Anda di halaman 1dari 5

- Interaksi Obat dengan Makanan -

Eka Wahyu Lestari (14340004) .......


Interaksi obat merupakan satu dari delapan kategori masalah terkait obat
(drug-related problem) yang dapat mempengaruhi outcome klinis pasien. Interaksi
obat tidak hanya terjadi antar obat namun juga dapat terjadi antar obat dengan
makanan.
Ada obat-obat tertentu yang jika berinteraksi dengan makanan, akan
meningkatkan kinerja obat namun ada juga jenis obat yang jika bereaksi dengan
makanan tertentu dapat menurunkan kerja obat dalam tubuh, bahkan dapat
meningkatkan toksisitas bagi tubuh.
Pengetahuan mengenai interaksi obat dan makanan dapat mencegah
morbiditas dan mortalitas serta meningkatkan keamanan dari pasien. Farmasis
mempunyai peran penting dalam melakukan kontrol untuk mencegah potensi efek
samping merugikan dari interaksi obat yang tidak diharapkan.
Ketika suatu makanan atau minuman mengubah efek suatu obat, perubahan
tersebut dianggap sebagai interaksi obat-makanan. Merupakan konsekuensi dari
hubungan fisika, kimia atau fisiologik antara obat dan produk yang dikonsumsi
sebagai makanan atau nutrient yang terdapat dalam makanan yang berasal dari
tumbuhan atau suplemen kesehatan. Interaksi ini bisa menyebabkan manifestasi klinis
yang mempengaruhi status kesehatan karena terjadi perubahan farmakokinetika
dan/atau farmakodinamika obat atau substansi makanan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi obat dengan makanan:
1. Perubahan motilitas lambung dan usus, terutama kecepatan pengosongan lambung
dari saat masuknya makanan
2. Perubahan pH, sekresi asam serta produksi empedu
3. Perubahan suplai darah di daerah splanchnicus dan di mukosa saluran cerna
4. Dipengaruhinya absorpsi obat oleh proses adsorpsi dan pembentukan kompleks
5. Dipengaruhinya proses transport aktif obat oleh makanan
6. Perubahan biotransformasi dan eliminasi






- Interaksi Obat dengan Makanan -

Eka Wahyu Lestari (14340004) .......
Contoh Interaksi Obat dengan Makanan
1. Obat : Anti depresan jenis IMAO (Inhibitor monoamine
oxidase), seperti Eutoniyl, Marpan, Nardil, Parnete.
Makanan : Bahan olahan dari keju, makanan (daging, ikan)
yang lama di simpan di freezer, alkohol, acar, kecap,
tahu, tempe, alpukat, pisang, coklat, kopi, minuman
bersoda.
Mekanisme Interaksi : Makanan disamping mengandung tyramine.
Tyramin dimetabolisme oleh MAO-A, sehingga
pada penggunaan obat-obat inhibitor MAO,
metabolism tyramin dihambat dan menyebabkan
hipertensi dan lain-lain.
Efek yang Ditimbulkan : Hipertensi, sakit kepala, gangguan jantung, mual,
muntah, pusing.
Penanganan : Obat anti depresan diganti dengan yang lebih aman
seperti Elavil, Sinequan, dan Desyrel. Atau hindari
makanan makanan yang mengandung tiramin pd
saat mengkonsumsi obat-obat anti depresan.

2. Obat : Cilostazol.
Makanan : Jus delima, anggur, dan belimbing.
Mekanisme Interaksi : Menghambat secara mekanik enzim sitokrom P450
oleh jus anggur sehingga cilostazol tidak dapat di
metabolisme dengan baik.
Efek yang Ditimbulkan : Toksik, dan penyakit seperti kram atau nyeri pada
kaki semakin memburuk.
Penanganan : lebih baik minum obat dengan air putih. Jika
memang ingin mengkonsumsi buah, sebaik nya 3
jam setelah meminum obat obat apapun.

3. Obat : Simvastatin, lovastatin.
Makanan : Makanan rendah lemak dan kaya serat.
Mekanisme Interaksi : Obat golongan statin lebih larut dalam lemak, jika
- Interaksi Obat dengan Makanan -

Eka Wahyu Lestari (14340004) .......
cepat larut maka lebih mudah diabsorpsi. Jika obat
ini dikonsumsi dengan makanan yang kaya akan
serat maka akan mengubah farmakokinetik statin
atau farmakodinamik.
Lovastatin jika dikonsumsi dengan makanan kaya
serat dan rendah lemak, absorpsinya menurun.
Efek yang Ditimbulkan : Miopati atau rhabdomyolisis atau mengurangi efek
farmakologis dari obat golongan statin.
Penanganan : Diminum setelah makan, atau bisa diminum dengan
susu untuk meningkatkan kelarutan nya.

4. Obat : Warfarin.
Makanan : Asparagus, kol, kembang kol, kangkung,selada,
bayam, sawi hijau, seledri, dan makanan yg
mengandung vitamin K.
Mekanisme Interaksi : Makanan di samping kaya akan vitamin K yang
meningkatkan efek pembekuan darah. Akibatnya,
darah mungkin membeku pada saat pasien diobati
dengan antikoagulan.
Efek yang Ditimbulkan : Menurunkan efektifitas warfarin.
Penanganan : Penambahan vitamin K haruslah dengan resep
dokter. Hindari makanan yang mengandung vitamin
K.

5. Obat : Propanolol.
Makanan : Telur, tahu, tempe, suplemen yang tinggi akan
protein.
Mekanisme Interaksi : Propanolol digunakan untuk penurunan hipertensi
yang disertai denyut jantung diatas 100/menit dan
nyeri dada sebelah kiri. Bila dikonsumsi dengan
makanan yang berprotein tinggi, maka akan
menyebabkan kadar propanolol di dalam darah
meningkat karena kecepatan penyerapan/absorpsi
- Interaksi Obat dengan Makanan -

Eka Wahyu Lestari (14340004) .......
propanolol meningkat.
Efek yang Ditimbulkan : Hipotensi.
Penanganan : Hindari konsumsi bersamaan propanolol dengan
makanan atau suplement yang kaya akan protein.

6. Obat : Captopril.
Makanan : Nasi, makanan tinggi protein.
Mekanisme Interaksi : Absorpsi captopril terganggu dengan adanya
karbohidrat ataupun protein.
Efek yang Ditimbulkan : Efek farmakologis berkurang.
Penanganan : Minum captopril 1 jam sebelum makan atau 2 jam
sesudah makan.

7. Obat : Furosemid.
Makanan : Ekstrak Licorice, yang biasanya banyak terdapat
pada food suplemen.
Mekanisme Interaksi : Memberikan efek sinergis dengan furosemid untuk
mengurangi kalium dalam darah.
Efek yang Ditimbulkan : Sangat hipokalemia, depresi, dan edema.
Penanganan : Hindari pemakaian ekstrak licorice dengan semua
obat golongan antihipertensi dan anti angina.

8. Obat : Ciprofloksasin.
Makanan : Susu.
Mekanisme Interaksi : Casein dan calcium yang ada disusu dapat
Mengurangi absorsi cipro di saluran pencernaan.
Efek yang Ditimbulkan : Efek antibiotik bisa berkurang dan bisa
menyebabkan bakteri menjadi resisten.
Penanganan : Lebih baik minum antibiotik dengan air putih agar
tidak terjadi interaksi yang tidak dinginkan. Dan
menghindari pengkonsumsian cipro dgn suplemen
yg tinggi kalsium.

- Interaksi Obat dengan Makanan -

Eka Wahyu Lestari (14340004) .......
9. Obat : Azitromisin.
Makanan : Nasi, atau makanan yang kaya akan karbohidrat dan
protein.
Mekanisme Interaksi : Mengganggu proses absorsi azitromisin sehingga
Menurunkan bioavailabilitas azitromicin hingga
43%.
Efek yang Ditimbulkan : Bakteri bisa resisten.
Penanganan : Minum antibiotik 1 jam sebelum makan atau 2 jam
sesudah makan.

10. Obat : Warfarin.
Makanan : Cranberry juice (flavonoid).
Mekanisme Interaksi : Flavonoid yang terkandung dalam cranberyy juice
dapat menghambat enzim yang memetabolisme
warfarin.
Efek yang Ditimbulkan : Efek toksik karena banyaknya obat bebas di dalam
darah.
Penanganan : Hindari konsumsi bersamaan antara warfarin dengan
cranberry juice.