Anda di halaman 1dari 16

1

UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


Perkembangan Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
Sejarah awal berdirinya IAI

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
Di awal masa kemerdekaan Indonesia, warisan dari penjajah Belanda masih dirasakan dengan
tidak ada satupun akuntan yang dimiliki atau dipimpin oleh bangsa Indonesia. Pada masa ini
masih mengikuti pola Belanda masih diikuti, dimana akuntan didaftarkan dalam suatu
register negara. Di negeri Belanda sendiri ada dua organisasi profesi yaitu Vereniging van
Academisch Gevormde Accountans (VAGA ) yaitu ikatan akuntan lulusan perguruan tinggi
dan Nederlands Instituut van Accountants (NIvA) yang anggotanya terdiri dari lulusan
berbagai program sertifikasi akuntan dan memiliki pengalaman kerja. Akuntan-akuntan
Indonesia pertama lulusan periode sesudah kemerdekaan tidak dapat menjadi anggota VAGA
atau NIvA.
Situasi ini mendorong Prof. R. Soemardjo Tjitrosidojo dan empat lulusan pertama FEUI yaitu
Drs. Basuki T.Siddharta, Drs. Hendra Darmawan, Drs. Tan Tong Joe dan Drs. Go Tie Siem
memprakarsai berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia yang dinamakan Ikatan Akuntan
Indonesia yang disingkat IAI pada tanggal 23 Desember 1957 di Aula Universitas Indonesia.




IAI
(1957)
IAI-SAP
(1977)
IAI-KAP
(1994)
IAPI
(2007)
2
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI



IAI memiliki 3 (tiga) macam anggota, yaitu :
1. Anggota Biasa
pemegang gelar akuntan atau sebutan akuntan sesuai dengan perundang-undangan
yang berlaku di Indonesia dan pemegang sertifikat profesi akuntan yang diakui oleh
IAI. Anggota biasa dapat berbentuk :
1. Perorangan
2. Organisasi, contohnya adalah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan
IAMI

2. Anggota luar biasa
Sarjana ekonomi jurusan akuntansi atau yang serupa sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku, perusahaan pengguna jasa profesi akuntan (corporate
member), dan organisasi lain yang terkait dengan profesi akuntan
3. Anggota Kehormatan
Warga negara Indonesia yang telah berjasa bagi perkembangan profesi akuntan di
Indonesia

Ikatan Akuntan Indonesia Seksi Akuntan Publik (IAI-SAP)
Di masa pemerintahan orde baru, terjadi banyak perubahan signifikan dalam perekonomian
Indonesia, antara lain seperti terbitnya Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) dan
Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN) serta berdirinya pasar modal. Perubahan
perekonomian ini membawa dampak terhadap kebutuhan akan profesi akuntan publik,
dimana pada masa itu telah berdiri banyak kantor akuntan Indonesia dan masuknya kantor
akuntan asing yang bekerja sama dengan kantor akuntan Indonesia.30 tahun setelah
setara dengan standar internasional. Dalam Kongres IAI ke VII tahun 1994, anggota IAI
sepakat untuk memberikan hak otonomi kepada akuntan publik dengan mengubah Seksi
Akuntan Publik menjadi Kompartemen Akuntan Publik.
Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)
Setelah hampir 50 tahun sejak berdirinya perkumpulan akuntan Indonesia, tepatnya pada
tanggal 24 Mei 2007 berdirilah Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) sebagai organisasi
akuntan publik yang berdirinya IAI, atas gagasan Drs. Theodorus M. Tuanakotta, pada
3
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


tanggal 7 April 1977 IAI membentuk Seksi Akuntan Publik sebagai wadah para akuntan
publik di Indonesia untuk melaksanakan program-program pengembangan akuntan publik.

Ikatan Akuntan Indonesia Kompartemen Akuntan Publik (IAI-KAP)
Dalam kurun waktu 17 tahun sejak dibentuknya Seksi Akuntan Publik, profesi akuntan
publik berkembang dengan pesat. Seiring dengan perkembangan pasar modal dan perbankan
di Indonesia, diperlukan perubahan standar akuntansi keuangan dan standar profesional
akuntan publik yang independen dan mandiri dengan berbadan hukum yang diputuskan
melalui Rapat Umum Anggota Luar Biasa IAI Kompartemen Akuntan Publik.
Berdirinya Institut Akuntan Publik Indonesia adalah respons terhadap dampak globalisasi,
dimana Drs. Ahmadi Hadibroto sebagai Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI mengusulkan
perluasan keanggotaan IAI selain individu. Hal ini telah diputuskan dalam Kongres IAI X
pada tanggal 23 Nopember 2006. Keputusan inilah yang menjadi dasar untuk mengubah IAI
Kompartemen Akuntan Publik menjadi asosiasi yang independen yang mampu secara
mandiri mengembangkan profesi akuntan publik. IAPI diharapkan dapat memenuhi seluruh
persyaratan International Federation of Accountans (IFAC) yang berhubungan dengan profesi
dan etika akuntan publik, sekaligus untuk memenuhi persyaratan yang diminta oleh IFAC
sebagaimana tercantum dalam Statement of Member Obligation (SMO).
Pada tanggal 4 Juni 2007, secara resmi IAPI diterima sebagai anggota asosiasi yang pertama
oleh IAI. Pada tanggal 5 Februari 2008, Pemerintah Republik Indonesia melalui Peraturan
Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008 mengakui IAPI sebagai organisasi profesi
akuntan publik yang berwenang melaksanakan ujian sertifikasi akuntan publik, penyusunan
dan penerbitan standar profesional dan etika akuntan publik, serta menyelenggarakan
program pendidikan berkelanjutan bagi seluruh akuntan publik di Indonesia.







4
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI





Pengertian SPAP dan awal perkembangan SPAP
Pada awalnya Tahun 1973 oleh IAI, Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
mengadaptasi 10 generally auditing standards - GAAS yang disusun oleh AICPA (1947).
Tahun tersebut standar audit yang diadaptasi IAI dinamakan dengan Norma Pemeriksaan
Akuntan (NPA). Dalam perjalanannya, untuk menyesuaikan dengan perkembangan dunia
akuntansi, NPA ini mengalami pemutakhiran sebagai berikut :
1. Tahun 1973 diterbitkan Norma Pemeriksaan Akuntan yang terdiri 15 bab.
2. Tahun 1986 dilakukan pemutakhiran terhadapan terbitan pertama dengan menambah
dua suplemen.
3. Tahun 1990 pemutakhiran kedua terhadap Norma Pemeriksaan Akuntan dengan
menambah satu suplemen (suplemen 3, Laporan akuntan mengenai laporan
keuangan komparatif) dan satu pedoman audit industri khusus (pedoman khusus
pemeriksaan koperasi).
4. Tahun 1992 menerbitkan pemutakhiran ketiga terhadap NPA dengan menambah 9
suplemen (suplemen 4 sampai suplemen 12) dan interprestasi NPA.
Standar profesional Akuntan publik (SPAP) adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar
teknis yang merupakan panduan dalam memberikan jasa bagi akuntan publik di Indonesia
serta merupakan hasil dari perkembangan berkelanjutan SPAP yang dimulai sejak tahun
1973. SPAP merupakan kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis dan aturan etika.
Pernyataan standar teknis yang dikodifikasi dalam buku SPAP ini terdiri dari : 1. Pernyataan
Standar Auditing 2. Pernyataan Standar Atestasi 3. Pernyataan Jasa Akuntansi dan Review 4.
Pernyataan Jasa Konsultansi 5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu

Sedangkan aturan etika yang dicantumkan dalam SPAP adalah Aturan Etika Kompartemen
Akuntan Publik yang dinyatakan berlaku oleh Kompartemen Akuntan Publik sejak bulan Mei
2000.
Standar Auditing Standar auditing merupakan panduan audit atas laporan keuangan historis.
Standar auditing terdiri dari 10 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing
(PSA).
Dengan demikian, PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang
tercantum dalam standar auditing.

PSA berisi ketentuan-ketentuan dan panduan utama yang harus diikuti oleh akuntan publik
dalam melaksanakan perikatan audit.

Termasuk dalam PSA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditing (IPSA), yang
merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan
yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSA. Standar Atestasi Standar atestasi memberikan
rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup tingkat keyakinan
5
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


tertinggi yang diberikan dalam jasa audit atas laporan keuangan historis, pemeriksaan atas
laporan keuangan prospektif, serta tipe perikatan atestasi lain yang memberikan keyakinan
yang lebih rendah (review, pemeriksaan, dan prosedur yang disepakati).

Standar atestasi terdiri dari 11 standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Atestasi
(PSAT).
PSAT merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang terdapat dalam standar
atestasi. Termasuk dalam PSAT adalah Interpretasi Pernyataan Standar Atestasi (IPSAT),
yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-
ketentuan yang diterbitkan oleh Dewan dalam PSAT.

Standar Jasa Akuntansi dan Review Standar jasa akuntansi dan review memberikan rerangka
untuk fungsi nonatestasi bagi jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.
Standar jasa akuntansi dan review dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Jasa Akuntansi
dan Review (PSAR). Termasuk di dalam Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review
adalah Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (IPSAR), yang merupakan
interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh Dewan terhadap ketentuan-ketentuan yang
diterbitkan oleh Dewan dalam PSAR.

Standar Jasa Konsultansi Standar jasa konsultansi memberikan panduan bagi praktisi yang
menyediakan jasa konsultansi bagi kliennya melalui kantor akuntan publik. Jasa konsultansi
pada hakikatnya berbeda dari jasa atestasi akuntan publik terhadap asersi pihak ketiga. Dalam
jasa atestasi, para praktisi menyajikan suatu kesimpulan mengenai keandalan suatu asersi
tertulis yang menjadi tanggung jawab pihak lain, yaitu pembuat asersi (asserter).

Dalam jasa konsultansi, para praktisi menyajikan temuan, kesimpulan, dan rekomendasi.
Sifat dan lingkup pekerjaan jasa konsultansi ditentukan oleh perjanjian antara praktisi dengan
kliennya.
Umumnya, pekerjaan jasa konsultansi dilaksanakan untuk kepentingan klien. Standar
Pengendalian Mutu Standar pengendalian mutu memberikan panduan bagi kantor akuntan
publik di dalam melaksanakan pengendalian kualitas jasa yang dihasilkan oleh kantornya
dengan mematuhi berbagai standar yang diterbitkan oleh Dewan Standar Profesional Akuntan
Publik dan Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik yang diterbitkan oleh Kompartemen
Akuntan Publik, Ikatan Akuntan Indonesia.

Dalam perikatan jasa profesional, kantor akuntan publik bertanggung jawab untuk mematuhi
berbagai standar relevan yang telah diterbitkan oleh Dewan dan Kompartemen Akuntan
Publik.
Dalam pemenuhan tanggung jawab tersebut, kantor akuntan publik wajib mempertimbangkan
integritas stafnya dalam menentukan hubungan profesionalnya; bahwa kantor akuntan publik
dan para stafnya akan independen terhadap kliennya sebagaimana diatur oleh Aturan Etika
Kompartemen Akuntan Publik dan bahwa staf kantor akuntan publik kompeten, profesional,
dan objektif serta akan menggunakan kemahiran profesionalnya dengan cermat dan seksama
(due profesional care).

Oleh karena itu, kantor akuntan publik harus memiliki sistim pengendalian mutu untuk
memberikan keyakinan memadai tentang kesesuaian perikatan profesionalnya dengan
berbagai standar dan aturan relevan yang berlaku.
6
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI



7
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI




Untuk pertama kalinya Ikatan Akuntansi Indonesia(IAI) berhasil menerbitkan Norma
Pemeriksaaan Akuntan, yang disahkan dalam Kongres ke III Ikatan Akuntansi Indonesia.
Norma pemeriksaan Akuntan tersebut mencakup:
1. Tanggung jawab akuntan publik
2. Unsur-unsur norma pemeriksaan akuntan yang antara lain meliputi:
pengkajian dan penilaian pengendalian intern
bahan pembuktian dan penjelasan informatif
penjelasan mengenai peristiwa kemudian, laporan khusus dan berkas pemeriksaan.






KONGRES VII AIA
Standar Profesi Akuntan Publik
KONGRES IV AIA
Norma Pemeriksan Akuntan Publik Edisi Revisi
KONGRES III IAI
Norma Pemeriksaan Akuntan Publik
8
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


Dalam Kongres ke IV Ikatan Akuntansi Indonesia tanggal 25-26 oktober 1982, Komisi
Norma Pemeriksaan Akuntan mengusulkan agar segera dilakukan penyempurnaan atas buku
Norma Pemeriksaan Akuntan yang lama, dan melengkapi dengan serangkaian suplemen yang
merupakan penjabaran lebih lanjut norma tersebut. Untuk melaksanakan tugas tersebut, telah
dibentuk Komite Norma Pemeriksaan Akuntan yang baru untuk periode kepengurusan 1982-
1986, yang anggotanya berasal dariunsur-unsur akuntan pendidik, akuntan public dan
akuntan pemerintah. Komite ini telah menyelesaikan konsep Norma Pemeriksaan Akuntan
yang disempurnakan pada tanggal 11 Maret 1984.
Pada tanggal 19 April 1986, Norma Pemeriksaan Akuntan yang telah diteliti dan
disempurnakan oleh tim pengesahan, disahkan oleh Pengurus Pusat Ikatan Akuntansi
Indonesia sebagai norma pemeriksaan yang berlaku efektif selambat-lambatnya untuk
penugasaan pemerikasaan atas laporan keuangan yang diterima setelah tanggal 31 Desember
1986.Dalam tahun 1982 Ikatan Akuntansi Indonesia menerbitkan Norma Pemerikasaan
Akuntan Edisi revisi.




Pengesahan
SPAP 1994
1. Uraian mengenai standar professional akuntan public
2. Berbagai pernyataan standar auditing yang telah
diklasifikasikan
3. Berbagai pernyataan standar atestasi yang telah
diklasifikasikan
4. Pernyataan jasa akuntan dan review
9
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


Pertengahan tahun 1999 Ikatan Akuntansi Indonesia merubah nama komite Norma
Pemeriksaan Akuntan menjadi Dewan Standar Profesional Akuntan Publik, selama tahun
1999 Dewan melakukan perubahan besar atas Standar Profesional Akuntan Publik per I
Agustus 1994 dan menerbitkannya dalam buku yang diberi judul Standar Profesional Akutan
Publik per 1 Januari 2001.


Selain ke lima standar tersebut masih dilengkapi dengan Aturan Etika Kompartemen Akuntan
Publik yang merupakan aturan normal yang wajib dipenuhi oleh akuntan publik.

Pada tahap awal perkembangannya, standar ini disusun oleh suatu komite dalam organisasi
Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang diberi nama Komite Norma Pemeriksaan Akuntan.

Standar yang dihasilkan oleh komite tersebut diberi nama Norma Pemeriksaan Akuntan.
Sebagaimana tercermin dari nama yang diberikan, standar yang dikembangkan pada saat itu
lebih berfokus ke jasa audit atas laporan keuangan historis.

Perubahan pesat yang terjadi di lingkungan bisnis di awal dekade tahun sembilan puluhan
kemudian menuntut profesi akuntan publik untuk meningkatkan mutu jasa audit atas laporan
keuangan historis, jasa atestasi, dan jasa akuntansi dan review.


SPAP per 1 Januari 2001
terdiri dari 5 Standar :
2. Pernyataan Standar Atestasi (PSAT) yang dilengkapi dengan
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi (IPSAT).
1. Pernyataan Standar Auditing (PSA) yang dilengkapi dengan
Interpretasi Pernyataan Standar Auditing (IPSA)
3. Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR) yang dilengkapi
dengan Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Akuntansi Dan Review (IPSAR).
5. Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (PSPM) yang dilengkapi dengan
Interpretasi Pernyataan Standar Pengendalian Mutu (IPSPM).
4. Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (PSJK) yang dilengkapi dengan
Interpretasi Pernyataan Standar Jasa Konsultasi (IPSJK).
10
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


Di samping itu, tuntutan kebutuhan untuk menjadikan organisasi profesi akuntan publik lebih
mandiri dalam mengelola mutu jasa yang dihasilkan bagi masyarakat juga terus meningkat.
Respon profesi akuntan publik terhadap berbagai tuntutan tersebut diwujudkan dalam dua
keputusan penting yang dibuat oleh IAI pada pertengahan tahun 1994 : (1) perubahan nama
dari Komite Norma Pemeriksaan Akuntan ke Dewan Standar Profesional Akuntan Publik dan
(2) perubahan nama standar yang dihasilkan dari Norma Pemeriksaan Akuntan ke Standar
Profesional Akuntan Publik

Susunan SPAP
1. Standar Auditing
SA 100 Pernyataan Standar AuditingPengantar
110 Tanggung Jawab dan Fungsi Auditor Independen
150 Standar Auditing
161 Hubungan Antara Standar Auditing dengan Standar Pengendalian Mutu
SA 200 Standar Umum
201 Sifat Standar Umum
210 Pelatihan dan Keahlian Auditor Independen
220 Independensi
230 Penggunaan Kemahiran Profesional dengan Cermat dan Seksama dalam
Pelaksanaan Pekerjaan Auditor
SA 300 Standar Pekerjaan Lapangan
310 Penunjukan Auditor Independen
311 Perencanaan dan Supervisi
312 Risiko Audit dan Materialitas dalam Pelaksanaan Audit
313 Pengujian Substantif sebelum Tanggal Neraca
314 Penentuan Risiko dan Pengendalian Intern Pertimbangan dan
Karakteristik Sistem Informasi Komputer
315 Komunikasi Antara Auditor Pendahulu dengan Auditor Pengganti
11
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


316 Pertimbangan Atas Kecurangan dalam Audit Laporan Keuangan
317 Unsur Tindakan Pelanggaran Hukum oleh Klien
318 Pemahaman Atas Bisnis Klien
319 Pertimbangan Pengendalian Intern dalam Audit Laporan Keuangan
320 Surat Perikatan Audit
9320 Penyampaian Laporan Keuangan Auditan dan Profil Perusahaan Kepada
Pemerintah Melalui Akuntan Publik
322 Pertimbangan Auditor Atas Fungsi Audit Intern dalam Audit Laporan
Keuangan
323 Perikatan Audit Tahun Pertama-Saldo Awal 324 Pelaporan Atas
Pengolahan Transaksi oleh Organisasi Jasa
325 Komunikasi Masalah yang Berhubungan Dengan Pengendalian Intern
yang Ditemukan dalam Suatu Audit
326 Bukti Audit
327 Teknik Audit Berbantuan Komputer
329 Prosedur Analitik
330 Proses Konfirmasi
331 Sediaan
332 Auditing Investasi
333 Representasi Manajemen
334 Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa
335 Auditing dalam Lingkungan Sistem Informasi Komputer
336 Penggunaan Pekerjaan Spesialis
337 Permintaan Keterangan dari Penasihat Hukum Klien
339 Kertas Kerja
341 Pertimbangan Auditor atas Kemampuan Entitas dalam Mempertahankan
Kelangsungan Hidupnya
12
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


9341 Laporan Auditor Independen tentang Dampak Memburuknya Kondisi
Ekonomi Indonesia terhadap Kelangsungan Hidup Entitas
342 Audit Atas Estimasi Akuntansi
343 Lingkungan Sistem Informasi Komputer-Komputer Mikro Berdiri Sendiri
344 Lingkungan Sistem Informasi Komputer-On-line Computer System
345 Lingkungan Sistem Informasi Komputer-Database System
350 Sampling Audit
360 Komunikasi dengan Manajemen
380 Komunikasi dengan Komite Audit
9380 Komunikasi Antara Auditor Utama dengan Auditor Lain
390 Pertimbangan Prosedur yang Dihilangkan Setelah Tanggal Laporan
Auditor
SA 400 Standar Pelaporan Pertama, Kedua, Ketiga
410 Kepatuhan Terhadap Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di Indonesia
411 Makna Frasa Menyajikan Secara Wajar Sesuai dengan Prinsip Akuntansi
yang Berlaku Umum di Indonesia
420 Konsistensi Penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di
Indonesia
431 Pengungkapan Memadai dalam Laporan Keuangan
435 Pelaporan Auditor Atas Informasi Segmen
SA 500 Standar Pelaporan Keempat
504 Pengaitan Nama Auditor dengan Laporan Keuangan
508 Laporan Auditor atas Laporan Keuangan Auditan
9508 Laporan Audit Bentuk Baku Berbahasa Inggris untuk Kepentingan Emis
Efek yang Dicatatkan di Pasar Modal Luar Negeri
530 Pemberian Tanggal Atas Laporan Auditor Independen
13
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


534 Pelaporan Atas Laporan Keuangan yang Disusun untuk Digunakan di
Negara Lain
543 Bagian Audit Dilaksanakan oleh Auditor Independen Lain
9543 Komunikasi Antara Auditor Utama dengan Auditor Lain
544 Ketidaksesuaian dengan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum di
Indonesia
550 Informasi Lain dalam Dokumen yang Berisi Laporan Keuangan Auditan
551 Pelaporan Tentang Informasi yang Melampiri Laporan Keuangan Pokok
dalam Dokumen yang Diserahkan oleh Auditor
9551 Pelaporan Auditor Atas Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan
Keuangan Induk Perusahaan Saja
552 Pelaporan Atas Laporan Keuangan Ringkasan dan Data Keuangan Pilihan
558 Informasi Tambahan yang Diharuskan
560 Peristiwa Kemudian
561 Penemuan Kemudian Fakta yang Ada Pada Tanggal Laporan Auditor
SA 600 Tipe Lain Laporan
622 Perikatan untuk Menerapkan Prosedur yang Disepakati Atas Unsur, Akun,
Atau Pos Tertentu dalam Laporan Keuangan
9622 Pelaporan Khusus Atas Pertanggungjawaban Dana Kampanye Pemilihan
Umum oleh Partai Politik Peserta Pemilihan Umum sesuai dengan
Ketentuan Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1999 tentang
Partai Politik dan UU No.3 Tahun 1999 Tentang Pemilihan
623 Laporan Khusus
625 Laporan tentang Penerapan Prinsip Akuntansi
634 Surat untuk Penjamin Emisi dan Pihak Tertentu Lain yang Meminta
SA 700 Topik Khusus
710 Pertimbangan Khusus dalam Audit Bisnis Kecil
722 Informasi Keuangan Intern
14
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


SA 800 Audit Kepatuhan
801 Audit yang Diterapkan Atas Entitas Pemerintahan dan Penerima Lain
Bantuan Keuangan Pemerintahan

2. Standar Atestasi
100 Standar Atestasi
9100 Pelaporan Akuntan Atas Asersi Manajemen Tentang Pengendalian Intern
dan Penyelenggaraan
200 Proyeksi dan Perkiraan Keuangan
300 Pelaporan Informasi Keuangan Proforma
400 Pelaporan Pengendalian Intern Suatu Entitas Atas Pelaporan Keuangan
500 Atestasi Kepatuhan
600 Perikatan Prosedur yang Disepakati
700 Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen

3. Standar Jasa Akuntansi dan Review
100 Kompilasi dan Review Atas Laporan Keuangan
200 Pelaporan Atas Laporan Keuangan Komparatif
300 Laporan Kompilasi atas Laporan Keuangan yang Dimasukkan dalam
Formulir Tertentu
500 Komunikasi Antara Akuntan Pendahulu dengan Akuntan Pengganti
500 Pelaporan Atas Laporan Keuangan Pribadi yang Dimasukkan dalam
RencanaKeuanganPribadiTertulis



15
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


4. Standar Jasa Konsultasi
100 Definisi dan Standar Jasa Konsultasi

5. Standar Pengendalian Mutu Kantor Akuntansi Publik
100 Sistem Pengendalian Mutu Kantor Akuntan Publik
200 Perumusan Kebijaksanaan dalam Prosedur Pengendalian Mutu
300 Standar Pelaksanaan dan Pelaporan Review Mutu








16
UNIVERSITAS JAMBI
FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Institut_Akuntan_Publik_Indonesia 27-03-2014 pukul 21.03 wib
http://intriqueapp.blogspot.com/2009/01/perkembangan-standar-profesional.html 27-03-2014
pukul 21.03 wib