Anda di halaman 1dari 27

FLUIDA DINAMIS

Oleh : Afa Satria Sadarda


Achmad Andy A
FLUIDA IDEAL
Dalam mempelajari materi fluida dinamis, suatu fluida
dianggap sebagai fluida ideal. Fluida ideal adalah fluida
yang memiliki ciri-ciri berikut ini:

Fluida tidak dapat dimampatkan (incompressible), yaitu
volume dan massa jenis fluida tidak berubah akibat
tekanan yang diberikan kepadanya.
Fluida tidak mengalami gesekan dengan dinding tempat
fluida tersebut mengalir.
Kecepatan aliran fluida bersifat laminer, yaitu kecepatan
aliran fluida di sembarang titik berubah terhadap waktu
sehingga tidak ada fluida yang memotong atau
mendahului titik lainnya.

MATERI-MATERI FLUIDA DINAMIS
Persamaan Kontinuitas
Garis arus (streamline)
Debit
Persamaan Bernouli
Penerapan persamaan Bernouli
Viskositas
ALIRAN FLUIDA
Laminar sl
Turbulen non sl
PERSAMAAN KONTINUITAS
A. Garis arus (Streamline)



Suatu fluida ideal mengalir di dalam pipa.
Setiap partikel fluida tersebut akan mengalir
mengikuti garis aliran laminernya dan tidak dapat
berpindah atau berpotongan dengan garis aliran
yang lain.
B. Debit (Q)



Pada gambar tersebut di atas aliran
air pada setiap titik memiliki
kecepatan yang berbeda tergantung
luas dari penampang yang dilalui air
tersebut.
Rumus debit: Q = V/t ~> Volume = A.L
Q = A.L/t ~> L = v.t
jadi Q = A.v
Pada gambar tersebut
disamping kecepatan
aliran air dari A
1
dan
A
2
berbeda. Pada
gambar tersebut dapat diterapkan
rumus kontinuitas.
Q = konstan
v
1
.A
1
= v
2
.A
2
= v
n
.A
n

A = luas penampang (m
2
)
v = kecepatan (m/s)
CONTOH SOAL
Sebuah pipa lurus memiliki dua macam
penampang, masing-masing dengan luas
penampang 200 mm
2
dan 100 mm
2
. Pipa
tersebut diletakkan secara horisontal,
sedangkan air di dalamnya mengalir dari
penampang besar ke penampang kecil. Jika
kecepatan arus di penampang besar adalah 2
m/s, tentukanlah:
a) Kecepatan arus air di penampang kecil,
b) Volume air yang mengalir setiap menit.
PEMBAHASAN
A
1
= 200x10
-6
m
2
A
2
= 100x10
-6
m
2
v
1
= 2 m/s t = 60 s
a) v
2
= ?
A
1
.v
1
= A
2
.v
2

200.10
-6
.2 = 100.10
-6
.v
2

v
2
= 4 m/s
b) V = Q.t ~> V = A.v.t = 200.10
-6
.2.60
= 2,4 x 10
-2
m
3

PERSAMAAN BERNOULI
Hukum Kekekalan Energi Mekanik juga
berlaku pada fluida yang
bergerak. Menurut penelitian Bernoulli, suatu
fluida yang bergerak mengubah energinya
menjadi tekanan.
Secara lengkap, Hukum Bernoulli menyatakan
bahwa jumlah tekanan, energi kinetik per satuan
volume, dan energi potensial per satuan volume
memiliki nilai yang sama di setiap titik sepanjang
aliran fluida ideal.
Persamaan matematisnya, dituliskan
sebagai berikut.
p + 1/2 v
2
+ gh = konstan
atau
p
1
+ 1/2 v
1
2
+ gh = p
n
+ 1/2 v
n
2
+ gh

dengan:
p = tekanan (N/m
2
),
v = kecepatan aliran fluida (m/s),
g = percepatan gravitasi (m/s
2
),
h = ketinggian pipa dari tanah (m), dan
= massa jenis fluida.
PENERAPAN PERSAMAAN BERNOULI
Venturimeter
Tabung Pitot
Gaya angkat pada sayap pesawat terbang
Penyemprot nyamuk
Kebocoran pada dinding tangki

VENTURIMETER
Alat ukur venturi (venturimeter) dipasang
dalam suatu pipa aliran untuk mengukur laju
aliran suatu zat cair. Suatu zat cair dengan
massa jenis mengalir melalui sebuah pipa
dengan luas penampang A1 pada daerah (1).
Pada daerah (2), luas penampang mengecil
menjadi A2. Suatu tabung manometer (pipa U)
berisi zat cair lain (raksa) dengan massa jenis
' dipasang pada pipa.
Penampang pipa menyempit di A2
sehingga tekanan di bagian pipa
sempit lebih kecil dan fluida bergerak lebih
lambat.
Kecepatan aliran zat cair di dalam pipa dapat
diukur dengan persamaan.

TABUNG PITOT
Tabung pitot digunakan untuk
mengukur kelajuan aliran suatu gas di dalam
sebuah pipa.
Misalnya udara, mengalir melalui tabung A
dengan kecepatan v. Kelajuan udara v di
dalam pipa dapat ditentukan dengan
persamaan :
GAYA ANGKAT PADA SAYAP PESAWAT TERBANG
Penampang sayap pesawat terbang memiliki
bagian belakang yang lebih tajam dan sisi bagian
atasnya lebih melengkung daripada sisi bagian
bawahnya. Bentuk sayap tersebut menyebabkan
kecepatan aliran udara bagian atas lebih besar
daripada di bagian bawah sehingga tekanan
udara di bawah sayap lebih besar daripada di atas
sayap. Hal ini menyebabkan timbulnya daya
angkat pada sayap pesawat. Agar daya angkat
yang ditimbulkan pada pesawat semakin besar,
sayap pesawat dimiringkan sebesar sudut tertentu
terhadap arah aliran udara.


(a) Ketika sayap pesawat horizontal, sayap
tidak mengalami gaya angkat. (b) Ketika
sayap pesawat dimiringkan, pesawat
mendapat gaya angkat sebesar F1 - F2.
Gaya angkat pada sayap pesawat terbang
dirumuskan sebagai berikut :
F
1
F
2
= A (v
2
2
- v
1
2
)
F
1
F
2
= gaya angkat pesawat terbang
(N),
A = luas penampang sayap pesawat
(m
2
),
v
1
= kecepatan udara di bagian
bawah sayap (m/s),
v
2
= kecepatan udara di bagian atas
sayap (m/s),
= massa jenis fluida (udara).
PENYEMPROT NYAMUK
Alat penyemprot nyamuk juga bekerja berdasarkan
Hukum Bernoulli.
Jika pengisap dari pompa
ditekan maka udara yang
melewati pipa sempit pada
bagian A akan memiliki kelajuan
besar dan tekanan kecil. Hal tersebut menyebabkan
cairan obat nyamuk yang ada pada bagian B akan
naik dan ikut terdorong keluar bersama udara yang
tertekan oleh pengisap pompa.
KEBOCORAN PADA DINDING TANGKI
Jika air di dalam tangki mengalami kebocoran
akibat adanya lubang di dinding tangki, seperti
terlihat pada Gambar
Menurut Hukum Toricelli,
jika diameter lubang kebocoran
pada dinding tangki sangat kecil
dibandingkan diameter tangki,
kelajuan air yang keluar dari lubang sama
dengan kelajuan yang diperoleh jika air tersebut
jatuh bebas dari ketinggian h.
Kecepatan aliran air pada saat kali
pertama keluar dari lubang adalah :


Jarak horizontal tibanya air di tanah
adalah :
CONTOH SOAL
Gambar di samping menunjukkan
sebuah reservoir yang penuh dengan air.Pada
dinding bagian bawah reservoir itu bocor hingga
air memancar sampai di tanah. Jika g = 10 m/s
2
,
tentukanlah:
a. kecepatan air keluar dari bagian yang bocor;
b. waktu yang diperlukan air sampai ke tanah;
c. jarak pancaran maksimum di tanah diukur dari
titik P.

PEMBAHASAN
Diketahui: h
1
= 1,8 m, h
2
= 5 m, dan g = 10
m/s
2
.
a. V = (2gh
1
)
1/2
= (2.10.1,8)
1/2
= 6 m/s
b. h
2
= gt
2
~> t = (2h
2
/g)
1/2
= (2.5/10)
1/2
= 1 s
c. x = vt = (6 m/s) (1 s) = 6 m atau
x = 2(h
1
.h
2
)
1/2
= 2(1,8m . 5m)
1/2
= 6 m

VISKOSITAS
Viskositas (kekentalan) fluida menyatakan besarnya
gesekan yang dialami oleh suatu fluida saat mengalir.
Pada pembahasan sebelumnya, Anda telah mengetahui
bahwa fluida ideal tidak memiliki viskositas. Dalam
kenyataannya, fluida yang ada dalam kehidupan sehari-
hari adalah fluida sejati. Oleh karena itu, bahasan
mengenai viskositas hanya akan Anda temukan pada
fluida sejati, yaitu fluida yang memiliki sifat-sifat sebagai
berikut.

a. Dapat dimampatkan (kompresibel);
b. Mengalami gesekan saat mengalir (memiliki
viskositas);
Koefisien viskositas fluida , didefinisikan
sebagai perbandingan antara tegangan
luncur (F/A) dengan kecepatan perubahan
regangan luncur (v/l). Secara matematis,
persamaannya ditulis sebagai berikut.


atau

Terima Kasih
Dwi : keuntungan dari mempelajari kebocoran pada
dinding tangki
Adam : rumus pada gaya angkat pesawat terbang didapat
darimana?
Bibit : sebuah tangki mengalami kebocoran, kecepatan
dipengaruhi oleh luas lubang tersebut. Bagaimana
hubungannya?
Sokhib : untuk gaya angkat pesawat, mengapa v yang
diatas harus lebih cepat dibanding yang di bawah?
Firdaus : tolong jelaskan jika tangki pada keadaan miring.
Rudi : pada gaya angkat pesawat bagaimana
keadaannya jika pesawat berbelok arah
Dio : ciri aliran fluida, yang mempengaruhi arus aliran
apa?