Anda di halaman 1dari 5

Nama : NOORLITA PUTRIPRINANDYA

NIM : D.111.12.0049

TUGAS EVALUASI GIZI
PERBEDAAN ASAM AMINO ESSENSIAL DAN ASAM AMINO NON ESSENSIAL

Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional
karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya
dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa"
atau ). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.
Dalam bentuk larutan, asam amino bersifatamfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan
basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu
menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari
karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.
Terdapat 2 jenis asam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya, yaitu
asam amino essensial dan asam amino non essensial.
1. Asam Amino Essensial
Asam amino essensial adalah asam amino yang harus didatangkan dari luar tubuh
manusia karena sel sel tubuh tidak dapat mensintesisnya. Sebagian besar asam amino ini
hanya dapat disintesis oleh sel tumbuhan, sebab untuk sintesisnya memerlukan senyawa
nitrat anorganik. Asam amino essensial antara lain :
- ALANINE fungsinya untuk memperkuat membran sel, membantu metabolisme glukosa
menjadi energi tubuh
- ASPARAGINE diperlukan oleh sistem saraf untuk menjaga kesetimbangan dan dalam
transformasi asam amino, berperan pula dalam sintesis amonia
- ASPARTIC ACID, membantu perubahan karbohidrat menjadi energi sel. Melindungi
hati dengan membantu mengeluarkan amonia berlebih dari tubuh. Membantu fungsi sel
dan pembentukan RNA/DNA
- CYSTINE, membantu kesehatan pankreas. Menstabilkan gula darah dan metabolisme
karbohidrat. Mengurangi gejala alergi makanan dan intoleransi. Penting untuk
pembentukan kulit, terutama penyembuhan luka bakar dan luka operasi. Membantu
penyembuhan kelainan pernafasan seperti bronchitis. Meningkatkan aktifitas sel darah
putih melawan penyakit
- GLUTAMIC ACID, merupakan bahan bakar utama sel-sel otak bersama glukosa.
Mengurangi ketergantungan alkohol dan menstabilkan kesehatan mental
- GLUTAMINE, Membantu dalam membentuk daya tahan tubuh, sumber energi penting
pada organ tubuh pada saat kekurangan kalori, salah satu nutrisi untuk otak dan
kesehatan pencernaan, mengingkatkan volume sel otot
- GLYCINE, meningkatkan energi dan penggunaan oksigen di dalam sel. Penting untuk
kesehatan sistem syaraf pusat. Penting untuk menjaga kesehatan kelenjar prostat.
Mencegah serangan epilepsi dan pernah dipakai untuk mengobati depresi. Diperlukan
sistem imun untuk mensintesa asam amino non esensial.
- PROLINE, sebagai bahan dasar glutamic acid. Bersama lycine dan vitamin C akan
membentuk jaringan kolagen yang penting untuk menjaga kecantikan kulit.
Memperkuat persendian, tendon, tulang rawan dan otot jantung.
- SERINE, membantu pembentukan lemak pelindung serabut syaraf (myelinsheaths).
Penting dalam metabolisme lemak dan asam lemak, pertumbuhan otot dan kesehatan
sistem imun. Membantu produksi antibodi dan immunoglobulin.
- TYROSINE, memperlambat penuaan sel. Menekan pusat lapar di hipotalamus.
Membantu produksi melanin. Penting untuk fungsi kelenjar adrenal, tiroid dan
pituitary. Penting untuk pengobatan depresi, alergi dan sakit kepala
2. Amino non Essensial
Asam amino non essensial adalah asam amino yang bisa diproduksi sendiri oleh tubuh
dengan cara disintesis di dalam tubuh melalui perombakan senyawa lain., sehingga
memiliki prioritas konsumsi yang lebih rendah dibandingkan dengan asam amino esensial.
Asam amino essensial antara lain :
- ARIGININE, merangsang produksi hormon pertumbuhan, sebagai pemicu Nitric Oxide
(suatu senyawa yang melegakan pembuluh darah untuk aliran darah dan pengantaran
nutrisi yang lebih baik) dan GABA, bersama glycine dan methionine membentuk
creatine
- HISTIDINE, diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih
- ISOLEUCINE , diperlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Perkembangan
kecerdasan. Mempertahankan keseimbangan nitrogen tubuh. Diperlukan untuk
pembentukan asam amino non esensial lainnya. Penting untuk pembentukan
haemoglobin dan menstabilkan kadar gula darah (kekurangan dapat memicu gejala
hypoglycemia)
- LEUCINE, pemacu fungsi otak. Menambah tingkat energi otot. Membantu
menurunkan kadar gula darah yang berlebihan. Membantu penyembuhan tulang,
jaringan otot dan kulit (terutama untuk mempercepat penyembuhan luka post -
operative).
- LYCINE, bahan dasar antibodi darah. Memperkuat sistem sirkulasi. Mempertahankan
pertumbuhan sel-sel normal. Bersama proline dan Vitamin C akan membentuk jaringan
kolagen. Menurunkan kadar triglyserida darah yang berlebih. Kekurangan
menyebabkan mudah lelah, sulit konsentrasi, rambut rontok, anemia, pertumbuhan
terhambat dan kelainan reproduksi
- METHIONINE, penting untuk metabolisme lemak. Menjaga kesehatan hati,
menenangkan syaraf yang tegang. Mencegah penumpukan lemak di hati dan pembuluh
darah arteri terutama yang mensuplai darah ke otak, jantung dan ginjal. Penting untuk
mencegah alergi, osteoporosis, demam rematik dan toxemia pada kehamilan serta
detoxifikasi zat-zat berbahaya pada saluran cerna.
- PHENYLALANINE, diperlukan oleh kelenjar tiroid untuk menghasilkan tiroksin yang
akan mencegah penyakit gondok. Dipakai untuk mengatasi depresi juga untuk
mengurangi rasa sakit akibat migrain, menstruasi dan arthritis. Menghasilkan
norepinephrine otak yang membantu daya ingat dan daya hafal. Mengurangi obesitas.
- THEREONINE, meningkatkan kemampuan usus dan proses pencernaan.
Mempertahankan keseimbangan protein. Penting dalam pembentukan kolagen dan
elastin. Membantu hati, jantung, sistem syaraf pusat, otot-otot rangka dengan fungsi
lipotropic. Mencegah serangan epilepsi.
- TRYPTOPHANE, meningkatkan penggunaan dari vitamin B kompleks. Meningkatkan
kesehatan syaraf. Menstabilkan emosi. Meningkatkan rasa ketenangan dan mencegah
insomnia (membantu anak yang hiperaktif). Meningkatkan pelepasan hormon
pertumbuhan yang penting dalam membakar lemak untuk mencegah obesitas dan baik
untuk jantung.
- VALINE, memacu kemampuan mental. Memacu koordinasi otot. Membantu perbaikan
jaringan yang rusak. Menjaga keseimbangan nitrogen.





TUGAS EVALUASI GIZI
SYARAT SYARAT MAKANAN PENDAMPING ASI (MP-ASI)

Makanan pendamping ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi/anak
disamping ASI untuk memenuhi kebutuhan gizinya (Depkes RI,1992). MP-ASI ini diberikan
pada anak berumur 6 bulan sampai 24 bulan, karena pada masa itu produksi ASI makin
menurun sehingga suplai zat gizi dari ASI tidak lagi memenuhi kebutuhan gizi anak yang
semakin meningkat sehingga pemberian dalam bentuk makanan pelengkap sangat dianjurkan,
sebagaimana tercantum dalam Global Strategy for Infant and Young Child Feeding (WHO,
1993).

Tujuan pemberian makanan pendamping ASI antara lain :
Melengkapi zat gizi ASI yang kurang
Mengembangkan kemampuan bayi untuk menerima macam-macam makanan dengan
berbagai rasa dan bentuk
Mengembangkan kemampuan bayi untuk mengunyah dan menelan
Melakukan adaptasi terhadap makanan yang mengandung kadar energi yang tinggi

Syarat-syarat makanan pendamping ASI antara lain :
Makanan bayi (termasuk ASI) harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan bayi.
Makanan tambahan harus kepada bayi yang telah berumur 6 bulan sebanyak 4-6
kali/hari.
Sebelum berumur 2 tahun bayi belum dapat mengkonsumsi makanan orang dewasa.
Makanan campuran ganda (multi mix) yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, dan
sumber vitamin lebih cocok bagi bayi, baik ditinjau dari nilai gizinya maupun sifat fisik
makanan tersebut.
Makanan harus diolah dari bahan makanan yang bersih dan aman. Harus dijaga
keamanan terhadap kontaminasi dari organ biologi berbahaya seperti kuman, virus,
parasit dan zat kimia, racun yang berbahaya, mulai dari persiapan bahan makanan,
pengolahan, penyimpanan, distribusi sampai dengan penyajian.
Bahan lainnya dapat ditambahkan untuk mempertahankan konsistensi dan rasa makanan
asal tidak mengandung zat berbahaya, misalnya gula, garam, cokelat dan lainnya.
Fortifikasi makanan adalah penambahan zat gizi tertentu ke dalam bahan makanan atau
makanan sehingga mencapai kadar yang dapat meningkatkan status gizi . Pada MP-ASI
yang penting adalah penambahan zat gizi mikro seperti zat besi, yodium ke dalam
biskuit, cookies, roti, garam dan makanan suplemen. Kendala penambahan zat gizi mikro
ke dalam makanan adalah perubahan cita rasa dan warna, perubahan tekstur dan lain lain,
sehingga memerlukan suatu aplikasi teknologi yang memadai agar dapat mencapai
tujuannya.