Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
Abortus merupakan kejadian yang paling sering dijumpai pada kehamilan,
walapun populasi keduanya berbeda dan penyebabnya masih membutuhkan
pemahaman dan penelitian lebih lanjut. Umumnya jumlah prevalensi keguguran
sekitar 10-15 % dari semua tanda klinis kehamilan yang dikenali tapi seara empiris
estimasi dan prevalensi masih bervariasi dari yang terendah !-"% sampai yang tinggi
sekitar "0%.
#alah satu penyebab kematian ibu adalah abortus. Abortus adalah berakhirnya
suatu kehamilan $oleh akibat-akibat tertentu% pada atau sebelum kehamilan tersebut
berusia !! minggu atau buah kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.
&ada tahun !000, 'orld (ealth )rgani*ation $'()%. +emperkirakan !,"
kehamilan di dunia merupakan kehamilan yang tidak diinginkan yaitu sekitar 50 juta
per tahun. #ebanyak -0% mendapat pertolongan yang aman dan .0% mendapat
pertolongan yang tidak aman. (al ini menyumbangkan angka kematian ibu $A/0%
menjadi 15-!0%. 1iperkirakan sekitar 200.000 wanita,ibu meninggal per tahun akibat
abortus yang tidak aman, yaitu 1 diantara 10 kehamilan atau 1 diantara 2 kelahiran.
1i 0ndonesia diperkirakan sekitar !-!,5% mengalami keguguran setiap tahun
sehingga seara nyata dapat menurunkan angka kelahiran menjadi 1,2 per tahunnya
$+anuaba, !001%. #urvey /esehatan 3umah 4angga $#/34% tahun !005 terdapat
250.000 6 1,5 juta abortus yang terjadi di 0ndonesia pada tahun, !500 orang
diantaranya berakhir dengan kematian. Aborsi berkonstribusi 11,1 % terhadap
Angka/ematian 0bu $A/0% yang berjumlah !.7 orang,100.000 kelahiran hidup.
4iga penyebab klasik kematian ibu di dunia ini disebabkan oleh " 8aktor yaitu
keraunan kehamilan, perdarahan, in8eksi sedangkan penyebab ke empat yaitu
abortus. '() melaporkan setiap tahun .! juta wanita mengalami kehamilan yang
tidak diinginkan unintended pregnany yang menyebabkan abortus, terdiri dari !0 juta
merupakan unsa8e abortion, yang paling sering terjadi pada negara-negara dimana
abortus itu illegal.
1
BAB II
LAPORAN KASUS
IDENTITAS PASIEN
9ama : 9y. +anna (arahap
Umur : "- tahun
Alamat : /avling Abadi ;aya <lok = 9o.71
&endidikan : #+A
&ekerjaan : 'iraswasta
#uku : <atak
9ama #uami : >rwandi
Umur : "7 tahun
&ekerjaan suami : 'iraswasta
&endidikan : #+A
#uku : <atak
ANAMNESIS
$&enderita datang dengan keluarganya ke 0?1 3# >mbung @atimah hari
minggu tanggal - April !01. jam 02.00 '0<%
Keluhan utama : /eluar darah dari kemaluan
Perjalanan Penyakit :
?
5
&
.
A
0
mengeluhkan dirinya keluar darah dari kemaluan sejak ! hari yang
lalu. &erdarahan awalnya hanya berupa 8lek berwarna merah namun lama kelamaan
menjadi keluar darah segar yang semakin banyak disertai keluarnya gumpalan keil-
keil saat 1 hari dirawat di 3# >mbung @atimah . #elain keluar darah dan gumpalan
dari kemaluan penderita juga mengeluhkan adanya nyeri perut dibagian bawah yang
lama kelamaan rasa nyeri semakin bertambah hebat.
&ada saat hamil minggu ke 10 penderita mengeluhkan pinggangnya terasa
panas yang terasa hilang timbul. /eadaan ini terjadi karena pasien sering merasa lelah
sehabis melakukan aktivitas pekerjaan rumah dan bekerja diwarung. /eadaan seperti
ini diabaikan pasien dan tidak memeriksakannya ke bidan maupun dokter. <A< dan
!
<A/ tidak memiliki gangguan. &enderita menyangkal pernah mengalami kejadian
seperti ini sebelumnya dan dikelurga tidak ada juga yang seperti ini. Adanya riwayat
hipertensi sejak ! tahun yang lalu dan tekanan darahnya naik turun. &enderita
menyangkal adanya riwayat kening manis. 3iwayat konsumsi minuman beralkohol
dan merokok juga disangkal pasien. Adanya alergi makanan dan obat juga disangkal
oleh penderita. &ada saat datang ke 0?1 pasien telah di U#? dan didapatkan hasil
adanya gangguan pada perkembangan kehamilannya.
RIA!AT OBSTETRI:
"# Anak pertama A, persalinan normal, berat ".000 gr, dibidan
$# Anak kedua A, persalinan normal, berat ".!00 gr, dirumah sakit.
%# Anak ketiga A, persalinan normal, berat !.200 gr, dirumah sakit.
&# Anak keempat B , persalinan normal, berat ".100 gr, dibidan.
'# (amil ini
KETERAN(AN TAMBAHAN:
Ri)ayat Marital:
+enikah : B, 15 tahun
A, !1 tahun
+enikah pada tahun 1552 dan sudah 12 tahun menikah.
Ri)ayat k*ntra+e,+i:
1. /< #untik " bulan selama . tahun, dari tahun !010 hingga 1esember !01",
setelah itu /< berhenti.
Ri)ayat AN-:
+emeriksakan kehamilan di bidan sebanyak ! kali. &ertama kali
memeriksakan kehamilan sejak umur kehamilan 1 bulan. +endapat imunisasi
dan vitamin.
HPHT : 02-01-!01.
TP : 1.-10-!01.
HAID :
+enarhe : 1" tahun
#iklus : 4eratur, kira-kira "0 hari
"
Cama : /urang lebih 1 minggu
#i8at : 4idak nyeri, tidak ada gumpalan
STATUS PRESENT
Statu+ (enerali+:
/U : <aik
/esadaran : =ompos +entis
4anda vital : 4: 1"0,50 mm(g 9: 70D,menit
3: !!D menit #: "-,5
0
=
Pemerik+aan .i+ik:
/epala : 9ormohepali
+ata : - &upil : isokor $E,E%
- /onjungtiva : tidak anemis
- #klera : tidak ikterik
(idung : tidak tampak deviasi, sekret $-%, mukosa merah
$E,E%
<ibir : kering $-%, mukosa sianosis $-%
Ceher : /?< : tidak teraba membesar
;F& : tidak meningkat
/elenjar thyroid : tidak teraba membesar
4horaks : &aru-&aru :
Inspeksi : tidak ada napas tertinggal, pergerakan
pernapasan reguler.
Palpasi : @okal 8remitus 1,# normal
Perkusi : #onor di semua lapangan paru
Auskultasi : Fesikuler $E,E%, 3( $-,-%, '( $-,-%
;antung : <; #1-#! reguler, +urmur $-%, ?allop $-%
Abdomen : =embung, lembut, 1+ $-% , pekak samping $-%, pekak pindah $-%
(epar : tidak dinilai
Cien : tidak dinilai
>kstremitas : >dema : -,-
Akral : (angat
.
STATUS OBSTRETRIKUS
Pemerik+aan Luar
4inggi @undus : sulit dinilai $sekitar 5 m%
Cingkar &erut : tidak dilakukan
1;; : tidak ada
(is,10mnt : tidak ada
Pemerik+aan Dalam
F,U : tampak perdarahan $E% mengalir
0nspekulo : tidak dilakukan
Fagina touhe : tidak dilakukan
LABORATORIUM
-ek /arah len0ka,
(b : 10,. g,dl
(t : ".%
>ritrosit : ",5 jt,ul
4rombosit : "21 ribu,ul
<4 : " ,i
=4 : -"0 ,i
?1# : 77
?ol. darah : A 3hE
(b#Ag : 9egati8
(0F : F=4 9on reakti8
-ek Urin
'arna : /uning
/ejernihan : ;ernih
<; : 1005
&( : -
Ceukosit : -
>ritrosit : 15-!5 ,C&<
&rotein : -
?lukosa : -
5
RESUME
#eorang wanita "- tahun mengaku kehamilan kelima datang dengan keluhan
adanya perdarahan pervagina dan adanya gumpalan keil-keil disertai nyeri perut
bagian bawah. /eluhan itu dirasakan sejak ! hari yang lalu sebelum masuk ke rumah
sakit. &asien menyangkal keluhan yang sama pada kehamilan sebelumnya. &ada
keluarga tidak ada gejala yang sama dan penderita menyangkal adanya riwayat
kening manis tetapi ada riwayat tekanan darah tinggi sejak ! tahun yang lalu.
#tatus present dalam batas normal. #tatus obstetrikus pada pemeriksaan luar:
4inggi @undus : 15 m, 1;;: tidak ada, (is,10mnt :tidak ada. &ada pemeriksaan
dalam: F,U: perdarahan $E% mengalir. 0nspekulo: tidak dilakukan dan Faginal touhe
juga tidak dilakukan.
USUL PEMERIKSAAN
- U#? Abdomen
DIA(NOSIS KER1A
?
5
&
.
A
0
gravida 11-1! minggu E Abortus 0nkomplit
REN-ANA PEN(ELOLAAN
Umum:
0F@1 1eDtrose 5% !0 gtt,menit
)bservasi tanda-tanda vital dan perdarahan
/husus:
0n8ormed =onsent untuk dilakukan tindakan kuretase
0njeksi =e8otaDime " D 1 gram,0F
0njeksi Asam 4raneksamat " D 1 Amp,0F
0njeksi +etergin 1 Amp,0F
#@ tab 1 D 1
+etilergometrin tab " D 1
AmoDiillin tab " D 1
Asam +e8enamat tab " D 1
PRO(NOSIS
-
Guo ad vitam : ad bonam
.*ll*) U, Pa+ien /i Ban0+al
Tan00al 2342&4$2"&
S 1am 25#22
- )# mengatakan ini kehamilan ke lima dan tidak pernah keguguran.
- keluar 8lek-8lek sejak ! hari yang lalu.
- keluar darah sejak jam 0".00 wib.
- perut terasa mules
- (&(4 : 2,1,!01.
1am "5#%2
- keluar gumpalan seperti jaringan keil-keil.
O 1am 25#22
/U : baik
/esadaran : =ompos +entis
- 41 : 1"0,50 mm(g
- 9 : 70 D,i
- 33 : !! D,i
- #uhu : "-,5
o
=
- &,F : $E% sedikit mengalir
- F4 : belum dilakukan
1am "5#%2
- 41 : 100,20 mm(g
- 9 : 75 D,i
- 33 : !0 D,i
- #uhu : "-,!
o
=
A ?5&.A0(. gravida 11-1! minggu E Abortus 0nomplite
P - )bservasi /U dan &,F
- 0F@1 15 %
- 0njeksi =e8otaDime "D1
- 0njeksi Asam 4raneksamat "D1
- 3enana U#? Abdomen
1am "5#%2
- =ek (b : 10,. g,dl
- 0njeksi metergin 1 Amp,0+
- &asang kateter
2
Tan00al : 2642&4$2"&
S 1am 26#22
7 )s mengatakan keluar 8lek-8lek darah
1am $"#22
- /eluar 8lek darah sedikit
O /eadaan Umum : <aik
/esadaran : =+
- 41 : 110,70 mmg
- 9 : 50 D,i
- 33 : 17 D,i
- # : "-,!
0
=
A ?5&.A0(. gravida 11-1! minggu E Abortus 0nomplite
P - 0F@1 15%
- Cepas pemasangan kateter
- 3enana kuret besok
- 3enana puasakan pasien jam 00.00 wib
Tan00al 2842&4$2"&
S 1am 26#%2 7 25#22
- pasien puasa dari jam 00.00
- keluar 8lek darah sedikit
1am ""#22
- &asien pindah ruang ni8as.
1am $"#22
- &asien tidak ada keluhan
O /eadaan Umum : <aik
/esadaran : =+
1am 26#%2
- 41 : 110,20 mm(g
- 9 : 70 D,i
- 33 : !0 D,i
- # : "-,5
0
=
- &,F : $E% tidak mengalir
7
1am ""#22
- 41 : 100,70 mm(g
- 9 : 70D,i
- 33 : 17 D,i
- &,F : $E% mengalir normal.
1am $"#22
- 41 : 110,20 mm(g
- 9 : 27 D,i
- 33 : !0 D,i
- # : a8ebris
- &,F : $E% 9ormal
A - &.A1(. E &ost =uretase a,i Abortus 0nomplite
P - 0F@1 3C !0 gtt,i
- &asang kateter
- ;am 07.00 '0< dilakukan tindakan uretase
- )bat anestesi masuk E )
!
- #@ tab 1D1
- +etylergometrin tab "D1
- As.+e8enamat tab "D1
- AmoDiillin tab "D1
Tan00al 2542&4$2"&
S - &asien tidak ada keluhan
O /eadaan Umum : <aik
/esadaran : =+
- 41 : 1!0,70 mm(g
- 9 : 27 D,i
- 33 : !0 D,i
- # : "-,-
o
=
- &,F : $E% 9ormal
A - &.A1(. E &ost =uretase a,i Abortus 0nomplite
P - 4erapi oral lanjut
- 3enana &ulang
5
BAB III
PERMASALAHAN
"# Men0a,a ,a+ien ini /i/ia0n*+i+ a9*rtu+ ink*m,lit:
&ada pasien ini didiagnosa abortus inkomplit mengingat hal-hal
berikut, yaitu berdasarkan de8inisi, gejala, dan riwayat perjalanan penyakit
pasien.
a# De;ini+i /an (ejala
Abortus inkompletus didiagnosis apabila sebagian dari hasil
konsepsi telah lahir atau teraba pada vagina, tetapi sebagian tertinggal
$biasanya jaringan plasenta%. &erdarahan biasanya terus berlangsung,
banyak, dan membahayakan ibu. #ering serviks tetap terbuka karena
masih ada benda di dalam rahim yang dianggap sebagai benda asing
(corpus alienum). )leh karena itu, uterus akan berusaha mengeluarkannya
dengan mengadakan kontraksi sehingga ibu merasakan nyeri, namun tidak
sehebat pada abortus insipiens. ;ika hasil konsepsi lahir dengan lengkap,
maka disebut abortus komplet.
&engeluaran hasil konsepsi pada kehamilan sebelum !0 minggu
dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus. &ada pemeriksaan vaginal,
kanalis ervikalis terbuka dan jaringan dapat diraba dalam kavum uteri atau
kadang-kadang sudah menonjol dalam ostium uteri eksternum.
&erdarahan biasanya masih terjadi jumlahnya pun bisa banyak atau
sedikit tergantung pada jaringan yang tersisa, yang menyebabkan sebagian
placental site masih terbuka sehingga perdarahan berlangsung terus menerus.
&asien juga dapat mengalami anemia atau syok hemoragik sebelum sisa
jaringan konsepsi dikeluarkan.
(al ini sesuai dengan perjalanan penyakit pasien pada sat dianamnesa
dan dilakukan pemeriksaan 8isik, yaitu adanya perdarahan pervagina dan
adanya gumpalan keil-keil disertai nyeri perut bagian bawah. 1an
berdasarkan usia kehamilan pasien yang saat ini menunjukan gravida 11-1!
minggu hal ini benar bahwa pasien menderita abortus inkomplit.
10
$# Ba0aimana eti*l*0i terja/inya a9*rtu+ :
&enyebab abortus bervariasi dan sering diperdebatkan. Umumnya lebih
dari satu penyebab. &enyebab ini tidak hanya untuk abortus inkomplit saja
melainkan bisa sebagai 8aktor terjadinya abortus jenis lain.
&enyebab abortus dapat dibagi menjadi " 8aktor yaitu:
1. @aktor janin
@aktor janin penyebab keguguran adalah kelainan genetik, dan ini
terjadi pada 50%--0% kasus keguguran.
!. @aktor ibu:
a. /elainan endokrin $hormonal% misalnya kekurangan tiroid, kening
manis.
b. @aktor kekebalan $imunologi%, misalnya pada penyakit lupus, Anti
phospholipid syndrome.
. 0n8eksi, diduga akibat beberapa virus seperti aar air, ampak
jerman, toksoplasma , herpes, klamidia.
d. /elemahan otot leher rahim
e. /elainan bentuk rahim.
". @aktor Ayah
/elainan kromosom dan in8eksi sperma diduga dapat menyebabkan
abortus.
#elain " 8aktor di atas, 8aktor penyebab lain dari kehamilan abortus adalah:
1. @aktor genetik
#ekitar 5 % abortus terjadi karena 8aktor genetik. &aling sering
ditemukannya kromosom trisomi dengan trisomi 1-. &enyebab yang paling
sering menimbulkan abortus spontan adalah abnormalitas kromosom pada
janin. Cebih dari -0% abortus spontan yang terjadi pada trimester pertama
menunjukkan beberapa tipe abnormalitas genetik.
Abnormalitas genetik yang paling sering terjadi adalah aneuploidi
$abnormalitas komposisi kromosom% ontohnya trisomi autosom yang
menyebabkan lebih dari 50% abortus spontan. &oliploidi menyebabkan sekitar
!!% dari abortus spontan yang terjadi akibat kelainan kromosom. #ekitar "-
5% pasangan yang memiliki riwayat abortus spontan yang berulang salah satu
11
dari pasangan tersebut membawa si8at kromosom yang abnormal. 0denti8ikasi
dapat dilakukan dengan pemeriksaan kariotipe dimana bahan pemeriksaan
diambil dari darah tepi pasangan tersebut. 4etapi tentunya pemeriksaan ini
belum berkembang di 0ndonesia dan biayanya ukup tinggi.
!. @aktor anatomi
@aktor anatomi kogenital dan didapat pernah dilaporkan timbul pada
10-15 % wanita dengan abortus spontan yang rekuren.
1% Cesi anatomi kogenital yaitu kelainan duktus +ullerian $uterus bersepta%.
1uktus mullerian biasanya ditemukan pada keguguran trimester kedua.
!% /elainan kogenital arteri uterina yang membahayakan aliran darah
endometrium.
"% /elainan yang didapat misalnya adhesi intrauterin $synehia%, leimioma,
dan endometriosis.
Abnormalitas anatomi maternal yang dihubungkan dengan kejadian
abortus spontan yang berulang termasuk inkompetensi serviks, kongenital dan
de8ek uterus yang didapatkan $aHuired%. +al8ormasi kongenital termasuk 8usi
duktus +ulleri yang inkomplit yang dapat menyebabkan uterus unikornus,
bikornus atau uterus ganda. 1e8ek pada uterus yang aHuired yang sering
dihubungkan dengan kejadian abortus spontan berulang termasuk
perlengketan uterus atau sinekia dan leiomioma. Adanya kelainan anatomis ini
dapat diketahui dari pemeriksaan ultrasonogra8i $U#?%, histerosal8ingogra8i
$(#?%, histeroskopi dan laparoskopi $prosedur diagnostik%.
&emeriksaan yang dapat dianjurkan kepada pasien ini adalah
pemeriksaan U#? dan (#?. 1ari pemeriksaan U#? sekaligus juga dapat
mengetahui adanya suatu mioma terutama jenis submukosa. +ioma
submukosa merupakan salah satu 8aktor mekanik yang dapat mengganggu
implantasi hasil konsepsi. ;ika terbukti adanya mioma pada pasien ini maka
perlu dieksplorasi lebih jauh mengenai keluhan dan harus dipastikan apakah
mioma ini berhubungan langsung dengan adanya 3)< pada pasien ini. (al ini
penting karena mioma yang mengganggu mutlak dilakukan operasi.
". @aktor endokrin:
1!
a. @aktor endokrin berpotensial menyebabkan aborsi pada sekitar 10-!0 %
kasus.
b. 0nsu8isiensi 8ase luteal $ 8ungsi orpus luteum yang abnormal dengan tidak
ukupnya produksi progesteron%.
. (ipotiroidisme, hipoprolaktinemia, diabetes dan sindrom polikistik ovarium
merupakan 8aktor kontribusi pada keguguran.
/enaikan insiden abortus bisa disebabkan oleh hipertiroidismus,
diabetes melitus dan de8isisensi progesteron. (ipotiroidismus tampaknya tidak
berkaitan dengan kenaikan insiden abortus $#utherland dkk, 1571%.
&engendalian glukosa yang tidak adekuat dapat menaikkan insiden abortus
$#utherland dan &rithard, 157-%. 1e8isiensi progesteron karena kurangnya
sekresi hormon tersebut dari korpus luteum atau plasenta, mempunyai kaitan
dengan kenaikan insiden abortus. /arena progesteron ber8ungsi
mempertahankan desidua, de8isiensi hormon tersebut seara teoritis akan
mengganggu nutrisi pada hasil konsepsi dan dengan demikian turut berperan
dalam peristiwa kematiannya.
.. @aktor in8eksi
0n8eksi termasuk in8eksi yang diakibatkan oleh 4)3= $4oksoplasma,
3ubella, =ytomegalovirus% dan malaria. 0n8eksi intrauterin sering
dihubungkan dengan abortus spontan berulang. )rganisme-organisme yang
sering diduga sebagai penyebab antara lain =hlamydia, Ureaplasma,
+yoplasma, =ytomegalovirus, Cisteria monoytogenes dan 4oDoplasma
gondii. 0n8eksi akti8 yang menyebabkan abortus spontan berulang masih belum
dapat dibuktikan. 9amun untuk lebih memastikan penyebab, dapat dilakukan
pemeriksaan kultur yang bahannya diambil dari airan pada servikal dan
endometrial.
5. @aktor imunologi
4erdapat antibodikardiolipid yang mengakibatkan pembekuan darah
dibelakang ari-ari sehingga mengakibatkan kematian janin karena kurangnya
aliran darah dari ari-ari tersebut. @aktor imunologis yang telah terbukti
signi8ikan dapat menyebabkan abortus spontan yang berulang antara lain:
antibodi antinuklear, antikoagulan lupus dan antibodi ardiolipin. Adanya
1"
penanda ini meskipun gejala klinis tidak tampak dapat menyebabkan abortus
spontan yang berulang. 0nkompatibilitas golongan darah A, <, ), dengan
reaksi antigen antibodi dapat menyebabkan abortus berulang, karena
pelepasan histamin mengakibatkan vasodilatasi dan peningkatan 8ragilitas
kapiler.
-. &enyakit-penyakit kronis yang melemahkan
&ada awal kehamilan, penyakit-penyakit kronis yang melemahkan
keadaan ibu, misalnya penyakit tuberkulosis atau karsinomatosis jarang
menyebabkan abortusI sebaliknya pasien penyakit tersebut sering meninggal
dunia tanpa melahirkan. Adanya penyakit kronis $diabetes melitus, hipertensi
kronis, penyakit liver, ginjal kronis% dapat diketahui lebih mendalam melalui
anamnesa yang baik. &enting juga diketahui bagaimana perjalanan
penyakitnya jika memang pernah menderita in8eksi berat, seperti apakah telah
diterapi dengan tepat dan adekuat. Untuk eksplorasi kausa, dapat dikerjakan
beberapa pemeriksaan laboratorium seperti pemeriksaan gula darah, tes 8ungsi
hati dan tes 8ungsi ginjal untuk menilai apakah ada gangguan 8ungsi hepar dan
ginjal atau diabetes melitus yang kemudian dapat menimbulkan gangguan
pada kehamilan seperti persalinan prematur.
<erdasarkan anamnesis yang digali dari pasien beberapa kemungkinan
dapat memiu timbulnya abortus seperti hal-hal yag disebutkan diatas,
mungkin 8aktor lingkungan berpengaruh terhadap kelelahan 8isik sehingga
memungkinkan dapat terjadinya abortus dan 8aktor dari penyakit kronis juga
bisa, seperti hipertensi yang sudah lama diderita oleh pasien seperti yang
dijelaskan diatas.
%# Ba0aimana mekani+me terja/inya a9*rtu+ :
+ekanisme awal terjadinya abortus adalah lepasnya sebagian atau
seluruh bagian embrio akibat adanya perdarahan minimal pada desidua.
/egagalan 8ungsi plasenta yang terjadi akibat perdarahan subdesidua tersebut
menyebabkan terjadinya kontraksi uterus dan mengawali proses abortus. &ada
kehamilan kurang dari 7 minggu, embrio rusak atau aat yang masih
terbungkus dengan sebagian desidua dan villi horialis enderung dikeluarkan,
1.
meskipun sebagian dari hasil konsepsi masih tertahan dalam avum uteri atau
di analis servialis. &erdarahan pervaginam terjadi saat proses pengeluaran
hasil konsepsi.
;anin biasanya sudah dikeluarkan dan diikuti dengan keluarnya
plasenta beberapa saat kemudian. /adang-kadang plasenta masih tertinggal
dalam uterus sehingga menyebabkan gangguan kontraksi uterus dan terjadi
perdarahan pervaginam yang banyak. &erdarahan umumnya tidak terlalu
banyak namun rasa nyeri lebih menonjol. 1ari penjelasan di atas jelas bahwa
abortus ditandai dengan adanya perdarahan uterus dan nyeri dengan intensitas
beragam.
&# Ba0aimana ,enan0anan a9*rtu+ ink*m,lit :
1. +emperbaiki keadaan umum. <ila disertai syok karena perdarahan, berikan
in8us airan isotonis $9al dan 3C% dan trans8usi darah.
!. &emberian antibiotika yang ukup tepat seperti antibiotika spektrum luas.
". !. sampai .7 jam setelah dilindungi dengan antibiotika atau lebih epat bila
terjadi perdarahan yang banyak, lakukan dilatasi dan kuretase untuk
mengeluarkan hasil konsepsi lalu beri metylergometrin 0,! mg,0+.
.. &emberian in8us dan antibiotika diteruskan menurut kebutuhan dan
kemajuan penderita.
Umumnya setelah tindakan kuretase pasien abortus dapat segera
pulang ke rumah. /euali bila ada komplikasi seperti perdarahan banyak yang
menyebabkan anemia berat atau in8eksi. &asien dianjurkan istirahat selama 1
sampai ! hari. &asien dianjurkan kembali ke dokter bila pasien mengalami
demam yang memburuk atau nyeri setelah perdarahan yang ringan atau gejala
yang lebih berat.
&ada kasus ini penatalaksanaan yang dilakukan sudah tepat sesuai
dengan apa yang dikatakan diatas. 4indakan pemberian airan untuk perbaiki
keadaan umum, penggunaan antibiotik untuk menegah in8eksi, pemberian
uterotonika, serta tindakan kuretase sudah dilakukan untuk penatalaksaan
abortus inkomplit.
15
DA.TAR PUSTAKA
1. 1epkes 30, !007. Profil Kesehatan Indonesia 2007. ;akarta.
!. Juli8ah, 3., dkk. !005. Asuhan Kebidanan Komunitas. &enerbit #alemba +edika,
;akarta.
". A*hari, !00!. Masalah Abortus dan Kesehatan Reproduksi Perempuan# <agian
)bstetri K ?inekologi @akultas /edokteran Universitas #riwijaya. &alembang.
.. &rawirohardjo, #arwono. Ilmu Kebidanan. edisi keempat, ;akarta. !01!.
5. &ro8.13.3ustam +. +&(. inopsis !bstetri. ;ilid 1 >disi !. >?=.
-. +asjoer.Ari8, dkk. Kapita elekta Kedokteran. >disi ketiga. ;ilid 1. @akultas
/edokteran Universitas 0ndonesia. ;akarta. !001
1-