Anda di halaman 1dari 71

UNIVERSITAS INDONESIA

November 2, 2014 | Slide 1


DESTRA ANDIKA, PASCASARJANA TEKNIK ELEKTRO-UNIVERSITAS INDONESIA, 21 March 2010
Harmonisa

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 2
Apa Itu Harmonik
Kelipatan Integer dari pada fundamental frekuensi apapun bentuk gelombang disebut Hamonik





Untuk jaringan listrik, 50 Hz (60 Hz) adalah frekuensi dasar dan 150 Hz (180 Hz), 250 Hz(300 Hz)
dll, adalah order tertinggi yakni dari harmonik 3
rd
& 5
th
=> Odd Harmonics (5
th
, 7
th
..)
=> Even Harmonics (2
nd
, 4
th
.)
=> Triplen Harmonics (3
rd
, 9
th
, 15
th
..)

Kelipatan Non-Integer dari frekuensi fundamental apapun bentuk gelombang periodik disebut
Inter-harmonik misalnya 2.5
th
=> 125 Hz pada dasar 50 Hz.




UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 3
Gelombang
Arus Terdistorsi
Komponen
Setara Harmonik
Komponen Harmonik: Besar Harmonik 1
st
(fundamental)
Terkecil Harmonik 5
th

Sedikit Lebih Besar Harmonik 7
th

Apa Itu Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 4
Apa yang dimaksud line current dari device ini ?

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 5
Perwakilan Harmonik
0%
5%
10%
15%
20%
25%
5 7 11 13 17 19 23 25
Time domain
Frequency domain

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 6
Suatu beban yang digambarkan dengan non-sinusoidal arus terdistorsi, dimana ketika
tegangan sinusoidal murni diterapkan terhadap beban non-linear


Darimana Harmonik berasal ?
Sinusoidal
tegangan suplai
Beban non-
liniear
Semua beban non-linear menciptakan harmonik

Harmonik = gelombang terdistorsi bagian 50Hz/60Hz dalam gelombang


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 7
Distorsi tegangan vs arus
Beban non-linear menyuntikan arus harmonik
kedalam sistem. Karakteristik impedansi sistem
diukur dari distorsi tegangan
Arus
Terdistorsi
Beban non linear
Sumber
Tegangan
Sinusoidal
Tegangan
terdistorsi
Tanpa distorsi
tegangan
Impedansi
Apa Itu Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 8
Distorsi tegangan vs arus
10 kVA 100 kVA
Identik Beban
Non-Linear
10 Amps
40% THD
2% THD
Tegangan
10% THD
Tegangan
Tr
Tr
Apa Itu Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 9
Total Harmonik Distorsi (THD)
Hal yang terpenting mengenai harmonik untuk fundamental

(dinyatakan dalam %)

THD(U): bermakna
THD(I): ??? apa referensi ???
1
2 k
2
k
C
C
THD

=
=
EX: I1 = 100 A
I5 = 30 A
I7 = 20 A
I11 = 10 A
Ih = = 37.4 A
THDI = 37.4%

2 2 2
10 20 30 + +

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 10
Dari mana harmonik berasal?
Power electronics, converters, drives...

Rectifiers
Inverters
...


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 11
Dari mana harmonik berasal?
Uninterruptible power supplies (UPS)
Accu
J
a
r
i
n
g
a
n

B
e
b
a
n


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 12
Dari mana harmonik berasal?
Sistem Lampu Fluorescent



UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 13
Dari mana harmonik berasal?
Komputer
Printer
Mesin Fax
...

Kecil tapi ...

Jika banyak dari
masing-masing
peralatan pada trafo
yang sama

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 14
Harmonik (non linear) beban ada dimana-mana
dan dalam jumlah yang terus meningkat !


Beban Industri (terutama sistem 3-kawat)
AC dan DC drives, UPS-sistem,
=> Harmonik antara phasa, ketidakseimbangan,
kadang-kadang daya reaktif
Beban Komersial (terutama sistem 4-kawat)
Semua peralatan kantor seperti komputer,
lampu hemat, mesin fotokopi dan faks,
=> Harmonik di netral dan antara phasa,
ketidakseimbangan, kadang-kadang
daya reaktif
Antara koneksi netral dan phasa menghasilkan harmonik 3
rd
dalam netral
konduktor
Beberapa beban yang tidak seimbang
Dimana menemukan beban harmonik:
ringkasan

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 15
1. Dua Faktor Daya
Perpindahan / Displacement Power Faktor
Sama dengan perpindahan sudut antara
fundamental tegangan dan fundamental arus
Sama dengan kW / kVA hanya untuk sinusoidal
V, I
Total Power Faktor
Ukuran dari kW / kVA
Termasuk efek harmonik
Kapasitor yang benar hanya perpindahan PF.
*Total PF < DPF
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 16
Peak 100% 133% 168% 204%

RMS 100% 105% 108% 110%

=> Modifikasi dari nilai puncak pada
bentuk gelombang
=> Peningkatan nilai RMS pada bentuk
gelombang
0% 33% 39% 44%
2. Total harmonik Distorsi
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 17
Masalah yang dihasilkan harmonik
3. Tersandung gangguan di pemutus sirkuit

Meningkatkan Termal RMS
Meningkatkan Magnitude Puncak

4. Sekering putus

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 18
Masalah yang dihasilkan harmonik
Pemanasan yang berlebih pada perangkat pemanas
Distorsi Peningkatan RMS

Rugi-rugi # R . I
2
RMS
= R . I
1
2
+ R . E I
h
2
Ekstra panas dibawah
oleh harmonik
5. Rugi-rugi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 19
6. Kabel Daya
- Kabel yang termasuk dalam sistem resonansi dapat terkena tegangan stres dan korona,
yang dapat mengakibatkan kerusan isolasi
- Penyebab kabel derating, arus nonsinusoidal dalam konduktor menyebabkan
pemanasan tambahan, menguatkan rugi-rugi I
2
R
ac
.
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 20
7. Motor dan Generator
- Peningkatan pemanasan akibat rugi-rugi inti dan tembaga pada frekuensi harmonik
- Berdenyut dan mengurangi torsi (penolakan starting atau peningkatan slip)
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 21
Masalah yang dihasilkan harmonik
8. Pemanasan Transformer
- Tranformer memberikan rata-rata tegangan dan arus penuh (hanya) dengan sinusoidal,
tegangan seimbang dan arus THD kurang dari 5 %

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 22
Derate Transformers
Kapasitas rata-rata
Transformer
100 kVA
Beban Linear
100 kVA
Beban
Harmonik
75 kVA
Panas
sama
Kapasitas rata-rata
Transformer
100 kVA
Phase C Current
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 23
1 100.0 1.000 1.0000 1.000
3 65.8 0.658 0.4330 3.897
5 43.6 0.436 0.1901 4.752
7 20.3 0.203 0.0412 2.019
9 7.0 0.070 0.0049 0.397
11 0.6 0.006 0.0000 0.004
13 2.6 0.026 0.0007 0.114
15 3.0 0.030 0.0009 0.203
17 1.8 0.018 0.0003 0.094
19 0.9 0.009 0.0001 0.029
21 1.0 0.010 0.0001 0.044
23 1.1 0.011 0.0001 0.064
25 0.6 0.006 0.0000 0.023
1.6714 12.640
h I
h
I
h
( p u ) I
h
2
I
h
2
h
2
K faktor dari beban harmonik
Jumlah harmonik (biasanya tidak signifikan)
Magnitude dari arus harmonik, amps
Arus magnitude dalam per unit
Jumlah kuadrat per unit arus harmonik
Jumlah kuadrat dari arus harmonik
dikali kuatrad dari angka harmonik
K = = = 7.56
E I
h
2
h
2

E I
h
2
12.64
1.671

Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 24
Derating Transformers
Faktor rugi-rugi arus Eddy (P
ECR
)
Contoh 1000 kVA Dry Transformer Derating
Slide sebelumnya menunjukan
K faktor = 7.6, dari tabel P
ECR
=
8% (.08)


Dry Transformers Percent Loss %
s
1000 kVA 3-8
>
1500 kVA, 5kV HV 12-20
s
1500 kVA, 15kV HV 9-15
Oil Filled Transformers Percent Loss %
s
2500 kVA, 480V,LV 1
> 1500 kVA
s
5000 kVA 1-5
> 5000 kVA, kVA 9-15
** in table above, always assume the worse case -
use the maximum values
1 + P
ECR

1 + K * P
ECR

= % Kapasitas
% Kapasitas = 80 % (.80)
kVA lama* % Kapasitas = kVA
baru
1000kVA * .80 = 800 kVA
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 25
Masalah yang dihasilkan harmonik
9. Kerusakan peralatan elektronik
yang sensitif

10. Gangguan komunikasi
elektronik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 26
Masalah yang dihasilkan harmonik
11. Masalah Kapasitor
Penurunan impedansi dengan frekuensi
Masalah resonansi
Frekuensy
Z
C
# 1/f
& =
Kapasitor beban lebih

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 27
Masalah yang dihasilkan harmonik
Masalah Kapasitor
Karena impedansi yang lebih
rendah, kapasitor bahkan lebih
rentan terhadap tatanan harmonik
yang lebih tinggi. Jika tida
diproteksi dari stres harmonik,
suatu kapasitor bisa segera gagal




UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 28
Informasih
- Kegagalan kapasitor.
- Umur kapasitor pendek.
- Kapasitor bank tidak memiliki reaktor.
Harapan
- Hal ini memiliki tegangan tinggi dan arus di
kapasitor bank karena harmonik diperkuat
- Kontrol kapasitor bank dan operasi beban
- Lokasi kapasitor bank
Masalah Kapasitor

Pabrikan M

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 29

Loads
5 x 50kvar, 400V
Capacitor Bank

Measuring point

V
bus
400V
TR.
1250kVA, Z%=6%
22kV/400V

MDB 01
Pengukuran
- Tanpa di koneksi kapasitor.
- Dengan Kapasitor step 1, step2 dan step3 di koneksi
Catatan:
-Dua step telah gagal
Pabrikan M
Masalah Kapasitor

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 30
Hasil Pengukuran

Without the
capacitor
With 1step With 2step With 3 step Order
V I V I V I V I
5 14.44 161.6 13.59 146.8 14.47 153.6 19.84 244.4
7 4.41 53.2 6.25 96.0 7.94 106.4 7.47 98.8
11 2.03 32.8 18.06 135.2 29.56 160.4 10.19 45.6
13 4.78 36.8 13.38 74.4 6.81 16.4 6.84 29.6
17 2.22 11.2 8.84 26.4 5.09 14.4 1.09 3.6
THD% 4.71 17.72 7.36 25.36 8.95 28.29 6.26 31.26
Irms
I1
Ih
1029.6
1013.6
179.6
963.6
934.0
236.9
916.0
880.8
249.2
906.4
864.8
270.3
PF
DPF
0.62
0.63
0.64
0.66
0.66
0.68
0.72
0.75


Hasil: Power faktor rentan dan harmonik tinggi
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 31
Masalah Kapasitor

Sistem diagram satu garis
ACB
2500 kVA
22kV/400V
Tr.1
#M1
400V
Existing
Capacitor Bank
12x75kvar
400V, 50Hz, 3phase
MDB1
ACB
Load
ACB
Load
ACB
Load
500 kW
ACB
Load
ACB
Drive
Terdapat suatu kapasitor yang ada telah terbakar

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 32
Diukur pada inputan utama
Parameter
Data pada #M1 (MDB1)
Tanpa Kapasitors Dengan Kapasitor 10 Steps.
L1 L2 L3 L1 L2 L3
V
L-L
(V) 381.76 379.76 380.38 387.20 385.12 385.92
I (Amp.) 2385.98 2355.84 220.68 1769.14 1754.16 1644.73
P (kW) 1189.0 956.9
S (kVA) 1535.0 1152.0
Q (kvar) 970.0 640.9
PF 0.774 0.830
DPF 0.775 0.833
% THDV 1.92 1.89 1.85 2.96 3.14 3.03
% THDI 4.30 4.73 4.87 8.66 9.31 10.17
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 33
Diukur pada inputan utama

Penyebab masalah
1. Harmonik diperkuat karena kapasitor shunt yang ada.
2. Harmonik mempengaruhi jangka waktu kapasitor.
Order
Tanpa Kapasitor Dengan Kapasitor 10 Steps Rekomendasi G5/4 pada 415V
V (%)/L1 I (A)/L1 V (%)/L1 I (A)/L1 V (%) I (A)
3
0.1 27.9 0.1 26.5
4.00 48.10
5
1.5 86.9 1.8 108.7
4.00 28.90
7
1.0 40.0 1.5 64.8
4.00 41.20
11
0.2 11.4 1.4 75.1
3.00 39.40
13
0.4 13.6 1.1 23.9
2.50 27.80
17
0.2 5.2 0.2 6.8
1.60 13.60
21
0.1 2.8 0.0 0.6
0.20 0.70
23
0.2 4.4 0.1 2.3
1.20 7.50
25
0.2 2.9 0.0 0.5
0.70 4.00
THD
1.92 4.30 2.96 8.66
5.00% -
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 34
Tanpa Cap
Dengan Cap
-3.000E+3
-2.000E+3
-1000
0.000
1000
2.000E+3
3.000E+3
A
13:35:29.754
25/6/2551
13:35:29.774
25/6/2551
4 mSec/Div
20.004 (mS)
Waveform I1
RMS RMS RMS
H01 2383.8
H02 9.5
H03 27.9
H04 1.1
H05 86.9
H06 0.2
H07 40.0
H08 0.6
H09 7.3
H10 0.4
H11 11.4
H12 0.3
H13 13.6
H14 0.3
H15 3.9
H16 0.2
H17 5.2
H18 0.2
H19 5.6
H20 0.3
H21 2.8
H22 0.4
H23 4.4
H24 0.1
H25 2.9
H26 0.1
H27 1.8
H28 0.2
H29 1.7
H30 0.3
H31 2.5
H32 0.1
H33 1.2
H34 0.3
H35 1.5
H36 0.2
H37 1.6
H38 0.1
H39 0.7
H40 0.1
H41 0.7
H42 0.1
H43 0.8
H44 0.1
H45 0.6
H46 0.2
H47 0.5
H48 0.1
H49 0.4
H50 0.0
Waveform I1
2385.98 Arms, 4.30 %THD
0.0
1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
6.0
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
25/6/2551 - 13:35:29.754
-400.0
-200.0
0.000
200.0
400.0
V
13:35:29.754
25/6/2551
13:35:29.774
25/6/2551
4 mSec/Div
20.004 (mS)
Waveform U1
381.76 Vrms, 1.92 %THD
0.0
1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
6.0
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
25/6/2551 - 13:35:29.754
Waveform U1
(%) (%) (%)
H01 100.0
H02 0.1
H03 0.1
H04 0.0
H05 1.5
H06 0.0
H07 1.0
H08 0.0
H09 0.1
H10 0.0
H11 0.2
H12 0.0
H13 0.4
H14 0.0
H15 0.1
H16 0.0
H17 0.2
H18 0.0
H19 0.2
H20 0.0
H21 0.1
H22 0.0
H23 0.2
H24 0.0
H25 0.2
H26 0.0
H27 0.1
H28 0.0
H29 0.1
H30 0.0
H31 0.2
H32 0.0
H33 0.1
H34 0.0
H35 0.1
H36 0.0
H37 0.1
H38 0.0
H39 0.1
H40 0.0
H41 0.0
H42 0.0
H43 0.1
H44 0.0
H45 0.0
H46 0.0
H47 0.0
H48 0.0
H49 0.0
H50 0.0
Channel Name: Waveform I1
CurrentRatio: 800.0
Channel Name: Waveform U1
VoltageRatio: 1.000
-2.500E+3
-2.000E+3
-1.500E+3
-1000
-500.0
0.000
500.0
1000
1.500E+3
2.000E+3
2.500E+3
A
13:32:57.259
25/6/2551
13:32:57.279
25/6/2551
3 mSec/Div
19.988 (mS)
Waveform I1
RMS RMS RMS
H01 1762.5
H02 8.5
H03 26.5
H04 1.5
H05 108.7
H06 0.6
H07 64.8
H08 0.6
H09 16.1
H10 0.4
H11 75.1
H12 1.3
H13 23.9
H14 0.8
H15 1.2
H16 0.4
H17 6.8
H18 0.4
H19 2.0
H20 0.2
H21 0.6
H22 0.2
H23 2.3
H24 0.1
H25 0.5
H26 0.2
H27 0.5
H28 0.2
H29 0.2
H30 0.1
H31 0.3
H32 0.1
H33 0.2
H34 0.1
H35 0.2
H36 0.1
H37 0.3
H38 0.1
H39 0.0
H40 0.0
H41 0.0
H42 0.2
H43 0.2
H44 0.2
H45 0.0
H46 0.2
H47 0.2
H48 0.1
H49 0.1
H50 0.1
Waveform I1
1769.14 Arms, 8.66 %THD
0.0
2.0
4.0
6.0
8.0
10.0
12.0
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
25/6/2551 - 13:32:57.259
-600.0
-400.0
-200.0
0.000
200.0
400.0
V
13:32:57.259
25/6/2551
13:32:57.279
25/6/2551
3 mSec/Div
19.988 (mS)
Waveform U1
387.20 Vrms, 2.96 %THD
0.0
1.0
2.0
3.0
4.0
5.0
6.0
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
25/6/2551 - 13:32:57.259
Waveform U1
(%) (%) (%)
H01 100.0
H02 0.0
H03 0.1
H04 0.0
H05 1.8
H06 0.0
H07 1.5
H08 0.0
H09 0.2
H10 0.0
H11 1.4
H12 0.0
H13 1.1
H14 0.0
H15 0.1
H16 0.0
H17 0.2
H18 0.0
H19 0.1
H20 0.0
H21 0.0
H22 0.0
H23 0.1
H24 0.0
H25 0.0
H26 0.0
H27 0.0
H28 0.0
H29 0.0
H30 0.0
H31 0.0
H32 0.0
H33 0.0
H34 0.0
H35 0.0
H36 0.0
H37 0.0
H38 0.0
H39 0.0
H40 0.0
H41 0.0
H42 0.0
H43 0.0
H44 0.0
H45 0.0
H46 0.0
H47 0.0
H48 0.0
H49 0.0
H50 0.0
Channel Name: Waveform I1
CurrentRatio: 800.0
Channel Name: Waveform U1
VoltageRatio: 1.000
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 35
Rekomendasi
ACB
2500 kVA
22kV/400V
Tr.1
#M1
400V
7% detune filter Bank
12x50kvar 7%
400V, 50Hz, 3phase
MDB1
ACB
Load
ACB
Load
ACB
Load
500 kW
ACB
Load
ACB
Drive
Bank Filter Detuned filter dapa untuk memperbaiki faktor daya dan
menhindari penguatan harmonik
Solusi
LV. Kapasitor bank dengan reaktor 7% ,12x50kvar 400V ,50Hz,3phasa
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 36
Hasil setelah penggunaan 7% Bank Detuned
Parameter
Data at #M1 (MDB1)
Tanpa Kapasitor Dengan Kapasitor 8 Steps.
L1 L2 L3 L1 L2 L3
V
L-L
(V) 392.71 391.17 391.72 389.58 388.40 389.04
I (Amp) 1936.79 1973.81 1894.14 1842.28 1813.03 1783.67
P (kW) 992.9 1118.0
S (kVA) 1315.0 1218.0
Q (kvar) 861.6 482.1
PF 0.755 0.918
DPF 0.757 0.919
% THDV 2.03 1.93 1.86 1.68 1.60 1.59
% THDI 6.46 7.08 7.34 5.58 6.30 6.62
Masalah Kapasitor

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 37
Hasil setelah penggunaan 7% Bank Detuned
1. Harmonik tidak diperkuat.
2. 7% Detuned dapat menahan harmonik dalam sistem.
Harmonics Order
Tanpa Kapasitor Dengan Kapasitor 8 Steps Rekomendasi G5/4 at 415V
V (%)/L1 I (A)/L1 V (%)/L1 I (A)/L1 V (%) I (A)
3 0.1 24.8 0.0 22.7 4 48.1
5 1.3 113.5 1.0 94.9 4 28.9
7 1.4 39.8 1.1 24.5 4 41.2
11 0.4 11.3 0.4 11.9 3 39.4
13 0.3 13.2 0.4 10.3 2.5 27.8
17 0.2 5.4 0.2 6.0 1.6 13.6
21 0.1 2.4 0.0 1.3 0.2 0.7
23 0.2 3.9 0.2 4.0 1.2 7.5
25 0.2 3.7 0.2 3.3 0.7 4
THD 2.03% 6.46% 1.68% 5.58% 5.00% -
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 38
Tanpa Cap
Dengan Cap
-600.0
-400.0
-200.0
0.000
200.0
400.0
600.0
V
11:57:10.504
24/12/2551
11:57:10.523
24/12/2551
3 ms/Div
19.972 (ms)
Name Date Duration RMS Units
Waveform U1 24/12/2551 19.972 392.706 V
Waveform U2 24/12/2551 19.972 391.172 V
Waveform U3 24/12/2551 19.972 391.715 V


24/12/2551 - 11:57:10.504
Value
532.7 Waveform U1
-405.0 Waveform U2
-127.6 Waveform U3
Waveform U1
(%) (%) (%)
H01 100.0
H02 0.0
H03 0.1
H04 0.0
H05 1.3
H06 0.0
H07 1.4
H08 0.0
H09 0.1
H10 0.0
H11 0.4
H12 0.0
H13 0.3
H14 0.0
H15 0.1
H16 0.0
H17 0.2
H18 0.0
H19 0.2
H20 0.0
H21 0.1
H22 0.0
H23 0.2
H24 0.0
H25 0.2
H26 0.0
H27 0.1
H28 0.0
H29 0.1
H30 0.0
H31 0.2
H32 0.0
H33 0.1
H34 0.0
H35 0.0
H36 0.0
H37 0.1
H38 0.0
H39 0.0
H40 0.0
H41 0.0
H42 0.0
H43 0.1
H44 0.0
H45 0.0
H46 0.0
H47 0.0
H48 0.0
H49 0.0
H50 0.0
Waveform U1
392.71 Vrms, 2.03 %THD
0
20
40
60
80
100
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
24/12/2551 - 11:57:10.504
-3.000E+3
-2.000E+3
-1000
0.000
1000
2.000E+3
3.000E+3
11:57:10.504
24/12/2551
11:57:10.523
24/12/2551
3 ms/Div
19.972 (ms)
Waveform I1
1936.79 Arms, 6.46 %THD
0
400
800
1200
1600
2000
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
24/12/2551 - 11:57:10.504
Waveform I1
RMS RMS RMS
H01 1932.8
H02 3.3
H03 24.8
H04 1.6
H05 113.5
H06 0.5
H07 39.8
H08 0.6
H09 8.0
H10 0.5
H11 11.3
H12 0.1
H13 13.2
H14 0.3
H15 3.8
H16 0.3
H17 5.4
H18 0.1
H19 6.0
H20 0.2
H21 2.4
H22 0.3
H23 3.9
H24 0.1
H25 3.7
H26 0.1
H27 1.6
H28 0.2
H29 2.4
H30 0.3
H31 3.2
H32 0.1
H33 1.1
H34 0.1
H35 1.2
H36 0.2
H37 1.6
H38 0.1
H39 0.4
H40 0.1
H41 0.6
H42 0.0
H43 0.5
H44 0.0
H45 0.4
H46 0.0
H47 0.5
H48 0.0
H49 0.3
H50 0.0
24/12/2551 - 11:57:10.504
Value
48.30 Waveform I1
-2.163E+3 Waveform I2
2.154E+3 Waveform I3
Name Date Duration RMS Units
Waveform I1 24/12/2551 19.972 1.937 k A
Waveform I2 24/12/2551 19.972 1.974 k A
Waveform I3 24/12/2551 19.972 1.894 k A


Channel Name: Waveform U1
Frequency: 50.70 Hz
VoltageRatio: 1.000
Channel Name :Waveform I1
Frequency : 50.70 Hz
CurrentRatio : 800.0
-600.0
-400.0
-200.0
0.000
200.0
400.0
600.0
V
10:43:44.806
24/12/2551
10:43:44.825
24/12/2551
3 ms/Div
19.984 (ms)
Name Date Duration RMS Units
Waveform U1 24/12/2551 19.984 389.577 V
Waveform U2 24/12/2551 19.984 388.396 V
Waveform U3 24/12/2551 19.984 389.036 V


24/12/2551 - 10:43:44.806
Value
441.7 Waveform U1
-506.8 Waveform U2
65.00 Waveform U3
Waveform U1
(%) (%) (%)
H01 100.0
H02 0.0
H03 0.0
H04 0.0
H05 1.0
H06 0.0
H07 1.1
H08 0.0
H09 0.1
H10 0.0
H11 0.4
H12 0.0
H13 0.4
H14 0.0
H15 0.0
H16 0.0
H17 0.2
H18 0.0
H19 0.2
H20 0.0
H21 0.0
H22 0.0
H23 0.2
H24 0.0
H25 0.2
H26 0.0
H27 0.0
H28 0.0
H29 0.1
H30 0.0
H31 0.2
H32 0.0
H33 0.0
H34 0.0
H35 0.1
H36 0.0
H37 0.1
H38 0.0
H39 0.0
H40 0.0
H41 0.0
H42 0.0
H43 0.1
H44 0.0
H45 0.0
H46 0.0
H47 0.0
H48 0.0
H49 0.0
H50 0.0
Waveform U1
389.58 Vrms, 1.68 %THD
0
20
40
60
80
100
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
24/12/2551 - 10:43:44.806
-2.000E+3
-1000
0.000
1000
2.000E+3
10:43:44.806
24/12/2551
10:43:44.825
24/12/2551
3 ms/Div
19.984 (ms)
Waveform I1
1842.28 Arms, 5.58 %THD
0
400
800
1200
1600
1 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
24/12/2551 - 10:43:44.806
Waveform I1
RMS RMS RMS
H01 1839.4
H02 2.6
H03 22.7
H04 0.7
H05 94.9
H06 0.1
H07 24.5
H08 0.5
H09 6.0
H10 0.3
H11 11.9
H12 0.3
H13 10.3
H14 0.3
H15 2.9
H16 0.1
H17 6.0
H18 0.1
H19 5.6
H20 0.2
H21 1.3
H22 0.2
H23 4.0
H24 0.2
H25 3.3
H26 0.0
H27 1.0
H28 0.1
H29 2.4
H30 0.2
H31 3.3
H32 0.1
H33 0.6
H34 0.1
H35 1.0
H36 0.1
H37 1.7
H38 0.1
H39 0.4
H40 0.1
H41 0.6
H42 0.1
H43 0.8
H44 0.1
H45 0.3
H46 0.0
H47 0.4
H48 0.1
H49 0.5
H50 0.0
24/12/2551 - 10:43:44.806
Value
33.60 Waveform I1
-2.298E+3 Waveform I2
2.340E+3 Waveform I3
Name Date Duration RMS Units
Waveform I1 24/12/2551 19.984 1.842 k A
Waveform I2 24/12/2551 19.984 1.813 k A
Waveform I3 24/12/2551 19.984 1.784 k A


Channel Name: Waveform U1
Frequency: 50.40 Hz
VoltageRatio: 1.000
Channel Name :Waveform I1
Frequency : 50.40 Hz
CurrentRatio : 800.0
Masalah Kapasitor

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 39
Kesimpulan
-Setelah menggunakan 7% Detuned dapat memperbaiki faktor daya
dan menghidari penguatan harmonik.
-7% Detuned dapat menahan harmonik dalam sistem.
Masalah Kapasitor


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 40
Masalah yang dihasilkan harmonik
12. Arus Netral yang berlebih
(terutama harmonik urutan nol)








Biasanya disebabkan oleh peralatan elektronik kantor dalam sebuah
bangunan dengan sumber tiga phasa
Arus netral mungkin lebih tinggi dari kawat phasa saat :
*Netral mungkin tidakmemiliki protaksi arus lebih
*Pemutus utama mungkin lepas / trip karena proteksi arus netral


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 41
Aliran arus harmonik ketiga dalam kawat netral


L3
3.L3
N
L1
3.L1
L2
3.L2
L1
L2
L3
Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 42
Arus Netral

Masalah yang dihasilkan harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 43
Membangun Aplikasi
Mengapa ada kejadian tegangan netral dan tanah


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 44
Cerita Pelanggan

Mereka memiliki kegagalan peralatan di lantai 5. Lantai ini memiliki
tegangantinggi antara netral dan tanah.
Tegangan sekitar 11V.
Incoming utama (sekunder Trafo) tidak memiliki tegangan tinggi antara
netral dan tanah.
Tegangan sekitar 3V

Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 45
Permintaan Pelanggan

Dapatkan kita membantu memecahkan masalah ?
Memcahkan masalah tegangan antara netral dan tanah di lantai lima.
Target pelanggan, tegangan dilantai lima harus lebih rendah daripada
5V.


Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 46
Sistem diagram satu garis
Problem point
Tr
Lantai 1
400V 60Hz
Lantai 2 Lantai
Lima
Suplai ke komputer.

Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 47
Parameter Data Pengukuran
Load current
Voltage (U)
Power factor
% THDU
%THDI
U neutral to G
I1
I3
I5
I7
In
378 A
216 V
0.93 Lead
12.5
28.0
10.82
365 A
94 A
35 A
4 A
262 A (I3)
Parameter Sistem
1. 262A, Ada arus tinggi di netral kabel. Utamanya adalah harmonik 3
rd
.
2. 10.82 V, Tegangan antara netral dan tanah.
Tr
Floor 1st
400V 60Hz
Floor
2nd
Floor 5th
Titik Pengukuran
Membangun Aplikasi
Data Pengukuran

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 48
Tegangan Netral ke Tanah
Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 49
Titik Masalah
Trafo
Lantai 1
400V 60Hz
Lantai 2 Lantai 5
Suplai ke komputer.
Membangun Aplikasi
Berdasarkan data pengukuran.
Kita dapat menyipulkan sebagai berikut bahwa.
Dilantai 5 memiliki harmonik ke 3
rd
di arus netral. Ini telah menciptakan
tegangan antara netral dan tanah



UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 50
Parameter Data Pengukuran
Load current
Voltage (U)
Power factor
% THDU
%THDI
U neutral to G
I1
I3
I5
I7
In
378 A
216 V
0.93 Lead
12.5
28.0
10.82
365 A
94 A
35 A
4 A
262 A (I3)
Parameter Sistem
Yang Diusulkan
Peralatan Filter untuk mengeliminasi harmonik ke 3
rd
harmonic di netral
Peralatan Filter dengan sfesifikasi 120A, 400V 60Hz 3phasa 4kawat
120A 60Hz 3ph 4W
PQFS
Lantai 1
400V 60Hz
Lantai 2

Lantai 5
Titik Target
Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 51
Parameter Tanpa PQFS Dengan PQFS
Load current
Voltage (U)
Power factor
% THDU
%THDI
U neutral to G
I1
I3
I5
I7
In
378 A
216 V
0.93 Lead
12.5
28.0
10.82
365 A
94 A
35 A
4 A
262 A (I3)
370 A
214 V
0.95 Lead
1.7
2.0
3.14
370 A
2 A
1 A
0 A
36 A (I1)
Trafo
Parameter Sistem
120A 60Hz 3ph 4W
PQFS
Lantai 1
400V 60Hz
Lantai 2 Lantai 5
Titik Pengukuran
Hasil
1. Setelah menggunakan PQFS, netral arus berkurang menjadi 36A.
2. Setelah menggunakan PQFS, tegangan antara netral dan tanah berkurang
menjadi 3.1V.
Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 52
SEBELUM SETELAH
Bentuk gelombang tegangan
Bentuk gelombang arus
Bentuk gelombang tegangan
Bentuk gelombang arus



Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 53
SEBELUM SESUDAH
Tegangan antara netral dan tanah
Membangun Aplikasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 54
Harmonic Current Dist ort ion Limit s (Ih) in % of IL
V kV
n
s 69
I I
sc L
/
h < 11 11 17 s < h 17 23 s < h 23 35 s < h 35 s h TDD
<20 4.0 2.0 1.5 0.6 0.3 5.0
20-50 7.0 3.5 2.5 1.0 0.5 8.0
50-100 10.0 4.5 4.0 1.5 0.7 12.0
100-1000 12.0 5.5 5.0 2.0 1.0 15.0
>1000 15.0 7.0 6.0 2.5 1.4 20.0

TDD
I
I
h
h
L
=
=

2
2
100%
I
h
= magnitude of individual harmonic components (rms amps)
h = harmonic order
I
L
= maximum demand load current (rms amps) defined above
Standar dan Peraturan Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 55
Total I,
rms
Fund I,
rms
Harm I,
rms THD(I) TDD
Full load 936.68 936.00 35.57 3.8% 3.8%
836.70 836.00 34.28 4.1% 3.7%
767.68 767.00 32.21 4.2% 3.4%
592.63 592.00 27.23 4.6% 2.9%
424.53 424.00 21.20 5.0% 2.3%
246.58 246.00 16.97 6.9% 1.8%
111.80 111.00 13.32 12.0% 1.4%
Measured
Sebagaimana penurunan beban, TDD
menurun sementara THD(I)
meningkat.
TDD dan THD(I) tidak sama kecuali
pada beban 100%
Standar dan Peraturan Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 56
Struktural Modifikasi
=> Seringkali hanya mungkin dalam tahap desain instalasi atau tidak mungkin sama sekali
(misalnya : pusat komputer, jalur produksi, )
Jumlah Pulse tinggi untuk beban industri
=> Dapat berubah menjadi sangat mahal (misalnya biaya perjalanan) dengan kebutuhan ruang
cukup tinggi. Keberhasilan tidak dijamin.
Teknologi rendah polusi menggunakan switching front-end
=> Teknologi yang menjanjikan tapi mahal ketika diaplikasikan ke semua beban
=> Hanya masalah pada alamat harmonik dari eban yang perlu diperhatikan
Pengaturan pasif secara seri dengan beban
=> Mengenal tegangan jatuh yang dapat mempengaruhi pengoperasian yang semestinya dari
beban
Filter Tuned Pasif : Reaktor dan kapasitor secara seri

Teknik Mitigasi Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 57
ASDs, harmonik lain
yang diproduksi beban

Trafo
Pelanggan
Sistem Utiliti
Distorsi Tegangan Lebih
Harmonik
Tegangan
Jatuh
Struktur Modifikasi
Beban Harmonik Terbesar dapat di Isolasi

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 58
Trafo
Pelanggan
1500 kVA
6%
Sistem Utiliti
Distorsi Tegangan Kurang
Trafo Isolasi
250kVA 4%
Harmonik
Tegangan
Jatuh
Beban Harmonik Terbesar dapat di Isolasi
Struktur Modifikasi
ASDs, harmonik lain
yang diproduksi beban


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 59
Konfigurasi 12 Pulse Drive
Belitan Tertiary Feeds Transformer
Two 6 Pulse Diode Bridges
Delta
Wye
DC Bus
+
-
AC
Line
Delta
Jumlah pulse / denyutan tinggi pada beban industri

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 60
Active Konverter
S
u
m
b
e
r

A
C

Filter Converter
Inverter
DC
Bus
AC
Motor
IGBT IGBT
Menarik 5%TDD arus dari sumber
(tanpa filter)
Penyebab hingga 20% THD(V)
pada sumber
Harus memiliki input filer untuk
membersihkan tegangan
Teknologi polusi rendah mengunakan switching front-
end

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 61
AC Reaktor Seri
1500 kVA Transformer
3% AC Reactor
Other
Loads
ASD
Penguatan Pasif diseris dengan beban

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 62
5 7 11 13
SWITCHING ON
SWITCHING OFF
Filter Tuned Passive

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 63
Reaktor dan kapasitors dipilih untuk spesifikasi
shunt arus harmonik ke tanah
AC
Line
VFD
Filter Tuned Trap

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 64
Series Reaktor, Auto-Transformer, dan Jaringan Shunt Capacitor

Update
dibutuhkan
VFD
Matrik Filter

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 65
Sitem 3 kawat Sistem 4 kawat
PQFS
PQFK
PQFM
PQFI
PQF (Power Quality Filter)

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 66
Pengukuran Harmonik
Drive
Measured harmonic currents
(at point , if available) :
I5 A
I7 A
I11 A
I13 A
I17 A

Pulse number (6/12/?)
I19 A

Apparent power kVA
I23 A

cos |
I25 A
Tranformer-busbar cable
Length m
Cross section / phase mm
2
Nr parallel connections
Load

Active power kW

cos |

Existing capacitors

Fix & Automatic banks kvar

Reactor banks kvar

Tuning Hz

Filters kvar

Tuning Hz
Transformer

Nominal power kVA

Short-circuit impedance %

Secondary Voltage V
HV Network
Short-circuit power MVA
Voltage V

Frequency Hz
Remote control frequency (if any) Hz

Must be specified in any case


Better if specified
1
2
PCC titik 1
atau titik 2

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 67
Pengukur Harmonik

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 68
Referensi
Referensi Standard
IEC-standards
IEEE-standards
NEMA-standards
Manual Book Power Quality PQFK-
ABB
Manual Book Fluke Meter

UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 69
Referensi

Untuk Tegangan
Rendah
Un < 1000V


UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 70
Referensi



UNIVERSITAS INDONESIA
November 2, 2014 | Slide 71
UNIVERSITAS
INDONESIA
veritas, probitas, iustitia