Anda di halaman 1dari 11

PANDUAN PERHITUNGAN TEBAL PIPA

1.1 Alur Analisa


Untuk mendesain sebuah pipa yang akan digunakan untuk moda distribusi, hal pertama yang
perlu dilakukan adalah menghitung tebal pipa minimum yang paling optimal. Perhitungan tebal
pipa menjadi dasar dari analisa-analisa pipa lainnya. Dengan tebal pipa yang optimal dapat
mempengaruhi kekuatan pipa yang akan di desain dan juga flow rate yang diinginkan dapat
tercapai. Berikut merupakan alur analisa perhitungan tebal pipa:

























Mulai
Pengumpulan
Data
Pressure
Contaiment
Kombinasi
Bending
Propagation
Buckling
Hydrostatic
Collapse
Minimum Tebal Pipa
Total
Mill Tolerance
Corrosion
Allowance
Construction
Allowance
A




















Gambar 1.1 Diagram alir analisa perhitungan wall thickness.

1.2 Prosedur Analisa
Langkah-langkah analisa perhitungan wall thickness dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengumpulan Data
Data-data yang diperlukan yakni data desain pipa, material properti pipa dan juga pressure baik
dari dalam maupun luar yang mengenai pipa
2. Pressure Contaiment, Hydrostatic Collapse, Propagation Buckling dan Kombinasi Bending
Perhitungan diatas merupakan perhitungan untuk mencari syarat minimum tebal pipa yang
mampu mengakomodir ke-empat beban yang mengenai pipa. Setelah melakukan 4 perhitungan
diatas, maka diambil nilai terbesar dari ke-empat hitungan tersebut untuk mencari wall
thickness requirment.

Validasi Schedule
API 5L
A
Kesimpulan
Selesai
3. Minimum Tebal Pipa Total
Perhitungan yang menghasilkan nilai minimum tebal pipa yang dibutuhkan. Perhitungan ini
adalah hasil penjumlahan dari nilai terbesar dari ke-empat perhitungan di atas, nilai mill
tolerance, corrosion allowance, dan construction allowance.
4. Validasi Schedule API 5L
Setelah didapatkan nilai minimum tebal pipa yang dibutuhkan, maka dilakukan validasi atau
pemilihan yang sesuai dengan schedule API 5L
5. Kesimpulan
Memberikan kesimpulan mengenai nilai tebal pipa yang akan digunakan sesuai dengan
schedule API 5L.

2.1 Perhitungan
Tebal Pipa Berdasarkan Pressure Contaiment
Berdasarkan ASME B 31.8 formula yang digunakan untuk menghitung nominal wall thickness
agar memenuhi tebal pipa berdasarkan tekanan internal / pressure contaiment untuk menahan
tekanan dengan arah tangensial adalah:
=
().
2...

Dengan:
tcont = Reqiured wall thickness for pressure contaiment (mm)
Pe = Pressure eksternal (MPa)
Pi = Pressure internal (Mpa)
D = Diameter luar pipa (in)
fd = Design factor (Tabel A842.22 ASME B31.8)
ft = Temperature derating factor (Tabel 841.116A ASME
B31.8)
Tebal Pipa Berdasarkan Hydrostatic Collapse
Kegagalan pada pipa dapat terjadi apabila tekanan eksternal lebih besar daripada tekanan
internal. Pada kedalaman tertentu, tekanan eksternal yang bekerja melebihi tekanan internal
pada pipa. Dalam keadaan ini selisih antara tekanan eksternal dan internal yang bekerja pada
pipa dapat mengakibatkan collapse pada dinding pipa. Oleh karena itu berdasarkan API RP
1111, collapse pressure harus lebih besar daripada tekanan eksternal yang mengenai pipa.
Berikut merupakan persamaan untuk mencari collapse pressure:








tcoll = ( . Po

Dengan:
fo = Collapse factor ( 0.70 for ERW pipe and 0.60 for DSAW pipe)
Pc = Collapse pressure of the pipe (psi)
Py = Yield pressure at collapse (psi)
Px = Elastic collapse pressure (psi)
tn = Nominal wall thickness of pipe (mm)
E = Modulus elasticity (psi)
v = Poissons ratio

Tebal Pipa Berdasarkan Propagation Buckling
Buckling pada pipa dapat didefinisikan sebagai perubahan bentuk pipa menjadi oval akibat
gaya-gaya yang dialami pipa. Hal ini perlu dicegah agar terjadi perambatan buckle pada pipa
dengan properti yang seragam disepanjang pipeline. Oleh karena itu, diperlukan untuk
mendesain pipa dengan tebal yang dapat mampu menahan buckling yang dapat terjadi.
Berdasarkan API RP 1111, agar tebal pipa mampu mengakomodasi propagation buckling
(perambatan buckling) dapat dihitung dengan persamaan di bawah ini:
Pbp = 24 . S . ft . (

)
2,4

tbuck =

24..
2,4
.D
( )
5 . 0
2 2
x y
x y
c
P P
P P
P
+

=
|
.
|

\
|
=
D
t
S P
n
y
2
( )
2
3
1
2
v
|
.
|

\
|
=
D
t
E P
n
x
Dengan:
fp = propagating buckle design factor = 0.8
Pbp = buckle propagation pressure (psi)
tbuck = required wall thickness buckling due to combined bending
ft = Temperature Derating Factor (Table 402.3.1 ASME B 31.4)

Tebal Pipa Berdasarkan Buckling Akibat Kombinasi Bending dan
Tekanan Eksternal
Berdasarkan API RP 1111, kombinasi regangan bending dan tekanan eksternal dapat dihitung
dengan persamaan berikut:
) (
) (
o
c
c
g
Pd
P P
i o
b
s

+

b (t) =

2 .

g() = (1 + 20 . )
-1

inst = 1 . f1
inp = 2 . f2
= max (inst , inst )
Dengan:
= bending strain in the pipe
b = buckling strain under pure bending
Po = external Pressure (psi)
Pi = internal Pressure (psi)
g() = collapse reduction factor
f1 = Bending Safety Factor for Installation Bending plus External
Pressure (API RP 1111 Sect 4.3.2.2)
f2 = Bending Safety Factor for In-Place Bending plus External Pressure
(API RP 1111 Sect 4.3.2.2
1 = Maximum Installation Bending Strain (API RP 1111 Appendix D,
Sect D.4)
2 = Maximum In-Place Bending Strain (API RP 1111 Appendix D, Sect
D.4)
inst = Max Estimated Installation Bending Strain
inp = Max Estimated In-place Bending Strain
tbuck = Guess Value (1 mm)
Penentuan Mill Tolerance
Mill Tolerance adalah toleransi yang diasumsikan sebagai kemungkinan kesalahan
manufacture yang terjadi saat melakukan rolling plate material menjadi pipa. Kesalahan
manufacture ini berupa reduksi terhadap thickness plate setelah diroll menjadi pipa. memang
pada dasarnya adalah sebuah "toleransi" yang diberikan kepada manufature sebagai
pengakuan atas ketidaksempurnaan sebuah produk, baik dari raw material, prosess bending,
maupun prosess manusia/sang operator, prosess testing setelah selesai produksi, dan lain-lain.
Sesuai dengan API 5L tabel J4, pada pipa seamless apabila tebalnya lebih dari 4 mm dan
kurang dari 10 mm maka nilai mill tolerancenya sebesar 15% dari besar tebal pipa.
Sedangkan apabila tebal pipa lebih dari 10 mm maka nilai mill tolerancenya sebesar 12,5%
dari tebal pipa.
Penentuan Construction Allowance
Construction Allowanace adalah nilai penambahan pada tebal pipa minimum yang telah
dihitung. Penambahan ini dikarenakan efek dari proses konstruksi pipa saat fabrikasi. Nilai
ini mengakomodir penebalan akibat proses pengelasan saat konstruksi pipa. Sesuai dengan
yang terdapat pada API STD 1104 nilai construction allowance sebesar 0,8 mm.

Penentuan Nilai Minimum Tebal Pipa Total
Setelah semua nilai di atas didapatkan, maka rumus menentukan wall thickness tadi dapat
digunakan, dengan persamaan :
treq-opr = treq + tmill + tcorr + tconst
dengan:
treq-opr = Minimum wall thickness required (mm)
treq = Minimmum wall thickness untuk kondisi operasi (mm)
tmill = Mill tolerance (API 5L Table J.4 )
tconst = Construction Allowance (API STD 1104)
Setelah mendapatkan nilai tebal pipa anda dapat mencocokkan nilai tebal pipa tersebut pada
Tabel Plain End Line Pipe Dimension (seamless & welded pipe) menurut API 5L sesuai
dengan standar.


CONTOH SOAL:
Diketahui:
Outside Diameter : OD = 6 in = 168,3 mm
Young Modulus : E = 2,07 x 10
5
Pa
Corrosion Allowance : tcorr = 3 mm
Fabrication Method : seamless
Pipe Ovality
(API 5L) : = 1,5 %
Poisson Ratio : v = 0,3
SMYS : 360 MPa
Pressure Eksternal : Po = 6,6 MPa
Pressure Internal : Pi = 0,3 MPa
Design Factor
(Tabel A842.22 ASME B31.8) : fd = 0,72
Temperature Derating Factor
(Tabel 841.116A ASME B31.8) : ft = 1,0
Collapse Factor
(API RP 1111 Sect 4.3.2.1) : fo = 0,7
Max External Pressure
(100 year RP) : Pd = 0,98 MPa
Guess value : tn = 4 mm
Buckle Propagation Pressure : = 0,37 MPa
Collapse Reduction Factor : g() = 0,77

Ditanya:
Berapa besar tebal pipanya?


Jawab:
1. Menghitung tebal berdasarkan pressure contaiment:
=
().
2...

tcont =
(6,60,3).168,3
2.360.0,72.1

tcont = 2,05 mm
2. Menghitung tebal berdasarkan hydrostatic collapse:

yield
pressure

Py = 2 . 360 (
4
168,3
)

Py = 17 MPa

Elastic Critical
Pressure



Px = 2 . 0,2 .
(
4
168,3
)
(10,3
2
)


Px = 6,1 MPa


Collapse Pressure



Pc =
17 . 6,1
(17
2
+ 6,1
2
)
0,5


Pc = 5,8 MPa
|
.
|

\
|
=
D
t
S P
n
y
2
( )
2
3
1
2
v
|
.
|

\
|
=
D
t
E P
n
x
( )
5 . 0
2 2
x y
x y
c
P P
P P
P
+

=

Required Wall Thickness
For Hydrostatic Collapse tcoll = ( . Po
tcoll = (5,8 . 0,7 0,3
tcoll = 1,76 mm

3. Menghitung berdasarkan propagation buckling
tprop =

24..
2,4
.D

tprop =
0,37
24 .360 . 1
2,4
.168,3

tprop = 2,78 mm

4. Menghitung berdasarkan kombinasi bending

) (
) (
o
c
c
g
Pd
P P
i o
b
s

()
+
(P

()
g()

0,3
0,3()
+
(6,6 0,3)
0,98()
0,77

tbuck = 2,48 mm

5. Menentukan nilai wall thickness terbesar
tcont = 2,05 mm
tcoll = 1,76 mm
tprop = 2,78 mm
tbuck = 2,48 mm

maka nilai wall thickness requirment terbesar adalah sesuai dengan propagation buckling
sebesar 2,78 mm
6. Menentukan Mill Tolerance
Untuk nilai mill tolerance kita melihat dulu pada schedule API 5L lalu kita mengambil
perkiraan tebal pipa yang akan kita gunakan, pada contoh soal ini kita ambil tebal pipa
sebesar 7,9 mm. Karena nilai tebalnya lebih dari 4 mm namun kurang dari 10 mm maka mill
tolerance adalah 15% dari 7,9 mm yaitu 1,185 mm
7. Menentukan Construction Allowance
Sesuai API STD 1104, nilai construction allowance sebesar 0,8 mm
8. Perhitungan total tebal pipa
treq-opr = treq + tmill + tcorr + tconst
treq-opr = 2,78 + 1,185 + 3 + 0,8
treq-opr = 7,765 mm
9. Cek pada schedule
Setelah dilakukan perhitungan didapat wall thickness total sebesar 7,765 mm. Perhitungan ini
benar karena tidak lebih besar dari wall thickness perkiraan kita saat mencari nilai mill
tolerance. Namun sesuai dengan schedule API 5L nilai tebal sebesar 7,765 mm tidak ada, oleh
karena itu kita memilih tebal sebesar 7,9 mm yang sesuai dengan API 5L.












DAFTAR PUSTAKA

American Petroleum Institut (API); API 5L, Specification for Line Pipe. America
American Petroleum Institut. 2009. API RP 1111: Design Construction Maintanance of
Offshore Hydrocarbon Hydrocarbon Pipelines (Limit State Design). America
American Petroleum Institut. 1980. API STD 1104 : Standard for Welding Pipelines and
Related Facilities. Houston, Texas.
ASME B31.8: Gas Transmission and Distribution Piping System. American Steel
Mechanical Engineering, America.
Pertamina Hulu Energi ONWJ, 2012, KILO Field Further Development