Anda di halaman 1dari 5

Prak Metode Gravitasi dan Magnetik Page 1

Modul 10
Pengolahan awal metode magnetik

1. Dasar Teori
Tujuan praktikum kali ini adalah untuk melakukan pengolahan data magnetik, dengan
menggunakan data lapangan sampai mendapatkan anomali medan magnet total. Untuk
mendapatkannya dilakukan koreksi-koreksi yang mempengaruhi data magnetik, diantaranya
koreksi IGRF (International Geomagnetic Reference Field) yang sesuai dengan posisi serta
waktu pengukuran (akuisisi data) dan Koreksi Variasi Harian. Sesuai dengan persamaan
(Blakely, 1995) (Gambar 10.1) :

0
H H T
T

(10-1)
Jika
A
H

merepresentasikan gangguan dari


0
H

karena adanya sumber anomali magnetik,


maka medan magnetik total dapat dinyatakan dengan persamaan (Blakely, 1995) :

A T
H H H


0
(10-2)
Anomali medan magnetik total tidak sama dengan besar dari medan anomali karena
(Blakely, 1995) :

0 0
H H H T
A

(10-3)

A
H









Gambar. 10.1. Penggambaran vektor anomali medan magnetik total (Blakely, 1995).

2. Medan Magnet Bumi
Bumi berlaku seperti sebuah magnet sferis yang sangat besar dengan suatu medan
magnet yang mengelilinginya. Medan itu dihasilkan oleh suatu dipole magnet yang terletak
pada pusat bumi. Sumbu dipole ini bergeser sekitar 11
o
dari sumbu rotasi bumi, yang berarti
Prak Metode Gravitasi dan Magnetik Page 2

kutub utara geografis bumi tidak terletak pada tempat yang sama dengan kutub selatan
magnetik bumi. Menurut IGRF (2000), melalui perhitungan posisi simetris dimana dipole
magnetik memotong permukaan bumi, letak kutub utara magnet bumi adalah 79,3 N, 71,5 W
dan 79,3 S , 108,5 E untuk kutub selatan.
Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah
dan intensitas kemagnetannya. Parameter fisis itu adalah deklinasi magnetik D, intensitas
horisontal H dan intensitas vertikal Z. Dari elemen-elemen ini, semua parameter medan
magnet lainnya dapat dihitung.
Parameter yang menggambarkan arah medan magnetik adalah deklinasi D (sudut
antara utara magnetik dan utara geografis) dan inklinasi I (sudut antara bidang horisontal dan
vektor medan total), yang diukur dalam derajat. Intensitas medan magnetik total F
digambarkan dengan komponen horisontal H, komponen vertikal Z dan komponen
horisontal kearah utara X dan kearah timur Y. Intensitas medan magnetik bumi secara kasar
antara 25.000 65.000 nT. Untuk Indonesia, wilayah yang terletak di utara ekuator
mempunyai intensitas 40.000 nT, sedangkan yang di selatan ekuator 45.000 nT.












Gambar. 10.2. Elemen Magnetik Bumi (Blakely, 1995).
Medan magnet utama bumi berubah terhadap waktu sehingga untuk menyeragamkan
nilai-nilai medan utama magnet bumi, dibuat standard nilai yang disebut dengan International
Geomagnetics Reference Field (IGRF) yang diperbaharui tipa 5 tahun sekali. Nilai-nilai IGRF
tersebut diperoleh dari hasil pengukuran rata-rata pada daerah luasan sekitar 1 juta km yang
dilakukan dalam waktu satu tahun.

Prak Metode Gravitasi dan Magnetik Page 3

Medan magnet bumi terdiri dari tiga bagian, yaitu :
a. Medan magnetik utama bumi (Main field)
Pengaruh medan magnetik utama bumi 99% dan variasinya terhadap waktu sangat lambat
dan kecil.










Gambar. 10.3. Distribusi Intensitas Medan Magnet Bumi (Telford, 1979).

b. Medan magnetik luar (external field)
Pengaruh medan luar berasal dari pengaruh luar bumi yang merupakan hasil ionisasi di
atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari. Karena sumber medan luar ini
berhubungan dengan arus listrik yang mengalir dalam lapisan terionisasi di atmosfer, maka
perubahan medan ini tehadap waktu jauh lebih cepat. Beberapa sumber medan luar antara
lain :
Perubahan konduktivitas listrik lapisan atmosfer dengan siklus 11 tahun
Variasi harian dengan periode 24 jam yang berhubungan dengan pasang surut
matahari dan mempunyai jangkau 30 nT
Variasi harian dengan periode 25 jam yang berhubungan dengan pasang surut bulan
dan mempunyai jangkau 2 nT
Badai magnetik yang bersifat acak dan dengan jangkau sampai dengan 1000 nT

c. Anomali Medan Magnetik
Variasi medan magnetik yang terukur di permukaan merupakan target dari survey
magnetik (anomali magnetik). Besarnya anomali magnetik berkisar ratusaan sampai dengan
ribuan nano-tesla, tetapi ada juga yang yang lebih besar dari 100.000 nT yang berupa
Prak Metode Gravitasi dan Magnetik Page 4

endapan magnetik. Secara garis besar anomali ini disebabkan oleh medan magnetik
remanen dan medan magnet induksi. Medan magnet remanen mempunyai peranan yang
besar pada magnetisasi batuan yaitu pada besar dan arah medan magnetnya serta sangat
rumit diamati karena berkaitan dengan peristiwa kemagnetan yang dialami sebelumnya. Sisa
kemagnetan ini disebut dengan Normal Residual Magnetism yang merupakan akibat dari
magnetisasi medan utama.
Anomali yang diperoleh dari survei merupakan hasil gabungan dari keduanya, bila
arah medan magnet remanen sama dengan arah medan magnet induksi maka anomalinya
bertambah besar, demikian pula sebaliknya. Dalam survei magnetik, efek medan remanen
akan diabaikan apabila anomali medan magnet kurang dari 25 % medan magnet utama bumi
(Telford, 1979).

3. Pengolahan Data
Metode pengolahan data anomali geomagnetik secara garis besar ditunjukkan pada
diagram alir sebagai berikut :














Gambar. 10.4. Diagram alir pengolahan awal data magnetik

Dari pengukuran di lapangan, diperoleh data intensitas medan magnet total atau
vertikal dan horizontal, yaitu dari pengukuran PPM dan Fluxgate magnetometer. Data-data
tersebut merupakan harga terbaik dari lima kali pengukuran di setiap titik pengukuran.
Prak Metode Gravitasi dan Magnetik Page 5

Dengan mengoreksi dengan medan magnet utama bumi (untuk P. Jawa diasumsikan
besarnya 45.300 nT) atau dapat menggunakan model yang dikeluarkan oleh IGRF pada
epoch yang bersangkutan dan koreksi variasi harian yang dipengaruhi oleh medan magnet
luar bumi, maka dapat diperoleh data anomali medan geomagnet bumi pada daerah survei.
Selanjutnya data anomali ini diolah (misalnya dengan filtering) untuk dilakukan penafsiran
(interpretasi data) misalnya dengan pemodelan untuk mendapatkan struktur batuan di bawah
permukaan bumi. Besarnya nilai anomali tersebtu dapat dihitung dengan persamaan :
H
T
= H
M
+ H
L
+ H
A
(10-6)
dengan H
T
= medan magnetik total (Pembacaan alat)
H
M
= medan magnetik utama bumi (IGRF)
H
L
= medan magnetik luar (koreksi variasi harian)
H
A
= anomali medan magnetik (Hasil yang dicari)
Bila besar H
A
<< H
T
dan arah H
A
hampir sama dengan arah H
T
maka anomali magnetik
totalnya adalah :
H
A
= H
T
H
M
- H
L
(10-7)