Anda di halaman 1dari 5

KATALIS ASAM BASA

Sebagian besar reaksi katalis homogen adalah asam basa, seperti halnya reaksi hidrolisis dari
ester atau mutarotasi glukosa. Dengan menganggap S adalah suatu subtrat dengan suatu
reaksi asam basa. Sedang asam basa menurut Bronsted Lowry adalah :
HA + H
2
O H
3
O
+
+ A
-

A
-
+ H
2
O HA + OH
-

Maka laju reaksi katalitik adalah:
r = k
kat
[S]
di mana k
kat
= k
o
+ k
H
[H
3
O] + k
OH
[OH] + k
HA
[HA] + k
A
[A] dan k
0
adalah laju
tanpa katalis sedang yang lain adalah laju dengan katalis sesuai dengan zatnya masing
masing
Katalis asam basa, percepatan reaksi kimia dengan penambahan asam atau basa, asam atau
basa itu sendiri tidak ikut bereaksi dalam reaksi. Contoh reaksi katalitik dengan katalis asam,
seperti dalam kasus dekomposisi dari sukrosa gula menjadi glukosa dan fruktosa dalam asam
sulfat, atau untuk katalis basa, seperti dalam penambahan hidrogen sianida untuk aldehida
dan keton dengan adanya natrium hidroksida. Banyak contoh reaksi yang dikatalisasi oleh
asam dan basa.
Mekanisme reaksi asam-basa dan katalis dijelaskan dalam hal konsep Brnsted-Lowry asam
dan basa sebagai salah satu di mana ada transfer awal proton dari katalis asam untuk reaktan
atau dari reaktan dengan katalis dasar .
Asam Bronsted-Lowry = donor proton (H
+
)
Basa Bronsted-Lowry = akseptor proton (H
+
)
Perhatikan contoh berikut :
NH
4
+
(aq)
+ H
2
O
(l)
NH
3(aq)
+ H
3
O
+
(aq)

Asam basa
H
2
O
(l)
+ NH
3

(aq)
NH
4
+
(aq)
+ OH
-
(aq)

Asam basa
Dalam hal teori Lewis asam dan basa, reaksi memerlukan pembagian pasangan elektron yang
disumbangkan oleh katalis basa atau diterima oleh suatu katalis asam.
Asam Lewis : Akseptor pasangan elektron
Basa Lewis : Donor pasangan elektron

Katalis asam digunakan dalam sejumlah besar reaksi industri, di antaranya konversi
hidrokarbon minyak untuk bensin dan produk-produk terkait. Reaksi tersebut termasuk
dekomposisi hidrokarbon dengan berat molekul tinggi (retak) menggunakan katalis alumina-
silika (asam Brnsted-Lowry), polimerisasi hidrokarbon tidak jenuh dengan menggunakan
asam sulfat atau hidrogen fluorida (asam Brnsted-Lowry), dan isomerisasi hidrokarbon
alifatik menggunakan aluminium klorida (asam Lewis).
Di antara aplikasi industri reaksi katalis basa adalah reaksi diisosianat dengan alkohol
polifungsional dengan adanya amina, yang digunakan dalam pembuatan busa poliuretan.
Contohnya : Hidrolisis ester dan inverse gula
Pada teori Ostwald dan Arrhenius mengatakan bahwa katalis asam basa spesifik adalah
kemampuan mengkatalisis asam adalah karena kekuatan asam tersebut atau konsentrasi
hidrogennya.
Hidrolisis ester dilakukan pada larutan asam yang cukup kuat yakni ion hydrogen adalah
katalis efektif, ion hidroksil tidak memperlihatkan aktifitas bermakna.
Pada laju reaksinya:
v : k
H
+
[H
+
][S]
k
H
+
: tetapan laju reaksi yang dikatalisis ion hydrogen.
Orde keseluruhan reaksi terhadap konsentrasi = 2, tetapi terhadap waktu = 1, karena
konsentrasi ion hydrogen tetap.
Laju reaksi orde satu
v : kobs [S]
dimana kobs : k
H
+
[H
+
]
untuk reaksi yang dikatalisis ion hidroksil : kobs = k
OH-
[OH
-
]
jika reaksi dikatalisis ion-ion hidrogen dan ion hidroksil serempak dan reaksi berlangsung
spontan tanpa katalis, laju reaksi adalah : v =ko [S] + k
H+
[H
+
][S] + k
OH-
[OH
-
][S]
maka k (tetapan laju orde 1) :
k : ko + k
H+
[H
+
]+ k
OH-
[OH
-
]
ko = tetapan laju reaksi spontan tanpa katalis
k
H+
dank
OH-
tetapan laju reaksi yang masing-masing dikatalisis oleh H
+
dan OH
-

kW = [H
+
][OH
-
]
k = ko + k
H+
[H
+
]+ k
OH-
KW/[H
+
]
k = ko + k
H+
KW/[OH
-
]+ k
OH-
[OH
-
]
Reaksi hanya dikatalisis oleh asam (ion hydrogen) : kobs = k
H+
[H
+
]
log k
obs
= log [H
+
] + k
H+
[H
+
]
log k
obs
=-(- log [H
+
]) + log k
H+

log k
obs
= -pH + log k
H+


Katalis asam basa secara umum adalah
Pada larutan dapar yang digunakan untuk mempertahankan larutan pada pH tertentu. Reaksi
katalisis terjadi karena salah satu komponen dapar yang dapat mempengaruhi laju reaksi,
reaksi ini disebut katalisis asam basa umum yang bergantung pada komponen katalitik asam
basa.
Profil laju pH reaksi yang dipengaruhi katalisis asam basa umum memperlihatkan
penyimpangan dari profil katalisis asam basa spesifik.
Contoh hidrolisis streptozosin, laju reaksi dapar fosfat > laju reaksi dalam katalisis basa
spesifik, karena adanya katalisis oleh anion fosfat.
Kekuatan ion atau perbedaan pKa substrat dapat juga memperlihatkan penyimpangan profil
laju pH. Pembuktian katalisis asam basa umum dapat dibuktikan dengan menentukan laju
degradasi obat dalam suatu rangkaian dapar dengan pH asam (perbandingan asam dengan
basa tetap), yang dibuat dengan konsentrasi komponen dapar yang menaik.
Tetapan laju orde satu keseluruhan adalah
k = ko + ki ci
ko = tetapan laju spesifik dalam air
ci = konsentrasi katalitik I
ki = koefisien katalitik
dalam reaksi yang hanya terjadi katalisis asam basa spesifik saja, persamaan menjadi :
k : ko + k
H+
[H
+
]+ k
OH-
[OH
-
]
Dalam katalisis asam basa terdapat beberapa katalisator, yaitu:
1. Katalisator asam spesifik
Merupakan katalisis oleh proton yang tersolvasi, yaitu H
3
O
+

Hidrolidsis ester merupakan contoh reaksi katalis asam spesifik. Didalam larutan asam kuat,
reaksi hanya dipercepat oleh ion hidronium.
Persamaan lajunya :
Laju: K
ass
[H
3
O]
+
[S]
Dimana [S] : konsentrasi ester
K
ass
: tetapan laju reaksi hidrolisis spesifik asam
2. Katalisator basa spesifik
Katalisis oleh OH dalam larutan
3. Katalisator asam umum
Katalisis oleh asam proton selain H3O+ , dilakukan oleh asam Bronsted sebagai
donor proton.
Seperti halnya katalisis spesifik, berhubungan dengan proton diintroduksi kepada bagian
molekul yang direaksikan dan serangan electron terhadap molekul air. Perbedaannnya adalah
bahwa katalisator asam spesifik menggunakan ion hidronium sedangkan reaksi katalisis asam
umum menggunakan sembarang asam Bronsted sebagai donor proton. Untuk katalisis asam
umum, pembentukan kation SH
+
merupakan tahap lambat. Reaksi kondensasi aldol adalah
merupakan contoh reaksi yang bergantung kepada mekanisme.


4. Katalisator basa umum
Katalisis oleh basa Bronsted selain OH dan basa ini berlaku sebagai penerima proton
yaitu berbagi pasangan elektron dengan proton. Katalisis basa umum menyerang air dulu,
kemudian air menyerang reakstan. Air menjadi lebih polar sehingga interaksi elektrostatiknya
menjadi lebih besar dan kecepatan reaksi meningkat.