Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH SISTEM KOMUNIKASI SERAT OPTIK

Optical Amplifier : SOA, RAMAN dan EDFA






OLEH :
Zuraida Hannum 1110951005
Agha Ikram Arrahman 1110951015
Novriandi 1010953040

Dosen :
Fitrilina MT




JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2014


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi dari suatu pihak (sumber informasi) ke pihak
lain (penerima informasi) melalui suatu media. Dalam sistem komunikasi, media yang digunakan
dikelompokkan kepada 2 jenis yaitu guided media berupa kabel sebagai penghantar dan unguided
media yang disebut juga dengan media tanpa kabel (wireless). Media kabel pada umumnya menggunakan
bahan tembaga. Seperti kabel twisted pair untuk jaringan komputer, koaxial untuk transmisi ke antena
pemancar radio, dan lain sebagainya. Saat ini telah ditemukan jenis kabel yang terbuat dari bahan kaca
dimana sangat baik digunakan untuk transmisi jarak jauh. Jenis kabel ini dinamakan dengan kabel fiber
optik.
Serat optik bekerja dengan cara memanfaatkan cahaya sebagai gelombang pembawa informasi yang
akan dikirimkan. Pada bagian pengirim, sinyal informasi yang berupa besaran elektrik diubah menjadi
sinyal optik. Lalu diteruskan ke kanal informasi yang terbuat dari serat optik yang berfungsi sebagai
pemandu gelombang. Sesampainya di penerima, berkas cahaya ditangkap oleh detektor cahaya yang
berfungsi untuk mengubah besaran optik menjadi besaran elektrik agar dapat diproses kembali untuk
mendapatkan informasi. Selama proses perambatan di sepanjang serat optik, cahaya akan mengalami
pelemahan dan pelebaran sinyal. Hal ini dapat disebabkan karena ketidakmurnian bahan serat yang
menyerap serta menyebarkan cahaya. Sehingga daya sinyal yang diterima akan berkurang. Untuk
komunikasi jarak dekat, pengaruhnya tidak siginifikan. Namun untuk komunikasi jarak jauh, akan sangat
mempengaruhi sistem.
Untuk mengatasi pelemahan dan pelebaran sinyal, dapat digunakan piranti pengulang elektronik
(penguat) yang ditempatkan pada jarak tertentu. Prinsip kerja piranti ini adalah mengubah cahaya yang
datang kedalam bentuk elektrik, kemudian sinyal tersebut akan diperkuat dayanya. Selanjutnya diubah
kembali menjadi sinyal optik untuk ditransmisikan kembali. Akan tetapi, penggunaan pengulang
elektronik dianggap kurang praktis. Hal ini disebabkan karena peralatan tersebut dapat menyebabkan
kesalahan tambahan, membatasi kecepatan transmisi dan lebar bidang serta relatif mahal dalam
penerapannya Seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat telah memunculkan berbagai
macam penguat optik tanpa konversi. Berikut ini jenis jenis penguat optik yaitu : terdoping erbium
(Erbium Doped Fiber Amplifier / EDFA), Raman dan semiconductor optical amplifier (SOA). Dengan
menggunakan penguat optic ini diharapkan akan diperoleh pembangkitan sinyal dengan faktor penguatan
yang lebih besar dan dapat membawa data dengan kecepatan bit yang lebih tinggi dibanding pengulang
elektronik.
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Penguat optik
2.1.1 Prinsip Dasar
Dalam sistem komunikasi fiber optik, jarak transmisi sangat berpengaruh terhadap losses pada
fiber. Untuk sistem long-haul, pengurangan redaman dapat diatasi dengan menggunakan repeater
elektronik dimana sinyal optik dirubah menjadi arus listrik dan kemudian diregenerasi menggunakan
sebuah transmitter. Generator akan sangat kompleks dan mahal untuk sistem gelombang Wavelength
Division Multiplexed (WDM). Solusi alternatif adalah menggunakan penguat optik, dimana memperkuat
sinyal optik langsung tanpa membutuhkan perubahan ke sinyal elektrik. Hampir setiap penguat optik
memperkuat cahaya melalui stimulasi emisi, mekanisme yang sama digunakan pada laser. Secara umum,
gain optik tercapai saat penguat dipompa (cahaya) untuk mendapatkan jumlah inversi. Gain optik
umumnya tidak hanya tergantung pada frekuensi (atau panjang gelombang) dari sinyal, tetapi juga pada
intensitas berkas lokal pada setiap titik di dalam penguat.

Gambar 2.1 Karakteristik Cahaya dalam Serat Optik

Gambar 2.2 Grafik Optical Amplifier

Band Descriptor Range (nm)
O band Original 1260 to 1360
E band Extended 1360 to 1460
S band Short wavelength 1460 to 1530
C band Conventional 1530 to 1565
L band Long wavelength 1565 to 1675
U band Ultralong wavelength 1625 to 1675
Tabel 2.1 Band Serat Optik
Umumnya penggunaan penguat optik pada sistem long-haul, menggunakan penguat sebagai
inline amplifier yang menggantikan regenerator elektronik. Beberapa penguat optik dapat dicascade
dalam bentuk rantai periodik sepanjang tidak dibatasi oleh dispersi fiber, nonlinearitas fiber dan
penguatan noise. Aplikasi lainnya dari penggunaan penguat optik adalah untuk menaikkan daya transmit
dengan menempatkan penguat setelah transmit. Seperti penguat umumnya yang disebut dengan power
booster,tujuan utamanya adalah memperkuat daya yang akan dipancarkan. Penguat daya dapat menaikkan
jarak transmisi sampai 100 km atau lebih tergantung pada gain dan losses fiber. Jarak transmisi dapat juga
ditingkatkan dengan menempatkan sebuah penguat sebelum perangkat penerima untuk memperkuat daya
terima. Penguat ini disebut dengan optical preamplifier dan umumnya digunakan untuk meningkatkan
sensitivitas penerima. Untuk sistem WDM sendiri, menggunakan penguat dalam perangkatnya.

Gambar 2.3 Aplikasi penguat optik dalam sistem perambatan gelombang optik





Adapun karakteristik dari 3 jenis penguat di atas adalah :
a. In-line Amplifier
- digunakan untuk meningkatkan jarak transmissi dan penguat signal di fiber

Gambar 2.4 In-line Amplifier
b. Preamplifier
- untuk memperbaiki receiver sensitivitas

Gambar 2.5 Preamplifier
c. Power Amplifier
- untuk menaikan daya tranmisi dan Sebagai penguat sumber optic terutama tuneable laser

Gambar 2.6 Power Amplifier
Serat optik akan memiliki kemampuan kerja yang maksimum bila bekerja pada daerah panjang
gelombang 1500 nm - 1600 nm. Pada daerah ini serat optik hanya mengalami rugi-rugi sebesar 0,2
dB/km. Penguat serat optik terdoping erbium merupakan yang paling tepat untuk bekerja di daerah
panjang gelombang tersebut.
Ada 3 aplikasi dasar dari amplifier optik, yaitu :
1. Dalam hubungan single-mode pengaruh dari dispersi fiber mungkin kecil, sehingga
batasan utama pada jarak antar repeater adalah attenuasi fiber. Ketika hubungan tersebut
tidak membutuhkan regenerasi sepenuhnya dari sinyal, penguatan sederhana dari sinyal
optik adalah cukup. Dengan demikian, amplifier optik dapat digunakan untuk
mengurangi rugi-rugi transmisi dan menambah jarak antar repeater.
2. Sebuah amplifier optik dapat digunakan sebagai front-end pre-amplifier untuk receiver
optik. Oleh karena itu sinyal optik yang lemah dikuatkan sebelum proses photodetection
agar penurunan signal-to-noise rasio yang disebabkan oleh thermal noise dalam
penerimaan elektronik dapat ditahan. Dibandingkan dengan alat front-end yang lain
seperti avalanche photodiodes atau optical heterodynedetectors, optical pre-amplifier
menyediakan faktor keuntungan yang lebih besar dan dengan bandwidth yang lebih luas.
3. Dalam jaringa area lokal ( LAN ), seseorang dapat memakai optical amplifier sebagai
amplifier booster atau linear gain block untuk mengurangi rugi-rugi pada input coupler
dan rugi-rugi daya pada percabangan.
2.2 Erbium Doped Fiber Amplifier (EDFA)

EDFA (Erbium Doped
Fiber Amplifier) adalah suatu
system optik yang dapat
mengurangi biaya serta
meningkatkan network
performance dalam sistem
komunikasi optic.Dimana
EDFA Optical Amplifier bekerja pada panjang gelombang 1550 nm dan memiliki active
medium berupa fiber silica sepanjang 10 meter 30 meter yang diberi sedikit doping
unsur Erbium (Er). Optical Amplifier ini menggunakan Optical Pumping dengan
menggunakan cahaya (photon) dengan panjang gelombang yang lebih pendek. Berikut
beberapa fungsi dari EDFA :
- Penguat daya, untuk menaikkan daya yang dipancarkan oleh pengirim/sumber
- Pengulang(repeater), yang dipasang pada titik-titik tertentu diantara pengirim dan penerima
- Penguat awal, untuk meningkatkan sensitivitas pengirim dan penerima


2.2.1 Prinsip Kerja EDFA




Gambar 2.7 Prinsip Kerja ADFA
Pada dasarnya prinsip kerja EDFA sama dengan prinsip kerja laser, di mana transisi elektron
yang mula-mula menempati tingkat energi yang lebih tinggi menuju ke tingkat yang lebih rendah. Dan
tentu saja elektron di tingkat yang lebih tinggi haruslah lebih banyak dibandingkan pada tingkat rendah,
atau lebih dikenal dengan inversi populasi. Dengan demikian perpindahan itu akan memancarkan cahaya
dengan intensitas yang tinggi.
Karakteristik EDFA:
1. Efficient pumping
2. Minimal polarisasi sensitivity
3. loss insertion rendah
4. High output power
5. Noise rendah
6. Sensitivity tinggi
7. Distorsi rendah dan interchannel crosstalk kecil.

Adapun Proses yang Terjadi pada Sistem Kerja EDFA adalah :
1. relatif cahaya dengan daya tinggi dicampur dengan sinyal input menggunakan panjang
gelombang selektif coupler.
2. Campuran cahaya dipandu ke bagian serat dengan ion erbium termasuk core.
3. sinar bertenaga tinggi ini merangsang ion erbium ke keadaan energi yang lebih tinggi.
4. Ketika foton milik sinyal (pada panjang gelombang yang berbeda dari cahaya pompa) memenuhi
atom erbium yang tereksitasi(. panjang gelombang 980 atau 1.480 nm )., atom erbium
memberikan beberapa energi mereka untuk sinyal dan kembali ke keadaan energi yang lebih
rendah .
5. Titik penting adalah bahwa erbium memberikan energi dalam bentuk photon yang memiliki fase
sama dan arah yang sama dengan sinyal yang diperkuat. Dengan demikian perpindahan itu akan
memancarkan cahaya dengan intensitas yang tinggi.
6. Biasanya ada isolator ditempatkan pada output untuk mencegah refleksi kembali dari fiber yang
melekat. Seperti refleksi mengganggu pengoperasian amplifier dan dalam kasus yang ekstrim
dapat menyebabkan penguat menjadi laser.

2.2.3 Energi Transisi EDFA

Gambar 2.8 Energi Transisi EDFA

EDFA energi transisi :
EDFA di pompa dengan semikonduktor laser antara 980 nm atau 1480 nm
Untuk 3 level model menggunakan 980 nm pompa dan 2 model untuk 1480 nm
pompa
Inversi penuh dapat di lakukan dengan 980 nm
Spontaneous waktu dari metastable energi level (
4
I
13/2
) sekitar 10 ms
Ketika stimulasi emisi mendominasi spontaneous amplifikasi efisien
Ketika populasi inversi tinggi menyebabkan amplifikasi noise rendah
980 nm pompa di gunakan untuk amplifikasi noise rendah
1480 nm silica fiber mempunyai loss rendah
Kelebihan dan kekurangan EDFA:
- Rendahnya rugi-rugi pengkoplingan antara penguat dengan serat transmisi
- Toleransi penguat serat terhadap panjang gelombang sinyal relatif lebih besar
- Mekanisme penguatannya tidak sensitif terhadap keadaan polarisasi sinyal masukan

2.3 Penguat Raman
Penguat Raman merupakan sebuah komponen tambahan berupa
pengembangan dari penguat optik EDFA. Raman
menginjeksikan cahaya laser highpower ke dalam fiber dalam
arah berlawanan dari sinyal sumber.Injeksi photon menguatkan
sinyal optik dimana hal ini dibutuhkan hampir pada semua jarak
jauh. Penguatan Raman dapat membuat penguat sinyal lebih dari
10 dB, dimana melewatkan untuk jarak yang lebih jauh.
Menggunakan backward pumping dengan menghasilkan populasi inversi
Daya transfer dari panjang gelombang rendah ke panjang gelombang tinggi (sekitar 100 nm)
1460-1480 nm pompa mengalami amplifikasi pada 1550 -1560 nm
Multiple pompa dapat digunakan
Digunakan dalam ultra-long haul system
Daya 500 mW
2.3.1 prinsip kerja ROA
Penguat raman memanfaatkan kenonlinieran serat serat optik, yaitu hamburan raman (Raman
Scattering). Hamburan raman yang terjadi akibat injeksi laser akan menguatkan sinyal yang
dikirimkan, peristiwa ini sering disebut dengan hamburan raman terstimulasi (Stimulated raman
scattering), hal inilah yang menjadi dasar penguatan raman. Dimana sinyal dari pompa laser yang
memiliki frekuensi lebih tinggi memberikan energinya pada sinyal input lemah yang memiliki
frekuensi lebih rendah. sinyal dari pompa laser harus memiliki frekuensi lebih tinggi sebesar 13 Thz
dari frekuensi sinyal informasi.

Gambar 2.5 Blok diagram penggunaan Raman backward pumping.
Pada umumnya, gain Raman meningkat hampir secara linier sesuai dengan offset panjang
gelombang antara sinyal dan puncak pompa, sekitar pada 100 nm dan turun dengan cepat seiring kenaikan
offset. Gain bandwidth yang bisa digunakan adalah sekitar 48 nm.

Gambar-4.7 Kurva Raman Gain terhadap Wavelenght offset.

2.4 Semiconductor Optical Amplifier
Semikoncuktor Optical Amplifier merupakan penguat optik yang memanfaatkan rongga/ruangan
cavity untuk penguatan cahaya. Semiconductor amplifier optik serupa dengan konstruksi untuk laser
semikonduktor. Mereka terdiri dari bagian gain (aktif) dan bagian pasif terbuat dari bahan semikonduktor
seperti indium phosphide. Perbedaan SOA adalah bahwa SOA yang dibuat dengan lapisan coating
antireflection untuk mencegah cahaya dari memantulkan kembali ke sirkuit. Optical gain terjadi saat
elektron dalam bahan semikonduktor dirangsang oleh sinyal cahaya yang masuk; ketika arus diatur di
persimpangan p-n junction proses menyebabkan foton untuk mereplikasi, menghasilkan gain sinyal.
medium gain dapat berupa massal atau lapisan multiple-quantum-well active layer.

karakteristik
Polarization dependent membutuhkan polarization pemeliharaan fiber
Relatively high gain ~20 dB
Output saturation daya 5-10 dBm
Large BW
dapat beroperasi 800, 1300, and 1500 nm wavelength regions.
Compact dan mudah di integrasi dengan perangkat lain
Dapat di integtasi dalam arrays
High noise figure and cross-talk levels karena nonlinear phenomenon seperti pegabungan 4-
gelombang.


2.4.1 Prinsip Kerja SOA
Arus DC di pompakan dengan panjang gelombang 800nm atau 1300 nm atau 1500 nm
masuk ke semikonduktor dengan pelapis coating reflection agar mencegah cahaya dari memantulkan
kembali ke sirkuit.yang menghasilkan populasi inversi menyebabkan optikal gain .
2.4.1 Parameter penguatan SOA
Beberapa parameter penting yang mempengaruhi penguatan SOA diantaranya adalah
besarnya arus injeksi dan volume daerah aktif.


Perbandingan SOA, EDFA dan ROA :







BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Repeater merupakan Sistem Komunikasi Optik dapat berupa repeaterelektro-optik maupun
repeater optik. Pada repeater optik signal optik yang sudah lemah langsung diperkuat tanpa
dikonversikan ke dalam listrik terlebih dahulu, repeater ini dikenal dengan Optical Amplifier.
2. Daya optik keluaran dari optical amplifier sangat tergantung pada daya laser pump, panjang
gelombang cahaya signal dan panjang gelombang cahaya laser pump, dimana penambahan
daya pada daya input tidak mungkin melebihi daya dari laser pump
3. Pompa EDFA bekerja pada panjang gelombang 1530 nm-1560 nm
4. Pompa RAMAN bekerja pada panjang gelombang 1280 nm-1650 nm dengan backward pumping
5. Pompa SOA bekerja pada panjang gelombang 1280 nm-1650 nm
6. Penguat SOA menghasilkan kinerja yang baik pada jumlah kanal dan bit rate rendah. Secara
umum, Penguat EDFA dan SOA menghasilkan kinerja yang tidak jauh berbeda, namun bila
acuannya adalah noise figure, maka penguat EDFA lebih unggul dari SOA.
7. Untuk optikal gain paling besar pada penguat EDFA

3.2 Saran
Parameter seperti gain dan noise figure lebih di jelaskan secara terperinci. Disarankan untuk daerah
yang rawan terjadi gangguan agar diberi duct kabel atau pelindung lainnya. Dan juga kedalaman kabel
harus sering diperiksa agar terhindar dari gangguan manusia baik disengaja maupun tidak














Daftar Pustaka

Baharuddin. 2008. evaluasi penerapan penguat optik edfa raman pada sistem komunikasi fiber optic.
From : 20-27__Bahar_Edfa_Raman.
Sunarto. 2005. pengenalan optical amplifier di dalam sistem komunikasi optic. From : 49-150-1-PB
Keiser,Gerd.2008.Optical fiber communication fourth edition.amerika:McGraw-Hill.
http://faculty.petra.ac.id/herisw/SKSO/bab_11.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Optical_amplifier