Anda di halaman 1dari 13

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN
1. Prevalensi Depresi
Depresi merupakan salah satu jenis gangguan jiwa dengan prevalensi
cukup banyak. WHO mencatat saat ini (2006 terdapat !2! juta "rang mengalami
depresi# sebanyak $#%& pria dan '#$& wanita di dunia pernah mengalami epis"de
depresi( dalam hidup mereka. Diperkirakan# pada tahun 2020# depresi akan
menempati peringkat kedua setelah penyakit jantung# yang umum dialami
masyarakat di dunia.
!
2. Sejarah Depresi
)engetahuan tentang depresi telah ada dan dicatat sejak masa lampau# dan
deskripsi tentang gangguan alam perasaan dapat ditemukan dalam kebanyakan
d"kumen purbakala.
2
*isah tentang +aja ,aul menggambarkan suatu gejala depresi(# demikian
juga kisah bunuh diri -ja. di dalam /lliad karangan H"mer. *ira0kira 10 tahun
2asehi# -ulus 3"rnelius 3elsus menggambarkan melank"lia sebagai suatu
depresi yang disebabkan "leh empedu hitam.
2
Di tahun !%$4 5ules 6alret menggambarkan suatu keadaan folie a double
forme, dimana pasien menjadi depresi dan masuk ke dalam stup"r yang akkhirnya
mereka pulih.
2
7mil *rapelin mendeskripsikan k"nsep psik"sis menik0depresi yang
mengandung kriteria diagn"stik dalam bentuk gangguan a(ekti( berat. 8idak
terdapatnya perjalanan penyakit yang mengarah kepada dete"rasi pada depresi
membedakannya dengan ski9"(renia.
2
*rapelin menggambarkan suatu tipe depresi yang dimulai sejak
men"pause pada wanita dan selama masa dewasa akhir pada laki0laki dan dikenal
sebagai melank"lia inv"lusi"nal. ,ejak saat itu dipandang sebagai bentuk
gangguan alam perasaan dengan "nset lanjut.
2
!
3. Mengenali Depresi
Depresi adalah gangguan alam perasaan (a(ek yang ditandai dengan
kemurungan# rasa sedih# rasa tak berdaya# rasa bersalah# rasa berd"sa# sukar
k"nsentrasi# daya ingat berkurang# rasa sepi di tempat yang ramai# dan menarik
diri dari pergaulan. -pabila makin berat# maka akan sampai pada rasa putus dan
tak jarang akan timbul pikiran ingin mati# bahkan tindakan bunuh diri.
2
,eiring dengan kemajuan 9aman yang diikuti pula "leh kemajuan
tekn"l"gi dan budaya# maka terjadi pula peningkatan (akt"r0(akt"r yang menjadi
stress"r psik"l"gis bagi sese"rang. Hal ini dapat berakibat makin meningkatnya
angka kejadian depresi.
2
)ada masa sekarang ini depresi banyak ditemukan di /nd"nesia# dan akan
meningkat pada abad ke024 ini. )enyebabnya ialah stress psik"s"sial yang berat
dan juga disebabkan "leh urbanisasi# penyakit0penyakit (isik yang kr"nik#
pengaruh "bat0"batan# peningkatan usia terhadap hidup# serta perubahan gaya
hidup terutama pada mereka yang banyak mengk"nsumsi alk"h"l.
2
:anyak penyebab sese"rang akan menjadi depresi# seperti sese"rang yang
sedang melamar pekerjaan tapi tidak satu pun surat lamaran kerjanya diterima
atau tugas yang diberikan padanya tidak bias ia selesaikan secara baik# selalu
menemui kesulitan dan kendala sehingga tugas tersebut pernah ia selesaikan#
sehingga ia merasa dirinya tidak berguna# sedih# tak ada harapan# putus asa# dan
akhirnya terjadi penyesalan yang pat"l"gis. )ada tahap ini individu yang
bersangkutan mengalami banyak gangguan seperti an"reksia# k"nstipasi#
hilangnya energi# dan minat# libid" yang menurun# pikiran tentang kematian atau
bunuh diri sampai pada masalah kesulitan untuk tidur.
2
,eringkali gejala depresi tidak disadari "leh individu yang bersangkutan#
yang pada akhirnya dapat membahayakan individu tersebut.
2
;amun ir"nisnya# masyarakat sendiri kurang mengenal gejala depresi.
2asyarakat lebih mengenal keluhan (isik yang ditimbulkan akibat depresi
ketimbang keluhan psik"l"gis. 8ak heran bila ke p"liklinik# mereka lebih
mengatakan keluhan penyakit s"matik# seperti (ati<ue# ins"mnia# nause# sesak
na(as# nyeri punggung# diare# dan nyeri kepala. 5arang sekali pasien yang
mengatakan keluhan psik"l"gisnya. :"leh jadi# menyambangi psikiater menjadi
2
pilihan terakhir setelah pergi ke berbagai spesialis untuk meng"bati gejala s"matik
yang timbulkan akibat depresi. =)asien depresi yang datang ke p"li kebanyakan
mengeluhkan penyakit (isiknya# jarang yang mengatakan gejala depresi#= tutur dr.
Danardi ,"sr"sumihardj"# ,p*5# *""rdinat"r )elayanan 2asyarakat Departemen
)sikiatrik 6*>/?+,32.
!
)adahal depresi dapat dikenali. 2enurut dr. Danardi# depresi merupakan
(luktuasi em"si yang bersi(at dinamik# mengikuti suasana perasaan internal atau
pun eksternal individu tersebut. :ila merujuk buku ped"man gangguan jiwa
())D@5 ///# !''1 ada sekitar !00 kateg"ri gangguan jiwa# dimana depresi salah
satunya. Dalam ))D@50/// ini# depresi masuk dalam kateg"ri gangguan neur"tik#
s"mat"("rm# stress dan suasana perasaan. Dimana gejala utama yang mesti
diperhatikan# berupa suasana perasaan yang de(resi(# kehilangan minat atau
kegembiraan dan mudah lelah. :ila sese"rang merasakan# minimal dua dari tiga
keluhan tersebut selama dua minggu# dan disertai gejala0gejala lainya mesti
diwaspadai terkena depresi.= 8api# sayangnya sebagian besar masyarakat kurang
memahami keluhan psik"l"gis yang menyertai depresi#= tegas ,ekretaris >mum
))0)D,*5/ ini.
!
*"ndisi di atas# diakui Danardi# memang karena depresi memiliki gejala
klinik yang k"mpleks. 8erkadang depresi dan penyakit (isik muncul bersamaan#
tapi sebagai penyakit# keduanya tidak ada hubungannya sama sekali. ;amun
sering pula depresi dan penyakit (isik muncul bersamaan karena eti"l"gi yang
sama. :isa pula depresi menimbulkan penyakit (isik atau sebaliknya. Depresi
berk"m"rbiditas dengan berbagai penyakit# di antaranya str"ke# jantung dan
gangguan neur"l"gik. )ada str"ke# misalnya# depresi merupakan gangguan em"si
yang paling sering ditemukan. ,ekitar 2102' persen pasien str"ke yang ditemukan
di rumah sakit mengalami depresi.
!
4. Krieria Diagn!si"
*riteria Diagn"stik Depresi :erat (D,2 /A08+B
#a$le 1. DSM%I&%#' Krieria (n(" Epis!)e Depresi Ma*!r
3
-. Cima (atau lebih dari gejala0gejala tersebut tampak dalam kurun waktu 2
minggu dan mewakili perubahan (ungsi dari keadaan sebelumnyaD
sedikitnya satu dari gejala baik itu (! suasana perasaan yang tertekan atau
1
(2 hilangnya minat atau kesenangan.
+aaan, 8idak termasuk gejala0gejala yang jelas berkaitan dengan
k"ndisi medis umum# atau suasana perasaan yang tidak menyerupai
dengan waham atau halusinasi.
!. ,uasana perasaan yang tertekan sepanjang hari# hampir setiap hari#
yang diindikasikan dengan dengan keluhan subjekti( (misalnya
perasaan sedih atau k"s"ng atau yang diamati "leh "rang lain
(misalnya terlihat sedih. +aaan, pada anak0anak dan dewasa
muda dapat berupa suasana perasaan yang sensiti(.
2. Ditandai dengan berkurangnya minat atau kesenangan dalam
semua# atau hampir semua# aktivitas sepanjang hari#hampir setiap
hari (yang ditandai dengan keluhan subjekti( maupun pengamatan
"leh "rang lain.
1. )enurunan berat badan yang nyata tanpa diet atau penambahan
berat badan (misalnya perubahan lebih dari $ & dari berat badan
dalam sebulan# atau penurunan atau peningkatan na(su makan
hampir setiap hari. +aaan, )ada anak0anak# pertimbangkan
kegagalan dalam pencapaian berat badan yang seharusnya.
4. /ns"mnia atau hipers"mnia hampir setiap hari.
$. -gitasi atau retardasi psik"m"t"r hampir setiap hari (diamati "leh
"rang lain#bukan hanya perasaan subjekti( dari kegelisahan atau
perlambatan.
6. Celah atau kehilangan energi hampir setiap hari.
E. )erasaan tidak berguna atau berlebihan atau perasaan bersalah yang
tidak tepat (dapat merupakan waham hampir setiap hari (tidak
hanya menyalahkan diri sendiri atau bersalah lkarena skakit
%. :erkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berk"nsentrasi# atau
ketidakpastian hampir setiap hari (berdasarkan subjekti( atau
pengamatan "rang lain.
'. )ikiran berulang tentang kematian (tidak hanya takut akan
kematian# ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana yang jelas#
atau usaha bunuh diri# atau rencan ayang jelas untuk bunuh diri.
4
:. @ejala0gejala tidak memenuhi kriteria untuk epis"de campuran.
3. @ejala0gejala secara klinis bermakna menyebabkan gangguan atau
hendaya dalam (ungsi s"sial# pekerjaan# atau (ungsi penting lainnya.
D. @ejala0gejala tidak berhubungan langsung dengan e(ek (isi"l"gis dari 9at
(misalnya penyalahgunaan "bat# atau peng"batan atau k"ndisi medis
umum (misalnya hip"tir"id.
7. @ejala0gejala tidak termasuk kehilangan# misalnya setelah kehilangan#
sese"rang yang dikasihi# gejala0gejala menetap selama lebih dari 2 bulan
atau dapat dicirikan dengan adanya hendaya (ungsi# pemikiran berulang
mengenai kesia0siaan yang m"rbid# ide0ide bunuh diri# gejala psik"tik#
atau retardasi psik"m"t"r.
-. .a/$aran Klini"
2eskipun gambaran utama epis"de depresi berat baik pada anak remaja
atau dewasa dinyatakan serupa# namun ada perbedaan dalam gambaran penyerta.
2
)ada anak pra remaja dapat timbul cemas perpisahan di masa lampau#
mungkin dapat gejala0gejal an.ietas yang lebih berat di dalam masa "nset epis"de
depresi berat.
2
)ada anak laki0laki remaja dapat timbul tingka laku menentang atau anti
s"sial. ,ering pula timbul keinginan untuk meninggalkan rumah# atau perasaan
bahwa dirinya tidak disetujui atau tidak dimengerti# kegelisahan# cepat marah dan
agresi.
2
8erdapat rasa murung# keengganan untuk ikut serta kegiatan keluarga# dan
penarikan diri dalam aktivitas s"sial# yang disertai dengan mengunci diri dalam
kamar. ,ering diketemukan penyalahgunaan 9at dengan segala akibat.
2
)ada "rang dewasa tua dapat timbul gejala0gejala yang mirip dengan
demensia seperti dis"rientasi# kehilangan daya ingat dan cepat teralihnya
perhatian. *ehilangan minat atau rasa senang dalam berk"nsentrasi yang muncul
seperti berkurangnya perhatian @angguan0gangguan ini mengakibatkan
terganggunya (ungsi hubungan s"sial# antara individu dan pekerjaan.
2
$
7pis"de depresi dapat terjadi pada gangguan depresi dan gangguan mania.
Hanya dengan memperhatikan riwayat penyakit terdahulu dan riwayat keluarga#
maka kita baru dapat membedakannya dengan jelas.
4
@ejala p"k"k dari depresi adalah perasaan yang sedih dan kehilangan
minat terhadap segala sesuatu. )asien dapat mengungkapkan bahwa mereka
merasa murung# tidak ada harapan# terbuang dan tidak berharga. )asien sering
mengaku bahwa perasaannya sakit sekali# dan kadang0kadang sampai tidak bisa
menangis.
4
Hampir
2
?
1
pasien depresi memikirkan untuk bunuh diri dan hanya !00!$
& yang melakukan perc"baan bunuh diri. 2ereka yang di bawa ke rumah sakit
karena perc"baan bunuh diri akan lebih berhasil bunuh diri daripada mereka yang
belum pernah dirawat di rumah sakit. :eberapa pasien yang tidak menyadari
bahwa mereka menderita depresi# namun terlihat bahwa mereka menjauh dari
keluarga# teman0teman dan aktivitas yang mereka sukai. Hampir semua pasien
('E& mengeluh bahwa mereka kekurangan energi# sukar menyelesaikan tugas
mereka# prestasi belajar menurun# prestasi pekerjaan menurun# kurang m"tivasi
untuk menerima tugas atau pr"yek baru. ,ekitar %0& pasien depresi mengeluh
tentang kesulitan tidur# terutama suka terbangun diri hari atau sering terbangun di
malam hari# ketika mereka sedang merenungkan tentang masalah mereka. :anyak
pasien depresi kehilangan na(su makan dan kehilangan berat badan# tetapi ada
juga yang mengalami penambahan na(su makan dan kenaikan berat badan# juga
tidur lebih lama dari biasanya.
4
3emas adalah gejala yang juga dialami "leh '0& pasien depresi.
)erubahan dari p"la makan dan p"la istirahat dapat menyebabkan timbulnya
penyakti lain seperti diabetes# hipertensi# gangguan sesak napas kr"nik dan
gangguan jantung. -da juga yang mengalami gangguan haid dan penurunan
gairah seksual. 2asalah seksual kadang0kadang pasien dirujuk secara keliru
kepada penasehat perkawinan dan terapi seksual# "leh karena d"kter yang merujuk
gagal mengenali gangguan depresi yang menjadi landasan dari gangguan seksual
tersebut. Dalam beberapa studi ditemukan bahwa terdapat %4& pasien depresi
mengalami gangguan untuk berk"nsentrasi dan 6E& mengalami gangguan dalam
berpikir.
4
6
6"bia sek"lah# kemelekatan pada "rang tua b"leh jadi merupakan gejala
depresi pada anak. )restasi akademis yang buruk# penyalahgunaan 9at# tingkah
laku antis"sial# seks bebas# b"l"s sek"lah dan kabur dari rumah mungkin
merupakan gejala depresi pada remaja.
4
Depresi lebih sering dialami "leh "rang tua# terutama yang berhubungan
dengan tingkat s"sial ek"n"mi yang rendah# kehilangan pasangan hidup# penyakit
(isik yang tidak ada harapan untuk sembuh dan is"lasi s"sial. )ada umumnya
gangguan depresi pada "rang tua tidak terdiagn"sis dan tidak diterapi secara
adekuat.
4
)enyakit gangguan depresi yang tidak di"bati bisa benlangsung sampai 60
!1 bulan lamanyaD apabila di"bati bisa berlangsung sampai 1 bulan. ,etelah "bat
antidepresi dihentikan# tidak sampai 1 bulan biasanya bisa kumat lagi.
4
0. Sa(s Menal
6.!. 8ampilan umumB
6.!.!. +etardasi psik"m"t"r
6.!.2. -gitasi psik"m"t"r
6.!.2.!. 8angan seperti meremas0remas
6.!.2.2. 2encabuti rambut
6.!.1. 8ubuh membungkuk
6.!.4. @erak gerik lamban
6.!.$. 2enghindari k"ntak mata
6.2. -lam perasaanB
6.2.!. 2urung ? sedih
6.2.2. 2enarik diri
6.2.1. ,egala aktivitas berkurang
6.1. @angguan persepsi
6.1.!. Waham
D"sa# tidak berharga# kejar (serasi# a(ek
6.1.2. Halusinasi
-kustik (yang menyalahkan atau menuduh
E
6.4. @angguan pikiranB
6.4.!. :erpikir %egative tentang kehilangan# rasa bersalah# bunuh diri dan
mati
6.4.2. :isa terhambat
6.4.1. 2iskin (tidak pr"dukti(
6.$. @angguan "rientasiB
)ada umumnya tidak terganggu
6.6. @angguan daya ingatB
$00E$& sulit k"nsentrasi dan pelupa
6.E. @angguan pengendalian diriB
6.E.!. !00!$& melakukan perc"baan bunuh diri (suicide
6.E.2. /ngin bunuh "rang (h"micide
6.E.1. *urang m"tivasi dan kurang energi untuk melakukan tindakan
impulsi(
6.E.4. Hati0hati dengan parad".ical suicide
6.%. 8ambahanB
2elebih0lebihkan keburukan atau kegagalan diri sendiri 2engurangi
kebaikan atau keberhasilan diri sendiri (perlu cr"ss check dari keluarga
dekat?kerabat dekat?pendamping.
4
%
BAB II BAB II
PEMBAHASAN PEMBAHASAN
Fang pasti# menurut dr. ,yailendra W,.# ,p*5# ada beberapa (akt"r
penyebab depresi# yaitu (akt"r genetik# bi"l"gik dan psik"s"sial. ,tres"r dapat
berupa pengalaman buruk seperti kekerasan (isik# seksual dan penelantaran karena
kehilangan "rangtua. )enderita depresi dengan memiliki riwayat kekerasan pada
masa kanak0kanak mempunyai risik" yang besar untuk melukai diri sendiri# dan
menunjukan prilaku bunuh diri. Dengan kata lain# adanya ide0ide melakukan
bunuh diri pada penderita depresi dikaikan dengan riwayat kekerasan (isik pada
masa kanak0kanak.
!
2.1. 1a"!r .enei"
:anyaknya penelitian mengenai keluarga# ad"psi# serta kembar telah lama
dicatat mempunyai gangguan suasana perasaan. -khir0akhir ini#
bagaimanapun# ("cus utama dari penelitian genetic telah berusaha untuk
mengidenti(ikasi kemungkinan gen0gen spesi(ik dengna menggunakan met"de
genetika m"lekuler.
1
2.1.1. Peneliian erha)ap Kel(arga
)enelitian terhadap keluarga merujuk pada pertanyaan apakah gangguan
tersebut diturunkan. ,ecara spesi(ik# apakah rata0rata gangguan pada
keluarga dengan sese"rang yang menderita gengguan#lebih besar daripada
p"pulasi secara umumG Data keluarga menunjukkan bahwa jika salah
se"rang "rangtua menderita gangguan suasana perasaan# se"rang anak
akan beresik" !002$ & gangguan suasana perasaan. :ila kedua "rangtua
terkena# resik" secara drastis berlipat ganda. ,emakin banyak angg"ta
keluarga yang menderita# semakin besar resik"nya bagi sese"rang anak.
+esik" lebih besar bila keluarga yang terkena ialah derajat pertama
daripada keluarga hubungannya jauh. +iwayat keluarga dengan gangguan
bip"lar memiliki resik" gangguan suasana perasaan yang lebih besar
secara umum dan# khususnya# resik" yang lebih besar terhadap gangguan
'
bip"lar. @angguan unip"lar umumnya secara khas merupakan gangguan
suasana perasaan pada keluarga dengan riwayat bip"lar.
1
2.1.2. Peneliian erha)ap A)!psi
)enelitian terhadap ad"psi menunjukkan pendekatan alternati( terhadap
perpisahan genetik dan (akt"r lingkungan pada keturunan. Hanya sejumlah
kecil penelitian yang telah dilap"rkan# dan hasilnya telah bercampur. ,uatu
penelitian besar menunjukkan peningkatan sebesar 1 kali lipat pada
gangguan bip"lar dan 2 kali lipat pada gangguan unip"lar pada keluarga
dengan riwayat gangguan bip"lar.
1
2.!.1. Peneliian erha)ap Sa()ara Ke/$ar
)enelitian terhadap saudara kembar memberikan pendekatan yang kuat
dari perpisahan gen terhadaap (akt"r lingkungan# atau alam# atau asuhan.
Data tentang saudara kembarmenunjukkan bahwa gen menjelaskan hanya
$00E0 & dari eti"l"gi gangguan suasana perasaan. Cingkungan dan (akt"r
yang tidak diturunkan menjelaskan selebihnya. Oleh sebab itu# merupakan
(akt"r predisp"sisi atau tersangka terhadap penyakit yang diturunkan.
2empertimbangkan gangguan unip"lar dan bip"lar bersama0sama#
penelitian ini menemukan bahwa tingkat gangguan suasana perasaan pada
kembar m"n"9ig"t E00'0 & dibandingkan dengan jenis kelamin yang
sama dari kembar di9ig"t !601$ &. Hal ini ialah data yang paling jelas dari
peran genetik pada gangguan suasana perasaan.
1

2.1.4. Peneliian erha)ap Peralian
2arker D;- ialah segmen D;- yang dikenal sebagai l"kasi kr"m"s"m#
yang sangat bervariasi diantara individu. Hal itu digunakan untuk melacak
pemisahan area spesi(ik kr"m"s"m pada keluarga dengan gangguan. ,aat
suatu marker diidenti(ikasikan dengan penyakit pada keluarga# penyakit ini
dikatakan terkait secara genetik. *r"m"s"m !%< dan 22< ialah 2 area yang
terbukti terlibat pada pertalian terhadap gangguan dis"rder.
1
!0
2.2. 1a"!r Bi!l!gi
:erbagai penelitian telah dilap"rkan ketidakn"rmalan secara bi"l"gis pada
pasien dengan gangguan suasana perasaan. ,ampai kini# neur"transmiter
m"n"0amin# n"repine(rin# d"pamin# ser"t"nin# dan histamin merupakan ("kus
utama te"ri dan penelitian mengenai eti"l"gi dari gangguan0gangguan
tersebut.
-min :i"genik
Dari semua amin bi"genik# n"repine(rin dan ser"t"nin ialah 2 neur"transmiter
yang paling berimplikasi pada pat"(isi"l"gi dari gangguan suasana perasaan.
;"repine(rin
Hubungan yang ditunjukkan berdasarkan penelitian antara penurunan regulasi
atau penurunan sensiti(itas terhadap adrenergik resept"r dan resp"n
antidepresan klinis mungkin merupakan data tunggal yang menunjukkan peran
langsung dari n"radrenergik sistem pada depresi. :ukti lain menunjukkan
bahwa presinaps resept"r pada depresi# disebabkan "leh aktivasi resept"r0
resept"r tersebut yang berakibat pada penurunan jumlah pelepasan
n"repine(rin.
,er"t"nin
Dengan besarnya e(ek dari ,elekti( ,er"t"nin +euptake /nhibit"r (,,+/#
sebagai c"nt"h# 6lu".etine ()r"9ac yang diberikan pada peng"batan depresi#
ser"t"nin telah menjadi amin bi"genik neur"transmiter yang secara umum
dihubungkan dengan depresi. /denti(ikasi dari berbagai subtipe resept"r
ser"t"nin telah meningkatkan kesukaan pada k"munitas penelitian mengenai
perkembangan pada perawatan depresi yang lebih spesi(ik. ,elain ,,+/ dan
ser"t"nergik anti depresan e(ekti( dalam peng"batan depresi# data lain
menunjukkan bahwa ser"t"nin terlibat dalam pat"(isi"l"gi depresi.
)engurangan kadar ser"t"nini dapat memicu depresi# dan beberapa pasien
dengan d"r"ngan bunuh diri mempunyai kadar metab"lit ser"t"nin cairan
serebr"spinal serta kadar pengambilan ser"t"nin pada tr"mb"sit yang rendah.
D"pamin
2eskipun n"repine(rin dan ser"t"nin merupakan amin bi"genik yang
dikatakan sering dikaitkan dengan pat"(isi"l"gi dari depresi# d"pamin juga
!!
dikatakan berperan. )enemuan subtipe dari resept"r d"pamin dan peningkatan
pengertian dari pre0sinaps dan p"s0sinaps dari (ungsi regulasi d"pamin telah
memperkaya peneletian hubungan antara d"pamin dengan gangguan suasana
perasaan.
1
2.3. 1a"!r Psi"!s!sial
)eristiwa dalam Hidup dan ,tress Cingkungan
,ebuah penelitian yang panjang menunjukkkan bahwa peristiwa0peristiwa
stress dalam hidup yang mendahului# daripada yang setelahnya# epis"de dari
gangguan suasana perasaan. Hubungan ini dilap"rkan pada kedua pasien yang
dengan gangguan depresi may"r dan pasien dengan gangguan bip"lar /. ,alah
satu te"ri yang diduga dapat menjelaskan penelitian tersebut ialah bahwa
stress yang menyertai epis"de pertama berdampak pada perubahan yang
bertahan lama pada "tak bi"l"gis. )erubahan yang lama dapat mempengaruhi
berbagai keadaan neur"transmiter dan sistem sinyal intraneur"n# perubahan
yang mungkin juga termasuk pada kehilangan neur"n dan pengurangan yang
berlebih dari hubungan sinaps. ,ebagai hasilnya# sese"rang memiliki resik"
mengalami gangguan suasana perasaan di kemudian hari# walaupun tanpa
stress"r dari luar.
1
!2
*7)>,8-*--; *7)>,8-*--;
!. !. -ndra. *enali Depresi# 8untaskan 8erapi dalam @erai A"l.6 ;".6# 5anuari -ndra. *enali Depresi# 8untaskan 8erapi dalam @erai A"l.6 ;".6# 5anuari
200E. 200E. -vailable atB httpB??www.majalah0 -vailable atB httpB??www.majalah0
(armacia.c"m?rubrik?"neHnews.aspG/D;ewsI211. -ccessed 6ebruary 2% (armacia.c"m?rubrik?"neHnews.aspG/D;ewsI211. -ccessed 6ebruary 2%
th th
# #
200%. 200%.
2. 2. /brahim -,. 2ania# -lam )erasaan# Depresi. 5akartaB Dua -s0-s DuaD /brahim -,. 2ania# -lam )erasaan# Depresi. 5akartaB Dua -s0-s DuaD
2004. 2004.
1. 1. ,ad"ck :5# ,ad"ck A-. *aplan J ,ad"ckKs ,yn"psis "( )sychiatryB ,ad"ck :5# ,ad"ck A-. *aplan J ,ad"ckKs ,yn"psis "( )sychiatryB
:ehavi"ral ,ciences?3linical )sychiatry# !0th 7diti"n. )hiladelphiaB :ehavi"ral ,ciences?3linical )sychiatry# !0th 7diti"n. )hiladelphiaB
Cippinc"tt Williams J WilkinsD 200E. Cippinc"tt Williams J WilkinsD 200E.
4. 4. Widya +,. @angguan -(ekti( dalam ,imp"sium ,ehari *esehatan 5iwa Widya +,. @angguan -(ekti( dalam ,imp"sium ,ehari *esehatan 5iwa
dalam +angka 2enyambut Hari *esehatan 5iwa ,edunia. -vailable atB dalam +angka 2enyambut Hari *esehatan 5iwa ,edunia. -vailable atB
httpB??www.idijakbar.c"m?pr"siding?gangguanHa(ekti(.htm. -ccessed httpB??www.idijakbar.c"m?pr"siding?gangguanHa(ekti(.htm. -ccessed
6ebruary 2% 6ebruary 2%
th th
# 200%. # 200%.
!1