Anda di halaman 1dari 50

HIPERTENSI KRISIS HIPERTENSI KRISIS

SEBELUM DIBICARAKAN SEBAIKNYA KITA SEBELUM DIBICARAKAN SEBAIKNYA KITA


MENGETAHUI TATACARA PENGUKURAN TEK DARAH MENGETAHUI TATACARA PENGUKURAN TEK DARAH
UTK DIAGNOSIS DAN TATALAKSAN DARI UTK DIAGNOSIS DAN TATALAKSAN DARI
HIPERTENSI PADA ANAK DAN REMAJA DAN HIPERTENSI PADA ANAK DAN REMAJA DAN
1. 1.
HIPERTENSI PADA ANAK DAN REMAJA DAN HIPERTENSI PADA ANAK DAN REMAJA DAN
TERAKHIR KITA BICARAKAN HIPERTENSI KRISIS TERAKHIR KITA BICARAKAN HIPERTENSI KRISIS
Rusdidjas, Rafita Ramayati, Oke Rina Ramayani Rusdidjas, Rafita Ramayati, Oke Rina Ramayani
dan Rosmayanti dan Rosmayanti
Bag Ilmu Kes Anak FK Bag Ilmu Kes Anak FK--USU/RSHAM Medan USU/RSHAM Medan
HIPERTENSI PADA ANAK HIPERTENSI PADA ANAK
DAN REMAJA DAN REMAJA
2. 2.
Rusdidjas, Rafita Ramayati, Oke Rina Ramayani Rusdidjas, Rafita Ramayati, Oke Rina Ramayani
dan Rosmayanti dan Rosmayanti
Bag Ilmu Kes Anak FK Bag Ilmu Kes Anak FK--USU/RSHAM Medan USU/RSHAM Medan
Pendahuluan Pendahuluan
Siapa yg disebut Anak? Siapa yg disebut Anak?
Undang Undang--undang RI No.4 / 1979 undang RI No.4 / 1979
Seseorang yg belum berusia Seseorang yg belum berusia
3. 3.
Seseorang yg belum berusia Seseorang yg belum berusia
21 thn dan belum menikah 21 thn dan belum menikah
Kematangan Sosial, Kematangan Sosial,
Pribadi, Pribadi,
Mental. Mental.
Hipertensi pada anak dan remaja Hipertensi pada anak dan remaja
sering ditemukan, prevalensi sering ditemukan, prevalensi
0.8 0.8 -- 10%. 10%.
Hipertensi primer pada orang Hipertensi primer pada orang
4. 4.
Hipertensi primer pada orang Hipertensi primer pada orang
dewasa, sering dianggap berasal dewasa, sering dianggap berasal
dari hipertensi primer pada masa dari hipertensi primer pada masa
anak. anak.
Penyebab hipertensi primer pd Penyebab hipertensi primer pd
anak, disangka adanya faktor anak, disangka adanya faktor
1. Pengaruh kimia (angiotensin, 1. Pengaruh kimia (angiotensin,
prostaglandin, catecholamines, prostaglandin, catecholamines,
aldosteron dan kalikrein). aldosteron dan kalikrein).
5. 5.
aldosteron dan kalikrein). aldosteron dan kalikrein).
2. Pengaruh syaraf symphatik 2. Pengaruh syaraf symphatik
3. Genetik 3. Genetik
4. Regulasi Cardiac output 4. Regulasi Cardiac output
5. Elastisitas pemb. darah. 5. Elastisitas pemb. darah.
EEssential ssential HHypertension ypertension 90 to 95 % of high 90 to 95 % of high
blood pressure blood pressure
Prevalence Prevalence of of EH. EH.
children children... ...about about 4 %, 4 %, mostly secondary mostly secondary
middle age middle age . .approximately approximately 11 11--21 % 21 %
6. 6.
middle age middle age . .approximately approximately 11 11--21 % 21 %
50 50--59 59 years years old old ... ...approximately approximately 44 % 44 %
60 60--69 69 years years old old .. ... .approximately approximately 54 % 54 %
more than more than 70 70 years old years old ... ............ ......... 64 % 64 %
((tandardn terapeutick postupy, 2 tandardn terapeutick postupy, 2nd edition nd edition))
Biasanya patofisiologi dari Biasanya patofisiologi dari
Arterial Blood Pressure Arterial Blood Pressure
adalah sebagai fungsi dari adalah sebagai fungsi dari
1. Blood volume 1. Blood volume
7. 7.
1. Blood volume 1. Blood volume
2. Cardiac output 2. Cardiac output
3. Total Periph. Vasc. Resist. 3. Total Periph. Vasc. Resist.
Pada suatu penelitian di Pada suatu penelitian di
Bogalusa: ada hubungan Bogalusa: ada hubungan
antara kelainan a. coronaria antara kelainan a. coronaria
8. 8.
antara kelainan a. coronaria antara kelainan a. coronaria
dengan sistolik hipertensi dengan sistolik hipertensi
pada anak pada anak
DIAGNOSIS dan TATALAKSANA DIAGNOSIS dan TATALAKSANA
DIAGNOSIS AND MANAGEMENT OF HYPERTENSION
IN CHILDREN AND ADOLESCENT
9. 9.
DIAGNOSIS dan TATALAKSANA DIAGNOSIS dan TATALAKSANA
hipertensi pada anak dan remaja hipertensi pada anak dan remaja
Definisi dan Definisi dan
Klasifikasi (dahulu) Klasifikasi (dahulu)
sesuai dengan sesuai dengan
The Second Task Force on The Second Task Force on
Blood Presure Control in Blood Presure Control in
10. 10.
Blood Presure Control in Blood Presure Control in
Children 1987, Sekarang Children 1987, Sekarang
mulai 2004 dipakai the 4 mulai 2004 dipakai the 4
th th
Task F. Task F.
High Normal High Normal
Significant H Significant H
Severe H Severe H
Pre Pre--Hyperten. Hyperten.
Hypert. Grade I Hypert. Grade I
Hypert. Grade II Hypert. Grade II
2004
11. 11.
Fig 1. Fig 1.
Hypert. Grade II Hypert. Grade II
2004
Cara Cara--cara pengukuran tekanan cara pengukuran tekanan
darah pada anak: darah pada anak:
--posisi anak : duduk posisi anak : duduk
--lengan atas kanan diatas meja lengan atas kanan diatas meja
12. 12.
--lengan atas kanan diatas meja lengan atas kanan diatas meja
--manset # 2/3 panjang lengan manset # 2/3 panjang lengan
--diukur dengan manometer Hg diukur dengan manometer Hg
--ukuran manset = pj. Lengan ukuran manset = pj. Lengan
Manset Manset Lebar (cm) Lebar (cm) Panjang (cm) Panjang (cm)
Newborn Newborn 2.5 2.5 4.0 4.0 5.0 5.0--9.0 9.0
Infant Infant 4.0 4.0--6.0 6.0 11.5 11.5--18.0 18.0
Child Child 7.5 7.5--9.0 9.0 17.0 17.0--19.0 19.0
13. 13.
Child Child 7.5 7.5--9.0 9.0 17.0 17.0--19.0 19.0
Adult Adult 11.5 11.5--13.0 13.0 22.0 22.0--16.0 16.0
Large arm Large arm 11.0 11.0--15.0 15.0 30.5 30.5--33.0 33.0
Thigh Thigh 14.0 14.0--19.0 19.0 36.0 36.0--38.0 38.0
Etiologi hipertensi pada anak Etiologi hipertensi pada anak
1. Pada Newborn: 1. Pada Newborn:
Renal a. trombosis / stenosis Renal a. trombosis / stenosis
14. 14.
Renal a. trombosis / stenosis Renal a. trombosis / stenosis
Congenital renal malform. Congenital renal malform.
Coarctatio aortae Coarctatio aortae
Bronchopulmonary dysplasia Bronchopulmonary dysplasia
2. Bayi 2. Bayi 6 tahun 6 tahun
Renal parenchymal dis. Renal parenchymal dis.
Coarctatio aortae Coarctatio aortae
Renal artery stenosis Renal artery stenosis
3. Anak 6 3. Anak 6--10 thn 10 thn
Renal artery stenosis Renal artery stenosis
15. 15.
Renal artery stenosis Renal artery stenosis
Renal parenchymal dis. Renal parenchymal dis.
Primary hypertensi Primary hypertensi
4. Remaja: 4. Remaja:
Primary hypertensi Primary hypertensi
Renal parenchymal dis. Renal parenchymal dis.
Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang--1 untuk 1 untuk
mendeteksi peny. Ginjal: mendeteksi peny. Ginjal:
a. urinalisis a. urinalisis
b. urin kultur b. urin kultur
16. 16.
b. urin kultur b. urin kultur
c. darah rutin c. darah rutin
d. kimia darah : kreatinin, ureum d. kimia darah : kreatinin, ureum
e. USG ginjal & sal.kemih e. USG ginjal & sal.kemih
f. Aktifitas plasma renin f. Aktifitas plasma renin
Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang--2 untuk 2 untuk
mendeteksi penyakit ginjalnya: mendeteksi penyakit ginjalnya:
a. biopsi ginjal a. biopsi ginjal
b. IVP (intravenous pyelography) b. IVP (intravenous pyelography)
c. MCU (Micturating Cystourethro.) c. MCU (Micturating Cystourethro.)
d. Scintigrafi DMSA d. Scintigrafi DMSA
17. 17.
c. MCU (Micturating Cystourethro.) c. MCU (Micturating Cystourethro.)
d. Scintigrafi DMSA d. Scintigrafi DMSA
e. CT e. CT--scan abdomen (Upper & L) scan abdomen (Upper & L)
f. Arteriografi f. Arteriografi
g. Katecholamine v. cava g. Katecholamine v. cava
h. Renin v. renalis h. Renin v. renalis
PENGOBATAN (NON PENGOBATAN (NON--F & FARM.) F & FARM.)
BANYAK OBAT ANTIHIPERTENSI BANYAK OBAT ANTIHIPERTENSI
YANG SUDAH DIPASARKAN DAN YANG SUDAH DIPASARKAN DAN
BIASANYA DIKELOMPOKKAN SE BIASANYA DIKELOMPOKKAN SE--
18. 18.
BIASANYA DIKELOMPOKKAN SE BIASANYA DIKELOMPOKKAN SE--
SUAI DENGAN LOKASI DIMANA SUAI DENGAN LOKASI DIMANA
TEMPAT KERJANYA SBB: TEMPAT KERJANYA SBB:
PENGOBATAN PENGOBATAN NON NON--FARMAKULOGIK FARMAKULOGIK
PRINSIP : ROBAH GAYA HIDUP (LIFE STYLE) PRINSIP : ROBAH GAYA HIDUP (LIFE STYLE)
ADA SPORT TERATUR ADA SPORT TERATUR
MAKAN AWASI GARAM DAN ZAT YG MENGA MAKAN AWASI GARAM DAN ZAT YG MENGA--
DUNGI CHOLESTEROL DUNGI CHOLESTEROL
19. 19.
DUNGI CHOLESTEROL DUNGI CHOLESTEROL
TURUNKAN BB TURUNKAN BB
KURANGI MEROKOK KURANGI MEROKOK
HINDARI STRESS HINDARI STRESS
HIDUP SEDERHANA DAN TERATUR HIDUP SEDERHANA DAN TERATUR
PENGOBATAN PENGOBATAN NON NON--FARMAKULOGIK FARMAKULOGIK
PRINSIP : ROBAH GAYA HIDUP (LIFE STYLE) PRINSIP : ROBAH GAYA HIDUP (LIFE STYLE)
ADA SPORT TERATUR ADA SPORT TERATUR
MAKAN AWASI GARAM DAN ZAT YG MENGA MAKAN AWASI GARAM DAN ZAT YG MENGA--
DUNGI CHOLESTEROL DUNGI CHOLESTEROL
20. 20.
DUNGI CHOLESTEROL DUNGI CHOLESTEROL
TURUNKAN BB TURUNKAN BB
KURANGI MEROKOK KURANGI MEROKOK
HINDARI STRESS HINDARI STRESS
HIDUP SEDERHANA DAN TERATUR HIDUP SEDERHANA DAN TERATUR
PENGOBATAN FARMAKOLOGIK PENGOBATAN FARMAKOLOGIK
SUDAH BANYAK OBAT ANTIHIPERTENSI YANG SUDAH BANYAK OBAT ANTIHIPERTENSI YANG
DIPASARKAN. DIPASARKAN.
TERTANTUNG DIMANA KERJA OBAT TERTANTUNG DIMANA KERJA OBAT
LIHAT GAMBAR BERIKUT. LIHAT GAMBAR BERIKUT.
21. 21.
LIHAT GAMBAR BERIKUT. LIHAT GAMBAR BERIKUT.
22. 22.
LOKASI LOKASI
5.Receptor blocker:
#Losartan (Angioten)
# Valsartan, dll
99%-tile
95%-tile
90%-tile
SEJAK TAHUN 2004 TASK FORCE 2
DIGANTI DENGAN TASK FORCE 4
23. 23.
90%-tile
GRADE HYPERT
4
nd
TASK FORCE 2004
Pre-Hypertension
Hypert. Grade 1
Hypert Grade II
BEDA KLASIFIKASI BEDA KLASIFIKASI
TASK FORCE 4 TASK FORCE 4 TASK FORCE 2 TASK FORCE 2
90 90 95%tile; PRE 95%tile; PRE--HIPERT. HIPERT. HIHGT NORMAL HIHGT NORMAL
95 95 99%tiele: HYP.GRADE I 99%tiele: HYP.GRADE I SIGN, HYPERT. SIGN, HYPERT.
>99%tile : HYP. GRADE II >99%tile : HYP. GRADE II SEVERE HYPERT SEVERE HYPERT
BISA UTK SEMUA BISA UTK SEMUA AMERIKA EUROPE AMERIKA EUROPE
BANGSA / RAS BANGSA / RAS
24. 24.
BANGSA / RAS BANGSA / RAS
PAKAI GRAFIK PAKAI GRAFIK Z Z SCORE (SD) SCORE (SD)
PARAMETER; PARAMETER;
KELAMIN, USIA KELAMIN, USIA. . KELAMIN, USIA KELAMIN, USIA
DAN BB (Kg) DAN BB (Kg) BB (Kg) DAN TB (Cm) BB (Kg) DAN TB (Cm)
ADA TB/U,BB/U.TB/BB, ADA TB/U,BB/U.TB/BB, ((--))
LLA. BMI, L.Kepala LLA. BMI, L.Kepala
Cara membaca Tabel The 4
th
Task Force
1. Sesuaikan jenis kelamin dan umur
2. Tentukan persentil TB anak dgn
25. 25.
2. Tentukan persentil TB anak dgn
CDC 2000 - TB (Cm) terhadap Umur
3. Baca SBP dan DBS pada Tabel
The 2 The 2
nd nd
Task Force : Tensi tergantung Task Force : Tensi tergantung
# Usia # Usia
# Kelamin # Kelamin
The 4 The 4
th th
Task Force : Tensi tergantung Task Force : Tensi tergantung
# Usia # Usia
26. 26.
# Usia # Usia
# Kelamin # Kelamin
# TB (Cm) # TB (Cm)
Lihat ; Tabel 3 dan 4 dari The 4
th
Task Force
50% tile
25% tile
75% tile
10% tile
90% tile
TB (cm)
115
125
Contoh, Seorang anak pria usia 6 thn TB nya 125 cm
=>90% tile
27. 27.
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Years pria
CDC 2000
Percentil TB (cm) / Umur (y)
55
th th
10 10
th th
25 25
th th
50 50
th th
75 75
th th
90 90
th th
95 95
th th
55
th th
10 10
th th
25 25
th th
50 50
th th
75 75
th th
90 90
th th
95 95
th th
Tab.3 Level TD anak pria 6 thn Umur thd Percentile TB (cm) [4
th
task force]
SBP mmHg
Pencentil TB (cm)
DBP mmHg
Pencentil TB (cm)
50th
90th
95th
99th
91
105
109
116
92
106
110
117
94
108
112
119
96
110
114
121
98
111
115
123
99
113
117
124
100
113
117
125
53
68
72
80
53
68
72
80
54
69
73
81
53
70
74
82
54
71
75
83
57
72
76
84
57
72
76
84
28. 28.
6 y
Contoh diatas anak pria 6 thn TB nya 90% tile
Mis; TD 120/75 mm Hg SBP >95% DBP > 90%
Anak menderita Sistolic Hypertension grade 1
dan Diastolic Pre- Hypertesion
99%
95%
90%
Gr 2
Gr 1
Pre
4
th
Task Force
1.Beri diuretik 1.Beri diuretikTD normal TD normalTeruskan diuretik Teruskan diuretik
Bila TD masih tinggi Bila TD masih tinggi
2.Tambah beta bloker 2.Tambah beta bloker TD normal TD normal Stop diuretik, Stop diuretik,
teruskan beta b. teruskan beta b.
Bila TD naik lagi, mulai lagi Bila TD naik lagi, mulai lagi
diuretik + teruskan beta b. diuretik + teruskan beta b.
Bila TD masih tinggi Bila TD masih tinggi
PENGOBATAN FARMAKOLOGIK
29. 29.
Bila TD masih tinggi Bila TD masih tinggi
3. Tambahkan hydralazin atau prazosin 3. Tambahkan hydralazin atau prazosin TD normal TD normal
Teruskan diuretik, beta b Teruskan diuretik, beta b
dan hydralazin dan hydralazin
4. Bila TD masih tinggi, 4. Bila TD masih tinggi, Robah ke captopril, bila perlu Robah ke captopril, bila perlu
tambah dgn propranolol / metildopa / Ca bloker, dll. tambah dgn propranolol / metildopa / Ca bloker, dll.
Fig.4 STEP CARE APPROACHED Fig.4 STEP CARE APPROACHED
HIPERTENSI KRISIS HIPERTENSI KRISIS
DEFINISI utk anak >6 thn; DEFINISI utk anak >6 thn;
TDS > 180 atau TDD> 120 mmHg) TDS > 180 atau TDD> 120 mmHg)
dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati, dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati,
30. 30.
dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati, dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati,
Dekompensatio C., Edema papil. Atau, Dekompensatio C., Edema papil. Atau,
TD<180/120 dengan Hipert. Ensefalopati, TD<180/120 dengan Hipert. Ensefalopati,
Dekompensatio C., Edema papil, Dekompensatio C., Edema papil,
HIPERTENSI KRISIS HIPERTENSI KRISIS
DEFINISI utk anak < 6 thn; DEFINISI utk anak < 6 thn;
TDS atau TDD berada TDS atau TDD berada =/> 50% diatas garis =/> 50% diatas garis
95%tile 95%tile dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati, dgn / tanpa Hipertensif Ensefalopati,
Dekompensatio C., Edema papil. Atau, Dekompensatio C., Edema papil. Atau,
TD TD=/> 50% diatas garis 95%tile =/> 50% diatas garis 95%tile dengan dengan
31. 31.
TD TD=/> 50% diatas garis 95%tile =/> 50% diatas garis 95%tile dengan dengan
Hipert. Ensefalopati, Dekompensatio C., Hipert. Ensefalopati, Dekompensatio C.,
Edema papil, Edema papil,
90%tike
95%tike
50%
99%tike
HIPERTENSI KRISIS (HK) HIPERTENSI KRISIS (HK)
HIPERTENSI ENSEFALOPATI (HE) ADALAH
BAGIAN DARI HIPETENSI KRISISI (HK), YAITU
TEK.DARAH YG MENINGKAT MENDADAK DAN
BERLEBIHAN DGN AKIBAT TERJADI DISFUNGSI
32. 32.
BERLEBIHAN DGN AKIBAT TERJADI DISFUNGSI
DARI SEREBRAL. HE DAN HK SALING
BERHUBUNGAN
ETIOLOGI DARI ETIOLOGI DARI HK HK
HIPERTENSI PADA ANAK BIASANYA HIPERT. HIPERTENSI PADA ANAK BIASANYA HIPERT.
SEKUNDER, misalnya ok. KELAINAN GINJAL. SEKUNDER, misalnya ok. KELAINAN GINJAL.
GNAPS paling sering GNAPS paling sering
GLOMERULONEFRITIS KRONIK dgn/tanpa NS. GLOMERULONEFRITIS KRONIK dgn/tanpa NS.
33. 33.
GLOMERULONEFRITIS KRONIK dgn/tanpa NS. GLOMERULONEFRITIS KRONIK dgn/tanpa NS.
PIELONEFRITIS ok. VUR atau Obstructif UROPATI PIELONEFRITIS ok. VUR atau Obstructif UROPATI
GGK GGK
HUS dll HUS dll
PATOFISIOLOGI DARI HK PATOFISIOLOGI DARI HK
PADA KEADAAN NORMAL, ADA PADA KEADAAN NORMAL, ADA AUTOREGULASI, AUTOREGULASI,
YANG MEMPERTAHANKAN PERFUSI DARAH DI YANG MEMPERTAHANKAN PERFUSI DARAH DI
OTAK TETAP NORMAL. OTAK TETAP NORMAL.
BILA TEK. DARAH NAIK BILA TEK. DARAH NAIK ARTERIOL OTAK BER ARTERIOL OTAK BER
34. 34.
BILA TEK. DARAH NAIK BILA TEK. DARAH NAIK ARTERIOL OTAK BER ARTERIOL OTAK BER
KONSTRIKSI, AGAR PERFUSI TETAP. KONSTRIKSI, AGAR PERFUSI TETAP.
BILA TEK DARAH TURUN BILA TEK DARAH TURUN ARTERIOL OTAK BER ARTERIOL OTAK BER
DILATASI. AGAR PERFUSI TETAP. DILATASI. AGAR PERFUSI TETAP.
BILA AUTOREGULASI GAGAL BILA AUTOREGULASI GAGAL DISFUNGSI OTAK. DISFUNGSI OTAK.
MEKANISME AUTOREGULASI OTAK MEKANISME AUTOREGULASI OTAK
DILATASI
KONSTRIKSI
PERFUSI KE
35. 35.
MEKANISME AUTOREGULASI SEPERTI INI ADA JUGA MEKANISME AUTOREGULASI SEPERTI INI ADA JUGA
DI GINJAL UTK MEMPERTAHANKAN FILTRASI TETAP DI GINJAL UTK MEMPERTAHANKAN FILTRASI TETAP
BERLANGSUNG (antara Aff dan EFF arteriole) BERLANGSUNG (antara Aff dan EFF arteriole)
PERFUSI KE
OTAK TETAP
BILA AUTOREGULASI TERGANGGU BILA AUTOREGULASI TERGANGGU
Umpama TEK. DARAH MANDADAK NAIK, TIDAK Umpama TEK. DARAH MANDADAK NAIK, TIDAK
TIMBUL VASOCONSTRIKSI CAIRAN DARI TIMBUL VASOCONSTRIKSI CAIRAN DARI
PERIVASCULAR MEREMBES KE OTAK PERIVASCULAR MEREMBES KE OTAK
EDEMA OTAK. DEMIKIAN JUGA KALAU EDEMA OTAK. DEMIKIAN JUGA KALAU
36. 36.
EDEMA OTAK. DEMIKIAN JUGA KALAU EDEMA OTAK. DEMIKIAN JUGA KALAU
TEK.DARAH MENDADAK TURUN TIDAK TIMBUL TEK.DARAH MENDADAK TURUN TIDAK TIMBUL
VASODILATASI, BANJIR DARAH DALAM VASODILATASI, BANJIR DARAH DALAM
VASCULAR OTAK, PERIVACULAR MEREMBES VASCULAR OTAK, PERIVACULAR MEREMBES
KE OTAK KE OTAK EDEM OTAK. EDEM OTAK.
Gejala klinik HK Gejala klinik HK
Dimulai dgn gejala Prodromal (12 Dimulai dgn gejala Prodromal (12 48 jam) 48 jam)
sebelumnya. Dimulai sakit kepala yg makin lama sebelumnya. Dimulai sakit kepala yg makin lama
makin berat., Enek (+), mual (+), muntah (+),. makin berat., Enek (+), mual (+), muntah (+),.
Selankutnya Selankutnya mental confusion mental confusion (kacau), penglihatan (kacau), penglihatan
37. 37.
Selankutnya Selankutnya mental confusion mental confusion (kacau), penglihatan (kacau), penglihatan
kabur atau kembar (diplopia). Bisa defisit neurlogik kabur atau kembar (diplopia). Bisa defisit neurlogik
fokal mis, hemiparesis, afasia, refleks fokal mis, hemiparesis, afasia, refleks--refleks kiri # refleks kiri #
kanan. Hal ini bersifat sementara.Bila kelainan ini kanan. Hal ini bersifat sementara.Bila kelainan ini
menetap, Diagnosis HK perlu dipertanyakan.?. menetap, Diagnosis HK perlu dipertanyakan.?.
Kriteria HK yang paling tepat ialah gejala akan Kriteria HK yang paling tepat ialah gejala akan
hilang bila Tek. Darah diturunkan. hilang bila Tek. Darah diturunkan.
DD nya kalau tidak hilang sesudah Tek.Darah DD nya kalau tidak hilang sesudah Tek.Darah
diturunkan: perdarahan intrakranial, perdarahan diturunkan: perdarahan intrakranial, perdarahan
Gejala klinik HK.. Gejala klinik HK..
38. 38.
diturunkan: perdarahan intrakranial, perdarahan diturunkan: perdarahan intrakranial, perdarahan
subdural, tumor intrakranial, ensefalitis. Uremik subdural, tumor intrakranial, ensefalitis. Uremik
ensefalopati, Toxic ensefalopaty, ensefailitis, atau ensefalopati, Toxic ensefalopaty, ensefailitis, atau
trauma kepala. trauma kepala.
PENGOBATAN HK PENGOBATAN HK
HK DIBAGI 2: HK DIBAGI 2:
1 HIPERTENSI EMERGENSI, TEK.DARAH 1 HIPERTENSI EMERGENSI, TEK.DARAH
MENDADAK NAIK MENDADAK NAIK
2. HIPERTENSI URGENSI, TEK DARAH 2. HIPERTENSI URGENSI, TEK DARAH
39. 39.
2. HIPERTENSI URGENSI, TEK DARAH 2. HIPERTENSI URGENSI, TEK DARAH
BERANGSUR BERANGSUR--ANGSUR NAIK. ANGSUR NAIK.
PENGOBATAN HK. PENGOBATAN HK.
SELAMANYA DGN FARMOKOLOGIK. SELAMANYA DGN FARMOKOLOGIK.
HIPERTENSI EMERGENSI, biasanya digunakan HIPERTENSI EMERGENSI, biasanya digunakan
Nifedipin (Calsium Channel Blocker) bisa Nifedipin (Calsium Channel Blocker) bisa
sublingual dan bisa oral. sublingual dan bisa oral.
40. 40.
sublingual dan bisa oral. sublingual dan bisa oral.
A.1. Nifedipin Sublingual 0.1 mg/KgBB. A.1. Nifedipin Sublingual 0.1 mg/KgBB.
A.2. Dinaikkan 0.1 mg/KgBB/kali setiap 5 menit pada A.2. Dinaikkan 0.1 mg/KgBB/kali setiap 5 menit pada
30 memit pertama 30 memit pertama
A.3. Lalu setiap 15 menit pada 1 jam, selanjutnya tiap A.3. Lalu setiap 15 menit pada 1 jam, selanjutnya tiap
30 menit (Dosis maksimal 10 mg/kali. 30 menit (Dosis maksimal 10 mg/kali.
PENGOBATAN HK.. PENGOBATAN HK..
41. 41.
30 menit (Dosis maksimal 10 mg/kali. 30 menit (Dosis maksimal 10 mg/kali.
B. Furosemid 1 mg/KgBB/kali, 2 x sehari kalau KU B. Furosemid 1 mg/KgBB/kali, 2 x sehari kalau KU
membaik. membaik.
C. Bila Tensi tidak turun beri Kaptopril 0.3 mg/KgBB/kali C. Bila Tensi tidak turun beri Kaptopril 0.3 mg/KgBB/kali
(2 (2--3x / hari). Maksimal 2 mg/Kg/BB/kali.{dari A 3x / hari). Maksimal 2 mg/Kg/BB/kali.{dari A BB C C
samapi samapi DIASTOLIK turun 90 DIASTOLIK turun 90 100 mmHg 100 mmHg. .
PENGOBATAN HK.. .. .. . PENGOBATAN HK.. .. .. .
TEK.DARAH DIUKUR TIAP 5 MENIT PADA 15 TEK.DARAH DIUKUR TIAP 5 MENIT PADA 15
MENIT PERTAMA. MENIT PERTAMA.
SETIAP 15 MENIT PADA 1 JAM SETIAP 15 MENIT PADA 1 JAM
PERTAMA.SELANJUTNYA TIAP 15 MENIT PERTAMA.SELANJUTNYA TIAP 15 MENIT
42. 42.
PERTAMA.SELANJUTNYA TIAP 15 MENIT PERTAMA.SELANJUTNYA TIAP 15 MENIT
SAMPAI DIASTOLIK < 100 mmHg. SAMPAI DIASTOLIK < 100 mmHg.
SELANJUTKAN 1 SELANJUTKAN 1--3 JAM SAMPAI TENSI STABIL 3 JAM SAMPAI TENSI STABIL
BILA STABIL BILA STABIL NIFEDIPIN RUMATAN NIFEDIPIN RUMATAN, 02 , 02 1 1
mg/KgBB/hari (2 mg/KgBB/hari (2--3 KALI) 3 KALI)
Untuk pengobatan Hipertensi Urgensi, prinsip sama Untuk pengobatan Hipertensi Urgensi, prinsip sama
Dengn pengobatan Hipertensi Emergensi tetapi Dengn pengobatan Hipertensi Emergensi tetapi
bisa dalam hitungan jam bisa dalam hitungan jam--hari hari
PENGOBATAN HK PENGOBATAN HK
43. 43.
TARGET ORGAN DARI HIPERTENSI. TARGET ORGAN DARI HIPERTENSI.
1. OTAK
2. GINJAL
3. MATA
4. JANTUNG
5. PEMBULUH DARAH AORTA
44. 44.
45. 45.
46. 46.
47. 47.
48. 48.
49. 49.
TERIMA KASIH TERIMA KASIH
50. 50.