Anda di halaman 1dari 5

MANAJEMEN WAKTU DALAM

PELAYANAN KEPERAWATAN

Latar Belakang
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengkoordinasikan dan
mengendalikan. Keberhasilan sebuah organisasi dalam mencapai tujuan organisasi, tergantung kepada
seluruh komponen yang terlibat didalamnya, yang berinteraksi secara timbal balik untuk mencapai
tujuan organisasi.
Dalam suatu rumah sakit, keberhasilan organisasi ini mencapai tujuan salah satunya ditentukan oleh
pelayanan keperawatan. Dengan pelayanan keperawatan yang terorganisir dengan baik maka
diharapkan dapat memberikan pelayanan keperawatan yang prima yang akhirnya dapat meningkatkan
kualitas pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan..
Dewasa ini, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dibidang
keperawatan, maka tuntutan profesionalisme semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan beban kerja
staf keperawatan yang semakin tinggi sementara waktu kerja sangat terbatas. Sehubungan dengan hal
tersebut maka pengelolaan waktu dalam pelayanan keperawatan khususnya di rumah sakit adalah
penting sekali
Tujuan Manajemen Waktu dalam Pelayanan
Keperawatan
Efektifitas pelayanan keperawatan sangat ditentukan oleh kemampuan seorang manajer dalam
melakukan pengelolaan yang tepat tentang penggunaan waktu kerja. Adapun tujuan manajemen
waktu dalam pelayanan keperawatan adalah melakukan perencanaan dan pengorganisasian waktu
secara efektif yang memungkinkan terselenggaranya asuhan keperawatan langsung kepada klien
(meliputi : pengkajian, keperawatan, diagnosa keperawatan, perencanaan keperawatan, pelaksanaan
dan evaluasi asuhan), pendokumentasian, konsultasi dan kolaborasi, proses transasksi, transportasi,
administrasi, pelayanan departemen lain, dan lain-lain.
Prinsip Dasar Manajemen Waktu
Untuk dapat mengelola waktu dengan tepat, maka diperlukan pemahaman tentang prinsip-prinsip
dasar manajemen waktu agar lebih berhasil dan berdaya guna. Berikut ini prinsip dasar manajemen
waktu yang penting diperhatikan :
1. Sediakan waktu untuk perencanaan dan menetapkan prioritas
2. Selesaikan tugas berprioritas tinggi sesegera mungkin dan tuntaskan tugas sebelum mulai tugas
yang lain.
3. Prioritaskan kembali tugas yang tersisa berdasarkan informasi baru yang terkait.

Tiga kategori prioritas waktu
1. Jangan dikerjakan
2. Kerjakan Nanti
3. Kerjakan Sekarang

Tabel 1 Kategori Prioritas Waktu

NO
Kategori Prioritas Waktu
Kategori Karakteristik
1. Jangan Dikerjakan
Masalah dapat hilang tanpa diatasi
Sudah kedaluarsa
Dapat dikerjakan oleh orang lain
2. Dikerjakan Nanti
Tidak disertai jatuh tempo
Dapat ditunda
Dapat diperlambat

Alasan penundaan tugas :
Tidak ingin memulai
Tidak tahu dari mana memulai
Tidak tahu dari mana memulai meskipun ingin memulai
3. Dikerjakan Sekarang
Kebutuhan unit operasional harian
Kegiatan-kegiatan yang telah ditunda, misal :
Kebutuhan staf
Kebutuhan peralatan
rapat


B. Faktor Penghambat Manajemen Waktu Efektif
1. Prokrastinasi (Menunda pekerjaan)
Menulis laporan (sulit) > < membuka e-mail / data komputer (mudah)
Deadline membuat frustasi dan menghambat penyelesaian tugas > < Deadline menolong
menyusun rencana dan prioritas daftar yang akan dikerjakan.
Bekerja baik dibawah tekanan waktu > < banyak waktu diperlukan untuk menyelesaikan tugas.

1. 2. Perfeksionis
Ditumbuhkan sejak dini (sejak sekolah)
Dapat mengarah ke prokrastinasi, oleh karena : takut salah dan cenderung mengerjakan tugas
secara berulang-ulang
Dapat dicegah dengan menyusun standar kerja

1. Tidak Mampu membuat prioritas
Tidak bisa memboboti / menilai pekerjaan : lama, urgensi (segera atau nanti) dan berat
ringannya pekerjaan.
Tidak bisa menyusun berbagai pekerjaan secara sistematis
Dapat diminimalisir dengan cara menetapkan kategori pekerjaan yaitu berdasarkan tingkat
kepentingan dan urgensinya.

Disamping faktor penghambat, manajemen waktu efektif juga dapat berhubungan dengan penyitaan
waktu yang dapat menghambat produktifitas kerja. Penyita waktu dapat terjadi secara internal
maupun eksternal sebagai berikut :
1. 1. Penyita Waktu secara Internal
Sifat suka menunda pekerjaan
Perencanaan kurang baik
Gagal menetapkan tujuan dan sasaran
Tidak mampu mendelegasikan
Tidak mampu mengatakan tidak
Terlalu banyak krisis
Terburu-buru
Ragu-ragu / tidak pasti
Kebijakan pintu terbuka

1. 2. Penyita Waktu Secara Eksternal
Telepon
Sosialisasi
Rapat-rapat
Kurang informasi
Komunikasi terbatas
Kurang umpan balik
Kurang adekuat penjelasan kebijakan / prosedur
Bawahan tidak kompeten
Sistem penyimpanan informasi jelek
Kertas kerja dan membaca

C. Teknik Mengelola Waktu
1. Komitmen pribadi untuk perbaikan
1. Memutuskan apa yang tidak perlu dikerjakan
2. Belajar mengatakan tidak
3. Mencatat bagaimana waktu digunakan
4. Merencanakan penggunaan waktu
5. Menghindari pemicu penggunaan waktu yang tidak efektif
6. Kenali waktu utama dari diri sendiri
7. Buat program blok waktu
8. Mengatur ruang kerja
9. Buat catatan untuk diri sendiri : Patut dibaca atau Tidak Perlu
A. Menghambat gangguan waktu kerja (misal : tamu tiba-tiba) dengan mengoptimalkan
waktu utama.
B. Mengatur pertemuan :
Mulai tepat waktu
Berakhir tepat waktu
Buat agenda dan bagikan
Kehadiran hanya yang diperlukan
Kumpulkan informasi sebelum pertemuan
Tepati agenda dan hindari interupsi
Batasi jumlah waktu untuk agenda tertentu
Atur lingkungan
Hal-hal yang membutuhkan komunikasi satu arah, di ketik dan dibagikan
Hasil rapat dibagikan tidak terlalu lama sesudah rapat.
1. Mengatur orang dengan pendelegasian yang tepat
2. Menghindari penyita waktu

D. Tips Manajemen Waktu Efektif
1. Buat log waktu (harian, mingguan, bulanan)
2. Berfokus pada segera mulai sambil memperhitungkan tujuan yang akan dicapai
A. Antisipasi hal-hal yang tidak terencana
B. Mengorganisasikan pekerjaan tulis menulis :
Yang perlu dipasang atau dibuang
Kebijakan / peraturan mudah terlihat
Setiap lembar kerja hanya ditangani sekali
1. Gunakan sumber-sumber dengan bijaksana
IPTEK dapat meningkatkan komunikasi
Manual, standar prosedur tidak dimasukkan dalam komputer
Informasi rutin dimasukkan kedalam buku atau komputer
Gunakan waktu yang ada hanya untuk tatap muka
1. Menganggap positif dan memperhatikan kebutuhan personal
Untuk rileks, luangkan waktu untuk jalan-jalan
Untuk space di antara pekerjaan
1. Belajar mengatakan tidak
Tidak merasa bersalah jika menolak pekerjaan ekstra
Berprinsip menambah pekerjaan jika pekerjaan yang ada bisa dikurangi
Pilih pertemuan yang harus dihadiri (misal : pengambilan keputusan, atau kepentingan yang
lebih luas)
1. Lakukan pertemuan efektif
Buat agenda dan patuhi agenda
Tepat waktu untuk mulai dan akhir
Tidak ada atau hindari interupsi
1. Mulai dan Akhiri waktu kerja secara tepat waktu
Prioritaskan tugas setiap hari
Tidak terlalu perfek dalam menyelesaikan tugas
Tidak membuang-buang waktu sehingga membawa pekerjaan ke rumah

E. Penutup
Profesionalisme kerja dapat dimulai dengan cara bagaimana mengelola waktu secara efektif. Seorang
manajer yang efektif adalah seorang manajer yang tahu dan mampu bagaimana merencanakan dan
mengorganisasikan pekerjaan secara tepat sehingga dapat mencapai hasil kerja yang memuaskan baik
bagi pelaku maupun pengguna jasa. Dalam bidang pelayanan keperawatan, oleh karena beban kerja
perawat yang tinggi dan jumlah waktu yang terbatas, maka pengelolaan waktu yang efektif sangat
diperlukan agar dapat meningkatkan kualitas kerja perawatan yang pada akhirnya dapat memberikan
kepuasan bagi klien dan perawat sendiri.