkatkan pangsa
pasar dengan
mengenalakan produk ke
masyarakat
3 Kerangka kerja
pencarian
peluang
Perusahaan cepat mencapai
kekuatan potensialnya dalam
suatu kerangka kerja yang
stabil yang cendrung
membangun kesuksesan
dengan pengamatan
berkesinambungan pada
peluang pasar baru dan
dengan melakukan
eksperimen melalui
tanggapan baru terhadap
kecendrungan lingkungan.
Dala IKM ini
meningkatkan pangsa
pasar dengan terus
melakukan partnersip
dengan toko-tokodalam
menjualkan produk.
4 Kerangka kerja
kepemimpinan
Beberapa perusahaan pada
kerangka kerja pecapain
peluang bisa menjadi world
leader dalam bidang-bidang
khusus dan mencapai batas
teknologi.
Masih sulit IKM ini untuk
menjadi world leader
dalam bidang-bidang
khusus dan mencapai batas
teknologi.

2.2.2 Tingkat Kemajuan
Tingkat kemajuan ini dapat detentukan dengan penilaian kecanggihan
terhadap Technoware, humanware, orgaware dan infoware.secara rinci dapat
dijelaskan sebagai berikut :
2.2.2.1 Penilaian Kecanggihan Komponen Technoware
Tabel 2.6 Penilaian Kecanggihan Komponen Technoware
NO TECHNOWA
RE
PENGERTIAN ALASAN
1 Kompleksitas
Operasi
Kompleksitas operasi yang
dinilai dari berbagi aspek,
seperti tingkat keluaran,
keragaman produk,
keragaman masukan
material, temperatur, dan
Pada IKM ini
Kompleksitas Operasi
cukup baik produknya pun
sangat bervariatif dari
berbagai model sandal
yang diinginkan oleh
tekanan pada operasi konsumen, tingakt
keluarannya pun tidak
terlalu sedikit begitu
banyak pemesanan dari
konsumen dan toko-toko.
2 Posisi/tingkat
ketelitian

Toleransi yang diperolehkan
yang berkaitan dengan
dimensi, atribut material,
parameter proses, atribut
kompnen, dan lingkungan
operasi.
Presisi di IKM ini
sangatlah diperhatikan
karena ini juga merupakan
kreativitas tangan sehinnga
harus teliti dalam proses
produksi seperti halnya
proses pengepresan yang
dibutuhkan tingkat
ketilitian yang sangat
tinggi.
3 Pengendalian
proses
Tikat dan kesulitan
pengendalian pemeriksaan
dengan memperhatikan
peraturan keselamatan,
tingkat standarisasi,
pemantauan kualitas,
pemantuan proses.
Pengendalian proses dalam
IKM ini dilakukan dengan
kehati-hatian dalam
melaksanakan proses
produksi sehingga sedikit
kesalahan dan tingkat
kecelakaanya rendah
karena rasa lelah dan
capeknya pun berkurang.
4 Kontribusi
fasilitas
rekayasa
Kontribusi fasilitas rekayasa
dalam Perencanaan,
Pembuatan, pengoperasian,
dan pemasaran.
Perencanaan, Pembuatan,
pengoperasian, dan
pemasaran Dalam IKM ini
masih tergolong cukup
baik walaupun masih
manual


2.2.2.2 Penilaian Kecanggihan Komponen humanware
Tabel 2.7 Penilaian Kecanggihan Komponen humanware
NO HUMANWAR
E
PENGERTIAN ALASAN
1 Kreatifitas Kemampuan berkreasi yang
dinilai berdasarkan berbagai
aspek seperti kecerdasan,
imajinasi, dan intuisi.
Kreatifitas merupakan hal
yang sangat menonjol
dalam IKM ini, karena
setiap pemesanan sandal
spon pasti dengan model
yang bervariasi sehingga
pekerja harus berkreasi
dengan baik. Dan produk
yang dipeloeh dari IKM
ini sangat Kreatif.
2 Orientitas
Berprestasi
Keinginan untuk mencapai
prestasi yang dinilai
berdasarkan aspek-aspek
seperti orientasi
keberhasilan, keberanian,
sifat kompetitif, dan
dinamika.
IKM ini terus
memproduksi model-
model yang unik dan tidak
kalah saing. IKM ini juga
sering kali di undang
untuk memasrakan
produknya di bazar dan
diundang dalam acara
kewirausahaan.
3 Orientasi
melakukan
Efisiensi
Keinginan untuk melakukan
kerja secara efisien, yang
dinilai berdasarkan aspek-
aspek seperti kemauan
bekerja keras, kesadaran,
dan kemauan menerima
tanggung jawab.
Dalam menghadapi order
yang lebih banyak pekerja
di IKM ini selalu
melakukan efisiensi kerja
dengan menambah
pekerja.
Kemampuan
Menghadapi
resiko
Kecenderungan untuk mau
menanggung resiko, yang
dinilai berdasarkan aspek-
aspek seperti kemauan
bereksperimen, kesediaan
Pada setiap penjualan
produk apabila ada produk
yang tidak sesuai atau
kurang dengan pesanan
konsumen, maka produk
untuk berubah, dan
kemauan untuk mengambil
inisiatif.
tersebut bisa dikomplin
untuk diperbaiki oleh
pihak IKM
5 Kedisiplinan Menghargai waktu dan
cendrung menggunakannya
sebagai sumber daya yang
bernilai, yang terlihatdari
berbagai aspek seperti
pencapaian sasaran
berdasarkan waktu, dan
fokus kemasa depan.
Dalam IKM ini sangat
megutamakan kedisiplina
terhadap waktu, para
konsumen yang memesan
produk biasanya diberikan
batsan waktu untuk
mengambil produknya dan
produk tersebut harus
selesai pada batas yang
sudah ditentukan.

2.2.2.3 Penilaian Kecanggihan Komponen I nfoware
Tabel 2.8 Penilaian Kecanggihan Komponen Infoware
NO INFOWARE PENGERTIAN ALASAN
1 Kemudahan
pengulangan
Informasi
Terdapat gambar, model,
dan brosur yang memuat
deskripsi dasar.

Dalam IKM ini ada model-
model sandal sebagai
contoh dalam pembuatan
produk
2 Keterkaitan Kemudahan
mengkomonikasikan
Dalam IKM ini mudah
sekali mengkomunikasan
model-model sandal yang
akan dibuat
3 Pembaharuan Terdapat informasi yang up
to date dari perancangan,
perbaikan, performansi, dan
penggunaan fasilitas.

Sewakatu-waktu ada
model-model terbaru yang
dinginkan oleh konsumen.


2.2.2.4 Penilaian Kecanggihan Komponen Orgaware
Tabel 2.9 Penilaian Kecanggihan Komponen Orgaware
No ORGAWARE PENGERTIAN ALASAN
1 Evektivitas
kepemimpinan
Kemampuan organisasi
untuk memotivasi karyawan
melalui keputusan yang
efektif yang terlihat dalam
aspek-aspek sasaran
organisasi dan visibilitas
manajemen puncak.
IKM ini dipimpin sendiri
oleh pemilik dengan
modal dan tenaga kerja
(karyawan) yang sedikit.
2 Kemampuan
Berkerja sama
Beberapa perusahaan
bekerja sama meamasarkan
produk secra independen
Dalam IKM ini dalam
menjualkan atau
memasarkan produk
bekerja sama dengan toko
toko lain yang
menjualkan produk sandal.
3 Keterlibatan
organisasional
Karyawan dilibatkan dalam
organisasi, seperti terlihat
pada aspek-aspek
kebanggaan dalam
persahabatan, komunikasi
dalam organisasi yang baik,
kesempatan untuk
berkembang, dan
penghargaan pada individu
dan kelompok.
Dalam IKM ini tidak ada
struktur organisasi, karena
pada dasarnya IKM ini
milik satu orang.
Karyawan tidak dilibatkan
dalam orgaisasi dan di
IKM ini tidak ada struktur
organisasi.
4 Kemampuan
bersaing
Perusahaan mampu menjaga
persaingan melalui
peningkatan pangsa pasar
dan kualitas prduk secara
berkesinambungan.
IKM ini mampu bersaing
dengan prosuk-produk
sandal yang ada di
pasaran. Dan senantiasa
menjaga kualitas produk.

BAB III
METODELOGI PENELITIAN


3.1 Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di di IKM Al-Barokah Socah Bangkalan yaitu
salah satu industri sandal spon, dan penelitian ini dilakukan pada pertengahan
bulan Mei 2012
3.2 Teknik Pengolahan Data
Setelah semua data yang berasal dari kuisioner terkumpul, maka langkah
selanjutnya adalah pengolahan data dengan tahapan sebagai berikut :
3.2.1 Estimasi Tingkat Softisikasi
Untuk menentukan tingkat sofistifikasi komponen teknologi dapat
digunkan suatu prosedur menentukan batas atas (upper limit) dan bawah (lower
limit) tingkat kecanggihan komponen teknologi dengan uji kualitatif skoring
(skor 1-9).
3.2.2 Penilaian Kecanggihan Mutakhir
Mengkaji tingkat kemutakhiran (state of the art) komponen teknologi
(skoring 0-10). Dan penilaian soa (state of the art) komponen teknologi
Nilai STi, STj, SI, dan SO ditentukan berdasarkan Persamaan berikut :

Keterangan
tik = skor kriteria ke-k untuk technoware item i
hji = skor kriteria ke-i untuk humanware kategori j
fm = skor kriteria ke-m untuk inforware
On = skor kriteria ke-n untuk orgaware
3.4.3 Perhitungan Kontribusi Masing-Masing komponen Teknologi
Nilai kontribusi masing-masing kompoen teknologi ditentukan
berdasarkan Persamaan berikut :
T =1/9[LT+ST(UT-LT)]
H = 1/9[LH+SH(UH-LH)]
I = 1/9 [LI+SI(UI-LI)]
O =1/9[LO+SO(UO-LO)]

3.4.4 Perhitungan TCC
Dalam suatu fasilitas transformasi, koefisisen kontribusi teknologi
(technology contribution coeffisient/TCC) didefinisikan sebagai berikut
TCC= T
bt
x H
bh
x I
bi
x O
bo
T = Kontribusi rekayasa terhadap koefisien kontribusi teknologi
H = Kontribusi kemampuan insani manusia
I = Kontribusi akses dan penguasaan informasi
O = Kontribusi pemanfaatan atas perangkat orgaisasi
B = Kepentingan relatif kriteria fasilitas rekayasa.
BAB IV
PENGUMPULAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Proses Produksi di IKM Sandal Spon
IKM Al-Barokah ini memproduksi sandal sandal berbahan spon dengan
model yang unik dan kreatif. Bahan bahan (material) pembuatan sandal yaitu :
Spon, Karet sol, Lemfox, Benang, Misban, Selang sandal, Karton (yang dibuat
Mall). Kemudian alat yang digunakan dalam produksi ini yaitu ; pisau (Cutter),
Grenda (penghalus), Mesin jahit, Klebut, Mesin Press, Pengeplong nama, dan
Gunting. Proses produksi dalam IKM ini dibagi atas 4 Departemen yaitu :
Dept. Pembuatan Rangka
Pijakan Sandal
Deprt. Pembuatan Sandat
Depart. finising
Depart. Perakitan

Gambar 4.1 proses produksi
1) Departemen Kerangka Pijakan Sandal (Peralatan : Cutter, Bollpoint, Mal
Kanan dan Kiri, alat Pengeplong nama )
a. Pemodelan
b. Pemotongan
c. Pengeplongan nama.
2) Departemen Pembuatan Sandat (Peralatan : Mesin jahit, Gunting, Penggaris)
a. Pengukuran
b. Penguntingan
c. Penjahitan
3) Departemen Perakitan (Peralatan : Pisau, Lem, Klebut, Alat pengepres)
a. Perekatan/pengeleman Spon
b. Pengukuran Lubang Sandat
c. Pengepresan lapisan Spon
d. Pengukuran dengan klebut
e. Perekatan/pengeleman (karet sol)
4) Departemen Finising (peralatan : Grenda, Gunting, Pisau)
a. Perataan tepi dengan pisau/cutter
b. Penghalusan sandal
c. Inspeksi

4.2. Estimasi Tingkat Softisikasi
Untuk menentukan tingkat sofistifikasi komponen teknologi dapat
digunkan suatu prosedur menentukan batas atas (upper limit) dan bawah (lower
limit). Tingkat kecanggihan komponen teknologi dengan uji kualitatif skoring
(skor 1-9) dari data kuisioner penentuan derajat sofistifikasi komponen
teknologi, dari pengumpulan data sekunder, diperoleh penilaian derajat
sofistifikasi komponen teknologi di IKM Al-Barokah yang seperti dibawah ini :
4.2.1 Komponen Technoware
Tabel 4.1 Batas Bawah (LL) dan Batas Atas (UL) Derajat Kecanggihan
Komponen Technoware pada Bagian Instalasi di di IKM Al-Barokah
Komponen
Technoware

Derajat
Sofistifikasi

Keterangan
Tingkat
Klasifikasi
Sko
r
1. Departemen Kerangka Pijakan Sandal
Bollpoint, Mal
Kanan dan Kiri,
1 5 Untuk Membuat model sandal
dilakukan secara manual, dengan
alat memberi garis pada spon sesuai
dengan mal yang dipilih.
Pisau/Cutter 1 4 Untuk pemotongan spon yang sudah
dimodel sandal dilakukan secara
manual.
Pengeplong
nama
2 6 Pengeplong nama berfungsi untuk
mencetak nama yang ditempel di spon
paling atas pada sandal dibuat dengan
alat pengeplong nama.
2. Departemen Pembuatan Sandat
Penggaris 1 4 Dalam mengukur Misban untuk sandat
menggunakan fasilitas manual
Mesin Jahit 4 6 Dalam membuat Misban
menggunakan fasilitas fungsi khusus
yang juga dilakukan secara manual
3. Departemen Perakitan
Alat Pengepres 2 4 Dalam merakit spon mesin yang
digunakan yaitu Fasilitas bersumber
daya, yang pengerjaanya dilkukan
secara manual.
Klebut 1 3 Klebut ini digunakan untuk mengukur
besar kaki konsumen yang diukur di
sandal yang setengah jadi. Dilakukan
secara manual
4. Departemen Finising
Grenda 3 5 Mesin ini digunakan untuk
penghalusan tepi sandal dan merupaka
mesin fungsi fasilitas umum
Gunting/pisau 1 2 Dalam memotong tepi yang belum rata
(Inspeksi)

Dari Tabel 4.1 dapat dilihat bahwa :
a. Pada Departemen Rangka Pijakan Sandal, batas bawah derajat sofistifikasi
berada pada klasifikasi 1 (fasilitas manual) dengan skor 4, sedangkan untuk
batas atas derajat sofistifikasi berada pada klasifikasi 2 (fasilitas bersumber
daya) dengan skor 6.
b. Pada Departemen Pembuatan sandat, batas bawah derajat sofistifikasi berada
pada klasifikasi 1 (fasilitas manual) dengan skor 4, sedangkan untuk batas
atas derajat sofistifikasi berada pada klasifikasi 4 (fasilitas fungsi khusus)
dengan skor 6.
c. Pada Departemen Perakitan, batas bawah derajat sofistifikasi berada pada
berada pada klasifikasi 1 (fasilitas manual) dengan skor 3, sedangkan untuk
batas atas derajat sofistifikasi klasifikasi 2 (fasilitas bersumber daya) dengan
skor 4.
d. Pada Departemen Finishing, batas bawah derajat sofistifikasi berada pada
berada pada klasifikasi 1 (fasilitas manual) dengan skor 2, sedangkan untuk
batas atas derajat sofistifikasi berada pada klasifikasi 3 (fasilitas fungsi
umum) dengan skor 5.

Tabel 4.2 Perhitungan LL dan UL Derajat Sofistifikasi Komponen
Technoware
Bagian/Departemen LL UL
Deprt. Kerangka Pijakan Sandal 4 6
Departemen pembuatan sandat 4 6
Departemen perakitan 3 4
Departemen finishing 2 5
Derajat Sofistikasi Technoware 3,25 5,3

4.2.2 Komponen Humanware
Tabel 4.3 Batas Bawah (LL) dan Batas Atas (UL) Derajat Kecanggihan
Komponen Humanware pada Bagian Instalasi di di IKM Al-Barokah
Humanware Tingkat
klasifikasi

Skor Keterangan
Pemilik/Kepala Pekerja
Kreatifitas 7 9 Pemilik yang sekaligus pekerja
mempunyai kreatifitas yang sangat
baik dalam memberikan model sandal
yang unik
Orientitas
Berprestasi
2 6 Pemilik berprestasi dalam produksi
jarang sekali adanya produk yang
cacat.
melakukan
Efisiensi
4 5 Apabila ada pemesanan yang banyak
pemilik meminta karyawan unruk
berkerja.
Kemampuan
Menghadapi
resiko
3 6 Apabila ada produk yang cacat dan
keluhan konsumen pemilik
memperbaiki produk tersebut.
Kedisiplinan 5 7 Dalam menyelesaikan order pemilik
sering kali kurang tepat waktu karena
ada beberapa kendala yang tak
terduga
Karyawan
Kreatifitas 7 7 Karyawan hanya mengikuti model
yang dibuat oleh pemilik
Orientitas
Berprestasi
2 4 Karyawan sering kali mendapat
kendala dalam melakukan proses
produksi
Kedisiplinan 5 6 Dalam menyelesaikan order sering
kali kurang tepat waktu karena ada
beberapa kendala yang tak terduga

Dari Tabel 4.3 derajat sofistifikasi komponen teknologi humanware pada
kategori kepala pekerja/pemilik IKM batas bawah berada pada tingkat
klasifikasi 4 (kemampuan memproduksi) dengan nilai 5, sedangkan batas atas
berada pada tingkat klasifikasi 7 (Kemampuan melakukan Inovasi) dengan nilai
9. Pada kategori Karyawan batas bawah berada berada pada tingkat klasifikasi 2
(Kemampuan melakukan setting up) dengan nilai 4, sedangkan batas atas
berada pada tingkat klasifikasi 7 (Kemampuan melakukan Inovasi) dengan
nilai 7
Tabel 4.4 Perhitungan LL dan UL Derajat Sofistifikasi Komponen
Technoware
Bagian LL UL
Pemilik 5 9
Karyawan 4 7
Derajat Sofistikasi Humanware 4,5 8

4.2.3 Komponen I nfoware
Tabel 4.5 Batas Bawah (LL) dan Batas Atas (UL) Derajat Kecanggihan
Komponen Infoware pada Bagian Instalasi di di IKM Al-Barokah
Infoware Tingkat
klasifikasi
Skor Keterangan

Batas
derajat
sofistifikasi
Informasi model
sandal
1 4 Model yang diberikan
yaitu model dari sandal-
yang sesuai dengan minat
konsumen
LL
Pembaharuan 6 9 Terdapat informasi yang
up to date dari
perancangan, perbaikan,
performansi, dan
penggunaan fasilitas.
UL
Dokemen 5 6 Kemudahan
mengkomonikaskan
anatar konsumen dan
pekerja


Dari Tabel 4.5 derajat sofistifikasi komponen teknologi infoware pada
batas bawah berada pada tingkat klasifikasi 1 (informasi pengenalan) dengan
nilai 4, sedangkan batas atas berada pada tingkat klasifikasi 6 (informasi
perbaikan) dengan nilai 9.
4.2.4 Komponen Orgaware
Tabel 4.6 Batas Bawah (LL) dan Batas Atas (UL) Derajat Kecanggihan
Komponen Orgaware pada Bagian Instalasi di di IKM Al-Barokah
Orgaware Tingkat
klasifikasi
Skor Keterangan

Batas derajat
sofistifikasi
Evektivitas
kepemimpinan
1 6 IKM ini dipimpin sendiri
oleh pemilik dengan
modal dan tenaga kerja
(karyawan) yang sedikit

Kemampuan
Berkerja sama
3 7 Dalam IKM ini dalam
menjualkan atau
memasarkan produk
bekerja sama dengan toko
toko lain yang
menjualkan produk
sandal.
UL
Kemampuan
bersaing
2 5 IKM ini mampu bersaing
dengan prosuk-produk
sandal yang ada di
pasaran. Dan senantiasa
menjaga kualitas produk.
LL

Dari Tabel 4.6 derajat sofistifikasi komponen teknologi orgaware pada
batas bawah berada pada tingkat klasifikasi 2 (kerangka pemantapan) dengan
nilai 5, sedangkan batas atas berada pada tingkat klasifikasi 3 (kerangka kerja
pencarian peluan) dengan nilai 7.

3.2.2 Penilaian Kecanggihan Mutakhir
Mengkaji tingkat kemutakhiran (state of the art) komponen teknologi
(skoring 0-10). STi = state-of-the art komponen teknoware = 1/10 ( tik / kt),
dimana k = 1,2,.,ki. Ini berlaku pula untuk penghitungan SHj (humanware),
SI(Inforware), dan SO (Orgaware).
3.2.2.1 Komponen Technoware
Tabel 4.7 SOA (State Of The Art) Technoware
Depart Komponen Skor
Technoware
Bollpoint dan
Mal Kanan dan Kiri,
Pisau/Cutter 4
Pengeplong nama 6
Penggaris 4
Mesin Jahit 6
Alat Pengepres 4
Klebut 3
Grenda 5
Gunting/pisau 2
39
0,39
4
Jumlah Total ST
STI
3
5
2
1

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai STi pada komponen
Technoware yaitu 0,39
3.2.2.2 Komponen Humanware
Tabel 4.9 SOA (State Of The Art) Humanware
Komponen
Humanware
Kreatifitas 9
Orientitas Berprestasi 6
melakukan Efisiensi 5
Kemampuan Menghadapi resiko 6
Kedisiplinan 7
Kreatifitas 7
Orientitas Berprestasi 4
Kedisiplinan 6
Kreatifitas 7
57
0,63333 SHj
Skor
Pemilik
Bagian
Jumlah Total SH
Karyawan

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai SHj pada komponen
Humanware yaitu 0,633

3.2.2.3 Komponen I nfoware
Tabel 4.10 SOA (State Of The Art) Infoware
I nfoware
Skor
Informasi model sandal 4
Pembaharuan 9
Keterkaitan 6
Jumlah Total 76,6
SI 2,55

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai SI pada komponen Infoware
yaitu 2,55
3.2.2.4 Komponen Orgaware
Tabel 4.11 SOA (State Of The Art) Orgaware
Orgaware
Skor
Evektivitas kepemimpinan 6
Kemampuan Berkerja sama 7
Kemampuan bersaing 5
Jumlah Total 18
SO 0,6

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai SO pada komponen
Orgaware yaitu 0,6
3.2.3 Perhitungan Kontribusi Masing-Masing komponen Teknologi
Menghitung kontribusi masing-masing komponen (component
contribution). Dengan persamaan sebagai berikut :
Ti = 1/9 [L
Ti
+ S
Ti
(U
Ti
-L
Ti
)]
Hj = 1/9 [L
Hj
+ S
Hj
(U
Hj
-L
H
j)]
I = 1/9 [L
I
+ S
I
(U
I
-L
I
)]
O = 1/9 [LO + SO (UO-LO)]
Dimana : T= technoware, H= humanware, I= Inforware, O= Orgaware,
U=batas atas, L=batas bawah.
1. Komponen Technoware
Ti = 1/9 [L
Ti
+ S
Ti
(U
Ti
-L
Ti
)]
Ti = 1/9 [3,25+ 0,39 (5,3-3,25)]
Ti = 0, 45
2. Komponen Humanware
Hj = 1/9 [L
Hj
+ S
Hj
(U
Hj
-L
H
j)]
Hj= 1/9 [4,5+ 0,633 (8-4,5)]
Hj = 0,75
3. Komponen Infoware
I = 1/9 [L
I
+ S
I
(U
I
-L
I
)]
I = 1/9 [4+ 2,55 (9-4)]
I = 1,86
4. Komponen Orgaware
O = 1/9 [LO + SO (UO-LO)]
O = 1/9 [5 + 0,6 (7-5)]
O = 0,69

3.2.5 Perhitungan TCC
Penghitungan TCC dilakukan untuk mengetahui koefisien kontribusi
teknologi total dalam industri yang diuji. Hasil penghitungan dapat dihasilkan
dengan persamaan :
TCC= T
bt
x H
bh
x I
bi
x O
bo
T = Kontribusi rekayasa terhadap koefisien kontribusi teknologi
H = Kontribusi kemampuan insani manusia
I = Kontribusi akses dan penguasaan informasi
O = Kontribusi pemanfaatan atas perangkat orgaisasi
B = Kepentingan relatif kriteria fasilitas rekayasa.
Perhitungan Koefisien Kontribusi Technologi (TCC) di IKM Al-Barokah
Sandal Spon.
TCC= Ti x Hj x I x O

TCC= 0,49 x 0,75 x 1,86 x 0,69
TCC = 0,4331
Dalam fungsi TCC tersebut, harus ditentukan estimasi dari T, H, I, O,
dapat diketahui bahwa nilai TCC IKM Albarokah ini yaitu 0,4331.
Ukm
Tabel 4.12 Penilaian kualitatif berdasarkan selang TCC
Harga TCC Tingkat Klasifikasi
0< TCC 0,1 Sangat rendah
0,1 < TCC 0,3 Rendah
0,3< TCC 0,5 Cukup
0,5< TCC 0,7 Baik
0,7< TCC 0,9 Sangat Baik
0,9< TCC 1,0 Kecanggihan moderen

Tabel 4.13Tingkat teknologi TCC
Harga TCC Tingkat Teknologi
0< TCC 0,3 Tradisional
0,3 < TCC 0,7 Semi moderen
0,7< TCC 1,0 Moderen

Dari kontribusi tiap komponen teknologi dan intensitas yang diberikan
terhadap masing-masing komponen teknologi, didapatkan besarnya koefisien
kontribusi teknologi pada proses produksi yang dilakukan IKM Sandal Spon
Al-Barokah sebesar 0,4331. Jika dihubungkan dengan dasar skala penilaian
yang digunakan untuk menilai tingkat kualitatif berdasarkan selang TCC (Tabel
4.12), maka nilai TCC untuk IKM Sandal Spon Al-Barokah berada pada tingkat
klasifikasi yang cukup baik karena nilai batas atas untuk masing-masing
komponen berdasarkan skala kualitatif termasuk dalam kategori cukup. Dan
jika dihubungkan dengan dasar skala penilaian yang digunakan untuk menilai
tingkat teknologi TCC (Tabel 4.13), maka dapat dikatakan bahwa IKM Sandal
Spon Al-Barokah berada pada tingkat teknologi semi modern. Hal tersebut
disebabkan karena fasilitas di IKM Sandal Spon Al-Barokah sudah
menggunakan mesin-mesin semi moderen dengan fasilitas khusus.

BAB V
KESIMPULAN

5.1 Keimpulan
Dalam IKM Al-barokah ini setelah dilakukan analisa Teknometrik meliputi
komponen technoware, humanware, inforware dan orgaware dapat diperoleh
hasil Nilai sebagai berikut
1. Nilai Sti pada komponen Technoware yaitu 0,39 nilai SHi pada
komponen Humanware yaitu 0,633 SI pada komponen Infoware yaitu
2,55, nilai SO pada komponen Orgaware yaitu 0,6.
2. Nilai Ti yaitu 0,45, nilai total Hj= 0,75, nilai total I= 1,86, dan nilai total
O= 0,69.
3. Dari perhitungan TCC IKM Albarokah ini yaitu 0,4331. Dan jika
dihubungkan dengan dasar skala penilaian yang digunakan untuk
menilai tingkat teknologi, maka dapat dikatakan bahwa IKM Sandal
Spon Al-Barokah berada pada tingkat teknologi semi modern.
DAFTAR PUSTAKA

Lailatul, N.2011. Analisa kontribusi teknologi dengan menggunakan metode
teknometrik di pt. Pg candi baru sidoarjo (Skripsi). Bangkalan.
Teknik Industri UTM
Rohmatul, S. Penentuan Strategi Peningkatan Nilai Tambah Berdasarkan
Penilaian Kandungan Teknologi Pada Produk Ikm Mebel Di
Propinsi Di.Yogyakarta(Jurnal)
Sunarharum, Analisis Kontribusi Teknologi pada Industri Susu Pasteurisasi di
KUD Dau J. Tek. Pert. Vol. 5. No. 3: 141 150. Malang : TIP.