Anda di halaman 1dari 11

DASAR TEORI

1. Mikrokontroler AVR ATMega16



AVR ATMega16 merupakan seri mikrokontroler Complementary Metal Oxide
Semiconductor (CMOS) 8-bit buatan Atmel berbasis arsitektur RISC (Reduced
Instruction Set Computer). AVR mempunyai 32 register general-purpose,
timer/counter fleksibel dengan mode compare, interupsi internal dan eksternal,
serial UART, programmable Watchdog Timer, power saving mode, ADC dan PWM.
AVR pun mempunyai In-System Programmable (ISP) Flash on-chip yang
mengijinkan memori program untuk diprogram ulang (read/write) dengan koneksi
secara serial yang disebut Serial Peripheral Inteface (SPI).
AVR memilki keunggulan dibandingkan dengan mikrokontroler lain,
keunggulan mikrokontroler AVR yaitu memiliki kecepatan dalam mengeksekusi
program yang lebih cepat, karena sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1
siklus. ATMEGA16 mempunyai throughput mendekati 1 Millions Instruction Per
Second (MIPS) per MHz, sehingga membuat konsumsi daya menjadi rendah
terhadap kecepatan proses eksekusi perintah.
Beberapa kelebihan pada ATMega16 adalah :
a) Mikrokontroler 8 bit yang berkemampuan tinggi dengan konsumsi daya rendah.
b) Arsitektur RISC dengan throughput mencapai 16 MIPS pada frekuensi 16 MHz.
c) Kapasitas flash memory 16 Kbyte, EEPROM 512 Byte, dan SRAM 1Kbyte.
d) Saluran I/O sebanyak 32 buah yaitu Port A, Port B, Port C, dan Port D.
e) CPU yang terdiri dari 32 buah register.
f) Unit interupsi dan eksternal.
g) Port USART untuk komunikasi serial.
h) Tiga buah timer/counter dengan kemampuan perbandingan (compare).
i) Real time counter dengan osilator tersendiri.
j) Empat kanal PWM.
k) 8 kanal ADC.
l) Serial Peripheral Interface (SPI).
m) Watchdog timer dan osilator internal.
n) On-chip analog comparator.
o) Non-volatile program memory.
Konfigurasi Pin AVR ATMega16 :











2. LED ( Light Emitting Diode )
LED atau Light Emitting Diode adalah suatu komponen elektronik yang
terbuat dari bahan semi konduktor yang dapat memancarkan cahaya. LED
merupakan produk temuan lain setelah dioda. Strukturnya juga sama dengan
dioda, tetapi belakangan ditemukan bahwa elektron yang menerjang sambungan
P-N. Untuk mendapatkan emisi cahaya pada semikonduktor, doping yang pakai
adalah galium, arsenic dan phosporus. Jenis doping yang berbeda menghasilkan
warna cahaya yang berbeda pula.
Cara Kerja LED
Karena LED adalah salah satu jenis dioda maka LED memiliki 2 kutub yaitu
anoda dan katoda. Dalam hal ini LED akan menyala bila ada arus listrik mengalir
dari anoda menuju katoda. Pemasangan kutub LED tidak boleh terebalik karena
apabila terbalik kutubnya maka LED tersebut tidak akan menyala. Led memiliki
karakteristik berbeda-beda menurut warna yang dihasilkan. Semakin tinggi arus
yang mengalir pada led maka semakin terang pula cahaya yang dihasilkan, namun
perlu diperhatikan bahwa besarnya arus yang diperbolehkan 10mA-20mA dan
pada tegangan 1,6V 3,5 V menurut karakter warna yang dihasilkan. Apabila
arus yang mengalir lebih dari 20mA maka led akan terbakar. Untuk menjaga agar
LED tidak terbakar perlu kita gunakan resistor sebagai penghambat arus.
Macam Macam LED
1. Dioda Emiter Cahaya . Sebuah dioda emisi cahaya dapat mengubah arus
listrik langsung menjadi cahaya. Dengan mengubah-ubah jenis dan jumlah
bahan yang digunakan untuk bidang temu PN. LED dapat dibentuk agar dapat
memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda.
2. LED Warna Tunggal . LED warna tunggal adalah komponen yang paling
banya dijumpai. Sebuah LED warna tunggal mempunyai bidang temu PN pada
satu keping silicon. Sebuah lensa menutupi bidang temu PN tersebut untuk
memfokuskan cahaya yang dipancarkan.
3. LED Tiga Warna Tiga Kaki . satu kaki merupakan anoda bersama dari
kedua LED. Satu kaki dihubungkan ke katoda LED merah dan kaki lainnya
dihubungkan ke katoda LED hijau. Apabila anoda bersamanya dihubungkan ke
bumi, maka suatu tegangan pada kaki merah atau hijau akan membuat LED
menyala. Apabila satu tegangan diberikan pada kedua katoda dalam waktu
yang bersama, maka kedua LED akan menyala bersama-sama.
4. LED Tiga Warna Dua Kaki Disini, dua bidang temu PN dihubungkan dalam
arah yang berlawanan. Warna yang akan dipancarkan LED ditentukan oleh
polaritas tegangan pada kedua LED. Suatu sunyal yang dapat mengubah
polaritas akan menyebabkan kedua LED menyala dan menghasilkan warna
kuning.
3. Sevent Segment
Seven Segment adalah tujuh segmen-segmen yang digunakan menampilkan
angka. Seven segment merupakan display visual yang umum digunakan dalam
dunia digital. Seven segment sering dijumpai pada jam digital, penujuk antrian,
diplay angka digital dan termometer digital. Penggunaan secara umum adalah
untuk menampilkan informasi secara visual mengenai data-data yang sedang
diolah oleh suatu rangkaian digital.
Seven segment ini tersusun atas 7 buah LED yang disusun membentuk angka 8
yang penyusunnya menggunakan diberikan lebel dari a sampai g dan satu lagi
untuk dot point (DP). Setiap segmen ini terdiri dari 1 atau 2 Light Emitting Diode
( LED ).







Jenis-Jenis Seven Segment
a) CommonAnoda
Semua anoda dari LED dalam seven segmen disatukan secara parallel dan
semua itu dihubungkan ke VCC, dan kemudian LED dihubungkan melalui
tahanan pembatas arus keluar dari penggerak LED. Karena dihubungkan ke
VCC, maka COMMON ANODA ini berada pada kondisi AKTIF LOW (led akan
menyala/aktif bila diberi logika 0).

b) Common Katoda
Merupakan kebalikan dari Common Anoda. Disini semua katoda disatukan
secara parallel dan dihubungkan ke GROUND. Karena seluruh katoda
dihubungkan ke GROUND, maka COMMON KATODA ini berada pada kondisi
AKTIF HIGH (led akan menyala/aktif bila diberi logika 1).









Prinsip Kerja Seven Segment
Prinsip kerja seven segmen ialah input biner pada switch dikonversikan masuk
ke dalam decoder, baru kemudian decoder mengkonversi bilangan biner
tersebut menjadi decimal, yang nantinya akan ditampilkan pada seven
segment.
Seven segment dapat menampilkan angka-angka desimal dan beberapa
karakter tertentu melalui kombinasi aktif atau tidaknya LED penyusunan
dalam seven segment. Untuk memudahkan penggunaan seven segment,
umumnya digunakan sebuah decoder( mengubah/ mengkoversi input bilangan
biner menjadi decimal) atau seven segment driver yang akan mengatur aktif
tidaknya led-led dalam seven segment sesuai dengan nilai biner yang diberikan.

4. Push Button Switch
Push button switch (saklar tombol tekan) adalah perangkat / saklar sederhana
yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutuskan aliran arus listrik
dengan sistem kerja tekan unlock (tidak mengunci). Sistem kerja unlock disini
berarti saklar akan bekerja sebagai device penghubung atau pemutus aliran arus
listrik saat tombol ditekan, dan saat tombol tidak ditekan (dilepas), maka saklar
akan kembali pada kondisi normal.





Sebagai device penghubung atau pemutus, push button switch hanya memiliki
2 kondisi, yaitu On dan Off (1 dan 0). Istilah On dan Off ini menjadi sangat
penting karena semua perangkat listrik yang memerlukan sumber energi listrik
pasti membutuhkan kondisi On dan Off.

Karena sistem kerjanya yang unlock dan langsung berhubungan dengan
operator, push button switch menjadi device paling utama yang biasa digunakan
untuk memulai dan mengakhiri kerja mesin di industri. Secanggih apapun sebuah
mesin bisa dipastikan sistem kerjanya tidak terlepas dari keberadaan sebuah
saklar seperti push button switch atau perangkat lain yang sejenis yang bekerja
mengatur pengkondisian On dan Off.






Berdasarkan fungsi kerjanya yang menghubungkan dan memutuskan, push
button switch memilki 2 tipe kontak, yaitu NC (Normally Close) dan NO
(Normally Open).
NO (Normally Open), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya
terbuka (aliran arus listrik tidak mengalir). Dan ketika tombol saklar ditekan,
kontak yang NO ini akan menjadi menutup (Close) dan mengalirkan atau
menghubungkan arus listrik. Kontak NO digunakan sebagai penghubung atau
menyalakan sistem circuit (Push Button ON).
NC (Normally Close), merupakan kontak terminal dimana kondisi normalnya
tertutup (mengalirkan arus litrik). Dan ketika tombol saklar push button
ditekan, kontak NC ini akan menjadi membuka (Open), sehingga memutus
aliran arus listrik. Kontak NC digunakan sebagai pemutus atau mematikan
sistem circuit (Push Button Off).




PROGRAM
Pada coding project kali ini aplikasi yang digunakan adalah Codevision AVR.
Project berikut menggunakan CodeWizardAVR untuk ATMega16. Port yang
digunakan sebagai output adalah Port C dan Port D. Berikut adalah script project
yang digunakan :
#include <mega16.h>
#include <delay.h>
#define SW1 PINB.0
#define SW2 PINB.1
#define SW3 PINB.2
#define SW4 PINB.3
// Declare your global variables here
void main(void)
{
int x,y,i,j;
unsigned char Nama[6] = {0xff,0x0e,0xf9,0xa0,0x48,0xff};
unsigned char TanggalLahir[10] = {0xff,0xc0,0xa4,0xbf,0xf9,0xc0,0xbf,0x90,0x92,0xff};
DDRC = 0xff;
DDRD = 0xff;
while (1)
{
// Place your code here
x = 0b10000000; [ coding untuk nyala lampu LED dari kiri ke kanan ]
y = 0b00000001; [ coding untuk nyala lampu LED dari kanan ke kiri ]
PORTC = 0xff;
if (SW1==0)
{ for (i=1 ; i<6 ; i++)
{
PORTC = Nama[i];
delay_ms(500);
PORTC = 0xff;
}
}
if (SW2==0)
{ for (j=1 ; j<10 ; j++)
{
PORTC = TanggalLahir[j];
delay_ms(500);
PORTC = 0xff;
}
}
if (SW3==0)
{ for (i=1 ; i<9 ; i++)
{
PORTD = x;
delay_ms(500);
x = x >> 1;
PORTD = 0x00;
}
}
if (SW4==0)
{ for (j=1 ; j<9 ; j++)
{
PORTD = y;
delay_ms(500);
y = y << 1;
PORTD = 0x00;
}
}
}
}


SIMULASI
Program yang digunakan untuk simulasi adalah Proteus ISIS. Komponen pada
rangkaian yang digunakan adalah :
a) ATMega16
b) 7 segment common anode
c) LED
d) Push button switch
e) Resistor 10k
f) Power











Adapun masing masing fungsi dari 4 buah switch, yaitu :
a) Switch 1 digunakan untuk menampilkan nama pada 7 segment.
b) Switch 2 digunakan untuk menampilkan tanggal lahir pada 7 segment.
c) Switch 3 digunakan untuk menyalakan LED dengan urutan nyala dari kiri ke
kanan.
d) Switch 4 digunakan untuk menyalakan LED dengan urutan nyala dari kanan
ke kiri.


DAFTAR PUSTAKA
http://rasapas.wordpress.com/2011/03/04/8/
http://natasyakinsky.blogspot.com/2013/06/seven-segment-display.html
http://trikueni-desain-sistem.blogspot.com/2014/04/Pengertian-Push-Button.html