Anda di halaman 1dari 10

KONTRIBUSI BERBAGAI BIDANG ILMU

TERHADAP PERILAKU ORGANISASI











Ratna Wahyu N 128314224




PRODI PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN 2012 B
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2014

1. PSIKOLOGI
Psikologi didefinisikan sebagai kajian saintifik tentang tingkahlaku dan proses mental
organisme. Tiga idea penting dalam definisi ini ialah; 'saintifik', tingkahlaku' dan 'proses
mental'. Saintifik bermakna kajian yang dilakukan dan data yang dikumpulkan mengikuti
prosedur yang sistematik. Walau pun kaedah saintifik diikuti, ahli-ahli psikologi perlu
membuat pelbagai inferen atau tafsiran berdasarkan temuan yang diperoleh. Ini
dikarenakan subjek yang dikaji adalah hewan dan manusia dan tidak seperti sesuatu sel
(seperti dalam kajian biologi) atau bahan kimia (seperti dalam kajian kimia) yang secara
perbandingan lebih stabil. Manakala mengkaji tingkah laku hewan atau manusia memang
sukar dan perlu kerap membuat inferen atau tafsiran.
Ada banyak ahli yang mengemukakan pendapat tentang pengertian psikologi, diantaranya:
Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 13 (1990), Psikologi adalah ilmu yang
mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat secara langsung
maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam
hubungannya dengan lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu
maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka
adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara,
duduk , berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi
berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Dari beberapa definisi tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian
psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai
individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut
berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari
maupun yang tidak disadari.
Dapat diketahui bahwa pengertian psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada
hakekatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan
manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia
dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas.
Karena luasnya

Objek yang dipelajari psikologi, maka dalam perkembangannya ilmu psikologi
dikelompokkan dalam beberapa bidang, yaitu :
Psikologi Perkembangan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku yang terdapat
pada tiap-tiap tahap perkembangan manusia sepanjang rentang kehidupannya
Psikologi Pendidikan, yaitu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam
situasi pendidikan.
Psikologi Sosial, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam berhubungan
dengan masyarakat sekitarnya.
Psikologi Industri, ilmu yang mempelajari tingkah laku yang muncul dalam dunia
industri dan organisasi.
Psikologi Klinis, ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia yang sehat dan tidak
Sehat, normal dan tidak normal, dilihat dari aspek pisiknya.

Psikologi adalah ilmu yang berkenaan dengan usaha untuk mengukur, menjelaskan dan
kadang-kadang mengubah perilaku manusia. Oleh karena itu para psikolog melibatkan diri
mereka dalam studi dan usaha untuk memahami perilaku individu. Secara spesifik
sumbangan mereka dalam bidang perilaku organisasi berkenaan dengan masalah-masalah
antara lain : kebosanan, kelelahan, kondisi kerja, persepsi, kepribadian, latihan,
kepemimpinan, motivasi, pengambilan keputusan dan pengukuran sikap.

Keterkaitan Ilmu Psikologi dengan perilaku organisasi, psikologi memberikan kontribusi
dalam perilaku organisasi berkenaan dengan masalah-masalah antara lain : kondisi kerja,
persepsi, kepribadian, kepemimpinan, motivasi dan pengukuran sikap.





2. SOSIOLOGI
Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan lahir belakangan dibandingkan dengan ilmu
pengetahuan alam. Sosiologi merupakan bagian dari human sciences atau ilmu-ilmu
manusia, seperti psikologi, sejarah, antropologi, politik, dan ekonomi. Kekhususan
sosiologi adalah mempelajari perilaku masyarakat manusia yang berkaitan dengan struktur
kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimilikinya dan ditunjang bersama. Secara
etimologis sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu sociusyang berarti kawan dan bahasa
Yunani yaitu logos yang berarti kata atau berbicara. Jadi arti harfiah sosiologi adalah
memperbincangkan teman, kemudian diperluas artinya yaitu berbicara mengenai
masyarakat (Soerjono, 2003). Batasan sederhana dari sosiologi adalah ilmu tentang
masyarakat. Kata masyarakat digunakan dalam konteks kehidupan bersama. Di mana ada
kehidupan bersama dan saling mempengaruhi perilakunya, di situlah ada masyarakat yang
menjadi fokus kajian sosiologi. Kesatuan masyarakat memiliki berbagai ukuran, dari yang
kecil seperti, keluarga, tetangga, kelurahan, hingga yang besar seperti kabupaten, provinsi,
negara dan seterusnya.Sosiologi sebagai ilmu pengetahuan lahir belakangan dibandingkan
dengan ilmu pengetahuan alam. Sosiologi merupakan bagian dari human sciences atau
ilmu-ilmu manusia, seperti psikologi, sejarah, antropologi, politik, dan ekonomi.

Kekhususan sosiologi adalah mempelajari perilaku masyarakat manusia yang berkaitan
dengan struktur kemasyarakatan dan kebudayaan yang dimilikinya dan ditunjang bersama.
Secara etimologis sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu sociusyang berarti kawan dan
bahasa Yunani yaitu logos yang berarti kata atau berbicara. Jadi arti harfiah sosiologi
adalah memperbincangkan teman, kemudian diperluas artinya yaitu berbicara mengenai
masyarakat (Soerjono, 2003). Batasan sederhana dari sosiologi adalah ilmu tentang
masyarakat. Kata masyarakat digunakan dalam konteks kehidupan bersama. Di mana ada
kehidupan bersama dan saling mempengaruhi perilakunya, di situlah ada masyarakat yang
menjadi fokus kajian sosiologi. Kesatuan masyarakat memiliki berbagai ukuran, dari yang
kecil seperti, keluarga, tetangga, kelurahan, hingga yang besar seperti kabupaten, provinsi,
negara dan seterusnya.

Pusat perhatian sosiologi mempelajari sistem sosial dimana para individu memainkan
peranannya. Artinya sosiologi tersebut mempelajari manusia dalam hubungannya dengan
manusia lain. Dalam kaitannya dengan perilaku organisasi maka konsep-konsep yang
berasal dari sosiologi dapat memberi masukan terhadap perilaku organisasi seperti :
dinamika kelompok, proses sosialisasi, budaya organisasi, struktur organisasi formal,
birokrasi, komunikasi, status, kekuasaan dan konflik.

Keterkaitan sosiologi terhadap perilaku organisasi Ilmu Sosiologi, memberikan masukan
dalam perilaku organisasi meliputi : dinamika kelompok, proses sosialisasi, budaya
organisasi, komunikasi, kekuasaan dan konflik.
Sosiologi dalam satuan analisis Sistem Organisasi : Teori Organisasi Formal, Birokrasi,
Teknologi Organisasi, Per. Organisasi, Budaya Organisasi.

3. ANTROPOLOGI
Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunanai asal kata anthropos berarti manusia,
dan logos berarti ilmu, dengan demikian secara harfiah antropologi berarti ilmu
tentang manusia. Para ahli antropologi (antropolog) sering mengemukakan bahwa
antropologi merupakan studi tentang umat manusia yang berusaha menyusun generalisasi
yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian
ataupun pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia (Haviland, 1999: 7;
Koentjaraningrat, 1987: 1-2). Jadi antropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai
pengertian atau pemahaman tentang mahluk manusia dengan mempelajari aneka warna
bentuk fisiknya, masyarakat, dan kebudayaannya.
Antropologi adalah cabang ilmu yang usia perkembangannya relatif lebih muda dari
cabang ilmu lainnya. Ilmu ini sebenarnya mulai berkembang bersamaan dengan abad
pelayaran dunia. Sebagai sebuah ilmu, Antropologi banyak bersinggungan dengan ilmu-
ilmu sosial lainnya, bahkan ilmu Sains, seperti Biologi maupun kedokteran. Antropologi
seringkali mendapat pengaruh dari berbagai ilmu ini, baik dalam bentuk teori, metode,
bahkan hasil penelitian. Secara sistematis, Antropologi terus-menerus mengembangkan
teori, metode, dan hasil penelitiannya sendiri yang sangat khas. Pengaruh dari berbagai ini
membuat cara pemahaman seorang antropolog terhadap sebuah kebudayaan dan
masyarakat yang ada di dalamnya, menjadi jauh lebih kaya.

Antropologi dalam perkembangannya terbagi dalam beberapa cabang. Cabang-cabang
Antropologi tersebut antara lain sebagai berikut:
Antropologi Fisik: Cabang Antropologi ini mengkaji hubungan antara kebudayaan
dan manusia secara biologis. Di masa lalu, kajian Antropologi fisik lebih ditekankan
pada usaha untuk membandingkan manusia dengan primata lain, seperti simpanse,
gorilla, dan orang utan. Antropologi fisik juga mencari hubungan antara manusia
modern (Homo Sapiens) dengan nenek moyang kita seperti Homo Erectus.
Antropologi Budaya: Cabang ini adalah yang terbesar dalam ilmu Antropologi.
Antropologi budaya meliputi keanekaragaman kebudayaan, upaya mencari unsur-
unsur kebudayaan universal, mengungkapkan hubungan antara struktur sosial
masyarakat dengan kebudayaannya, bahkan juga membahas mengenai interpretasi
simbolik.
Antropologi Linguistik: Cabang Antropologi yang mengkaji tentang
keanekaragaman bahasa. Namun, ruang lingkupnya jauh lebih kecil dari ilmu
linguistik. Antropologi linguistik melihat bahasa dalam konteks latar belakang
kebudayaan masyarakat penuturnya.
Arkeologi: Cabang ini seringkali dianggap sebagai ilmu tersendiri yang terpisah dari
Antropologi. Namun, menurut sebagaian besar ahli Antropologi, Arkeologi
sebenarnya adalah sebuah cabang ilmu dari Antropologi. Tugas Arkeologi adalah
menunjukkan hubungan antara manusia masa lampau dengan habitat hidupnya beserta
struktur sosial dan kebudayaan masyarakatnya.
Etnologi: Cabang Antropologi yang secara khusus mempelajari sejarah
perkembangan kebudayaan manusia.
Kaitan antara perilaku organisasi dan Antropologi yaitu Antropologi mempelajari
masyarakat untuk mengetahui seluk beluk manusia dan aktivitasnya. Hal yang dapat
diambil dari antropologi untuk perilaku organisasi seperti perbedaan-perbedaan
fundamental dalam nilai, sikap dan norma tentang perilaku yang dapat diterima
mempengaruhi cara orang bertindak
Antropologi satuan analisis Kelompok : Nilai dan Sikap Komparatif, Analisis Lintas
Budaya.
Antropologi satuan analisis Sistem Organisasi : Budaya Organisasi, Lingkungan
Organisasi.

4. PSIKOLOGI SOSIAL
Psikologi sosial adalah suatu studi tentang perilaku hubungan antara manusia dan
kelompok serta pegaruh sosial terhadap perilaku manusia. Bidang ini sangat luas,
mencakup berbagai bidang studi dan beberapa disiplin ilmu. Psikologi sosial dapat
digunakan dalam berbagai disiplin dan industri.
Psikologi sosial berasal dari kata psikologi dan sosial. Pengertian psikologi adalah sebuah
bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan
fungsi mental manusia secara ilmiah. Adapun pengertian sosial adalah segala perilaku
manusia yang menggambarkan hubungan nonindividualis. Jadi, pengertian psikologi
sosial adalah sebuah ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai pengaruh hubungan
individualis terhadap perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.
Berikut adalah beberapa pengertian psikologi sosial menurut para ahli:
Hubert Bonner dalam bukunya Social Psychology menyatakan Psikologi sosial
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.
Michener & Delamater (1999) menyatakan bahwa psikologi sosial adalah studi
alami tentang sebab-sebab dari prilaku sosial manusia.
Sherif & Sherif dalam bukunya An Outline of Social Psychology memberikan
definisi sebagai berikut psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari pengalaman dan tingkah laku individu manusia dalam kaitannya
dengan situasi-situasi perangsang sosial. Dalam definisi ini, tingkah laku telah
dihubungkan dengan situasi-situasi perangsang sosial.
Shaw & Costanzo (1970) menyatakan bahwa psikologi sosial adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-
rangsang sosial.
Boring, Langveld, and Weld dalam bukunya Foundations of Psychology
berpendapat bahwa: Psikologi sosial adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
individu manusia dalam kelompokknya dan hubungan antara manusia dengan
manusia.
Psikologi sosial memiliki keterkaitan dengan perilaku organisasi, yaitu Ilmu psikologi
sosial mempelajari perilaku antar pribadi dalam arti berusaha mencari penjelasan tentang
bagaimana dan mengapa para individu berperilaku tertentu dalam kegiatan kelompoknya.
Kontribusi untuk perilaku organisasi yaitu bagaimana menerapkan perubahan dan
bagaimana mengurangi hambatan agar suatu perubahan dapat diterima, mengukur dan
mamahami serta mengubah sikap, pola komunikasi dan cara-cara bagaimana kegiatan
kelompok memenuhi kebutuhan individu.


5. ILMU POLITIK
Ilmu politik merupakan ilmu yang mempelajari suatu segi khusus dari kehidupan
masyarakat yang menyangkut soal kekuasaan. Secara umum ilmu politik ialah ilmu yang
mengkaji tentang hubungan kekuasaan, baik sesama warga Negara, antar warga Negara
dan Negara, maupun hubungan sesama Negara. Yang menjadi pusat kajiannya adalah
upaya untuk memperoleh kekuasaan,usaha mempertahankan kekuasaan, pengunaan
kekuasaan tersebut dan juga bagaiman menghambat pengunan kekuasaan.
Ilmu politik mempelajari beberapa aspek, seperti :
a. Ilmu politik dilihat dari aspek kenegaran adalah ilmu yang memperlajari Negara,
tujuan Negara, dan lembaga-lembaga Negara serta hubungan Negara dengan warga
nwgaranya dan hubungan antar Negara.
b. Ilmu politik dilihat dari aspek kekuasaan adalah ilmu yang mempelajari ilmu
kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat, hakikat, dasar, proses, ruang lingkup, dan
hsil dari kekuasaan itu.
c. Ilmu politik dilihat dari aspek kelakuan politik yaitu ilmu yang mempelajari
kelakuan politik dalam system politik yang meliputi budaya politik, kekuasaan,
kepentingan dan kebijakan.
Konsep-konsep pokok yang dipelajari dalam ilmu politik :
a. Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang mempeunyai kekuasaan
tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya
b. Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau suatu kelompok untuk mempengaruhi
tingkah laku orang atau kelompok lain sesuai dengan keinginan dari pelakunya
c. Pengambilan keputusan adalah membuat pilihan diantara beberapa alternative
sedangkan istilah pngambilan keputusan menunjukkan pada proses yang terjadi
sampai keputusan itu tercapai
d. Kebijakan umum adalah kumpulan keputusan yang diambil oleh seseorang pelaku
atau kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan cara-cara untuk
mencapai tujuan-tujuan itu.
e. Pembagian adalah pembagian dan penjatahan dari nilai-nilai dalam masyarakat,
yang ditekankan bahwa pembagian selalu tidak merata sehingga timbul konflik
Keterkaitan dengan organisasi yaitu ilmu politik mempelajari perilaku individu dan
kelompok dalam suatu lingkungan politik. Berbagai hal yang dapat diambil dari ilmu
politik oleh perilaku organisasi adalah struktur konflik, alokasi kekuasaan dan bagaimana
orang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan pribadinya.
Ilmu Politik, memberikan kontribusi antaralain : struktur konflik, alokasi kekuasaan dan
bagaimana orang memanipulasi kekuasaan untuk kepentingan pribadinya.










DAFTAR PUSTAKA

Tarmizi Ichsan. 2013. Definisi Ilmu Politik. (Online). (http://gudangsoftware-
izzon.blogspot.com/2013/01/definisi-dan-resume-ilmu-politik.html di aksest tanggal
19 Oktober 2014)
2013. (Online). (http://www.pengertianahli.com-2013-11-pengertian-antropologi-dan-
cabang.html di akses tanggal 19 Oktober 2014)
Haryanto. 2011. Pengertian Psikologi Menurut Beberapa Ahli. (Online).
(http://belajarpsikologi.com/pengertian-psikologi/ di akses tanggal 19 Oktober 2014)