Anda di halaman 1dari 50

DEFINISI

Menurut Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah


pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam
bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari
jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan
jumlah pinjaman.
DEFINISI
Menurut Kasmir, (2002:121) suku bunga bank dapat
diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank
yang berdasarkan prinsip konvesional kepada nasabah
yang membeli atau menjual produknya.
Sadono Sukirno (2006:375) menyatakan suku bunga
adalah bunga yang dinyatakan sebagai persentasi dari
modal.
DEFINISI
Pengertian suku bunga menurut Sunariyah (2004:80)
adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan
sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga
merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang
digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada
kreditur.
DEFINISI
Menurut Lipsey, Ragan, dan Courant (1997 : 471) suku
bunga adalah harga yang dibayarkan untuk satuan mata
uang yang dipinjam pada periode waktu tertentu.
DEFINISI
Adapun fungsi suku bunga menurut Sunariyah (2004:81) adalah :
a. Sebagai daya tarik bagi para penabung yang mempunyai dana
lebih untuk diinvestasikan.
b. Suku bunga dapat digunakan sebagai alat moneter dalam rangka
mengendalikan penawaran dan permintaan uang yang beredar dalam
suatu perekonomian. Misalnya, pemerintah mendukung pertumbuhan
suatu sektor industri tertentu apabila perusahaan-perusahaan dari
industri tersebut akan meminjam dana. Maka pemerintah memberi
tingkat bunga yang lebih rendah dibandingkan sektor lain.
c. Pemerintah dapat memanfaatkan suku bunga untuk mengontrol
jumlah uang beredar. Ini berarti, pemerintah dapat mengatur sirkulasi
uang dalam suatu perekonomian.
DEFINISI
Suku bunga itu sendiri ditentukan oleh dua kekuatan,
yaitu : penawaran tabungan dan permintaan investasi
modal (terutama dari sektor bisnis). Tabungan adalah
selisih antara pendapatan dan konsumsi. Bunga pada
dasarnya berperan sebagai pendorong utama agar
masyarakat bersedia menabung. Jumlah tabungan akan
ditentukan oleh tinggi rendahnya tingkat bunga. Semakin
tinggi suku bunga, akan semakin tinggi pula minat
masyarakat untuk menabung, dan sebaliknya.
Menurut Ramirez dan Khan (1999) ada dua jenis faktor
yang menentukan nilai suku bunga, yaitu faktor internal
dan eksternal. Faktor internal meliputi pendapatan
nasional, jumlah uang beredar, dan inflasi. Sedang faktor
eksternal merupakan suku bunga luar negeri dan tingkat
perubahan nilai valuta asing yang diduga.
Menurut Prasetiantono (2000) mengenai suku bunga
adalah : jika suku bunga tinggi, otomatis orang akan lebih
suka menyimpan dananya di bank karena ia dapat
mengharapkan pengembalian yang menguntungkan. Dan
pada posisi ini, permintaan masyarakat untuk memegang
uang tunai menjadi lebih rendah karena mereka sibuk
mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan
(deposito dan tabungan).
FUNGSI
Suku bunga mempunyai beberapa fungsi atau peran
penting dalam
perekonomian, yaitu :
Membantu mengalirkan tabungan berjalan ke arah investasi guna
mendukung pertumbuhan perekonomian.
Mendistribusikan jumlah kredit yang tersedia, pada umumnya
memberikan dana kredit kepada proyek investasi yang menjanjikan
hasil tertinggi.
Menyeimbangkan jumlah uang beredar dengan permintaan akan
uang dari suatu negara.
Merupakan alat penting menyangkut kebijakan pemerintah melalui
pengaruhnya terhadap jumlah tabungan dan investasi.

Menurut Kasmir, (2002:122) faktor-faktor utama yang
mempengaruhi besar kecilnya penetapan suku bunga
adalah:
1. Kebutuhan dana
Apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan
pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank
agar dana tersebut cepat terpenuhi dengan meningkatkan
suku bunga simpanan. Peningkatan bunga simpanan
secara otomatis akan pula meningkatkan bunga
pinjaman. Namun apabila dana yang ada simpanan
banyak sementara pemohonan simapanan sedikit maka
bunga simpanan akan turun.

2. Persaingan
Dalam memperebutkan dana simpanan, maka
disamping faktor promosi, yang paling utama pihak
perbankan harus memperhatikan pesaing. Dalam arti jika
untuk bunga simpanan rata-rata 16% maka, jika hendak
membutuhkan dana cepat sebaiknya bunga simpanan
kita naikkan diatas bunga pesaing, misalnya 16%. Namun
sebaliknya untuk bunga pinjaman kita harus berada
dibawah bunga pesaing.

3. Kebijakan Pemerintah
Dalam arti baik untuk bunga simpanan maupun
bunga pinjaman kita tidak boleh melebihi bunga yang
sudah ditetapkan oleh pemerintah.
4. Target laba yang diinginkan
Sesuai dengan target laba yang diinginkan, jika laba
yang diinginkan besar maka bunga pinjaman ikut besar
dan sebaliknya.

5. Jangka waktu
Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka akan semakin
tinggi bunganya, hal ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko
dimasa mendatang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman
berjangka pendek, maka bunga relatif lebih rendah.
6. Hubungan baik
Biasanya bank menggolongkan antara nasabah utama (primer)
dan nasabah biasa (sekunder). Penggolongan ini didasarkan kepada
keaktifan serta loyalitas nasabah yang bersangkutan terhadap bank.
Nasabah utama biasanya mempunyai hubungan yang baik dengan
pihak bank, sehingga dalam penentuan suku bunganyapun berbeda
dengan nasabah biasa.

Konsep Dasar
Jika nilai nominalnya sama, uang yang dimiliki
saat ini lebih berharga daripada uang yang akan
diterima di masa yang akan datang
Lebih baik menerima Rp 1 juta sekarang
daripada menerima uang yang sama 1 tahun lagi
Lebih baik membayar Rp 1 juta 1 tahun lagi
daripada membayar uang yang sama sekarang
Modal dibagi menjadi dua kategori dasar :
Modal ekuitas yang dimiliki oleh masing-masing orang yan telah
menanamkan uang atau milik mereka ke dalam proyek atau usaha
dengan harapan mendapatkan laba.
Modal pinjaman modal yang diperoleh dari pihak-pihak yang
meminjamkan untuk keperluan investasi.
Pengembalian modal bunga

Setiap kali modal dibutuhkan dalam proyek dan usaha,
sangat penting untuk memberikan pertimbangan yang
matang terhadap biayanya (misal : nilai waktu)

Bunga Sederhana

Dihitung hanya dari induk (principil) tanpa memperhitungkan
bunga yang telah diakumulasikan pada periode
sebelumnya.

I = P X N X i

Dimana :
I = Bunga yang terjadi (Rupiah)
P = Induk yang dipinjamkan atai diinvestasikan
N = Jumlah periode yang dilibatkan
i = Tingkat bunga per periode


Contoh 1
Seorang ibu rumah tangga meminjam uang sebesar Rp. 100.000,- di
koperasi simpan pinjam dengan bunga sederhana sebesar 10%/tahun
selama 4 tahun dan dibayar sekali pada akhir tahun ke 4. Berapa
besarnya hutang yang harus dibayarkan oleh ibu tersebut pada akhir
tahun ke 4 ?






Jawab :
Yang harus dibayarkan induk sebesar Rp. 100.000, dan bunganya selama 4 tahun sebesar
I = Rp. 100.000 X 10% X 4
= Rp. 40.000

Jadi, yang harus dibayarkan adalah

Rp. 100.000 + Rp. 40.000 = Rp. 140.000

Tabel Perhitungan Bunga Sederhana
Tahun
Jumlah
yang
dipinjam
Bunga
Jumlah
Hutang
Jumlah
yang
dibayar
0 100.000 0 100.000 0
1 10.000 110.000 0
2 10.000 120.000 0
3 10.000 130.000 0
4 10.000 140.000 140.000
1. Bunga Tetap

Perhitungan bunga ini sangat sederhana, yang diperhitungkan
dengan besarnya pokok yang sama dan tingkat bunganya juga
sama pada setiap waktu.
Walaupun pokok pinjaman pada kenyataannya sudah
berkurang sebesar angsuran pokok pinjaman namun dalam
perhitungan ini tetap digunakan standar perhitungan yang sama.
Contoh :
Perusahaan akan meminjam uang dari bank untuk membiayai
proyek investasi sebesar Rp 10.000.000,00 dengan bunga 15%
per tahun dalam waktu 4 tahun dan diangsur 4 kali. Maka bunga
yang harus dibayar seperti berikut :

Pembayaran Bunga
Th. Pokok-pokok
Pinjaman Rp
Besarnya
angsuran per
Tahun Rp
Besarnya
bunga per
tahun Rp
Jumlah
Bunga
Keseluruhan
Rp
1
2
3
4
10.000.000,00
7.500.000,00
5.000.000,00
2.500.000,00
2.500.000,00
2.500.000,00
2.500.000,00
2.500.000,00

1.500.000,00
1.500.000,00
1.500.000,00
1.500.000,00
1.500.000,00
3.000.000,00
4.500.000,00
6.000.000,00
Rumus :
I = PV.n.i
FV = PV+I
= PV + (PV.n.i)
= PV(1 + n.i)
= 10.000.000(1 + 4 x 0,15)
FV = 16.000.000

Di mana :
I = Besarnya keseluruhan bunga
PV = Besarnya pinjaman (nilai saat ini)
n = Jumlah tahun/bulan
i = Tingkat bunga
FV = Jumlah yang harus dibayarkan(nilai masa depan)
2. NILAI MAJEMUK (FUTURE VALUE)


Nilai majemuk (compound value) adalah
penjumlahan dari sejumlah uang permulaan/pokok
dengan bunga yang diperolehnya selama periode
tertentu, apabila bunga tidak diambil pada setiap
saat.

Contoh:
Nilai Majemuk dari Pinjaman
No Pokok pinjaman Bunga pada Akhir
Tahun (15%)
Pokok +Bunga
1
2
3
4
5
Rp 10.000.000,00
Rp 11.500.000,00
Rp 13.225.000,00
Rp 15.208.750,00
Rp 17.490.062,50
Rp 1.500.000,00
Rp 1.725.000,00
Rp 1.983.750,00
Rp 2.281.312,50
Rp 2.623.509,00
Rp 11.500.000,00
Rp 13.225.000,00
Rp 15.208.750,00
Rp 17.490.062,50
Rp 20.113.571,50
Rumus :
FV = PV (1+i)
n
FV = 10.000.000(1+0,15)
5
FV =10.000.000 x 2,011
FV = 20.110.000
3. NILAI SEKARANG (PRESENT VALUE)
Present value (nilai sekarang) merupakan
kebalikan dari compound value/nilai majemuk
adalah besarnya jumlah uang, pada permulaan
periode atas dasar tingkat bunga tertentu dari
sejumlah uang yang baru akan diterima
beberapa waktu/periode yang akan datang.
Jadi present value menghitung nilai uang pada
waktu sekarang bagi sejumlah uang yang baru
akan kita miliki beberapa waktu kemudian.
RUMUS :
Contoh:
Berapa nilai sekarang dari sejumlah uang sebesar
Rp 10.000.000,00 yang baru akan diterima pada
akhir tahun ke-5 bila didasarkan tingkat bunga 15%
dengan bunga majemuk?






PV = 10.000.000
(1+0,15)
5
= 10.000.000
2,011
= 4.972.650
4.NILAI MAJEMUK DARI ANNUITY
Annuitas atau annuity merupakan seri dari
pembayaran sejumlah uang dengan
sejumlah yang sama selama periode
waktu tertentu pada tingkat bunga
tertentu.
Anuity (Angsuran)
Yang dimaksud dengan anuity adalah jumlah yang
dibayar atau jumlah yang diterima secara
berturut-turut dari suatu periode yang ada.
Anuity memiliki sifat-sifat sebagai berikut :
1. Jumlah angsurannya sama (equal payments).
2. Jarak periode angsurannya sama (equal period
between payments).
3. Angsuran pertama pada akhir periode pertama.
Rumus:

FV (A) = nilai anuitas pada waktu = n
A = nilai individu peracikan pembayaran di masing-
masing periode
I = tingkat bunga yang akan ditambah untuk setiap
periode waktu
n = jumlah periode pembayaran

Contoh:
Perusahaan akan membayarkan pinjaman sebesar
Rp 2.000.000,00 dalam 5 tahun setiap akhir tahun
berturut-turut dengan bunga 15%, tetapi
pembayarannya akan dilakukan pada akhir tahun ke-
5. Berapa jumlah majemuk dari uang
tersebut(compound sum)?



FV(A) = 2.000.000 (1+0,15)
5
- 1
0,15
FV(A)=2.000.000x 6,742
FV(A)= 13.484.000

5.NILAI SEKARANG DARI ANNUITY
Perhitungan nilai sekarang (present value) dari suatu
annuity adalah kebalikan dari perhitungan jumlah
nilai majemuk dari suatu annuity.
Rumus:


Contoh:
Bank akan menawarkan kepada perusahaan uang
sebesar Rp 2.000.000,00 per tahun yang diterima
pada akhir tahun dengan bunga yang ditetapkan 15%
per tahun.
Maka berapa present value/nilai sekarang dari
sejumlah penerimaan selama 5 tahun?


PV(A) = 2.000.000 . 1- 1
0,15 (1+0,15)
5

= 13.333.333 . 1- 1
2.011
= 13.333.333 . ( 1 - 0,497)
= 13.333.333 . 0,503
= 6.706.666

Hubungan Nilai Waktu dari Uang dan
Kebijaksanaan Investasi
Kebijaksanaan investasi akan terkait masa yang
akan datang, tetapi dalam penilaian
menguntungkan tidaknya akan dilaksanakan
pada saat sekarang.
Dengan demikian terutama penerimaan bersih
dari pelaksanaan investasi yang akan diterima
pada waktu yang akan datang harus dinilai
sekarang, apakah penerimaan sekali atau
berangsur-angsur dengan menggunakan
perhitungan-perhitungan di atas tadi.

Penerimaan pada waktu yang akan datang pada
dasarnya adalah net cash flow dari pelaksanaan
investasi yang akan terdiri dari:

1. Biaya proyek/investasi awal (initial outlays).
2. Cash flow dan cash outflow selama proyek
investasi berjalan.
3. Nilai residu dari proyek investasi yang
bersangkutan.
4. Cash flow dan cash out flow lain-lain di luar
proses pelaksanaan proyek investasi tersebut.
Suku Bunga :
1. Bunga sederhana (simple interest)/bunga nominal
contoh : Pinjam Rp 100 juta
Bunga Rp 1,5 juta/bulan

2. Bunga majemuk (compound interest)/bunga efektif
%/tahun 18
%/bulan 1,5
0,015
juta 100
juta 1,5
Bunga
=
=
= =
Bulan Uang yang dipinjam
0 = 100 juta
1 = 100 jt + 0,015 (100 jt) = 100 jt (1 + 0,015) = 101,5 jt
2 = 100 jt (1 + 0,015) + 0,015 {100 jt (1 + 0,015)}
= 100 jt (1 + 0,015)
2
= 103,02 jt
3 = 100 jt (1 + 0,015)
2
+ 0,015 {100 jt (1 + 0,015)
2
}
= 100 jt (1 + 0,015)
3
= 104,57 jt


12 = 100 jt (1 + 0,015)
12
= 119,56 jt

Dalam ekonomi teknik bunga mejemuk yang dipakai
Time Value of Money
Konsep nilai uang terhadap waktu
Sejumlah uang yang nilainya dipengaruhi oleh perjalanan waktu,
Dimana nilai gunanya/efektifnya sama, padahal nilai nominalnya tidak sama
EKIVALENSI
Ilustrasi Pinjaman yang berbunga
Contoh : Pokok pinjaman : Rp 10.000.000,-
Jangka waktu : 5 tahun
Suku bunga : 10 % / tahun
Ada 4 cara pengembalian :
1. Tiap tahun dibayar bunganya saja, kemudian pada tahun terakhir dibayarkan
pokok pinjaman
Tahun Bunga Jumlah Angsuran Sisa
0 0 0 0 10.000.000
1 1.000.000 11.000.000 1.000.000 10.000.000
2 1.000.000 11.000.000 1.000.000 10.000.000
3 1.000.000 11.000.000 1.000.000 10.000.000
4 1.000.000 11.000.000 1.000.000 10.000.000
5 1.000.000 11.000.000 11.000.000 0

1.000.000
Rp 10.000.000
0
1 4 3 2 5
3. Tiap tahun dibayarkan bunganya dan angsuran sama rata dari pokok pinjaman
Tahun Bunga Jumlah Angsuran Sisa
0 0 0 0 10.000.000
1 1.000.000 11.000.000 3.000.000 8.000.000
2 800.000 8.800.000 2.800.000 6.000.000
3 600.000 6.600.000 2.600.000 4.000.000
4 400.000 4.400.000 2.400.000 2.000.000
5 200.000 2.200.000 2.200.000 0

Rp 10.000.000
0
1 4 3 2 5
3.000.000
2.800.000
2.600.000
2.400.000
2.200.000
4. Tiap tahun tidak dibayarkan apa-apa, baru pada tahun terakhir dibayarkan seluruh
pokok pinjaman beserta seluruh bunga-bunganya
Tahun Bunga Jumlah Angsuran Sisa
0 0 0 0 10.000.000
1 1.000.000 11.000.000 0 11.000.000
2 1.100.000 12.100.000 0 12.100.000
3 1.210.000 13.310.000 0 13.310.000
4 1.331.000 14.641.000 0 14.641.000
5 1.464.100 16.105.100 16.105.100 0

Rp 10.000.000
0
1 4 3 2 5
Rp 16.105.000
3. Tiap tahun dibayarkan suatu angsuran yang sama besar
Tahun Bunga Jumlah Angsuran Sisa
0 0 0 0 10.000.000
1 1.000.000 11.000.000 2.638.000 8.362.000
2 836.200 9.198.200 2.638.000 6.560.200
3 656.020 7.216.220 2.638.000 4.578.220
4 457.822 5.036.042 2.638.000 2.398.042
5 239.804 2.637.846 2.638.000 (154)

Rp 10.000.000
0
1 4 3 2 5
Rp 2.638.000
Catatan : A/P ; 10 % ; 5 = 0,26380
Rumus-Rumus Bunga
Keterangan notasi
1. Interest (i) : suku bunga analisis (% per periode waktu)
2. Number of Year (n) : jangka waktu analisis (jumlah periode waktu)
3. Present (P) : - transaksi tunggal diawal jangka waktu analisis
(periode ke 0)
- jumlah uang pada saat sekarang
4. Future (F) : jumlah uang pada akhir periode ke n, yang ekivalen
dengan p
5. Annual (A) : jumlah uang dari serangkaian transaksi seragam pada
setiap akhir periode, dari periode ke 1 sampai dengan
periode ke n, yang ekivalen dengan P dan F
Hubungan antara P, F dan A bisa dicari dengan jalan memperkalikannya dengan faktor
bunga yang sesuai
Hubungan P dan F
P
F
2 1 n
n = 0 F
0
= P = P (1 + i)
0

n = 1 F
1
= F
0
+ F
0i

= F
0
(1 + i)
= P (1 + i)
1
n = 2 F
2
= F
1
+ F
1i

= F
1
( 1 + i)
= P (1 + i)(1 + i)
= P (1 + i)
2
n = 3 F
3
= F
2
+ F
2i

= F
2
( 1 + i)
= P (1 + i)
2
(1 + i)
= P (1 + i)
3

.. n = n F
n
= P (1 + i)
n


F
n
= P (1 + i)
n
Rumus simbolis
P = F (P/F ; i ; n)
F = P (F/P ; i ; n)
Hubungan antara F dan A
F
2 1
n
3 n-2 n-1
A A A A A A
0
F = A + A (1 + i) + A (1 + i)
2
+ + A (1 + i)
n-3

+ A (1 + i)
n-2
+ A (1 + i)
n-1
.(1)
(1 + i) F = A (1 + i) + A (1 + i)
2
+ + A (1 + i)
n-3

+ A (1 + i)
n-2
+ A (1 + i)
n-1
+ A (1 + i)
n
.............................................(2)
Pers 1 dan 2 dikurangkan
F F F
i
= A A (1 + i)
n
F
i
= A + A (1 + i)
n

F


)
`

+
=
+ +
=
i
i
i
i
1
n
n
) (1
A
) (1 A A
}
n
i) (1
1
F{ P
+
=
Rumus simbolis
A = F (A/F ; i ; n)
F = A (F/A ; i ; n)
Hubungan antara A dan P
)
`

+
=
i
i 1 ) (
n
1
A F

=
+ 1 ) 1 (
n
i
i
F A
)
`

+
=
+ =
i
1 i) (1
A F
i) (1 P F
n
n
}
)
`

+
= +
i
i
i
1 ) 1 (
) 1 (
n
n
A P
)
`

+
+
=
n
n
i) (1
A P
) 1 (
1
i i

)

+
+
=
1
n
) (1
n
) (1
P A
i
i i
Rumus simbolis
P = A (P/A ; i ; n)
A = P (A/P ; i ; n)
A
2 1 n
A
P
0
A
Contoh-Contoh Penggunaan Rumus Bunga
1. Bila Rp 1.000.000,-
ditabung pada 1-1-1994
dengan suku bunga 15
% per tahun, berapa
nilai tabungan itu pada
1-1-2004.
2 1 6
P = 10.000.000
A = ?
0
2 1 3
5
P = ?
F = 10.000.000
0
2 1 3
10
P = 1.000.000
F = ?
0
F = P (F/P ; 15 % ; 10)
= 1.000.000 x 4,0456
= Rp 4.045.600,-
2. Berapa harus ditabung
pada 1-1-1995, dengan
suku bunga 20 % per
tahun agar nilai
tabungan itu menjadi
Rp 10.000.000,- pada 1-
1-2000.
3. Bila Rp 10.000.000,-
ditabung pada 1-1-1999
dengan suku bunga 25 %
per tahun, berapa bisa
diambil tiap tahun sejumlah
yang sama besar dari 1-1-
2000 sampai dengan 1-1-
2005 sehingga sisa
tabungan itu persis habis.
P = F (P/F ; 20 % ; 5)
= 10.000.000 x 0,4019
= Rp 4.019.000,-
A = P (A/P ; 25 % ; 6)
= 10.000.000 x 0,33882
= Rp 3.388.200,-
Contoh-Contoh Penggunaan Rumus Bunga
4. Bila Rp 1.000.000,-
ditabung tiap tahun
dari 1-1-1999 sampai 1-
1-2005 dengan suku
bunga 12 %/tahun,
berapa nilai tabungan
itu pada 2005
F = A (F/A ; 12 % ; 7)
= 1.000.000 x 10,089
= Rp 10.089.600,-
5. Berapa harus ditabung
sejumlah yang sama
besar tiap tahun dari 1-1-
1992 sampai 1-1-2000
dengan suku bunga 15
%/tahun, agar nilai
tabungan itu menjadi Rp
10.000.000,- pada tahun
2000
6. Berapa harus ditabung
pada 1-1-1997 dengan
suku bunga 20 %/tahun,
agar bisa diambil Rp
1.000.000,- tiap tahun dari
1-1-1998 sampai dengan
1-1-2005
A = F (A/F ; 15 % ; 9)
= 10.000.000 x 0,059957
= Rp 599.570,-
P = A (P/A ; 20 % ; 8)
= 1.000.000 x 3,837
= Rp 3.837.000,-
2 1 8
A = 1.000.000
0
2 1
9
F = 10.000.000
0
2 1
7
A = 1.000.000
F = ?
0
SEKIAN DAN TERIMAKASIH