Anda di halaman 1dari 11

ILMU BUDAYA DASAR

NAMA : YUNI ASTUTI


NPM : 3C414575








TEKNIK INDUSTRI 2014
UNIVERSITAS GUNADARMA
2

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirabbilalamiin, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT karena rahmat dan karunia-Nya serta kerja keras, sehingga saya dapat menyusun
makalah ini mengenai beberapa metode yang kami lakukan untuk mendapatkan
informasi yang kami butuhkan, sebagai hasilnya dapat terselesaikan dengan lancar dan
tepat waktu.
Laporan ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah semester I, yang berjudul
Manusia dan Kegelisahan. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu penyusun, semoga Allah SWT senantiasa membalas dengan
pahala dan mohon maaf atas segala kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan selama
menyusun laporan ini baik disengaja atau tidak disengaja.
Penulis menyadari bahwa dalam menyusun laporan ini belum sempurna, untuk
itu penulis mohon maaf sebesar-besarnya serta penulis membutuhkan kritikan dan saran
yang sifatnya membangun adalah harapan pribadi penyusun guna kesempurnaan
laporan ini. Harapan terakhir, semoga laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya
dan bagi pembaca pada umumnya. Amin Yaa Robbalaalamin.
Wassalamualaikum Wr. Wb.













3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................2
DAFTAR ISI.....................................................................................................................3
MANUSIA DAN KEGELISHAN.....................................................................................4
a. Pengertian Kegelisahan..............................................................................4
b. Sebab-Sebab Orang Gelisah.......................................................................5
c. Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan........................................................5
d. Keterasingan...............................................................................................5
e. Kesepian.....................................................................................................6
f. Ketidakpastian............................................................................................6
g. Sebab-Sebab Terjadi Ketidakpastiaan.......................................................6
h. Usaha-Usaha Penyembuhan Ketidakpastiaan............................................8
PENGALAMAN...............................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................11

















4

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

A. Pengertian Kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram hatinya , selalu
merasa khawatir dan tidak tenang, tidak sabar juga cemas. Sehingga kegelisahan
merupakan hal yang menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun
perbuatannya, merasa khawatir, tidak tenang dalam tingkah lakunya, tidak sabar
ataupun dalam kecemasan.
Kegelisahn hanya dapat diketahui dari gejala tingkah laku atau garak gerik
seseorang dalam situasi tertentu. Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari
kecemasan. Karena itu dalam kehidupan sehari-hari kegelisahan juga diartikan sebagai
kecemasan, kekhawatiran, ataupun ketakutan. Menurut Sigmund Freud ahli psikoanalisa
berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang menimpa manusia yaitu
kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik, dan kecemasan moril.
1. Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat
pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam
lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakannya.
Kenyataan yang pernah dialami seseorang misalnya pernah terkejut waktu
diketahui dipakaiannya ada kecoa. Keterkejutannya itu demikian hebatnya, sehingga
kecoa menjadi binatang yang mencemaskan.
2. Kecemasan Neoritis (syaraf)
Kecemasan ini muncul karena pengamatan tentang bahaya dari naluriah.
Menurut Sigmund Friud, kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam :
Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan.
Bentuk ketakutan tegang dan irrasional (phobia)
Rasa takut seperti gugup, gagap dan lain sebagainya
3. Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki
bermacam-macam emosi seperti iri, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, dan lain
sebagainya. Hal itu merupakan sebagian dari pernyataan individu secara keseluruhan
berdasarkan konsep yang kurang sehat. Seperti seseorang yang merasa dirinya kurang
5

cantik sehingga terbatas dalam pergaulannya, ia juga tidak berprestasi sehingga teman-
temannya lebih dinilai sebagai lawan. Ketidakmampuan menyamai teman-temannya ini
menimbulkan kecemasan moril.

B. Sebab-Sebab Orang Gelisah
Apabila kita kaji, sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya
orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik
ancaman dari luar maupun dari dalam. Misalnya bila ada suatu tanda bahaya seperti
banjir dan lain sebagainya, orang tentu akan gelisah. Hal itu disebabkan karena bahaya
itu mengancam akan hilangnya beberapa hak orang sekaligus, misalnya hak hidup, hak
milik, dan lain sebagainya.

C. Usaha-Usaha Mengatasi Kegelisahan
Mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus dimulai dari diri kita sendiri,
yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang,
sehingga segala kesulitan dapat kita hadapi.
Untuk mengatasai kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kita
kepada Tuhan. Kita pasrahkan nasib kita sepenuhnya kepada-Nya, kita harus percaya
bahwa Tuhan Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengampun.

D. Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing dengan kata dasar asing yang berarti
sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti adalah tersisihkann dari
pergaulan, terpisahkan dari orang lain, atau terpencil.
Terasing atau keterasingan adalah bagian hidup manusia. Sebentar atau lama
orang pernah mengalami hidup dalam keterasingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar
yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam keterasingan ialah perilakunya yang
tidak dapat diterima atau tidak dapat dbenarkan oleh masyarakat, atau kekurangan yang
ada pada diri seseorang, sehingga ia tidak dapat atau sulit menyesuaikan diri dalam
masyarakat.
6

Perilaku yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan itu selalu
menimbulkan keonaran dalam masyarakat, sifatnya bertentangan dengan atau
menyentuh nilai-nilai kemanusiaan.

E. Kesepian
Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata
kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah
mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian kehidupan manusia, lama rasa
sepi itu bergantung pada mental dan kasus penyebabnya.

Sebab-sebab terjadinya kesepian :
Bermacam-macam penyebab kesepian. Frustasi dapat mengakibatkan kesepian.
Dalam hal seperti itu orang tidak mau diganggu, ia lebih senang dalam keadaan sepi,
tidak suka bergaul, dan sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Kesepian dan keterasingan itu serupa tetapi tidak sama, namun ada
hubungannya. Beda antara keduannya hanya terletak pada sebab akibat. Jadi kesepian
itu akibat dari keterasingan. Keterasingan sikap dari sombong, angkuh, kaku, keras
kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulan.

F. Ketidakpastian
Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti yang artinya tidak menentu, tidak
dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas.
Ketidakpastian artinya keadaan yang tidak pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan,
keadaan tanpa asal-usul yang jelas. Itu semua akibat dari pikiran yang tidak dapat
konsentrasi.

G. Sebab-Sebab Terjadi Ketidakpastiaan
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir secara teratur, apalagi
mengambil kesimpulan. Dalam berpikir manusia selalu menerima rangsangan-
rangsangan lain, sehingga jalan pikirannnya menjadi kacau oleh rangsang-rangsang
baru.

7

Sebab-sebab orang tak dapat berpikir dengan pasti ialah :
1. Obsesi
Obsesi merupakan gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan
tertentu yang terus menerus, biasanya tentang hal-hal yang tidak menyenangkan atau
sebab-sebabnya tidak diketahui oleh penderita. Misalnya selalu berpikir bahwa ada
orang yang ingin menjatuhkan dia.
2. Phobia
Rasa takut yang tidak terkendalikan, tidak normal kepada sesuatu hal atau
kejadian tanpa diketahui sebab-sebabnya.
3. Kompulasi
Adanya keraguan-keraguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga ada
dorongan yang tidak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali-kali.
4. Histeria
Neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman,
pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu mengusai diri, sugesti dari orang
lain.
5. Delusi
Menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan
palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan tidak sesuai
dengan pengalaman. Delusi ada tiga macam :
Delusi persekuasi : menganggap keadaan sekitarnya jelek. Seseorang yang
mengalami delusi persekuasi tidak mau mengenal tetangga kiri kanan karena
menganggap jelek.
Delusi keagungan : menganggap dirinya orang penting dan besar. Orang yang
seperti itu biasanya gila hormat.
Delusi melancholis : merasa dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini dapat
mengakibatkan hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot-otot tak terkuasa
lagi.
6. Halusinasi
Khayalan yang terjadi tanpa rangsangan pancaindra. Dengan sugesti diri orang
dapat juga berhalusinasi.

8

7. Keadaan Emosi
Dalam keadaan tertentu seseorang sangat berpengaruh oleh emosinya. Ini
nampak pada keseluruhan pribadinya.

H. Usaha-Usaha Penyembuhan Ketidakpastiaan
Orang yang tidak dapat berpikir dengan baik, atau kacau pikirannya ada
bermacam-macam penyebabnya. Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung
kepada mental si penderita. Andaikata penyebabnya sudah diketahui, kemungkinan
juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang paling baik bagi penderita
ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Orang yang bersikap sombong atau angkuh bila mengalami musibah baru
berkurang sombongnya, tetapi mungkin tidak. Bila mereka sadar, kesembuhan itu
adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan masyarakat sekitarnya dan
dirinya sendiri.


















9

PENGALAMAN

Pengalaman saya mengenai kegelisahan seperti yang dirasakan saat saya harus
jauh dari mama saya, hanya bertukar kabar membuat saya resah. Khawatir dengan
keadaan mama saya, karena jauh dan tidak bisa dijangkau dengan mata.
Terlebih ketika ayah saya harus pergi ke Palembang, saya tidak terbiasa jauh
dari ayah saya, karena semua hal yang saya lakukan biasanya bersama ayah saya, dan
tiba-tiba keadaan membuat saya harus jauh dengan ayah saya. Ada semacam perasaan
gundah dalam hati saya. Terkadang hanya karena saya tidak dapat melihat apa saja yang
ayah saya lakukan itu juga membuat saya resah.
Namun seiring berjalannya waktu, semua membuat saya terbiasa. Terkadang
saya hanya bertukar pesan agar tau apa saja yang ayah saya kerjakan disana. Saat ayah
sedang sakit perasaan khawatir akan muncul karena tidak bisa merawat atau hanya
sekedar membuat teh hangat untuknya.
Puncak kegelisahan yang saya rasakan adalah ketika suatu hari ayah saya tidak
ada kabar seharian dan keesokan harinya saya mendapat kabar yang mendadak yaitu
ayah saya meninggal dunia. Seketika saya kaget luar biasa mendapat kabar seperti itu,
dan bukan hanya saya yang kaget, tetapi mama dan semua keluarga saya. Saat itu saya
hanya bisa menangis sekencang-kencangnya meluapkan emosi dalam diri saya.
Ada beberapa penyesalan yang saya rasakan yang semakin membuat saya
gelisah dan ingin mengulang waktu kembali, ada beberapa hal yang ingin saya lakukan
untuk ayah saya, meminta maaf setidaknya hal kecil yang ingin saya lakukan untuknya.
Selain mengenai ayah saya, ada rasa kegelisahan dan khawatir saat hari-hari
menjelang UN, walaupun sudah semaksimal mungkin mempersiapkan segalanya rasa
gelisah itu tetap ada, dan tidak bisa dihindari. Sama seperti halnya saat saya harus
melakukan berbagai ujian untuk masuk Universitas Negeri favorit.
Saat keadaan memaksa saya melakukan suatu kebohongan, hal tersebut juga
membuat saya gelisah. Saya adalah tipe orang yang tidak bisa menyimpan segala
sesuatunya sendirian, dan ketika dihadapkan pada keadaan yang memaksa saya harus
berbohong itu justru malah membuat saya tidak tenang dan tidak tentram dalam
menjalani kegiatan saya sehari-hati. Seperti ada perasaan yang takut kalau saja
10

kebenaran yang sesunggungnya terungkap suatu saat nanti diwaktu yang tidak bisa
ditentukan.
Dan benar saja saat watunya itu tiba, dan kebenaran sesungguhnya terbongkar
saya merasakan cemas, bila saja orang yang saya bohongi akan marah pada saya. Saat-
saat seperti itu tidak bisa dihindari dan kita hanya perlu melewatinya dengan segala
konsekuensi yang harus kita tanggung. Tetapi saat semuanya sudah berhasil kita
lewatkan, timbul perasaan lega dalam hati.
Setiap orang pasti merasakan kegelisahan, mereka hanya perlu melewatinya.
Tidak lupa disertai dengan doa memohon ketenangan kepada Yang Maha Kuasa. Dan
bila kegelisahan itu timbul karena kesalahan yang kita buat sendiri sebaiknya sebisa
mungkin kita hindarin agar tidak ada yang mengganggu ketenangan kita.
Dari kegelisahan yang kita alami kita dapat mengambil manfaat dari hal
tersebut, misalnya melatih tingkat ketenangan kita dalam menghadapi segala
sesuatunya. Selain itu kegelisahan juga bisa menimbulkan semangat untuk menghadapi
tantangan hidup.

















11

DAFTAR PUSTAKA

http://www.elearning.gunadarma.ac.id
Prasetya, Joko Tri. 2013. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta