Anda di halaman 1dari 2

POTENSI MATERIAL DI INDONESIA

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dimudahkan oleh peralatan yang ada disekitar kita. Alat-alat
tersebut merupakan hasil dari proses berpikir manusia. Alat-alat tersebut memiliki fungsinya masing-
masing dan terbuat dari komposisi material yang berbeda-beda. Komposisi material yang berbeda-beda
ini menentukan sifat dari material itu sendiri. Penentuan komposisi material dalam suatu benda sangat
diperlukan dalam membuat sifat material yang diinginkan dan mampu mencegah suatu benda
mengalami kegagalan mekanik.
Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan sumber daya alamnya yang
melimpah. Kekayaan SDA ini tersebar di pulau-pulau besar Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan,
maupun Papua. Akan tetapi, SDA yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh
masayarakat Indonesia sendiri justru perusahaan-perusahaan besar luar negeri yang menanamkan
modalnya secara besar-besaran di Indonesia. Mereka berdiri kokoh diantara perusahaan-perusahaan
kecil masyarakat (koperasi dan UMKM). Indonesia dalam hal ini pemerintah perlu turun tangan dan ikut
campur agar hasil kekayaan bumi Indonesia bisa turut dirasakan oleh bangsa Indonesia sendiri.
Material-material bumi seperti besi, aluminium, batubara, emas, karet, maupun titanium sangat
diperlukan sebagai bahan baku produksi . Selain sebagai bahan baku produksi, bahan-bahan mentah
tersebut bisa juga dijadikan sampel penelitian dalam rangka peningkatan nilai suatu benda maupun
pembuatan material baru yang belum pernah ada sebelumnya.
Material-material modern seperti semikonduktor, biomaterial, smart material (chip), maupun
nanomaterial sangat berkembang di Negara-negara maju. Fenomoena ini disebabkan karena banyaknya
penelitian dalam rangka pengembangan material maupun penemuan material baru yang didukung
penuh oleh pemerintah maupun perusahaan-perusahaan swasta lokal. Dukungan dan apresiasi dari
mereka bisa menjadikan motivasi tersendiri bagi masyarakat unutk terus berkarya dan mengembangkan
keilmuan material.
Sementara di Indonesia, sedikit sekali dukungan pemerintah dalam kegiatan penelitian. Selain
itu, etos kerja sebagian besar masyarakat juga masih lemah. Hal ini menjadikan dunia material di
Indonesia lesu dan sulit berkembang. SDA yang melimpah di Indonesia perlu dimanfaatkan secara bijak
oleh pemerintah dengan membuka lahan-lahan produksi baru untuk mengambil SDA yang masih ada
dengan memerhatikan AMDAL dan melakukan intensif renegosiasi kontrak dengan perusahaan-
perusahaan luar negeri agar Indonesia juga mendapat untung dari mereka, serta melakukan regulasi
yang ketat agar tidak terjadi eksploitasi secara besar-besaran. Jika hal itu dilakukan, maka bisa saja pasar
perekonomian Indonesia akan bangkit.
Selain itu, pemerintah perlu membuka dan menyuntikkan kegiatan penelitian dan
pengembangan material agar dunia penelitian di Indonesia bisa berkembang. Penelitian merupakan
aspek penting dalam rangka menjadikan Indonesia mandiri dan punya daya saing dengan dunia luar.
Hasil dari penelitian bisa dipatenkan dan dijadikan suatu peluang usaha bagi masyarakat. Pada kasus ini
pemerintah perlu mengintensifkan etos kerja masyarakat dan menyediakan anggaran unutk modal
usaha masyarakatnya.
Pengurangan anggaran untuk belanja luar negeri dan penambahan Anggaran untuk proyek
penelitian dan pengembangan terutama dalam bidang dan ilmu material perlu dilakukan karena
material merupakan bidang ilmu dasar bagi ilmu-ilmu lainnya dan mempunyai cakupan yang luas dan
saling berkaitan.