Anda di halaman 1dari 22

GANGGUAN DEPRESI

Dipresentasikan Oleh :
Reza Akbar Rafsanzani
Nabila Toda

Relaps Prevention Center(RPC)
Psychiatry Room in Arjawinanguns
Hospital
APA ITU DEPRESI ??
Termasuk gangguan mood
(perasaan)
Emosi mencakup: afek (ekspresi),
mood (perasaan), emosi yg lain dan
gangguan psikologi yang
berhubungan dengan mood
Emosi: perasaan yg dihayati secara
sadar.
Afek: dorongan yg lebih mendalam
yg mendasari kehidupan perasaan
yg sadar maupun yg bawah sadar
Angka Kejadian
Kejadian
Depresi berat: seumur hidup 15%, perempuan 25%
Puskesmas, praktek umum 10%, RS 15%
Anak sekolah 2%, remaja 5%
Jenis kelamin
Wanita: pria = 2:1
Faktor: hormon, melahirkan, faktor pencetus psikososial, model perilaku
Usia
rata-rata usia 40-an. 50% usia 20-50 tahun.
Dapat terjadi pd masa anak atau lansia
Status perkawinan
Sering pada seseorang dgn hubungan kekeluargaan yang kurang harmonis
Bercerai
Wanita tidak menikah lebih banyak mengalami dibanding wanita menikah
Sosial ekonomi & budaya
Perdesaan > kota

PENYEBAB
Ketidakseimbangan Hormon : dopamin,
norepinefrin dan setoronin

1. FAKTOR BIOLOGIS
2. FAKTOR GENETIK
Keturunan:
- Anak dari orang tua yang depresi mempunyai risiko 2-
10x lipat untuk mengalami depresi berat.
- Anak angkat dengan keluarga yang depresi juga
cenderung mengalami depresi berat.

3. FAKTOR PSIKOSOSIAL
Adanya kejadian penting yang
mempengaruhi hidup seseorang
kehilangan orang tua saat anak masih kecil,
kehilangan suami atau istri, kehilangan
pekerjaan
Depresi dapat timbul berulang bila pasien
teringat kembali kejadian tersebut !!


4. FAKTOR KEPRIBADIAN
Orang dengan kepribadian histeris (reaksi
berlebihan terhadap sesuatu) cenderung
lebih mudah terkena depresi
TANDA & GEJALA
Gejala utama:
- Perasaan murung dan tidak berharga,
- kehilangan minat, berkurangnya energi
(merasa lemas)
- Perasaan sedih, tidak mempunyai harapan,
tidak dihargai
- Pikiran bunuh diri
- Kesulitan menyelesaikan tugas
- motivasi
- Sulit tidur -> terbangun tengah malam
PERJALANAN PENYAKIT
Berlangsung lama
Cenderung kambuh
Lebih ringan dibanding
skizofrenia
50% terjadi usia
sebelum 40 thn.

DEPRESI BERAT
Dikatakan berat jika :
Kejadian lebih dari 4 minggu
Mengganggu kemandirian pasien ( Tidak bisa
mandi, makan atau mengerjakan pekerjaan
sehari-hari sendiri)
Pernah mencoba untuk BUNUH DIRI
Kambuh : Depresi yang timbul minimal setelah
2 bulan sembuh dari depresi pertama.

Bagaimana caranya
mendeteksi depresi ??
Sering telihat murung, sedih mendalam
Lebih senang berdiam diri
Hilang minat untuk melakukan hobi atau
kebiasaannya
Merasa cepat lemas, tidak bergairah
Sering terbangun tengah malam
Berniat BUNUH DIRI


PENGOBATAN
TUJUAN TERAPI:
1. Keselamatan pasien terjamin
2. Kelengkapan evaluasi diagnostik pasien
harus dilaksanakan
3. Rencana terapi bukan hanya untuk gejala
tapi kesehatan jiwa pasien kedepannya
Kesembuhan total dlm waktu 4 bulan
dengan pengobatan adekuat
KAPAN HARUS DIRAWAT
??
INDIKASI:
1. Kebutuhan prosedur
diagnostik
2. Resiko suicide/homicide
3. kemampuan perawatan diri
dan pelindungan.
4. Riwayat pernah kambuh
5. Hilangnya dukungan keluarga
terhadap pasien
6. Gejala klinis: BB, perbaikan
minimal pada sulit tidur
TERAPI KELUARGA

PERAN KELUARGA BAGI
PENDERITA DEPRESI
TERAPI KELUARGA Mencegah
kekambuhan
Caranya dengan :
Mengingatkan untuk berzikir kepada pasien
Memberikan dukungan untuk sembuh
Mendukung pengobatan pasien dengan :
RUTIN KONTROL KE RS !!
RUTIN KONTROL KEPATUHAN MINUM
OBAT !!



BISAKAH SEMBUH ??
BISA, target pengobatan : 4 bulan sembuh sempurna
Cenderung kronik dan kambuh bila sudah berat
Episode pertama yg dirawat di RS 50% sembuh pd tahun
pertama
Insiden relaps pd pasien yg rutin kontrol dan minum obat
Indikator prognosis:
- Prognosis baik: gejala ringan, tidak ada gejala psikotik,
singkatnya di rawat inap, dukungan keluarga kuat, onset usia
lanjut
- Prognosis buruk: depresi berat, penyalahgunaan alkohol dan zat,
INGAT !!
SEMBUH BUKAN BERARTI TIDAK
KONTROL
SEMBUH BUKAN BERATI TIDAK
MINUM OBAT
KONTROL + MINUM OBAT
TERATUR MENCEGAH
KEKAMBUHAN !

TERIMA KASIH