Anda di halaman 1dari 1

A.

Sumber daya manusia ( SDM )sebagai subyek dalam alam, Negara dari budaya
Pengakuan HAM secara melembaga terutama terwujud :
Dikembangkannya system Negara berkedaulatan rakyat
Dikembangkan system Negara hokum
Kepribadian manusia yang di cita-citakan sesungguhnya amat relatif dan subyektif yang ditinjau
dari ruang dan waktu yang artinya manusia meninjau dan menjangkau berbagai asas normatif
baik filosofis ideologis, maupun rasional ilmiah secara multi disipliner bahkan juga
memperhatikan asas normative theism religious sebagai nilai-nilai suprakultural,supranatural
dan suprarasional . Alam Lingkungan Hidup sebagai Sumber Daya Alam (ALH-SDA) merupakan
bagian dari ruang dan nilai dalam kemestaan yang artinya manusia diamanatkan untuk
mengelola alam yang dimanfaatkan bagi kehidupan sepanjang dan seluruh generasi secara
berkelanjutan, oleh karena itu fungsi pendidikan dapat dikatakan sebagai kriteria SDM, karena
dengan proses pendidikan, kepribadian manusia akan berkembang sebagaimana diharapkan dan
diamanatkan oleh nilai budaya, peradaban, dan moral keagamaan. Berdasarkan wawasan
tersebut keagungan martabat manusia terutama kebanggannya menerima anugerah sebagai
HAM, sekaligus KAM (Kewajiban Asasi Manusia sebagai amanat dalam asas keseimbangan untuk
dinikmati dan ditunaikan, fungsi martabat moralitas kepribadian manusia, baik horizontal (
selama hidup di dunia ) maupun vertikal ( kehidupan kerohanian yang abadi ) dalam
pertanggungjawaban kehadapan maha pencipta.
B. Sistem IPTEKS sebagai fungsi system politik dan system kenegaraan
Dalam kondisi dan potensi pasca modern maka IPTEKS merupakan fungsi budaya secara
fungsional integral yang artinya, potensi SDM bangsa akan termotivasi untuk senantiasa
mengembangkan bidang keilmuannya, meskipun kondisi penuh tantangan dapat juga menjadi
pendorong. Secara formal fungsi politik tegasnya politik pendidikan dan politik pengembangan
IPTEK dimulai oleh sikap kepemimpinan pemerintahan termasuk kebijaksanaan pengembangan
sumber dana dan sumber daya yang berarti bangsa dan Negara sebagai subyek dengan potensi
dan kesadaran motivasi dan cita-cita nasional berjuang mengupayakan system pengembangan
IPTEK canggih melalui system pendidikan nasional yang memadai yang mana manusia sebagai
subyek dengan motivasi dan kemauan serta tanggung jawab terus berjuang mewujudkan cita-
cita atau kebangsaan. Secara normative filosofi religious dapat diajabrkan SDM berkualitas
ialah kepribadian manusia yang sehat jasmani rohani, berilmu pengetahuan, beragama, dan
bertaqwa serta menegakkan integritas nasional dan integritas martabat kepribadian.