Anda di halaman 1dari 17

Jurusan Teknik Industri FT - UB

Semester Gasal 2014/2015



MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
PENDAHULUAN
Produk merupakan salah satu bentuk identitas perusahaan dan dapat pula menjadi tolok ukur
kinerja perusahaan tersebut. Sebuah produk pada umumnya memiliki siklus hidup (usia produk
yang menunjukkan lama waktu produk tersebut bertahan di pasar) yang berbeda tergantung pada
jenis produknya. Untuk produk yang merupakan luaran dari industri hilir cenderung memiliki waktu
siklus hidup yang pendek. Di samping itu, globalisasi dan era teknologi informasi menuntut
perusahaan untuk berpikir keras agar produk mereka tetap dapat bertahan dalam persaingan
pasar dan dapat selalu memenuhi keinginan pelanggan. Salah satu cara untuk mempertahankan
eksistensi sebuah produk adalah dengan melakukan riset (pasar dan produk) dalam rangka
merencanakan pengembangan produk baru. Namun pada kenyataannya, keputusan untuk
mengembangkan sebuah produk menghadapi trade-off yang kompleks dan bukan sebuah
keputusan yang mudah bagi perusahaan itu sendiri. Oleh karena itu, aktivitas pengembangan
produk harus dilaksanakan dengan metode yang terstruktur, dalam rencana waktu yang tepat dan
tidak lama, serta menghasilkan luaran yang dapat diprediksi (Ulrich, 2012).
TAHAP PELAKSANAAN
Setelah mengikuti perkuliahan Perancangan Produk, mahasiswa wajib melaksanakan dan
menyelesaikan Tugas Besar Perancangan Produk (Kode Mata Kuliah TIN 4118) dengan beban
studi 1 sks. Tugas besar ini dilaksanakan secara berkelompok dengan 1 orang dosen pembimbing
untuk setiap kelompok. Tujuan dari tugas besar adalah agar mahasiswa mampu
mengimplementasikan konsep perancangan dan pengembangan produk mulai dari perencanaan,
pengembangan konsep, desain arsitektur, evaluasi hingga prototype.




1. Identifikasi
Peluang
2. Perencanaan
Proyek
3. Identifikasi
Kebutuhan
Pelanggan
4. Spesifikasi
Produk
5.
Pengembangan
Konsep
6. Pemilihan
Konsep
7. Pengujian
Konsep
8. Arsitektur
Produk
9. Produk
Industrial
10. Prototype

MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
T E M A
Tugas Besar Perancangan Produk Semester Ganjil 2014/2015 ini dilaksanakan dengan tema
umum Travelling Stuff, dan terbagi dalam 4 sub-tema Business, Sport, Vacation with Friends,
dan Family. Setiap tim diharapkan mengusulkan ide produk yang inovatif dan juga sesuai dengan
keinginan pelanggan (segmentasi pasar) yang ditunjukkan melalui hasil rekapitulasi kuisioner
terbuka. Ide produk yang diusulkan harus realistis, memberikan nilai tambah pada produk lama,
mudah digunakan oleh pelanggan, serta menarik.
L U A R A N
Lama pengerjaan Tugas Besar Perancangan Produk 2 bulan dengan output akhir berupa :
1. Laporan
Laporan berisikan pengumupulan dan pengolahan data serta analisis terkait informasi-
informasi yang mendukung aktivitas pengembangan produk yang dilakukan. Laporan
dicetak pada kertas A4 dengan format margin Moderate, font Ms PGothic 12 spacing 1.15.,
desain bebas. Sampul laporan berisi informasi Laporan Perancangan Produk X, nomor
dan nama anggota kelompok, dosen pembimbing, bulan dan tahun, desain bebas menarik.
2. Prototype (tangible)
Prototype merupakan bentuk fisik dari produk yang dikembangkan baik dengan
penyesuaian pada material, bentuk, ukuran, maupun fungsi. Prototype akan dipamerkan di
akhir pelaksanaan tugas besar sesuai dengan jadwal dan dikompetisikan antar kelompok.
3. Poster produk
Poster berukuran A2 yang berisikan gambar final dari produk yang dikembangkan, nilai
tambah produk baru, fungsi/mekanisme penggunaan produk, dan rencana harga jual.
Poster akan mendampingi prototype pada saat pameran.
KOMPOSISI PENILAIAN
Penilaian diberikan dengan mempertimbangkan 3 komponen yang memiliki komposisi sebagai
berikut :
1. Nilai Kelompok 40%
- Ketajaman Data dan Analisis
- Pelaporan dan Metodologi
2. Nilai Individu 30%
- Pemahaman terhadap Masalah
- Kemampuan Memberikan Solusi
- Keaktifan
3. Hasil Pameran 30%



MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
JADWAL PELAKSANAAN TUGAS BESAR

Kegiatan
28/10
3/11
4/11
10/11
11/11
23/11
24/11
7/12
8/12
17/12
18/12
19/12
20/12
22/12
1. Identifikasi Peluang

Persetujuan Ide Produk

2. Perencanaan Proyek

3. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan

4. Spesifikasi Produk

5. Pengembangan Konsep

6. Pemilihan Konsep

7. Pengujian Konsep

8. Arsitektur Produk

9. Produk Industrial

10. Prototype

Pameran
(Laporan, Prototype, Poster)

Penilaian Akhir




MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
SUSUNAN LAPORAN

1. Identifikasi Peluang
1.1 Metode Identifikasi Peluang
1.2 Studi Literatur dan Benchmarking
1.3 Studi Pasar dan Pelanggan
(Kuisioner Terbuka)
1.4 Hasil Identifikasi Peluang

2. Perencanaan Proyek
2.1 Strategi Kompetitif dan Strategi
Pengembangan Produk
2.2 Segmentasi Pasar
2.3 Implementasi Teknologi dan Roadmap
2.4 Rencana Platform Produk
2.5 Matriks Produk Proses
2.6 Alokasi Sumber Daya Manusia
2.7 Pernyataan Misi Proyek

3. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
3.1 Daftar Pernyataan Pelanggan
3.2 Daftar Pernyataan Kebutuhan
3.3 Rancangan Kuisioner Tertutup
3.4 Rekap Hasil Kuisioner Tertutup
(Nilai Kepentingan)

4. Spesifikasi Produk
4.1 Daftar Respon Teknis
4.2 Relationship Matrix
4.3 Benchmarking
4.4 Technical Benchmarking
4.5 Importance of Technical
4.6 House of Quality

5. Pengembangan Konsep
5.1 Studi Spesifikasi Konsep
5.2 Alternatif Konsep
(Morphological Chart)

6. Pemilihan Konsep
6.1 Metode Pemilihan Konsep
6.2 Analisis Konsep Terpilih

7. Pengujian Konsep
7.1 Metode Pengujian Konsep
7.2 Kuisioner Pengujian Konsep
7.3 Rekap dan Analisis Hasil Kuisioner

8. Arsitektur Produk

9. Produk Industrial
9.1 Analisis Aspek Ergonomi
9.2 Analisis Aspek Estetika
9.3 Rencana Packaging
9.4 Estimasi Harga Jual dan BEP

10. Prototype
REFERENSI
_____________ , 2014. Modul Tugas Besar Perancangan Produk Ganjil 2014/2015. JTI UB.
Ulrich and Eppinger, 2012. Product Design and Development 5
th
Ed. McGraw-Hill.
Pendukung :
Materi Kuliah Pemasaran, Organisasi dan Manajemen Industri
Materi Kuliah Material Teknik, Statika Struktur, Elemen Mesin, Teknik Tenaga Listrik
Materi Kuliah Ergonomi, AutoCAD
Materi Kuliah Analisis Keputusan, Ekonomi Teknik

MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
LAPORAN PERANCANGAN PRODUK X

1. Identifikasi Peluang
1.1 Metode Identifikasi Peluang
Banyak metode yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi peluang perancangan dan
pengembangan produk baru, baik dengan melakukan analisis internal maupun eksternal.
Secara internal dapat dilakukan dengan eksperimen, kajian terhadap kapasitas dan
kapabilitas internal perusahaan. Sementara itu, secara eksternal dapat dilakukan dengan
mempelajari tren produk yang berkembang di masyarakat, studi keinginan pelanggan
maupun kompetitor.

1.2 Studi Literatur dan Benchmarking
Potensi produk terdahulu beserta spesifikasi yang telah beredar di pasaran dikumpulkan
menjadi data yang informatif dan logis untuk menambah jumlah potensi peluang
pengembangan produk yang ada. Teknologi terbaru serta baik mekanisme maupun material
dapat disertakan sebagai tambahan untuk mengidentifikasi peluang. Setiap studi literature
maupun benchmarking dengan perusahaan kompetitor harus menyertakan sumbernya.
Setidaknya terdapat 2 perusahaan kompetitor yang dapat menjadi pembanding dalam
mengidentifikasi peluang.

1.3 Studi Pasar dan Pelanggan (Kuisioner Terbuka)
Selain mengetahui kapasitas dan kapabilitas internal perusahaan, memenuhi keinginan
konsumen juga menjadi tahap kritis dalam identifikasi peluang perancangan produk baru.
Bentuk studi pasar dan pelanggan dapat dilakukan dengan menyebarkan kuisioner terbuka
kepada 20 30 responden sesuai segmentasi yang ditetapkan. Pertanyaan kuisioner
terbuka harus dapat menangkap kebutuhan pelanggan, bukan hanya sekedar keinginan
pelanggan terhadap sebuah produk. Wawancara yang intens hingga pelanggan dapat
menceritakan pengalaman yang kurang nyaman saat menggunakan produk tersebut
merupakan potensi peluang pengembangan produk baru. Peneliti pun harus dapat juga
menangkap peluang yang inovatif dan belum pernah ada di pasaran sebelumnya.

1.4 Hasil Identifikasi Peluang
Hasil kuisioner terbuka kemudian
direkapitulasi untuk mendapatkan
peluang-peluang pengembangan produk
seperti pada gambar berikut. Perlu
dijelaskan berapa banyak peluang yang
muncul, variabel apa yang digunakan
untuk melakukan penjaringan peluang

MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
produk serta, peluang akhir apa yang paling potensial untuk dikembangkan.

2. Perencanaan Proyek
2.1 Strategi Kompetitif dan Strategi Pengembangan Produk
Setiap proyek pengembangan produk harus menyesuaikan dengan strategi kompetitif
perusahaan (apakah technology leadership, cost leadership, customer focus, atau lead
time leadership). Di samping itu, proyek pengembangan produk yang dilakukan harus
ditentukan jenisnya, apakah fundamentally new product, new product platforms,
derivatives of existing product platforms, atau incremental improvements to existing
products.

2.2 Segmentasi Pasar
Pasar dari produk terdahulu dan yang
akan datang perlu dibagi dalam beberapa
segmen agar perusahaan dapat lebih
fokus pada pelanggan dan posisi
terhadap kompetitor. Kriteria segmentasi
dapat ditentukan sendiri oleh setiap
kelompok. Pada dasarnya segmentasi
mampu meyakinkan bahwa sasaran pasar
untuk produk yang baru merupakan
pasar yang potensial dengan belum
adanya teknologi maupun pesaing yang
berada pada segmen tersebut.

2.3 Implementasi Teknologi dan Roadmap
Ketika sebuah produk baru yang
dikembangkan mengadopsi teknologi baru
(mekanisme berbeda dengan yang ada
sebelumnya), maka perlu digambarkan
dalam kurva S seperti pada gambar
berikut. Kurva tersebut menunjukkan
bahwa telah dilakukan perbaikan
teknologi secara innovative maupun
improvement pada tahap perancangan
produk baru yang menghasilkan
performansi yang lebih baik dari
sebelumnya.



MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
2.4 Rencana Platform Produk
Berdasarkan poin 2.1, jenis proyek
pengembangan produk yang dipilih dapat
digambarkan secara lebih terperinci seperti
pada gambar berikut. Setiap perusahaan
dapat memiliki beberapa platform produk,
contohnya ASUS memiliki platform produk
berupa notebook dan smartphone.

2.5 Matriks Produk Proses
Adanya perancangan dan pengembangan
produk baru tentunya akan berdampak
langsung pada proses produksi perusahaan.
Besar kecilnya perubahan proses tersebut
dapat diilustrasikan seperti gambar berikut.
Posisi proyek pengembangan produk yang
saat ini dilakukan harus dapat menunjukkan
pengaruhnya terhadap perubahan proses
produksi, apakah perlu penambahan mesin,
penambahan departemen, atau perubahan
proses inti pada lantai produksi.

2.6 Alokasi Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia merupakan komponen penting dalam perancangan dan
pengembangan produk. Sesuai dengan definisi dalam konsep concurrent engineering bahwa
perancangan dan pengembangan produk dapat berlangsung dengan baik dan tepat jika
melibatkan semua divisi yang ada di
perusahaan untuk bekerja sama hingga
menghasilkan produk yang sesuai dengan
keinginan pelanggan. Jenis divisi yang
terlibat terlebih dahulu dapat digambarkan
dalam struktur organisasi perusahaan.
Proporsi keterlibatan (jumlah anggota) setiap
divisi harus direncanakan sesuai dengan
target capaian proyek per tahunnya dan
estimasi product life cycle.

2.7 Pernyataan Misi Proyek
Hasil perencanaan pengembangan produk baru kemudian diringkas dalam pernyataan misi
proyek seperti pada tabel berikut.

MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014


3. Identifikasi Kebutuhan Pelanggan
Mengidentifikasi kebutuhan pelanggan adalah sebuah proses yang menciptakan jalur informasi
antara keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap perusahaan pengembangan produk.
Tujuannya adalah untuk mengamati kondisi pasar dan merancang produk yang nantinya akan
dibuat dengan mengadakan perbaikan dan pengembangan produk-produk yang sudah beredar
di pasaran.

3.1 Daftar Pernyataan Pelanggan
Berisi tentang pernyataan-pernyataan pelanggan spesifik terhadap produk terdahulu yang
akan dikembangkan dari hasil kuisioner terbuka / wawancara yang disebarkan kepada 20
30 responden. Kuisioner terbuka yang telah diisi disertakan pada bagian Lampiran.

3.2 Daftar Pernyataan Kebutuhan
Berupa tabel yang berisi terjemahan dari setiap pernyataan pelanggan (customer
statement) menjadi pernyataan kebutuhan (need statement), seperti pada contoh berikut.
Pernyataan kebutuhan kemudian dikelompokkan sesuai kategori, dan mengeliminasi
pernyataan kebutuhan yang memiliki kemiripan maksud/tujuan.

No Pernyataan Pelanggan Pernyataan Kebutuhan
1 Kacamata mudah rusak dan modelnya
begitu saja
Kacamata didesain dengan bahan yang kuat
Kacamata dengan desain yang bervariasi




MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
3.3 Rancangan Kuisioner Tertutup
Kuisioner tertutup disebarkan kepada 30 responden sesuai dengan segmentasi yang telah
ditetapkan sebelumnya. Responden diminta untuk memberikan penilaian terhadap produk
yang ada saat ini, harapan pada produk baru, dan penilaian terhadap kompetitor.
Pernyataan yang digunakan dalam kuisioner merupakan daftar pernyataan kebutuhan dari
tahap sebelumnya. Skala penilaian yang digunakan adalah 1 5 dengan semakin tinggi
nilainya maka semakin puas atau semakin diharapkan. Contoh form kuisioner tertutup
terdapat pada bagian lampiran.

3.4 Rekap Hasil Kuisioner Tertutup (Nilai Kepentingan)
Hasil kuisioner tertutup direkapitulasi dalam sebuah tabel dengan menghitung rata-rata
nilai dari responden. Berikan analisis terhadap hasil perhitungan rata-rata penilaian
pelanggan baik terhadap produk saat ini maupun produk baru. Pernyataan kebutuhan
kemudian diurutkan sesuai dengan hasil nilai harapan tertinggi. Serta perlu dijelaskan pula
maksud dari pernyataan kebutuhan yang memiliki nilai tertinggi.
No. Pernyataan Kebutuhan
Rata-rata
Nilai Harapan
Produk Baru
Rata-rata
Nilai Produk
Saat Ini
Rata-rata
Nilai
Pesaing 1
Rata-rata
Nilai
Pesaing 2
1
Kacamata digunakan sebagai alat
bantu penglihatan
4,2 2,1 2,3 2,5
2
Kacamata dengan harga yang
terjangkau
4,1 2,7 2,5 2,6
3
Kacamata yang didesain agar nyaman
untuk dipakai
4,3 2,6 2,4 2,9

4. Spesifikasi Produk
Rumah kualitas atau biasa disebut juga House
of Quality (HOQ) merupakan upaya untuk
mengkonversi voice of costumer secara
langsung terhadap karakteristik teknis atau
spesifikasi teknis dari sebuah produk yang
dihasilkan. Perusahaan akan berusaha mencapai
karakteristik teknis yang sesuai dengan target
yang telah ditetapkan, dengan sebelumnya
melakukan benchmarking terhadap produk
pesaing. Benchmarking dilakukan untuk
mengetahui posisi-posisi relatif produk yang ada
di pasaran yang merupakan kompetitor.





MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
4.1 Daftar Respon Teknis
Setiap pernyataan kebutuhan (Bagian 1 HoQ) harus dapat dispesifikasikan dalam respon
teknis (Bagian 2 HoQ), dimana setiap respon teknis harus mengandung metrics, value, dan
unit seperti pada tabel berikut.
Teknis
#
Kebutuhan
#
Metric Satuan (units)
1 1, 4, 6 Standar jenis material ISO
2 1, 4, 6 Ukuran (diameter) lensa cm
2

3 2, 4, 5, 6 Harga Rp

4.2 Relationship Matrix
Hubungan antar setiap respon teknis dan kebutuhan akan menjadi input pada Bagian 3
HoQ. Matriks interaksi (Relationship Matrix) merupakan penggabungan atribut keinginan
yang dianggap penting oleh responden (konsumen) dengan respon teknis yang telah
ditentukan oleh tim perancangan produk. Pada umumnya hubungan tersebut akan
digambarkan dengan menggunakan simbol sebagai
berikut. Di samping itu, setiap respon teknis yang
saling berkaitan satu sama lain juga digambarkan
interaksinya dengan simbol yang sama pada Bagian 6
HoQ.
4.3 Benchmarking
Benchmarking (Bagian 4 HoQ) merupakan aktivitas untuk memperbaiki kualitas dengan
aliansi antar partner untuk berbagi informasi dalam proses dan pengkuruan yang akan
menstimulasi praktek inovatif dan pemperbaiki kinerja. Dalam aktivitas ini akan dapat
ditemukan dan diterapkan praktik terbaik yang mempercepat laju perbaikan dengan
memberikan model nyata dan merealisasikan perbaikan tujuan; sehingga praktik baik ini
akan mendorong proses yang bersifat positif, proaktif, terstruktur yang mempengaruhi
perubahan operasi organisasi.

4.4 Technical Benchmarking
Untuk menentukan spesifikasi target maka diperlukan pembanding terhadap produk
kompetitor untuk mengetahui posisi produk kita saat ini serta spesifikasi teknis akhir yang
ingin dikembangkan, seperti pada tabel berikut. Angka yang berada dalam kurung
merupakan nilai setiap respon teknis terhadap kompetitornya, dimana nilai tertinggi
merupakan yang terbaik. Nantinya perbandingan ini akan dimasukkan pada Bagian 5 HoQ.
Teknis
#
Metric Ideal Value Satuan
(units)
Merk
Pesaing 1
Merk
Pesaing 2
Merk
Pesaing 3
1 Standar jenis material 9001 (5) ISO 9001 (5) 9001 (5) 9001 (5)
2 Ukuran (diameter) lensa 2 (5) cm 0 (1) 0 (1) 7 (1)
3 Harga 700.000 (3) Rp 20.000 (5) 15.000 (5) 1.500.000 (1)

Relationships Symbol Values
Strong 9
Moderate o 3
Weak 1
None 0


MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
4.5 Importance of Technical
Setiap respon teknis yang telah ditentukan oleh tim perancangan produk terkadang tidak
semuanya dapat direalisasikan. Oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan untuk
mengetahui respon teknis yang paling penting/prioritas untuk dikembangkan dalam tahap
selanjutnya. Perhitungan prioritas (Bagian 7 HoQ) tersebut meliputi variabel nilai harapan
pelanggan dan nilai interaksi antara pernyataan kebutuhan dengan respon teknis.
Kemudian, dilakukan analisis terhadap nilai prioritas tersebut dalam satuan persentase.

4.6 House of Quality
Gambar HoQ secara keseluruhan beserta analisisnya.




5. Pengembangan Konsep
Pada tahap pengembangan konsep kelompok harus melakukan eksplorasi lebih lanjut dari hasil
HoQ yang paling signifikan untuk diperbaiki.


MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
5.1 Studi Spesifikasi Konsep
Proses pengembangan konsep akan menghasilkan beberapa alternatif konsep dimana
setiap alternatif konsep harus memiliki nama, gambar dan penjelasan mekanisme.
Referensi yang digunakan juga harus sesuai saat melakukan studi spesifikasi konsep,
misalnya mata kuliah pendukung.

5.2 Alternatif Konsep (Morphological Chart)
Proses pengembangan konsep dapat dilakukan dengan menggunakan tabel kombinasi, atau
dengan morphological chart, seperti berikut ini. Susunlah minimal 5 alternatif konsep agar
semakin banyak alternatif pertimbangan untuk menghasilkan produk yang lebih baik.

Konsep 1 : PI1 PL3 DS3 PC4 T1 PO1
Penjelasan
Gambar sketsa konsep
Konsep 2 : PI2 PL3 DS1 PC2 T2 PO2
Penjelasan
Gambar sketsa konsep

6. Pemilihan Konsep
6.1 Metode Pemilihan Konsep
Setelah menentukan beberapa alternative konsep, maka dapat dilakukan pemilihan konsep
dengan pendekatan AHP (Analytical Hierarchy Process) atau Pugh Matrix. Hasil Pugh
Matrix masih dapat dipilih lagi dengan mengkombinasikan beberapa konsep. Misalnya
menyusun Pugh Matrix lagi untuk konsep A, DF, E, dan G+. Berikut merupakan contoh
form Pugh Matrix.


MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014


6.2 Analisis Konsep Terpilih
Lakukan analisis pada konsep akhir yang terpilih dengan menjelaskan nilai tambah produk
baru terhadap produk lama.

7. Pengujian Konsep
7.1 Metode Pengujian Konsep
Setelah menentukan konsep terpilih, selanjutnya dilakukan pengujian konsep kepada
beberapa pelanggan untuk menilai keinginan pelanggan dalam membeli produk yang telah
dikembangkan. Tentukan jumlah dan segmen pelanggan yang akan disurvey.

7.2 Kuisioner Pengujian Konsep
Contoh kuesioner pengujian konsep pada lampiran.

7.3 Rekap dan Analisis Hasil Kuisioner
Lakukan rekapitulasi hasil kuisioner serta gunakan sebagai input dalam persamaan berikut.
Penting untuk dilakukan analisis hasil persamaan tersebut untuk melihat apakah produk
yang dikembangkan memiliki potensi penjualan yang baik atau tidak.

Top Box pelanggan yang benar2 akan membeli
Second Box pelanggan yang mungkin akan
membeli
C
def
= 0.4, dan C
prob
= 0.2







MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
8. Arsitektur Produk
Merancang skema dari produk (buat BOM Tree), mengelompokkan per elemen dari skema
tersebut (modularity vs. integrated), merancang layout kasar.


9. Produk Industrial
Investigasi kebutuhan konsumen (dari segi ergonomi dan estetika), aplikasikan pada konsep
produk yang sedang dikembangkan, perbaiki hingga mencapai konsep final, rancanglah konsep
packaging pada produk.

9.1 Analisis Aspek Ergonomi


9.2 Analisis Aspek Estetika







MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014
9.3 Rencana Packaging


9.4 Estimasi Harga Jual dan BEP

10. Prototype
Tampilkan foto prototype (tangible) per bagian, definisikan dalam tabel berikut, serta beri
penjelasan fungsi per komponen produk.


Kesimpulan Dan Saran

Daftar Pustaka

Lampiran










MODUL TB. PERANCANGAN PRODUK/JTI UB/2014